Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 6

Naega Saranghae “Our Marriage” – Story 6


–    Author                                             :

Papillon Lynx, @fb: Saika Kurosaki

–    Casts                                                            :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Jung Eunji APink
  • Choi Minho SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Kim So Eun
  • Kim Kibum aka Key SHINee
  • Lee Jinki SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Son Naeun APink
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Kim Taeyeon SNSD

 

–    Support Cast                                               :

  • Jinki and Minho’s Eomma
  • Lee Won Ssi
  • Shin You and Jonghyun’s Eomma
  • Kim Junsu
  • Lee Soo Man
  • Tuan Han
  • Nyonya Han
  • Nyonya Kim
  • Pengacara Hwang

–    Genre                                               :

  • Romance
  • Sad
  • Life
  • Friendship
  • Teen
  • Marriage Life

–    Length                                             :

Sequel

–    Rating                                              :

PG-13 until PG-16

 

Summary        :

Our marriage was a mistake. However, what if love begins to grow between us over time? We don’t know. But, if that happens, as much as possible I will continue to maintain our beautiful love.

 

A.N:

Fiuhh.. Akhirnya bisa juga ngelanjuin ff ini. Gimana? Ada yang udah ngga sabar nungguinnya ya? Mianhae, soalnya authornya sempet banyak masalah akhir-akhir ini. Jadi sama sekali ngga bisa dan ngga mood nyalain laptop apalagi ngetik #curcol, lupakan. Oke deh! Langsung aja. Happy reading dan jangan lupa untuk memberikan commentnya! ^^ Gomawo..

 

NOTE :

KATA-KATA YANG BERCETAK miring ADALAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN OLEH KARAKTER DALAM HATI DAN BAHASA ASING (KOREA DAN INGGRIS) YANG DIGUNAKAN DEMI KEPERLUAN ALUR CERITA

 

Review Last Part

 

“Mwo?! Kalian menikah??”

 

“Ya. Kami dijodohkan..”

 

“Tidak. Itu tidak mungkin. Aku tidak rela!!”

 

“Hyung, wae geurae??”

 

@@@

RAUT wajah Hyunseung berubah syok begitu mendengar langsung dari bibir Minho kalau Minho dan adik sepupunya, Shin You, baru saja menikah. Tidak, Shin You bukan adik sepupuku! Batin Hyunseung yang mulai dilanda perasaan cemas. Minho bingung sekaligus heran memlihat respon Hyunseung yang agak berlebihan. Memangnya apa yang salah? Kenapa Hyunseung Hyung menjadi cemas? Batin Minho curiga.

Hyunseung hanya terdiam, tak menanggapi pertanyaan Minho. Seperti sebuah proyektor, kini otaknya mulai mengembalikan ingatannya yang berada jauh di belakang secara teratur. Ya, kejadian itu memang sudah terjadi lama sekali walaupun itu bukanlah kesalahan yang disengaja dan ia tidak tahu apa akibat fatal setelah hal itu terjadi. Tapi setelah Hyunseung dewasa, ia sadar kalau kesalahan di masa lalu itu bukanlah hal sepele.

FLASHBACK

18 years ago…

 

“Hyunseung Hyung!” teriak seorang namja kecil sambil berlari menghampiri Hyunseung yang tengah membaca buku cerita bergambar di sebuah bangku. Hyunseung pun menoleh dan menatap wajah namja kecil di hadapannya dengan tatapan polos. Namja kecil di hadapan Hyunseung tersenyum lebar. Namja kecil itu terlihat bahagia walaupun nafasnya terdengar terengah-engah karena baru saja berlari. Hyunseung menutup bukunya.

“Jonghyun-ah, kau terlihat sangat senang. Katakan padaku, apakah ia yeoja mungil yang sangat cantik?” tanya Hyunseung yang langsung berubah antusias begitu melihat ekspresi bahagia Jonghyun.

Geurae, Hyung! Shin You cantik sekali. Kkaja, kita ke ruangan bayi sekarang!” Jonghyun kecil segera menarik tangan namja di hadapannya yang terpaut 2 tahun lebih tua darinya. Hyunseung pun menurut.

“Apakah Ahjumma baik-baik saja?” tanya Hyunseung ketika mereka berjalan menuju ruangan bayi. Jonghyun yang berjalan di depannya mengangguk mantap. Hyunseung ikut merasa lega.

“Itu dia!” Pekik Jonghyun girang sambil menunjuk ke suatu ruangan berkaca. Jonghyun segera melesat masuk ke dalam ruangan itu. Karena merasa penasaran, Hyunseung pun mengikuti.

Hyunseung terkesiap begitu melihat banyak keranjang bayi dan juga bayi di dalamnya yang tengah tertidur lelap. Kedua mata besar Hyunseung memperhatikan setiap bayi di dalam keranjang dengan pandangan terpana. Baru kali ini ia melihat banyak bayi yang berkumpul di dalam satu ruangan.

Hyung..” panggil Jonghyun pada Hyunseung dengan lirih. Jonghyun tahu betul ia tidak boleh berisik dalam ruangan itu. Hyunseung pun mendekat.

“Mana Shin You? Kurasa semuanya terlihat sama. Apa kau bisa membedakannya?” tanya Hyunseung polos. Hyunseung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Semua bayi di sini tidak diberi nama. Hanya menggunakan kode angka saja. Dan juga hanya dituliskan jam dan tanggal lahirnya. Mungkin orangtua mereka masih bimbang akan memberikan nama seperti apa pada mereka semua.” Gumam Hyunseung sambil mengangguk-anggukkan kepalanya polos.

Aish, benar. Aku juga bingung. Padahal tadi aku baru saja melihatnya. Tapi.. Kenapa aku bisa lupa wajahnya?? Aish! Paboya, ini salahku karena aku belum bisa lancar membaca sehingga aku tak bisa membaca kode-kode itu!” Jonghyun kecil terlihat bingung. Beberapa kali ia berjalan, mendekati setiap keranjang dan memperhatikan setiap bayi dalam ruangan itu. Namun tak ada satupun yang dapat membuatnya yakin. Untuk anak kecil seumuran dia, wajar saja jika dia mudah melupakan sesuatu.

“Memalukan sekali. Cepat katakan padaku. Jam berapa tadi Shin You dilahirkan? Biar aku saja yang mengeceknya.” Saran Hyunseung lebih bijak. “Hm.. Sekarang tanggal 9 Desember, bukan?” Jonghyun mengangguk.

“Aku rasa tadi Shin You lahir sekitar jam 10.54 KST, Hyung. Dan sekarang sudah jam 11.30. Kata Suster tadi, adikku akan dimandikan terlebih dahulu. Jadi, aku kira seharusnya sekarang Shin You sudah ada di ruangan ini.” Jawab Jonghyun seadanya.

“Tunggu, ada dua bayi perempuan di sini yang lahir hari ini. Hajiman, tidak ada satupun dari kedua bayi itu yang lahir pada jam 10.54 KST. Di sini tertulis lahir pada jam 10.49 KST dan jam 10.51 KST. Jonghyun-ah, apa kau yakin Shin You lahir pada jam itu??” tanya Hyunseung dengan pandangan menyelidik pada Jonghyun.

CKLEK!

“Lho? Anak-anak, sedang apa kalian ada di sini?” Seorang suster masuk sambil menggendong seorang bayi kecil di tangannya. Jonghyun dan Hyunseung menatap suster dan bayi dalam gendongannya itu bergantian. “Keluarlah anak-anak, ruangan ini harus tetap steril. Tidak boleh ada sembarang orang yang masuk. Kalian mengerti, kan?” kata suster itu ramah dan lembut sambil tersenyum. Suster itu meletakkan bayi dalam gendongannya ke dalam keranjang bayi yang masih kosong. Kemudian, suster itu pun menuntun Jonghyun dan Hyunseung untuk keluar dari ruangan bayi itu. Tapi Jonghyun dan Hyunseung sedikit menolak untuk segera keluar dengan sedikit meronta dan membuat suster itu sedikit kewalahan menghadapi dua anak laki-laki yang keras kepala itu.

TEK TEK!

Terdengar bunyi dua benda yang terjatuh karena gerakan meronta tangan Jonghyun. Jonghyun, Hyunseung  dan suster itu pun menoleh. Dua name tag bayi yang berisi kode angka, tanggal dan waktu kelahiran, tampak tergeletak di atas lantai. Suster itu segera memungutnya dan membaca kedua name tag itu bergantian. Alisnya berkerut dan terlihat bingung. Sedetik kemudian, ia menatap ke arah dua keranjang bayi tanpa name tag  di hadapannya lalu kembali lagi menatap dua name tag di tangannya.

“Yang mana ya? Ah, sepertinya yang ini diletakkan di sini.” Suster itu pun memasangkan kedua name tag itu ke keranjang bayi di hadapannya tanpa menimbang-nimbang lagi. Begitu name tag itu terpasang dan terlihat jelas, Hyunseung sontak membelalakan matanya. “Ayo, anak-anak. Kita keluar dulu. Jangan sampai bayi-bayi itu terbangun dan menangis.” Suster itu menuntun Jonghyun dan Hyunseung keluar dari ruangan bayi dan langsung mengunci pintunya.

“Tapi Suster, itu tadi ada yang-” Kalimat Hyunseung terpotong.

“Suster, bayi yang tadi kau bawa itu bernama Kim Shin You, bukan?” tanya Jonghyun polos menyela perkataan Hyunseung.

Aniya. Bayi itu adalah bayi laki-laki. Kalau tidak salah, orangtuanya tadi memberinya nama Choi Minho.” Jawab suster itu sambil tersenyum. “Ya sudah, suster pergi dulu ya. Kalian jangan nakal. Annyeong!” Suster itu pun menghilang di ujung koridor.

Jonghyun menoleh ke belakang dan mendapati kakak sepupunya itu sedang berdiri tepat di depan kaca  ruangan bayi dengan tatapan yang begitu serius.

Hyung, aku akan ke kamar rawat Eomma sekarang. Kau mau ikut tidak? Sekalian aku akan bertanya tentang Shin You padanya.” Kata Jonghyun dengan suara khas anak kecilnya. Namun Hyunseung hanya diam. Jonghyun yang belum mengerti apa-apa, hanya mengangkat kedua bahunya tak peduli dan meninggalkan Hyunseung yang masih menatap lekat-lekat ke arah kedua keranjang bayi di balik kaca itu.

“Dua benda itu.. bukankah tertukar?” gumam Hyunseung pada dirinya sendiri dengan bingung.

TAP TAP TAP!

Hyunseung menoleh dan melihat seorang suster, seorang wanita berwajah pucat dan seorang pria masuk dengan terburu-buru ke dalam ruangan bayi. Itu kan.. suster yang tadi! Batin Hyunseung sambil terus memperhatikan ketiga orang dewasa di dalam ruangan itu dengan pandangan bertanya. Apa yang sedang mereka lakukan?

 

“Suster, dimana anakku? Aku ingin sekali melihatnya.” Kata suara wanita berwajah pucat itu. Hyunseung dapat mendengar percakapan mereka meskipun sedikit samar. Tapi baginya, suara mereka cukup jelas di telinganya.

“Jam berapa anak anda lahir, Nyonya Han?” tanya suster itu.

“Han??” gumam Hyunseung pada dirinya sendiri.

“Jam 10.51 KST tadi, Sus. Kami memberinya nama Han Nhaena.” Jawab pria dewasa di sampingnya yang bisa ditebak oleh Hyunseung kalau pria itu adalah suami dari wanita berwajah pucat di sampingnya itu.

“Oh, ini dia. Bayi perempuan, kan?” tanya suster itu lagi. Sepasang suami-istri itu langsung mengangguk semangat. Suster itu pun segera menggendong bayi perempuan di hadapannya dan memberikannya ke dalam gendongan wanita bermarga Han itu. Sepasang suami-istri itu terlihat sangat bahagia.

“Bolehkah kami membawanya ke kemar rawat saya, Sus?” tanya Nyonya Han dengan kedua matanya yang berbinar senang. Suster itu pun mengangguk. Mereka bertiga akhirnya keluar dan meninggalkan ruangan bayi dengan membawa bayi itu. Suster itu pun mengunci pintu ruangan bayi itu sebelum pergi.

Hyunseung menggelengkan kepalanya tak percaya. Kini ia melihat salah satu dari dua keranjang bayi yang name tagnya tertukar itu telah kosong! Padahal ia sangat yakin, bahwa bayi yang mereka anggap sebagai anak dari Nyonya Han itu bukanlah anaknya!

Hyung!” Teriakan Jonghyun membuat Hyunseung lagi-lagi terkesiap. Pikirannya kacau. Meskipun ia tahu semuanya, sebagai anak yang masih berumur 7 tahun, ia tak tahu harus berbuat apa. “Eomma memberitahuku kalau Shin You tidak lahir pada jam 10.54 KST, tapi lahir pada jam 10.49 KST. Jadi, salah satu bayi perempuan yang tadi kau sebutkan adalah Shin You.” Jonghyun terlihat sangat senang. Namun berbeda dengan Hyunseung. Wajahnya sedikit pucat dan badannya bergetar. Namun Jonghyun tak menyadarinya. Jonghyun segera mendekati kaca dan melihat bayi dalam keranjang dengan name tag bertuliskan 10.49 KST yang ia yakini sebagai adiknya, Kim Shin You, dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Han Nhaena itu.. Bayi bernama Han Nhaena tadi itu sebenarnya adalah.. KIM SHIN YOU?! Pikir Hyunseung.

FLASHBACK END

Jika Minho dijodohkan dengan Shin You, jadi apakah seharusnya gadis bernama Han Nhaena itu lah yang menikah dengannya? Karena Nhaena adalah Kim Shin You yang sebenarnya. Etthokhae? Apakah aku harus mencari tahu keberadaan Han Nhaena dan mengungkap semuanya? Aku tidak mungkin membiarkan Shin You bersama Minho. Aku tidak rela. Karena aku mencintainya! Aku juga mencintainya! Satu-satunya orang yang aku anggap sebagai rivalku dalam mendapatkan Shin You hanyalah Jonghyun! Aku tak mau musuhku bertambah lagi! Seharusnya Minho menikah dengan Han Nhaena, bukan dengan Shin You, gadis yang aku cintai selama ini. Dan jika ini semua memang benar, berarti Shin You bukanlah sepupuku yang sebenarnya. Batin Hyunseung.

Hyung, ada apa? Kenapa kau terlihat gelisah? Hmm.. Mungkin kau kelelahan. Tidurlah, kau bisa menempati kamar Jonghyun Hyung dulu. Sepertinya malam ini Jonghyun Hyung juga tidak akan pulang. Jika kau lapar, masih ada banyak makanan di meja makan. Aku harus cepat kembali ke kamar. Shin You menungguku. Mengobrolnya besok lagi saja.  Jaljahaesseo..” Minho pun menaiki tangga menuju kamar. Sedangkan Hyunseung, namja itu masih bergelut dengan pikirannya sendiri. Apakah aku.. harus mencari keberadaan Han Nhaena?? Batinnya sedikit ragu.

@@@

“KEEEYYYY!!!” teriak Nhaena sambil menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan menenteng sepasang sepatu kets. “Tunggu aku! Aku belum sarapan!”

Key terlihat sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan sedang mengikat tali sepatunya di depan pintu rumah.  “Itu karena salahmu sendiri. Tak pernah terbayangkan olehku kalau aku akan memperistri yeoja malas sepertimu. Bangun pagi saja susah sekali. Kau benar-benar memakai topengmu dengan baik selama ini, Han Nhaena.” Cibir Key lalu bangkit berdiri ketika Nhaena sudah berada di hadapannya dengan sepotong sandwich menyumpal penuh mulutnya. Melihat Key yang sudah siap berangkat semakin menambah kegugupan Nhaena. Sambil sesekali menggigit roti sandwichnya, Nhaena juga mengikat kedua tali sepatunya. Key mendesah keras melihat tingkah Nhaena yang semakin memakan waktu. Key pun berjongkok di depan Nhaena dan mulai berinisiatif mengikatkan tali sepatu Nhaena.

“Habiskan sarapanmu. Ck, mengikat tali sepatu saja lama sekali. Ternyata seorang Han Nhaena tidak sesempurna yang orang-orang bayangkan dan kira selama ini.” Kata Key sambil menoyor dahi Nhaena ketika ia sudah selesai mengikatkan tali sepatu Nhaena.

Nhaena merengut. “Ya! Aku kan juga manusia. Pasti juga punya kekurangan.” Kesal Nhaena dengan mulutnya yang penuh berisi sarapannya. “Lagipula, seharusnya pihak sekolah memberikan kita waktu sekurang-kurangnya 1 bulan lah untuk kita berlibur setelah menikah. Bukan hanya 1 minggu saja. Huh!”

Ya! Ya! Dilarang makan sambil berbicara! Jika kau tersedak, aku tak akan menolongmu. Lagipula, untuk apa liburan lama-lama? Lebih baik aku menghabiskan waktuku untuk belajar daripada pergi menghabiskan waktu yang membosankan denganmu di rumah. Kita ini masih pelajar, paboya! Kkaja!” Key menarik tangan Nhaena dan mereka berangkat ke sekolah bersama.

Wae geurae?? Kita kan menikah secara sah! Dan lagi, jika kau tahu kita masih pelajar, kenapa malam itu kau meniduriku, huh?” protes Nhaena.

“Kau benar. Tapi aku tidak ingin anak-anak seantero sekolah mencurigai kita dan menggosipkan kita. Reputasiku akan hancur sebagai kapten tim basket yang tampan, pintar dan berwibawa. Aku bisa kehilangan banyak fans. Dan juga, jangan ungkit-ungkit tentang malam itu lagi di depanku.” Key melanjutkan langkahnya.

“Apa katamu? Fans?? Sadarlah, Key. Kau sudah beristri.” Kesal Nhaena sambil mengerucutkan bibirnya dan berjalan di belakang Key. Key menghela nafas sambil memejamkan matanya sessat. Key menghentikan langkahnya dan berbalik tiba-tiba. Membuat Nhaena tak siap dan menabrak dadanya. “Aduh!” Nhaena mengusap dahinya yang sedikit sakit. “Kenapa berhenti??” protes Nhaena.

“Ya! Shikkuro (Diamlah). Kau hanya perlu menuruti perintahku. Jangan banyak tanya dan berkomentar. Apa kau tidak malu jika teman-teman kita tahu kalau kita itu married by accident?” Nhaena menunduk. “Jadi.. Satu, jangan berdekatan denganku di sekolah kurang dari 5 meter, ya paling tidak lah. Dua, jangan berbicara denganku di sekolah dengan sengaja. Tiga, jangan mengatakan pada siapapun kalau kita sudah menikah. Empat, sebelum kau lupa, cepat berikan cincin pernikahan kita yang kau pakai padaku. Biar aku saja yang menyimpannya.” Terang Key panjang lebar dengan tatapan matanya yang tajam.

Arrasseo.“ jawab Nhaena lemah sambil melepaskan cincin pernikahannya dan meletakkannya di atas telapak tangan kanan Key yang terjulur. Key langsung memasukkannya ke dalam dompetnya dan melanjutkan lagi langkahnya.

Di dalam bus yang sesak, Key duduk dan sibuk mendengarkan headphone di telinganya. Sedangkan kesialan bagi Nhaena, ia tidak mendapatkan kursi sehingga ia harus berdiri di tengah sesak dan penuhnya penumpang dalam bus itu.

Nhaena masih bisa melihat ujung kepala Key dalam jarak yang tidak begitu jauh dari namja itu. Nhaena menggerutu. Seharusnya, Key memberikan tempat duduk untuknya, bukannya bersikap acuh tak acuh seperti itu padanya.

Jam pelajaran ketiga dan keempat sudah selesai, dan kini adalah waktunya pelajaran olahraga di lapangan. Beberapa anak sudah keluar dari kelas menuju ke ruang ganti pakaian sambil membawa seragam sekolah mereka, termasuk Key. Namun tidak bagi Nhaena. Sejak pelajaran jam ketiga, ia merasa pusing dan lemas. Perutnya seperti dikocok-kocok sehingga membuatnya mual. Shin You yang duduk selang 3 bangku di belakang bangku Nhaena menyadari ada sesuatu yang aneh pada diri Nhaena. Shin You pun menghampiri Nhaena dengan tongkatnya. Shin You sedikit belum terbiasa dengan tongkatnya itu.

“Nhaena-ssi, gwenchana?” tanya Shin You. Namun Nhaena menepis tangan Shin You yang menempel di pundaknya.

“Pergilah. Tak perlu mengurusiku. Urusi saja suamimu yang menyebalkan itu!” tolak Nhaena.

Hajiman, wajahmu pucat. Kau sakit, kan? Apa kau belum sarapan? Atau perlu aku panggilkan Key sekarang?” tanya Shin You lagi, tak peduli dengan penolakan Nhaena. Nhaena memandang Shin You dengan tersenyum sinis.

“Apa urusanmu jika aku sakit atau tidak? Kka (Pergi)!! Jangan menggangguku! Jika kau memiliki banyak waktu luang untuk mengurusiku, kenapa tidak kau gunakan saja waktu luangmu itu untuk berdekatan dan mencari perhatian Key? Cih, kau benar-benar wanita murahan!!”

PLAK!

Nhaena memegangi pipi kirinya yang terasa perih. Ia yakin, tamparan itu akan menghasilkan bekas kemerahan di pipi mulusnya.

“Minho-ya!!” pekik Shin You sambil menahan tangan kanan Minho yang baru saja Minho gunakan untuk menampar Nhaena. “Tak seharusnya kau bersikap kasar pada seorang yeoja!!” Marah Shin You.

Wae? Wae andwae (Kenapa tidak boleh)? Jika yeoja itu adalah dia..” Minho menunjuk Nhaena dengan mengedikkan dagunya ke arah Nhaena yang juga sedang menatapnya garang. “.. maka sedikitpun aku tak merasa menyesal!” kata Minho terbawa emosi.

“Tapi kau tak perlu sekasar itu pada Nhaena-ssi!!” bela Shin You lagi. Kini Minho menatap kedua mata Shin You lekat. Sedetik kemudian, Minho menarik lengan Shin You dan membawa istrinya itu meninggalkan kelas mereka secepat yang ia bisa.

“Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu. Fisik maupun batinmu, aku tak akan membiarkanmu terluka sedikitpun. Bahkan oleh Nhaena sekalipun. Kau harus menjaga jarak dengan Han Nhaena. Ini perintah. Dan kau harus menurutiku karena sekarang aku adalah suamimu. Arrasseo?” Tegas Minho dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Shin You. Bagaimanapun, dengan posisinya sekarang, Shin You tak bisa menentang Minho.

Sedangkan Nhaena yang masih berdiam diri di kelas, hanya menundukkan kepalanya dalam dengan kedua tangannya yang terkepal kuat di atas meja. Kepalanya semakin terasa berdenyut-denyut dan membuat penglihatannya semakin memburam.

@@@

Semua siswa sudah berkumpul di lapangan basket, kecuali Shin You yang memang karena keadaannya tidak memungkinkannya untuk mengikuti pelajaran olahraga lagi.

Nhaena duduk bersila di pinggir lapangan sambil bercengkrama dengan beberapa temannya. Sesekali ia memijat pelipisnya dan memejamkan matanya. Ia tak tahu kenapa, tapi ia merasa pusing sekali. Dan rasa mualnya juga belum hilang sejak ia masih berada di kelas tadi. Belum lagi matahari yang begitu terik. Ia mulai merasa dehidrasi sekarang. Pandangannya juga sedikit berkunang-kunang.

Nhaena mencoba mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan. Ia menemukan Key yang sedang bersiap akan memasukkan bola basket ke dalam ring. Niatnya untuk memanggil Key dan meminta suaminya itu untuk membawanya ke ruang kesehatan, ia batalkan. Ia ingat betul perkataan Key tadi pagi bahwa ia tidak boleh berdekatan dengan namja itu.

Pandangan mata Nhaena kini teralih pada sosok namja jangkung yang berlari melewati sisi tubuhnya begitu saja. Minho berlari menuju ke tengah lapangan dengan tergesa-gesa. Minho segera menghampiri Kwon Seonsangnim yang sedang memuji kepiawaian Key dalam bermain basket.

Saem (Guru), mianhamnida. Saya terlambat karena saya harus mengantar Shin You terlebih dahulu ke ruang kesehatan.” Minho membungkukkan badannya sesekali dengan nafas yang masih satu-satu. Kwon Seonsangnim mengangguk. Beliau memaklumi Minho karena memang semua guru tahu tentang pernikahannya dengan Shin You. Kwon Seonsangnim pun memerintahkan Minho untuk memulai latihan berpasangan dengan Key. Nhaena masih memperhatikan Minho yang kini sedang merebutkan bola besar berwarna oranye itu dengan suaminya, Key.

“Hei, apakah Shin You baik-baik saja?” tanya Key memulai percakapan sambil fokus mendribble bola basketnya. Samar-samar Nhaena bisa mendengar percakapan mereka.

Ne. Aku tidak ingin membuatnya sedih dengan membawanya ke sini. Lebih baik ia beristirahat saja di ruang kesehatan. Aaah.. Aku merindukan saat-saat dimana kita bisa melihatnya menari lagi seperti dulu.” Jawab Minho yang diiyakan oleh Key.

Maja. Ini adalah saat-saat tersulit dalam hidupnya. Kau harus selalu menjaganya, Minho-ah. Jika saja, aku menikah dengan Nhaena, aku pasti bersedia menggantikanmu untuk menikahi Shin You. Kau pasti merasa bingung sekali saat Jonghyun Hyung memintamu menikahi Shin You saat itu.” Timpal Key. Lalu dengan cekatan, Minho merebut kendali bola basket dari tangan Key. Key tersenyum memuji. “Wow! Tak kusangka kau hebat juga.” Puji Key sambil berusaha merebut bola basket di tangan Minho, namun Minho tak semudah itu memberikannya. Minho terkekeh.

“Apa kau menyukai Shin You, Key-ah?” Key menautkan kedua alisnya. “Emm.. Maksudku, apa yang kau rasakan selama ini padanya? Jonghyun Hyung pernah mengatakan padaku, perasaan yang kita rasakan pada sahabat perempuan kita berbeda dengan perasaan yang kita rasakan pada sahabat laki-laki kita. Apakah kau merasakan perbedaan?” tanya Minho dengan tatapan hati-hati. Key terdiam, mencoba mencerna kata-kata Minho.

Ne. Aku memang merasakan perasaan yang aneh setiap kali mengingat salah satu sahabat karibku adalah seorang yeoja. Secara sadar dan tidak sadar, perlakuanku padanya akan berbeda dibanding perlakuanku padamu, walaupun kalian berdua tetap aku anggap sebagai sahabatku. Jadi, tentu saja aku akan bersikap lembut dan perhatian padanya. Karena dia adalah seorang yeoja.” Key tersenyum. Minho yang mendengarkan kata-kata Key hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

By the way, bagaimana jika pulang sekolah nanti kita mengajak Shin You makan mie ramen bersama? Kita sudah lama tidak pergi  bertiga, kan?” tawar Minho sambil berlari melewati Key dan melakukan lay up kemudian memasukkan bolanya ke dalam ring dengan mulus. Key kecolongan satu angka, namun Key sama sekali tak memperlihatkan ekspresi kekecewaan. Key berbalik menghadap Minho dengan tersenyum.

“Ide yang bagus. Lagipula, sepertinya sejak acara resepsi pernikahanku dengan Nhaena, aku merasa Shin You menjaga jarak denganku.” Aku Key. Minho terkejut mendengar cerita Key. Minho dapat menduga apa penyebab Shin You menjaga jarak dengan Key. Namun ia tak akan mengungkapkan penyebabnya sekarang.

Jinccayo? Hm.. Mungkin hanya perasaanmu saja. Kkaja, kita main lagi!” ajak Minho mengalihkan pembicaraan. Key pun menyanggupi ajakan Minho.

Nhaena mendengus kesal dengan kedua tangannya yang terkepal rapat. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan melewati tengah lapangan tanpa melihat ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu. Shin You! Shin You! Shin You terus yang mereka pikirkan! Kenapa sih mereka hanya membicarakan gadis cacat itu?! Key juga, kenapa dia memikirkan istri orang lain dibanding istrinya sendiri?? Memangnya dunia akan kiamat jika Shin You menjaga jarak dengannya?! Aish! Aku benci!! Batin Nhaena.

“NHAENA-YA AWAS!!!” pekik seseorang yang membuat Nhaena menoleh ke belakang. Namun terlambat..

BUGH!!

Nhaena jatuh tergeletak di atas lapangan begitu ia merasakan sebuah benda tumpul yang keras menghantam kepalanya. Pandangannya mengabur ketika orang-orang datang dan berkerumun di sekitarnya. Rasa pusing di kepalanya semakin menjadi-jadi hingga perlahan kedua matanya mulai terpejam karena tak dapat menahan rasa sakitnya.

“NHAENA!” pekik Key begitu ia menerobos kerumunan bersama Minho dan melihat Nhaena telah tak sadarkan diri. Tanpa aba-aba, Key langsung menyelipkan tangan kirinya di bawah tekukan kedua lutut Nhaena dan menyelipkan tangannya yang lain di bawah tengkuk kepala Nhaena. Sedetik kemudian, Key sudah menggendong tubuh yeoja itu dan berlari bersama Minho menuju ruang kesehatan.

“Key-ah, apakah Nhaena sedang mengandung?” celetuk Minho yang berlari di belakang Key. Key tersentak.

MWORAGO?!”

“Biasanya yeoja yang sedang mengandung mudah sekali kelelahan dan terkadang bisa pingsan. Dan juga.. Bukankah kalian.. ‘MBA’? Married by accident?? Kemungkinan besar dia sedang hamil, bukan?” tanya Minho polos namun semakin menambah kekhawatiran Key. Apa benar.. Nhaena hamil?? Batin Key.

@@@

Yurra duduk termenung di depan meja makan. Ia memandangi makanan-makanan di hadapannya dengan ekspresi tak berselera walaupun ia merasa lapar.

Yurra melirik jam dinding sekali lagi. Pukul 22.00 KST, namun Jinki belum juga pulang ataupun mengabarinya. Bukan kali ini saja. Tapi sejak 3 hari yang lalu. Sejak 3 hari yang lalu, Jinki belum juga pulang dan baru satu kali meneleponnya. Itupun hanya sebentar.

Yurra tahu malam ini juga akan berakhir sia-sia. Ia tidak akan berharap lebih kalau Jinki akan pulang dan bisa menyantap makan malam bersamanya yang sudah dengan susah-payah ia siapkan.

Ia tahu, Jinki adalalah seorang artis yang professional dan selalu bekerja keras dalam pekerjaannya. Selama ia menjadi managernya, Yurra sangat paham hal itu. Banyak tawaran pekerjaan yang datang dan hampir semua tawaran-tawaran pekerjaan itu tidak ditolak Jinki selama jadwal pekerjannya masih memungkinkan untuk menerima tawaran pekerjaan baru. Sebagai manager, Yurra juga sangat hafal kebiasaan Jinki yang selalu tertidur di mobil van mereka karena kelelahan. Dan yang lebih memprihatinkan, bisa diperkirakan Jinki hanya memiliki waktu 3 jam per hari untuk istirahat. Kehidupan seorang artis memang mengerikan sekali!

Namun rasanya berbeda sekarang setelah ia menyandang nama sebagai Nyonya Lee, istri dari Lee Jinki, artis yang tengah naik daun itu. Sebelumnya, ia tak pernah merasa kesepian seperti sekarang. Sebelumnya, kemana saja, dimana saja, dan kapan saja, ia selalu berada di samping Jinki. Yurra bisa tahu apa saja yang Jinki lakukan, Yurra bisa tahu bagaimana akting Jinki di depan kamera, Yurra bisa melihat Jinki yang selalu dikerumuni fans dan wartawan. Apapun, Yurra tahu. Tapi sekarang? Walaupun ia sudah resmi menjadi istrinya, tapi keadaan berubah drastis. Ia justru merasa ada jurang pemisah antara kehidupannya sekarang dengan kehidupan Jinki.

Yurra mendesah panjang. Ia mulai bangkit dari duduknya dan menepis semua pikirannya barusan. Ia tak ingin memikirkan hal itu. Sebagai istrinya, seharusnya ia bisa lebih memahami keadaan Jinki yang merupakan artis terkenal. Tentu saja, Jinki akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar sana daripada di rumah bersamanya.

Yurra membereskan makanan-makanan di hadapannya dan menyimpannya ke dalam microwave. Ia mengelap meja makan dan mencuci alat-alat dapur yang tadi ia gunakan untuk memasak.

DRRT.. DRRRT..

Ponsel dalam saku baju piyamanya bergetar. Yurra langsung mengangkat panggilan teleponnya.

Yeobsseyo?” sapa Yurra.

It’s me..” Kedua mata Yurra berbinar begitu mendengar suara namja yang sangat ia rindukan di seberang sana.

“Jinki Oppa?” tanya Yurra mencoba memastikan apakah benar Jinki yang meneleponnya atau hanya halusinasinya saja.

Call! Ini aku. Yeobo, apa kau mulai melupakan suaraku?” tanya Jinki diselingi dengan kekehan khasnya membuat kedua sudut bibir Yurra tertarik ke atas. Yurra sangat senang. Kerisauan yang sejak 3 hari ini ia rasakan rasanya menguap sudah.

Aniyo. Em.. Oppa, kau sudah makan? Kapan kau pulang??” tanya Yurra antusias. Yurra mulai berharap Jinki bisa pulang malam ini.

“Aku sudah makan. Tadi Manager Hyung membelikanku makanan. Emm.. Mianhae, Yeobo. Sepertinya aku belum bisa pulang untuk 3 hari ke depan. Jadwalku sangat padat. Dan besok aku harus terbang ke Paris untuk pengambilan gambar CF terbaruku. Jeongmal mianhae. Kau.. Tidak apa-apa, kan?”

DEGH!

Hati Yurra mencelos seketika. Harapannya pupus sudah. Ia benar-benar merasa rindu. Jika ia bisa, ia akan berlari sekarang juga dan menemui Jinki hanya untuk memeluknya agar rasa rindu yang menyesakkan dadanya itu lenyap. Tapi kenapa aku hanya bisa mematung dan menangis sendiri di sini? Batin Yurra sedih. Dengan sekuat tenaga, ia menahan dirinya agar tak terisak.

“Hanya 3 hari saja, kan? Geurae, nan gwenchana, Oppa. Geokjonghajima..” Yurra menghapus air matanya dan berusaha tersenyum. Namun hatinya sakit sekali.

“Benar kau tidak apa-apa? Ya sudah, jika kau kesepian, lebih baik kau pulang saja ke rumah Aboenim (ayah mertua). Aku mencemaskanmu yang tinggal sendirian di apartement kita. Baik-baik di sana ya. Sekali lagi aku minta maaf. Kau tenang saja, Manager Hyung sangat baik padaku. Jaljayo, Yeobo. Gumgwo (Mimpi indah/mimpikan aku). Annyeong!”

TUT TUT TUT TUT..

PIPP!

Yurra mematikan sambungan teleponnya begitu Jinki mengakhiri pembicaraan mereka. Seketika badannya ambruk ke lantai dengan kedua lututnya yang terlipat ke belakang. Yurra terisak dan semakin terisak. Tangisnya pecah.

“Aku tidak baik-baik saja, Oppa. Aku tidak baik-baik saja. Aku membutuhkanmu. Nan jeongmal nomu nomu bogoshipoyo..” lirih Yurra di sela-sela tangisnya.

@@@

Hari pernikahan Jonghyun dan Aita pun tiba. Kini, Jonghyun dengan setelan tuxedo berwarna pastel, tengah berdiri di depan altar dan pendeta, berdampingan dengan Aita yang terlihat cantik mengenakan gaun pengantinnya yang berwarna senada dengan tuxedo yang dikenakan Jonghyun.

Acara pemberkatan pernikahan ini hanya dihadiri oleh Taemin, dan juga beberapa teman Aita dan Taemin. Tak ada satupun tamu yang Jonghyun kenal. Karena Jonghyun memang sengaja tak mengundang siapapun dalam pernikahan ini. Apalagi untuk mengundang Shin You, Minho dan Key. Jonghyun tak ingin melihat ekspresi tersakiti dari wajah Shin You dan juga ekspresi kemarahan dari wajah Minho dan Key akan keputusannya untuk menikahi Aita.

Jonghyun sadar, inilah akibat dari kebohongan fatal yang telah ia lakukan. Ia tak bisa mundur lagi. Karena di balik punggungnya, ada Taemin yang sudah terlanjur salah paham dengannya dan menuntutnya menikahi kakaknya, Aita, hingga ia harus mendapatkan luka memar di wajah mulusnya tempo hari.

“Jonghyun-ah, aku ragu.” Kata Aita seperti bisikan. Jonghyun menoleh menatap kedua mata Aita. Yeoja keturunan Jepang-Korea itu memang sangat cantik dibalik cadarnya. Jonghyun tak berbohong tentang itu. Dan Jonghyun merasa beruntung, impiannya untuk menikah dengan seorang yeoja yang cantik telah terkabulkan. Tapi kenapa ia tak merasa senang? Apakah karena yeoja yang berdiri di depan altar dengannya sekarang bukanlah Shin You? Bila dibandingkan dengan Aita, pesona Aita tentu berada di atas Shin You. Pembawaan Aita tenang, keibuan dan juga dewasa. Mungkin karena selama ini Jonghyun menganggapnya sebagai seorang ‘noona’. Tapi hatinya tak bisa memungkiri kalau sampai saat ini pun Jonghyun masih menjaga perasaannya untuk Shin You.

Noona, kita harus tetap menikah. Aku telah membuatmu sulit dengan kebohonganku. Lagipula, aku tak ingin menjadi pasien rumah sakit lagi hanya karena mendapat pukulan lagi dari Taemin karena aku dianggap melarikan diri dari tanggung jawab. Dwaesseo, aku tak apa. Lebih baik seperti ini. Pak Pendeta, silakan dimulai upacara pemberkatannya..” kata Jonghyun mantap sambil menatap lurus ke depan, ke arah Pendeta.

Chukkaeyo, Hyung, Noona. Akhirnya kalian bisa menikah. Jadi aku tak perlu khawatir keponakanku takkan memiliki ayah setelah ia lahir nanti.” Kata Taemin dengan gamblangnya menohok hati Jonghyun. Jonghyun yang sedang meneguk segelas wine langsung saja tersedak mendengar kata-kata Taemin. Namun Taemin tak menggubrisnya dan ia langsung memeluk Jonghyun yang masih terbatuk-batuk.

Gomawo, Taemin-ah. Kita bisa menikah juga berkat kau.” Hanya kata-kata itu yang bisa terucap dari bibir Aita. Aita bahkan tak tahu untuk apa dirinya menikah dengan Jonghyun. Apakah hanya untuk menutupi kebohongan belaka? Rasanya pernikahan ini seperti sebuah permainan.

Cheonman. Keundae.. Jonghyun Hyung, setelah ini aku akan tetap mengawasimu. Aku sudah memutuskan kalau aku akan tinggal bersama kalian sampai anak kalian lahir. Jika Hyung berani kabur, aku tak segan-segan untuk menyewa detektif untuk melacak keberadaanmu dan langsung mencekikmu tanpa ampun! Arrasseo?” Kali ini Jonghyun tersedak buah anggur yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.

“UHUK! UHUK!” Aita panik dan langsung menyodorkan segelas air mineral yang sudah disediakan di atas meja hidangan kepada Jonghyun. Jonghyun segera menyambarnya dan meneguknya hingga habis. Sedangkan Taemin, ia hanya melipat kedua tangannya di depan dada dan memperhatikan tingkah Jonghyun tanpa merasa bersalah.

Dwaesseo, aku akan mengambil barang-barangku di hotel dan segera memindahkannya ke apartement kalian malam ini. Oh iya, Noona. Jangan lupa siapkan makan malam yang lezat untukku. Bye-bye!” Taemin segera melesat meninggalkan Jonghyun dan Aita yang menatap kepergiannya dengan mulut menganga.

“Kali ini aku tidak sangsi lagi, Noona. Adikmu itu benar-benar tidak lucu, imut ataupun polos seperti yang pernah kau ceritakan padaku. Sama sekali tidak. Aku rasa kepalamu terbentur sesuatu ketika kau mengatakannya padaku dulu. Kau lihat dan dengar sendiri tadi, bukan? Dia bilang dia akan mencekikku jika aku berani meninggalkanmu. Aigoo.. Aku tak habis pikir. Bagaimana bisa kau menyebutnya imut, hm?” Jonghyun meminum segelas wine lagi. Aita hanya terkekeh.

“Aku lupa mengatakan ini padamu. Selain imut, polos dan lucu, Taemin juga sebenarnya adalah dongsaeng yang over-protective padaku.” Kata Aita sambil tersenyum ketika tamu-tamu undangan di hadapannya tersenyum padanya.

“Huh, pantas saja. Sudah terbukti dengan hasil karyanya di wajahku ini.” Kata Jonghyun sambil menunjuk bekas luka di sudut bibirnya dengan sinis yang masih sedikit terlihat.

“Tapi, aku kan tidak benar-benar hamil.” Gumam Aita resah. Dan selamanya aku tidak akan pernah bisa hamil dan memiliki keturunan, Jonghyun-ah. Mianhae..

Maja. Taemin bilang dia akan terus mengawasiku sampai kau melahirkan. Tapi jika kau tidak hamil dan tidak melahirkan, maka selamanya dia akan terus mengawasiku. Memangnya aku buronan, huh?” kesal Jonghyun sambil menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.

“Jonghyun-ah.. Bagaimana jika aku mencari wanita yang bisa menghasilkan keturunan dari benihmu? Kita bisa melakukannya tanpa sepengetahuan Taemin.” Jonghyun menatap Aita dengan beribu tanda tanya besar yang ada di benaknya.

Noona, apa maksudmu??” tanya Jonghyun dengan pandangan menyelidik.

“Aku ingin kau menikah lagi saja.”

TBC

 Apa sebenarnya tujuan Aita yang menginginkan Jonghyun menikah lagi? Apakah Nhaena benar-benar hamil? Bagaimana kelanjutan hubungan Yurra dengan Jinki? Apakah Yurra bisa bertahan menjadi istri dari seorang artis terkenal yang kenyataannya sedikit sekali memiliki waktu luang untuknya? Dan juga, akankah Hyunseung membongkar rahasia tertukarnya Nhaena dan Shin You dan mencari keberadaan Nhaena? Bagaimana jika Minho dan Jonghyun tahu kalau Shin You bukanlah adik kandung Jonghyun? Akankah Minho melepaskan Shin You dan ia kembali bersama Aita? Tunggu aja di next part ya. ^^

HUWAAAA!!! Eotthe? Gaje kah? Mulai rempong ya ceritanya? Hehe.. Ya, karena udah masuk part 6 jadi konflik-konfliknya mulai aku tambahin. Semoga menghibur. Dan jangan lupa aku butuh kritik dan sarannya ya. Kalau ada typo, harap dimaklumi ya. Gomawo! ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

25 thoughts on “Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 6”

  1. Huwaaa,,,
    so complicated, jd inget sinetron di negeri sendiri..
    Lanjutlah,,
    berharap Minho-Shin you gag dipisahin..
    Ok2?

    1. Hohoho..
      Saya juga merasa begitu. Sebenernya ide “tertukar” ini dateng dari salah satu temenku dulu. Menurut dia, dia pengin Nhaena-Shin You punya konflik pribadi yang ngga cuma melibatkan “kegalauan” mereka, tapi tokoh-tokoh yang lain juga ikut galau karena konflik mereka. #apadeh =.=”
      MSay ajuga ngarepnya gitu. Hehe.. 😀
      Tengkyu udah komen.

  2. Akhirnya publish..tiap hri buka cm cri ff ini…tp koq berasa yg part ini pendek ya trus kurang greget gtu..apa perasaan aku aja??? Saran aja min konfliknya jangan kebanyakan,,aku bacanya sambil mikir keras ini utk bs memahami konfliknya..hihihihii..next partnya sgt d tunggu dan semoga happy ending..

    1. Wah, jeongmal? Jincca gomawoyo.. 😀 udah ditungguin terus ff bak sinetronku ini. Hihi..
      Kurang greget? O.oa Iya juga si. Mianh ya reader.. #bow
      Waduh, santai saja mikirnya. Jangan keras2 ntar pusing sendiri. 😉
      Onkey. Makasih udah baca n komen. 🙂

  3. HWAAA!! IGE MWOYA? O.O
    Shinyou & Nhaena trtukar??
    Omo, eottokhae?! klo gt hbungn Jong-Shinyou bkn hbngn trlarang. tp kan udah terlanjur, shinyou udah nikah ma minho, jonghyun jg udah nikah ma aita. & Hyunseung trnyata bner tbakanku dia jg suka ma shinyou.
    Kyaknya Nhaena beneran hamil dehh, sbnernya dia kasian jg sihh tp aku ga suka dgn sifatnya skrg.

    Jinki-Yurra mulai konflik, bisakah yurra bertahan disisi Jinki? *beuh bahasanya 😀

    “Kali ini aku tidak sangsi lagi, Noona.
    Adikmu itu benar-benar tidak lucu, imut
    ataupun polos seperti yang pernah kau
    ceritakan padaku. Sama sekali tidak. Aku
    rasa kepalamu terbentur sesuatu ketika kau
    mengatakannya padaku dulu. Kau lihat dan
    dengar sendiri tadi, bukan? Dia bilang dia
    akan mencekikku jika aku berani
    meninggalkanmu. Aigoo.. Aku tak habis pikir.
    Bagaimana bisa kau menyebutnya imut, hm?
    Ahaha sumpah ngakak baca ini, Taemin rupanya menderita sister complex kkkk~
    Aita ga bisa hamil O.o?knp dia mlh nyuruh Jjong mnikh lg? Aisshh andwae ><
    oKey aku bner²suka ff niihh, makin complicated makin seru.
    Next part thor!!!

    1. Iyaaa.. Begitulah.. 😀 Tapi ya tetep aja susah. Kan mereka udah sama-sawa nikah. 😉 Tetep aja susah buat balikan lagi.
      Yap. Hyunseung emang bener punya rasa sama Shin You. Karena dia tahu dari kecil kalo Shin You bukan sepupu kandungnya. Jadi, kenapa Jonghyun bisa sampai suka sama Shin You juga ya mungkin karena tanpa sadarnya, dia ngrasa Shin You bukan adiknya. Kalo anggep adik kan jarang-jarang bisa sampai jatuh cinta gitu. Hehe..
      Beneran hamil? Eumm~ Apa iya? Hohoho 😀

      Yap. Yurra mesti jadi istri yang sabar kayanya..

      Wah dicopast.. 😀 Di sini aku bikin karakter Jonghyun nda jauh berbeda sama karakter Jonghyun di ffku yang satunya (neon naegae banhaesseo), makanya ya buat sedikit lucu-lucu lah. Hihi

      Cerita tentang Aita masih secret yaa..^_~

      Wah, gomawo!!! ^^ Terus tungguin part selanjutnya yaa

  4. Yeay.. makin banyak konfliknya, tapi jgn kayak sinetron kejar tayang ya thor hehe
    jangan pisahkan shin you-minho. next part buruan ya thor, gomawo :3

    1. Sinetron kejar tayang?? Semoga tidak. Hihi 😀
      Wah, pada mulai demen Min-You couple nih? 😉 Oke deh.. ^^
      Buruan? Waduh, sekali lagi semuanya berada di tangan scheduler 😀 😀
      Cheonman 🙂

  5. ini hubungan antar tokoh jadi rumit yah?
    nhaena itu sebenernya ketuker sm shinyou?
    itu taemin overprotective -_- err~
    eh, berarti jjong itu bukan cinta terlarang?
    oke, semua bikin aku penasaran… :\

    1. Iya. Aku aja sampe kadang suka nge-blank tiap kali bikin kelanjutan cerita tiap-tiap couple yang juga harus ada hubungannya sama couple lain. 😀 😀
      Iya, Ketuker waktu baru lahir. Kan di flashback udah diceritain. Hehe..
      Gimana sama sifat sistercomplexnya Taemin? 😉
      Iya, bisa dibilang gitu. Tapi tetep cinta terlarang juga. Kan mereka sama-sama udah nikah. Jadi ya tetep aja nda boleh selaingkuh. Hihi..#jadirunyam
      Bagus deh kalo penasaran. Kalo gitu tungguin part depan yaa ^^

    1. Tenang. Masih ada kemungkinan juga Nhaena nda hamil kan? Tapi, memangnya kalo hamil juga kenapa? Kan udah nikah sama Key. 😉
      Ngga mungkinnya?? O.oa
      Gomawo udah komen

  6. Ya mkin penasaran ni kelanjutannya mkin bnyk konfliknya secepatnya next partnya thor,
    jangan buat saya mati penasaran krna terlalu lama d post next partnya secepatnya d post

    1. Hahahaha.. Nagih sama schedulernya biar dicepetin jadwalnya. Tapi nanti jadi cepat the end lho. 😉 Gimana?
      Onkey. Tengkyu udah baca terus n komen

  7. Igeo mwoya???
    Shin You Naenha ketuker??andwe . . .andwe. . .
    Jgn bkin Min You kepisah donk pliiiss. . .
    D part ini aku agak kecewa Jinki Yurra gak ada adegan romantic’y hikz. . .hikz. . .

    Req ya req. . .
    Next part Jinki Yurra d bkn lbh r0mantic.

    Bwt author’y fighting aja dech.
    Gomawo~~

    1. Iya, Mereka ketuker. 😀
      Emang kenapa kalo MinYou couple aku ikin bubaran? Whehe #cruel
      Jiaah.. Emang adegan roantis itu selalu identik dengan NC ya? Haha… Kalo seneng terus ntar flat.
      Oke deh. Gomawo udah komen. 🙂

  8. hah? Jadi nhaena dan shin you putri yg tertukar?? Waduh tambah rumit dch.. Kalo begitu berarti hubungan shin you-jjong boleh dong? Trus minho harusnya sama nhaena.. Hyunseung? Key?
    Trus, aita ga bisa hamil??
    Aigoo.. Puyeng..
    Next..

    1. Iya, rumit. Bundet. Aku juga stres bikin ceritanya. Hehe. 😀
      Iya, boleh. Kan nda sedarah.
      Iya, kan harusnya Nhaena itu adiknya Jjong.
      Hyunseung itu.. menurutmu gimana? Pro/antagonis? 😉
      Key? Galau gara2 Nhaena tuh. Hihi..
      Cerita tentang Aita bakal lebih lengkap di part depan. Tungguin yaa ^^
      Onkey dokey. Thanks. ^^

  9. Ya Allah…
    Makin rumit aja y konfliknya, gimana klo ntar Jong tau Shin You itu bukan adiknya? Masa aita ditinggalin? Author…banjir lagi dch nih T.T

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s