Undiscloser Desire – Part 7

Tittle : Undiscloser Desire

Author : ViKey…………

Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.

Support cast : Key, Han Yoora, SHINee member.

Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.

Rate : PG 16

Summary : Persahabatan antara pria dan wanita tidak akan pernah berakhir murni. Diantara keduanya akan muncul suatu perasaan yang disebut Cinta dari salah satu pihak. Entah itu cinta yang terbalas ataupun cinta yang bertepuk sebelah tangan. Entah itu cinta yang tersampaikan maupun cinta yang tersembunyi rapi bertahun-tahun.

Foreword : Part ini banyak ngomongin 2Kim, sesuai dengan janji saya bahwa saya akan menjelaskan kenapa ini berjudul Undiscloser Desire. Artinya hasrat tak terbendung, keinginan manusia yang tak pernah habis. Nih judul aku ambil dari lagunya MUSE – Undiscloser Desire. Bagus deh lagunya.hahahahaha

Part 7 : Come Back.

Suara teriakan keduanya begitu memekakkan telinga. Hyuna mengambil bajunya kemudian berlari kedalam kamar mandi. Melihat itu Key sedikit mengernyit. Sekali lagi memeriksa kedalam selimutnya. Hanya memakai boxer kuningnya.

“Argh. .”mengerang sedikit kesal. Mendudukkan dirinya, kemudian memakai kaus putihnya. Kemudian berjalan menuju balkon apartementnya. Berusaha mengingat apa yang terjadi semalam.

Flash back

hujan yang mengguyur malam itu membuat tubuh Hyuna semakin menggigil. Key terus menarik Hyuna menuju mobilnya, tak lagi peduli dengan basahnya badan keduanya sekarang.

“Hiks. . . Hiks. .”masih mendengar isakkan Hyuna, membuat Key ikut merasa sakit. Bingung, yah, awalnya Key bingung harus membawa Hyuna kemana. Karena tidak mungkin dia membawa Hyuna pulang kerumah Jonghyun dalam keadaan kacau saat ini. Pilihan terakhirnya adalah membawanya keapartement.

“Hyuna. . Sudah hentikan.”menarik gelas wine kesepuluh yang dipegang Hyuna. Key menyesal sudah menawarkan minuman beralkohol itu pada Hyuna. Padahal dia berpikir gadis itu tidak akan kuat minum sebanyak itu.

“Eoh.. Apa yang kau lakukan. Biarkan aku minum, namja kodok itu tak pernah membiarkanku minum sebanyak ini.”meracau dalam mabuknya. Key sungguh bersyukur Hyuna tak lagi menangis. Bahkan sekarang sudah mulai sibuk mengumpat namja bermata belo bernama Choi Minho itu.

“Berikan itu padaku.”pinta Key. Terjadi perebutan gelas diantara Key dan Hyuna.

“Duag.”

Key jatuh terjerembab, kepalanya menghantam lantai cukup keras. Sedikit terasa pening.

“Hueks. .”sial, sungguh sial. Belum hilang rasa peningnya dan sekarang Hyuna muntah mengotori kemejanya yang baru saja diganti setelah berkuyup ria dibawah derai hujan.

“Haish. . Dasar gadis singa!”gerutu Key dengan kesal. Dan lihatlah, gadis itu malah tertidur dipundaknya dengan nyaman membuat posisinya sekarang menindih tubuhnya yang kotor.

***

“Hei. Hei. . Kim Hyuna, semalam tidak terjadi apa-apa diantara kita. Dan mengapa kita bisa terbangun dalam keadaan yang yah, terlihat memalukan.”Key menggedor pintu kamar mandi. Menyuruh Hyuna segera keluar dari sana.

“Alasan apa yang kau pakai eoh?”bentak Hyuna. Membuka pintu kamar mandi dengan wajah kesal.

“Ya. . Gadis singa. Ini juga karena salahmu. Siapa suruh kau mabuk. Dan akhirnya. . “key tersenyum licik. Sedikit menggoda sang singa pagi begini terlihat menyenangkan.

“Dan akhirnya. . Akhirnya bagaimana? Jangan bilang kalau kita. Maksudku kau melakukan ‘itu’.. Ahh… Maldoandwae. . “Hyuna memukuli kepala Key dengan histeris.

“YA! YA! YA! Stop Kim Hyuna.. Atau nanti kau kucium.”ancam Key, berusaha menghentikan pukulan Hyuna ditubuhnya.

“Dasar Mesum. Rasakan ini! Rasakan!”semakin brutal memukuli tubuh namja tampan bermata kucing itu.

“Grep.”

“Chup.”

menarik kedua tangan Hyuna, memeluknya dan mencium pipinya kilat. Terpaku, kedua mata Hyuna terbelalak dengan lebar. Merasakan pelukan Key dipinggangnya, kenapa terasa hangat. Dan sentuhan bibir itu kenapa begitu lembut. Tanpa dia sadari, kedua pipinya merona begitu nyata. Ck, terpesonakah.

“Ah, akhirnya kau diam juga Mrs. Lion.”gumam Key pelan. Masih menautkan tatapan mereka.

“Dengarkan aku, semalam memang tidak terjadi apa-apa. Tapi, jika menurutmu aku harus bertanggung jawab maka menikahlah denganku.”dengan sangat yakin, Key membelai pipi Hyuna. Tak melepaskan pelukannya dipinggang Hyuna sedikitpun.

Mata kecil itu mengerjap dengan bingung. Seolah terhipnotis.

“Menikah?”bisik Hyuna sangsi.

“Ne. . Aku melamarmu Kim Hyuna. . Will you marry me?”

“Apa kau bercanda. .”terkikik sedikit geli. Jinja, ini bukan april mop. Dengan perlahan kesadaran Hyuna kembali. Tapi entahlah, dia sedikit enggan untuk menggerakkan tubuhnya saat ini. Pelukan Key, begitu membuatnya merasa nyaman.

“anniyo. . Aku tidak bercanda. Jika kau mengiyakan lamaranku, kita bisa menikah besok.”jemari Key kembali bergerak, menyusuri wajah cantik Hyuna. Menyibakkan poni gadis itu dengan sengaja saat tak merasakan adanya penolakan.

“Tapi, kita. Aku dan kau baru saja bertemu.”mata Hyuna menyipit. Bukan ekspresi amarah, hanya terperangah begitu melihat kesungguhan dikedua bola mata namja itu.

“Tak masalah, bukankah akan banyak waktu untuk saling mengenal lebih dalam setelah menikah. Aku akan mencoba membangun perasaanmu, perasaanku.”lagi, Key berusaha meyakinkan Hyuna. Kenapa ia bisa begitu yakin. Menikah, bukankah ini terasa terburu-buru.

“I do. .”mengangguk yakin, entahlah apa yang Hyuna pikirkan saat ini. Berharap ini bukan sebagai pelampiasan atas rasa sakit hatinya terhadap Minho.

“Gumawo. .”

menyunggingkan senyum bahagia, menangkup wajah sang gadis dan mencium keningnya dengan perlahan, bibir itu bergerak pelan. Mengecup kedua mata Hyuna yang kini terpejam, menyusuri puncak hidung, terus kebawah hingga menempel sempurna dibibir tipis sigadis. Begitu manis saat kedua bibir itu bertemu. Bukan kecupan penuh nafsu, hanya ciuman kecil didasari perasaan tulus.

“Kau akan jadi milikku selamanya Kim Hyuna.”bisik Key dalam hati.

***

“Mwo. . Kalian akan menikah?”Jonghyun berteriak tak percaya. Menatap Key dan Hyuna penuh selidik.

“Mencurigakan, semalaman kalian tak pulang. Dan tiba-tiba datang dengan mengatakan akan menikah. Ah. . Jangan bilang kalian sudah melakukan itu.”

“Dasar Dino Head! Kendalikan pikiran mesummu itu.”tak terima dengan ucapan Jonghyun, Hyuna memukul Jonghyun dengan bantalan sofa.

“Aku bukan aku hyung. .”jawab Key pelan.

“Tapi, benar apa yang dikatakan Jonhyun, Na-ya. . Bagaimana mungkin kalian memutuskan menikah secepat ini, dan Minho? Bagaimana dengan Minho.”ujar Hyukyung, mengusap lengan sang nampyeon yang masih cemberut mendapat serangan sadis dari Hyuna.

“Bisa saja eonni. . Dan Minho? Kupikir Minho sudah tenggelam dilaut.”pelan, Hyuna menjawab dengan pelan. Entahlah, apa dia mencoba memaksakan diri. Ingin terlihat baik-baik saja. Tak bisa dipungkiri, mendengar nama Minho disebut membuat hatinya terasa sakit. Namun, sentuhan dijemarinya kala Key menggenggam hangat tangannya membuat dia merasa nyaman.

Key sendiri hanya tersenyum tipis tanpa melirik Hyuna, seolah tak peduli meski nyatanya dia sangat memperhatikan setiap perubahan suasan hati calon istrinya itu.

“Baiklah. . Kalian sudah dewasa, pasti tahu mana yang terbaik. Justru aku merasa bahagia mendengar kabar ini. Chukkae kalau begitu.”balas Jonghyun, menarik Hyukyung kedalam pelukannya serta menciumi rambut anaenya begitu mesra. Berniat mengajari pasangan baru dihadapannyakah.

“Ne. . Yoogeun pasti juga senang mendengarnya, uncle dan auntienya akan bersatu.”sahut Hyukyung, sedikit merasa jengah dengan perlakuan Jonghyun.

***

“senang bertemu denganmu Yoora-ssi.”Hyuna menngulurkan tangannya, berusaha terlihat biasa saja. Yah, saat ini dia tengah duduk bersama Key, Yoora dan Minho. Mengajak bertemu sang mantan kekasih.

“Apa kabar Minho-ssi. .”sapa Key dengan sopan. Sengaja duduk begitu dekat dengan Hyuna, berusaha memancing cemburu sepertinya.

“Ne. . Baik, kau Kim Kibum, Direktur Lotte depertement bukan?”

“yah. . tentu kau sudah mendengar dari ayahmu. Tuan Siwon, dulu kita pernah bekerja sama.”jawab Key.

“Jadi ada apa kau mengajakku bertemu na~ya?”Minho mengalihkan tatapannya pada Hyuna. Gadis itu tengah menunduk, memilin jemarinya dengan gusar. Tak bisa dipungkiri rasa itu masih ada meski tak sebesar dulu. Cinta bukanlah perasaan yang bisa dengan mudah dibuang begitu saja.

“Kau pasti bisa.”bisik Key ditelinga Hyuna. Menggenggam jemari gadis itu seolah memberinya kekuatan.

Hyuna mengangkat wajahnya, menetralkan ekspresinya kemudian menatap key sejenak yang dibalas senyum tipis.

“Huh, Minho tujuanku mengajak bertemu denganmu juga tuananganmu adalah. .”sedikit jeda saat menatap Yoora.

“Memastikan semuanya, maaf Yoora-ssi aku harus jujur padamu bahwa sebelum Minho bertunangan denganmu dia adalah tunanganku. Oh,, jangan berpikir buruk dulu.”Hyuna mengerjapkan mata, terlihat begitu canggung dan salah tingkah.

“Na~ya. . apa maksudmu?”timpal Minho, menyipitkan mata melihat gadisnya _ralat mantan gadisnya- membalas genggaman tangan Key. Jelas sekali bahwa Hyuna tengah meminta perlindungan dari perasaan sakitnya, sakit yang telah ia torehkan begitu dalam.

“Aku hanya ingin mengungkapkan bahwa diantara aku dan Minho sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, dan satu bulan lagi aku akan menikah dengan Key. Kuharap kalian bisa dating diacara pernikahan kami nanti.”Hyuna menahan air mata yang siap tumpah. Sungguh dia sangat berterima kasih dengan kehadiran Key disampingnya. Saat pria itu memeluk pinggangnya dengan hangat. Membuat hatinya sedikit lega.

“Kau. . ini tidak mungkin. Kau bercanda bukan Na~ya? Katakana kau bercanda Kim Hyuna.”serta merta Minho berdiri dari duduknya, menatap Hyuna tak percaya.

“Minho~ssi., bisakah kau pelankan suaramu.”tegur Key, tak merasa gentar sedikitpun. Semakin mengeratkan pelukannya saat merasa tubuh Hyuna sedikit bergetar. Memalingkan wajah kearah Yoora yanga hanya bisa diam seribu bahasa. Terlihat salah tingkah menghadapi suasana ini.

“Kiranya cukup jelas apa yang aku ucapkan. Kami permisi.”Key menarik Hyuna berdiri, namun satu genggaman Minho dilengan Hyuna menahan langkahnya.

“Hyuna. . kau bercanda bukan. Ku mohon katakana bahwa ini hanya lelucon karena aku sudah membuatmu meraajuk.”Minho kehilangan control atas dirinya, melupak Yoora juga mannernya sebagai Choi Minho yang perfeksionis.

“Nani. . “HYuna menggeleng lemah, menepis lengan kekar Minho dan melangkah pergi.

“Kim Hyuna. .”lirih Minho.

***

“Chankaman. .”Jika tadi Minho yang menahan langkah Hyuna, sekarang justru Yoora yang mencengkram tangan Key. Tergopoh-gopoh mengejar key dan Hyuna yang berjalan menuju parkiran.

Key sedikit menaikkan alisnya, merasa bingung.

“eng. . itu, bisakah kita bicara berdua saja.”ujar Yoora sedikit ragu.

“Apa ini tentang Minho?”jawab Key, sedikit melirik Hyuna yang sedari tadi hanya menunduk.

“Bukan. . ini tentang..”mata Yoora menyiratkan keengganan untuk berbicara dihadapan Hyuna.

“Baik aku mengerti. Key, aku menunggu di mobil saja kurasa.”seolah tahu diri, Hyuna mengangkat wajahnya. Tersenyum datar dengan sedikit terpaksa kemudian melangkah pergi.

“Na~ya. . tunggu aku sebentar Ne. .”Key menjajari langkah Hyuna, tersenyum hangat sebelum mengacak poni gadisnya kemudian sedikit mendorongnya menjauh.

“Cha. . pergilah.”sahutnya lagi, kemudian berbalik menatap Yoora.

“Ada apa Yoora~ssi.”Tanya Key begitu mereka sudah berada disudut lorong menuju parkiran.

“Ini tentang Jonghyun. A-apakah dia baik-baik saja dan. . bagai, bagaimana dengan. .”Yoora menggigit bibirnya. Ragu-ragu namun ingin tahu.

“Oh. . kau masih mengingatnya.”tersenyum sedikit mengejek. Tak menyangka bahwa dia akan bertemu lagi dengan Yoora.

“Jika kau ingin tahu keadaan hyung, dia baik-baik saja. Juga anaknya, maaf aku tak mengatakan anakmu karena dalam kenyataannya dia bukan anakmu. Dan asal kau tahu, gadis yang tunangannya kau rebut itu aadalah adik sepupu Kim Jonghyun.”sinis, perkataan Key cukup terdengar tajam dan sinis.

“Tapi terima kasih, tak bisa dipungkiri berkatmu hyung dan Hyukyung bersatu dan aku bisa bertemu dengan Hyuna. Selalu ada hikmah dibalik musibah.”lanjutnya lagi, seakan tak pedulli dengan kesedihan yang membayang diwajah Yoora.

***

Key berjalan mengendap-endap, mendekati sesosok namja berambut blonde yang tengah asyik duduk dibawah rindang pepohonan.

“Hei Bocah!!”menimpuk kepala namja berambut blonde yang tengah duduk dibawah rindang pepohonan.

“YA!!”pekik namja itu dengan sebal, menampik tangan milik Key yang kini bertengger dikepalanya.

“Bocah. . Apa benar kau sudah tinggal dengan Hyuna sejak umurmu 10 tahun eoh?”tertawa sedikit geli sembari mengambil tempat disamping namja berambut blonde tersebut.

“Jangan memanggilku bocah. Dan tak usah bersikap sok akrab. Tuan Kim Kibum.”balasnya sedikit sengit.

“Ok,, Lee Taemin!”menekankan nama si namja dengan nada mengejek.

“Jangan mentang-mentang noona bersedia menikah denganmu, bukan berarti aku menerimamu. Kau belum lulus uji kelayakan sebagai calon suami NOONAKU!”Menyipitkan mata dengan sinis.

“Hahaha. . . Uji kelayakan, kau pikir noonamu itu sejenis kendaraan.”

“YA!! Kau benar-benar menyebalkan. Jangan-jangan noona-ku sudah kau guna-guna hingga mau menikah dengan orang sepertimu.”mempoutkan bibirnya sengaja.

“Guna-guna? Ck. . Pikiranmu sungguh kolot Taeminnie. Tanpa memakai cara seperti itupun aku bisa menaklukan hati noonamu dengan mudah.”tertawa mengejek sembari membusungkan dada. Hah, sepertinya Key sangat menikmati moment ini. Melihat wajah kyoepta milik Taemin memerah dengan kesal.

“Duk!?”melemparkan gelas yang dipegangnya sekuat tenaga. Tepat mengenai bahu namja tampan bermata kucing disampingnya.

“Huh..”menghela nafas berat. Taemin merosotkan badannya disandaran kursi taman yang menjadi tempatnya bersandar seraya mengawasi Hyuna yang tengah bermain bersama Yoogeun, terlihat riang. Seolah kejadian beberapa waktu lalu benar-benar tak pernah ada. Noona-nya memang menangis hebat malam itu. Malam pesta pertunangan Minho kekasihnya -mantan kekasih lebih tepatnya. Dan tiba-tiba mendengar bahwa Hyuna akan menikah dengan Key, membuatnya langsung terbang ke Korea. Melihat langsung pria yang begitu mudahnya diterima oleh Hyuna.

Matanya melirik kearah Key yang juga masih menatap Hyuna intens.

“Wae? Kenapa memperhatikanku seperti itu eoh? Terpesona dengan ketampananku kah?”kembali menggoda dongsaeng angkat sang calon anae.

“Kau benar-benar hidup dalam kenarsisan Kim Kibum.”desis Taemin dengan malas.

“Teminnie. . Bisakah kau cerita padaku tentang Minho?”kini ekspresi Key telah berubah, mata tajamnya berkilat menandakan bahwa dia tengah fokus dan serius.

“Jika aku bercerita, apa yang bisa kudapatkan?”

“Apapun yang kau inginkan. Asal aku bisa memenuhinya.”

“Jika aku meminta kau membahagiakan noonaku. Apa kau sanggup melakukannya? Menilik dari proses perkenalan kalian, aku yakin tak ada cinta dibalik keputusan pernikahanmu dan Hyuna noona.”suara Taemin seolah mengintrogasi. Sungguh tak rela jika Hyuna kembali merasa hancur karena cinta.

“Bukan tak ada. Tapi belum.” sahut Key pelan, matanya menerawang dengan bibir yang melengkung kebawah sedikit.

“Awalnya aku tak berpikir untuk membiarkan noona bersamamu. Perpisahannya dengan Choi Minho membuatnya sangat terpuruk. Tapi, aku sungguh takjub padamu Kim Kibum-ssi. Entah apa yang kau lakukan pada Hyuna noona, kau berhasil membuatnya sedikit lebih baik, tak terus berlarut dalam kesedihannya. Aku berat mengatakan ini, tapi yah. Terimakasih karena kau hadir dihidupnya. Terima kasih sudah mengembalikan Kim Hyuna yang kukenal dulu.” Taemin menundukkan kepala. Sangat terharu tiap kali membicarakan gadis yang sudah dianggapnya kakak.

“Aku tak mengerti maksudmu Taemin?”

“Setelah bersamamu. Aku merasa Hyuna noona menemuan dirinya sendiri, kembali menjadi yoeja cuek yang apa adanya. Tak lagi memaksakan diri untuk terlihat sempurna. Tadi kau bertanya tentang Minho bukan? Secara fisik kurasa kau mungkin sudah melihatnya. Dia namja tampan yang tumbuh dilingkungan yang menuntutnya menjadi orang perfeksionis. Segalanya harus terlihat sempurna tanpa cela. Bahkan sampai urusan pendamping. Noona dan Minho hyung bertemu saat mereka masih dibangku kuliah.”

“dari teman akhirnya hubungan mereka berlanjut, Hyuna noona yang dari kecil sedikit tomboy mati-matian merubah dirinya menjadi wanita super feminim hanya demi mengejar kriteria Choi Minho. Elegan, lembut, berambut panjang dan tentu saja feminim. Sejak berhubungan dengan pria itu, noona berubah menjadi sosok yang asing. Dia terlalu sibuk dengan dunia yang sesungguhnya tak dia sukai. Kelas kepribadian, kursus memasak, merangkai bunga. Huh, aku terkadang kasihan dengannya. Dalam hatiku, aku tak pernah setuju mereka berpcaran. Namun, melihat noona begitu mencintai Minho membuatku tak tega untuk mengutarakn ketidak sukaanku.”terdiam, mata Taemin menerawang kelangit diatasnya. Seolah dikepalanya tengah berputar tayangan-tayangan Hyuna dan Minho masa dulu.

“Ternyata kau punya sisi dewasa juga bocah.”ujar Key dengan gugup, mendengar cerita Taemin barusan kenapa rasanya dadanya bergemuruh. Sungguh tak suka mendengar bagaimana perjuangan Hyuna untuk mendapatkan cinta Seorang Choi Minho. Apa dia cemburu! Huh, masih terlalu dini untuk berkata seperti itu.

“Berhentilah mengataiku bocah. Dasar pria tua!!”sebal taemin.

“heran, kenapa Jinki hyung mempunyai sahabat sepertimu, ceerwet seperti umma-umma. Hah, aku membayangkan akan seperti apa anak kalian kelak. yang jelas tak akan semanis Yoogeun.”lanjutnya lagi. Beringsut menjauh dari Key.

“Hahaha. . justru aku ingin memiliki anak sepertimu kelak. begitu menggemaskan, bocah.”dengan sengaja Key mencubit pipi Taemin keras-keras.

“NOONA!! Batalkan pernikahanmu dengannya, aku tak merestui kalian.”berlari kearah Hyuna dan Yoogeun. Mengadukan Key.

“Wae. . bukankah bagus, kupikir kalian cocok Tae.”Balas Hyuna, ikut tersenyum bersama Yoogeun melihat Key masih berusaha mencubiti pipi mulus milik Taemin.

“Ada apa ini. . ada apa.”Jonghyun muncul bersama Hyukyung.

“Hyu Noona. . jauhkan pria tua bermata kucing ini dariku, dia mau membunuhku.”

“Pria tua. . hahahaha..”Hyuna dan Jonghyun tertawa bersamaan mendengar Taemin mengatai Key sebagai pria tua.

“Setelah namja narsis bermulut cabe. Sekarang julukanmu bertampah pria tua. Key. Key.”Jonghyun semakin tak bisa menahan tawanya, memeluk Yoogeun dalam dekapannya. Mereka terlihat begitu bahagia, tak menyadari ada sepasang mata yang mengawasi dari jauh.

“Harusnya aku yang tertawa seperti itu. Harusnya aku yang mendapatkan kebahagiaan itu. Lee Hyukyung kau sudah merebut posisisku. Batin sipengintai dengan kebencian yang berkilat.

Cinta, persetan dengan cinta

. Aku tak percaya cinta

. Aku tak punya cinta.

Bahkan orang tuaku juga tak mencintaiku hingga tega memisahkan aku dengan dia, bahkan memisahkanku dengan darah dagingku sendiri hanya karena sebuah gengsi dan posisi.

Aku tak punya cinta. Bagiku cinta itu adalah sesuatu hal yang tabu.

Bersambung. . . .

AHHH. . . . aku suka sama Part ini. Kenapa 2Kim terlihat begitu manis. Lalalalala. . . . aku ingin begini aku ingin begitu ingin ini ingin itu banyak sekali. Sampai JUmpa!!!!!


©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Undiscloser Desire – Part 7”

  1. Wiihh gila Key sama Hyuna udah mau nikah aja o.O mmmhh.. Sebenernya Key suka gak sih sama Hyuna? Kok kayanya suka tapi masih rada ragu gitu yah 😉
    Ada beberapa typo tapi over all bagus kok 😀 next!

  2. 2Kim mang sangat manis..
    Aq suka..

    Eh, entu yg ngintai yoora ea?
    Yoora.. Jangan kau ganggu kebahagian Jong-Hyu lagi.,
    Kau kan udh punya Minho..
    Lanjutt..

  3. annyeong, hehe
    wah aq bc langsug dr part 1 – 7, ini keren banget..hehe *makin suka sama jjong*
    pengen bc kelanjutannya…

    pokonya daebak bgt ini ff 😀
    ViKey author-nim ditunggu lanjutanya..hehe 🙂

  4. mianhaeyo, kayaknya pernah baca salah satu FF yang berhubungan dengan si tokoh di FF ini. Tapi yang pernah aku baca itu FFnya dari sisi tokoh utamanya Choi Minho dan Kim Hyuna. ceritanya juga mereka berdua berkenalan di Paris.Lalu di FF itu juga ada jjong, Key dan Hyukyung yg menjadi sepupunya Kim Hyuna. Mian aku lupa apa judul FFnya, tapi apakah ada hubungannya dengan FF yang aku maksud itu ? hehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s