I’m Sorry, Baby…

I’m Sorry, Baby…

Author: Nareudael

Main Cast: Choi Minho, Lee Taeyeon (as Lee Taemin girl)

Support Cast: Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum

Length: Oneshot

Genre: Crosgender, Angst

Rating: General

“Sudah jam 5 lebih… Kenapa lama sekali?” dengus Taeyeon. “Sebaiknya aku ke sana saja.”

Taeyeon berjalan menyusuri koridor sekolah. Sepi, tentu saja. Sekolah sudah bubar sejak dua setengah jam yang lalu.

Dari kejauhan, Taeyeon melihat ruang OSIS. Pintunya terbuka. Dasar Minho, batinnya. Rapat sudah selesai! Mengapa dia tidak langsung menemuiku setelah rapatnya selesai? Apa dia sengaja membuatku menunggu lama?!

Saat sampai di depan ruang OSIS, Taeyeon mendengar sayup-sayup suara beberapa orang. Taeyeon berjingkat mendekati pintu dan bersembunyi untuk mencuri dengar.

“Jeongmalyo?! Minho-ya, kau serius?
“Ya.”
“Tapi, kenapa?”
“Aku tidak mencintainya.”
“Mworagoyo?!”
“Sebenarnya… Sejak kecil, ibuku dan ibunya sudah menjodohkan kami. Kami mulai pacaran saat kelas 2 SMP, lalu ibuku meninggal setahun setelahnya. Ibu Taeyeon juga baru meninggal sebulan yang lalu. Jadi, perjodohan ini tidak ada artinya, kan?”

Taeyeon terbelalak. Petir menyambar tepat di atas kepalanya. Jantungnya serasa ditusuk panah.

“… Lagipula,” sambung Minho. “Aku memang tidak suka gadis biasa sepertinya. Dari kecil dia selalu menempel padaku. Aku risih dengannya.”

Panah yang menusuk jantung Taeyeon kian dalam, hingga akhirnya menembus jantungnya.

“… Dan selama 3 hari ke depan, aku akan membuat image buruk di hadapannya, lalu aku akan putus dengannya setelah-”

Kalimat Minho terputus. Kedua ekor matanya menangkap sosok perempuan berlinangan air mata. Mukanya memerah. Badannya gemetaran.

Minho diam seribu bahasa. Jonghyun dan Kibum – teman Mihno – hanya bisa menatap Taeyeon yang menangis di ambang pintu.

“Taeyeon-ah…” Minho berusaha memanggilnya, namun Taeyeon tak menggubrisnya. Taeyeon berlari ke luar sekolah, lalu segera masuk ke mobil yang sedari tadi menungggunya di tempat parkir.

Taeyeon menutup pintu mobilnya dengan keras. Sang supir melihat Taeyeon bercucuran air mata di kaca spion.

“Nona, apa kau baik-baik saja?”
“Jangan pedulikan aku, Ahjussi. Sekarang aku hanya ingin cepat sampai ke rumah. Ayo jalan.”

Perlahan mobil itu melaju. Taeyeon duduk di belakang jok supir, memandangi langit dari jendela. Earphone yang terpasang di telinganya mencoba untuk merubah suasana hatinya, namun air mata Taeyeon terus mengalir.

Perlahan, Taeyeon menutup matanya. Dia sudah lelah menangis.

Tapi, tanpa diketahuinya, sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan ada di jalur yang salah, melaju kencang ke arah mobil hitamnya.

___—___

Minho berbaring di ranjangnya, menatap sebuah kalung yang sedari tadi terus digenggamnya.

Kalung yang cantik, dengan liontin berbentuk hati itu tampak berkilau. Sebenarnya itu milik Taeyeon. Benda yang akan dihadiahkannya untuk Taeyeon.

Sejak tadi kepala Minho dipenuhi pemandangan yang dilihatnya tadi; Taeyeon yang menatapnya dengan tatapan yang penuh amarah dan kesedihan, serta airmata yang mengalir deras di pipi gadis itu.

Makin lama perasaan bersalah itu meluap di hatinya. Dia menyesal. Tak seharusnya tadi dia bicara seperti itu.

Minho membeli kalung itu untuk Taeyeon. Kalung yang sudah lama diinginkan Taeyeon. Minho sudah menabung lama untuk membelinya. Untuk dihadiahkan pada Taeyeon. Minho ingin mengalungkannya di leher Taeyeon. Minho ingin melihat senyum bahagia di wajah Taeyeon. Dan Minho sangat, sangat menyukai senyum manis Taeyeon.

Bukankah itu yang dinamakan cinta?

Ya. Minho sadar. Dia memang mencintai Taeyeon.

Minho terlalu merasa bersalah untuk mengambil ponselnya dan mengirim pesan permintaan maaf ke Taeyeon. Dia harus bertemu langsung dengan Taeyeon dan menjelaskan semuanya besok.

Namun, Minho tidak akan menyangka. Semua itu sudah terlambat, sangat terlambat.

___—___

Esoknya.

Kediaman Taeyeon dipenuhi oleh orang-orang berbaju hitam. Suasana di sana membuat Minho teringat dengan suasana yang sama persis sebulan yang lalu, di tempat ini juga. Suasana haru, sedih… Tak sedikit orang menitikkan air mata.

Ada apa ini? tanyanya dalam hati. Apa ada yang meninggal?

Firasatnya mulai tidak enak.

Minho bergegas masuk, menerobos orang-orang. Di ruang keluarga, di sebuah meja hitam tepat di hadapannya, matanya tertuju pada foto dengan bingkai kayu yang dikelilingi bunga-bunga yang tertata rapi di meja itu. Foto gadis yang sedang tersenyum cantik.

Itu foto Taeyeon. Lee Taeyeon.

Minho mengucek matanya. Dia berharap apa yang dilihatnya itu salah.

Tapi Minho tidak salah lihat.

Tiba-tiba Minho merasa pundaknya dipegang oleh seseorang dari belakang. Minho menoleh. Jinki – kakak Taeyeon – tersenyum sendu kepadanya.

“Taeyeonnie… Adik manisku itu,” ujarnya lirih. “… dia mengalami kecelakaan kemarin.”

Minho terbelalak. “Tidak mungkin… Bagaimana bisa…”

Jinki menunduk. Air matanya tumpah dari matanya yang kelihatan sembap. Minho berjalan perlahan mendekati foto Taeyeon. Tidak mungkin, batinnya. Ini tidak mungkin terjadi. Tidak. Tidak…

Minho jatuh terduduk. Kalung di saku jeans-nya terasa berat. Air matanya perlahan mengalir ke pipinya.

“Sudahlah,” kata Jinki serak. “Ini… sudah takdir.”

“TIDAK…!!!” teriakan Minho membuat semua orang memandanginya. “INI TIDAK MUNGKIN!!! INI TIDAK BISA TERJADI BEGITU SAJA!!! Taeyeon… Taeyeon tidak boleh pergi…”

Jinki memeluk erat Minho, menepuk-nepuk pundaknya. Tangisan Minho makin menjadi.

Minho melepas pelukan Jinki, mengambil kalung itu dari saku jeans-nya. Minho menggenggamnya kuat. Sangat kuat.

Tiba-tiba, semua menjadi gelap.

___—___

Taeyeon…

Lee Taeyeon…

Taeyeon-ah… Apa kau bisa mendengarku?

Maafkan aku, chagi-ya…

Aku mencintaimu…

-END-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “I’m Sorry, Baby…”

      1. iya dong, untung td drmh hyunmi skalian buatin dy wp, makanya lgsg nemu *mwehehe*ketawa brg sehun di pojokan*dicincang del eonni

        #heboh amat-___-

  1. DAE to the BAK!!! ya ampun si minho pengen kugorok rasanya, keterlaluan bgt *digorok flames duluan* ._____.v ampuunnn

    Nice FF. Singkat, Padat, Jelas, kayak berita *dibunuh author* .___________.V ampunnnn ampuuuuuuunnnnn

    Aku suka ff ini =’)

    1. I wanna write, write, write, write, write (?)

      Heheee… Makasih pujiannya. Makasih juga komennyaa~ ^^

  2. aku juga mencintaimu minho *dijedotin key 😀 * keren keren. tapu kurang panjang yaa~~ aku kirain tadinya mereka bakal baikan lagi. taunya taeyeonnya kecelakaan :(. hikseuu. keren keren

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s