Jebal Nal Ttonagajima (Please Don’t Go)

JEBAL NAL TTONAGAJIMA (PLEASE DON’T GO)

Author : @haninoonaminho

Main cast : park hani , choi minho ,

support cast :lee taemin dan kim keybi

FF one shoot

PG-13

AN: annyeonghaseyo balik lagi sama author noonaminho hhe 😀 ini FF one shoot pertama ku , ide nya murni hasil sendiri lho jadi kalau ada kesamaan apapun itu di luar kuasa ku yah hhe 😀 . semoga seneng sam a FF ku ini selamat membaca>> eitss jngn lupa sesudah baca di coment yah ^^ comentnya akan sangat membantu dalam perkembangan FF ku selanjutnya 😀

PARK HANI POV

sepanjang jalan taman aku jelajah bersama keybi ia sahabatku, walau hanya taman ini yang dapat kami kunjungi namun aku senang aku bisa menghabiskan waktu di hari minggu dengannya. Kaki kami tidak terarah menuju mana pun yang kami lakukan hanya berjalan kemanapun kaki ini melangkah.

“hani-ya ada permen gulali di sebelah sana aku mau membelinya dulu yah kamu mau?” keybi terlihat sangat bersemangat ketika ia tau ada pedagang gulali di ujung taman ini.

“ne aku mau satu yah” keybi menunjukan jempolnya, selama menunggu keybi membeli gulali aku mencari bangku taman yang kosong kaki ku mulai pegal kalau harus terus berdiri. Aku sudah menemukan kursi taman yang kosong baru saja aku duduk di kursi taman ada 2 namja yang lewat di hadapan ku sempat berfikir sejenak ‘sepertinya aku mengenalnya tapi dimana yah’ dalam hati ku berkata.

“taemin-ah” teriak ku kepada namja yang tadi melewati ku yang tadinya aku duduk aku berdiri agar taemin melihat ku, aku tidak yakin kalau namja itu taemin tapi ia dia berbalik ke arah ku dan menghampiriku.

“hani-ah lama tidak berjumpa” taemin tersenyum kepadaku. Taemin ini dulunya teman ku sewaktu SMP kami bersama selama 3 tahun namun saat SMA kami berpisah karna berbeda tujuan sekolah.

“taemin-ah ternyata kau mengenali ku” seru ku dengan nada bahagia “wah ternyata banyak perubahan yah kau sekarang semakin tinggi dan unyu saja hha” tertawa ku

“hha ne tapi kau tetap saja seperti dulu yah hani-ah hha” iya menunjukan tertawa geli cirikhasnya. “jagiya” aku merasakan ada seseorang yang mendekat kearah kami dan apa? Dia memanggil jagiya.Respon saja aku menoleh kearah suara tersebut. Ternyata keybi yang memanggil jagiya jangan jangan ini taemin yang sering ia bicarakan kepadaku tapi masa ia sih.

“apa? Keybi kau memanggil jagiya?” seru ku terkejut.Keybi berjalan ke arahku dan memberikan gulali pesanan ku tadi.“Ne dia yeojachinggu ku hani-ah” hah?Mataku terbelalak mulutku ternga nga

“jadi ini yah keybi taemin taemin yang sering kau ceritakan?” keybi hanya menyegir saja menanggapi pertanyaanku.

“wah taemin-ah kau beruntung mendapatkan yeoja chinggu seperti dia, jangan sakiti dia arrachi?” aku menepuk nepuk pundaknya.

“hani-ah kau ini apa apaan sih aku malu tau” keybi menarik tanganku dan membawaku pergi

“jagiya kami pergi dulu yah annyeong” seru keybi mungkin ia tidak mau aku lebih lama panjang lebar mengobrol dengannya hha itu lah aku jika aku sudah bertemu dengan lama pasti saja mengobrol panjang serasa sedang bernostalgia. tapi tapi siapa namja yang berada di samping taemin itu dari tadi ia tidak berkutik sama sekali mungkin ia teman barunya.

******

KEYBI POV

“hani-ah” dari kejauhan aku melihat hani, aku melambaikan tangannya dengan suara teriakannya yang memanggilnya. Mendengar teriakannku dari depan gerbang hani terlihat mempercepat langkah kakinya.

“annyeong key-ah” “ne annyeong, kaja kita kekelas bel sudah hampir berbunyi hhe” keybi langsung menarik tanganku dan berlari ke kelas.

♬suara bel tanda masuk♬

“djunbi site kudasai” seru ketua murid ketika ada sensei memasukki kelas

“hai”seru kami semua dalam kelas.

“rei, annyeonghaseo ohayogozaimasu ” serentak kami semua mengucapkan salam.

“ne ohayo, minasan kali ini kita kedatangan murid baru, ne silahkan masuk” ternyata murid baru itu seorang namja, tapi rasa rasanya wajah namja itu tidak asing lagi kalau tidak memakai kaca mata yang besar dan tebal.

Tanganku menyikut lengan hani “hani-ah apa kau merasakan hal yang sama denganku?”

“Ne?” hani sedikit menaikan alisnya sebelah kiri

“aish, wajah nya sudah tidak asing lagi tapi aku pernah melihatnya dimana yah aku lupa” aku berusaha mengingat nya tapi blum juga ingat “ah kau ini mungkin hanya orang yang mirip saja” sangkalnya hani

“annyeonghaseo joneun choi minho imnida gomapseumida” namja itu membukukan badannya.

“ne minho-ssi silahkan kau duduk di kursi yang kosong” minho hanya menjawab perkataan nya itu dengan membungkuk lgi. Kursi kosong itu tepat di depan aku dan hani. Hani mencolek namja tersebut dan memperkenalkan diri

“annyeonghaseo park hani imnida kamu bisa panggil aku hani ” aku pun mengenalkan diriku “annyeong kim keybi imnida kamu bisa panggil aku keybi” aku hanya melihat responya yang tersenyum saja.

“ne, minasan kali ini kalian ada tugas kelompok DRAMA” mendengar perkataan itu semua murid menjadi gaduh “kelompok drama ini terdiri dari 3 orang dan kalian bebas menentukan”

aku dan hani langsung saling bertatapan “tapi kita kurang 1 orang lagi apa kita ajak saja” seru hani mata kami kompak melihat ke arah choi minho.

“minho-ssi kau sudah punya kelompok? Bagaimana kalau kau bergabung dengan kami “ ajak hani minho membalik arah badannya ke arah kami.

“geurom, yang sudah punya kelompok harap maju kedepan untuk mengambil nomor gilir dan judul drama” spontanitas aku maju kedepan, dan kembali ke mejaku “no3 yang kitas dapat dan ini Drama yang akan kita mainkan” aku memberikan selembar naskah yang tadi di berikan.

“kapan kita akan mulai berlatih?” Tanya ku dan beberapa menit kemudian suasana menjadi sunyi. Kata kata minho berhasil memecah suasana yang hening “bagaimana kalau besok saja?” aku melihat hani hanya mengangguk saja tanpa ada protes.

“arraseo, besok di sekolah jam 10 arraseo? Jangan khawatir biar aku yang meminta izin” “ne “ jawab minho dan hani serempak.

********

PARK HAN POV

“hmm kita sudah punya pemeran utama namja nya tinggal menentukan lawan mainnya, baiklah ayo kita kocok saja siapa yang akan menjadi lawan main minho” mendengar keybi berkata seperti itu aku langsung mengeluarkan secarik kertas yang aku robek menjadi kecil dan ku tulis namaku dan nama keybi. Aku yang mengocok dan jatuh 1 kertas ketika aku melihat isinya. ‘hah masa aku sih’ aku menelan ludah ku.

“hani-ah siapa yang menjadi pemeran utama yeojanya?” aku hanya menunjukan hasilnya kepada miho dan keybi

“wah chukkhae hani-ah” ucap keybi

“sebaiknya kau saja yah yg jadi pemeran utama yeojanya aku tidak yakin kalo aku yang menjadi pemeran utama yeoja akan berhasil” tertunduk aku keybi menyentuh pundakku

“aniyo aku yakin kamu bisa konsekuensi donk kamu harus mau”. kami berlatih di ruang aula beberapajam kemudian keybi mendapatkan telefon

“yeoboseyo, eomma waegure? Mwo?Jinja aku akan kesana” firasatku keybi di minta pulang oleh eommanya.

“hani-ah minho-ssi mianhae aku tidak bisa berlatih hingga selesai eomma ku sudah menelefon ku dan memintaku ku pulang, mianhae aku duluan yah annyeong, hani-ah hawaiting” keybi terburu buru membawa tasnya dan berlari keluar aula sempat- sempatnya ia kembali hanya untuk mengatakan hwaiting padaku lucu sekali.

setelah kepergian keybi kami melanjutkan latihan drama kami tidak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sudah malam ternyata.

“minho-ssi kau tau jam berapa sekarang?” tanyaku padanya ia langsung melihat ke arah jam tangan hitam yang ia kenakan. “jam 20.30” minho menjawabnya dengan santai sedang kan aku yang mendengarnya saja terkejut

“mwo? Jam 20.30 aigoo bagaimana ini, minho-ssi kaja kita pulang”

“ne, perlu kuantarkan kau pulang?” ia menawarkan hal itu tapi aku langsung menolaknya serasa aku ini tidak takut.

“aniy gwaencana aku bisa pulang sendiri rumah ku tidak jauh dari sini” kami berdua berjalan keluar sekolah bersamaan di gerbang sudah ada penjaga sekolah yang menunggu kami keluar.

“minho-ssi annyeong” aku melambaikan tanganku sebagai perpisahan

“ne annyeong” timbal minho yang membalas lambaian tanganku. arah rumah ku ke kanan dari sekolah sedangkan minho kekiri.

semula jalanan sangat ramai namun saat aku melewati taman sangat sepi seprti tidak ada kehidupan disini hanya lampu jalan yang menerangi taman dan jalan ku. Telingaku mendengar ada suara langkah kaki yang mengikutiku dari belakang aku sangat takut dan aku mempercepat langkah kaki ku di depan aku mendengar suara banyak orang yang berjalan melewati semak semak. Segerombolan orang menghalangi jalanku.

“hei yeoja” satu namja mendekati ku 1 langkah aku mundur

“kau ini tidak terlalu tinggi dan cantik tapi kamu lucu yah” aku semakin takut keringat dingin keluar begitu banyak

“yeoja ayo ikut dengan kami” salah satu dari mereka menarik tangan ku aku tidak mau mengikuti mereka dan aku mulai bertindak dan angkat bicara

“aniy aniyo aku tidak mau” aku melepaskan tangan orang itu dan berjalan 2 langkah kebelakang namun tak kusadari di belakang ku ada orang yang memegang bahuku dan memaksaku mengikuti mereka.

“ah sudah ikut dengan kami saja” tangannya kuat sekali seperti elang yang mencengkram mangsanya aku meronta ronta dan berteriak minta tolong.

BRUKK

suara orang yang jatuh tertendang. kaki ku lemas aku terjatuh di tempatku itu juga awalnya aku melihat mereka semua di habisi oleh 1 orang yang sama aku tidak kuat melihatnya aku jadi teringat dulu SMP aku pernah mengalami hal ini aku hanya menutupi wajah ku sajah agar aku tidak melihat mereka aku menangis ketakuan nafasku tidak teratur asma ku kambuh .

“gwaencana?” kata seorang namja itu tapi aku tidak berani melihatnya dan mungkin aku pingsan aku merasa badan ku melayang dan merasa ada yang merogoh isi tas ku aku tidak tau harus apa aku pasrah saja mungkin itu maling atau bukan aku tidak bisa membuka mataku aku merasa ada yang menggendongku dan membawa lari.

tok tok tok tok tok tok

“aigo hani-ah kamu kenapa?Bawa saja ke kamarnya” aku bisa mendengar percakapan eomma dan namja itu.

“ahjuma tadi aku menemukan hani-ssi di jalan dan aku tidak harus membawanya kemana terpaksa aku memburak isi tasnya dan mencari alamat rumah nya”

“owh ne khamsahamnida kamu sudah membantunya, kau ini yang 3 tahun lalu kesini juga kan yang membawa hani ke rumah seperti sekarang ini?”

“ahjuma mianhae aku harus pulang sekarang ini sudah malam”

**********

KEYBI POV

‘Dari pagi tadi samapai sekarang bel masuk kok hani gg ada yah hmmm kemana yah dia’.Aku memandangi kursi yang biasa di duduki hani dan itu memang kosong.Dan sampai songsaniem masuk pun hani tidak muncul muncul aku kira dia terlambat tapi sepertinya dia tidak sekolah tapi dia tidak memberitahuku.

“Park hani..” seru songsaniem

“Park Han.. “ songsaniem memanggil hani lagi akku tidak tau harus berkata apa karna aku tidak tau dia dimana.

Kelas yang tadinya sunyi “sakit songsaniem” ada yang angkat bicara itu minho ya minho hah? Apa ia tau apa yang terjadi pada hani sakit? Lebih baik aku tanyakan langsung padanya.

Jari ku mencolek pundaknya 3 kali dan akhirnya ia membalikkan tubuhnya “kau tau dari mana kalau hani itu sakit?” Tanya ku penuh rasa penasaran

“ aniy aku hanya asal bicara dari pada alfa lebih baik di bilang sakit kan” hah? Karna alas an itu sepele sekali alasannya. Arraseo pulang sekolah aku akan memastikan apa yang terjadi.

****

HYEKI POV

tok tok tok tok tok tok…..

aku mendengar ada suara pintu di ketuk tapi belum ada yang membukanya dan akhirnya eomma datang membukakan pintu .“sebentar” seru eomma ku yang membukakan pintu

“eh ayo masuk hani ada di kamarnya langsung saja kesana hani pasti senang kamu dating”

“ne ahjuma” suara nya tidak asing lagi bagiku apa itu keybi yah hmm aku semakin yakin ketika pintu terbuka dan yang muncul.

“key-ah” teriak ku aku sangat senang keybi menjengukku walalu aku tidak memberitahu kalau aku sakit.

“hani-ah kau sakit?” keybi menyentuh keningku dengan punggung tanganya

“aniy” jawabku

“terus kamu kenapa gg sekolah?, aku kesepian gg ada kamu di kelas, tapi kenapa kamu gg kasih tau aku kalau kamu sakit tapi kamu malah kasih tau minho?” dengan wajah kesal ia berbicarapadaku |

“hah? Minho aku tidak memberitahu siapa siapa kalau aku sakit” elak ku

“lalu kenapa dia tau?” aku sempat berfikir “ owh iyah mungkin karena kejadian kemarin malam”

“awalnya aku mendengar ada suara langkah kaki yang mengikutiku dari belakang aku sangat takut dan aku mempercepat langkah kaki ku dan di depan aku mendengar suara banyak orang yang berjalan melewati semak semak. Segerombolan orang menghalangi jalanku. Aku sangat takut ketika merka memaksaku dan menarik paksa dan sepetinya minho datang untuk menyelamatkan ku minho menghajar semua orang yang tadi mengganggu ku aku sempat takut untuk membuka mataku aku pingsan sebentar dan ternyata minho mengantarkan aku pulang”

“owh begitu yah hmm hani-ah mianhae aku membiarkan mu pulang sendirian dan terjadi hal seperti ini” aku melihat di wajah keybi rasa penyesalan

“aniyo gwaencana lagi pula aku hanya trauma saja lihat lah aku masih ada kan” tawa ku agar keybi tidak sedih lagi.

******

MINHO POV

hening hanya itu yang dapat di gambarkan mungkin ada rasa canggung antara kami agar suasana kembali seprti semula aku memberanikan diri untuk angkat bicara “bagaimana kalau hari ini kita latihan lagi”

“hmm boleh tuh besok kan kita tampil hani-ah kamu bisa kan hari ini kita latihan?” Tanya keybi kepada hani

“hmmmm …..” aku melihat dari raut wajah hani sepertinya ia masih trauma dan takut

“bagaimana kalau hari ini latihannya di rumah ku saja? Mau yah?” rayu ku melihat wajah hani

“hm ne boleh saja”

“ayo masuk” aku membukakan pintu untuk mereka “anggap saja rumah sendiri, disini hanya aku yang tinggal jadi kalian bisa bebas berkatih di rumah ini “

mata hani terbelalak “mwo kau tinggal sendiri di rumah yang besar luas dan mewah ini pantas saja sepi sekali yah” minho hanya senyum dan menggaruk garuk kepalanya seperti orang bodoh hha

~5 jam kemudian pukul 21.00~

“wah sudah jam 9 ternyata kaja keybi kita pulang” hani dan keybi membereskan barang-barang mereka.

“mmm hani-ah aku pulang di jemput oleh taemin mianhae” setelah kata kata itu keluar raut wajah hani yang tadinya semangat jadi malas

“owh ye gwaencana aku akan pulang sendiri sajah” aku menentang nya

” aniy jangan kamu jangan pulang sendirian lagi itu berbahaya biar aku antar saja” keybi angkat bicara

“ ah ne benar kamu bisa pulang di antar minho” kami semua berjalan keluar rumah dan ternyata di depan pagar sudah ada taemin dengan motornya yang sudah menunggu.

“jagiya” seru taemin “annyeong hani-ah minho-ya” aku hanya membalas dengan senyuman “ kami pulang dulu yah annyeong” motor taemin melaju begitu saja. Andai aku bisa mengantarkannya dengan motor pasti akan seperti mereka.

selama di perjalanan kami berdua saling diam kami cangung satu sama lain hani berjalan 2 langkah mendahului ku dan aku di belakang. Langkah kaki hani terhenti ketika aku melihat kedepan ada seorang namja yang sedang mabuk menghampirinya aku melihat hani mulai ketakutan dan mundur kebelakang aku reflek saja merangkul nya seperti sepasang kekasih.

“kau kau minho kan? Minho-ssi apa kabar sudah lama kau tidak ke bar lagi owh iya dia yeoja chinggu mu? Yang keberapa? Wah dia mungil dan unyu yah aku mau dong punya kayak dia, kamu mendapatkannya dimana?”

‘i..itu kim..ki.ki..kibum ah kenapa di saat seperti ini kita harus bertemu ‘ dalam hati ku berkata aku menghiraukan apa kata key dan pergi dengan hani semoga hani tidak menaruh curiga padaku tapi aku melihat ia semakin takut dekat denganku ia melepaskan rangkulanku. Setelah aku sampai mengantarkannya ia langsung pergi masuk ke dalam rumah nya tanpa berkata apa apa kepadaku .

******

HYEKI POV

“hani-ah” belum juga aku menoleh ke arah suara aku sudah ditarik dengan paksa oleh keybi ke taman sekolah

“ada apa key-ah tidak biasanya kau seperti ini pagi pagi” keybi berbicara dengan tergesah gesah “i..in..ini soal choi minho” “ada apa dengan choi minho?

FLASHBACK

KEYBI POV

“jagiya” seru ku taemin langsung merespon ku dan ia membuka kaca helmnya agar dapat mendengarku

“hm ne ada apa?” aku takut membahas soal ini tapi ini demi hani ucap ku dalam hati

“kau kenal baik dengan minho?, dia itu teman mu yang waktu kita bertemu di tamankan?” Tanya ku taemin langsung mengesampingkan motornya dan kami mengobrol di pinggir jalan.

“hm ne wueyo?” taemin tidak menyimpan rasa curiga atau cemburu tapi ia menjawab pertanyaanku dengan santai

“kau kenal dengannya dari mana? Ceritakan yang kau tau tentangnya yah” taemin menghela nafas sejenak

“jadi gini aku itu berteman dengan minho di me2day aku merasa kasihan dengannya, dia itu kaya dia juga anak tunggal tapi dia tidak di perhatikan oleh orang tuanya seperti sebatangkara aku selalu melihat aktifitas dan gerak geriknya sampai suatu saat aku melihat fotonya bersama yeoja banyak yang dekat dengannya dan ia merangkulnya, sepertinya ia setiap hari mengunjungi bar dan 1 hal lagi yang membuat ku miris melihatnya ia menggunakan drugs..”

belum selesai taemin menjelaskan aku sangat terkejut namja itu bermuka dua di sekolah saja dia pendiam ternyata. Taemin melanjutkannya lagi

“tapi itu dulu sejak ia melihat hani mulai muncul di me2day dan bertemu nya dengan langsung ia langsung ingin merubah semuanya ia menjadi baik dan meninggalkan semua masalalunya yang kelam” mata ku terbelalak mulut ku ternga nga tidak percaya dengan semua ini.

FLASH BACK END

“sudah kuduga sejak awal kita bertemu dengannya di taman saat itu aku tidak suka dengannya melihat gayanya dan auranya buruk” aku melihat raut wajah hani yang sangat kecewa, terkejut dan sedih aku tau aku tau perasaanya ketika mengetahui semua itu.

“aku juga kemarin bertemu dengan temannya ia berkata seperti ini ( Minho-ssi sudah lama kau tidak ke bar lagi owh iya dia namja chinggu mu? Yang keberapa? Wah dia mungil dan unyu yah aku mau dong punya kayak dia kamu mendapatkannya dimana) sakit aku mendengarnya tapi minho tidak merespon nya ternyata ia seperti itu yah aku tidak menyangka kalau di balik sikapnya yang dingin”

aku melihat mata hani yang memerah sepertinya ia akan menangis aku memberikan support padanya.

“hani-ah kau jangan dekat dekat dengannya lagi arrachi?” hani hanya bisa mengangguk saja mungkin dia sangat hancur mendengar kenyataan itu dan hani angkat bicara

“lalu bagaimana dengan drama hari ini ?” ‘pabo aku baru terfikir hal itu, secepat mungkin aku memutar otakku’

“kau bersikap professional saja jika sudah tidak ada sangkut pautnya kau lebih baik diam atau kita akan menjauhi nya

” hmm mungkin ide ku ini sedikit gila tapi ini semua demi hani sahabatku aku tidak mau hani terluka lebih dari ini kalau sudah terlambat. Kami berdua kembali ke kelas untuk mempersiapkan drama kami, awalnya kami bersikap manis namun setelah drama itu selesai kami menjauhi bersikap cuex padanya.

*****

MINHO POV

FLASHBACK DI TAMAN

“taemin-ya apa itu yang bernama park hani yang selalu berhubungan dengan mu di me2day?” Tanya ku setelah mereka pergi.

“ne itu dia park hani kau sudah melihatnya bagaimana pendapatmu?” Tanya taemin kepadaku

“hmm sepertinya ia baik ia mungil dan lucu hmm tidak beda jauh dengan yang ada di me2day itu”

“minho-ssi kau menyukai park hani kah?” Tanya taemin pernuh curiga kepada ku.

“hmm sepertinya ia karna saat tadi aku berhadapan dengannya jantung ku berdebar kencang dan aku merasakan ada aura baik pada dirinya” mendengar aku berkata seperti itu taemin tertawa sinis

“haha aku yakin jika park hani tau kau yang sebenarnya ia malah akan membencimu, coba kau berubah untuknya agar ia nyaman dan senang ketika bersama mu, kalau aku menjadi kamu aku akan tinggalkan semua ini dan berubah 180* untuknya karena kau tidak akan menyesal kalau sudah mengenalnya.’’ Aku merasa aku harus melakukan solusi dari taemi ‘’arrseo kau akan melihat ku berubah taemin aku akan berubah untuk nya”

FLASH BACK END

setelah tampil drama hani dan keybi menjadi dingin cuex dan lebih menjauhi ku, aku bingung salah ku apa pada mereka. Apa mungkin mereka sudah tau aku yang sebenarnya hingga mereka menjauhi ku? Hmm memang benar apa kata taemin ia pasti tidak suka pada ku walau itu hanya masa lalu ku saja. Arraseo kalo mereka melakukan hal itu aku sudah menyerah niat baik ku dianggap tidak baik.

*****

PARK HANI POV

tidak tau kenapa hati ku meminta kalau aku harus mengunjungi keybi di rumah nya. Langkah kaki ku terus berjalan menuju rumah keybi. Suara benturan antara motor dan mobil yang sangat keras membuat ku terhenti melangkah sangat terkejut dan ternyata ada tabrakan di depan jalan banyak orang yang mengerumuni, hatiku tersentuh dan ingin rasanya aku melihat siapa korban kecelakaan itu tapi aku mengurungkan niat ku untuk melihatnya dan melanjutkan tujuanku ke rumah keybi. Sampai lah aku di rumah keybi

“key-ah perasaan ku sangat tidak enak kenapa yah?” aku memegangi dadaku yang berdebar kencang

“wueyo?” Tanya keybi ia tidak melihat ke arahku sama sekali ia sedang sibuk dengan laptopnya

“hmm apa kita salah melakukan semua ini kepada minho aku merasa bersalah krna sejak hari itu minho tidak kesekolah lagi” tidak lama dari situ taemin memanggil ku

“yeoboseyo, taemin-ah mworago?”

“ne.. hani-ah mi..min..minho… kecelakaan” seperti ada petir yang menyambar ku aku sangat terkejut mendengar berita tersebut ponsel ku terjatuh dan keybi langsung sigap mengambil ponselku

“mwo? Eoddi? Ne kami kesana” lanjut keybi.Keybi langsung menarik tanganku dan kami menaiki taksi ke rumah sakit.

******

sesampai nya di rumah sakit kami berlari menuju UGD firasatku mengajak langkah kakikku menuju UGD ketika sudah sampai aku hanya melihat taemin yang duduk di kursi menundukan kepalanya sambil menangis aku langsung bertanya apa yang terjadi kepada minho.

‘’taemin bagaimana bisa minho kecelakaan” Tanya ku tergesa gesa

“ceritanya panjang” taemin menenggakan kepalanya menghapus air matanya dan menceritakan

FLASHBACK

LEE TAEMIN POV

satu minggu yang lalu minho datang kepadaku dengan raut wajah yang sangat mengkhawatirkan

“taemin-ah sepertinya usahaku untuk berubah sia sia saja”

“kenapa sia sia saja? Perubahanmu sangat meyakinkan minho, wae ada apa?”

“sepertinya park hani an keybi sudah mengetahui masa lalu ku aku yakin itu, karna hari ini setelah selesai tampil drama mereka dingin dan cuex , sebenarnya aku tidak memasalahkan hal itu tapi melihat sikap park hani itu yang membuat hati ku hancur”

“kenapa kamu gak coba memastikan”

“percuma saja” minho menghela nafas “aku sudah mengikuti saran mu taemin aku berubah 180* aku telah meninggalkan semuanya namun apa hasilnya setelah mereka mengetahui semua masa lalu ku mereka bersikap seperti itu

“kamu jangan menyerah minho-ya, kau harus terus yakinkan mereka kalau kamu memang berubah” sepertinya percuma kata semangat ku tidak mempan.

kemarin saja aku melihat minho lagi lagi bolak balik bar bersama yeoja yang ia rangkul aku sempat menegurnya

“hey minho-ya kau jangan seprti ini kau jangan menyerah bangkit lah kembali lah ke sisimu yang baik”

“percuma saja untuk siapa aku berubah kali ini orang yangku cintai saja sudah memandang seprti itu PERCUMA SEMUA PERCUMA” ia meninggalkan ku begitu saja tanpa menghiraukan perkataanku.

“Beberapa jam yang lalu aku melihat minho yang ugal ugallan di jalan dan ia menabrak mobil di jalan dekat rumah mu jagiya” taemin menatap keybi baik baik

‘hah berarti benar itu minho, minho yang kecelakaan kenapa aku tidak melihatnya pabo pabo pabo’

♪background song we were in love davichi ft t-ara♪

sementara keybi mencoba menenangkan taemin dan menemaninya. Hati ku bertkata bahwa aku harus masuk ke ruangan itu, kubuka pintu UGD bau bau obat langsung menyergap di hidungku. Aku melihat minho tertidur dengan jarum infus di tangannya ada layar yang menunjukan keadaan jantungnya yang tidak stabil.

Kaki ku lemas saat aku melihat semua ini aku menghampiri minho dan duduk di kursi sebelah kasur.

aku menundukan kepalaku air mata perlahan menetes satu persatu aku menggenggam tangan minho

“minho-ah sadarlah aku disini, aku sangat mengkhawatirkanmu. Mianhae minho-ah seharusnya aku menerimamu apa adanya tapi aku hanya melihatmu dari sisi masalalu mu, aku sudah mendengar smuanya dari taemin. Kau rela berubah demi aku minho tapi apa yang ku lakukan hanya membuat mu putus asa dan kau berubah lagi ke sisi buruk mu karena aku. jebal nal tonagajima ”

aku tidak kuat berkata kata lagi air mata ku kini mengalir lebih deras dan saat itu juga minho tersadar dan ada yang menyapu air mataku

“hani-ah berhentilah menangis aku masih disini karna mu, aku sudah sadar sejak kau datang tadi aku sudah mendengar semuanya” tangan minho yang menyeka air mata hani

aku mengangkat kepala ku mata kami saling bertatap aku melihat mata minho berkaca kaca .

“hani-ah kau mau menerima apa ada nya aku kan?” aku hanya menjwabnya dengan senyuman

“hani-ah saranghae ” ucap minho dengan suara lirihnya. Aku melepaskan tanganku dan bangun dari kursi tempat ku duduk aku memeluk minho dan mengatakan “nado saranghae minho-ah”

Otte otte?? Bagus gak?? Endingnya udah pasaran yah … hmmm author tau itu mianhae semoga pesan yang di sampai kan dari cerita ini bisa tersampaikan dengan baik yah ^^ jangan lupa coment yah ^^ comentnya akan sangat membantu dalam perkembangan FF athor yang selanjutnya. Ghamsahamnida udah mau baca FF author

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Jebal Nal Ttonagajima (Please Don’t Go)”

  1. huaaaa kece mih keceee .daebakk bgt .mau donng jadi hani u,u
    Tapi ada kata2 yg bikin bingung dan masih banyak typo .bikin sequelnya thor 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s