Broken Home VS Broken Heart – Part 6

Title : Broken home vs Broken heart part-6

Author : Silvi a.k.a Lee Kyung Mi

Main Cast : Choi Minho

Park Jiyeon

Support Cast : Lee Kyung Mi

Song Yoon Ji

Lee Taemin, etc

Length : Sequel

Genre : friendship, romance, sad

Rating : PG-13

summary :

“Ahjussi, ice cream-nya 1 ya, rasa strawberry!” teriak oppa, ahjussi penjual ice cream pun hanya mengangguk. Apa yang oppa katakan tadi? Ice cream rasa strawberry? Apa aku tidak salah dengar? Bukannya oppa tidak suka rasa ini? Kenapa sekarang oppa malah memesannya? Aneh!

Kulihat oppa sedang menikmati ice cream-nya, sepertinya oppa mulai menyukai rasa strawberry. Ya, sepertinya memang begitu.

“Aku duluan ya, annyeong! Taemin, jaga Min jung baik-baik! Arasseo?!” ucap oppa sembari beranjak dari duduknya.

“Ne, hyung.” Ucap Taemin oppa. Minho oppa pun beranjak pergi meninggalkanku dan Taemin berduaan  setelah membayar ice cream-nya.

“Ada apa dia? Aneh sekali sikapnya…” gumamku

***

Jiyeon P.O.V

Jiyeon-ah, mian aku baru smsmu skrng. Oh iya, kau tdk mrh pdaku tntng kejadian wktu itu kan?

 BY : KEY

Key? Huh, aku jadi teringat kejadian di café waktu itu, sungguh menyebalkan! Tapi, aku tau bahwa Key tidak mengetahui yang sebenarnya. Jadi, wajar saja dia membela Minho.

Ya! Aku sngt mrh pdamu!

Haha…tdk kok, aku tdk mrah pdamu. Aku tau, kau tdk mengetahui yg sebenarnya.Balasku.

Jeongmal ?

hem, kalau begitu bisakah kita bertemu di café yg kmrn? Kau sdh plng sekolahkan?

Ne, aku sdh plng sekolah. Kau tnggu saja aku. Aku pun segera mengayuh sepedaku ke tempat café yang kemarin.

Aku mencari Key saat aku sudah sampai di tempat kemarin. Tapi, aku tidak menemukannya. Aish, dia ini! Aku pun menunggunya. Aigo…lama sekali dia. Aku pun segera meneleponnya.

“Yeoboseyo…” katanya.

“Yaa! Kau dimana? Aku sudah sampai! Kau ini menyebalkan!”

“Aku ada dibelakangmu.” Aku pun membalikkan badanku dan benar saja aku menemukan sosok Key sedang memegang ponselnya lalu menutupnya.

“Aish, pabo!” kata Key sembari menjitak kepalaku pelan.

“Ya!” kataku kesal.

Kami pun memulai pembicaraan, aku memberitahukannya tentang aku dan Minho yang selalu bertengkar sampai kejadian kemarin, saat Minho pingsan.

“Mwo? Memangnya sakit apa dia? Kenapa dia sakit? Biasanya dia tidak pernah sakit.” Kata Key.

“Molla. Tapi, tadi dia sudah baikkan kok.” Kataku.

Kami terus saja bercerita. Tentangnya di Paris, yang sempat terpotong waktu dicafe yang lalu. Cerita yang sangat menyenangkan. Aku ingin sekali kesana. Tapi, aku hanya bisa mendengarkan cerita darinya tentang Paris. Mendengar ceritanya saja aku sudah senang, bagaimana jika aku benar-benar ada disana?

***

Aku pulang ke rumah dengan perasaan senang. Ya, Key benar. Kenapa aku tidak bilang saja jika aku ingin ke Paris pada eomma dan juga appa. Mungkin saja mereka mengizinkanku kesana. Walaupun tidak sendiri. Aah, iya. Kyung mi, jika eomma dan appa mengizinkanku, Kyung mi akan ikut bersamaku. Mungkin dia sangat senang bisa pergi ke Paris.

“Eomm…” kata-kataku terpotong saat kulihat eomma dan appa sedang bertengkar, dan kali ini eomma menangis. Kenapa mereka bertengkar lagi? Apa yang terjadi? Baru juga beberapa hari mereka kembali seperti dulu, dan sekarang mereka sudah kembali bertengkar. Jincha! Mereka sungguh menyebalkan!

Brak !

Aku membanting pintu dengan sekeras mungkin, aku tidak peduli dengan mereka. Eomma dan appa pun begitu, tidak peduli dengan siapa pun. Aku sudah muak mendengar eomma dan appa yang terus saja bertengkar, aku tidak tahu apa yang menyebabkan mereka bertengkar seperti itu.

Aku segera memasang I-Phone dengan volume sekeras mungkin, hingga aku tak dapat mendengar ocehan mereka di lantai bawah. Aku sedih sekali mempunyai keluarga yang seperti ini, jika mereka terus-terusan seperti itu, lama-lama aku tidak tahan lagi berada dalam rumah yang seperti ini.

Apakah mereka tidak tahu perasaanku yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap mereka yang seperti itu??? Ya, memang mereka tidak tahu perasaanku, karena mereka sudah tidak memperdulikan aku. Akhirnya, airmataku pun jatuh perlahan seiringan dengan bayang-bayang kelam yang sekarang aku hadapi, karena mereka terlalu egois dan tak pernah sedikitpun mempedulikanku, padahal aku mengarapkan sesuatu yang indah dan saat itu juga aku pun langsung menyeka airmataku.

“Jiyeon-ah, kau tidak boleh menangis! Kau harus kuat, Jiyeon-ah. Hwaiting!!” ucapku pada diriku sendiri sembari menghempaskan tubuhku di atas tempat tidur. Dan tidak terasa aku tertidur dengan pulas.

***

“Kyaaaaa!!!” teriakku saat aku melihat ada seekor binatang di dalam tasku. Ya, binatang ini yang paling aku benci. Kecoak! Aku takut pada binatang yang satu ini. Binatang ini menjijikan sekali, aku juga benci ketika kecoak itu terbang.

Aishhh…kenapa binatang ini bisa ada di dalam tasku? Aku curiga pada Minho, dia kan yang selalu mengerjaiku. Aku pun meliriknya. Dan, benar saja dugaanku. Dia sedang tersenyum melihat tingkahku seperti ini. Huh! Sikapnya sekarang kembali seperti dulu. Menyebalkan! Lihat saja, aku akan membalasmu!

“Ya! kecoaknya keluar!” Teriak Kyung mi yang membuyarkan lamunanku. Park sonsaengnim pun melebarkan matanya melihat tingkah murid yeoja-nya yang berlari kesana-sini.

“YA! kalian ini kenapa?” kata sonsaengnim seraya menghampiriku yang pertama membuat ulah.

“Ada apa, Jiyeon-ah?” tanyanya padaku saat aku sudah berada di barisan kursi belakang, jauh dari kursiku yang berada didepan karena mencoba menghindari kecoak yang menjijikkan itu.

“Ada kecoak sonsaengnim! Jiyeon membawa peliharaannya kesini.” Ujar seseorang, tak salah lagi, dia adalah Minho.

“HAHA…” Semua murid namja dikelas ini pun tertawa. Aiish! Lihat saja kau ya, Choi Minho! Aku akan membalas perbuatanmu ini!

“Sudah-sudah!” ucap sonsaengnim menenangkan murid-muridnya dan mengambil kecoak yang ada dilantai, lalu dibuangnya keluar.

“Sudah, kembali ke tempat duduk kalian!” perintah Park sonsaengnim. Huh, untung saja sonsaengnim tidak memberi hukuman padaku. Aku melirik kesampingku, aku menatapnya tajam, tapi ia hanya menyeringai. Lihat saja, kau boleh tertawa sekarang, tapi lihat saja nanti!

Treeett…treeett…

Bel pulang pun berbunyi, secara diam-diam aku menuju tempat parkir motor. Aku mencari-cari motor milik namja itu. Saat aku sudah menemukan motornya, aku memperhatikan sekelilingku. Bagus, aman! Aku pun membocori ban motornya saat tak ada orang yang melihatku. Ini dia pembalasanku!

Aku melihatnya datang, aku pun segera mencari tempat aman agar tidak dilihatnya.

“Omo! Ban motorku bocor? Ah, jincha! Paku? Aissh…dasar kau! Selalu saja membuatku kesal, huh!” katanya. Rasanya aku ingin sekali tertawa saat ia mendorong motornya. Huh, siapa suruh mengerjaiku? Itu akibatnya!

“Hahaha…” aku tak bisa menahan tawaku, aku pun segera membekap mulutku sendiri dan memegangi perutku. Dan tiba-tiba aku melihat bayangan seseorang, karena aku sedang melihat kebawah. Aku pun memberanikan diri untuk melihatnya. Omo~namja ini? Minho? Aigoo….aku ketahuan deh.

“M…mi…mianhae…” kataku dengan terbata. Tapi dia tak mengubrisku, dia hanya terus mendekatiku sampai aku mundur beberapa langkah dan kini aku sudah tidak bisa mundur lagi, akibat badanku sudah menubruk tembok di belakangku. Omo~ eottoekhae?

Apa yang dia lakukan? Kini jarakku dengannya hanya beberapa cm saja, hingga aku bisa merasakan hembusan napasnya.

“Yaa! Apa yang kau lakukan?” tanyaku takut. Lagi-lagi dia tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya menatapku lekat-lekat.

“Yaa!” teriakku dan berharap akan ada seseorang yang mendengarkan teriakkanku.

“Minho-ah?” kata seseorang yang berhasil membuat Minho menjauh dariku. Aah, akhirnya aku bisa menjauh darinya, akhirnya ada juga yang menyelamatkanku.

“Sedang apa kau ada disini?” Tanya Minho. Sepertinya…yeoja ini pernah aku lihat. Oh iya, dia kan yang sudah membuat Minho pingsan waktu itu.

“Aku ingin bertemu dengan Jonghyun oppa, apa kau bisa mengantarku?”

“Mianhae, tapi aku sedang sibuk.”

“Hem, gwaenchana. Apa yeoja ini yeojachingumu?” Tanya yeoja itu.

“Heum, ne. Mianhae, aku harus pergi. Kajja!” kata Minho seraya menarik tanganku. Ya! Mau apa dia? Jincha! Chakaman, apa yang ia katakan? Aku yeojachingunya? Ish! Aku tak mau mempunyai namjachingu seperti dia!

“Ya! Kau mau membawaku kemana?” tanyaku setelah dia membawaku keluar gerbang sekolah. Dan dengan segera aku melepaskan genggamannya saat dia sudah memberhentikan langkahnya.

“Mianhae.” Katanya, dengan nada seperti biasa.

“Ya! Kau bilang aku yeojachingumu? Huh, aku tak mau mempunyai namjachingu sepertimu!” kataku.

“Ne, mianhae.” Katanya sembari beranjak pergi. Kenapa dia? Apa yang terjadi? Sepertinya, setelah ia bertemu dengan yeoja itu. Dia selalu seperti ini. Huh, dasar namja aneh!

***

Taemin P.O.V

“Kau mau ice cream?” tanyaku pada Min jung.

“Eum, ne. Aku mau!” ucapnya semangat.

“Biar kutebak, pasti kau mau rasa strawberry kan?” kataku. Sebenarnya aku bukan menebak. Tapi, aku memang tahu rasa kesukaannya saat aku belum menjadi namjachingunya.

“Ne! Kau tahu dari mana, oppa?” tanyanya, tapi aku hanya tersenyum dan beranjak untuk membeli ice cream itu.

“Igeo!” kataku sembari menyodorkan satu ice cream rasa strawberry padanya.

“Gomawo, oppa~” ucapnya.

“Min jung!” teriak seseorang. Kami pun mencari asal suara itu.

“Minho hyung?” ucapku.

“Oppa? Sedang apa oppa disini?” Tanya Min jung setelah hyung duduk disamping Min jung.

“Molla, oppa hanya ingin jalan-jalan saja. Dan kebetulan, oppa melihat kalian berdua disini.”

Min jung P.O.V

“Oppa belum pulang?” Tanyaku, oppa pun hanya menggeleng.

“Ahjussi, ice cream-nya 1 ya, rasa strawberry!” teriak oppa, ahjussi penjual ice cream pun hanya mengangguk. Apa yang oppa katakan tadi? Ice cream rasa strawberry? Apa aku tidak salah dengar? Bukannya oppa tidak suka rasa ini? Kenapa sekarang oppa malah memesannya? Aneh!

Kulihat oppa sedang menikmati ice cream-nya, sepertinya oppa mulai menyukai rasa strawberry. Ya, sepertinya memang begitu.

“Aku duluan ya, annyeong! Taemin, jaga Min jung baik-baik! Arasseo?!” ucap oppa sembari beranjak dari duduknya.

“Ne, hyung.” Ucap Taemin oppa. Minho oppa pun beranjak pergi meninggalkanku dan Taemin berduaan  setelah membayar ice cream-nya.

“Ada apa dia? Aneh sekali sikapnya…” gumamku.

***

Jiyeon P.O.V

“Hiks…hiks…” kudengar suara seseorang menangis. Eomma? Apa eomma sedang menangis? Omo…kenapa eomma? Aku pun segera menghampiri eomma dan memeluknya, berusaha menenangkan eomma. Tiba-tiba airmataku menetes begitu saja, padahal aku tidak tahu kenapa eomma menangis. Ya, bagaimana tidak menangis jika melihat eommaku sendiri menangis? Walaupun tidak tahu alasannya, pasti setiap anak menangis jika melihat eomma-nya menangis. (Benar tidak? Apa author doang ya yang lebay? Hehe.)

“Jiyeon-ah…kau…tahu?” kata eomma di sela-sela tangisannya.

“Mwo?” tanyaku.

“Ini saatnya kau mengetahui alasan kenapa eomma dan appa selalu bertengkar.” Ucap eomma yang membuatku penasaran.

“Mwo?”

“Appa-mu…dia…dia selingkuh dari eomma. Hiks…” Kata eomma sembari meneteskan airmatanya, dan berhasil membuatku shock. Jadi, selama ini mereka bertengkar gara-gara ini? Appa! Aku membencimu! Sangat!

“Eomma…apa itu benar? Jadi, selama ini eomma dan appa bertengkar gara-gara ini? Terus apa yang akan eomma lakukan?” tanyaku yang kembali meneteskan airmata, aku tidak tau bahwa hal ini begitu parah. Aku kira, mereka bertengkar gara-gara hal yang sepele. Tapi, ini hal yang tidak bisa disepelekan. Appa, kenapa appa melakukkan hal itu pada eomma! Apa salah eomma? Kenapa appa tega? Aku ingin sekali bertanya hal itu pada appa. Banyak sekali pertanyaan yang aku ingin tanyakkan padanya. Aku benar-benar membencinya sekarang!

“Ne, bahkan appa mu sudah…sudah menikah dengan yeoja itu. Eomma sakit sekali saat mengetahui hal itu. Appa mu selalu berbohong pada eomma. Appa mu selalu saja minta maaf pada eomma, dan eomma percaya begitu saja, Jiyeon-ah. Eomma ingin sekali bercerai, tapi, appa mu itu tidak juga memilih salah satunya. Dia tidak bisa tegas, dia itu namja yang tidak punya pendirian! Eomma sakit, Jiyeon-ah, sakiiiitt…” kata eomma, aku segera mengeratkan pelukanku. Aku tidak bisa percaya ini. Bagaimana bisa appa selingkuh dari eomma? Eomma sangat baik pada appa! Eomma selalu memaafkan kesalahan appa! Tapi, kenapa appa tega melakukannya?! Kenapa appa?!! Aku sayang appa! Aku saying eomma! Kenapa appa mengkhianati perasaan eomma? Wae appa?! Wae?!!!

“Eomma…eomma tidak boleh bercerai dengan appa! Aku tidak ingin punya keluarga broken home, eomma. Andwae!” isakku yang semakin keras.

“Jiyeon-ah…apa kau mau terus-terusan seperti ini? Apa kau ingin melihat eomma menangis terus? Apa kau ingin melihat eomma sakit? Apa kau ingin melihat eomma stres?”

“A…an…anniya, eomma. Aku hanya tidak ingin mempunyai keluarga yang broken home. Aku…aku tidak mau eomma. Ya, aku tahu appa sudah menyakiti eomma, tapi, aku tidak mau eomma bercerai dengan appa. Lebih baik, yeoja itu saja yang bercerai dengan appa. Ya, aku akan membuat appa membenci yeoja itu. Eomma tenang saja.” Kataku sembari menyeka airmataku dan segera beranjak dari dudukku. Tiba-tiba eomma mencegahku, eomma menggenggam tanganku.

“Andwae, Jiyeon-ah. Biarkan appa mu yang memilihnya. Biar saja, kalau ternyata eomma yang appa-mu ceraikan, biarlah. Jika appamu memilih eomma, eomma pun bersyukur. Tapi, eomma tidak mengharapkannya, Jiyeon-ah. Hati eomma sudah sangat sakit. Lebih baik, kau sekolah yang benar dan mencari namja yang baik, jangan seperti appamu. Kau tidak usah memikirkan hal ini, Jiyeon-ah.”

“Anniya, eomma! Aku akan tetap berusaha. Biarkan aku eomma. Aku sayang eomma.” Kataku seraya mencium pipi eomma.

“Oh iya, eomma tidak boleh menangis! Pokoknya, eomma nggak boleh nangis! Arasseo?!” kataku. Eomma hanya bisa tersenyum melihat tingkahku ini. Ya, aku tau bahwa eomma, masih mencintai appa. Dan aku tau, kalau eomma tidak ingin di ceraikan appa. Maka dari itu, aku akan membantu eomma. Aku akan membuat appa membenci yeoja itu dan menceraikan yeoja itu! Aku harus bisa!!! Ya, aku akan memulainya besok saat pulang sekolah. Hwaiting, Jiyeon-ah!

Chakaman…aku harus minta tolong siapa? Siapa yang bisa membantuku? Kyung mi? Aku pun segera menelepon Kyung mi. semoga saja dia bisa membantuku.

“Yeoboseyo, Jiyeon-ah? Ada apa?”

“Apa kau bisa membantuku?” tanyaku segera.

“Akhir-akhir ini aku sibuk, Jiyeon-ah. Mianhae.” Belum aku ceritakan aku butuh bantuannya apa. Dia pun sudah menolakku. Huh, menyebalkan sekali dia! Kenapa akhir-akhir ini dia jadi menyebalkan? Kenapa dia jadi sibuk? Aneh!

“Ne…ne…arasseo. Yasudah, mian sudah mengganggumu.” Kataku sebelum memutuskan sambungan. Lalu, siapa yang bisa membantuku selain Kyung mi? Aaaissh!

***

Saat bel istirahat, aku memilih untuk keatap gedung sekolah. Aku memilih tempat ini, karena tempat ini sepi dan nyaman. Tidak akan ada yang mengetahuiku yang seperti ini.

Aku termenung, sebenarnya aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk eomma, agar appa memilih eomma dan menceraikan yeoja itu. Apa aku bisa membuat appa membenci yeoja selingkuhannya itu? Apa mungkin aku bisa melakukannya?

“Aaaarrrgghhh!!! Appa! Kenapa appa bisa melakukan itu pada eomma? Kenapa appa tega?” teriakku sembari mengacak-ngacak rambutku. Berbagai rasa ada dibenakku. Rasa kesal, benci, kecewa, sedih, bingung dan banyak lagi yang kini aku rasakan. Aku kesal pada appa! Aku benci pada appa! Aku kecewa pada kelakuan appa! Aku sedih melihat eomma yang menderita seperti ini. Aku bingung akan melakukan apa untuk menyingkirkan yeoja itu.

Saat aku sudah mengetahui apa yang akan aku lakukan untuk menyingkirkan yeoja itu, kini, aku bingung. Siapa yang akan membantuku? Siapa yang akan menemaniku untuk menjalankan misi ini.

“AAARRRGGGHHH!!!” teriakku lebih kencang. “Aku tidak ingin menjadi anak yang broken home! SHIREO!!!”

“Aiiissh! Siapa yang bisa membantuku menjalankan misi ini? Siapa?!!” teriakku lagi. Tiba-tiba benda kecil menghantam lenganku. Aiissh! Siapa yang melakukan ini?

“Ya! bisakah kau tidak berisik!” kata seseorang. Sontak aku menutup mulutku. Aku pun mencari asal suara itu. Tak ada orang. Tapi, siapa yang berbicara tadi?

“Ya! aku bukan hantu!” ucapnya seperti dapat membaca pikiranku. Aku kembali mencari asal suara itu. Mataku terbelalak saat mengetahui siapa orang itu, ya dia adalah Minho. Sedang apa dia disini? Apa dia mendengar semua perkataanku? Aiiigooo…apa yang harus aku lakukan?

~ To Be Continued ~

P:S : Kayaknya part ini berantakan banget yak? Udah gitu kayaknya buru-buru. Menurut kalian bagaimana?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Broken Home VS Broken Heart – Part 6”

  1. Daebak thor!!! mian yaa baru coment di part ini. hhehe
    menurutku ceritanya gak buru” kok
    minho denger semua perkataan jiyeon ea?? moga dia mau bantu jiyi… dan mereka bs makin deket dehh.. trus minppa bs ngelupain mntn yeojachingu nya, hhehe
    Updated Soon 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s