Bolehkah Aku Mencintaimu?

Bolehkah Aku Mencintaimu?

Title                 : Bolehkah Aku Mencintaimu?

Author             : Luhan’s.

Main Cast        : Park Caerin, Lee Taemin

Length             : Oneshoot

Genre              : Angst

Rating              : General

Backsound       : Luna, Krystal – Caling Out

A/N                  : Font italic = flashback. Happy reading n_n

__

Park Caerin POV

Kakiku mulai melangkah tanpa arah. Tubuhku mulai melemas. Tetes demi tetes air mata jatuh membasahi pipiku. Air hujan yang semakin deras turun membasahi bumi ini, seolah mengerti dengan perasaanku saat ini.

Kakiku berhenti di persimpangan jalan. Mataku menatap sebuah café yang tak begitu jauh dari persimpangan jalan ini. Aku terus memperhatikan café itu sampai sebuah kenangan masa lalu yang tak ingin kuingat kembali muncul dibenakku.

 

Dimana pria itu? Oh, Lee Taemin, aku sudah menunggumu hampir satu jam dan kau pun tak datang juga. Aish, kau selalu saja seperti ini. Membuat mood-ku menjadi jelek saja.

 

Setengah jam berlalu, tiba-tiba suara sebuah motor vespa yang sudah tak asing lagi di telingaku terdengar. Aku terus menyeruput cappuccino-ku tak peduli dengan kedatangannya yang sudah sangat terlambat itu. Kualihkan pandanganku ketika dia mulai duduk dihadapanku.

 

“Caerin-ah.. Mian aku datang terlambat lagi, seperti biasa motorku mogok, hehe” katanya sambil tersenyum memamerkan gigi-giginya yang rapi itu.

 

“Ya! Lee Taemin. Sudah berapa kali kubilang aku tak suka kalau disuruh menunggu?” jawabku acuh tak acuh.

 

“Mianhae, aku tak bermaksud membuatmu menunggu sampai selama ini” jawabnya sambil menatapku dengan wajah imutnya itu.

 

“Aish, kau. Selalu saja membuatku tak bisa berlama-lama marah padamu”

 

“Hehe, aku janji tak akan membuatmu menunggu lagi” katanya sambil menarik tanganku lalu mencium tanganku lembut.

 

“Janji?”

 

Yes, my princess” jawabnya sambil tersenyum lembut yang langsung membuat pipiku memerah.

 

 

Lee Taemin POV

Aku terus mengaduk-aduk cappuccino-ku yang sudah mulai mendingin. Café ini, mengingatkanku padanya. Pada masa laluku yang tak akan pernah kulupakan. Pada gadisku yang amat kucintai, Park Caerin.

Dimanakah ia sekarang? Apakah ia merindukanku? Apakah ia masih mencintaiku? Apakah ia sekarang merasakan hal yang sama padaku? Kuharap iya.

 

Hari ini, hari yang kutunggu-tunggu. Hari ini, aku akan melamar gadisku untuk menjadi pendamping hidupku. Kali ini, aku tak boleh terlambat lagi dan membuatnya menungguku sendirian.

 

Kurapikan kemejaku, kuberi sedikit parfum dikedua sisinya. Omo, Kim Woon Dae, kau sangat tampan sekali hari ini.

 

Kubuka laci yang terdapat di sudut kamarku lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil sambil tersenyum. Park Caerin, mulai hari ini kau akan menjadi miliku ucapku dalam hati.

 

Kukeluarkan vespa kesayanganku dari garasi lalu segera menuju ke tempat dimana kami—aku dan Caerin—pertama kali bertemu. Mengingat masa-masa dimana aku berkenalan dengannya benar-benar sangat indah.

 

Tiba-tiba…

 

Motorku berhenti. Aish! Aku akan terlambat—lagi—kali ini. Ck, Caerin mianhae, aku akan segera datang secepat mungkin, my princess. Tunggu aku.

 

Satu jam kemudian motorku baru selesai dibenarkan. Ku lihat jam tanganku, ya Tuhan, aku sudah sangat terlambat, Caerin pasti marah padaku.

 

Setelah sampai disana, aku langsung berlari ke tempat dimana biasanya kami duduk. Caerin, gadis itu pasti sudah marah padaku. Ck. Gawat!

 

“Caerin-ah.. Mian aku datang terlambat lagi, seperti biasa motorku mogok, hehe” kataku sambil tersenyum memamerkan gigi-gigiku yang rapi.

 

“Ya! Lee Taemin. Sudah berapa kali kubilang aku tak suka kalau disuruh menunggu?” jawabnya acuh tak acuh. Aku takut hal yang tak kuinginkan terjadi setelah ini. Aish, Lee Taemin pabo.

 

“Mianhae, aku tak bermaksud membuatmu menunggu sampai selama ini” jawabku sambil terus kutatap kedua bola matanya yang indah.

 

“Aish, kau. Selalu saja membuatku tak bisa berlama-lama marah padamu” jawabnya. Aigo, neomu kyeopta Park Caerin.

 

“Hehe, aku janji tak akan membuatmu menunggu lagi”

 

“Janji?”

 

“Yep!” jawabku sambil tersenyum lembut padanya. Kulihat semburat merah muncul di pipinya. Aigo, ingin sekali kukecup pipinya yang memerah itu, neomu kyeopta!

 

Kukeluarkan sebuah kotak merah dari kantongku dan memberikannya sambil berlutut padanya.

 

Would be mine, Park Caerin?” kataku gugup.

 

I do, oppa” katanya malu-malu sambil menundukkan wajah. Berusaha menutupi wajahnya yang sudah memerah itu haha.

 

“Gomawo, Caerin-ah” kudekap tubuhnya hangat. Kutatap matanya, lalu kukecup lembut keningnya.

 

 

Park Caerin POV

Aku terus menatap café yang terletak di ujung jalan. Lalu kualihkan pandanganku ke arah meja dimana aku dan Taemin oppa selalu duduk bersama. Ada orang disana.

Deg.

Perasaan apa ini? Kulihat orang itu, terus kutatap hingga akupun menyadari kalau ia adalah Taemin oppa. Ya. Aku tak mungkin salah lihat. Dia… dia Taemin oppa. Orang yang selama ini kucari, orang yang selama ini kurindukan, orang yang selama ini kucintai.

Lee Taemin POV

Gadis itu…

Kenapa dia menatapku seperti itu? Apakah penampilanku aneh? Eh, tapi sebentar. Sepertinya aku tak asing lagi dengan tatapan itu. Tatapan matanya yang hangat yang selalu bisa membuatku tersenyum. Ya. Aku yakin aku mengenal gadis itu. Gadis yang selama ini aku rindukan. Yang aku cintai. Yang membuatku tak bisa berpaling dengan gadis manapun. Yang sudah menjadi milik orang lain.

“Oppa” panggil Caerin ketika kita sedang duduk di sebuah bangku taman.

 

“Hmm?” gumamku.

 

“Oppa… Mianhae” katanya. Kali ini suaranya mulai bergetar tiba-tiba setetes air mata jatuh dari pipinya membasahi bahuku.

 

“Suzy-ah. Gwenchanayo?” kataku khawatir.

 

“….”

 

Tak ada jawaban darinya. Yang dapat kudengar saat ini hanya isak tangisnya yang semakin menjadi-jadi.

 

“Chagi-ya, gwenchanayo?” kataku khawatir.

 

“Oppa… Mianhae” ucapnya sambil terus menangis.

 

“Kau tak ada salah sama oppa, chagi” kataku lembut.

 

“Oppa.. Mianhae, jeongmal mianhae..”

 

Aku terus terdiam membiarkan dia melanjutkan kata-katanya.

“Oppa.. appa dan eomma sudah menjodohkan ku dengan pria lain….”

 

Deg.

 

Sesak.

 

Itu yang kurasakan ketika mendengar pernyataan darinya. Park Caerin… kau, kau akan meninggalkanku? Meninggalkanku yang begitu mencintaimu?

 

Diam.

 

Itu yang kulakukan sekarang.

 

“…aku… aku sudah menolak rencana perjodohan ini oppa… Tetapi, appa dan eomma selalu memaksaku.. aku… aku tak tahu harus berbuat apa lagi oppa…”

 

“…seandainya aku bisa seperti ini selamanya bersamamu oppa… seandainya aku bisa menjadi pendamping hidupmu… seandainya saja aku bisa menjadi milikmu selamanya… seandainya aku dan kau bisa mengucapkan janji suci di altar pernikahan… sean…”

 

Ucapannya tiba-tiba saja terputus oleh isak tangis yang semakin menjadi-jadi. Kumohon Bae Suzy, jangan menangis seperti itu. Aku… aku tak kuasa melihatmu menangis seperti itu. Aku…

 

Tes.

 

Kurasakan air mata yang sudah tak bisa kubendung lagi mulai menetes tetes demi tetes. Kuhapus air mata ini, aku tak ingin Caerin—orang yang kucintai—melihatku menangis seperti ini karenanya. Lee Taemin, kau harus kuat.

 

Kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kuhapus air mata yang kini sudah membasahi wajah indahnya. Kukecup bibirnya lembut, lalu kudekap tubuhnya kedalam pelukanku seolah-olah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kutatap wajahnya yang masih terlihat cantik meskipun sedang menangis. Kupaksakan senyuman dibibirku. Aku tak ingin dia melihatku menangis.

 

“Gwenchana Caerin-ah. Jika itu memang keputusan appa dan eomma mu…” jawabku sambil berusaha menahan air mata yang kurasa akan jatuh lagi.

 

“…aku akan secepatnya pergi dari hidupmu… kau harus bisa merelakan aku, Caerin-ah. Aku yakin, seseorang disana yang akan menggantikanku nanti akan menjagamu seperti aku menjagamu, akan mencintaimu sama seperti aku mencintaimu, akan menjadi sandaranmu ketika kau sedih, dan akan membuatmu lupa dengan aku, laki-laki bodoh yang membuat kau mencintaiku.” kataku dengan suara bergetar. Oh Tuhan, kuatkanlah aku untuk kali ini saja.

 

Kudengar Caerin menangis meraung-raung disebelahku. Kupeluk lagi tubuhnya, membiarkan dia menangis dan membasahi baju yang kupakai.

 

“Maafkan aku Caerin-ah. Maafkan aku yang tak akan bisa selalu menjagamu, ada disaat kau sedih, maupun menghiburku dengan segala kekonyolan yang kubuat. Yang perlu kau ingat Caerin-ah, kau akan selalu menjadi bintang yang bersinar dihatiku, akan selalu menjadi penyemangat hidupku, akan selalu mencintaimu meskipun aku sudah tak ada lagi disampingmu.”

 

“Aku akan selalu berada dihatimu Caerin-ah, meskipun jika suatu saat nanti kita sudah tak bisa bersama lagi. Saranghae Caerin-ah, jeongmal saranghae.”

 

Kukecup keningnya lembut, kudekap tubuhnya. Sungguh, aku tak ingin melepaskannya, aku ingin bisa bersamanya sepert ini selamanya.

 

Tiba-tiba saja masa laluku yang kelam itu menghantuiku lagi. Park Caerin, ya, gadis yang sedang berdiri di persimpangan jalan itu dia. Gadis yang masih sangat kucintai. Yang sudah menjadi milik orang lain.

Park Caerin POV

Kuberanikan diri menghampiri namja itu, aku yakin sekali dia—namja yang sedang duduk di tempat dimana aku dan Taemin oppa pertama kali bertemu—adalah Taemin oppa, Lee Taemin. Orang yang masih sangat aku cintai meskipun sekarang statusku sudah sebagai istri orang lain. Orang yang tak kucintai.

“Oppa…” kataku dengan suara bergetar.

“Caerin-ah…” katanya sambil memaksakan tersenyum. Senyum yang amat aku rindukan.

Lee Taemin POV

“Oppa…” panggilnya dengan suara bergetar.

Kudongakkan kepalaku ke atas dan… aku melihat dia. Gadis yang kucintai.

“Caerin-ah…” jawabku sambil memaksakan sebuah senyuman untuknya. Untuk gadis yang kucintai.

Ingin sekali tangan ini memeluk tubuh mungilnya. Melepas semua kerinduan yang selama ini kupendam.

Masih bolehkah aku mencintainya? Mencintai orang yang sudah berstatus sebagai istri orang lain?

Aku sudah tak tahan lagi, ya Tuhan. Izinkan aku sekali ini saja untuk memeluknya. Melepas rasa rinduku padanya. Perlahan aku pun berdiri dan memeluk tubuh mungilnya yang sudah basah karena air hujan.

“Bogoshipo Park Caerin,”

“Nado oppa,” jawabnya sambil terisak.

Kukecup keningnya lembut. Kurapikan rambutnya yang berantakan. Kuhapus air mata yang tak henti-henti jatuh membasahi pipinya.

Park Caerin POV

Dia…

Dia memelukku…

Memberikan kehangatan yang selama ini aku rindukan. Kubalas pelukannya, aku tak ingin melepaskannya untuk yang kedua kali.

“Bogoshipo,” katanya.

“Nado oppa,” jawabku sambil terisak.

Dia mengecup keningku lembut lalu menghapus air mataku yang terus mengalir membasahi kedua pipiku.

Perlakuan ini…

Perlakuan yang kurindukan ketika dia masih bersamaku, ketika kami masih menghabiskan waktu bersama-sama.

Masih bolehkah aku mencintainya dengan statusku yang sekarang? Masih bolehkah aku merindukannya?

Lee Taemin POV

“Saranghae Caerin-ah. Maafkan aku yang telah jahat padamu. Telah membuat kau berusaha melupakanku dengan cara seperti ini. Aku… aku masih mencintaimu Caerin-ah. Aku tahu kau sudah menjadi milik orang lain, tetapi…”

“Nado oppa, nado saranghae. Aku juga masih mencintaimu oppa, tak ada orang yang bisa menggantikan posisimu dihatiku.”

“Maafkan aku Caerin-ah, aku terlalu bodoh. Aku tak pantas mencintaimu.”

“Kau tidak bodoh oppa, kau pantas mencintaiku karna aku pun juga mencintaimu, sangat mencintaimu Lee Taemin,”

Kata-katanya… semakin membuatku tak bisa untuk merelakannya pergi. Tak akan bisa.

Park Caerin POV

Ya! Lee Taemin pabo. Kata siapa dia tak pantas mencintaiku? Dia pantas, sangat pantas untuk mencintaiku. Harusnya aku… aku yang tak pantas untuk mencintainya karna aku telah banyak membuatnya hatinya sakit. Aku telah menghancurkan perasaannya.

Kutatap matanya sekali lagi. Ya Tuhan, aku tak akan bisa merelakan Taemin oppa pergi dari sisiku lagi. Aku ingin bersamanya. Aku tahu aku egois tetapi…

Kubalikkan badanku dan mulai melangkah pergi meninggalkannya. Mianhae oppa. Jeongmal mianhae.

“Caerin-ah! Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku untuk yang kedua kalinya Caerin-ah, kumohon,” katanya sambil terisak.

Lee Taemin POV

“Caerin-ah! Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku untuk yang kedua kalinya Caerin-ah, kumohon,” kataku sambil terisak.

“Maafkan aku oppa, tapi mungkin ini sudah takdir cinta kita. Aku tak ingin menyakiti hatimu untuk yang kedua kalinya,”

“Kau pikir dengan kau meninggalkanku seperti ini kau tak menyakiti hatiku, hah? Kau… kenapa aku harus mengenalmu, Caerin-ah? Kenapa aku harus mencintaimu sampai seperti ini? Kenapa?!”

“Maafkan aku oppa,” ucapnya sambil berlari meninggalkanku sendirian. Sendirian.

Agrh!

Baiklah jika memang seperti ini maumu Caerin-ah. Aku sudah tak tahan. Jika memang kisah cintaku dan Caerin harus seperti ini lebih baik aku yang pergi saja. Aku tak ingin melihatnya meninggalkanku.

Aku beranjak dari tempat ku berdiri tadi dan terus berlari hingga kulihat sebuah mobil tak jauh dari tempatku saat ini. Sebentar lagi aku akan merasa tenang, aku tak akan merasakan lagi yang namanya sakit hati.

Selamat tinggal, Park Caerin.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Bolehkah Aku Mencintaimu?”

  1. woa.. Jadi chaerin bunuh diri? Huhuhu..
    Sebenarnya story-nya seru. Cuma setting waktunya agak kacau. Jadi rada bingung bacanya..
    Trus, kq ada suzy n kim siapa gtu..?
    Ayo terus berkarya..

  2. Typonya banyak. Keke. Tapi italic boldnya gak keliatan. 🙂
    Mohon diperhatikan lagi. 🙂
    Astaga Taemin, kok bunuh diri sih? Kenapa gak ama aku aja? Keke. 😦

  3. walaaah taem mau nabrakin mobilnya tuh?? o.O
    itu ngebingungin banget kenapa ada suzy sama kim woon dae
    aku sampe balik lagi ke atas buat mastiin di cast nya itu ada suzy apa nggak
    tapi ceritanya keren kok thorr 😀 keep writing! 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s