Undiscloser Desire – Part 5

Tittle : Undiscloser Desire

Author : Vikey…..

Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.

Support cast : Key, Kim Hyuna, SHINee member.

Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.

Rate : PG 16

Note : Gue datang… nyak babe!! Ngilangin stresss dengan posting FF. huwah mianhe baru bias update sekarang. Ternyata ngurusin anak kecil capek juga ya. Tapi seneng sih,,hehehehe baikla! Tanpa panjang kata lagi, inilah Part lanjutannya!!! Chek This Out!!

Part 5 : Its True Love?

Sore yang terlihat mendung. Dia berjalan dengan sedikit mengendap. Terkadang sesekali bersembunyi dibalik pepohonan rindang dengan rimbunan daun yang berayun mengikuti lambaian sang angin.

“Haish,, sebenarnya apa yang sedang kulakukan? Rasa-rasanya kenapa aku jadi seorang nampyoen yang tengah mengintai istrinya sendiri karena ketidak percayaanya.”gumamnya.

Jauh diujung sana, mata Jonghyun dapat melihat dengan begitu jelas. Seorang yoeja tengah menggendong namja cilik yang masih tergelak dengan gembira menatap sosok tampan berbaju putih. Yah, dialah Hyukyung, Yoogeun dan Jinki, dokter muda spesialis anak, yang terlihat tampan dengan mata sabit terhalang kacamata berbingkai coklat tipis.

“Jonghyun,, Kim Jonghyun. Apa benar kau cemburu? Bagaimana mungkin kau bisa merasa cemburu.”gerutu sipengintai lagi. Jonghyun, nama namja tampan bermata teduh dengan rambut pendek sedikit berantakan menambah kesan maskulin yang ditimbulkan dari figur tubuhnya yang sedikit berotot dan terlihat begitu manly. Akhir-akhir ini Jonghyun merasa sedikit aneh, jantungnya berdebar setiap kali berpapasan dengan mata caramel milik Hyukyung. Bahkan dia merasa ada rindu yang menyergapnya setiap kali dia terlambat pulang kantor. Dia sadar, sangat menyadarinya bahwa yang tengah dia rasakan saat ini adalah tanda-tanda seseorang yang tengah jatuh cinta. Jonghyun jatuh cinta pada istrinya, Hyukyung. Namun, dia tak berani mengambil resiko. Ketidak yakinannya akan perasaan Hyukyung, ketidak berdayaanya menyelami perasaan Hyukyung membuatnya tetap membisu. Terlebih, pengalamannya bersama Yoora, membuat Jonghyun kembali memilih mundur. Terlalu takut mengambil resiko jika dia harus bertaruh untuk sesuatu yang tak dia percayai 100 %. Cinta?, Yang kurasakan cinta itu menyakitkan, saat aku telah merelakan seluruh hatiku, dia malah dengan mudahnya melempar kembali hatiku yang telah berdarah.

“Drtt.. Drtt..”getaran disakunya membuyarkan lamunan Jonghyun.

“Yoeboseyo..”sapanya dengan pelan.

“Nde?? Tak ada angin tak ada hujan, tumben sekali kau menghubungiku sepupu manisku.”Jonghyun terkekeh mendengar lengkingan kesal dari ponselnya, siapakah gerangan seseorang yang begitu kesal saat dia memanggilnya sepupu manis.

“Paris?? Kau mengajakku tinggal di Paris?? Oh No?? Aku lebih memilih tinggal di tanah air tercinta. Bersama istri dan anakku.”

“…..”

“Jinja?? Aku tidak percaya sepupu manisku bisa mendapatkan kekasih. Kau pelet atau kau apakan namjamu itu eoh??”lagi, namja tampan itu hanya tersenyum mengejek.

“Ne.. Arra?? Jadi kau mau tunangan? Minho? Keturunan Korea juga ternyata?”

“….”

“Baiklah Kim Hyuna sepupu manisku. Aku akan datang dipertunanganmu dengan Minho bulan depan. Jika ada kesempatan tentunya.”Jonghyun menutup flip ponselnya masih dengan terkekeh geli. Kembali menatap Hyukyung yang kini berjalan beriringan bersama Jinki meninggalkan taman dekat rumah sakit tempat Jinki bertugas.

***

“Jjong-ah. Aku titip Hyukyung dan Yoogeun ne?? Besok aku mau ke New York selama dua minggu mungkin.”Jinki menahan langkah Jonghyun ketika pria itu memasuki pintu rumah besarnya.

“Oh Ne,, josimhe kalau begitu hyung.”sahut Jonghyun pelan, tak berniat berbicara dengan Jinki lebih lanjut. Entahlah, tiba-tiba merasa gondok sendiri saat mendengar Jinki berkata “Menitipkan Hyukyung dan Yoogeun.”

“Menitipkan Hyukyung,, siapa menitipkan siapa seharusnya.”gerutu Jonghyun sambil melesakkan tubuhnya ditempat tidur.

“Jjong-ah,, kau sudah pulang??”tegur Hyukyung yang baru masuk kamar dan menidurkan Yoogeun dikasur kecilnya. Terlihat begitu damai saat memejamkan mata, malaikat kecil yang mampu membuat Jonghyun dan Hyukyung bertahan dalam situasi yang sulit sekalipun.

“Hmm,,”gumam Jonghyun menjawab sapaan sang anae. Hanya memejamkan mata mengusir penat saat Hyukyung membantunya melepaskan sepatu hitam dikakinya.

“Mandilah Jjong,, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Setelah itu kita makan malam bersama. Jinki oppa bilang dia akan pergi tak lama lagi.”

“Hyu,,”Jonghyun terduduk disisi tempat tidur, menahan pinggang Hyukyung hingga sejajar dengan kepalanya. Meletakkan kening dilingkar punggung Hyukyung. Memejamkan matanya, entahlah sepertinya semua rasa penat dan segala emosi negatifnya menguar bagai air laut yang terhempas menjadi gumpalan awan colombus.

“Sebentar saja Hyu.”lirih Jonghyun.

“Aku lelah menyimpan semuanya sendirian. Lelah, hingga rasanya tubuhku remuk redam menahannya. Aku tak suka melihatmu dekat dengan Jinki, aku tahu itu bukan hakku, tapi jika aku boleh meminta bisakah kau jauhi Jinki hyung.”Jonghyun bisa merasakan tubuh Hyukyung menegang mendengar ucapannya.

“Wae Jjong? Kenapa aku harus menjauhi Jinki oppa, dia sudah menjadi bagian hidupku sekarang. Sesuatu yang kucari dari dulu, seseorang yang sangat berharga bagiku.”Hyukyung melepaskan pelukan Jonghyun dipinggangnya. Berbalik menatap Jonghyun dengan tatapan sendu. Kedua mata itu bertemu pandang, menyiratkan kegetiran dari masing-masing pasang mata.

“Benarkah begitu Hyu? Jadi dia,,”Suara Jonghyun semakin terdengar lirih. Berdiri dengan pelan, masih menautkan tatapan mereka.

Kemudian beranjak pergi tanpa sepatah katapun.

***
Suara hingar bingar memekakkan telinga, terlihat kacaunya suara anak manusia yang tengah terlena dalam pekatnya pelukan sang malam. Menikmati tiap hentakan dan dentuman alunan musik hip-hop diselingi tetesan cair yang mereka sebut Wine,Brendy atau semacamnya.

“Sial, kenapa aku malah kesini.”dengus Jonghyun yang kini masih duduk dibar club yang dia datangi malam ini. Entah apa yang dia pikirkan saat ini, tak melakukan apapun dari tadi bahkan segelas cocktail yang telah dipesannya tak dia sentuh sama sekali.

Memilih pergi dari tempat itu, kembali melangkahkan kakinya tak tentu arah. Sesekali menekan jantungnya yang sedikit terasa sesak. Jonghyun tak habis pikir, mendengar Hyukyung berkata bahwa Jinki adalah orang yang berarti dalam hidupnya, kenapa hatinya terasa begitu sakit. Bahkan sakitnya melebihi kepergian Yoora dulu. Seolah, sesuatu yang menjadi dari sebuah pohon dicabut dan diambil secara paksa.

Yah, Jonghyun berpikir bahwa Jinki telah mengambil Hyukyung-nya. Ck,, Hyukyungnya? Sejak kapan dia berani mengklaim Hyukyung miliknya. Atas dasar apa? Pernikahan mereka. Oh lupakah ia, bahwa pernikahan mereka bukan didasari atas cinta. Harusnya kau sadar diri siapa dirimu Kim Jonghyun? Tak bisakah kau berhenti merusak hidup Hyukyung. Jika memang Hyukyung mencintai Jinki, lalu apa masalahmu?” Jonghyun melihat bayangannya digenangan air, seolah tengah mengejeknya dan tertawa begitu miris.

“Dia istriku? Apa salah jika aku tak suka melihatnya dekat dengan namja lain.”sentak Jonghyun seperti orang yang tak waras. Berteriak sendirian menatap bayangan ditengah malam.

“Gila.. Kau sudah gila Kim Jonghyun.”memilih terus berlalu tanpa memperdulikan tetes salju yang mulai turun bagai sayap-sayap indah malaikat yang suci.

***

“Hyu,, *hikk*,, istriku,, Milikku*Hikk*.”Jonghyun mengetuk pintu rumah dengan keadaan mabuk. Memilih soju dikedai pinggir jalan sebagai pelampiasannya.

“cklek”

“Brukk”

tubuh Jonghyun ambruk kedepan saat Hyukyung membuka pintu.

“Omona.”terkejut, mendapati sang suami pulang dalam keadaan mabuk. Terheran, karena Jonghyun bukan tipikal namja yang gemar menikmati kehidupan malam dalam artian tanda kutip.

“Jonghyun~ah.”berusaha memapah tubuh besar Jonghyun dengan langkah terseok.

“Hyu,, kenapa kau terlihat cantik. *hikk*,, kenapa kau,, *hik* harus memilih Jinki. Tidak adakah kesempatan untukku. Apa karena aku bukan namja baik, memiliki seorang anak yang ditinggalkan oleh ibunya.”tiba-tiba Jonghyun berdiri dengan tegak. Menarik bahu Hyukyung dengan kedua tangannya, mendekatkan wajahnya hingga Hyukyung bisa menghirup aroma soju dari hembusan nafas Jonghyun.

“Tak bisakah kau belajar mencintaiku? Seperti aku yang berusaha untuk mencintaimu.”

air mata merebak dipelupuk mata Hyukyung. Mendengar racaun mabuk Jonghyun. Bisakah dipercaya, bolehkah Hyukyung berharap. Bukankah orang mabuk selalu berkata jujur tentang apa yang ada dihatinya.

“Babo.. Jonghyun babo chorom.”terisak sambil menyandarkan kepalanya didada bidang milik nampyoennya.

“Uljima.. Sstt,, Uljima.”diambang sadar dan tidak sadar, Jonghyun menarik dagu Hyukyung. Jemarinya menelusuri wajah Hyukyung dan menghapus air mata yang membanjir disana. Dalam keheningan, Jonghyun mendekatkan wajahnya. Menautkan bibirnya hinggap menyapu bibir tipis milik Hyukyung. Sedikit mengulum dan menyesap rasa cherry yang menguar dari bibir plum Hyukyung.

“Bruk”

Kembali terjatuh dan pingsan, menyisakan Hyukyung yang sedikit terengah setelah tautan singakat barusan. Sekali lagi ia bertanya, bolehkah berharap.

***

“Eungh.”Jonghyun mengeluh pelan. Mengerjapkan matanya perlahan. Kepalanya terasa begitu pening dan berat. Seakan ditimpa ribuan palu godam. Bahkan badannya terasa ngilu dan menggigil.

“Kau sudah bangun Jjong?”Hyukyung datang, meletakkan Yoogeun disisi tempat tidur lainnya.

“Hyu? Badanku rasanya tak nyaman.”adu Jonghyun mencoba menggapai Yoogeun agar lebih merapat badannya.

“Aigoo Jjong,, dahimu panas sekali.”mengecek suhu badan Jonghyun yang terasa begitu menyengat.

“Sebaiknya hari ini kau ijin saja. Istirahatlah. Biar kubutak bubur untukmu. Jaga Yoogeun ne??”

“Yoogeunni,, baik-baik dengan appa ne? Omma kedapur dulu.”mencium kening Yooegun membuat namja mungil itu mengerjapkan mata dan sedikit tersenyum begitu menggemaskan.

——————————————————————————————————————-
“Bangunlah Jjong. Makan dulu ne??”Hyukyung mengusap wajah Jonghyun perlahan. Duduk disamping Jonghyun seraya memangku mangkuk Bubur dikakinya. Menyuapkan sendok demi sendok bubur begitu telaten meski Jonghyun sesekali mengernyit atau menggeleng saat bubur abalon buatan Hyukyung terasa begitu pahit dilidahnya.

“Hyu, aku mau kekamar mandi.”menaikkan tubuhnya sedikit berniat bangun, dengan sigap Hyukyung mencoba menopang badan Jonghyun dan menuntunnya kekamar mandi.

“Bruk.”tak kuat menopang tubuh Jonghyun saat kaki Hyukyung selip dilantai kamar mandi yang begitu licin. Jatuh berdebum hingga tubuh keduanya basah kuyup. Suasana begitu hening saat keduanya berbaring telentang dengan Jonghyun menimpa tubuh Hyukyung.

“Hyu,,”serak, suara Jonghyun terdengar begitu serak. Satu tangannya bergerak lemah menyibak rambut dikening Hyukyung. Terlihat enggan untuk bergerak dari posisinya sekarang ini, sangat nyaman. Menyangga lengannya agar tidak memberati Hyukyung.

“Benarkah tak ada kesempatan untukku?”kembali, berusaha mengurai kesunyian yang menggayuti keduanya.

Tak tahan melihat kilat sendu dimata benigng Jonghyun, kedua tangan itu bergerak menysuri leher Jonghyun. Menarik tengkuk pria itu, terasa panas. Mendekat, lalu menautkan bibir tipis itu dengan lembut. Mengecup dan merasai betapa manisnya bibir Jonghyun. Biarkan kali ini dia terhanyut, bahkan terkesan menghanyutkan diri dalam lautan emosi dan perasaannya. Tak lagi mencoba menahan semua laju arus cintanya. Berharap Jonghyun akan mengerti. Bahwa dia begitu mencintaimu.

“Saranghae.”terucap, satu kata yang dia tahan sekian waktu. Akhirnya terlepas dari bibirnya. Mengirimkan bias-bias cinta yang terlalu lama bersembunyi atau sengaja tersembunyi.

Jonghyun mendengarnya, satu kata yang membuat hatinya tergetar. Menarik wajahnya sedikit menjauh untuk memastikan bahwa telinganya masih berfungsi dengan baik.

“Hyu,, benarkah itu? Sa-Rang-hae? Kau mengucapkan kalimat itu padaku.”menangkup wajah Hyukyung seraya manarinya duduk. Tak peduli dengan tubuh mereka yang basah kuyup.

“Kau bodoh Jjong. Bodoh.”terisak pelan begitu Jonghyun mendekap kepalanya didadanya yang terasa sedikit hangat, cenderung panas.

“kenapa kau sama sekali tak bisa melihat perasaanku. Sampai kapan aku harus menahan semuanya. Kau bodoh.”

“Mianhe,, Mianhe.”merengkuh tubuh Hyukyung lebih erat. Menciumi rambut Hyukyung dengan acak. Rasanya semua rasa sakitnya, lemah dan lesu yang dia rasakan sejak pagi tadi serta merta menguar begitu saja, berganti rasa lega dan lapang yang kini merasuk kedalam hatinya. Dengan kekuatan yang dia miliki saat ini, mengangkat tubuh kuyup Hyukyung dan menggendongnya keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur mereka.

“Ajari aku Hyu,, ajari aku cinta.”Mengulurkan tangannya menarik tengkuk Hyukyung dan kembali melumat bibirnya pelan. Mengeliminasi jarak diantara mereka hingga tangan satunya mampu merengkuh pinggang Hyukyung. Satu ciuman yang akan Mengawali sebuah kisah indah dalam kehidupan mereka nantinya.

SKip.

***

“Sejak kapan kau mulai mencintaiku?”memainkan jemari Hyukyung yang tergenggam ditangannya. Saat ini keduanya tengah terbaring diatas tempat tidur besar dengan cover berwarna hijau toska. Tubuh polos keduanya tersembunyi dibalik hamparan selimut berwarna senada. Tersenyum bahagia mengingat moment manis yang barusaja mereka lalui bersama. Merengkuh madu cinta atas apa yang telah mereka ikrarkan.

“Jangan menggodaku Jjong.”menyembunyikan rona merah dipipinya dengan menyusupkan wajah didada bidang suaminya.

“Wae? Aku tak menggodamu sayang. Aku hanya ingin tahu. Huh, kenapa aku dulu begitu bodoh tak bisa melihat betapa besarnya perasaanmu.”tak ada nada mengejek dalam suara Jonghyun. Sepenuhnya hanya ingin tahu, atau mungkin sedikit sesal baru bisa melihat betapa Hyukyung begitu mencintainya. Jonghyun bisa merasakan ketulusan anaenya dalam setiap tindak tanduknya.

“Sejak dulu,saat pertama kali aku tahu apa itu cinta dan mencintai.”sedikit malu saat mengatakannya.

“Jadi itu alasan mengapa kau tak bisa menerima Key? Arti kalimat dari bahwa kau tak mau membohongi Key dengan berpura-pura mencintainya jika dalam kenyataanya kau tak bisa mencintainya.”mata Jonghyun menerawang, menatap langit-langit kamar.

Teringat dengan perbincangannya bersama Key sebelum pernikahannya dulu. Jonghyun kini mengerti kenapa Key begitu marah saat dia berniat meninggalkan Hyukyung. Yah, Key tahu bahwa hanya Jonghyun yang bisa membuat gadis yang dia cintai itu bahagia. Sebuah perasaan bahagia, lega dan sedikit rasa bersalah kini mendominasi hatinya. Betapa dia berhutang banyak terima kasih pada sahabat yang sudah dianggapnya dongsaeng.

“Lalu, kenapa kau tak pernah mengungkapkan perasaanmu padaku. Bukankah kita sudah menikah Hyu? Aku milikmu, tidakkah itu bisa membuatmu jujur atas perasaanmu padaku.”lagi, mengungkapkan rasa penasarannya.

“Karena aku takut kau akan membenci dan meninggalkanku.”mengangkat wajahnya, Hyukyung menatap wajah Jonghyun tegas.

“Aku takut kau menganggapku mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dan berpikir kau akan meninggalkanku untuk selamanya. Bagiku, cukup seperti ini saja sudah membuatku bahagia Jjong. Meski tak bisa kupungkiri terkadang aku sangat kesal dan begitu merasa sakit karena kau tak juga mengetahui isi hatiku. Aku sering mengutukmu pabo. Namja pabo yang begitu kucintai.”sedikit tertunduk menyembunyikan wajahnya cukup merasa malu dengan kejujurannya saat ini.
Mengangkat dagu Hyukyung, dan mengusap pipinya begitu lembut. Namja itu sungguh merasa tersanjung. Mulai menyadari dibalik sebuah peristiwa (dalam hal ini berkaitan dengan sakit hatinya pada Yoora) ternyata dia mendapatkan ganti yang lebih dan seratus kali lebih baik dari yang pernah hilang.
“Ehm Hyu.”Jonghyun terlihat ragu, memilin seberkas rambut Hyukyung dengan salah tingkah.

“Wae, katakan saja Jjong.”mengulum senyum, mangangkat sedikit wajahnya kemudian terkikik geli melihat ekspresi diwajah Jonghyun.

“Tentang Jinki Hyung, sebenarnya apa Hubunganmu dengannya?”

“Kenapa kau ingin tahu? Coba kutebuk, apa kau cemburu?”mulai berani menggoda sang nampyoen.

“Uh? Anniyo.. Anniyo. Hanya sedikit penasaran saja. Tentang yang kau bilang bahwa jinki hyung termasuk salah satu orang yang berarti dalam hidupmu. Itu membuatku sedikit aneh, terlebih kalian baru saling mengenal satu sama lain.”

“Jinki oppa itu,,”sengaja mengulur waktu sembari tersenyum penuh misterius.

***

New York, USA.

Suasana apartement minimalis itu sedikit hening. Meninggalkan kepulan asa tipis dari cangkir-cangkir yang yang terletak diatas meja.

“Hyung!”sebuah panggilan dari salah satu diantara dua orang namja tampan itu memecah keheningan.

“Apa rencana kita berjalan mulus?”lanjutnya lagi, seraya mengulurkan tangan kanan meraih cangkir coffe latte miliknya.

“Kupikir mulai ada reaksi atas aksi yang telah kita siapkan. Harusnya kau lihat sendiri gimana reaksi Jonghyun waktu itu Key.”tersenyum tipis membuat bulan sabit dikedua matanya tenggelam separonya.

“Tak kusangka seorang dokter spesialis anak, Lee Jinki mempunyai bakat menjadi aktor.”menepuk bahu orang yang dipanggilnya Hyung dengan tawa puas.

“Sepertinya dia memang harus sedikit digertak untuk menyadari perasaanya. Dari cerita yg kudengar darimu hyung, kupikir si Dino itu mulai cemburu padamu.”

“Analisismu bener-bener tepat sasaran Kim Key. Dua jempol untukmu.”

“Aku tidak menyangka Hyukyung mempunyai sepupu seorang dokter sepertimu. Sekarang aku lega, kuharap Hyukyung bahagia sekarang.”tersenyum begitu lebar seolah telah melepas beban berat yang disandangnya selama ini.

“Kau orang baik Key, beruntung sekali yoeja yang akan menjadi istrimu kelak. Ah, aku justru merasa Hyukyung itu bodoh. Alih-alih Memilih manusia dino itu dari pada dirimu.”

“Yeah, kupikir juga begitu.”kembali tertawa lepas bersama. Namja tampan bermata kucing dan namja bermata bulan sabit yang duduk berdampingan, sebuah pemandangan indah bagi mata kaum hawa.

“Oh ya Key, sudah jam 10. Aku harus menjemput istriku. Aku pergi dulu Ne.”beranjak dari duduknya, sembari meraih kunci mobil dari atas meja.

“Ne,, bersenang-senanglah sebelum kalian berpisah lagi.”sedikit menggoda pada dokter muda yang ternyata telah meiliki istri.

Key menyandarkan kepalanya dipunggung sofa. Menghela nafas panjang seraya tersenyum. Sedikit memejamkan mata merasakan betapa hatinya kini begitu lega. Bagai burung yang kini terbang bebas dingkasa dengan sepasang sayap utuh.

“Hyu,, akhirnya aku bisa melepasmu seutuhnya.”gumamnya.

“Drtt,, Drtt,,”dering telfon memecah lamunannya.

“Ponsel Jinki hyung?”mengambil ponsel berwarna hitam yang dia rasa milik Jinki.

“Lee Taemin?”membaca ID dilayar ponsel tersebut.

“Yoeboseyo.”sapanya, memilih mengangkat telpon tersebut siapa tahu bahwa itu panggilan penting.

“Jinki-ssi,, Adikmu merajuk lagi. Apa yang harus kulakukan sudah dua hari dia mogok makan.”terdengar seruan panik seorang yoeja.

“Mianhe, saya bukan Lee Jinki. Mungkin ada pesan yang bisa kusampaikan padanya.”sedikit ragu saat mengatakan kalimat barusan. Entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar begitu mendengar suara renyah yoeja itu.

“Oh, tapi ini Benar nomor telpon Lee Jinki kakaknya Lee Taemin.”

“Benar, hanya saja Jinki hyung meninggalkan ponselnya disini.”

“Baiklah, tolong sampaikan padanya Kim Hyuna menelpon. Tolong untuk segera menghubungiku, adiknya berulah lagi. Terimakasih”

“Oh Ne,, sama-sama.”
“Pip.”menutup flip ponsel hitam Jinki seraya menekan dadanya perlahan.

“Rasanya, kenapa jantungku berdetak begitu kencang. Seperti sedang jatuh cinta. Hah, kau mulai aneh Kim Kibum.”memukul kepalanya sendiri sedikit gemas. Lalu kembali tersenyum.

“Kim Hyuna,,”gumamnya pelan.

***

“Jinki Oppa itu sepupuku. Sepupu dari pamanku dari pihak ibu. Kami lama terpisah sejak kedua orang tuaku meninggal. Dia memiliki seorang dongsaeng bernama Taemin. Dan yang harus kau tahu Jjong, Jinki oppa sudah mempunyai seorang istri bernama Lee Hyejin. Sekarang istrinya sedang mengambil spesialis jantung di salah satu Universitas yang afa di New York.”Hyukyung mencium pipi Jonghyun sekilas sebelum mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai kamar mereka.

“Oh,, dan itu alasannya kenapa Jinki hyung pergi ke New York hari ini.”sahut Jonghyun, mengukirkan senyum dibibirnya. Legakah dia mendengar penjelasan Hyukyung barusan. Molla.

“Lalu, kenapa aku tidak melihat dongsaeng Jinki hyung, siapa tadi namanya? Lee Taemin?”

“Taemin lebih suka tinggal di Paris bersama tetangga apartement yang sangat dia sayangi, sungguh aneh anak itu. Hanya karena sering bertemu, dan bertetangga malah akhirnya seolah bergantung pada gadis itu. Tapi untunglah gadis itu tidak keberatan, malah dia jadi menyayangi Taemin deperti adik kandungnya sendiri.

“Paris? Jadi adik Jinki hyung tinggal di Paris? Oh iya. Mungkin tidak lama lgi kita bisa mengunjungi Lee Taemin, kau masih inget dengan sepupuku Kim Hyuna bukan?”

“Kim Hyuna? Tunggu,, ah iya. Aku ingat Jjong, sepupumu yang sangat menyukai dongeng Peter Pan bukan? Bagaimana kabarnya sekarang.”

“Semenjak orangtuanya meninggal dulu, dia diasuh oleh pamannya dan tinggal di Paris. Kemarin dia menghubungiku dan mengabarkan dia akan bertunangan. Dia menyuruhku datang kesana.”

wajah Hyukyung berbinar, membayangkan akan pergi ke Paris menemui Lee Taemin dan Kim Hyuna. Juga dia berharap ada sedikit kesempatan menjelajahi kota Paris. Semacam honey moon terselubung mungkin.

“Aku setuju Jjong. Sangat setuju.”timpal Hyukyung dengan semangat.

“Tapi Hyu.”mengambangkan perkataan dan sedikit meringis mengingat masalah pokok yang masih membelit rumah tangga mereka. Yah, Keuangan.

“wae??”

“Masalah biayanya, bukankah kita harus menabung dulu?”

“Tenang Jjong, aku bisa minta pada Jinki oppa sebagian dari laba ditahan milikku dari perusahaan keluarga. Saat pertama kali bertemu dan mengatakan bahwa dia Jinki oppaku, dia sudah mengatakan bahwa aku memiliki saham diperusahaan milik Lee Corp. Selama dia belum bisa menemukanku, maka semua laba dari sahamku di tahan. Dan sekarang aku bebas mengambilnya. Makanya Jinki oppa memintamu ikut bekerja di perusahaan. Sebenarnya jika kau mau, kau bisa masuk dalam jajaran dewan komisaris.”

“Jadi, biaya operasi Yoogeun juga kamu ambil dari laba milikmu.”terperangah tak percaya.

“Ne.”angguk Hyukyung. Sedikit heran melihat wajah sendu Jonghyun tiba-tiba.

“Wae? Kenapa kau terlihat sedih nae nampyoe.”kembali duduk disamping Jonghyun dengan was-was.

“Aku, hanya merasa sedih karena sudah banyak membuatmu susah selama ini Hyu. Entahlah, rasanya aku begitu minder dan tidak pantas berada disampingmu.”semakin menunduk menyembunyikan wajahnya diatas bantal.

“Itu yang membuatku sedih Jjong. Kau selalu berkata seperti itu, menganggap aku ini seolah orang lain. Hatiku sakit kau selalu mengucapkan terimakasih. Aku ini sitrimu Jjong, apa yang kupunya itu juga milikmu. Yang aku inginkan saat ini adalah kau segera menyelesaikan kuliahmu, lalu meniti karirmu. Bagiku, kita hidup sederhanapun tidak masalah, harta bukan prioritasku. Karena dalam hidupku aku sudah memiliki harta tak ternilai, yaitu Yoogeun dan kau.”Hyukyung menarik wajah Jonghyun mendongak, mincium keningnya lembut.

“Hyu, kau wanita hebat. Aku mencintaimu. Mungkin dikehidupan sebelumnya aku pernah berbakti pada negara hingga bisa mendapatkan anugerah seorang istri sepertimu.”membalas rengkuhan Hyukyung dan membenamkan kepalanya ditengkuk Hyukyung.

“Hm, bolehkah aku membagi panas tubuhku padamu seperti tadi hem.”sedikit memnggoda Hyukyung, membuat yoeja tersipu malu.

Mulai menciumi tengkuk terbuka Hyukyung sedikit menyesapnya hingga berbekas. Ingin menunjuk perasaanya, belajar mencintai istrinya secara utuh. Menghilangkan rasa takutnya tentang mencintai. Mungkin Yoora pernah membuat hatinya terluka dan berdarah, namun dia yakin Hyukyung bisa menyembuhkannya. Menyulam luka hatinya dengan benang kasih dan cintanya.

“Aa..”terdengar tangisan Yooguen saat Jonghyun mulai sedikit bergerak turun.

“Sepertinya mulai sekarang kau harus rela berbagi dengan Yoogeun.”mengusap pipi Jonghyun sebelum bangkit untuk menenangkan Yoogeun.

“Hah, baru kali ini aku merasa jika tangisan Yoogeun sangat mengganggu.”gerutu Jonghyun pelan. Mencebikkan bibirnya sedikit tak suka saat namja mungilnya menginterupsi.

***
Dan kehidupan terus berputar, selama langit masih menaungi diatas. Selama bumi masih berputar. Belajar dari kesalahan masalalu mungkin adalah hal yang bijak untuk kita contoh. Sebagai pengingat dikemudian hari agar tak terjatuh dikubangan yang sama.
Dua Tahun kemudian……..

“Omma,,”teriakan namja yang kini berumur hampir tiga tahun itu sukses mengalihkan perhatian Hyukyung.

“Kapan Key uncle dan Jinki ahjussi datang eoh? Meleka bilang mau membawakan pesawat tempul.”mepoutkan bibirnya sedikit cemberut.

“Kenapa harus menunggu Key Uncle dan Jinki ahjussi sayang. Appa bisa membelikan untukmu. Nanti seulang sekolah kita pergi membelinya otte?”sang appa yang duduk dimeja, menyingkirkan koran ditangannya dan menatap aegynya.

“Shiloeee. Yoogeun mau Key uncle dan Jinki ahjussi.”tetap berkeras.

“Kau harus telpon Key dan Jinki oppa sepertinya Jjong. Percuma membujuknya, seperti kau tidak mengenalnya saja. Dia paling tidak bisa mentolerir orang yang tidak menepati janji.”sahut sangat umma dari depan pantry.

“Terkadang aku menyesal sudah membiarkan Yoogeun dekat dengan Key dan Hyuna. Sifat keras kepalanya mirip mereka berdua.”

sang istri hanya terkekeh pelan mendengar gerutuan suaminya.

“Bulan depan Hyuna sepertinya akan kembali ke Korea. Sepertinya dia sedang bermasalah dengan Minho-nya.”lanjut jonghyun lagi. Menyuapkan sesendok nasi goreng kepada Yoogeun yang mulai tenang mendengar perkataannya yang akan menelpon Key uncle-nya.

“Benarkah? Apa dia akan menetap disini. Sepertinya keinginan Key untuk bisa bertatap muka langsung dengan Hyuna akan terkabul tidak lama lagi.”

Bersambung…………….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Undiscloser Desire – Part 5”

  1. Aduuuh si Jongie bego bgt sich.gak peka telat nyadar’y #dgetok Jong

    huwa huwa apa itu Key-Hyuna-Minho??cinta segitiga lg???aduuuh kasian Uri Key kalo dy tau Hyuna udah tunangan sma Minho.
    #poorKey

    sblum’y aku minta maaf ujug” c0ment d part 5.kmaren” email ku mengalami masalah jd gak bsa c0ment.sumpah gak enak bgt jd silent rider.well gak pnting jg gw cas cis cus dsini author’y gak nanya jg kekeke~
    Mian #bow with 0nHo

    Keep writing n’ fighting ne~

  2. uwaa…. Leganya..
    Akhirnya Jjong bisa sadar jg ma prasaan.a ke hyukyung..
    Jd tmbah romantis..

    Ech.. Itu key suka ma hyuna ya..?!
    Lah.. Hyuna kan udh mw tunangan ma minho..
    Aduh.. Kasian bgt sich Key.. Masa hrs jd orng ke-3 mulu..
    Ea udh key, ma aq adja, biar gk sakit ati lagi#plakk

    Lanjutt….
    Keep writing ^^

  3. Apa kim hyuna sepupunya jjong sama dengan kim hyuna yang ngurusin taemin? Agak bingung…
    Kayaknya bakalan ada masalah baru lg deh *reader sok tau ya gini nih 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s