Undiscloser Desire – Part 4

Tittle : Undiscloser Desire

Author : Vikeykyulov

Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.

Support cast : Key, Lee Jinki, SHINee member.

Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.

Rate : PG 16

Note : Huh,,, otak saya sedang produktif dan sedikit error. Ini sudah terlantar selama sebulan di Note aku. Pumpung ada kesempatan. Aku mau posting FF… karena sekarang sedikit sudah untuk meluangkan waktu posting FF…. ucapkan selamat, saya baru saja diterima kerja di tempat baruuu.. dan bakalan butuh adaptasi lagi….. oh ya,. Ada yang bertanya kenapa FF ini diberi judul Undiscloser Desire. Itu kalimat aku ambil dari lagunya MUSE,, taukannn.. artinya hasrat tak terbendung. Entahlah,, apakah ini FF nyambung sama judul atau nggak saya tidak tahu. Saya suka lagu ituuuuu,,, O yeeee….. selamat membaca!!!!!!

Undiscloser Desire Part 4 : Another Feeling

Detak jam dinding terdengar menembus keheningan malam. Terasa membeku bagai tetesan gumpalan salju yang mulai berjatuhan serta meleleh disebagian tanah Korea. Sesosok namja tampan, berdiri dalam diam didepan jendela besar dengan tirai Biru bergaris putih menjuntai dan tersibak sebagian. Mematung dengan mata lelah dikelilingi lingkaran hitam bak panda.

Terlalu banyak pikiran yang berkecamuk dibenak Jonghyun. Membuat kepalanya terasa begitu pening. Namun, dari sekian banyak hal yang dia pikirkan itu, hanya satu yang membuatnya begitu gelisah. Yoogeun dan Hyukyung, ya, meski Jonghyun bisa sedikit bernafas lega dengan operasi Yoogeun yang berjalan lancar, namun dia masih tidak mengerti darimana Hyukyung bisa mendapatkan biaya untuk operasi itu. Dan bagaimana mungkin Hyukyung bisa terlihat begitu akrab dengan dokter muda bernama Lee Jinki.

Rasanya ada sesuatu yang ganjil disana. Namun Jonghyun tak mampu mengurainya. Perasaan yang timbul setiap kali melihat keramahan dokter tampan itu. Oke, Jonghyun mengakui bahwa seorang Lee Jinki terlalu tampan sebagai dokter. Dengan pipi chubby nan lembut seperti tofu, dan sepasang mata mata bulan sabit yang nampak tenggelam saat dia tersenyum.

“Jonghyun-ah??”sebuah sentuhan lembut dibahunya berhasil membuyarkan lamunannya. Merasakan sentuhan hangat jemari Hyukyung, terasa begitu mendamaikan. Jonghyun membalikkan tubuhnya, menatap paras teduh Lee Hyukyung. Menatap manik caramel bening yang sungguh menyejukkan.

Deg

deg

deg

apa ini, kenapa tiba-tiba jantungnya berdetak begitu kencang. Sejenak Jonghyun merasa terperangkap dalam tatapan hangat caramel milik Hyukyung.

“Wae Jjong??”Hyukyung mengerjapkan mata dengan bongung. Merasa aneh melihat nampyoennya menggelengkan kepalanya berkali-kali.

“A,, aniyoo.”jawab Jonghyun sedikit tergagap. Sungguh memalukan, sejak kapan seorang Kim Jonghyun bisa merasa gugup didepan Hyukyung. Entah mendapat motivasi darimana, tanpa disadarinya, sebelah tangan Jonghyun terulur. Mengusap pipi Hyukyung dengan lembut. Kembali merasa terperangkap dalam teduhnya wajah sang anae.

“Hyu,,”lirih, sangat lirih. Seraya menarik Hyukyung dalam pelukannya. Hanya sebuah dorongan naluri. Meletakkan kepalanya disela bahu sempit sang gadis.

***

Kehidupan itu bagai sebuah lembaran dari bagian halaman-halaman sebuah buku. Yang setiap harinya akan berganti. Seperti layaknya sebuah buku bacaan, semakin banyak halaman yang kau buka, maka semakin beragam kalimat yang akan kau temui. Begitu pula kehidupan. Bahkan terkadang kita menjumpai sesuatu hal baru yang mungkin tak pernah kita pahami. Dan seperti yang dialami Jonghyun sendiri. Roda kehidupan yang terus berjalan, membawanya pada sebuah perasaan dan kegamangan yang sama sekali tak mampu dia mengerti. Dua bulan pertama pasca pernikahannya, hubungan Jjong dan Hyukyung sedikit mencair tak secangung diawal pernikahan mereka.

Namun, disisi lain ada perasaan tak nyaman yang semakin mengakar dihati Jonghyun melihat Hyukyung dan Jinki semakin akrab. Pertemuan intens keduanya, membuat Jonghyun merasa tersisihkan. Mungkin erdengar berlebihan, karena dalam kenyataanya Hyukyung tetaplah Hyukyung yang dikenalnya. Seorang istri yang begitu sempurna andai saja Jonghyun menyadari. Tak pernuh mengeluh untuk mengurus putra mereka Kim Yoogeun, tak pernah sekalipun lalai memenuhi segala keperluan hidupnya. Andai Jonghyun tak terkungkung dalam dangkalnya pola pikirnya, dia akan bisa merasakan betapa sempurnanya kehidupan rumah tangganya mereka. Sebuah kehidupan keluarga yang penuh limpahan kasih sayang dalam balutan suasana sederhana. Sungguh sederhana.

Empat bulan kehidupan pernikahannya, Jonghyun mulai merasa tidak suka tiap kali menerima kunjungan dokter Jinki. Bahkan dia berpikir bahwa Jinki seolah mencari alasan untuk tetap bisa bertemu dengan istrinya. Karena setahunya keadaan Yoogeun sudah membaik. Anak laki-laki yang amat disayanginnya itu sudah dinyatakan sehat. Banyak pertanyaan yang berputar dikepalanya, pertanyaan mengapa dia seolah merasa cemburu, ada hubungan apa antara Jinki dan Hyukyung. Dan kenapa Hyukyung begitu mengagumi Jinki.

“Jjong.. Apa kau tahu,, tadi Jinki oppa cerita bahwa dia pernah menyembuhkan seorang anak berumur 7 tahun yang menderita Hidrocepallus.”seperti malam ini. Saat keduanya asyik menikmati makan malam. Hyukyung malah menceritakan tentang Jinki, Jinki dan Jinki.

“Bukankah itu sudah tugasnya.”sahut Jonghyun asal.

“Tapi setahuku, Hidrocepallus itu penyakut yang sulit disembuhkan. Oh iya,, kemarin di baru menyambangi daerah pedalaman pulau kalimantan. Dia bilang disana banyak anak kecil yang menderita gizi buruk”

mendengar Hyukyung terus membicarakan Jinki, membuat Mood Jonghyun memburuk.

Brak!!!

Jonghyun menaruh sendoknya dengan sedikit kesal.

“Aku sudah kenyanga. Malam ini aku pulang larut. Jangan menungguku.”ujarnya seraya bergegas pergi.

“Kenapa dia? Apa aku salah bicara? Apa dia cemburu?”gerutu Hyukyung dengan heran.
@@@@

Jonghyun melangkahkan kakinya, menyusuri kegelapan yang terasa begitu hening. Menaikkan topi hoodienya dengan sengaja. Pikirannya sungguh kusut, sesekali kakinya menendang kaleng kosongnya pelan. Langkahnya terhenti seketika, menatap kedepan, sebuah rumah megah yang berdiri menjulang dihadappanya. Tanpa disadari langkahnya semakin mendekat, mengamati jauh kedalam melalui celah gerbang. Rumahnya dulu, sebuah tempat yang pernah menjadi tempat tinggalnya sejak kecil. Rasanya ada sesuatu yang mendesak didadanya. Rasa sesak yang membuatnya tak mampu untuk bernafas dengan normal. Ya, perasaan sakit yang muncul saat menyadari bahwa rumah yang penuh kebahagiaanya itu bukan lagi mliknya.

“Ditt..”suara klakson mobil membuyarkan lamunan Jonghyun.

“Jonghyun-ah…”Seseorang muncul dari pintu mobil yang kini berhenti tepat disampingnya berdiri.

“Oh,, Onew hyung.”ternyata sipemilik mata sabit -julukan yang diberikan Jonghyun- yang memanggil namanya.

“Kenapa berdiri didepan gerbang. Ayo masuk.”Jinki menarik lengan Jonghyun dan membuka gerbang rumah. Karena rumah besar itu sekarang menjadi milik Jinki -rumah yang didapatkan dari pemenangan pelelangan beberapa bulan lalu.

***

Jonghyun berjalan beriringan menyusuri pelataran rumah besar itu. Begitu Jinki memberikan kunci mobilnya pada seorang butler.

“Duduklah Jjong!”Jinki menyuruh Jonghyun duduk dan mengulurkan secangkir hot chocolat sebagai pengusir dingin.

“Ne,, gumawo Hyung.”sahutnya pelan. Matanya masih berputar menjelah tiap jengkal isi rumah -yang dulu pernah menjadi rumahnya- dengan tatapan sendu. Tak banyak yang berubah, masih seperti rumah yang Jonghyun kenal dengan baik.

“Hyukyung sudah menceritakan semuanya Jjong. Tentang kalian, juga arti rumah ini bagimu.”suara Jinki menarik perhatian Jonghyun.

Entahlah, dalam hatinya ada sesuatu yang ganjil. Sedekat itukah hubungan Jinki dan istrinya. Sepercayakah itu.

“Jjong,, aku ingin menawarkan sesuatu. Sebenarnya, tujuanku membeli rumah ini karena Hyukyung dan juga dirimu. Aku ingin meminta kalian tinggal disini.”Jinki menyentuh bahu Jonghyun, menatap intens puppy Jjong yang terlihat begitu bening.

“Mworago?? Tinggal disini?”Jonghyun sama sekali tak ingin mempercayai pendengarannya. Pria ini, membeli rumah megah ini demi Hyukyung dan sekarang memintanya untuk tinggal bersama. Oh, haruskah Jonghyun tertawa mendengar permintaan Jinki barusan.

“Dokter Jinki? Apa kau bercanda? Sebenarnya apa tujuan anda. Mendekati istriku? Dan mencoba masuk dalam kehidupan kami. Apa hyung menyukai Hyukyung.”katakan Jonghyun cemburu, mungkin benar dia mulai cemburu atau apalah itu namanya. Yang jelas, dia tak senang melihat Jinki terus mendekati Hyukyung dan disadari atau tidak, Jonghyun menekankan kata Istri-Ku dengan penuh penekanan. Ini adalah kali pertama Jonghyun sungguh tak suka.

“Suka? Jadi kau pikir aku menyukai LEE Hyukyung? Tsk..”Jinki hanya mengulas senyum misterius. Membuat Jonghyun menatapnya dengan bingung.

“Wa,, wae?? Kenapa kau tertawa hyung.”

“Sudahlah,, penuhi saja permintaanku. Kau akan mengerti nantinya Jjong. Tinggalah disini bersamaku, ajak Hyukyung dan Yoogeun juga. Percayalah, suatu saat nanti kau akan mengerti kenapa aku melakukan ini hem.”Jinki menepuk bahu Jonghyun dengan ramah. Tak pernah lelah mengumbar senyum yang senantiasa menenggelamkan manik bulan sabitnya.

“sebaiknya kau cepat pulang,, sudah sangat larut. Hyukyung pasti mengkhawatirkanmu. Jagalah istrimu dengan baik ne-“

“Hyung,, tentang permintaanmu barusan, aku harus membicarakannya dengan Hyukyung dahulu.”

“Tentu,, dalam sebuah rumah tangga segala sesuatunya harus dibicarakan bersama.”jawab Jinki.

***

Jonghyun berjalan meninggalkan rumah besar miliknya, menerobos pekarangan kecil yang langsung menghubungkan dengan rumahnya -rumah Hyukyung yang juga sudah menjadi rumahnya- menatap sekali lagi rumah besarnya sebelum membuka pintu.

***

“Nah,, ini kamar kalian.”Jinki membuka pintu kamar yang dahulu menjadi kamar orang tua Jonghyun.

“Oppa.. Apa aku dan Jonghyun harus satu kamar??”Tanya Hyukyung dengan sedikit ragu, melirik Jonghyun yang menggendong Yoogeun.

“Tentu saja kalian harus satu kamar. Bukankah biasanya kalian juga tidur satu kamar eoh??”Jinki memasang wajah polos, menatap Hyukyung dan Jonghyun bergantian.

“Ne,, Ne,, kita memang biasa tidur satu kamar. Bukan begitu yoebo?”entah mendapat bisikan dari mana, Jonghyun bisa mengucapkan kalimat seperti barusan. Serta satu tangan merangkul bahu Hyukyung dengan sengaja. Mungkin terlihat kekanakan, sengaja memamerkan kemesraan didepan Jinki untuk mengingatkan namja itu bahwa Hyukyung telah ada yang memiliki.

“Ne,, arra.. Cepat kalian masuk. Kasihan Yoogeun, biarkan dia beristirahat dengan nyaman.”Jinki berusaa menahan tawa. Baginya, tingkah Jonghyun benar-benar terlihat lucu, seolah sengaja melayani perbuatan Jonghyun. Jinki kemudian mengacak anak rambut dikepala Hyukyung dengan gemas.

“Semoga malam kalian indah Ne…”ujarnya jahil. Kemudian melangkah pergi meninggalkan Hyukyung dan Jonghyun dalam suasana yang awkward.
@@@

Johnghyun masuk kedalam kamar, meneliti sekitarnya kemudian duduk ditepi ranjang. Mengmati Hyukyung yang tengah menina bobokkan Yoogeun.

“Sudah malam, tidur yang nyenyak ya sayang. Semoga mimpimu indah.”Jonghyun tersenyum kecil mendengar ucapan Hyukyung yang masih membungkuk untuk mencium kening uri Aegi.

“Kenapa kau tertawa Jjong??”usik Hyukyung sembari membuka kancing bajunya tanpa sadar.

Dua ah tidak, tiga kancing kemeja Hyukyung sudah terbuka saat Jonghyun baru menyadarinya.

“Hyu,, kau,, hm..”Jonghyun tampak salah tingkah, mengalihkan wajahnya dengan sengaja.

“Kau kenapa Jjong.. Eh. . apa yang… OMO!!”Hyukyung yang juga baru menyadari, langsung berbalik dengan malu.

“A,, aku,, mandi dulu.”gumam Hyukyung dengan malu.

“Sial,, kenapa jantungnya berdebar melihat baju Hyuna terbuka seperti tadi.”gerutu Jonghyun. Mengacak rambutnya dengan frustasi, berusaha meredamkan debaran didadanya. Kau tidak mandi Jjong”ujar Hyukyung begitu keluar dari kamar mandi 15 menit setelahnya, mengurai rambut panjangnya yang basah, kembali Jonghyun merasakan sesuatu yang mendesaknya.

“Tuhan,, ada apa dengan mataku. Kenapa malam ini Hyukyung terlihat begitu mempesona dan sexy.”rutuk Jonghyun dalam hati.

“Jjong.. Kau kenapa? Aneh??”

“Ah,, eh…”Jonghyun hanya bisa menggaruk belakang kepalanya dengan bingung. Kedua matanya masih terpaku menatap Hyukyung dengan rambut panjang terurai dan setelan baju tidur tipis menampilkan lekuk tubuhnya yang dengan silanya baru Jonghyun sadari Hyukyung memeliki postur tubuh yang proporsial.

Glek!!

“Ehm,, Hyukyung apa aku boleh memelukmu.”Bodoh,, Kim Jonghyun bodoh. Jonghyun kembali merutuk dirinya, tak mengerti kenapa bisa mengeluarkan kalimat seperti tadi.

“Ah,, lupakan.. Lupakan.”Tukas Jonghyun segera.

Grepp!!

sebuah tangan menggapai tubuhnya, hanya mampu termangu merasakan pelukan hangat Hyukyung.

“Jangan meminta izin Jjong. Kau suamiku, hanya kau yang berhak melakukan apapun atas diriku.”Hyukyung mengeratkan pelukannya. Mau tak mau, Jonghyun membalas pelukan Hyukyung, merasakan kehangatan. Aroma vanilla menguar dari tubuh Hyukyung, membuat Jonghyun menysupkan kepalanya kelekukan leher Hyukyung.

“Aku suamimu? Apa aku berhak menyentuhmu lebih dari ini Hyu.”tanya Jonghyun, namun hanya didalam hati.

“Terima kasih Hyu,, untuk selalu berada disampingku.”gumamnya lagi.

“Jjong,, bisakah kau berhenti mengucapkan rasa terimakasihmu itu. Aku lelah mendengarnya.”pinta Hyukyung seraya melepaskan pelukannya.

“Wae?? Apa aku membuatmu kecewa?”
“Kecewa? Mungkin,, kau memang mungkin membuatku kecewa tanpa kau sadari.”Hyukyung duduk membelakangi Jonghyun berusaha menyembunyikan semua kegetirannya. Bahkan menginjak usia keempat dari pernikahan mereka, Jonghyun masih tetap tak bias melihat perasaan cintanya. Jujur saja, Hyukyung mulai merasa lelah, menahan semua ini sendirian. Entahlah, tiba-tiba dia mengingat Key. Andai saja namja itu masih disini. Pasti dia punya tempat untuk berbagi. Tapi sekarang ada Jinki, seseorang yang baru dikenalnya, namun langsung bisa memahaminya dengan baik. Sosok seorang kakak yang pernah hilang dari kehidupan Hyukyung selama ini.

“Aku,, aku membuatmu kecewa Hyu? Yang mana? Coba tunjukkan, supaya aku bisa memperbaikinya.”Jonghyun memutar bahu Hyukyung. Memaksa gadis itu agar menatapnya.

“Aku tidak ingin mengatakanya. Sampai kapanpun aku tak akan mengatakannya JJong. Harus kau sendiri yang menyadari semuanya.”ujar Hyukyung dengan tegas. Baru kali ini Hyukyung bisa bersikap begitu dingin pada Jonghyun. Apakah dia lelah menanti, sampai kapan Hyukyung bisa bertahan, menunggu Jonghyun bisa melihatnya. Menyadari sendiri semua perasaan yang dia miliki untuknya. Sudah berapa puluh kali Hyukyung merutuk dalam hati, betapa bodohnya seorang Kim Jonghyun yang dikenalnya itu.
“Sudahlah JJong, sudah malam sebaiknya kau tidur. Bukankah besok kau harus berangkat pagi-pagi. Kemarin kau sudah menyanggupi permintaan JInki oppa untuk mengurus perusahaan periklanan miliknya bukan.”Hyukyung melepaskan rengkuhan tangan Jonghyun. Merebahkan tubuhnya dan menarik selimut membelakangi Jonghyun.
Jonghyun sendiri hanya mampu termangu dan membisu. Apalagi ini, kenapa Hyukyung tiba-tiba bersikap aneh. Tak menyadari bahwa Hyukyung tengah mengugkapkan rasa sedih yang dia pendam selama ini. Dalam pikiran Jonghyun, bahwa perubahan sikap Hyukyung pasti ada sebabnya. Dan sekali lagi, sempitnya pola piker pria itu malah membawanya dalam kesesatan, menuduh kehadiran Jinki dibalik semua ini.
“Arggghh.”Jonghyun mengerang dengan kesal. Kenapa sekarang dia sama sekali tak bisa meraba isi hati Hyukyung. Kemana keahlian cassanova miliknya yang selama ini dia banggakan dihadapan banyak yoeja. Baru menyadari betapa selama ini dia tidak mampu menyelami hati Hyukyung padahal gadis itu yang selalu bersamanya. Menopangnya saat dia oleng, tapi rupanya dia tak bisa peka untuk ikut berusaha memahami Hyukyung. Atau tak mau berusaha, Ah molla. Jonghyun butuh Key, butuh namja itu. Butuh nasehat dari Key. Mengingat nama Key, membuatnya sedikit bergidik dengan ngeri. Bagaimana seandainya pria bermata kucing itu tahu bahwa sampai saat ini dia belum bisa membahagiakan Hyukyung. Mati saja kau Kim Jonghyun. Umpatnya dalam hati.

Bersambungg,,,,,,,,,,,,,,,,

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Undiscloser Desire – Part 4”

  1. Jjong.. Knapa km gk peka bgt ma perasaannya hyukyung,.?!Aku jd gemes dech,.

    eh.. Kyak nya, Jinki entu kakak nya Hyukyung yg terpisah ya..?!#sotoy
    Ya udh, biar gk penasaran, lanjutannya jangan lama2 ya..
    Author.. HWAITHING..^^

  2. aaaaaaaaa jonghyunnnnnn!! baboyaaa…
    kkk~ seru deh cerita nya… dpt feel nya hehe… cepet ya next chap nyaaa

  3. Jiah, baru kali ini jjong dibikin mati kutu, aishh,, mati kau kim jjonghyun,,*dilempar gelas blingers se-jagad raya*

    lanjutkan2, penasaran..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s