My Life With You, Lee Taemin – Part 1

My Life with you, Lee taemin (part 1)

Author: Lee mincha

Main cast: choi Nara and Lee taemin

Support cast: chichi, nara umma, nenek taemin, yoogun, nichole, dll….

Length: sequel

Genre: romantic and fullsadness

Rating: general

Summary: keberuntungan setiap manusia itu sama, hanya saja waktu dan keadaannya berbeda.

Niatnya bikin ni ff sedih banget tapi kayaknya g bisa sesedih yang di harapkan. Mian kalau ceritanya kurang OK, soalnya masih amatiran kekekekekekeke

Author pov

Nara berlari mengejar bus menuju sekolahnya, untunglah bus tersebut mau berhenti dan menumpangkannya. Saat tiba di sekolah lapangan sudah sepi karena bel sudah berbunyi 5 menit yang lalu.

Tok…tok….tok….

Nara mengetuk pintu kelasnya, tak ada sahutan dari dalam. Ia heran dan berfikir sejenak kemudian memutuskan untuk masuk. Saat tiba di dalam… PLAK…………..penghapus papan tulis menempel di wajahnya meneburkan kapur kesekujur tubuhnya. Seisi kelas riuh melihat hal itu mereka justru tertawa. Nara diam saja dan berjalan menuju bangkunya,

Nichole: apa sudah kerjakan tugas mengarangku?

nara mengeluarkan buku dari tasnya dan mulai menceritakan karangannya.

Nichole: tak perlu cerita panjang lebar!!! aku bisa baca! Apa kau mau menghinaku?

Narapun menyerahkan buku itu dan dengan wajah cueknya ia membersihkan pakaiannya dari debu kapur. Nichole kesal bukan main, ia hendak memukul nara dengan buku yang ada tangannya , namun tiba-tiba ia berhenti karena seseorang membuka pintu kelas.

Guru: apa yang kalian lakukan? Choi nara… kenapa bajumu kotor begitu?

Nara : aku tidak apa-apa.

Jawaban yang singkat keluar dari mulutnya

Guru: kita kedatangan murid baru… taemin silahkan masuk……

Seorang namja memasuki kelas, namja itu tinggi ,badannya sedikit kurus, wajahnya berbentuk oval, rambut hitamnya tertata rapi, matanya indah, dan secara garis besar dia sangat tampan. Semua yeoja di kelas terpana olehnya. Namja itu masuk dan memperkenalkan diri, ia pun duduk di sebelah nara karena hanya disitu kursi yang kosong. Namja itu tersenyum pada nara namun nara hanya menunduk memberi hormat dengan ekspresi datar lalu kembali focus pada kegiatannya membersihkan diri.

Guru: nara! Kau cukup pintar untuk bisa membimbingnya. Perlakukan dia dengan baik!

Nara hanya mengangguk, sang gurupun kembali pada tugasnya mengajar. Selama pelajaran berlangsung tak ada percakapan diantara keduanya. Sebenarnya taemin ingin sekali mengenal nara lebih dekat sebagai teman sebangkunya, tapi nara sedang sangat fokus pada pelajaran sehingga taemin tak mau mengganggunya.

Teng…teng…teng…….

Jam istirahat datang,

Baru saja sang guru keluar semua yeoja di kelas itu mengerubungi taemin. Nara pergi meninggalkan mereka, memang selalu seperti ini jika ada murid baru. Dia akan digodai oleh para yeoja.

Nara duduk di bangku tempat ia biasa duduk saat istirahat,

Chichi: YA!

Nara: omo!! Kau mengejutkanku………

Chichi adalah sahabat nara, mereka sudah bersahabat sejak chichi pindah ke kota ini, dulunya mereka adalah tetanggaan tapi sekarang chichi sudah pindah rumah,namun hubungan keduanya tak pernah berubah. Chichi adalah satu-satunya orang yang tahu segala hal tentang hidup nara yang pahit. Ia adalah saksi nyata yang menyaksikan kepedihan hidup nara mulai sejak appa nara meninggal dunia.

Flashback hidup nara

Keluargaku adalah keluarga yang baik-baik saja pada awalnya, hingga pada suatu hari segalanya berubah termasuk hidupku. Saat itu adikku yoogun tengah asik bermain, hmmm sebenarnya dia bukan adik kandungku, dia ditemukan appa di depan rumah ditinggal oleh orangtuanya yang tak bertanggung jawab. Umma tak begitu suka pada yoogun, namun karena dia sangat mencintai appa, dia memaksakan diri untuk menyayangi yoogun.pada suati hari tiba-tiba datang sebuah mobil dari belakang dengan kecepatan tinggi menuju yoogun, appa yang melihat kejadian itu mendorong yoogun sehingga appalah yang mengalami kecelakaan. Appa dilarikan ke rumah sakit, aku masih ingat saat itu umma pingsan karena tak sanggup melihat kondisi appa. Di saat-saat terakhirnya appa berbisik kepadaku..

Appa: jaga adikmu baik-baik, dia tidak bersalah.

Dan sesaat setelah itu aku tak mendengar lagi suara nafas appaku, tangisku pecah. aku memeluk jasad appa yang tak bernyawa. Aku tak ingin ia pergi, ada banyak hal yang ingin aku lakukan bersamanya , dan banyak hal yang ingin aku lakukan untuknya. Aku menguncang-guncang tubuh appa berharap ia akan sadar kembali.

Nara: APPA!! APPA!! Andwe!! kajima…. Jhebal…. Kajimaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..

Aku berteriak sekerasnya agar malaikat mengerti yang kuinginkan, tapi semuanya sia-sia. Saat aku berdiri, aku melihat umma berdiri di depan pintu,ia baru saja sadarkan diri. Umma berlari dan memeluk appa, ia memeluk sangat erat tubuh kaku suaminya. Aku sungguh tak sanggup melihat umma seperti itu.

Aku tahu betul sifat ummaku, dia adalah orang yang tak hanya mencintai appa, dia bahkan terobsesi pada appa, hidupnya adalah appa.

Aku beranjak meninggalkan ruangan itu, aku merasa sangat terguncang, aku melihat yoogun duduk heran menatapku di ruang tunggu. Ia masih berusia 5 tahun, tak mengerti apa-apa. Jujur saat aku melihatnya aku sangat membencinya, ia yang telah membuat appaku pergi. Ingin sekali aku membuatnya merasakan sakit yang kurasakan. Namun aku teringat akan pesan appa padaku, aku tak akan mengecewakan appaku. Aku memeluk tubuh yoogun yang kecil,

Yoogun: noona….

Ia memanggilku dan tersenyum membuat hatiku semakin perih….

Sejak saat itu kehidupan kami berubah drastis. Umma tak pernah lagi memasak, ia hanya memberi uang untuk makanku tapi tidak untuk yoogun. Ia tak pernah lagi bertanya tentang sekolahku, tentang hidupku bahkan tak sedikitpun tersenyum kepadaku. Umma tak peduli padaku apalagi pada yoogun, pernah suatu hari umma berniat mengantar yoogun ke panti asuhan,namun syukurlah aku bisa mencegahnya.

Umma sering sekali memaki yoogun dengan kata-kata kasar, bahkan terkadang menampar bocah kecil itu. Aku tak mengerti bagaimana umma bisa jadi seperti ini. Aku berusaha melindungi yoogun, selalu seperti itu. Akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan yoogun ke taman kanak-kanak agar saat aku sekolah umma tak menyiksanya. Saat aku pulang aku akan menjemput yoogun lalu membeli makanan dan di bagi dua. Perlahan-lahan aku belajar memasak agar dapat lebih berhemat karena uang yang umma beri hanya cukup untuk aku seorang, belum lagi biaya sekolah yoogun. Entah kenapa aku jadi sangat menyayangi yoogun, ia seperti malaikat kecil yang selalu ada untukku, aku sangat senang saat ia memanggilku dan tersenyum manis, wajahnya sangat imut dan lucu.

Suatu hari umma pulang bersama seorang namja, namja itu masih muda kira-kira berusia 30 tahun. Ia sangat mesra dengan umma, aku sungguh jijik melihatnya. Ia sering datang ke rumah dan kemudian ia benar-benar tinggal di rumah. Ia tidak baik, suka berkata kasar dan memukuliku hanya karena aku terlambat menyiapkan makan malam. Sekarang aku tak seperti anak umma, aku lebih mirip seperti seorang pembantu yang menumpang.

Flashback end

Chichi: apakah hari ini kita kau jadi mengantar yoogun ke dokter??

Nara: tentu saja, ia terlihat kurus belakangan ini dan sering sekali mimisan. Aku takut terjadi sesuatu padanya.

Chichi: apa ummamu tahu?

Nara: jika pun tahu dia tidak akan peduli

Chichi: kalau begitu aku akan ikut denganmu, aku kangen dengan yoogun.

Saat pulang nara dan chichi menjemput yoogun ke TK dekat sekolah.

Yoogun: noona……….

Yoogun berlari kearah nara.

Nara: aigo… adikku yang imut sudah pulang rupanya. Bagaimana sekolahmu hari ini??

Yoogun: hari ini aku belajar bahasa inggris, sekarang aku sudah tahu bahasa inggrisnya 1

Nara: apa?

Yoogun: one….two…three

Nara: kau pintar sekali (mengusap-ngusap kepala yoogun)

Chichi: noona popo…..

Nara: YA! Kau selalu seperti itu….

Chichi: setidaknya aku dicium namja tampan

Mereka pergi ke rumah sakit dan memeriksakan keadaan yoogun.

Nara: bagaimana keadaan adikku?

Dokter: apakah kalian tidak datang bersama orang tua?

Chichi: orang tua kami sibuk

Dokter: aku harus bicara dengan orang tuamu

Nara: appa sudah meninggal, dan umma………….dia tidak ada sekarang. Beritahu aku saja…

Dokter: baiklah jika kalian memaksa. Adikmu sudah sakit sejak lama, namun gejalanya tidak begitu jelas, hanya pada saat sekarang saja baru terlihat.

Nara: maksud dokter??

Dokter: ada tumor di otaknya, tumor itu sudah mulai merusak jaringan-jaringan otaknya…. Dia sudah tidak punya harapan lagi…….

Nara terdiam, tubunya membeku…. Bagaimana bisa??? Itulah yang bermunculan di otaknya.

Dokter: meskipun dioperasi tidak akan berpengaruh banyak… tapi itu bisa membantunya untuk bertahan sedikit lebih lama……….

Nara berdiri dan keluar dari ruangan sang dokter, tubuhnya lemas untung saja chichi memeganginya sehingga ia tak jatuh. Nara menangis,ia menangis di pelukan sahabatnya itu.

Chichi: tuhan….kenapa seperti ini??? Ia tak punya siapa lagi selain malaikat kecilnya itu(batin chichi)

Nara: othoke???

Chichi: sabar ya………….. yoogun akan baik-baik saja……

Sepanjang malam nara tak tidur, ia menatap wajah adiknya lekat-lekat. Wajah itu selalu bisa membuatnya merasa lebih baik. Sekarang rasa cemas menggerogoti jantungnya, ia takut kehilangan adiknya itu. Ia memeluk yoogun erat-erat. Namun tiba-tiba ia terkejut mendengar pintu depan terhempas karena dibuka paksa, itu pasti umma dan namajanya.mereka sering pulang malam dan mabuk sibuk berhura-hura diluar sana.

Umma: kenapa kau mengunci pintunya??? Untung saja chagiku kuat dan mendobrak pintu ini.

Nara: aku fikir kau tidak pulang.

Umma: mana mungkin aku tidak pulang…(memukul kepala nara dengan tasnya)

Nara: sampai kapan umma akan seperti ini??? Apa kau sudah lupa dengan appa???

Umma yang melangkah tiba-tiba terhenti. Ia terkejut dan teringat kembali pada suaminya.

Umma: YA!! Kau jangan pernah bicara seperti itu dihadapanku!!!!!!!!!!!!

Nara: Wae??kau takut? kau memang selalu takut menghadapi segalanya, bersembunyi dibalik kesenangan yang kau ciptakan yang sebenarnya tak membuatmu bahagia

PLAKKKKK………… umma menampar nara, ia mengambil sapu yang ada di dekatnya.dipukulinya gadis itu berulang kali sampai wajahnya babak belur. Nara hanya diam saja, ummanya memang sering menyakitinya bahkan sering hampir membunuhnya. Umma menarik rambut nara yang panjang, menyeret gadis itu dan mengurungnya di basemen yang dingin dan gelap.

Nara duduk memeluk lututnya erat-erat, ia menangis dalam gelap dan hening malam yang dingin.

Namun tak lama kemudian nara mendengar seseorang membuka pintu, dan ternyata itu adalah yoogun.

Yoogun: noona… apa kau baik-baik saja??

Nara: yooguni…. Bagaimana bisa kau di sini?

Yoogun: aku menemukan kunci ini di meja makan dan aku tahu umma pasti mengurungmu lagi.

Nara memeluk adik kecilnya dan menangis….

Yoogun: noona…. Jangan menangis….. (menusap air mata nara dengan jari-jari kecilnya)

***********

Untunglah hari ini nara tak terlambat, ia berangkat pagi-pagi sekali saat umma belum bangun. Ia mengantar yoogun lalu kemudian langsung ke sekolah.

Nara duduk di bangkunya, kelas masih kosong karena masih sangat pagi. Bahkan sang penjaga sekolah masih membersihkan taman. Nara menatap kaca ruangan kelas, terlihat wajahnya di sana…. Rambutnya tak disisir hanya diikat seadanya, wajahnya masih terlihat merah bekas pukulan umma, kacamatanya masih terpasang rapi,. Sebenarnya nara tak membutuhkan kacamata itu, ia masih bisa melihat dengan baik. Ia memakai kacamata itu karena umma bilang matanya mengerikan dan jelek. Nara bodoh….ia bahkan masih mendengarkan perkataan ummanya, selain itu kacamatanya juga membantu menyembunyikan luka dan lebam di wajahnya. .Tak lama kemudian seseorang datang.

Taemin: wah kau cepat sekali ke sekolah…

Taemin masuk meletakkan tasnya dan duduk di sebelah nara.

taemin: akhirnya bisa bicara denganmu….

Nara : apakah sudah memilih salah satu dari mereka?

Taemin: siapa?

Nara: yeoja2 yang kemarin menggodamu, mereka tak akan berhenti sebelum kau memiliki kekasih.

Taemin: aku bilang pada mereka aku sudah punya kekasih, aku bilang “ mana mungkin namja setampanku tidak punya pacar”?

Taemin tertawa sementara nara hanya menatapnya dengan ekspresi datar. Taemin jadi merasa bingung dan sedikit kaku.

Taemin: sebenarnya aku belum punya pacar, jangan beritahu mereka ya……..

Ia tersenyum pada nara dan memberikan kelingkingnya

Nara: baiklah..

Taemin: berikan kelingkingmu

Nara: untuk apa??

Taemin pun menarik tangan nara dan mengaitkan kelingkingnya dan nara.

Taemin: yaksok…(tersenyum)

Nara: sudah kerjakan PRmu?aku bisa kena marah jika ketahuan tidak membantumu.

Taemin: tenang saja, aku sudah kerjakan semuanya. Kau boleh memeriksanya.

Nara: tidak usah, aku sedang malas.

Taemin: kenapa kau selalu diam?? Aku tidak melihatmu berteman dengan murid di kelas ini.

Nara: tidak ada yang mau berteman denganku, jika kau juga tidak mau aku mempersilahkanmu untuk pindah dan mencari teman yang lain.

Taemin: anyio.. aku senang duduk di sebelahmu, sikapmu yang pendiam membuatku konsentrasi belajar.

Nara: what ever!

Taemin pov

Ia yeoja pertama yang membuatku kehabisan kata, huh aku bingung, aku ingin sekali mengobrol dan lebih mengenalnya. Tapi ia bahkan tak meresponku dengan baik. Ia bahkan tak tersenyum sedikitpun padaku. Menyebalkan tapi membuatku penasaran. Choa………..banyak sekali lebam di wajahnya, aneh sekali, apa yang terjadi padanya?

Author

Nara keluar dari ruangan kelasnya duduk dikantin tempat biasa ia duduk. Chichi masih mengambil makanannya, kelas mereka berbeda jadi hanya bisa bertemu saat istirahat saja.

Chichi: kau tidak bawa bekal?

Nara: semalam aku dikirung di basemen, pagi-pagi aku sudah berangkat,mana mungkin aku sempat memasak.

Chichi: lalu bagaimana dengan bekal yoogun?

Nara: aku belikan dia roti untuk sarapan, memberinya obat dan membeli kimchi untuk bekalnya.

Chichi: kau ini, memberi makan adikmu dua kali, kau sendiri lupa dengan perutmu.

Nara: lemak di tubuhku masih sanggup menanggulangi rasa laparku

Chichi: lemak yang mana lagi? Tubuhmu bahkan hanya terlihat seperti tulang yang di lapisi kulit, kau sudah sangat kurus. Ini, kau makan bekalku… aku tidak suka salad, tapi umma tetap memberiku. Kau bisa membantuku menghabiskannya

Nara: lalu kau makan apa?

Chichi: aku tadi membeli makanan kesukaanku.

Taemin sibuk mencari-cari tempat duduk, sebenarnya ada banyak sekali tempat yang kosong namun ia lebih memilih mencari nara. tak lama kemudian taemin melihat yeoja itu sedang duduk bersama seorang temannya, diapun menghampiri

Taemin: apa aku boleh bergabung dengan kalian?

Chichi: ne??? oh tentu saja… dengan senang hati (tersenyum)

Taemin: kenalkan aku taemin, aku duduk sebangku dengan nara

Chichi: benarkah, nara tak pernah cerita tentang dirimu. Aku chichi, sahabat nara.

Taemin: sahabat?

Nara: wae? Terkejut melihat orang sepertiku masih punya sahabat?

Taemin: anyi… aku hanya sedikit iri. Aku tidak pernah punya sahabat.

Chichi: aku mau jadi sahabatmu…

Taemin: chinca??

Nara: YA! Chichi!

Chichi: wae? Apa kau cemburu??? Tenang saja aku tidak akan merebutnya darimu

Nara: aishhhhhhhh…………

Taemin: kekekekekeke kau lucu sekali.

Nara: apanya yang lucu??

*******

Nara bergegas menuju sekolah yoogun, barusan gurunya menelfon dan bilang kalau yoogun pingsan di sekolah. Wajah yeoja itu cemas sekali, ia bahkan tak menghiraukan nichole yang berteriak-teriak memanggilnya. Saat sampai di tempat yoogun nara langsung membawa adiknya ke rumah sakit.

Dokter: sebaiknya ia dirawat di rumah sakit saja, keadaannya sudah semakin lemah.

Nara: baiklah………………

Yoogun di pasangi berbagai alat medis, wajah polosnya masih tak mengerti penyakitnya sendiri. Tak lama kemudian chichi datang,

Chichi: apa yoogun baik-baik saja??

Nara: dia harus diobname…

Chichi: benarkah???

Nara: aku tidak punya cukup uang untuk biaya operasinya, aku rasa jika yoogun di rumah sakit bisa sedikit membantuku. Aku bisa kerja sambilan sampai larut malam untuk biaya rumah sakit.

Chichi: apa sudah dapat pekerjaan??

Nara: belum, besok aku akan mencarinya.

Chichi: kerja di restoranku saja, kebetulan ada pekerja yang cuti melahirkan.kau bisa menggantikannya.

Nara: aku sungguh berhutang banyak padamu

Chichi: kau hanya perlu bayar dengan senyummu saja

Narapun tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu.

Keesokan harinya rutinitas nara berubah, paginya ia memasak untuk sarapan di rumah, lalu pergi ke sekolah, sepulang sekolah ia langsung ke restoran dan malam harinya ia menemani yoogun sambil belajar. Melelahkan memang, tapi apa boleh buat.

Umma: YA! Kenapa kau hanya membuat sarapan??

Nara: bukankah umma hanya makan di rumah saat sarapan saja??

Umma: kenapa kau tidak membersihkan rumah???

Nara: aku akan bersihkan setiap akhir pekan, aku harus menemani yoogun di rumah sakit

Umma: rumah sakit?? Kenapa buang –buang uang untuk pembawa sial itu.

Nara menghempaskan piring yang tengah dicucinya,

Nara: berhentilah mencacinya!!!

Umma: jangan coba-coba membentakku!!!

nara ingin sekali melawan tapi ia tak punya banyak waktu bertengkar dengan ummanya dan ia juga tak punya banyak waktu untuk disiksa, ia harus segera berangkat ke sekolah.

Setibanya di sekolah nara melihat nichole telah berdiri di depan pintu kelas,

Nara: piuhh……….. harusnya kemarin aku tidak kabur

Nichole: ikutlah denganku!

Nara: sebentar lagi guru masuk, nanti saja.

Nichole murka, ia memerintahkan dua temannya untuk menyeret nara. mereka membawa Nara ke toilet,

Nichole: kenapa kemarin kau kabur???? Apa kau lupa sekarang ada pelajaran matematika. Aku bisa mati jika tak mengerjakan tugas.

Nara: kenapa tidak kerjakan sendiri??

Nichole: MWO?? aku tidak suka pelajaran menjijikan itu

Nara: kau tidak suka karena kau tidak mengerti

Plak……………tangan nichole menampar wajah nara sangat keras hingga meninggalkan bekan telapak tangannya memberikan warna merah di wajah nara. nara berdiri dan mencoba meninggalkan toilet, namun ia ditarik oleh teman-teman nichole, merekapun membullying nara habis-habisan lalu mengurungnya di toilet terujung. Tak ada yang pernah memakai toilet itu karena rusak. Nara tak bisa meminta pertolonga, mulutnya di sumbat dan tangannya diikat. Nara hanya bisa menunggu seseorang akan menolongnya.

Taemin sedikit heran karena teman sebangkunya tak kunjung datang, seseorang membuka pintu terlihat nichole masuk bersama dua temannya

Taemin: apa kau melihat nara??

Nichole: aku tidak melihatnya, mungkin dia tidak datang.

Chichi mencari nara kesemua penjuru sekolah namun tak menemukan yeoja itu, kemudian ia teringat akan nichole yang sering menyiksan nara. ia kemudian mendatangi yeoja itu

Chichi: di mana nara??

Nichole: apa urusannya denganku??

Chichi: dimana kau mengurungnya?

Nichole: mungkin dia masih betah menunggumu di toilet hahahahahahahahahahaha

Chichipun berlari menuju toilet, ia menemukan nara duduk di atas toilet. Chichi melepaskan ikatan dan penyumbat mulut nara

Chichi: maaf aku terlambat

Nara: kuenchana………..

Nara merapikan pakainnya yang berantakan dan memakai kacamatanya.

Chichi: kenapa kau tidak melawan??

Nara: aku tidak cukup kuat, aku bukan superman seperti yang selalu yoogun bayangkan. Ayo kita pergi, aku tidak mau telat di hari pertamaku kerja.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “My Life With You, Lee Taemin – Part 1”

  1. Hmm,,
    malang nian nasibmu Nara..eny*h saja kau nicole!*mian thor, esmosi*
    hehe
    oia thor, harusnya qlo itu kalimat yg diucapkan langsung, diapit tanda petik. “…”

    lanjut ya next part ya thor…

  2. Kayanya bakalan seru.
    Lanjut.. Lanjut 😀
    kasian bgt nara sama yoogun.
    Nicole jahat bgt ihh. Bikin emosi.
    Ditunggu kelanjutannya 🙂

  3. aku tidak suka cerita sedih yang membuatku menangis, aissshhhh….
    kasian yoogeun disalahin trus…
    nara juga coba lepas kacamatanyaaa hehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s