Neon Naegae Banhaesseo – Part 6

Tittle                     : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 6)

 

Author                : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

 

Main Cast            :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x),
  • Choi Minho SHINee,
  • Kim Kibum aka Key SHINee,
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x),
  • Kim Jonghyun SHINee,
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD,
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD,
  • Lee Jinki SHINee,
  • Lee Taemin SHINee,
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair

 

Support Cast      : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

 

Genre                   : Romance, Sad, Friendship

 

Length                  : Sequel

 

Rating                   : PG-16

 

 

Sinopsis               : FF ini menceritakan banyak cerita cinta dan persahabatan di antara semua main cast-nya. Tentang bahagianya dan sakitnya merasakan cinta pertama yang tak terbalas dan karena terlambat menyatakan cinta. Cerita akan persahabatan yang kokoh juga membuat salah satu dari main cast dalam FF ini menjadi rela mengubur perasaan cintanya dan akhirnya menemukan cinta yang sebenarnya dengan orang lain.

 

Sumarry               : “Matamu sangat indah.. Nomu yeppoda. Matamu mengingatkanku pada seseorang, Chagiya..”

 

TRACKLIST:

SM The Ballad-Miss You

SHINee-Life

F(x)-Ice Cream

SHINee-Noona Nomu Yeppo,

2PM-Again Again

CN Blue-I’m a Loner

 

ALL POV IS AUTHOR’S POV

@@@

Dengan langkah gontainya, Jinki masuk ke dalam rumahnya tanpa mengetuk pintu rumah itu terlebih dahulu, tidak seperti biasanya. Dan tanpa diduga, Taemin sudah berada di balik pintu bersama Hyeo So berjalan berlawanan arah dengannya.

“Oh, Hyung! Annyeong!” sapa Taemin sambil menyunggingkan senyum khasnya yang manis. Sedangkan Hyeo So yang berjalan di samping Taemin membungkukkan badannya. Namun namja yang disapa mereka itu terus saja berjalan melewati mereka dengan kepala menunduk seakan tak menyadari kehadiran mereka.

“Ada apa dengannya?” kata Hyeo So yang sedikit khawatir melihat Jinki tampak murung. Sedangkan Taemin hanya menggelengkan kepalanya lemah, ikut merasa khawatir dengan namja yang selama ini sudah diangkatnya seperti kakak sendiri.

Taemin dan Hyeo So melanjutkan langkah mereka dan ketika mereka sampai di garasi, Minho yang baru pulang dari sekolah dan memarkirkan mobil Lotus Sport warna birunya ke dalam garasi pun  menghampiri mereka.

“Wah, wah.. Mau pergi kemana nih? Tumben kau bawa motor segala, Taemin-ah??” tanya Minho yang baru saja melihat Taemin sedang menghidupkan mesin motornya. Motor besarnya berwarna kuning. Tapi, biasanya namja berparas cantik itu lebih memilih berjalan kaki atau menaiki bus saja jika ingin pergi atau berangkat ke sekolah. Itu adalah motor yang didapatkan Taemin dari hasil jerih payahnya memenangkan lomba dance nasional di korea beberapa waktu silam.

Taemin memang dikenal sebagai namja yang pintar mengatur keuangan, atau dalam kata lain pintar ‘berhemat’. Walaupun Taemin dan Hyeo So tinggal di rumah Jinki, tapi Taemin bekerja part time sebagai seorang buttler di sebuah kedai kopi dekat sekolah untuk membiayai biaya sehari-harinya dengan Hyeo So. Namja itu merasa tidak enak jika terus-terusan bergantung pada Jinki meskipun Jinki tak pernah mempermasalahkan itu.

“Mau beli eskrim, Hyung! Ini, Hyeo So ingin makan eskrim katanya.” Jawab Taemin sambil melirik ke arah yeoja di sampingnya. Minho hanya mengangguk mengiyakan.

“Dimana Jinki Hyung? Dia sudah pulang kan?” tanya Minho lagi.

“Tadi aku bertemu dengannya di dalam. Tapi kelihatannya Jinki Hyung sedang ada masalah. Wajahnya tampak murung. Hiburlah dia, Hyung. Aku mengkhawatirkannya. Maafkan aku, aku pergi sekarang.” Taemin melajukan motornya dengan Hyeo So yang sudah berada dalam boncengannya yang sebelumnya melambaikan tangannya kepada  Minho. Setelah sosok Taemin dan Hyeo So menghilang, Minho segera masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar Jinki.

Minho mengetuk pintu kamar Jinki tiga kali, tapi tak ada jawaban dari si pemilik kamar. Akhirnya, Minho pun masuk tanpa mau menunggu di depan pintu lagi. Dilihatnya Jinki yang sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur king size-nya dengan pandangannya yang kosong, menatap langit-langit kamar.

“Hyung..” gumam Minho tapi berhasil membuat Jinki kembali ke alam sadarnya. Jinki memposisikan tubuhnya sendiri untuk duduk di tepi kasurnya. Minho mendekati Jinki dan duduk di sampingnya.

“Taemin bilang, hari ini kau terlihat aneh. Ada apa, Hyung?” tanya Minho penasaran. Jinki menghela nafasnya panjang sebelum ia yakin ia akan menjawab pertanyaan adiknya itu.

“Minho-ah.. Apa kau pernah merasa salah akan perasaanmu sendiri?” Kening Minho berubah berkerut.

“Apa maksudmu, Hyung? Aku masih belum mengerti..” kata Minho yang sudah memasang ekspresi dua kali lipat lebih penasaran dari sebelumnya.

“Emm, maksudku.. Apa kau pernah mencintai dua perempuan dalam satu waktu? Merasakan dua cinta dalam satu waktu?” Minho terdiam sejenak. Mencoba mencerna pertanyaan Jinki yang bagaikan teka-teki yang harus dijawab.

“Sejauh ini.. belum. Aku baru merasakan satu cinta, Hyung. Waeyo? Apa kau-“ Jinki cepat-cepat memotong kalimat Minho.

“Aku tak tahu. Belakangan ini, aku merasa ada sedikit perasaan yang aneh dalam hatiku. Aku merasa aneh telah memilih Nhaena.” Kata Jinki mencoba jujur.

“Mwo?! Apa itu artinya kau mencintai gadis lain dan merasa menyesal dengan pertunanganmu dengan Nhaena, Hyung??” Minho tampak kaget dengan pertanyaannya sendiri. Tapi pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutnya karena pengakuan Jinki yang tak diduganya.

“Mungkin. Aiish.. Jincca! Aku benar-benar bingung saat ini. Aku, aku merasa.. Nhaena tak merasa bahagia dengan pertunangan ini walaupun aku mencintainya. Dan sekarang, aku merasa perasaan cinta itu sudah terhapus sebagian. Dan sepertinya akan terus terkikis lagi. Aku, aku merasa-“ Kini giliran Minho yang memotong kalimat Jinki.

“Merasa mulai mencintai Yurra Noona? Begitukah??” Pertanyaan Minho langsung mengena di hati Jinki dan membuat namja itu terdiam seketika dan memandang lekat ke arah kedua bola mata Minho.

“Jangan kau kira aku tak tahu apa yang terjadi di antara kalian bertiga, Hyung. Aku adikmu, dan aku sangat paham. Aku mengerti bagaimana rasanya mencintai seorang yeoja yang tidak memiliki perasaan apapun denganmu. Karena, aku pun sedang mengalaminya.” Minho mengatakan itu semua sambil mencoba tersenyum walaupun dadanya mulai merasa sakit mengingat bagaimana Shin You yang tidak mencintainya, tapi justru mencintai Key, sahabatnya sendiri.

“Aku harus bagaimana? Aku.. Arrrgh!” Jinki bangkit dari duduknya dan menjambak rambutnya frustasi. Minho pun ikut berdiri di samping Jinki dan menenangkan emosi kakaknya itu dengan menepuk-nepuk pundaknya.

“Aku yakin kau pasti bisa menentukan keputusan yang baik untukmu sendiri, Hyung. Tapi ingat, hanya cinta sejatilah yang akan datang menghampirimu dan membahagiakanmu. Jangan terbawa emosi sesaat. Cobalah memahami apa yang sebenarnya diharapkan oleh hatimu. Jika sekarang kau merasa itu salah, carilah dimana kebenaran itu sebelum kau terlambat. Dan satu lagi, kau harus bisa membedakan mana itu cinta dan mana yang namanya hanya perasaan sayang. Itu berbeda.” Minho tersenyum lalu berlalu dari samping Jinki. Jinki masih tak bergeming di tenpatnya. Apa yang dikatakan Minho benar. Dia harus meyakinkan hatinya sendiri, siapa yang sebenarnya  dicintainya. Mulai sekarang.

@@@

 

@@@

 

Key melihat yeoja yang tak asing lagi di matanya sedang duduk di halte bis. Dari jarak yang tak terlalu jauh, dapat terlihat jelas sosok yeoja itu di mata Key. Sejak pesta pertunangan Jinki dan Nhaena yang lalu, Shin You memang terlihat berbeda. Penampilannya berubah. Bukan lagi terlihat berpenampilan seperti yeoja tomboy yang dikenalnya dan yang sebelumnya tak pernah mencuri perhatiannya. Dengan rambut panjangnya yang tergerai indah berwarna kecokelatan, Shin You perlahan bangkit dari duduknya ketika sebuah bis melaju dan berhenti di hadapan yeoja itu. Shin You dan beberapa orang yang juga menunggu kedatangan bis itu segera naik dan masuk ke dalam kendaraan itu.

Sambil berlari melewati jalanan yang licin akibat salju yang terus turun dan mulai mongering karena musim akan berganti, Key mengejar laju bis itu dan berhasil masuk ke dalamnya lewat pintu belakang. Dicarinya sosok Shin You yang ternyata tengah duduk seorang diri di bangku deretan sebelah kanan, dekat dengan jendela. Key menyunggingkan senyumnya dan berjalan mendekati Shin You. Key langsung saja duduk di kursi sebelah Shin You dan memperhatikan wajah yeoja itu. Namun sepertinya Shin You belum menyadari kehadiran namja itu dan masih terus menatap kosong pemandangan di luar jendela.

Senyum di bibir Key memudar. Ditatapnya wajah yeoja di sampingnya itu semakin lekat dengan tatapan sendunya. Perubahan sifat Shin You yang semula periang menjadi pendiam dan murung seperti itu karena ulahnya. Dan lagi-lagi Key merutuki dirinya sendiri atas semua yang telah dilakukannya.

Tapi, Key tak kehilangan akal begitu saja. Key mengambil ipod miliknya yang berwarna silver dari dalam tasnya dan memasang sebuah lagu yang dia harap akan disukai oleh Shin You. Key lalu memasangkan satu headset yang tersambung ke ipod-nya itu ke telinga kiri Shin You. Sejurus kemudian Shin You menoleh dan tampak terkejut melihat Key yang tengah duduk di sampingnya dan menatapnya dengan tersenyum. Dan juga, didengarnya sebuah lagu yang mengalun memenuhi rongga indera pendengarannya.

Nae sarangi jejairo oji mothago

Heullin nunmulmankkeum meoli ganeyo

Naneun ijeoya hajyo, geudae nomu geuriewo

Nareul apeuge hajineun mollado

Ijeoyo..

 

(sm the ballad – miss you)

 

Pipi Shin You basah. Lagu itu membuatnya terharu sekaligus bingung kenapa Key memperdengarkan lagu itu padanya. Shin You membalas tatapan Key serius, terlihat ingin sekali diberi penjelasan dari namja itu. Shin You melepaskan headset yang dipasang Key di telinganya dengan kasar.

“Apa maksud-“ Key segera menempelkan jari telunjuknya di bibir Shin You sebelum Shin You selesai berkata.

“Nan nomu bogoshipo. Itu maksudku.” Jawaban Key langsung membuat pipi Shin You merona.

Namun segera ditepisnya perasaan terlena itu dengan membuang mukanya, menghindari tatapan mata Key. “Neo nan midoyo aniya? (Kamu tidak percaya padaku)?” tanya Key cepat begitu melihat perubahan wajah Shin You yang kembali sedih. Namun Key masih belum menyerah. Untuk kedua kalinya, dipasangkannya lagi headset itu di telinga Shin You. Shin You sempat menolak namun tatapan lembut Key membuatnya mencoba mengalah. Key memilih sebuah lagu lagi dari ipod-nya dan tersenyum begitu menemukan lagu yang tepat.

Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankkeum

Jeongmal geudaeneun naega saneun iyuin geolyo

Geudaereul aju manhi geudael michidorok anajugo shipeo

Ajun manhi ppareungeojyo geureongeojyo…

 

(shinee – one)

 

 

 

 

“Kali ini kau harus percaya. Kau adalah satu-satunya yeoja yang sekarang mengisi hati dan pikiranku. You’re my only one.” Kata Key begitu reffren lagu itu selesai dan dia yakin Shin You telah mendengar lirik lagu yang mewakili perasaannya sekarang itu.

Shin You kembali terharu. Dia tidak dapat menahan tangisannya.

“Please, believe me!” kata Key lagi seperti memohon. Lalu Key bangkit dari duduknya. Semua penumpang menatap aneh ke arahnya. Tak terkecuali Shin You.

“Mianhamnida. Menganggu kenyamanan anda semua.” Kata Key mengawali ucapannya sambil menatap berkeliling para penumpang di bis itu.

“Key! Apa yang kau lakukan?!” kata Shin You menarik satu tangan Key, memintanya untuk kembali duduk, tetapi Key tak menggubrisnya.

“Saya di sini ingin menyanyikan sebuah lagu sebagai ungkapan perasaan saya pada yeoja yang ada di samping saya ini. Dia meragukan perasaan saya. Dan saya tak akan menyerah untuk meyakinkan padanya kalau saya benar-benar tulus menyukainya. Jadi, saya mohon, jadilah saksi ungkapan perasaan saya ini.” Kata Key panjang lebar dan disambut tepuk tangan riuh yang mengisi tiap sudut bagian dalam bis itu.

Key menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskannya dan tersenyum menatap Shin You. Shin You yang sudah tak tahu harus bagaimana hanya bisa tertunduk, terpaku.

No animyon, adwaeneun geol

Ijeya araborin naega nomu bichamhae

Sajik sogen ajikdo naega noye

Sarangi got gatteunde

Noye cheon, noye olgul

Ajikdo nae puma ne neukyojiggo ineungeol

Still I have romantic in my heart, doragago sipeungeol

Nan jichyoboryonabwa hollo namgojjin saranghae

Noye binjariman nan jakku hemaeneunde

Jebal jom nareul bwa, neol dalmeun nareul bwa

Naega jeongmal ireonsiryeondeuri himdeurro..

(shine – romantic)

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK!

Semua penumpang memberikan aspresiasi akan lagu yang dinyanyikan oleh Key untuk Shin You. Tapi yeoja itu masih diam saja di tempatnya, tak ada respon apapun.

“Gamsahamnida.” Kata Key sambil membungkuk pada semua orang di tempat itu lalu kembali duduk di samping Shin You.

“Apa maksudmu, Key? Kau tetap bersikap seperti anak-anak!!” sentak Shin You tiba-tiba. Lalu Shin You bangkit dan menekan bel sehingga supir bis pun memberhentikan bisnya tepat di persimpangan jalan. Shin You cepat-cepat membayar dan turun dari bis dengan ekspresi wajah kesal namun tangisnya masih belum berhenti juga. Dadanya terasa sakit dan akan semakin sakit jika dirinya masih bertahan di sana, di dalam bis itu.

Shin You melangkahkan kakinya lebar-lebar dan membawanya hingga sampai di depan sebuah air mancur dengan sorotan lampung warna-warni yang memancar ke atas bersamaan dengan airnya. Air mancur itu dikelilingi oleh taman dan terlihat banyak orang di sekitarnya.

Key pun menyusul Shin You dan melihat Shin You yang menghentikan langkahnya di depan air mancur itu. Diraihnya lengan Shin You saat itu juga.

“Kenapa kau tiba-tiba turun dan berlari kemari?” tanya Key lembut sambil mencoba mengatur nafasnya. Shin You melihat ke arah lengan tangannya yang sedang dipegang Key. Shin You mencoba melepaskan genggaman Key di lengannya.

“APA MAUMU?!” bentak Shin You emosi. Matanya mulai terlihat sembab. Key sempat terhenyak melihat perubahan emosi Shin You saat ini. Tadi dia hanya bisa diam saja, menangis, lalu sekarang? Shin You membentaknya dengan nada yang sangat keras. Seperti bukan Shin You saja. Batin Key.

“SHIKURO (MINGGIR)!” Shin You mencoba mendorong tubuh Key ke samping dan berusaha pergi. Namun Key makin memperkuat genggaman tangannya di lengan Shin You. Shin You sedikit melenguh kesakitan. Kini, dua tangan Key sudah berada di atas kedua bahu Shin You dan mencengkeramnya erat.

“LISTEN TO ME!” kata Key setengah berteriak dan menatap Shin You lurus-lurus. Semua orang di tempat itu memperhatikan mereka dengan tatapan bingung dan curiga akan apa yang akan mereka lakukan. “Jebal.. Lihat mataku. Lihat! Apakah ada kebohongan di sana, hm?! Apakah ada ketidaktulusan di sana? Harus berapa kali aku bilang kalau aku menyukaimu. Nan joahae, nan saranghae! Kamu, itu kamu, Shin You-ah!” Shin You mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Badannya seakan kaku seketika menatap kedua mata Key yang seolah menghilangkan kesadarannya. Shin You hanya bisa diam saja dengan mata sedikit terbelalak setelah mendengar pengakuan Key. “Kerja otakmu yang lambat sekali atau kau memang tak bisa peka akan perasaanku? Aiish.. Jincca!” gumam Key gemas melihat raut wajah Shin You yang datar. Key berkacak pinggang sambil menatap Shin You dengan berpura-pura kesal. “Bagaimana caraku meyakinkanmu?” Lalu, tanpa diduga, Key segera menarik pinggang Shin You dengan tangan kanannya ke tubuhnya dan menangkupkan tangan kirinya di pipi kiri Shin You. “Bagaimana jika seperti ini?” Begitu kalimatnya selesai, Key langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Shin You membuat yeoja itu membelalakan matanya kaget. Shin You sadar diri dimana dirinya dan Key berada sekarang dan pastinya banyak orang yang melihatnya di tempat umum seperti itu. Wajah Shin You semerah tomat sekarang dan dirinya berusaha melepaskan ciuman Key dari bibirnya. Tapi namja itu tak bergeming dari posisinya sedikit pun, justru semakin menguatkan ciumannya.

1 menit, 2 menit, 3 menit, kedua bibir yeoja dan namja itu menempel sempurna. Perlahan Key mulai melumat bibir Shin You lembut. Key menikmatinya. Walaupun sedikit, terlihat Key menyunggingkan senyumnya dalam ciumannya. Shin You tidak mencoba untuk menolak lagi. Shin You mulai membalas ciuman Key dan keduanya sama-sama memejamkan mata mereka. Menikmati waktu kebersamaan mereka di tempat itu seakan-akan hanya ada mereka berdua di sana. Hingga akhirnya, Key menarik dirinya perlahan. Key masih memandangi Shin You lekat-lekat dengan kedua tangan yang sekarang sudah ia tangkupkan di kedua pipi Shin You yang bersemu merah. Key tersenyum melihat bibir Shin You yang merona dan sedikit basah bekas ciumannya.

“Mianhae. Pertama kali aku menciummu dengan tanpa perasaan. Yang kedua aku menciummu di gudang dengan sangat liar dan sebelumnya sudah membuatmu pingsan. Dan sekarang aku menciummu di tengah banyak orang yang melihat kita. Dan aku tegaskan sekali lagi, saat itu aku tidak mencium Hyeo So. Aku berkata jujur, Shin You-ah..” Sesal Key.

“Sudahlah. Toh, semua ciuman itu sudah terjadi. Dan sudah sukses kau lakukan padaku, Key-ah.. Masalah kau dengan Hyeo So, sudah, lupakan saja.” Key tersenyum lagi.

“Jadi kau memaafkanku?” Shin You tertunduk lalu mengangguk. “Kita sudah baikan?” Shin You menahan senyumnya lalu mengangguk lagi. Key semakin menyunggingkan senyumnya.

“Kau mau menjadi yeojachinguku lagi?” Shin You hampir saja mengangguk lalu ia sadar dengan apa yang ditanyakan Key. Yeoja itu mendongakkan kepalanya cepat dan menatap Key.

“I’m serious. Nan nomu nomu jeongmal saranghae.” Kata Key meyakinkan lagi.

GREP!

Shin You menjawab pertanyaan Key dengan memeluknya erat. Key perlahan membalas pelukan Shin You dan berbisik di telinganya.

“Entah apa yang membuatku kini berpaling pada yeoja sepertimu.” Bisik Key dengan nada meledek dan dibalas jeweran Shin You di kupingnya. “Ahh.. Apooo.. Hajiman, tak peduli seperti apa yeojaku ini. Shin You-ah, kau akan tetap menjadi milikku. Selamanya. Neon naegae banhaesseo!” kata Key mantap sambil mempererat pelukannya.

@@@

 

@@@

Pagi ini terlihat cerah. Pagi di hari Minggu. Tidak turun salju seperti biasanya. Mungkin karena musim dingin sebentar lagi akan berganti dengan musim semi yang indah.

Tampak dua yeoja kakak-beradik sedang berlari beriringan lengkap dengan pakaian olahraga dan sepatu kets mereka. Yeoja yang di sebelah kiri lebih memilih untuk mengikat rambut panjangnya menjadi satu dan dia mengenakan baju olahrga berwarna kuning dengan warna sepatu kets yang senada. Sedangkan yeoja yang di sebelah kiri mengikat rambut lurus selehernya menjadi dua, menampakkan kesan imut dan manis dalam dirinya. Baju olahraga dan sepatu kets yang dipakainya berwarna cokelat.

Nhaena terlihat bahagia pagi ini. Entah apa yang dirasakannya sekarang. Berlari pagi mengelilingi komplek perumahan seperti ini membuat moodnya membaik setelah beberapa hari ini perasaan dan pikirannya terasa kalut. Nhaena terus bersenandung sambil berlari.

Berbeda dengan Yurra, yeoja itu lebih memilih untuk diam saja sejak awal dan mendengarkan alunan lagu dari headset yang dikenakan di kedua telinganya.

Tiba-tiba, Taemin yang entah darimana datangnya sudah bersama Hyeo So dan Hyung Sae mendekati Yurra dan Nhaena. Mereka juga sedang berjogging rupanya.

“Annyeong, Noona!!” sapa Taemin pada Yurra seperti biasa dengan ceria. Taemin terus memandangi Yurra yang hanya membalasnya dengan tersenyum kilat. Hyeo So yang berada persis di samping Taemin hanya bisa menghela nafasnya. Ia cemburu. Sedangkan Nhaena dan Hyung Sae terlihat bingung di antara mereka. Kalau Nhaena memilih untuk cuek-cuek saja, tapi berbeda dengan Hyung Sae. Namja itu terlihat serius memperhatikan ekspresi kesedihan yang terpampang jelas di raut wajah Hyeo So. Mereka berlima pun melanjutkan aktifitas berlari mereka dengan suara berisik Taemin yang tak henti-hentinya terus mengajak Yurra mengobrol. Namun seperti biasa, Yurra hanya bisa tersenyum menanggapinya.

Tiba-tiba sebuah mobil Lotus berwarna biru melaju dari arah yang berlawanan dan menghampiri mereka. Beberapa saat, muncul lah seorang namja dari balik kursi kemudi dengan kaca mata hitamnya yang membuatnya semakin tampan. Rambutnya yang terkena sinar matahari pagi terlihat berbeda dari biasanya. Rambutnya yang semula cokelat gelap sekarang berubah warna menjadi cokelat terang hampir kemerahan dan sedikit lebih pendek. Rupanya Minho mengganti model rambutnya dan mewarnainya lebih terang.

Dari samping kursi kemudi, muncul lah Jinki dengan jaket hoodie nya yang berwarna biru toska lalu dia tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya seperti biasa. Sedangkan dari jok belakang, keluarlah Jonghyun dengan kaos tanpa lengannya, memamerkan bentuk lengannya yang kekar, dan Aita yang menggunakan dress mini berwarna biru selutut dari pintu kanan dan kiri mobil Minho itu.

Taemin, Nhaena dan Hyeo So tampak tercengang melihat pemandangan di hadapan mereka. Kecuali Yurra dan Hyung Sae yang memasang wajah bingung, namun tetap bersikap tenang.

“Hyung! Kalian berbeda sekali hari ini!” puji Taemin lalu mendekati Minho, Jinki, Jonghyun dan Aita dengan mata berbinar.

“Kenapa hari ini mereka tampak bersinar? Apa mereka sedang cari sensasi dengan berdandan seperti itu?” gumam Hyung Sae dan terdengar di telinga Hyeo So.

“Maja (Itu benar)! Apa yang membuat mereka seperti itu ya?” sambung Hyeo So setuju dengan pendapat Hyung Sae.

Yurra terus menatap Jinki. Jujur di dalam hatinya, Yurra mengakui kalau saat ini Jinki lebih terlihat tampan. Tiba-tiba mata Jinki beralih melihatnya. Kedua mata mereka bertemu namun dengan cepat Yurra langsung membuang muka. Senyuman di wajah Jinki memudar.

“Tiga hari ke depan sekolah kita libur pergantian musim dingin ke musim semi. Dan kami datang ke sini untuk mengajak kalian pergi berlibur ke Maldives. Semua biaya Jinki Hyung yang mengatur. Anggap saja sebagai perayaan atas pertunangannya dengan Nhaena. Bagaimana?” Minho menyunggingkan senyum khasnya dan disambut oleh anggukan Taemin, Nhaena dan Hyeo So bersamaan. Ketiga manusia itu terlihat sangat bahagia dengan ajakan Minho. Jonghyun, Minho dan Aita pun dibuat tertawa melihat sikap kekanakkan Taemin yang langsung menari-nari di depan mereka semua tanda kegirangan.

Taemin langsung menghampiri Yurra dan menarik-narik satu tangannya. “Noona, noona! Kau akan ikut kan? Iya kan??” tanya Taemin yang lebih terdengar seperti anak balita yang sedang merajuk. Taemin memasang puppy eyes nya agar Yurra luluh hatinya dan setuju untuk ikut bersama mereka semua berlibur. Tapi yeoja itu hanya terdiam dan lalu menggeleng.

“Aku ketua kepresidenan siswa. Banyak pekerjaan yang harus aku urus. Apalagi akan ada event besar sebentar lagi yang akan diselenggarakan di sekolah kita. Mianhae, Taeminnie.. Aku tak bisa.” Tampak ekspresi kekecewaan tergambar jelas di wajah Taemin. Perlahan, Taemin menunduk dan melepaskan tangannya yang masih menggenggam satu tangan Yurra. Yurra pun melanjutkan langkahnya, meninggalkan mereka semua yang hanya bisa terdiam menatap kepergiannya. Tanpa diduga, seseorang menahan satu tangannya dari belakang dan sukses membuat Yurra langsung menoleh ke belakang.

“Pergilah bersama kami, Kakak Ipar..” bujuk Jinki sambil tersenyum semanis mungkin. “Aku bisa membuatmu bahagia saat liburan nanti. Percayalah!” bisik Jinki di telinga Yurra membuat kedua mata yeoja itu terbelalak dan pipinya memanas. Jinki mengerling nakal membuat Yurra tak bisa berkutik dan akhirnya mengangguk.

“Baiklah.” kata Yurra tiba-tiba membuat Jinki melepaskan genggaman tangannya di tangan Yurra cepat dan membalikkan badan menatap teman-temannya lagi.

“Aku tinggal menghubungi Shin You untuk segera datang. Kita tunggu di sini, kalian kembalilah ke rumah dan packing barang-barang yang akan kalian bawa.” Tambah Aita dengan semangat sambil menatap bergantian Nhaena dan Yurra. Nhaena dan Yurra pun segera berlari berbalik arah ke rumah mereka sesuai instruksi Aita.

“Bagaimana dengan kita?” Keluh Hyeo So menunjuk dirinya sendiri dan Taemin.

“Aku sudah membereskan barang-barang kalian.” Jawab Minho dan Jinki bersamaan yang memang tinggal serumah dengan Taemin dan Hyeo So. Jonghyun yang melihat Aita terlihat begitu semangat ikut dibuat tersenyum karenanya. Jonghyun memutari mobil dan kini sudah berdiri di depan Aita. Namja itu tersenyum dan mengacak-acak rambut Aita dengan satu tangannya.

“Aigoo.. Kau terlalu bersemangat Aita-ssi. Jangan memaksakan dirimu.” Komentar Jonghyun.

“Aaah.. Oppa!” kesal Aita sambil menepis pelan tangan Jonghyun dari kepalanya. Jonghyun tersentak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Aita.

“Mwo? Oppa? Kau memanggilku Oppa?” tanya Jonghyun yang sudah tak bisa menahan senyumnya. Sedangkan Aita hanya bisa diam saja menahan rasa malunya.

“Ckckck! Hyung, aku rasa mulai sekarang kau perlu memanggil Aita dengan sebutan ‘chagiya’. Tunggu apa lagi? Aiish.. Tak perlu lama-lama menjalankan proses ‘pendekatan’. Akui saja kalau memang saling suka.” Cibir Minho membuat Jonghyun dan Aita pun salah tingkah dibuatnya. Sedetik kemudian, pasangan baru itu sama-sama tersenyum. Jonghyun menyematkan jari-jari tangannya di jari-jari tangan Aita, menggandeng tangan yeoja itu erat.

Di sisi lain, Hyung Sae menepuk pundak Hyeo So pelan.

“Kau yakin akan ikut? Aku takut di Maldives nanti kau akan lebih sering melihat Taemin dan Yurra berdua. Semua sudah memiliki pasangan. Jinki Sunbae dengan Nhaena Sunbae, Jonghyun Sunbae dengan Aita Sunbae, dan mungkin Minho Sunbae akan bersama Shin You Sunbae. Hanya kita saja yang tidak memiliki pasangan.” Kata Hyung Sae dengan tatapan prihatin.

“Mungkin aku akan melihat mereka bersama. Hajiman, masih ada Hyung Sae Oppa yang akan menemaniku kan? Aku yakin aku takkan kesepian.” Kata-kata Hyeo So yang tak terduga terlontar begitu saja dan langsung masuk ke dalam hati Hyung Sae dan membuat detak jantung Hyung Sae berdetak tak beraturan lagi seperti saat dulu dia memeluk Hyeo So. Hyung Sae hanya bisa sedikit memaksakan senyum menanggapi perkataan Hyeo So. Perasaannya menjadi tak karuan sekarang.

“Ah, em.. Kalau begitu aku pulang dulu mengambil barang bawaanku. Kita bertemu di bandara saja. Ne?” kata Hyung Sae kilat, lalu segera pergi dari tempat itu.

@@@

 

@@@

DI BANDARA..

“Aissh! Dimana Younnie? Kenapa dia belum datang juga sih?” keluh Jonghyun yang terlihat sedang mondar-mandir di depan Aita.

“Duduklah Oppa! Aku pusing melihatmu seperti itu!” omel Aita sambil memaksa Jonghyun untuk duduk di bangku, di sampingnya. Jonghyun pun mengalah dan duduk.

“Mianhae, Chagiya..  Aku khawatir dengannya. Kau tahu kan bagaimana kondisi dia akhir-akhir ini?” Jonghyun terlihat cemas dan Aita hanya bisa mengusap-usap pundak Jonghyun lembut, menenangkannya.

“Tunggulah sebentar lagi, Hyung. Kau jangan membuatku ikut-ikutan khawatir donk!” Kini giliran Minho yang kesal dengan sikap Jonghyun yang ternyata menular padanya.

“Kau sudah mengajaknya kan?” tanya Jonghyun lagi pada Aita.

“Ini jawabanku yang ke 10 mungkin. Sudah, Oppaaaaa..” jawab Aita yang gemas karena namjachingunya itu sudah menanyakan hal yang sama padanya untuk yang ke sekian kalinya.

“Nah! Itu dia orangnya!” teriak Taemin yang sontak langsung membuat semuanya melihat ke arah yang ditunjuk Taemin.

“Lho? Kok dia bersama..” Ucapan Taemin terputus karena saking herannya melihat siapa yang datang bersama Shin You.

“Key..” gumam Minho dan Jonghyun bersamaan. Jonghyun dan Aita langsung bangkit dari duduk mereka.

“Annyeong!! Sudah lama menunggu?” Shin You tersenyum riang menyapa semuanya dengan satu tangannya yang digenggam erat oleh tangan Key. Semuanya menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.

“Hi, Guys! What’s up?” tanya Key dengan santai, namun juga tersenyum ramah.

“Younnie.. Apa kau dan Key..??” tanya Jonghyun hati-hati pada adik kandungnya.

“Ne, Oppa! Aku mempercayainya. Aku sudah mendengar penjelasan dari Key. Dia tidak mencium Hyeo So saat itu, Oppa.” Shin You mencoba meyakinkan Jonghyun dan semuanya.

“Benar itu, Key-ah?” tanya Jonghyun dengan menatap Key menyelidik.

“Kalau kau masih belum percaya, kau tanyakan saja pada Hyeo So sendiri.” Jawab Key santai sambil mengedikkan dagunya ke arah dimana Hyeo So berdiri. Di belakang Jonghyun persis bersama Hyung Sae. Semuanya kini menatap Hyeo So, menuntut pengakuannya.

“Ah! Itu benar. Kami tidak berciuman kok. Dan aku juga tidak menyukai Key Sunbae.” Aku Hyeo So dengan tegas.

“Dan sekarang aku benar-benar serius, Hyung. Aku memohon restumu. Aku tidak main-main. Aku mencintai adikmu. Maukah kau mempercayaiku untuk menjadi kekasihnya?” pinta Key sambil mengeratkan genggaman tangannya di jemari Shin You. Jonghyun tampak berpikir sebentar lalu ia pun mengangguk dan tersenyum.

“Ne. As your wish, Nae Dongsaeng!” Jonghyun mengusap puncak kepala Shin You dan Shin You langsung menghambur, memeluk kakak satu-satunya itu.

“Gomawo, Oppa. Jonghyun Oppa nomu jjang!” puji Shin You di sela-sela pelukannya. Aita, Key, Jinki, Yurra, Taemin, Hyeo So dan Hyung Sae tersenyum melihat pemandangan yang sangat mengharukan di hadapannya itu. Tapi Minho dan Nhaena tampak kecewa dibuatnya. Hati mereka terasa berdenyut-denyut kesakitan sekarang.

“Gomawo, Calon Kakak Ipar!” celetuk Key sambil memeluk Jonghyun dan dibalas dengan satu jitakan oleh Jonghyun di kepalanya.

“Kkaja, semuanya! Kita berangkat sekarang!” ajak Taemin bersemangat disusul Hyeo So dan Hyung Sae yang lengkap dengan kandang yang di dalamnya terdapat si Pochi.

“Cih, mau liburan saja pakai bawa-bawa peliharaan segala. Ngga bermutu!” cibir Taemin ketika bertemu pandang dengan Hyung Sae. Hyung Sae hanya menyeringai.

“Bukankah kekasih harus selalu bersama-sama dengan kita kemana pun kita pergi? Karena dia kekasihku maka aku harus membawanya kan? Sungguh malang nasibmu karena belum pernah merasakan memiliki seorang yeojachingu, Nae Dongsaeng..” Hyung Sae terkekeh setelah sukses menggoda adik kembarnya itu lalu pergi meninggalkan Taemin yang tampak kesal.

“Apa-apaan dia? Sudah tak normal kah dia sampai anak harimau saja dia jadikan kekasih?? Lebih baik tak punya pacar jika harus memacari seekor binatang.” ejek Taemin dengan wajah kesalnya.

“Sudahlah, Oppa. Jangan ribut lagi. Kau duluan kan yang mengejeknya?” Hyeo So berkata sambil memutar kedua bola matanya heran.

Sedangkan di sisi lain, Jinki berjalan berdampingan dengan Yurra dan Nhaena yang berada di samping kanan dan kirinya. Jinki terus memperhatikan wajah Yurra di setiap dirinya memiliki kesempatan dan beruntungnya Nhaena tak menyadari itu. Terlebih lagi Yurra, dia lebih memilih cuek dengan keadaan sekitarnya.

“Tersenyumlah, Kakak Ipar. Kau tampak lebih cantik jika sedang tersenyum. Percayalah!” bisik Jinki di telinga kiri Yurra. Wajah yeoja itu langsung merona dan memanas. Jinki hanya bisa tersenyum menahan tawanya ketika dilihatnya perubahan ekspresi di wajah Yurra. Entah kenapa, semenjak Yurra mengaku cinta kepadanya, membuat Jinki ingin terus melihat ekspresi wajah Yurra yang terlihat sangat menyukainya. Dan dengan cara menggodanya seperti inilah Jinki menjadi kecanduan melihat ekspresi gugup dari yeoja itu. Jinki merasa senang dengan sikapnya itu sekarang. Yurra terus menunduk  dan diam saja menutupi wajah meronanya akibat ulah iseng Jinki.

“Oppa! Di Maldives nanti aku ingin snorkeling. Oppa mau menemaniku kan?” tanya Nhaena pada Jinki ketika mereka semua sedang memasuki pesawat. Jinki tersenyum dan tersadar kalau Yurra berada di belakang mereka dan pastinya akan mendengar percakapannya dengan Nhaena.

“Oh, tentu saja! Kakakmu ini juga pasti tertarik untuk bergabung dengan kita kan?” tanya Jinki sambil tersenyum iseng dan melirik Yurra. Yurra hanya bisa membuang muka. Jinki terkekeh.

“Ah, ide bagus! Setahuku, Yurra Eonni memang sangat menyukai kehidupan bawah laut. Iya kan, Eonni?” Nhaena yang tidak tahu apa-apa dengan maksud dari pertanyaan Jinki sepertinya justru membantu Jinki melancarkan aksi isengnya yang langsung terencana begitu saja di otak Jinki. Mendengar adiknya bertanya seperti itu, Yurra menjadi gugup dan bingung akan menjawab apa. Yurra tahu, Jinki sekarang sedang menjebaknya. Tapi apa maksud dia sebenarnya? Batin Yurra.

“Ne, ne. Arasseo. Aku ikut dengan kalian.” Kata Yurra lalu duduk di bangku pesawat yang sesuai dengan nomor di tiket pesawatnya. Nhaena pun hampir saja duduk di samping Yurra sesuai dengan apa yang tertera di tiketnya. Tapi Jinki buru-buru menyambar tiket Nhaena dan menukarnya.

“Ah, tiket milik kita tertukar, Chagiya.. Ini milikmu. Kau duduklah dengan Minho di belakangku.” Nhaena yang sempat kaget akhirnya percaya dan mereka berdua bertukar posisi duduk. Jinki tersenyum penuh kemenangan.

“Ya! Apa yang kau lakukan di sini?!” tanya Yurra sedikit membentak.

“Aigoo.. Pelankan suaramu. Ini di dalam pesawat, bukan di dalam angkutan umum, Nona Han Yurra..” nasihat Jinki sambil tersenyum ramah. Yurra mengedikkan bahu dan memutar kedua bola matanya.

“Michin namja!” gumam Yurra yang dapat didengar oleh Jinki.

“Aku memang gila dan aku telah membuatmu tergila-gila padaku. Bukankah kita serasi jika kita bersama? Crazy Couple! Pasti akan mengasyikkan!” kata Jinki lagi membuat Yurra reflek menatap kedua mata Jinki lekat-lekat. Sedangkan Jinki hanya membalasnya dengan tersenyum lembut.

“Apa? Aku hanya ingin lebih mengenal seperti apa Kakak Iparku sendiri.” Kata-kata Jinki sukses membuat Yurra terperangah dibuatnya. “Dan jika aku menyukai semua sifatmu, bagaimana jika aku meminta Tuhan untuk memberikanku kesempatan memilih calon tunanganku sekali lagi? Dan saat itu, sepenuhnya aku akan selalu melihatmu.”

@@@

 

@@@

“Kenapa kau duduk denganku?” tanya Minho begitu mendapati Nhaena sudah duduk di sampingnya.

“Kata Jinki Oppa tiketku dan tiketnya tertukar. Jadi ya.. Aku duduk di sini. Bersamamu.” Kata Nhaena innocent.

“Aiish.. Kau nekat Jinki Hyung! Sekarang kau membohongi tunanganmu sendiri. Apa kau berniat berselingkuh, Hyung?? Kau benar-benar salah memilih langkah sekarang, Hyung.” Gumam Minho lirih.

Minho cepat-cepat menepis pikirannya tentang kakak kandungnya itu. Itu masalah pribadi kakaknya. Toh, sebelumnya dia sudah pernah mengingatkan kakaknya.

Pandangan Minho kini teralih melihat Key dan Shin You yang duduk bersebelahan di samping bangkunya. Hatinya mencelos melihat Shin You yang terlihat bahagia bersama namja lain, bukan dengan dirinya. Dan nyatanya, memang hanya Key lah yang berhasil membahagiakan dan mengembalikan Shin You menjadi Shin You seperti semula. Minho mengakui itu. Namun ia merasa kecewa karena ia tak bisa menjadi sosok yang diharapkan oleh Shin You.

“Arrgh.. Kepalaku pusing, Key-ah..” kata Shin You tiba-tiba sambil memegangi pelipisnya. Minho yang mendengar suara rintihan Shin You hendak menghampiri yeoja itu. Namun segera diurungkan niatnya mengingat siapa dirinya dan ada siapa di samping Shin You sekarang.

“Mwo? Mananya yang sakit? Sini, bersandarlah di bahuku.” Kata Key menuntun kepala Shin You untuk bersandar di bahunya. Shin You tak menolaknya dan justru terlihat nyaman. Key reflek menyelipkan satu tangannya di balik punggung Shin You dan menarik tubuh yeoja itu agar jatuh ke dalam pelukannya. Pasangan itu terlihat serasi dan bahagia.

“Kau menyukai Shin You?” suara Nhaena mengagetkan Minho. Minho hanya diam dan tersenyum kecut menanggapinya.

“Aku juga masih mencintai Key.” Minho terbelalak. Tak disangkanya Nhaena masih memiliki perasaan pada Key. Minho mengira Nhaena sudah tak memiliki perasaan apapun pada Key sejak yeoja itu sudah menentukan pilihan pada kakaknya. Baru Minho sadar, ternyata kegelisahan Jinki akhir-akhir ini ada hubungannya dengan perasaan Nhaena yang masih belum berpindah dari Key. Dan sudah barang tentu, Jinki tak mungkin tak tahu masalah ini.

“Nasib kita sama, Minho-ssi.” Tambah Nhaena sambil tersenyum.

“Aniyo. Jelas berbeda. Aku tidak memiliki seorang yeoja yang bisa menghibur dan menerimaku meskipun aku mencintai yeoja lain dan yeoja yang kucintai itu memilih namja lain. Sedangkan kau? Kau memiliki Jinki Hyung yang bersedia berada di sampingmu. Menjagamu dan menyayangimu. Kau lebih beruntung. Seharusnya kau bisa mencintai namja sebaik Jinki Hyung. Dia telah banyak berkorban perasaan untukmu. Kau tidak mungkin tidak tahu kalau Jinki Hyung juga mengetahui perasaanmu pada Key kan? Tapi mengapa kau membiarkan saja dan membuatnya terus menunggu dan merasa sakit? Saranku, jika kau tak benar-benar mencintainya, lepaskanlah kakakku. Biarkan dia bahagia bersama yang lain. Dia kakakku. Aku sangat menyayanginya dan apapun akan kulakukan untuk membuatnya bahagia. Arrasseo? Permisi.” Kata Minho mengakhiri kuliah singkatnya untuk Nhaena yang hanya bisa terpaku dengan semua perkataan Minho. Minho meninggalkan Nhaena menuju toilet pesawat.

@@@

 

@@@

“Apa kau membawa bekal makanan?” tanya Jonghyun sambil mengobrak-abrik isi dalam tas yang dibawa Aita. “Aku benar-benar kelaparan sekarang.” Tambahnya lagi.

“Oppa! Jangan memalukan! Ini di pesawat. Jika kau mau, aku bisa memanggilkan pramugari untuk membawakanmu makanan.” Kata Aita memberikan solusi yang lebih tepat.

“Ah iya. Aku lupa. Habisnya.. Ada kamu sih di sampingku. Jadi, aku lebih cepat merasa lapar.” Goda Jonghyun sambil menatap Aita nakal. Aita hanya tersenyum. Merasa aneh dengan kata-kata bualan Jonghyun yang sedikit ngawur dan ‘maksa’.

“Seperti inikah sifat asli dari seorang Kim Jonghyun?” Yeoja itu kini sibuk memberesi isi tasnya yang dibuat berantakan oleh Jonghyun.

“Emm.. Maybe. Mungkin sifat bawaan dari Appa. Kata Eomma, semasa muda dulu, Appa mirip sepertiku. Yaa.. Seorang Casanova gitu deh..” Kata Jonghyun sambil tertawa bangga. Lagi-lagi Aita hanya bisa tersenyum. Menurutnya, namjachingunya ini sangat unik. Dan keunikan itu tentu bukanlah suatu keburukan. Justru dengan sifat Jonghyun yang humoris seperti itu, membuat Aita terhibur dan tak pernah merasa bosan.

“Jiccayo??” tanya Aita berpura-pura tak percaya dan memasang ekspresi ingin tahu.

“Kau tidak percaya? Aaah.. Changkamman. Matamu.. Bola matamu..” Jonghyun memulai aksinya. Namja itu mendekatkan wajahnya ke wajah Aita. Dan satu tangannya menelusuri lekuk wajah Aita. Mukanya berubah menjadi serius. Dan tatapannya melembut.

“Ada apa dengan mataku, Oppa?” Aita tak semudah itu terjebak. Dia bisa menebak apa yang akan dilakukan namjachingunya ini padanya. Namun, yeoja itu tetap berpura-pura tak tahu dan mengikuti permainan Jonghyun seakan-akan dia telah terjebak di dalamnya.

“Matamu sangat indah.. Nomu yeppoda. Matamu mengingatkanku pada seseorang, Chagiya..” kata Jonghyun yang masih sibuk memainkan jari telunjuknya menelusuri lekuk wajah Aita.

“Nugu, Oppa?” tanya Aita dengan suara yang ia buat sedemikian rupa menjadi manja.

“Kau sepertiii..”

PLETAK!

“Ah, appooo..” Jonghyun meringis begitu sebuah high heels mendarat di kepalanya. “Ya! Kau Taemin! Kenapa memukulku dengan sepatu high heels?!” marah Jonghyun sambil menengok ke belakang dan menunjuk Hyung Sae yang duduk persis di belakangnya yang sedang menatapnya bingung.

“Kok jadi aku sih?? Aku tak tahu apa-apa, Sunbae!” kesal Hyung Sae menjadi ikut terbawa emosi.

“Hahahaha! Hahahaha!” Taemin tertawa-tertawa di bangkunya. Hyeo So pun tak kuasa menahan tawa.

“Makanya, jangan genit, Hyung! Bagaimana? Enak tidak tipukanku?” kata Taemin masih terbahak sambil memegangi perutnya. “Ternyata sepatumu berguna juga, Hyeo So-ah..” Hyeo So hanya mengangguk menahan tawanya yang akan lepas lagi. Sedangkan Hyung Sae hanya memijat pelipisnya merasa pusing karena justru ia lah yang dijadikan sasaran amukan Jonghyun.

“Kenapa bisa aku yang jadi sasaran amukannya??? Apa si Playboy itu tak bisa membedakanku dengan Taemin? Cih.. Dia hanya bisa merayu wanita saja..” gumam Hyung Sae yang masih merasa kesal.

“Ya! Kau Taemin! Benar-benar menggangguku saja.” Jonghyun tak kalah kesal. “Mianhamnida, Wakil Ketua. Soalnya kalian ini mirip sekali sih.” Kata Jonghyun lagi lalu membungkuk ke arah Hyung Sae sambil duduk.

“Kita memang kembar, Pabo!” batin Hyung Sae sambil menatap Jonghyun sinis.

“Sudahlah, Oppa. Itu tandanya kau tak berhasil merayuku. Jangan merayuku lagi. Arrasseo? Aku mau tidur.” Aita mengubah posisi duduknya lalu tertidur.

“Ya! Chagiya! Aiish..” Jonghyun semakin kesal.

@@@

 

@@@

Sudah sejak 15 menit yang lalu Minho berada di toilet. Di depan cermin washtaffel, Minho terus menatap bayangan dirinya. Sesekali ia membuka keran dan membasahi wajahnya untuk menghilangkan penat yang mulai memenuhi pikirannya.

Minho menghela nafasnya panjang lalu ia memutuskan untuk kembali. Ketika ia membuka pintu toilet, ia melihat seorang yeoja dengan rambut yang hitam dan panjang sepinggang berdiri membelakanginya. Minho menatap yeoja itu dengan alis berkerut untuk sesaat. Namun sedetik kemudian, ia memilih untuk tidak peduli dengan yeoja asing itu.

Ketika Minho berjalan dan melewatinya, yeoja itu menjatuhkan sesuatu.

“Ah!” sebuah suara terdengar yang Minho yakini berasal dari bibir yeoja itu. Ternyata, ponsel yeoja itu terjatuh dan Minho reflek membungkuk untuk memungut ponsel dengan hiasan spotlight berwarna putih itu. Minho masih memperhatikan ponsel itu ketika Minho berusaha berdiri.

“Xie-xie..” ucapan terima kasih yeoja itu sontak membuat Minho tersentak. Minho seakan teringat pada seseorang yang dulu juga cukup sering mengucapkan ucapan terima kasih menggunakan bahasa cina. Minho langsung mendongakkan kepalanya melihat wajah yeoja yang mengenakan dress putih berenda itu.

Dalam kedua bola mata Minho tertangkap sosok yeoja yang tak asing di matanya. Ya, yeoja itu. Dia adalah..

“Ah, are you not a Chinesse? I’m sorry. But, thanks. I think I must be carefull again.” Kata yeoja itu sambil tersenyum dengan mengubah bahasanya. Ya, senyum yang masih sangat teringat jelas dalam benak Minho beberapa tahun ini. Dan yang ada di pikiran namja itu adalah yeoja yang berdiri di depannya ini juga seorang Chinesse! Akankah ini kebetulan belaka?  Atau dia memang.. ?? Batin Minho.

Yeoja itu tersenyum lagi sebelum ia akan melangkahkan kakinya pergi. Minho yang sempat terpaku, segera sadar dan meraih tangan yeoja itu.

“Excuse me. Victoria Song? Are you Victoria Song?? Are you Song Qian? Actually, who are you?”

@@@

 

To Be Continue…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 6”

    1. Yap. Cast baru yang cukup berpengaruh juga buat alur cerita ff ini. 😀 Gimana? Menarik ngga aku masukin Victoria? 😉
      Jjong emmang player sejati. Wkwk.. 😀 Tapi dia playboynya setia yah.. #kecupjjong #dihajarblingers 😀 😀
      Onkey dokey.. ^^

  1. wah nambah cast baru, victoria..
    Jinki bukannya cepetan milih, malah selingkuh ntar yg ada 22nya tersakiti.. Shin you akhirnya juga maafin.. Penasaran liburannya bakal kaya gimana..

    1. Iya. Gimana? Ngga aneh kan kalo aku masukin Vic ke ff ini? 😉
      Ya Jinki masih galau si.. Jadi gitu deh. Dia lagi coba menemukan perasaannya itu sebenernya buat siapa. 🙂 #ceileh 😀
      Onkey, jadi tunggu part selanjutnya yaa.. ^^

  2. Minho buat gueeeeeee minhooo buat gueeeeee #jedukh
    Udah lah, nhaena itu kalo ga sama Taemin ya sama Hyungsae. Tinggal Minho kan sisanya? Buat aku!!! #ditampar
    Yakk itu Jonghyun genit amat aduuuhhh itu Aita bisa berangkat badan satu pulang bawa ekor #dugh
    Vic nongol lagi? Jadi ga jadi mati dong?? #kepo
    Lanjut authorrr XDD

  3. aigoo.. victoria eonni nya balik lagi tuh ya? berarti gimana hubungannya key sm shin you? renggang lagi ga kira2? waa.. makin complicated aja nih. keren keren!!

  4. wahh akhirnya key-shinyou bersatu jg..
    jinki mau selingkuh? tp aku jg lebih suka sihh kalo Jinki nya ma yurra drpd ma Nhaena..
    hyung sae kyaknya mulai suka ma hyeo so, aisshh aku lbih suka hyeo so ma taemin..
    victoria? buknnya dia udh mninggal yaa??
    lanjut ke next part..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s