Broken Home VS Broken Heart – Part 5

Title : Broken Home vs Broken Heart part-5

Author : Silvi a.k.a Lee Kyung Mi

Main Cast : Choi Minho

Park Jiyeon

Support Cast : Lee Kyung Mi

Lee Jinki

Choi Min Jung

Song Yoon Ji, etc

Length : Sequel

Genre : friendship, romance, sad

Rating : PG-13

Summary :

Akhirnya kami berhasil keluar dari café ini. Aku membawa yeoja ini ke tempat café lain yang terdapat disebelah café tadi. Aku pun memesan dua minuman yang panas. Dan yeoja itu kini serius menyeruput minumannya. Aku terus memikirkan Yoon ji, kenapa dia bisa ada di Seoul? Sejak kapan dia ada disini? Jincha! Dia bersama namja yang mungkin saja namjachingunya. Apakah dia sudah sepenuhnya melupakanku? Kenapa dia cepat sekali melupakanku ? Dan dengan mudahnya mendapatkan namjachingu yang baru. Sedangkan aku? Aku masih mencintainya, aku tidak bisa melupakannya apalagi mendapatkan yeojachingu. Rasanya aku ingin sekali menangis. Tapi, ku urungkan, aku malu jika menangis dihadapan yeoja ini. Yang ada dia akan manertawaiku.

***

“Yaaa!!! Apa kau…” kata-kataku terpotong saat aku melihat siapa orang yang menabrakku tadi. Dia adalah namja itu, namja yang selalu membuatku sial. Aissh…kenapa sih disaat hari libur seperti ini malah bertemu dengannya? Padahalkan aku berharap sehari ini tidak bertemu dengannya. Jincha!

“Neo?! Sedang apa kau disini?” katanya.

“Mwo? Kau bertanya aku disini sedang apa? Memangnya kau disini mau apa?! Huh, aneh!” kataku ketus.

“Onew hyung! Kau dimana?!” teriak namja itu sembari mencari-cari Onew sunbae. Aku jadi teringat dengan Kyung mi. Sepertinya tadi dia ada disebelahku, tapi kenapa dia tidak ada? Dimana dia? Aku tidak melihatnya. Apa Kyung mi dan Onew sunbae pergi… bersama? Ya! menyebalkan!

“Kyung mi-ah!!!” teriakku juga.

“Apa mereka pergi bersama?” tanyaku dan juga namja itu bersamaan, kami pun saling pandang dan pergi mencari mereka berdua bersamaan. Aku dan juga namja ini terus mencari mereka masih di Muju Resort. Akhirnya kami menemukan mereka berdua sedang meluncur bersama. Aigo…mereka ini! Aku dan namja ini meluncur dengan cepat ke arah Onew sunbae dan juga Kyung mi.

Bruk!

Aku menabraknya dan terjatuh tepat di atas punggungnya, ini pasti gara-gara aku tidak bisa menjaga keseimbangan. Ingin sekali rasanya aku tertawa melihatnya kesakitan. Ini dia membalasanku. Tapi, jujur ini bukan sengaja, aku tidak sengaja menabraknya.

“Mianhae, aku tidak sengaja.” Ucapku merasa bersalah.

“Yaa! Apa maksudmu? Kau mau balas dendam? Lihat itu! Mereka sudah semakin jauh.” Ujarnya.

“Mianhae, aku tidak sengaja. Aku tidak bisa menjaga keseimbangan tadi.”

“Tidak bisa ya, tidak bisa saja! Palli! Kita kejar lagi. Tapi, awas kalau kau seperti tadi!” katanya sembari meluncur kembali. Kini aku meluncur dengan hati-hati.

“Kemana mereka? Ini semua gara-gara kau!” Bentaknya.

“Ne, mianhae! Aku kan sudah bilang maaf, kenapa kau terus menyalahiku sih?!” kataku yang tak kalah kesalnya.

“Cepat kau telepon chingumu itu! Aku juga akan menelepon hyung.”

“Ne.” belum sempat aku menekan tuts, dia sudah memberikan syarat agar aku tidak usah meneleponnya.

Minho P.O.V

Saat aku menyuruhnya untuk menelepon chingunya, tiba-tiba ada yang meneleponku, kulihat nama yang tertera di layar. Ternyata Onew hyung, aku pun mengisyaratkannya untuk tidak menelepon chingunya itu.

“Yeoboseyo. Yaa! Kau ada dimana sih, hyung? Apa kau bersama…” aish, aku tidak tau namanya.

“Ne, Kyung mi bersamaku. Minho-ah, kau antarkan Jiyeon pulang ya?! Rumahmu kan berdekatan dengan rumahnya. Jaga dia!” kata Onew hyung di seberang sana.

“Ya! Ya! Ya! Apa maksudmu, hyung? Kau ada dimana?!”

“Kau tidak perlu tau aku dan juga Kyung mi ada dimana. Pokoknya, kau harus mengantarkannya pulang! Arasseo?!” setelah Onew hyung selelsai berbicara, dia segera memutuskan sambungannya. Aku masih tidak mengerti dengannya. Aiishh…jincha!

“Waeyo?” tanyanya.

“Onew hyung memang sedang bersama teman-mu itu. Dan…dan…”

“Mwo?”

“Dan mereka menyuruhku mengantarmu pulang.”

“Aiisshh…shireo! Aku tidak mau pulang bersamamu!” katanya.

“Ne, aku juga tidak mau!” aku pun beranjak pergi meninggalkannya. Sebenarnya aku takut meninggalkannya sendirian. Bukannya apa-apa. Tapi, aku takut terjadi sesuatu padanya. Dia kan seorang yeoja. Aku pun memutuskan untuk kembali ke tempat dia duduk. Dan untung saja dia masih ada.

“Wae? Kenapa kau kembali lagi?!” tanyanya.

“Kajja! Aku tidak mau mereka memarahiku.” Ajakku, ia pun menuruti ajakkanku. Aku pun memboncenginya dengan motorku. Benar-benar dingin disini, bagaimana tidak? Sekarang kan musim dingin. Walaupun aku sudah memakai baju yang berlapis-lapis, tapi tetap saja dingin. Segera kuberhentikan motorku di sebuah café. Aku ingin membeli minuman yang hangat, agar tubuhku tidak membeku.

“Mau apa kita kesini?” tanyanya bingung.

“Ikut saja!” jawabku sekenanya. Dia pun mengikutiku masuk kedalam café ini dan duduk berhadapan denganku. Saat aku menyeruput minuman yang panas ini, tiba-tiba aku melihat sosok seorang yeoja yang tak asing dimataku. Aku sangat mengenalnya. Dia adalah Yoon ji – mantan yeojachinguku, inilah yang menyebabkan kenapa aku kembali ke Seoul. Dia bersama seorang namja? Apakah itu namjachingunya yang baru? Tapi, kenapa dia ada disini? Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya? Lebih baik aku cepat-cepat pergi dari sini.

“Kajja!” kataku sembari menarik paksa tangannya.

“Yaa! Aku kan belum meminum minumannya.”

“Di café lain saja.” Akhirnya kami berhasil keluar dari café ini. Aku membawa yeoja ini ke tempat café lain yang terdapat disebelah café tadi. Aku pun memesan dua minuman yang panas. Dan yeoja itu kini serius menyeruput minumannya. Aku terus memikirkan Yoon ji, kenapa dia bisa ada di Seoul? Sejak kapan dia ada disini? Jincha! Dia bersama namja yang mungkin saja namjachingunya. Apakah dia sudah sepenuhnya melupakanku? Kenapa dia cepat sekali melupakanku ? Dan dengan mudahnya mendapatkan namjachingu yang baru. Sedangkan aku? Aku masih mencintainya, aku tidak bisa melupakannya apalagi mendapatkan yeojachingu. Rasanya aku ingin sekali menangis. Tapi, ku urungkan, aku malu jika menangis dihadapan yeoja ini. Yang ada dia akan manertawaiku.

Jiyeon P.O.V

Aneh sekali sikapnya, kenapa dia keluar dari café itu dan malah ke café ini? Memangnya ada apa disana? Ah, sudahlah itu bukan urusanku. Sekarang yang penting ia yang membayar semuanya.

“Kau yang membayarnya kan?” tanyaku.

“Heum.” Jawabnya. Aish…ada apa dengannya? Aneh. Tidak seperti biasanya dia seperti ini. Pasti dia tidak akan membayar ini semua, pasti dia yang menyuruhku. Dan sekarang dia jadi banyak diam, seperti sekarang. Ah, biarlah.

Drrrtt…drrtt…

Kurasakan ponselku bergetar. Aku segera melihat siapa yang mengirim sms. Ternyata Kyung mi yang smsku.

Jiyeon-ah apa kau sdng bersamanya? Mianhae aku sdh meninggalkanmu.

Aku pun segera membalas pesannya.

Ne, aku bersamanya. Yaa! Aku mrah pdamu! Kau ini mnyeblkan skali, kau tau kan, aku & dia bermusuhan? Knp kau malah menyuruhku plng bersamanya?!!

Drrrttt…drrrrtt…

Tak lama kemudian Kyung mi membalas pesanku.

Jeongmal mianhae, Jiyeon-ah. Ini smua ide Onew sunbae. Jeongmal mianhae.

Ne. jawabku singkat. Kini aku sedikit kesal padanya.

“Kajja! Sudah habis kan?” tanyanya sembari menarik tanganku kembali, aku pun melepaskan tangannya yang menarik tanganku.

“Aku bisa jalan sendiri!” Kataku.

Kini dia benar-benar mengantarku sampai depan rumah. Dan ternyata benar apa yang dikatakan Onew sunbae, rumahnya berada di sebelah rumahku. Kenapa selama ini aku tidak pernah tau keberadaannya? Mungkin saja memang aku yang tidak ingin tau keberadaanya. Lagian, dia kan tinggal di Paris. Jadi, mana aku tahu ada namja sombong di perumahan ini.

“Gomawo.” Ucapku, sebelum dia beranjak.

“Ne.” Katanya lirih, lalu beranjak ke rumahnya.

***

Aiishh…sudah jam berapa ini? Aah, Jiyeon-ah. Kau selalu saja seperti itu! Aku pun segera mandi, menyiapkan pelajaran, memakai seragam, kaos kaki dan sepatu. Aku mengayuh sepedaku dengan cepat. Aku memakirkan sepedaku dan terdengar bunyi bel, aku pun segera ke kelas.

“Untung saja sonsaengnim belum datang.” Kataku sembari tersenyum.

“Ya! Kau tidak marah padaku kan, Jiyeon-ah?” Tanya Kyung mi. Tapi, aku tidak menjawabnya, karena Choi sonsaengnim sudah masuk kelas dan memulai pelajaran.

Treeet…treett…

Bel istirahat pun berbunyi, Choi sonsaengnim sudah keluar kelas. Aku segera melangkahkan kakiku ke kantin. Tiba-tiba ada yang menarik tanganku.

“Jiyeon-ah, kau tidak marah kan?” aku membalikkan badanku.

“Annio.” Jawabku singkat.

“Aah, gomawo. Kajja!” Kata Kyung mi sembari menarik tanganku. Tiba-tiba seseorang memanggil namaku dan Kyung mi.

“Jiyeon-ah! Kyung mi-ah!” aku dan Kyung mi pun segera mencari asal suara itu. Terlihat Onew sunbae berlari kearah kami.

“Wae, sunbae?” tanyaku.

“Minho tidak masuk kan hari ini?” Tanya Onew sunbae.

“Ne. Waeyo?” jawab Kyung mi.

“Minho sakit, dia sakit.” Katanya yang membuatku dan Kyung mi menganga.

“MWO?!” kataku dan Kyung mi bersamaan. Sonsaengnim tidak memberitau soal ini. Kurasa, kemarin dia baik-baik saja. Kenapa sekarang dia sakit?

“Ne. Memangnya kemarin dia kenapa? Kalian kemana saja, Jiyeon-ah?”

“Annio, kita hanya minum di sebuah café. Kemarin dia baik-baik saja, sunbae. Tapi, dia agak aneh. Saat kami sedang meminum minuman yang kami pesan, dia malah menarikku keluar, dan pindah ke café sebelahnya. Seperti…melihat sesuatu. Dan dia juga mau membayarkan minumanku. Aneh kan?” Ucapku.

“Ne, aneh sekali dia. Sifatnya beda.” Kata Kyung mi.

“Aah, gomawo kau sudah memberitauku. Apa kalian mau ikut menjenguk Minho?”

“Heum, aku tidak bisa, sunbae. Aku ada acara keluarga.” Kataku berbohong. Mana mungkin ada acara keluarga sedangkan eomma dan appa saja sibuk dengan pekerjaannya. Aku hanya malas saja.

“Gwaenchana. Aku akan pergi sendiri.” Kata Onew sunbae yang sedikit kecewa dengan jawabanku.

“Aku mau!” kata Kyung mi. Onew sunbae pun tersenyum.

***

Apa benar dia sakit? Aah, untuk apa aku memikirkannya. Daripada aku bosan dirumah, lebih baik aku ke taman saja.

Saat tiba ditaman aku terpaku pada seorang namja dan yeoja sedang berbicara dengan serius. Aku pun mendekati mereka, aku ingin memastikan namja itu siapa. Sepertinya, sudah tidak asing bagiku.

Omo~ jincha? Namja itu adalah namja yang menyebalkan. Dia Minho. Sedang apa dia disini bersama yeoja pula? Katanya dia sakit, kenapa dia bisa ada disini? Apa dia hanya berpura-pura sakit?

Saat aku ingin memutar badanku kembali menuju rumah, tidak sengaja aku mendengar pembicaraan mereka.

“Sejak kapan kau pindah ke Seoul?” kata namja itu.

“Kemarin, aku baru saja pindah. Karena Jonghyun oppa.” Jawab yeoja itu.

“Oh, jadi dia yang sudah membuat kau memutuskanku?” oh, jadi yeoja itu, memutuskan hubungannya dengan Minho? Malang sekali dia. Aah, biarkan saja. Aku tidak peduli.

“Annio, bukan hanya karena dia. Memang karena kita sudah tidak cocok, Minho-ah. Kau harus mengerti!”

“Ne, arasseo. Ya sudah, aku mau pulang.” Kata namja itu lalu beranjak pergi meninggalkan yeoja itu sendirian. Ternyata dia bisa seperti itu? Dia bisa sedih? Dia bisa luluh dengan yeoja itu? Dia tidak tau harus berkata apa saat yeoja itu membentaknya? Aigoo…aku baru tau dia bisa seperti itu. Sepertinya dia sangat menyukai yeoja itu. Aku pun mengikuti langkah namja itu dengan mengendap-endap.

Bruk!

Omo! Dia terjatuh, apa dia pingsan? Jincha? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku pun menghampirinya, meskipun aku tidak tau harus bagaimana. Ya, aku teringat Kyung mi dan Onew sunbae. Mereka kan sedang ada di rumahnya. Aku pun segera menelepon Kyung mi.

“Yeoboseyo, Jiyeon-ah. Wae? Ada apa?” Tanya Kyung mi di seberang sana.

“Cepat kau ke taman dekat rumahku!! Dia pingsan! Dia ada disini. Palli!!” ucapku panik.

“Ne, aku dan Onew sunbae akan segera kesana.” Aku pun menyudahi pembicaraan kami. Aku sangat khawatir dengan keadaannya. Aku segera memegang keningnya, untuk memastikannya. Omo! ternyata dia memang sedang sakit. Keningnya panas, dan badannya pun gemetar.

Tak lama kemudian, Kyung mi dan Onew sunbae pun sudah datang.

“PALLI!!” teriakku. Mereka pun segera membantuku mengangkatnya. Aishh…berat sekali dia. Untung saja ada mereka, jadi aku bisa membawanya bersama mereka. Kami pun membawanya ke rumahnya. Saat tiba dirumahnya, wanita paruh baya pun membukakan pintu yang tak lain adalah eomma namja ini. Terlihat wajah eomma-nya yang panik dan sangat khawatir pada anaknya.

“Minho-ah, kenapa kau malah jalan-jalan? Kau kan sedang sakit. Anak ini selalu saja seperti ini!” Kata eomma Minho. Kami pun membaringkan Minho di atas tempat tidurnya.

“Gamsahamnida, kalian sudah menolongnya dan kalian sudah mau menjenguknya. Mianhae telah merepotkan kalian.” Kata ahjumma setelah kami berada di teras depan.

“Ne, cheonmaneyo, ahjumma. Gwaenchana.” Jawabku, Kyung mi dan Onew sunbae hampir bersamaan.

“Kalau begitu kami pamit dulu, ahjumma. Semoga Minho cepat sembuh.” Kata Onew sunbae sembari membungkukkan badannya dan diikutiku serta Kyung mi.

“Gamsahamnida, josimhae (hati-hati).”

“Ne.” kata kami bersamaan. Kami pun melangkah keluar rumahnya.

“Hem, kalian kerumah ku dulu ya?! Ada yang ingin aku bicarakan.” Ajakku.

“Ne.” jawab mereka kompak. Kami pun sampai dirumahku yang berada tepat disebelah rumahnya.

“Sebelum dia pingsan di taman, aku sempat mendengar pembicaraannya dengan seorang yeoja.” Kataku serius setelah kami semua sudah duduk di ruang tengah.

“Apa yang mereka bicarakan?” Tanya Onew sunbae penasaran. Aku pun menceritakan apa yang Minho dan yeoja itu bicarakan. Mereka terlihat kaget, sama seperti ku saat itu.

“Apa sunbae mengenal yeoja itu?” tanyaku.

“Annio, aku tidak mengetahui tentang itu. Mungkin dia yeojachingunya saat dia di Paris. Oh iya, dia sempat cerita, kalau dia sudah mempunyai yeojachingu saat di Paris. Tapi, aku tidak tahu wajah yeoja itu dan cerita-cerita lainnya. Dia sudah tidak bercerita lagi padaku, tiba-tiba dia sudah kembali ke Seoul.” Jawab Onew sunbae.

Hem, apa mungkin saat mereka di Paris putus. Dan mungkin Minho pindah kesini karena itu? Ya, mungkin saja.

***

Min jung P.O.V

Aku berlari saat memasuki rumah, aku sangat khawatir dengan keadaan oppa. Eomma meneleponku saat aku sedang dijalan, dan aku sangat terkejut mendengarnya. Sebelumnya, aku tak pernah mendengar dan melihat oppa sakit seperti ini. Ada apa dengannya?

“Eomma~ bagaimana keadaan oppa? Oppa sakit apa?” tanyaku saat melihat eomma sedang menunggu oppa disamping tempat tidur oppa.

“Dia hanya kecapekan saja, Min jung-ah. Kau tidak usah khawatir, besok juga dia sudah sembuh. Kajja! Kita biarkan Minho beristirahat.” Ucap eomma sembari menarikku keluar.

Oppa kenapa?

Ada apa dengan oppa?

Siapa yang membuatmu seperti ini oppa?

Kenapa kau tidak pernah memberitahukannya padaku?

Tahukah kau, aku sangat mencemaskanmu?

Berbagai pertanyaan muncul di benakku. Baru kali ini aku dibuat khawatir olehnya. Aku benar-benar khawatir melihat oppa terbaring lemah diatas tempat tidur. Aku ingin oppa cepat-cepat sembuh. Aku hanya menginginkan itu saja!

***

~ To Be Continued ~

Admin, aku boleh minta tolong gak? Ff yang aku kirim itu belum di revisi. Tolong ya min revisiin. dari part 2 sampe yang part ini. jebaaaaal…. gamsahamnida ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Broken Home VS Broken Heart – Part 5”

  1. siapa yeoja yg beraninya menyakiti my minho?! *ditabok key sm flamers :D* waaa.. makin keren ya ceritanya! good 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s