Me, The Only One For Her

Author             : diahwidya a.k.a widya

Title                 : Me, The Only one for her.

Main Cast        : Lee Taemin, Park Eunmi

Support Cast   : SHINee members, and other.

Genre              : Romance, Sad

Rating              : PG 13

Length             : ONESHOOT

Disclaimer       : FF ini murni buatanku, hasil imajinasiku sendiri dan dibantu dengan beberapa

Film yang bergenre sad. Dan maaf jika masih banyak kesalahan disetiap kata…

Dan FF ini sudah pernah di publish di -> (http://hanakimchistory.wordpress.com)

Dan di wp pribadiku (http://diahwidya.wordpress.com )

Backsound      : Jessica (snsd) ft. Onew (SHINee) – One year later, Sarah Mclachan – angel

I’m back~! Akaka.. akhirnya, selama sebulan hiatus banyak utang buat baca FF deh aku.. dan yaah, pub FF juga, karena otakku lagi seret jadi ke FF yang baru lagi, kali ini kubawakan yang ONESHOOT, kalo yang chapter masih bnyk yang blm kuselesaikan 😥

Oke.. let’s read it~!!

Taemin POV.

Sedari tadi aku hanya dapat melihat yeoja itu dari jarak yang jauh, tak tau mengapa aku merasakan dia tidak baik-baik saja. Kenapa ia melalui kuburan? Untuk apa? Itu bukan arah menuju rumahnya, ku tarik paksa kaki ku untuk melangkah mengikuti arah nya, aku lelaki pengecut yang hanya bisa memperhatikannya dari jarak sejauh mungkin.

Oh, c’mon kemana ia pergi? Kenapa tidak berhenti-berhenti, aku tidak senang berada ditempat yang seperti ini.

—TREP— oh tidak! Kenapa aku menginjak ranting pohon, kulihat dia menghadap kearah belakang, secepat mungkin aku menyembunyikan diriku dibalik pohon yang besar.

Tak lama kemudian, dibalik jalan yang menyeramkan ternyata ada tempat yang paling indah.. danau dan pemandangan yang terbentang luas indah, berbagai bunga yang merekah dengan sangat indah, aku cukup terpukau melihat semua ini.

aku duduk di bebatuan yang dekat dengan pohon, supaya jika Eunmi melihat, aku bisa dengan segera menyembunyikan diriku .

All Author POV.

Eunmi  duduk di tepian danau, Taemin masih bisa memantaunya. Taemin melihat gerak gerik yeoja itu, Eunmi memberikan makanan untuk kucing yang sedang kelaparan, sambil mengusap lembut bulu kucing itu, tebal dan hangat.

Yeoja itu tersenyum, senyuman yang selalu bisa ditangkap oleh mata Taemin dalam jarak yang tidak terlalu jauh, ingin sekali Taemin berada didekatnya, tapi tidak mungkin karena dia tau kalau teman-temanya sangat membenci yeoja culun itu, dan hanya dijadikan bulanan oleh teman-temanya.

“apa yang kau lakukan disana?” Tanya yeoja itu menyadarkan Taemin dari lamunannya. Dia terkejut yeoja itu dapat mengetahuinya, oke.. Taemin telat untuk bersembunyi, dia yang terlalu jatuh dalam lamunannya sendiri.

“eh? Aku hanya kagum dengan tempat ini” jawab Taemin asal, kali ini ia kelabakan, apa yang harus dia katakana? Haruskah jujur kalau dia mengikuti yeoja itu? Maldo andwae!(tidak mungkin).

“aku Eunmi, dan kau?” Tanya Eunmi to the point, membuat Taemin mengernyitkan keningnya, aku kan tidak mengajak nya berkenalan? Pikir Taemin, tapi apa boleh buat.

“aku Taemin, senang berkenalan denganmu” ujar Taemin rada kikuk ketika berjabat tangan dengan yeoja itu, kulitnya putih pucat, dan sedikit hangat.

“apakah kau sakit?” Tanya Taemin seperti dia sudah kenal dekat dengan Eunmi.

“kenapa semua orang selalu bertanya seperti itu padaku? Aku baik-baik saja!” Eunmi pergi mendahului Taemin, tanpa mengucapkan salam perpisahan atau semacamnya.

“hey tunggu!, kita bis pulang bersama kan?”

Didalam mobil mereka hanya dapat berdiam diri, saling berebut mengganti lagu yang diputar, Eunmi menginginkan lagu yang mellow, sedangkan Taemin, lagu R & B.

“yaaa!!” ucap Taemin kesal, Eunmi hanya diam tanpa bersalah ketika ia mengganti lagi dengan lagu mellow.

Few days later

*Kyunghee university*

“hey~ bisakah nanti kita bermain lagi?” Eunmi berbicara kepada Taemin, ketika dia sedang bergurau dengan temannya, sontak teman-teman Taemin mengerutkan dahi nya, tidak percayan jika Taemin bergaul dengan yeoja seperti dia.

“kau yakin berteman dengan dia Taemin?” Ujar salah satu teman Taemin yang bernama Key.

Taemin berpikir keras, dia tidak ingin diejek dengan teman-temanya karena bergaul dengan Eunmi, Eunmi hanya terdia menunggu jawaban dari Taemin.

“In your dream” Kata Taemin dengan nada datar dan dingin, dia tidak melihat Eunmi.

Eunmi tau resiko nya jika dia mengajak Taemin bermain dengannya, dikucilkan oleh temannya karena berteman dengan seorang Eunmi. Alasan yang klise, tapi Eunmi menganggap itu adalah hal biasa yang selalu ia alami. Dijauhi, apa salahnya?

Taemin terus menatap punggung Eunmi yang kelamaan semakin menjauh dan tidak dapat dilihat lagi olehnya. Timbul rasa khawatir apakah dia tidak dapat berteman lagi dengan Eunmi?

Taemin bersikeras seusai kuliah nanti dia akan berkunjung kerumah Eunmi, memastikan dia tidak marah karena ucapannya tadi.

Tidak lama pelajaran terakhir selesai Taemin berjalan cepat dan duduk manis didalam mobil audi nya, menunggu Eunmi dari dalam mobilnya.

Taemin mengemudikan mobilnya dengan perlahan dan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari sana, Taemin mengumpulkan tenaganya hanya sekedar mampir kerumah Eunmi, Taemin memencet bel rumah Eunmi, tak lama kemudian Eunmi keluar pakaian setelan rumah menghiasi tubuhnya.

“maafkan aku, tadi aku hanya…” Taemin menghentikan ucapannya, ketiika melihat Eunmi hanya diam poker face.

“In your dream tuan Lee” Eunmi menutup pintunya kembali.

Taemin mematung, nada yang disampaikan oleh Eunmi, seperti yang ia ucapkan tadi, datar dan terkesan dingin.

“Shit! Damn!” pekik Taemin masih bisa didengar oleh Eunmi, dengan cekatan kenop pintu rumah Eunmi terbuka, tapi lain, yang keluar adalah appanya Eunmi. Taemin hanya bisa diam dan membungkuk segera pergi dari rumah Eunmi.

Taemin memukul stir mobil dengan kesal, “kenapa aku harus berbicara seperti itu padanya!”

Hari demi hari berlalu, Taemin dan Eunmi semakin dekat, dan itu sempat diketahui oleh Key, Onew dan Sulli, membuat persahabatan mereka putus. mereka memergoki Taemin ketika Taemin sedang berjalan dengan Eunmi di malam hari.

@ café

Taemin dan Eunmi sedang bercanda gurau setelah mereka menghabiskan makananya. Tanpa mereka ketahui Onew dan Sulli baru saja melewati café itu.

“ekhmm… ternyata dia sudah berteman dengan yeoja ini” ucap Sulli angkuh, Eunmi hanya dapat menatap Sulli dalam diam.

Taemin sangat gerah melihat kelakuan teman-temannya yang selalu mengejek siapa saja yang dianggap mereka buruk dalam hal penampilan maupun kekayaan.

Taemin mengerang pelan, dia tidak dapat menahan emosi lagi.

“yaaa!! Terserah aku berteman dengannya atau tidak, itu tidak ada urusannya dengan kalian, araseo?” bentak Taemin kesal, Sulli dan Onew hanya dapat memandang satu sama yang lainnya, apa ada yang salah dengan diri Taemin, kenapa Ia lebih membela yeoja itu dari pada temannya sendiri?

Eunmi menjauhkan diri dari Taemin, Ia tidak kuat berlama-lama disana.

Tanpa Eunmi sadari air menetes dari pelupuk matanya, sudah lama Ia selalu dikucilkan oleh teman Taemin, apa? Apa salah dia? Dia hanyalah yeoja biasa.

Taemin menyadari kepergian Eunmi, Ia meninggalkan temannya dan memilih untuk mengejar Eunmi, Taemin dapat mengetahui perasaan Eunmi pasti sangat kacau. Eunmi kalah cepat dari Taemin, Taemin sudah memegang lengan Eunmi, mencegahnya untuk pergi dari sisinya.

“tetaplah berada disisiku, maka kau akan aman” ucap Taemin sambil merengkuh pipi Eunmi, dan menghapus air mata Eunmi dengan ibu jarinya.

“tidak.. dan tak mungkin, tinggalkan aku sendiri!” Eunmi masih bergerak untuk melepaskan dirinya dari rengkuhan Taemin, tapi sia-sia saja, tenaga Taemin lebih kuat dari dirinya.

Taemin memeluk erat tubuh Eunmi, setelah Ia merasakan bahwa Eunmi sudah tidak menangis lagi, melainkan Eunmi menghembuskan nafas beratnya dan kembali menatap Taemin, kali ini dengan pandangan sendu.

“aku mengidap suatu penyakit, penyakit yang tidak dapat disembuhkan” Taemin tersentak, Ia berpikir yeoja ini hanya ingin menipunya supaya Ia menjauhkan diri darinya.

“tidak.tidak mungkin kau sehat, tidak mungkin kau mengidap penyakit” Taemin tertawa sinis dan hanya dibalas dengan tatapan sendu oleh Eunmi.

“Leukimia, aku mengetahuinya 2 tahun yang lalu” kali ini Eunmi membuka rahasia dia yang dia tutupi selama ini.

“dokter bilang, jangan terlalu memikirkan penyakit ini, jika terlalu dipikirkan itu membuat ku nambah lemas dan penyakit ini dapat bergerak dengan cepat, berusaha sebisa mungkin untuk mnghindari pikiran-pikiran yang negative, oleh karena itu aku tidak pernah menunjukkan aku adalah orang yang penyakitan” Kata Eunmi dengan nada serius.

Taemin hanya mendengarkannya dengan seksama, Ia tidak percaya orang yang Ia sayangi terkena penyakit kanker.

“kau.. dan bahkan kau mengatakan jika aku tidak seperti orang yang terkena penyakit,” Eunmi tertawa sinis dan memandang ke atas, melihat bintang yang terbentang luas di langit.

“aku tetap berada disisimu, walaupun kau terkena kanker” ujar Taemin mantap, Eunmi dapat melihat kejujuran Taemin disetiap kata-katanya, matanya… tidak menunjukkan kebohongan.

“a…aku tidak percaya” Eunmi masih ragu untuk mempercayai kata-kata Taemin, Eunmi tidak ingin terhanyut oleh kata-kata yang seperti itu.

“believe me, you know that I love you” Taemin menutup matanya dan merengkuh Eunmi agar lebih mendekat padanya

Chu~

Sebuah material terlembut yang menyentuh bibir Eunmi, Eunmi bisa merasakan tubuhnya dialiri sengatan listrik, dan Ia tidak dapat menolaknya. Semakin dalam ciuman mereka hingga mereka melepasnya.

“masih tidak percaya?” Tanya Taemin sambil menatap manik mata Eunmi.

“I believe you” sebuah senyuman tulus terukir dibibir keduanya, dan Taemin percaya Ia dapat membahagiakan Eunmi walaupun hanya sebentar.

Eunmi dan Taemin semakin dekat, dan itu dibuktikan setiap hari Taemin selalu berada disisi Eunmi, membuat seluruh yeoja menatap sinis Eunmi, tetapi Eunmi tidak terlalu menanggapi itu.

Taemin menemukan profile Eunmi di bukunya. Ia menatap dengan serius, sebuah kata-kata yang membuat Taemin semakin percaya kalau Ia yang pertama mencintai Eunmi dengan tulus.

Hope that someone will wait for me

the only one for me

Taemin membaca kembali profile Eunmi, Hobby Eunmi yaitu melihat bintang dengan jarak yang cukup dekat.

Satu kata yang terlintas dipikiran Taemin

Teleskop

Taemin berpikir keras bagaimana Ia mendapatkan Teleskop, Taemin bertekad untuk pekerja part time demi mewujudkan keinginan Eunmi.

Taemin bekerja disuatu restaurant tidak jauh dari tempat kuliahnya.

Ia mengambil kerja dari jam 4 sampa jam 10 malam, Tak lupa Taemin selalu menanyakan kabar Eunmi kepada appa Eunmi. Yaaa, hubungan Taemin dengan appa Eunmi cukup terbilang sangat dekat, setelah Eunmi memberitahu kepada appanya jika Ia ingin sekali menikmati hidup seperti kalangan remaja, yang dapat memiliki seseorang untuk menyemangatinya, kemudian appa Eunmi mengizinkan Eunmi untuk berpacaran, dan Taemin sangat senang mendapatkan izin dari appa Eunmi.

Ketika Taemin sedang bekerja salah satu dari ketiga teman Taemin datang ke restaurant itu.

Dengan rasa malas, Taemin menghampiri meja itu dan duduk didepan namja itu.

“untuk apa kau kesini?” Tanya Taemin dengan nada tidak senang.

“maafkan kami…” Ujar seorang namja yang bernama Key.

“aku tidak punya waktu untuk membahas tentang itu, mau pesan apa?” Taemin menghindari perkataan yang diucapkan oleh Key.

“dengarkan aku dulu!” Key memegang lengan Taemin ketika Taemin hendak pergi karena Key tidak memesan apa-apa, melainkan untuk bertemu Taemin.

“pergilah dan aku akan memaafkan kalian” kata Taemin dingin dna melepaskan lengannya dari cengkraman Key.

Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, Taemin dapat mengumpulkan unang untuk membeli sebuah teleskop.

Dengan perlahan namun pasti Taemin meletakkan teleskop itu didekat danau tempat pertama Ia selalu menatap Eunmi, tak lama dari situ, Eunmi datang memenuhi keinginan Taemin.

Betapa takjubnya Eunmi melihat sebuah teleskop yang bertengger disana.

“aku membelinya untukmu, untuk keinginanmu melihat bintang dari jarak yang cukup dekat” Taemin memegang erat tangan Eunmi, ketika melihat Eunmi tersenyum senang, Eunmi memeluk Taemin dengan tiba-tiba, Ia begitu sangat senang, dan sangat bahagia. Bolehkah Eunmi bahagia akan semua ini? Akan jeri payah Taemin demi dirinya?

Setelah Eunmi melihat bintang, Ia merasa hati nya begitu tenang, Eunmi dapat merasakan kalau bintang yang Eunmi tatap adalah eommanya, perlahan air mata menetes dari matanya yang indah. Tubuh Eunmi semakin melemas, Eunmi tidak dapat lagi menopang berat badan tubuhnya, seketika pandangannya menjadi gelap semua.

Taemin sontak kaget melihat Eunmi terjatuh pingsan disampingnya, dengan cekatan Taemin menggendong Eunmi ala bridal style dan membaringkan Eunmi di jok belakang, dengan kecepatan diatas rata-rata Taemin membawa Eunmi kerumah sakit.

Gelisah. Yaa.. itu yang dirasakan Taemin sekarang, haruskah Ia bertemu dengan appanya untuk mengobati Eunmi? Semenjak appa dan eomma Taemin bercerai, Taemin tidak pernah berhubungan lagi dengan appanya.

Untuk pertama kalinya Taemin menginjakkan kakiknya dirumah appanya, Taemin memencet bel didekat pintu utama itu, tetapi tak kunjung appanya membuka pintu, Taemin mengetuk pintu rumah appanya dengan sedikit marah karena tidak dibuka oleh appanya.

Baru saja Taemin melangkahkan kakinya untuk pergi lagi kerumah sakit, sosok appa Taemin membuka pintunya, Tuan Lee begitu sangat kaget melihat anaknya mengunjungi dirinya.

“obati kekasih ku, dia mengidap penyakit kanker, jebal!” Ucap Taemin to the point tanpa berbasa basi lagi dengan appanya. Tidak sopan, memang karena semenjak perceraian itu Taemin tidak pernah bersikap sopan kepada appanya.

Emosi sudah menguasai nafsu Taemin, dia ingin sekali jika penyakit itu pergi dari tubuh Eunmi, sebulan sudah berlalu, Taemin tetap saja mengunjungi Eunmi walaupun Ia harus pergi dari rumah, kuliah dan ke rumah sakit, jarak rumah sakit dari universitasnya dan rumahnya sangat lah jauh, tapi Taemin tidak memusingkan hal itu, yang penting Ia selalu berada disamping Eunmi itu membuat nya tenang.

Akhirnya Eunmi diperbolehkan pulang oleh dokter, Taemin membantu appa Eunmi untuk mengepak barang-barang Eunmi. Dan mengantarnya pulang sampai kerumah.

“ini berkat appamu, Taemin-ah, dia sangat bijaksana dalam mengurusi hal ini, dan sangat tulus mengobati penyakit anakku, terima kasih” sudah yang keberapa kali nya appa Eunmi mengucapkan terima kasih kepada Taemin dan appa Taemin, Taemin membalasnya dengan senang hati, Ia tersenyum tulus kepada appanya Eunmi.

Dimalam hari, tepat Eunmi sedang duduk disamping Taemin, menikmati indahnya malam dan terpaan angin yang begitu damai.

“jeongmal gomawoyo” ucap Eunmi pelan tapi masih bisa didengar oleh Taemin, Taemin tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.

Tangan Taemin merogoh kantong di celananya, sebuah kotak yang dihiasi oleh butiran mutiara yang kecil, membuat Eunmi terlonjak kaget, ada apa dengan Taemin?

Taemin membuka kotak itu, sebuah cincin berlian yang tengah nya ada sebuah batu berlian 9 karat.

“will you marry me?” Kata Taemin mantap, Ia sudah membulatkan tekadnya untuk menjadikan Eunmi sebagai pasangan hidupnya walaupun nanti Ia harus menghadapi takdir ketika Eunmi sudah tiba waktunya untuk beristirahat ditempat yang abadi.

END~!

Gimana?? Apakah masih ada yang kurang dengan kata-kata nya? Yaah.. sebagai pengganti karena kurang lebih sebulan ini aku gak ngpost FF. hehehe

Gomawo udah sempat baca FF ku 😀

~Widya~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Me, The Only One For Her”

  1. Lumayan lah.. Tata bahasanya, menurutku, cukup bagus.. Cuma feel-nya kurang dapet mungkin krn alurnya sedikit terlalu cepat..
    Ini menurutku lho.. Yg sama sekali blm pernah bisa nulis FF -walaupun aku hobi baca. Jadi, mianhae kalo penilaianku salah..
    Keep writing!
    Hwaiting!

  2. Ada beberapa kalimat yg kurang efektif — “Cukup terbilang sangat dekat” Salah satu contohnya. Maaf kalo salah ya, pake hape soalnya. Sulit mau ngopas kesini ._.

    Tapi ceritanya sweet! Keep writing ^^

  3. Setuju sama komenan yg pertama.
    Ceritanya udah bagus. Tpi feelnya masih kurang dapet.
    Tetep semangat buat bikin cerita-cerita yg menarik lainnya. 🙂

  4. Sebenernya ini ceritanya keren, cuma alurnya terlalu cepet kayanya.. 😉 jadinya feelnya kurang dapet.. Tapi tetep keren kok 😀

  5. Bagus dan miris
    Tapi ada pebjelasan apa yang harus diberikan temannya
    Tapi kalau tidak di jelaskan juga tidak apa sih
    Keren FFmu ini

  6. Cinta TaeMin sangat besar
    Hukuman untuk teman” TaeMin yang tidak berperasaan
    TaeMin manly dan juga kuat dan setia juga
    Dia ga meninggalkan Eunmi karena kondisi EunMi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s