My Life With You, Lee Taemin – Part 3

My Life with you, Lee taemin (part 3)

Author: Lee mincha

Main cast: choi Nara and  Lee taemin

Support cast:  chichi, nara umma, nenek taemin, yoogun, nichole, dll….

Length: sequel

Genre: romantic and fullsadness

Rating: general

Summary: keberuntungan setiap manusia itu sama, hanya saja waktu dan keadaannya berbeda..

Niatnya bikin ni ff sedih banget tapi kayaknya g bisa sesedih yang di harapkan. Mian kalau ceritanya kurang OK, soalnya masih amatiran kekekekekekeke

Suasana pernikahan sangat hikmat, nara masih mencari-cari sosok ummanya. Kemudian ia melihat yeoja itu muncul lalu langsung pergi saat menyadari nara melihatnya. Nara tersenyum tipis, setidaknya ia datang meski hanya datang.

Malam harinya nara dan taemin pindah ke apartemen yang diberikan nenek, tenang saja mereka tidak sekamar kok…. Nenek tidak terlalu memaksa cucu2nya itu. Mereka diberi kebebasan memilih, lagi pula sebenarnya tujuan nenek menikahkan mereka adalah untuk melindungi nara dari ummanya sebagai penebus rasa bersalah nenek pada nara.

Meskipun sudah 2minggu menikah hubungan taemin dan nara tidak berkembang cukup baik, nara sangat pendiam ia hanya bicara seperlunya. Setiap pagi nara bangun lalu menyiapkan sarapan untuknya dan taemin, kemudian mereka berangkat ke sekolah, sepulang sekolah nara akan masak makan siang, setelah itu ia akan belajar lalu saat malam masak makan malam dan begitu seterusnya selama dua minggu. Hingga pada suatu pagi

Taemin: YA! Aku merasa kita sedikit aneh

Nara: maksudmu?

Taemin: kita sudah menikah, tapi kau tidak pernah mau berbicara banyak padaku, kau bahkan tidak meluangkan waktumu denganku. Kau lebih sibuk dengan chichi di bandingkan denganku

Nara: aku hanya takut salah bicara….

Taemin: kekekekekeke kau lucu sekali, takut dengan suami sendiri… kekekekekek

Taemin berdiri dan membantu nara mencuci piring, tanpa sengaja ia menyentuh tangan nara. reflek nara langsung melihatnya, mereka saling bertatapan.

Deg…deg….deg…

Jantung nara serasa copot, mata itu sangat indah saat di lihat dari dekat.

Kemudian keduanya tersenyum kaku lalu saling menghindar.

Sejak saat itu hubungan mereka mengalami perkembangan, nara mulai sering berbicara dan bahkan bercanda dengan taemin, tidak hanya di rumah tapi juga di sekolah, membuat iri beberapa yeoja yang naksir pada taemin.

*****

Sore menyelimuti sekolah, taemin sudah terlebih dahulu pulang, sementara nara harus menyelesaikan tugasnya membersihkan kelas, tenang saja nara bukan dihukum, ini memang gilirannya piket. Awalnya taemin menawarkan diri untuk menemaninya, namun nara menyuruhnya pulang takut teman-temannya curiga, maklum pernikahan mereka masih dirahasiakan.

Kelas itu cukup besar butuh waktu satu jam untuk membersihkannya dan cukup membuat badan lelah. Nara telah selesai, ia berniat ke toilet untuk mencuci tangannya yang kotor. Saat nara masuk ke toilet nichole bersama beberapa temannya yang menyukai taemin sudah menunggu nara di sana. Nara tahu ini tidak akan baik, ia berusaha melarikan diri namun sayang sudah terlambat karena seseorang sudah mengunci toilet dari luar.

Nara: ada apa ini??

Cwe1: aku tidak suka kau terlalu dekat dengan taemin

Nara: aku sebangku dengannya, jadi aku rasa wajar saja jika aku dekat dengannya.

Nichole: apa ini? (menarik rambut nara) sejak kapan kau jadi fashionista begini???

Nara: aku hanya melepas kacamata dan menata rambutku apakah itu salah??

Cwe2: kenapa kau sering tersenyum-senyum padanya??

Nara: apa aku salah???? Jika kau suka padanya kenapa tidak dekati saja dia dan godai seperti yang biasa kau lakukan

Para yeoja itu marah mendengar kata-kata nara, kemudian merekapun menjambak rambut nara, memukuli gadis itu, menendang dan meninju perutnya hingga nara tak sanggup berdiri, mereka menyiram nara dengan air, padahal saat itu tengah musim dingin

Nichole: air ini akan membuat otakmu berfikir lebih jernih.

Mereka memukuli nara bersama-sama melampiaskan kekesalan mereka.

Sementara itu taemin mengirimkan pesan pada nara

To nara: kita hari ini makan di luar saja, kau tidak usah memasak. Pasti lelah membereskan kelas itu sendirian,

Namun nara tak kunjung membalas smsnya, taeminpun menelfon yeoja itu namun tak ada jawaban. Taemin mulai khawatir, ia menelfon chichi, tapi chichi bilang nara sedang tak bersamanya. Taemin mengebut mobilnya kembali ke sekolah, ia berlari menuju kelas. Kelas itu kosong, bahkan lampunya sudah menyala karena hari sudah mulai malam. Taemin melihat tas nara terletak di atas meja, ia mengambil tas itu dan melihat ponselnya ada di dalam. Taemin mencari ke seluruh bagian sekolah sampai akhirnya ia sampai di depan pintu toilet, taemin melihat salah seorang yeoja yang ia kenal sebagai teman nichole berdiri di depan pintu sambil mengawasi. Taemin menghampiri yeoja itu berniat bertanya tentang keberadaan nara, siapa tahu dia melihat nara.

Saat melihat taemin datang sang yeoja penajaga pintu terkejut bukan main, ia memukul-mukul pintu memberi tanda kepada teman-temannya, namun sepertinya ia tidak di dengar. Ia berusaha bersikap setenang mungkin agar taemin tak curiga padanya.

Taemin: apa yang kau lakukan disini??

Yeoja: aku sedang menunggu temanku, dia ada di dalam.

Taemin: apa kau melihat nara?

Yeoja: aku tidak melihatnya, mungkin dia sudah pulang. Apa yang lagi yang kau tunggu?? Pergi sana! Ini toilet yeoja

Taeminpun pergi namun saat ia berbali ia mendengar suara teriakan2 dari dalam, taemin curiga.

Taemin: apa yang temanmu lakukan di dalam?? Kenapa dia berteriak???

Yeoja: ia sedang menelfon

Kemudian taemin mendengar suara benturan keras, ia tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya

Taemin: buka pintunya!!!

Yeoja: tidak!! Kau tidak boleh masuk, ini toilet yeoja.

Taemin: BUKA PINTUNYA!!! (taemin berteriak)

Yeoja sang penjaga pintu terkejut sekaligus takut melihat taemin.

Taemin membuka pintu toilet, dilihatnya beberapa yeoja tengah menarik-narik rambut nara dan menamparnya beberapa kali.

Taemin: YA!! APA-APAAN INI???

Semua yeoja itu terkejut menyadari taemin ada dibelakang mereka dan menyaksikan semuanya.

Nichole: taemin. Apa yang kau lakukan di sini???

Taemin: bukankah seharusnya aku yang tanyakan pertanyaan itu??

Taemin mengepalkan tangannya, ia hampir saja memukul nichole namun ia menarik kembai tangannya.

Taemin: aku tidak akan mengotori tanganku.

Cewe: taemin… aku bisa jelaskan semuanya

Taemin: shikuro!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! KA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Semua yeoja itu berlari ketakutan meninggalkan taemin dan nara.

Nara terkulai lemas di lantai, badannya basah kuyup dan sangat kedinginan, tubuhnya berantakan, rambutnya acak-acakan dan ada darah di sudut bibirnya. Taemin menghampiri nara, membuka baju hangatnya dan memasangkannya di tubuh nara.

Taemin: kuenchana????

Nara hanya diam saja, ia bingung harus jawab apa. Taeminpun kemudian menggendong yeoja itu dan membawanya pulang.

*****

Nara telah selesai mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia kemudian sengaja memakai piama kesayangannya yang baru saja diberi nenek kemarin. Ia berdiri menatap dirinya di kaca, banyak sekali memar di tubuhnya terutama di bagian wajah, kepalanya sakit sekali. Ia  teringat saat dulu ia sering sekali dibullying oleh teman dan ummanya.

Nara: sudah lumayan lama juga aku tidak terlihat seperti ini.(batin nara)

Nara menghela nafas panjang, ia keluar berniat untuk mengambil segelas air minum yang hangat untuk menenangkan dirinya. Saat nara keluar ia melihat taemin sudah membawa secangkir teh dan beberapa obat.

Taemin: mau kemana lagi???? Masuklah aku akan mengobatimu

Nara masuk lagi ke kamarnya, ia duduk di sofanya. Taemin menyodorkan teh hangat padanya.

Taemin: minumlah, kau akan merasa sedikit lebih tenang.

Benar saja, teh itu hangat dan nikmat, sungguh menenangkan. Taemin mengangkat wajah nara dan mengobati memar dan luka di wajah nara. nara hanya diam saja, ia dapat menatap mata indah taemin yang membuat jantungnya berdetak tak beraturan. Narapun mengalihkan pandangannya saat taemin memergokinya tengah menatap namja itu. Taemin hanya tersenyum menanggapi sikap nara, kemudian mengobati tangan nara.

Taemin: yeoja-yeoja itu sungguh keterlaluan, bagaimana bisa mereka memperlakukanmu seperti ini???

Nara: sudahlah, tidak apa-apa.

Taemin: lihat saja, besok aku akan mengadukan mereka ke kepala sekolah

Nara: andwe!!!! aku baik-baik saja,,,, aku sudah biasa………

Taemin: MWO?? jadi mereka sering berbuat seperti ini padamu??

Nara : aku tak suka cari masalah.

Taemin: baiklah jika itu maumu. Kalau begitu begini saja, kemanapun kau pergi kau harus bersamaku, tidak boleh pulang duluan atau belakangan…..

Nara: kalau begitu kau juga akan mengikutiku ke toilet yeoja??

Taemin: itu pengecualian, aku akan menunggumu di depan toilet

Nara: kenapa kau harus terus menemaniku??

Taemin: tentu saja… karena kau itu istriku… biar bagaimanapun aku bertanggung jawab padamu.

Nara: bagaimana jika mereka mencurigai pernikahan kita?

Taemin: katakana saja kita berpacaran

Nara tersenyum manis mendengar kata-kata itu.

Taemin: YA! Aku menemukan kacamatamu…..

Nara: benarkah? Di mana??

Taemin: nenek, yang berikan padaku.

Nara: nenek??

Taemin: ne. tapi kacamatamu tidak ada minus atau plusnya, seperti kacamata mainan saja. Kenapa kau pakai kacamata??aku rasa matamu tidak bermasalah

Nara: untuk menutupi mataku yang menakutkan ini

Taemin: menakutkan??

Nara: ne…..umma bilang mataku besar dan menakutkan, seperti hantu. Aku tak mau orang takut padaku, jadi aku pakai kacamata agar tidak terlalu jelas.

Taemin: aigo… kau bodoh sekali. Orang-orang bersusah payah operasi plasti untuk membesarkan mata, kau malah menyembunyikannya.

Nara: aku fikir umma benar

Taemin: anyii…. Kau punya mata daun yang indah.

Nara: benarkah???

Taemin: umma??? Di mana ummamu??

Nara kemudian diam dan menunduk, ia teringat lagi ummanya. Ada rasa kangen di hatinya namun apalah daya ia tak mungkin menyebutkan tentang umma di depan taemin, karena nenek melarangnya.

Nara: umma, eobso…..

Taemin: mianhae……. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih

Taemin kemudian memeluk nara, nara sedikit terkejut dengan perlakuan taemin tersebut tapi tak ada alasan untuk menolak. Nara membalas pelukan taemin membuat namja itu tersenyum, kemudian taemin memegangi wajah nara dengan tangan kiri sementara tangan kanannya masih melingkar di pinggang yeoja itu, chu~……………………………………………..

Nara tak berdaya menolak namja itu bahkan membalasnya karena dalam hati kecilnya ia pernah mengharapkan hal seperti itu. Taemin semakin memperdalam ciumannya menarik yeoja itu ke kasur dan………………..kalian tahu maksudku kekekekekekekekekekekekeke

Nara pov

aku terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak malam ini, saat terbangun aku terkejut melihat taemin disiku dan melihat tubuhku yang tak terbalut sehelai kainpun selain selimutku. Wajahku memerah teringat apa yang telah terjadi semalam. Aku merasa sakit di seluruh tubuhku terutama di bagian, yah kalian tahu maksudku. Aku berdiri dan memungut piamaku yang berserakan dilantai bergegas menuju kamar mandi sebelum taemin melihat keadaanku tanpa baju seperti ini.

Aku berendam sangat lama dengan air hangat membuat tubuhku terasa sedikit lebih nyaman meski masih nyeri. Hari ini aku tak perlu bergegas karena sekarang hari sabtu dan sekolah libur.

Selesai mandi aku segera ke dapur menyiapkan sarapan untukku dan taemin, setelah selesai aku kembali ke kamar taemin mencoba untuk membangunkannya.

Aku duduk di sisi ranjang, kuperhatikan wajah namja yang kini sudah menjadi suamiku. Wajahnya sangat tampan meski sedang tidur. Aku tersenyum melihatnya lalu memegang lembut bahunya yang tak terselimuti dan tanpa baju.

Nara: taemin, irhona…..

Ia hanya diam saja,

Nara: palli……. Nanti sarapannya dingin….

Lalu ia mulai menggeliat menandakan bahwa ia sudah bangun, aku berdiri berniat kembali ke dapur tapi taemin menarikku.

Sekarang kami berhadapan, sangat dekat karena ia sudah duduk sekarang.

Chu~

Taemin: morning kiss

Ia tersenyum manis sedangkan aku hanya diam saja karena malu

Taemin: jika di rumah panggil aku yeobo saja, jangan panggil taemin.

Nara: yeobo?

Taemin: ne yeobo….

Author pov

Nara tersenyum-senyum sendiri di dapur, aish….. dasar nara yadong dia terus teringat kejadian semalam.

Taemin: kau kenapa? Tidak sarapan?

Nara: tentu saja, aku sangat lapar…

Taemin: seperti biasa masakanmu enak sekali…

Nara: gomawo…

Taemin: hari ini kau tidak ada acara bersama chichi kan?

Nara: aku rasa tidak, aku tidak sanggup menerima ledekannya saat melihat leherku penuh kissmark

Taemin: hahahahahahaha kau benar juga

Nara: memangnya kenapa?

Taemin : aku ingin mengajakmu jalan-jalan.

Nara: jalan-jalan?

Taemin: kita bahkan sudah menikah, tapi belum pernah date sekalipun

Nara: date? Apa saja yang orang lakukan saat date?

Taemin: makanya ikut saja denganku

Taemin mengemudi mobilnya sendiri, ia mengemudi dengan baik . nara duduk di sebelahnya sibuk melihat-lihat dari balik kaca jendela. Ada banyak sekali pertanyaan tentang nara berkecamuk di kepala taemin, siapa dia sebenarnya? Apa yang terjadi pada keluarganya? Dari mana ia berasal? Tapi taemin tak bisa bertanya, nenek melarangnya, nenek bilang itu akan melukai nara

Mereka sampai di sebuah pantai….

Nara: wah indah sekali, terakhir aku ke pantai saat aku masih kelas 6 SD, sudah lama sekali.

Taemin: disini panas sekali, apa kau tidak kepanasan? Matahari masih bersinar terik.

Nara: tapi sekarang sudah jam 5

Taemin: tapi tetap saja panas.

Nara: jika kau kepanasan duduk di bawah pohon itu saja(menunjuk sebuah pohon besar di tepi pantai)

Taemin:aku mengkhawatirkanmu….

Nara: tidak usah khawatir yeobo (tersenyum genit)

Taemin: aishh……….

Taemin bukannya mengikuti saran nara malah mengikuti yeoja itu yang sedang sibuk bermain dengan ombak.

Tak lama kemudian mereka duduk di bawah pohon tadi karena sudah kelelahan berlarian sepanjang pantai.

Nara: aku tak pernah setenang dan sebahagia ini, berada di sini bersamamu rasanya seperti berada di surga

Taemin: ya.. dan aku adalah seorang bidadara yang tuhan ciptakan untukmu

Nara : kekekekekekeke. Apa kau menyesal?

Taemin: untuk apa?

Nara: menikah denganku

Taemin : awalnya iya, tapi sekarang tidak lagi. aku bahagia dan sangat bahagia. Nenek tidak salah memilihkan orang untukku.

Nara: gumawo….tapi apa kau tidak punya yeoja chingu?

Taemin: anyi…………. Aku sudah lama putus dengannya. Kau sendiri?

Nara: aku? Hahahahahahahaha

Taemin: kenapa kau tertawa?

Nara: aku bahkan belum pernah pacaran

Taemin: tentu saja, kau itu sangat dingin pada namja

Nara: bukan aku yang dingin pada namja tapi mereka saja yang tidak mau mendekatiku karena aku jelek.

Taemin: kata siapa? Kau itu cantik, bagiku kau wanita tercantik yang pernah tuhan ciptakan

Nara: ada-ada saja, tidak usah menggombal padaku.

Taemin: tapi baguslah, aku jadi namja pertama yang jadi namjachingumu, orang pertama yang jadi suamimu, yang mendapatkan firskissmu, dan mendapatkan itu.. kekekekeke

Nara: aish……

Nara berdiri berjalan kembali kepantai, sudah tak panas lagi bahkan matahri sudah mulai terbenam.

Nara: appa, aku bahagia sekarang, yooguni……. Kau pasti juga bahagia bersama appa di sana sekarang

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “My Life With You, Lee Taemin – Part 3”

  1. Wuaaa,,
    Taemin udh dewasa,
    kekekeke

    Author, FF ini udh tamat apa belom yah?ga ada tulisan End,
    tp qlo masih ada next part kog ga ada TBC yah?

    Aq sm Hyora penasaran..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s