In This Loneliness

In This Loneliness

Title : In This Loneliness

Author : Han JR

Main cast : Sung Hye Jun (You), Kim Jonghyun

Support cast : SNSD member, Choi Minho

Genre : Romance, Friendship, Life, Psychology

Length : One Shoot

Rating : Teen

Bagi sebagian besar orang, mungkin aku ini pribadi yang tertutup, tak mempunyai teman satu pun. Tapi sedikit orang yang mempunyai simpati padaku, dalam arti lain mereka memperhatikan ku atau mereka tau penyebab kesendirianku. Kesunyian sudah merupakan sahabatku setiap harinya.

Author POV

Hyejun berjalan pelan menuju toilet wanita yang tak jauh dari tangga. Hyejun mencuci tangannya yang penuh tinta bolpoin karena bolpoinnya bocor. Tanpa menyadari kehadiran sembilan orang yeoja di dalam toilet, Hyejun mengeringkan tangannya dengan sapu tangan merah muda miliknya.

“Hai.” Sapa Jessica lalu mendorong tubuh Hyejun hingga pundak Hyejun terbentur wastafel. “Aaahh..” Hyejun mengerang pelan sambil memegang pundaknya. “Ayo berdiri!” Bentak Yuri lalu mengangkat tubuh Hyejun tanpa menariknya keluar dari bawah wastafel menyebabkan kepala Hyejun terbentur wastafel. Tak lama kemudian Hyejun mulai kehilangan kesadarannya.

Hyejun POV

Dak! Dak! Dak!

Aku menendang2 pintu meminta tolong, tapi ku rasa percuma, mulutku di selotip, kedua tangan dan kakiku di ikat. Dan pintu toilet ini di kunci dari luar. Seharusnya aku tak perlu berurusan lagi dengan mereka..

Dak! Dak! Dak!

Aku menendang lagi. “Ada orang di dalam?” Ku dengar suara seorang namja yang sangat khas.

Dak! Dak! Dak! Dak! Sekali lagi aku menendang pintu. Pintu toilet di dobrak dan ia melepaskan isolasi di mulutku. “Gwenchanayo?” Aku mengangguk pelan. Ia mengeluarkan pisau lipat dari saku blazernya dan memotong tali yang mengikat tangan dan kaki ku.

“Siapa yang melakukannya Hyejun-ah? Siapa..?” Tanyanya lembut walau amarahnya masih bisa ku rasakan. Aku menggeleng pelan. “Jinjjayo..” Jonghyun memelukku lembut. “Menangislah jika kau ingin menangis..” Aku sangat ingin menangis sekarang, tapi aku tidak bisa. Ku rasa air mataku sudah mengering sekarang..

—-

“Ah! Jeongmal mianhaeyo! Neo gwenchana?” Aku mengangguk sambil memberikan bola basket yang membentur kepalaku. “Joshimheyo!” Ucap namja jangkung itu kemudian berlari pergi. Jarang sekali ada orang di tempat rahasiaku ini? Biasanya hanya ada aku, atau dengan Jonghyun..

“Hyejun-ah? Kau sudah di sini duluan rupanya..” Aku mengangguk dan menyunggingkan sebuah senyuman.

—-

Sudah seminggu Jonghyun tidak masuk sekolah, ada apa dengannya? Namja jangkung itu melewatiku. “Eoh? Kau suka sekali menghabiskan waktu makan siang di sini?” Aku hanya tersenyum kecil. “Choi Minho imnida.” Aku menunjuk sebuah name tag yang bertuliskan namaku. “Hm? Sung Hyejun?” Ucapnya. Aku mengangguk. “Kau ini pendiam sekali.” Aku hanya tersenyum kecil. “Geurom, aku ada latihan. Kalau kau mencariku, aku selalu ada di ruang latihan basket. Annyeong!” Ucapnya kemudian berjalan sambil men-dribble bola basket yang selalu di bawanya. Aku melambaikan tanganku.

Yuri, Seohyun, Hyoyeon, Jessica, dan Tiffany tiba-tiba muncul. Kepalaku di tahan oleh Yuri lalu dari belakang bisa ku tebak Sunny memberikan buku hard cover pada Jessica, karena setelahnya kepalaku di pukul dengan buku itu. Tiffany dan Seohyun menuangkan cairan lengket berwarna hijau ke atas kepalaku. Hyoyeon menendang perutku sebelum mereka pergi. “Itu untuk berdekatan dengan Minho!” Bentak Yuri. Apa aku salah jika aku hanya ingin mempunyai teman?

—-

“MWO?!!” Jonghyun membulatkan matanya setelah mendengar penjelasanku atas cairan lengket berwarna hijau di tubuhku. “Sial.. Awas mereka lain kali!” Aku menggelengkan kepala ku kuat-kuat. “Hmph.. Ya sudah, kau mandi dulu, Hye.” Aku mengangguk.

—-

1 month later..

Omo.. Minho datang menemuiku lagi di tempat rahasiaku.. “Saranghae, Hyejun-ah..” Aku melihat sekelilingku, takut mereka melukai dan mem-bully ku lagi. “Aku tau kau jarang bicara, bahkan tidak pernah, tapi, kita sudah akrab sejak sebulan yang lalu.. Bisakah kau menerimaku?” Aku mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku ku. “Pergilah!!! Ku mohon!!” Minho menatapku heran. “Ku mohon.. Aku tak mau kau ikutan jadi korban jika membela ku.. Jebal..” Tulisku lagi. “Bicaralah dulu, baru aku pergi.” Ucapnya.

“Aku tidak bisa bicara. Aku bisu.”

Minho terperanjat dengan tulisanku. Ia menatapku kecewa lalu pergi meninggalkanku. Ya, lebih baik begini, biarkan semua orang membenciku..

Kesembilan yeoja itu muncul di hadapanku. “Sudah ku bilang, jangan dekati Minho, kau ini masih saja! Dasar bisu!” Bentak Yuri. Sooyoung dan Taeyeon menendang perutku. Yoona menjambak rambutku. Seohyun mengeluarkan ponselku dari saku ku, “Jika ini di jual, uangnya bisa di bagi sembilan!” Ujarnya. Tidak! Ku mohon jangan ponselku!!! Di dalamnya, ada foto terakhir ku dengan umma, sebelum beliau meninggal..

Tiba-tiba tiga orang namja datang dan menatap Jessica. “Iya, habisi dia.” Ucap Jessica. Tiga namja itu mulai memukuliku sampai semuanya gelap..

—-

Hampir 3 jam setelah aku sadar, dan aku masih bertengkar hebat dengan Jonghyun. Komunikasi kami yang terbatas karena aku hanya menggunakan bahasa isyarat dan tulisan, membuat perdebatan kami semakin rumit. “Kau hampir mati gara-gara orang bayaran sembilan yeoja sialan itu! Dan kau masih membela mereka?! Kau gila Hye!” Aku mengatupkan tanganku di dada “Jebal..” Itulah artinya. Jonghyun keluar dari kamarku, bertanda “Terserah padamu!”.

—–

Mungkin aku memang hanya seorang bisu.. Semua temanku menjauh dariku hanya karena aku bisu. Aku tidak bisa bicara. Tapi ku mohon, jangan sakiti aku.. Karena bagaimana pun juga, aku dulunya adalah teman kalian, sebelum aku menjadi bisu..

—–

(Flashback)

“Ne aku tau, ne, sebentar lagi aku sampai. Ne, annyeong. Na do saranghae.” Aku menutup teleponku dengan Jonghyun, namjachinguku.

Sebentar lagi aku akan menghadiri pesta ulang tahun halmeoni nya Jonghyun. “Seharusnya tinggal menyebrang saja, lalu lurus dan belok ke kanan aku sudah sampai.” Gumamku. Lampu penyebrangan sudah hijau, itu artinya aku bisa menyebrang sekarang. “Kyaaaaaaaaaaaaaaa!”

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arahku, tanpa aku bisa menghindari lagi.

(Flashback End)

—-

Saat itu lampu lalu lintas sedang rusak. Dan.. Aku kehilangan kemampuan berbicaraku..

Dulu, aku merupakan bagian dari sembilan yeoja yang mem-bully ku karena dekat dengan orang-orang yang mereka sayangi. Padahal, aku hanya berteman dengan mereka. Toh, saat mereka tau aku bisu, mereka juga akan menjauhi ku kan?

End-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

In This Loneliness

Title : In This Loneliness
Author : Han JR
Main cast : Sung Hye Jun (You), Kim Jonghyun
Support cast : SNSD member, Choi Minho
Genre : Romance, Friendship, Life, Psychology
Length : One Shoot
Rating : Teen

Bagi sebagian besar orang, mungkin aku ini pribadi yang tertutup, tak mempunyai teman satu pun. Tapi sedikit orang yang mempunyai simpati padaku, dalam arti lain mereka memperhatikan ku atau mereka tau penyebab kesendirianku. Kesunyian sudah merupakan sahabatku setiap harinya.


Author POV

Hyejun berjalan pelan menuju toilet wanita yang tak jauh dari tangga. Hyejun mencuci tangannya yang penuh tinta bolpoin karena bolpoinnya bocor. Tanpa menyadari kehadiran sembilan orang yeoja di dalam toilet, Hyejun mengeringkan tangannya dengan sapu tangan merah muda miliknya.

“Hai.” Sapa Jessica lalu mendorong tubuh Hyejun hingga pundak Hyejun terbentur wastafel. “Aaahh..” Hyejun mengerang pelan sambil memegang pundaknya. “Ayo berdiri!” Bentak Yuri lalu mengangkat tubuh Hyejun tanpa menariknya keluar dari bawah wastafel menyebabkan kepala Hyejun terbentur wastafel. Tak lama kemudian Hyejun mulai kehilangan kesadarannya.


Hyejun POV
Dak! Dak! Dak!
Aku menendang2 pintu meminta tolong, tapi ku rasa percuma, mulutku di selotip, kedua tangan dan kakiku di ikat. Dan pintu toilet ini di kunci dari luar. Seharusnya aku tak perlu berurusan lagi dengan mereka..

Dak! Dak! Dak!
Aku menendang lagi. “Ada orang di dalam?” Ku dengar suara seorang namja yang sangat khas.
Dak! Dak! Dak! Dak! Sekali lagi aku menendang pintu. Pintu toilet di dobrak dan ia melepaskan isolasi di mulutku. “Gwenchanayo?” Aku mengangguk pelan. Ia mengeluarkan pisau lipat dari saku blazernya dan memotong tali yang mengikat tangan dan kaki ku.

“Siapa yang melakukannya Hyejun-ah? Siapa..?” Tanyanya lembut walau amarahnya masih bisa ku rasakan. Aku menggeleng pelan. “Jinjjayo..” Jonghyun memelukku lembut. “Menangislah jika kau ingin menangis..” Aku sangat ingin menangis sekarang, tapi aku tidak bisa. Ku rasa air mataku sudah mengering sekarang..

—-
“Ah! Jeongmal mianhaeyo! Neo gwenchana?” Aku mengangguk sambil memberikan bola basket yang membentur kepalaku. “Joshimheyo!” Ucap namja jangkung itu kemudian berlari pergi. Jarang sekali ada orang di tempat rahasiaku ini? Biasanya hanya ada aku, atau dengan Jonghyun..

“Hyejun-ah? Kau sudah di sini duluan rupanya..” Aku mengangguk dan menyunggingkan sebuah senyuman.

—-
Sudah seminggu Jonghyun tidak masuk sekolah, ada apa dengannya? Namja jangkung itu melewatiku. “Eoh? Kau suka sekali menghabiskan waktu makan siang di sini?” Aku hanya tersenyum kecil. “Choi Minho imnida.” Aku menunjuk sebuah name tag yang bertuliskan namaku. “Hm? Sung Hyejun?” Ucapnya. Aku mengangguk. “Kau ini pendiam sekali.” Aku hanya tersenyum kecil. “Geurom, aku ada latihan. Kalau kau mencariku, aku selalu ada di ruang latihan basket. Annyeong!” Ucapnya kemudian berjalan sambil men-dribble bola basket yang selalu di bawanya. Aku melambaikan tanganku.

Yuri, Seohyun, Hyoyeon, Jessica, dan Tiffany tiba-tiba muncul. Kepalaku di tahan oleh Yuri lalu dari belakang bisa ku tebak Sunny memberikan buku hard cover pada Jessica, karena setelahnya kepalaku di pukul dengan buku itu. Tiffany dan Seohyun menuangkan cairan lengket berwarna hijau ke atas kepalaku. Hyoyeon menendang perutku sebelum mereka pergi. “Itu untuk berdekatan dengan Minho!” Bentak Yuri. Apa aku salah jika aku hanya ingin mempunyai teman?

—-
“MWO?!!” Jonghyun membulatkan matanya setelah mendengar penjelasanku atas cairan lengket berwarna hijau di tubuhku. “Sial.. Awas mereka lain kali!” Aku menggelengkan kepala ku kuat-kuat. “Hmph.. Ya sudah, kau mandi dulu, Hye.” Aku mengangguk.

—-
1 month later..
Omo.. Minho datang menemuiku lagi di tempat rahasiaku.. “Saranghae, Hyejun-ah..” Aku melihat sekelilingku, takut mereka melukai dan mem-bully ku lagi. “Aku tau kau jarang bicara, bahkan tidak pernah, tapi, kita sudah akrab sejak sebulan yang lalu.. Bisakah kau menerimaku?” Aku mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku ku. “Pergilah!!! Ku mohon!!” Minho menatapku heran. “Ku mohon.. Aku tak mau kau ikutan jadi korban jika membela ku.. Jebal..” Tulisku lagi. “Bicaralah dulu, baru aku pergi.” Ucapnya.

“Aku tidak bisa bicara. Aku bisu.”

Minho terperanjat dengan tulisanku. Ia menatapku kecewa lalu pergi meninggalkanku. Ya, lebih baik begini, biarkan semua orang membenciku..

Kesembilan yeoja itu muncul di hadapanku. “Sudah ku bilang, jangan dekati Minho, kau ini masih saja! Dasar bisu!” Bentak Yuri. Sooyoung dan Taeyeon menendang perutku. Yoona menjambak rambutku. Seohyun mengeluarkan ponselku dari saku ku, “Jika ini di jual, uangnya bisa di bagi sembilan!” Ujarnya. Tidak! Ku mohon jangan ponselku!!! Di dalamnya, ada foto terakhir ku dengan umma, sebelum beliau meninggal..

Tiba-tiba tiga orang namja datang dan menatap Jessica. “Iya, habisi dia.” Ucap Jessica. Tiga namja itu mulai memukuliku sampai semuanya gelap..

—-
Hampir 3 jam setelah aku sadar, dan aku masih bertengkar hebat dengan Jonghyun. Komunikasi kami yang terbatas karena aku hanya menggunakan bahasa isyarat dan tulisan, membuat perdebatan kami semakin rumit. “Kau hampir mati gara-gara orang bayaran sembilan yeoja sialan itu! Dan kau masih membela mereka?! Kau gila Hye!” Aku mengatupkan tanganku di dada “Jebal..” Itulah artinya. Jonghyun keluar dari kamarku, bertanda “Terserah padamu!”.

—–
Mungkin aku memang hanya seorang bisu.. Semua temanku menjauh dariku hanya karena aku bisu. Aku tidak bisa bicara. Tapi ku mohon, jangan sakiti aku.. Karena bagaimana pun juga, aku dulunya adalah teman kalian, sebelum aku menjadi bisu..

—–
(Flashback)
“Ne aku tau, ne, sebentar lagi aku sampai. Ne, annyeong. Na do saranghae.” Aku menutup teleponku dengan Jonghyun, namjachinguku.

Sebentar lagi aku akan menghadiri pesta ulang tahun halmeoni nya Jonghyun. “Seharusnya tinggal menyebrang saja, lalu lurus dan belok ke kanan aku sudah sampai.” Gumamku. Lampu penyebrangan sudah hijau, itu artinya aku bisa menyebrang sekarang. “Kyaaaaaaaaaaaaaaa!”

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arahku, tanpa aku bisa menghindari lagi.

(Flashback End)
—-
Saat itu lampu lalu lintas sedang rusak. Dan.. Aku kehilangan kemampuan berbicaraku..
Dulu, aku merupakan bagian dari sembilan yeoja yang mem-bully ku karena dekat dengan orang-orang yang mereka sayangi. Padahal, aku hanya berteman dengan mereka. Toh, saat mereka tau aku bisu, mereka juga akan menjauhi ku kan?

End-

7 thoughts on “In This Loneliness”

  1. Annyeong, Dee Imnida
    Kyaaaaa.. SNSD dinistakan sm author,, *ati2, dilempar sandal sama SONE*

    thor, agak berantakan ff nya,,
    tetep semangat berkarya yaaa!
    Hwaiting!

  2. intinya apa ya? /bingung/
    mgkn mau mncritakan ttg cewe itu yg tunawicara ya?
    tp aq ngerasa crtanya blm smpe ke intinya.

    trus aq bingung. emng klo tabrakan bikin bisu ya?
    setauku keseringan itu buta.

    anw.. keep writing.
    n tulisannya diperbaiki ya 🙂

  3. Jadi intinya nggak ada yg tau Hyejun bisu? *garuk2 kepala*. Trus kenapa SNSD mem-bully Hyejun kalo dulu dia bagian dari mereka? Hmm, menurutku kurang jelas ini kenapa itu kenapa (?). Hehe. FF panjang juga bisa mengena kok 🙂

    Keep writing yaa ^^

  4. Kasihan Hye Jun. Ternyata dia bisu, tapi anehnya di akhir paragraf, si Hye Jun berarti pernah membully seseorang kah? Atau cuman kenal lewat doang?
    Tapi, ttep keren lah ceritanya. Asek! 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s