My Life With You, Lee Taemin – Part 2

My Life with you, Lee taemin (part 2)

Author: Lee mincha

Main cast: choi Nara and  Lee taemin

Support cast:  chichi, nara umma, nenek taemin, yoogun, nichole, dll….

Length: sequel

Genre: romantic and fullsadness

Rating: general

Summary: keberuntungan setiap manusia itu sama, hanya saja waktu dan keadaannya berbeda..

Niatnya bikin ni ff sedih banget tapi kayaknya g bisa sesedih yang di harapkan. Mian kalau ceritanya kurang OK, soalnya masih amatiran kekekekekekeke

Chichi menemani nara bekerja, ia duduk sementara nara sibuk membersihkan piring-piring.

Chichi: YA! Nara!

Nara: wae????

Chichi: apa cita-citamu???

Nara: aku ingin pergi jauh….

Chichi: MWO?

Nara: aku hanya bercanda, aku ingin menjadi seperti appa

Chichi: arsitek?

Nara: ne,… aku ingin membuat bangunan yang indah dan nyaman untuk semua orang. Kau sendiri ingin jadi apa??

Chichi: aku ingin menjadi pengusaha sukses seperti oppaku, sekarang ia sudah sejahtera di luar sana.

Nara: bagus sekali… kau harus menggapai cita-citamu

Chichi: YA! Nara………..

Nara: wae??

Chichi: kau harus tetap sekolah meski dunia tak pernah adil padamu…………

Nara terhenti dari kegiatannya, ia menatap sahabatnya….

Chichi: jangan pernah merasa lelah untuk sekolah dan belajar….kau harus merubah hidupmu…… aku tahu kau orang yang kuat, kau  pasti bisa melakukan segalanya, aku yakin suatu saat tuhan akan membalas kesabaranmu

Nara: araso……..gumawo(memeluk chichi)

Chichi: YA! Kau jangan cuci piring lagi, jam kerjamu sudah habis

Nara: ah… nanggung biar aku selesaikan saja

Chichi: huh… selalu begitu.

Nara: aku akan ke rumah sakit, apa kau mau ikut???

Chichi: aku harus menemani umma di rumah, dia takut sendirian.

********************

Yoogun: noona, kau itu one………

Nara: ne???

Yoogun: one itu satu, noona itu satu, hanya satu, tidak ada noona yang lain

Nara: bagaimana dengan chichi noona??

Yoogun: dia itu dua…..

Nara: kekekekekeke kau lucu sekali.

Yoogun: noona sangat cantik saat tersenyum…

Nara: benarkah?? Wah adik kecilku sudah besar rupanya, sudah bisa menilai mana yang cantik.

Yoogun: apa umma masih memukulmu??

Nara: anyio… umma sudah baik padaku

Yoogun: benarkah….. tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya menjengukku ke rumah sakit?

Nara: umma sering datang melihatmu, tapi setiap umma datang kau sudah tertidur pulas.

Yoogun: noona, kepalaku selalu pusing, aku seperti naik ayuanan setiap hari

Nara: hmmmmm…………. Biar noona periksa

Nara meletakkan tangannya di kening yoogun

Nara: kau hanya kelelahan saja, tidur sedikit juga sembuh.

Yoogun: noona bohong! Tadi aku mendengar dokter berbicara dengan ummanya

Yoogun menunjuk salah seorang bocah yang juga sakit sepertinya,sakit mereka sama

Yoogun: dokter bilang dia tidak akan sembuh dan akan segera pergi, apa aku juga akan pergi? Kemana aku akan pergi?

Nara tersedat, hatinya remuk mendengar kata-kata itu…………

Nara: anyi!!!! Kau tidak akan pergi, kau akan disini bersama noona selamanya

Yoogun: kojimal,,,,,,,,,,,,,,,,,

Nara: baiklah………. Kau memang akan pergi tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian,noona akan terus menemanimu,,, noona akan terus memegang tanganmu…… noona akan terus memelukmu. Jika kamu merasa sakit noona akan menyembuhkanmu, jika kau sudah tak sanggup noona akan ikut denganmu

Chichi mendengar semua perkataan nara, ia menarik paksa nara keluar dari ruangan itu.

Chichi: YA!! Neol micchoso???

Nara: aku tak sanggup melihatnya sendirian

Chichi: lalu kau akan ikut dengannya? Bagaimana jika kau tidak bertemu dengannya di surga? Tuhan pasti tidak akan memaafkanmu karena bunuh diri.

Nara: lalu aku harus apa? Melihatnya mati???

Chichi: YA! Nara…………….

Nara menangis, ia menangis tersedu-sedu…………

**************

Nara pergi ke makam appanya, dia membersihkan makam yang mulai ditumbuhi rumput itu.

Nara duduk di sampaing makam itu.

Nara; Appa…………bagaimana kabarmu di surga?? Appa pasti sangat bahagia……….. appa, apa kau begitu menyayangi yoogun?? Kenapa tidak biarkan dia lebih lama bersamaku?? Apa kau sudah sangat merindukannya??? Kenapa tidak mengajakku juga????????

Appa……….. aku tidak punya siapapun selain yoogun. Umma bahkan tidak menginginkanku, lihatlah!! Dia hampir memukuliku setiap hari.

*************************

Nara berlari kencang di koridor rumah sakit, dokter bilang kondisi yoogun sedang kritis.

Nafas nara  masih belum beraturan, di pandanginya tubuh kecil yoogun yang penuh dengan benda-benda medis. Adik kecilnya mulai membuka mata……..

Yoogun: noona……… kenapa lama sekali???? Aku sudah menunggumu………

Noona: aku baru dari makam appa…….. kuenchana??

Yoogun: appa?? Noona, aku bermimpi bertemu appa, dia mengajakku pergi bersamanya, dia bilang aku akan hidup lebih bahagia bersamanya.

Nara: andwe yooguni, kau tidak boleh meninggalkan noona

Air mata nara mengalir deras, yoogun menghapus air mata itu dengan jari-jarinya yang pucat.

Yoogun: noona jangan menangis, kau tidak terlihat cantik saat menangis.

Nara: (tersenyum)

Yooogun: terlihat jauh lebih baik. Noona, aku sakit sekali…………… jantungku berdetak sangat lambat…..

Nara: andwe……..kau akan segera sembuh…….

Yoogun: noona, appa sudah memanggilku, apa sebaiknya aku pergi dengannya??? Aku tidak tahan lagi merasa sakit……

Nara: sakit?? Apa begitu sakit???

Yoogun: sakit sekali………..

Nara: jika kau memang ingin sakitmu hilang………………………… pergilah bersama appa……..noona akan melepaskanmu………..

Yoogun: gomawo noona, aku menyayangimu…………….

Tangan yoogun terlepas lemas dari wajah nara, tak ada lagi suara detak jantungnya, ia memeluk adiknya erat-erat sambil terus menangis dan memanggil-manggil nama adiknya.

*****************************

Chichi berlari terburu-buru, ia memegangi ponselnya erat-erat….

From Nara: chichi………. Yoogun kecilku sudah pergi………..

Pesa singkat dari nara membuatnya sangat cemas, air matanya menetes di sela-sela langkah kakinya yang cepat.

Taemin: CHICHI!!!

Taemin memanggilnya,ia berhenti dan berbalik

Chichi: wae?? Aku tidak punya banyak waktu sekarang……..

Taemin: aku tidak melihat nara………

Chichi: adiknya meninggal…………….

Chichi pergi meninggalkan taemin yang terkejut, namja itu hanya terdiam…….

Chichi melihat nara mengelus-ngelus wajah yoogun yang sangat pucat, wajah tak bernyawa namja kecil itu membuatnya menangis. Ia memeluk nara erat-erat, narapun menangis histeris di pelukannya.

Saat pemakaman yoogun berlangsung gerimis turun menemani harunya suasana. Tak banyak yang hadir, hanya chichi dan kedua orangtuanya.

Chichi: ya! Sebentar lagi hujan deras, pulanglah……..

Nara: kau pulanglah dulu, aku masih ingin disini.

Nara memeluk nisan yoogun erat-erat di tengah derasnya hujan yang turun, air matanya mengalir tanpa henti. Ia menatap makam appa dan adiknya……….

Nara: jemputlah aku segera………… aku ingin ikut dengan kalian.,…

*********

Nara berjalan ke rumahnya, ia masih mengenakan pakaian pemakamannya yang basah kuyup. Nara membuka pintu dengan lesu,

Umma: kemana kau bawa uangku??

Nara: maaf aku mengambilnya tanpa izin, aku gunakan untuk biaya pengobatan dan pemakaman yoogun………

Umma sedikit terkejut mendengar ucapan itu, nara berlalu meninggalkannya………..

Umma: kau harus menggantinya!
nara: aku akan ganti segera…..

Nara tak bisa tidur, ia terus memandangi kasur yoogun, mereka tidur di kamar yang sama. Teringat semua kenangannya bersama malaikat kecilnya itu membuat nara semakin sedih…..

2 hari setelah kematian yoogun nara baru kembali pada aktivitasnya, ia sekolah dan tetap bekerja untuk mengganti uang ummanya.

Taemin: aku turut berduka atas kepergian adikmu

Nara: dari mana kau tahu??

Taemin: chichi yang katakana padaku

Nara: terimakasih…….

Nara menyembunyikan wajahnya diantara kedua lengannya yang ia letakkan di atas meja

Taemin: YA!! Ini untukmu…..(menyerahkan sekotak susu pisang) bisa membuatmu merasa lebih baik

Nara mengambil susu itu dan meminumnya

********

Nara sibuk menyapu restoran, tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil namanya.

Nenek: nara?????

Nara berbalik, ia melihat seorang nenek. Ia kenal betul nenek itu, nara berlari kearah sang nenek dan memeluknya.

Nenek dulunya adalah tetangga nara sebelum chichi, nenek mengetahui kehidupan nara hingga appanya meninggal. Nenek sangat menyayangi nara seperti cucunya sendiri,ia selalu memberi nara makan karena ia tahu nara selalu memberi jatah makan dari umma untuk yoogun. Namun nenek pindah karena sesuatu hal.. ia meninggalkan nara dan memberi sedikit uang, uang itulah yang nara pakai untuk menyekolahkan yoogun. Merekapun duduk…….

Nara: bagaimana kabar nenek??? Apakah nenek sehat-sehat saja???

Nenek: aku sehat-sehat saja

Nara: wahh….. nenek masih terlihat sangat muda………..

Nenek: aigoooooooo…………. Kau selalu seperti itu. Bagimana kabarmu???

Nara: aku baik-baik saja

Nenek: kau sangat kurus sekarang…….

Nara: bukankah itu bagus, aku tidak perlu diet seperti gadis-gadis lain (tersenyum)

Nenek: bagimana kabar yoogun???

Nara tersentak dan ekspresinya berubah drastis, wajahnya merah dan air mata menggenang di pelupuk matanya……

Nara: yoogun sudah pergi bersama appa 3 hari yang lalu………

Nenek terkejut, ia memeluk nara. ia tahu betul nara sangat menyayangi adiknya. Nara menangis dalam pelukan nenek itu, pelukan penuh kehangatan yang tak pernah ia rasakan dari siapaun selain chichi….

Setelah tenang narapun menceritakan tentang penyakit yoogun dan betapa pintarnya adiknya itu. Mereka mengobrol sangat lama.

Sejak saat Nara sering bertemu dengan nenek, namun mereka hanya bertemu di restotan saja. Bahkan nenek sampai akrab dengan chichi, chichi sangat menyukai nenek karena orangnya sangat menyenangkan.

*********

Nara pulang ke rumah, hari masih sore, ia masih sempat untuk membersihkan rumah. Tak lama kemudian umma datang bersama namjanya.

Namja: chagi……. Aku butuh uang……

Umma: aku sedang tak punya uang, aku bahkan belum membayar hutangku pada rentenir.

Namja: makanya kau harus pandai-pandai menyembunyikan uangmu agar tidak di ketahui oleh anakmu itu.

Umma: YA! Nara! mana ganti uangku??

Nara: aku belum gajian

Namja; pasti hanya alasanmu sajakan?? Memangnya kau bekerja di club mana???

Nara murka ia menampar wajah namja itu.

Umma: YA! NARA! berani-beraninya kau menampar chaggiku

Nara: chagi??? Dia bukan chagimu!!! Dia hanya memanfaatkanmu untuk mendapatkan uang!!

Umma: YA! Kau brengsek!!!!!!!!!!

Umma memukul nara, melemparinya dengan segala benda yang ada di dapur, lalu menyeret nara keluar sehingga tubuh nara lecet-lecet karena umma menyeretnya di sepanjang taman yang tanahnya berbatu. Umma memukuli nara habis-habisan, ia benar-benar murka…

Namun tiba-tiba 3 orang namja berbadan kekar masuk ke rumah…

Namja1: YA!! Nyonya choi!!!! Kapan kau akan membayar hutangmu???

Umma berbalik menghadap orang itu.

Umma: aku akan bayar segera

Namja2: aku sudah muak dengan kata-kata itu, sampai kapan aku harus menunggu????

Umma: aku benar-benar  tak punya uang, semua uangku habis

Nara: bagaimana uangmu tak habis? Kau memakainya setiap malam untuk hura-hura

Nara angkat bicara, ia masih terduduk di tanah…. Semua mata memandang kepadanya termasuk sang rentenir. Sang rentenir mendekati nara..

Namja1: apakah ini putrimu???

Umma: dia tidak berguna!!

Namja1: dia lumayan cantik dan masih muda………. Begini saja…………… aku akan anggap lunas semua hutangmu asalkan kau berikan anakmu ini padaku. Aku ingin sekali memiliki istri muda

Suasana sejenak hening……….

Umma: apakah benar semua hutangku lunas???

Namja2: kami tidak pernah bohong.

Umma: kalau begitu ambillah!!
nara terkejut mendengar omongan ummanya, dikumpulkannya segenap tenaganya dan berjalan ke dapur, tak lama kemudian nara kembali. Ia memegang sebuah pisau, tangannya berdarah karena memegang bagian yang tajam, ia mengarahkan pisau itu ke ummanya……..

Nara: kau sudah mencampakkanku, menyiksaku, menjualku….. sekarang bunuhlah aku agar kau benar-benar puas!!!!!!!!!!!!

Nenek: nara andwe!!!!!!!!!!
semua orang melihat kearah sumber suara, terlihat seorang nenek bersama dua bodyguardnya. Umma nara terkejut, ia mengenal nenek itu begitupun sebaliknya.

Nenek: berapa kau menjual putrimu???????????? Berapa hutangmu??????????

Nenek marah, ia mengambil semua uang di dompetnya, uang itu sangat banyak bahkan 2kali lipat dari jumlah hutang umma nara. ia melemparkan uang itu ke wajah umma nara……

Nenek: ambillah uang itu!!!!!!!!!

Nenek memerintahkan kedua bodyguardnya membawa nara dan melepaskan pisau dari tangan nara.

Setibanya di mobil nenek sibuk memegangi tangan nara yang berlumuran darah, ia mencoba menghentikan pendaraha, nenek dulunya adalah seorang dokter jadi ia tahu benar apa yang ia lakukan.

Nara hanya diam saja, nenek memeluk erat nara dan menangis, ia menyesal meninggalkan nara dan yoogun saat itu, jika saja ia membawa mereka berdua pasti yoogun tidak akan pergi dan nara tidak akan menderita seperti ini.

Nenek memopoh nara masuk ke dalam rumah, seisi rumah terkejut melihat nara. taemin yang duduk di kursipun membantu sang nenek membawa nara….. alangkah terkejutnya ia saat mengenali yeoja itu

Taemin: nara???????????????

Nara di bawa ke sebuah kamar,

Nenek: mandilah, setelah itu tidurlah, kau butuh istirahat

Nara mengangguk.. nenek pun keluar bersama taemin.

Taemin: nenek, bagimana bisa nenek bersama nara??

Nenek; kau mengenalnya?

Taemin: dia teman sebangkuku….

Nenek: tadi dia kecelakaan, lalu nenek membawanya pulang.

Taemin: bagimana dengan keluarganya??

Nenek: dia tak punya keluarga……

**********

Pagi harinya nara terbangun, ia merasa seluruh tubuhnya sakit. Saat mencoba untuk duduk ia melihat sarapan terletak di atas meja dan baju yang terlipat rapi.

Nara membersihkan dirinya lalu sarapan, ia tak pernah sesantai ini sebelumnya, biasanya pagi-pagi sekali ia sudah bangun , memasak lalu bergegas ke sekolah.

Sekolah…….. nara harus ke sekolah, ia keluar dari kamarnya lalu nenek muncul,

Nenek: hari ini kau tidak usah sekolah. Tubuhmu masih belum sembuh total,

Nara: baiklah…..

Nenek: malam ini akan ada pesta keluarga,kau ikut ya????

Nara: tapi akukan bukan keluarga

Nenek: tapi kau harus datang dan ikut.

Nara: baiklah

Nara hanya bisa menuruti segala kata nenek, ia masih berfikir bahwa sekarang ia adalah milik nenek karena nenek telah membelinya…..

Nara didandani habis-habisan kacamatanya hilang entah kemana sejak ia sampai di rumah nenek. Nara menatap dirinya di cermin, ia memakai gaun berwarna ungu, gaun itu melekat indah ditubuhnya yang kurus. Wajah nara terias indah dan manis. Nara sampai tersenyum-senyum sendiri melihat dirinya, ia berlama-lama menatapi dirinya di cermin. Ia berbalik dan hendak berterimakasih pada nenek. Saat ia berbalik ia melihat taemin dan tersenyum pada namja itu. Taemin terkejut bukan main, ia tak menyangka nara bisa secantik itu, ia bahkan berfikir itu bukanlah nara.

Deg…deg….deg….

Jantung taemin berdetak keras dan cepat saat nara tersenyum manis padanya, itu adalah senyum termanis yang pernah ia lihat selama ini.

Nara heran melihat taemin karena sedari tadi namja itu terdiam menatapnya dengan tatapan yang dirasa nara sangat aneh. Ia mendekat dan mencoba menyadarkan taemin

Nara: YA! Kuenchana??

Taemin: ne?????????????

Nara: wajahmu aneh sekali…………

Taemin: anyi………… nenek menyuruhmu turun.

Nara: benarkah??? Tapi aku sedikit takut……….

Nara turun dan taemin mengikutinya dari belakang, taemin merasa ada yang aneh dengan dirinya. Yeoja itu selalu membuatnya terkejut. Saat keduanya tiba di bawah semua mata memandang pada keduanya. Entah apa yang orang-orang itu bicarakan saat mereka masih diatas sampai membuat semua orang melihat pada keduanya.

Nara dan taemin jadi malu, merekapun turun dan duduk di tempat kosong yang mungkin sudah disediakan, tapi semua orang tak henti-henti menatap mereka

Taemin umma: yepputa……………… kau akan jadi menantu yang baik….

Taemin umma tersenyum disambut semua anggota keluarga

Nenek: hmmmmmmm……… taemin, kau itu kan sudah besar. Sebentar lagi akan lulus sekolah… tak ada salahnya nenek berikan jodoh untukmu….

Taemin: apa maksud nenek???

Nenek: kau ingatkan?? Jika kau belum menikah sampai tamat kau tidak akan mendapatkan warisan dariku dan kau tidak boleh tinggal di rumahku.

Taemin: tapi kenapa tidak bicarakan denganku??

Nenek: bukankah sekarang kita sedang membicarakannya?? Tapi jika kau mau menolak, kau harus siapkan calonmu sendiri.

Taemin: aku tidak punya yeojachingu..

Nenek : lagipula kaliankan sudah saling kenal, hanya tinggal saling belajar mencintai saja.

Nara hanya diam tanpa mampu membantah, ia tak punya alasan dan hak untuk membantah. Nara hanya tertunduk sambil menikmati makanan yang telah disediakkan.

****************

Nara termenung di bangku kantin tempat ia biasa duduk, entah kenapa ia jadi sedikit tidak nyaman karena sedari tadi semua orang terus melihatnya. Dan ada beberapa namja yang tersenyum-senyum padanya.

Chichi: YA!

Nara terkejut

Nara: YA! Kau membuat jantungku copot.

Chichi: hahahahahahahahaha………..wah kau terlihat berbeda….

Nara: apa aku terlihat begitu jelek??? Sedari tadi semua orang menatapku. Aku tidak biasa diperlakukan seperti itu

Chichi: anyi…. Kau terlihat sangat cantik tanpa kacamata dan ikat rambutmu, rambutmu sangat indah jika disisir seperti ini

Nara: aku harus bicara padamu, tapi sebaiknya kita tak bicara di sini

Mereka pergi ke taman belakang dan duduk di bawah pohon besar yang berdiri kokoh dan telah menemani sekolah ini sejak sekolah ini di bangun. Nara menceritakan semuanya pada chichi

Chichi: MWO?????  jadi kau akan menikah dengan taemin???

Nara: ne….. aku tidak bisa menolak karena seperti yang telah kukatakan, umma telah menjualku pada nenek

Chichi: YA! Ummamu itu adalah orang terkejam sedunia!!!! Apa tidak cukup selama ini dia menyiksamu…

Nara: piuh………

Chichi: tapi bukankah itu bagus???

Nara: maksudmu??

Chichi: kau bisa terhindar dari kekerasan dan sisksaan dari ummamu, kau bilang nenek  masih membiarkanmu sekolah bukan?? Kau bisa sekolah setinggi-tingginya tanpa harus memikirkan biaya pendidikanmu, selain itu kau bisa hidup tenang dan layak di sana. Bukankah itu bagus???

Nara: tapi rasanya aneh menikah di usian segini… lagi pula aku tidak terlalu dekat dengan taemin.

Chichi: kau hanya perlu belajar untuk lebih ramah padanya.

Nara: YA! Apa aku cantik???

Chichi; mwo?

Nara: aku merasa tidak pantas untuk namja setampan itu

Chichi: YA! Kalau kau tidak cantik semua namja di kantin tidak akan memperhatikanmu dan senyam-senyum padamu.

Nara: kalau begitu baguslah…. Ini(menyerahkan sesuatu)

Chichi: apa ini??

Nara: itu undangan pernikahanku

Chichi: rupanya kau tidak main-main. Kapan tanggalnya?

Nara: minggu depan…

Chichi: secepat itukah?

Nara: aku juga heran, seperti kebelet pipis saja, semuanya diusahakan secepat mungkin.

Taemin pov

Aku sungguh tak mengerti nenekku itu, bagaimana bisa ia menjodohkanku dengan yeoja yang baru ia temukan? Apalagi sekarang? Ia sudah menyuruhku pulang dari Canada tempatku yang ternyaman sekarang menyuruhku menikahi nara. nara? dia sangat berbeda saat makan malam, aku akui dia sangat cantik, tapi aku bahkan tak mengenalnya, ia sedikit sekali bicara padaku.

**********

Nara berdiri di depan pintu rumahnya, entah kenapa ia jadi rindu rumahnya itu. Meski belakangan ini ia tak pernah merasa bahagia di rumah itu, rumah itu telah meninggalkan sejuta kenangan manis yang dulu ia pernah rasakan semasa appa masih hidup. Nara mengetuk pintu dengan ragu-ragu. Tak lama kemudian seseorang membuka pintu

Nara: umma……….

Umma hanya diam saja

Nara mengeluarkan undangan pernikahannya

Nara: umma……….. aku akan menikah………… nenek itu menyuruhku menikah, aku tak berdaya menolaknya karena kau telah menjualku padanya. Aku harap kau datang.

Dengan senyuman nara meninggalkan ummanya yang masih terkejut sembari memegangi undangan berwarna emas itu

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “My Life With You, Lee Taemin – Part 2”

  1. Kebawa suasana pas yoogeun pergi,, hikss.. TT

    bagian perjodohannya, daku sukaaaaa…
    Mau dong, dijodohin sm Taemin,…*apalah*

  2. Author sedih sekali mulai bagian Yogeun meninggalkan Nara hingga bagian Nara akhirnya dijemput nenek
    FF author justru sedih loh

  3. pasti eommany nara ud d tinggal pergi ma pacarny y??kok eommany sndrian?taemin bkalan suka nara kn?
    heheheheheh ian bnyk tanya chingu,,aqw lsg k part brikutny dey,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s