Neon Naegae Banhaesseo – Part 8

Tittle : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 8)

Author : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

Cast :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x),
  • Choi Minho SHINee,
  • Kim Kibum aka Key SHINee,
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x),
  • Kim Jonghyun SHINee,
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD,
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD,
  • Lee Jinki SHINee,
  • Lee Taemin SHINee,
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair
  • Juanshi covered by Victoria Song f(x)
  • Juanhye covered by IU
  • Jo Youngmin covered by Jo Youngmin BOYFRIEND

Other Cast : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

Genre : Romance, Sad, Friendship

Length : Sequel

Rating : PG-16

Sumarry : “Asal kau berjanji takkan meninggalkanku. Sudah cukup dulu kau mengacuhkanku dan lebih memilih Key. Aku sangat sakit saat itu melihatmu bersamanya.”

TRACKLIST:
SM The Ballad-Miss You
SHINee-Life
F(x)-Ice Cream
SHINee-Noona Nomu Yeppo,
2PM-Again Again
CN Blue-I’m a Loner

ALL POV IS AUTHOR’S POV
@@@

Jonghyun dan Minho berada di sebuah bangunan penginapan yang terlihat mewah di mata mereka. Ini adalah penginapan di Maldives kelima yang sudah mereka datangi untuk menyelidiki yeoja yang bernama Juanshi itu. Penginapan ini pun sudah cukup jauh dari pantai dan penginapan tempat mereka menginap. Untuk itu pun mereka harus rela merogoh saku celana mereka untuk menyewa sebuah mobil dari sebuah agen penyewaan mobil di daerah itu. Namun entah kenapa sesuatu yang aneh membuat mereka yakin untuk tetap mencari keberadaan yeoja yang menurut Minho mirip sekali dengan Victoria. Yeoja yang merupakan bagian dari masa lalu mereka.

“Hyung..” ucap Minho sambil melirik Jonghyun dengan tatapan ragu.

“Jika kali ini kita tidak menemukannya, lebih baik kita hentikan saja.” Balas Jonghyun seakan mengetahui kekhawatiran Minho. Minho hanya mengangguk sekilas. Lalu mereka berdua pun melangkah memasuki lobby hotel bergaya Itali itu. Mereka menuju meja resepsionis.

“Hei, kau saja yang tanya lagi. Aku tak bisa berbahasa Inggris.” Kata Jonghyun cengengesan sambil menyikut lengan Minho. Minho hanya memutar kedua bola matanya heran.

“Seharusnya kita membawa Key untuk ikut bersama kita kali ini.” Celetuk Minho.

“Hus! Kau ingin membuatnya kembali mengingat masa lalunya bersama Victoria? Lagipula masalah Juanshi ini masih belum jelas kan? Aku tak ingin masalah ini merusak kisah cinta adikku sendiri. Andwae!” cerocos Jonghyun menolak pendapat Minho. Minho hanya bisa mendengus kesal.

“Excuse me. Can I do for you, Sir?” Ucap salah satu petugas di meja resepsionis tersebut ramah. Seketika Jonghyun dan Minho menoleh ke arah sumber suara.

“Ah, sorry. There are a visitor named Juanshi in this hotel?” tanya Minho yang juga agak tidak nyaman dengan kata-katanya sendiri. Walaupun ia cukup yakin kalau nilai pelajaran bahasa Inggrisnya lebih baik dari Jonghyun, namun ia merasa kurang percaya diri untuk berbicara dengan bahasa asing seperti itu. Minho merasa susunan katanya masih salah di beberapa tempat.

“Please wait a moment, Sir. I will check it.” Jonghyun sempat terpesona melihat senyum di wajah petugas resepsionis yeoja yang menawan itu. Menurutnya, semenjak ia mendekati Aita, baru kali ini ia bisa melihat wajah yeoja lain di hadapannya. Minho yang mengetahui gelagat Jonghyun langsung menarik lengan Jonghyun.

“Jangan macam-macam, Hyung. Ingat! Kau sudah memiliki Aita.” Kata Minho memperingati. Jonghyun hanya terkekeh kecil.

“Sir, I’m sorry. In this hotel there aren’t a visitor named Juanshi.” Minho dan Jonghyun menghela nafas untuk yang ke sekian kalinya. Kecewa.

“Really? Ah, thanks! And.. Sorry.” kata Minho yang masih kikuk. Namun perasaan kecewa di hatinya lebih besar dan lebih mengganggu pikirannya.

“Apa benar kau bertemu dengannya??” tanya Jonghyun penuh selidik. Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Kembali ke penginapan.

“Kau meragukan penglihatanku, Hyung?” Minho merasa dongkol sudah dicurigai. “Aku bahkan sedikit berbincang dengannya. Kau kira aku gila dan berhalusinasi??”

“Aku takut kau hanya berkhayal. Tidak mungkin dia kembali. Dan seperti yang aku pikirkan, tidak mungkin ada dua orang yang sangat mirip wajahnya. Kecuali kalau mereka kembar kan?” Jonghyun berkata sambil memandang ke luar jendela mobil, melihat pemandangan indah di sana. Angin kencang menerpa rambut poninya yang menyerong ke samping dan hampir menutupi mata kirinya.

“Anni. Aku yakin. Dwaesseo, kita ke sini untuk bersenang-senang. Sepertinya kita tak perlu mengkhawatirkan yeoja itu.” Kata Minho mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau semuanya akan baik-baik saja nanti. Walaupun setengah hatinya menolaknya.

Jonghyun menatap Minho dan memaksakan seulas senyum merekah di bibirnya. “Ne. Lupakan saja. Minho-ah.. Jangan katakan tentang masalah ini pada siapapun. Termasuk Key, Jinki Hyung dan Taemin. Apalagi Key.” Kata Jonghyun mengingatkan. Minho hanya tersenyum getir menanggapinya. Kini begitu jelas, bagaimana Jonghyun berusaha untuk menyenangkan hati Shin You, adiknya, meskipun harus dengan membiarkan Shin You bersama Key dan itu berarti perasaan Minho akan semakin teriris dibuatnya.

@@@

@@@

“Enggh..” erang Nhaena perlahan sambil menggeliat dalam tidurnya. Rupanya yeoja itu sudah mulai terjaga. Perlahan Nhaena bangkit dari kasur dan menghampiri sofa di depan TV. Tangannya sibuk menekan tombol di remote TV itu seraya mencari channel-channel yang bagus untuk ditonton. “Kemana Jinki Oppa dan Yurra Eonni? Apa tidurku terlalu lama hingga mereka berdua pergi sendiri dengan yang lainnya dan meninggalkanku?” gumam yeoja itu sambil sesekali menguap. Rasa kantuk masih meneyergap dalam dirinya.

CKLEK!

“Hahaha.. Kau tahu, kau tadi lucu sekali. Mukamu seperti-“ Suara seorang namja yang cukup dikenal Nhaena terdengar di telinganya. Jinki datang bersama Yurra sambil tertawa riang. Dan Nhaena sudah terlanjur melihat kejadian langka itu. Jinki dan Yurra yang semula bergandengan tangan, langsung melepas gandengan tangan mereka dan Jinki tak berani melanjutkan kalimatnya. Mereka menatap wajah Nhaena cemas dan Nhaena menatap mereka berdua dengan tatapan curiga.

“Kalian.. Dari mana?” tanya Nhaena akhirnya setelah lama mereka terdiam. Melihat kejadian barusan, entah ada perasaan apa yang bergemuruh dalam dadanya. Yang ia tahu, rasa itu sedikit nyeri dan berdenyut-denyut. Matanya juga terasa panas. Seperti ingin menangis. Namun yeoja itu meyakinkan dirinya kalau ini bukan apa-apa. Aku tidak mungkin cemburu. Batinnya.

“Ah, tadi.. Tadi.. Kami..” Jinki menggantungkan kalimatnya. Saat ini otaknya tak mampu menemukan alasan yang tepat untuk berbohong. Jinki juga merasa tak tega jika ia harus membohongi Nhaena. Akhirnya ia memutuskan untuk menjelaskan semuanya. Tentang apa yang terjadi dengannya dan Yurra sekarang.
“Nhaena-ah.. Mianhae. Jeongmal mianhae.. A-aku..” Yurra reflek menggenggam tangan Jinki kuat lalu melepaskannya lagi membuat Jinki kembali menggantungkan kalimatnya. Sedangkan Nhaena sudah tampak serius menatap Jinki menginginkan penjelasan.

“Tidak, Nhaena-ah.. Tadi Taemin meminta kami untuk datang ke kamarnya. Katanya ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan dengan Jinki masalah kerja part time-nya di café.” Jawab Yurra bohong. Yurra tersenyum. Namun senyum itu tak cukup ampuh untuk membuat Nhaena 100% percaya.

“Ohh, begitu. Ya sudah. Aku bingung saja kenapa kamar tadi sepi sekali. Kalian sudah makan?” tanya Nhaena sambil mematikan TV dan beranjak ke sisi tempat tidur, merapikan tempat tidur yang tampak berantakan karena dipakai olehnya. Jinki dan Yurra saling pandang, bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin mereka menjawab kalau mereka baru saja makan di restoran dekat pantai karena baru saja Yurra mengaku pada Nhaena kalau mereka baru saja dari kamar Taemin.

“Ah, belum. Belum, belum. Mari kita makan saja di luar. Kkaja!” Jinki terlihat sekali menyembunyikan kebohongannya mereka dari ekspresi wajahnya yang begitu panik. Namun saat mengatakan hal itu, untung saja Nhaena tak sedang menatap ke arahnya.

“Sebentar. Aku ke kamar mandi dulu. Kalian tunggu ya.” Nhaena segera melesat ke dalam kamar mandi. Begitu yakin Nhaena sudah berada di dalam kamar mandi dan terdengar gemercik air dari dalam kamar mandi, Jinki langsung menjatuhkan diri ke atas sofa dan memejamkan mata. Dia yakin Nhaena sedang membersihkan diri sekarang.

“Sepertinya berbohong adalah cara yang paling tepat untuk saat ini.” Gumam Jinki.

“Kita tak bisa seperti ini..” balas Yurra, lirih. Jinki langsung membuka matanya yang terpejam dan memposisikan dirinya duduk di sofa. Jinki segera menarik tangan Yurra membuat Yurra duduk di sampingnya.

“Apa maksudmu??” tanya Jinki seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Yurra.

“Ini salah, Jinki-ah.. Kita akan menyakiti Nhaena. Kita tidak boleh berbohong terus seperti ini.” Kata Yurra yang sudah mulai berkaca-kaca.

“Tapi Nhaena pasti mengerti jika kita menjelaskannya suatu saat nanti. Lagipula, dia tidak mencintaiku.”

“Siapa yang bisa menjamin dia tidak memiliki perasaan terhadapmu, Lee Jinki?? Apa kau yakin?” Yurra membalas pendapat Jinki cepat dan karena itulah Jinki menjadi tak bisa berkata apa-apa lagi.

“Aku perempuan. Dan aku bisa merasakan apa yang Nhaena rasakan, Jinki-ah.. Jika dulu, mungkin memang benar Nhaena tak ada perasaan apa-apa padamu selain hanya perasaan terhadap seorang oppa, tapi sekarang, setelah kalian resmi bertunangan, mungkin saja berbeda. Dari caranya melihat kita tadi, aku yakin dia cemburu. Dia mulai mencintaimu sekarang.” Jelas Yurra tetep bersikukuh dengan pendapatnya yang Yurra rasa adalah suatu kenyataan.

“Jadi, sekarang apa maumu?? Kita bisa apa? Kita tidak mungkin mundur. Sudahlah.. Sekarang aku tanya padamu, apa kau ingin aku kembali bersama Nhaena? Kau ingin melihat aku bersama Nhaena lagi?” tanya Jinki bertubi-tubi. Apa yang baru saja dikatakan Yurra entah kenapa membuatnya cemas sekaligus marah. Menurutnya, Yurra seakan tak percaya akan perasaannya. Walaupun mungkin benar Nhaena telah mencintainya seperti apa yang dikatakan Yurra, bagi Jinki hanya ada Yurra sekarang. Namja itu sudah sangat yakin kalau yeoja yang tepat untuknya adalah Yurra. Han Yurra.

Yurra hanya diam. Bibirnya bergetar. Air mata sudah membasahi pipinya. Jinki merasa tak tega, namun ia ingin Yurra benar-benar memikirkan lagi apa kata-katanya. Memikirkan lagi apa yang akan terjadi jika Yurra memaksa namja itu untuk terus bersama Nhaena. Atau lebih tepatnya, kembali kepada Nhaena.

“Temui aku di restoran yang tadi. Aku pergi duluan ke sana. Kalian menyusul saja. Hati-hati nanti.”

BLAM!

Jinki menyudahi perdebatannya dengan Yurra dengan menutup pintu kamar itu sedikit kasar.

“Yurra Eonni.. Dimana Jinki Oppa?” suara nyaring Nhaena membuat Yurra tersadar dari lamunannya. Yura bergegas menghapus air mata di pipinya dan tersenyum.

“Dia sedang menunggu kita. Kkaja!” ajak Yurra sambil menggandeng tangan adik tirinya itu.

@@@

@@@

Taemin melangkah gontai menuju kamarnya. Ketika dia sampai di depan pintu, keningnya berkerut.

“Kenapa pintunya terbuka seperti ini?? Dasar! Apa dia ingin ada pencuri yang masuk?!” gumam Taemin kesal. Taemin segera masuk ke dalam kamar. Namun sesuatu yang dilihatnya membuatnya sangat tersentak. Wajahnya memerah. Kedua tangannya terkepal keras menahan amarahnya. Namun apa daya, apa yang dilihatnya membuat emosinya tak dapat tertahankan lagi.

“YA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” Taemin menarik kasar selimut yang membungkus dua orang manusia yang tengah terlelap di atas kasur itu dan melemparnya asal. Hyung Sae yang menyadari kehadiran Taemin segera bangkit dari tidurnya, begitu pula Hyeo So yang tertidur di sampingnya dalam posisi sedang berpelukan dengan Hyung Sae ketika Taemin memergoki mereka tadi.

“Taemin-ah, ini bukan seperti yang kau kira. Kita tidak melakukan apa-apa. Aku bersumpah. Hyeo So mabuk dan aku ketiduran.” Taemin tak bisa percaya dan masih memandang keduanya bergantian dengan marah. Nafasnya mulai terdengar tak beraturan karena emosinya sudah berada di puncak.

“Bukan apa-apa kau bilang? Lalu kenapa kau topless seperti itu, huh?! Dan kau berpelukan dengannya!!! Ah, aku tahu. Mungkin kau salah memberikan penjelasan. Yang terjadi sebenarnya adalah kau membuat Hyeo So mabuk dan kau menidurinya(?), bukan?! JAWAB AKU!” Taemin mengarahkan telunjuknya ke depan wajah Hyung Sae membuat Hyung Sae ikut tersulut emosinya. Hyung Sae bangkit dan mendorong tubuh Taemin hingga membentur dinding kamar itu.

“AKU TIDAK SEPICIK DAN SEBEJAT ITU!! Aku menghargai Hyeo So karena aku sudah menganggapnya seperti dongsaengku sendiri!” Balas Hyung Sae tak kalah keras.

“Alaaaahh.. Itu hanya alasanmu saja! Untuk mengurusi adikmu ini saja kau tak bisa, bahkan kau hampir membunuhnya! Gaya sekali kau ingin mencari adik yang lain! Kau pikir aku akan rela membiarkan Hyeo So kau anggap sebagai dongsaeng?! Aku tak akan membiarkan dia bernasib sama sepertiku! Terlantar karenamu!” geram Taemin.

“Taemin Oppa! Hyung Sae Oppa! Cukup! Jangan bertengkar lagi!” teriak Hyeo So sambil menangis. Wajah Hyeo So tampak frustasi sekali melihat Taemin dan Hyung Sae berdebat hanya karena kesalahpahaman di antara dirinya dan Hyung Sae.

“DIAM KAU! KAU JUGA SALAH!” Hyeo So terlonjak kaget. Untuk pertama kalinya Taemin membentaknya keras sekali. Hyung Sae tak terima dengan perlakuan Taemin yang sampai berani membentak Hyeo So. Namun Taemin tak peduli dan justru menarik kasar tangan Hyeo So dan membawanya pergi dari tempat itu. Hyung Sae pun mengejarnya.

@@@

@@@

“Hana.. Dul.. Set!” Key langsung melepaskan sapu tangan yang menutupi kedua mata Shin You.

“OMO!!!” Shin You tertegun melihat pemandangan di depannya. Shin You benar-benar takjub. “Ahh!! Neomu yeppoda…” kata Shin You girang.

Shin You berlari-lari kecil masih dengan tersenyum lebar menuju tempat yang sengaja disiapkan oleh Key itu. Key menyiapkan makan malam yang romantis di depan laut dengan beralaskan kaca yang dibawahnya terdapat air dengan hiasan lampu-lampu kecil. Key hanya tersenyum melihatnya. Dirinya pun merasa puas dengan apa yang telah ia usahakan untuk membuat Shin You tersenyum sebagai seorang namjachingu.

Shin You sudah berada di samping meja yang sudah disiapkan Key. Namun yeoja itu tak dapat bergeming di tempatnya.

“Tak perlu setakjub itu. Norak sekali..” cibir Key sambil terkekeh geli lalu menarik sebuah kursi dan mempersilakan Shin You untuk duduk. Sedangkan Key ikut duduk di hadapannya. Mereka hanya dihalangi oleh sebuah meja kecil yang terbuat dari kayu.

“Aku tak tahu kalau seorang Key itu adalah seorang namja yang romantis.” Entah itu pujian atau cibiran yang terlontar dari bibir Shin You, tapi Key tetap menanggapinya dengan tersenyum.

“Ini belum seberapa.” Kata Key sambil menyombongkan diri dengan menepuk dadanya sendiri dan menyeringai puas.

“Ok, jadi kapan kita akan makan??” tanya Shin You tak sabaran. Key tersenyum lagi. Sejurus kemudian, namja itu mengangkat tangannya dan menepukannya di udara.

PLOK! PLOK!

Shin You bingung dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Key. Namun tak lama kemudian rasa bingungnya terjawab. Beberapa pelayan restoran datang dan membawakan beberapa makanan dan dua gelas kosong dengan sebotol wine yang membuat Shin You berkali-kali menelan ludahnya sendiri.

“Kau yakin dengan semua ini?” tanya Shin You dengan tatapan ragu menunjuk ke semua makanan yang terlihat mewah dan lezat itu.

“Chagiya, apa maksudmu dengan ‘kau yakin dengan semua ini?’, huh??” tanya Key balik sambil menirukan nada bicara Shin You. “Tentu saja. Namjachingumu ini adalah orang kaya. Sudah pasti mampu membelikanmu semua makanan mahal ini.” Kata Key sedikit angkuh. Shin You berdecak sebal.

“Bukan itu. Maksudku, kau yakin kita bisa menghabiskan semua makanan ini? Ini terlalu banyak dan.. kita kan belum cukup umur untuk meminum wine.” Kata Shin You lebih jelas membuat Key tertawa ringan mendengarnya.

“Jika tidak habis ya kita bungkus saja. Kita berikan pada Jonghyun Hyung. Aku yakin pasti dia akan menerima dengan senang hati. Dan tak apalah, hanya segelas wine saja. Kadar alkoholnya aku pilihkan yang ringan kok. Trust me, it’s impossible for me to trick you with this way. Aku hanya akan melakukan hal itu jika kita sudah menikah nanti.” Key tertawa ketika selesai mengucapkan kata-kata terakhirnya. Kata-katanya sukses membuat Shin You bersemu merah karena malu bercampur kesal.

“Ya! Kau kira aku berpikiran apa?? Aku juga tidak berpikiran kau akan menyerangku kok.” Kata Shin You salah tingkah sambil mengangkat kedua tangannya membentuk sebuah tanda kutip sebagai simbol akan terjadi sesuatu yang aneh yang dimaksud Key barusan. “Lagipula, masa kita tega memberikan Jonghyun Hyung makanan sisa kita? Hei, dia itu kakakku! Sembarangan saja kau ini..” Shin You mengerucutkan bibirnya membuat Key merasa gemas. Key bangkit dari tempatnya dan langsung mencubit kedua pipi Shin You.

“Aaah.. Aphooo..” keluh Shin You memegangi pipinya yang memerah.

“Aigoo.. Kau sungguh cerewet, Chagiya. Tapi aku suka. Kau semakin terlihat manis.”

BLUSH!

Lagi-lagi Key berhasil membuat Shin You berbunga. Wajahnya mungkin sudah semerah kepiting rebus seperti yang ada di hadapannya sekarang.

“Sudahlah. Cepat dimakan..” Shin You mengangguk kecil kemudian memulai makannya. Sama halnya dengan Key.

“Shin You-ah..” Shin You yang merasa namanya dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara.

“Jinki Sunbae..” “Oh, Hyung!” kata Shin You dan Key bersamaan. Jinki hanya tersenyum memamerkan gigi-giginya.

“Kalian di sini juga?” terdengar suara lembut seorang yeoja dari balik punggung Jinki. Sedetik kemudian Yurra tersenyum sambil menggandeng Nhaena di sampingnya. Key sempat bertemu pandang dengan Nhaena namun Nhaena mengalihkan pandangannya. Key jadi bingung sendiri dibuatnya. Ada apa dengan yeoja itu? Batin Key.

“Ayo, gabung bersama kita saja.” Kata Shin You tanpa perlu meminta izin dari Key. Shin You menatap Key yang juga menatapnya tajam dan sengaja mengedip-kedipkan matanya memberi kode kalau acara makan malam ini sudah Key persiapkan hanya untuk mereka berdua. Bukan untuk “rombongan”. Tapi sepertinya Shin You tak peka dengan apa yang diinginkan Key. Jinki dan Yurra pun sudah terlanjur setuju dan segera menarik kursi ke arah meja mereka berdua yang cukup kecil. Hanya cukup untuk mereka berdua. Itu juga menjadi salah satu rencana Key, menyiapkan meja yang khusus untuk dua orang saja. Namun sepertinya Jinki dan Yurra pun tak menyadari situasi yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh Key tersebut.

“Wah.. First dinner ya?” tanya Jinki menggoda Key. Jinki duduk di samping Key. Sedangkan Yurra dan Nhaena duduk di samping kanan dan kiri Shin You. Shin You hanya tersipu malu mendengar Jinki bertanya seperti itu. Namun mood Key yang sudah mulai down membuat Key tak mau menanggapi gurauan Jinki.

“Sunbae, kalian mau pesan apa?” tanya Shin You mengalihkan topik pada Jinki.

“Tak perlu. Aku masih kenyang.” Kata Jinki dan Yurra yang menjawab bersamaan. Key dan Shin You saling tatap dan juga menatap kecanggungan di antara Jinki dan Yurra setelah ketertidaksengajaan mereka bisa menjawab dengan kata-kata yang sama pada waktu yang bersamaan pula. Key dan Shin You sama-sama bisa menangkap sesuatu yang terjadi di antara Jinki dan Yurra. Ditambah lagi, sedari tadi Nhaena hanya diam saja dan berwajah muram.

“Ehem..” Key berdeham. “Han Nhaena-ssi, kenapa kau diam saja? Kau tidak ingin memesan makanan? Atau kau ikut saja memakan makanan yang ada di sini? Ini juga sepertinya kelebihan kalau untuk aku dan Shin You saja.” Kali ini Key yang mengalihkan topik.

Nhaena menatap Key tajam, lalu tersenyum kecut.

“Apa aku tak salah dengar? Selama ini kau tak pernah menganggapku ada. Kenapa sekarang kau jadi memperhatikanku, huh??” Nhaena membuang muka. Namun terlihat sekali kedua matanya berkaca-kaca menahan tangis. Yurra yang melihat adiknya seperti itu menjadi tak tega. Ia semakin merasa bersalah. Walau bagaimanapun, Nhaena tetap adiknya biarpun tak ada hubungan darah di antara mereka. Yurra sungguh menyayangi Nhaena.

“Kau tidak lapar?” tanya Jinki mencoba lembut pada Nhaena. Nhaena hanya menggeleng lemah.

“Nanti kau bisa sakit. Eonni pesankan makanan ya?” tawar Yurra dengan tatapan cemas.

“Tak perlu. Mianhae..” Nhaena bangkit dari duduknya dengan wajah tertunduk. “Permisi, aku kembali ke kamar dulu. Silakan, kalian teruskan saja mengobrolnya. Tak perlu mengkhawatirkanku. Aku benar tak apa-apa.” Nhaena berlalu meninggalkan Jinki, Yurra, Key dan Shin You yang hanya bisa menatap kepergiannya dengan tatapan bingung. Terlebih Key. Mulutnya menganga. Baru saja Nhaena menanggapinya dengan kata-kata tajam yang tidak pernah dikiranya dan sekarang yeoja itu pergi begitu saja. Kesambet apa sih dia? Batin Key.

“Bisakah kita menghentikan ini semua?” tanya Yurra sambil terisak. Jinki menatap yeoja yang duduk di hadapannya dengan sendu.

“Andai kita bisa. Kita juga memiliki perasaan, Yurra-ah.. Aku sudah mengira pada awalnya akan seperti ini.” Jinki pun menampakkan wajah yang sedih dan tampak frustasi. Shin You dan Key hanya bisa saling melempar pandang. Bingung namun juga terharu. Key dan Shin You mulai mengerti dan yakin dengan apa yang sedang terjadi di antara Jinki, Yurra dan Nhaena.

Namun suasana yang sedih tersebut tak berapa lama kemudian berubah menjadi suasana yang tegang ketika terlihat Taemin yang sedang menarik Hyeo So kasar dan dikejar oleh Hyung Sae ke arah pantai.

“YA! LEE TAEMIN! BERHENTI! KAU MAU BAWA HYEO SO KEMANA?! YA!!” teriakan Hyung Sae membuat semua orang yang berada di restoran dan di sekitar pantai memperhatikan mereka. Begitupula dengan Jinki, Key, Shin You dan Yurra yang reflek ikut mengejar Taemin, Hyeo So dan Hyung Sae yang menurut mereka sudah terjadi hal yang tidak beres.

Taemin menghentikan langkahnya di pinggir pantai masih dengan menggenggam tangan Hyeo So kuat. Hyeo So merintih kesakitan sambil menangis. Dia benar-benar ketakutan sekarang.

“Kau.. Apa yang kau lakukan dengannya?!” tanya Taemin setengah berteriak sambil mencengkeram kedua bahu Hyeo So kuat dan mengguncang-guncangnya.

“Ah, sakit! Lepas, Oppa!”

“Takkan kulepas! Kau benar-benar.. Aku kecewa padamu! Kau tidur dengan orang yang aku benci! Sia-sia selama ini aku menjagamu!!” Taemin tak dapat menahan amarahnya. Semua terucap begitu saja tanpa terkendali. Ia seperti dibutakan mata hatinya hingga ia tak dapat berpikir terlebih dahulu bagaimana perasaan Hyeo So ketika Taemin berkata kejam seperti tadi.

Hyeo So menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya membelalak menatap Taemin tak percaya.

PLAK!

Hyeo So menampar pipi kiri Taemin keras. Matanya terus meneteskan air mata kekecewaan pada Taemin. Taemin memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.

“Jika aku tahu kau akan menjadi seperti ini sekarang, aku lebih baik tak pernah meminta pertolongan apapun darimu dari dulu, Oppa.. Kau bahkan tega berkata seperti itu. Kata-katamu begitu tajam. Sakit, Oppa! Sakiiit.. Apa kau menyesal menjagaku selama ini? Kau tak pernah tulus melakukannya??” Hyung Sae dan yang lainnya merasa kaget melihat apa yang terjadi di hadapan mereka. Mereka juga tak menyangka akan apa yang baru mereka dengar dari mulut Taemin. Selama ini mereka hanya mengenal Taemin yang polos dan ceria. Tak pernah terlihat marah bahkan sampai emosi meledak-meledak seperti itu.

Hyung Sae merasa sakit ketika mendengar kata-kata kasar Taemin pada Hyeo So. Entah kenapa. Bahkan dirinya dan Taemin saja tentu lebih dulu Taemin yang mengenal dan menjalani hari-hari bersama Hyeo So, tapi kenapa Taemin justru bisa menyakiti yeoja itu sampai seperti ini? Batin Hyung Sae.

Hyung Sae mendekati Taemin dengan marah. Taemin memang adik kembarnya. Tapi ini sudah keterlaluan! Pekik Hyung Sae dalam hati.

BUGH!

Satu pukulan keras melayang ke wajah Taemin menimbulkan setetes darah terlihat di sudut bibir namja itu. Taemin menatap Hyung Sae garang. Taemin merasa tak terima.

“NEO! NEO WAE IRRAE?!” bentak Taemin keras. Semua orang-orang yang berdatangan pun sudah membentuk kerumunan di sekitar mereka.

“KAU KERASUKAN SETAN APA, TAEMIN-AH?! KAU BARU SAJA MENYAKITI HYEO SO!” teriak Hyung Sae.

“KAU BAHKAN MENIDURINYA!” balas Taemin keras.

“ITU TIDAK BENAR! KAU SALAH PAHAM! Hyeo So mabuk dan aku menungguinya. Tapi aku pun merasa mengantuk dan aku tidur di sampingnya. Tapi bukan berarti aku dan dia melakukan hal yang kau tuduhkan seperti tadi! Aku tak mungkin melakukan itu!” Nafas Hyung Sae tersengal-sengal. Ia terus berteriak sampai kata terakhir demi meyakinkan Taemin kalau apa yang ia katakan bukanlah kebohongan. Dan juga, demi Hyeo So. Agar yeoja itu tak menangis lagi karena kesalahpahaman ini.

Taemin diam saja. Ia tak bisa membalas apa yang baru dikatakan Hyung Sae.

“Jika kau sedang bersedih hati karena patah hati, jangan kau lampiaskan pada Hyeo So dan aku! Kami tidak tahu apa-apa!” Taemin tercekat, merasa tak terima dengan perkataan Hyung Sae.

“Kau tak tahu apa-apa tentangku!!” Taemin kembali membalas ucapan Hyung Sae.

“AKU KAKAK KANDUNGMU! AKU KEMBARANMU! AKU SANGAT MENGENALMU!” Jinki, Yurra, Shin You dan Key tampak terkejut mengetahui Hyung Sae ternyata adalah saudara sedarah Taemin. Bahkan saudara kembar.

Taemin balik memukul Hyung Sae ketika dua orang namja dan seorang yeoja datang menembus kerumunan untuk melihat apa yang terjadi. Minho, Jonghyun dan Aita kaget ketika melihat Taemin dan Hyung Sae yang sudah terlibat perkelahian dengan Hyeo So yang mencoba menengahi pertengkaran tersebut.

“APA-APAAN MEREKA?!” Jinki mulai ikut terbawa emosi dan berlari ke arah dua namja yang terlibat perkelahian tersebut. Jinki dan Key berlari ke arah Taemin dan Hyung Sae dan membantu Hyeo So melerai perkelahian tersebut. Namun tak diduga, Taemin berhasil mendorong tubuh Jinki ke samping hingga tersungkur. Yurra reflek berlari dan membantu Jinki bangkit. Begitupula dengan Key. Key justru mendapatkan pukulan dari Hyung Sae yang sebenarnya Hyung Sae tujukan untuk Taemin. Shin You kaget dan langsung menjauhkan Key dari perkelahian tersebut.

Kini Hyung Sae dan Taemin sudah saling mencekik leher masing-masing di antara mereka. Dan tak ada yang berani mendekati mereka karena takut akan bernasib sama seperti Key dan Jinki. Hyeo So semakin frustasi terus berada di samping mereka yang tak kunjung menghentikan perkelahian. Hyeo So kalap ketika melihat Hyung Sae dan Taemin yang masih saling mencekik dan terbatuk-batuk menahan sakit. Kedua namja itu sudah benar-benar memiliki arti tersendiri di hati Hyeo So. Ia tak ingin salah satu atau bahkan kedua dari namja itu terluka hanya karenanya.

Sedetik kemudian, nafas Hyeo So tercekat. Ia tak dapat bernafas dengan normal. Jantungnya terasa berdegup sangat kencang. Membuatnya terbatuk dan memegangi dadanya sendiri. Rasa sakit tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya. Kedua matanya terbelalak lebar.

“Op.. Op.. pa..” kata Hyeo So terbata hingga kedua kakinya tak sanggup lagi menopang tubuh mungilnya. Hyeo So terjatuh. Yeoja itu tergeletak di atas pasir putih pantai dan tak sadarkan diri.

Minho dan Jonghyun yang menyadari hal itu sontak berlari ke arah Hyeo So dan mencoba membangunkan yeoja itu. Namun ketika Minho mendekatkan jari telunjuknya ke hidung yeoja itu, yeoja itu tak bernafas!

Jinki dan Key ternyata tak bisa tinggal diam hingga akhirnya mereka dengan sekuat tenaga menarik Hyung Sae dan Taemin saling menjauh.

“LEPAS! Aku harus menyadarkan adikku!” keukeuh Hyung Sae.

“LEPASKAN TANGANMU, HYUNG! Aku harus-“ kata-kata Taemin terpotong.

“LIHAT HYEO SO SEKARANG! DIA PINGSAN KARENA KALIAN!!” bentak Jinki dan Key hampir bersamaan membuat kedua namja kembar itu menghentikan aksi meronta mereka dan menatap tubuh tak terkulai Hyeo So dalam dekapan Jonghyun yang dibantu Aita, Shin You, Yurra dan Minho. Jonghyun bersiap akan mengangkat tubuh Hyeo So.

Taemin dan Hyung Sae terkejut melihatnya.

@@@

@@@

“Shin You-ah.. Bagaimana keadaanya?” tanya Jinki pada Shin You ketika Shin You sedang memeriksa denyut nadi Hyeo So.

“Denyut nadinya lemah. Nafasnya juga tak beraturan. Aku menduga Hyeo So mengalami shock karena kejadian tadi.” Terang Shin You sambil menatap Jinki.

“Hajiman, dia tidak akan kenapa-kenapa kan?” kini giliran Yurra yang bertanya.

“Aku tak tahu. Lebih baik kita panggil dokter saja. Biar dokter yang memeriksanya lebih lanjut.” Kata Shin You bijak.

“Aku akan tanyakan pada karyawan penginapan di sini berapa nomer telepon rumah sakit terdekat.” Key langsung berlalu meninggalkan kamar.

“Hyung! Bagaimana dengan keadaannya?” Minho masuk ke dalam kamar dan bertanya pada Jinki.

“Kata Shin You, lebih baik kita meminta bantuan dokter langsung. Key sedang menghubungi rumah sakit terdekat.” Minho hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

“Bagaimana dengan mereka berdua? Kau sudah berbicara dengan mereka?” Jinki balik bertanya.

“Sudah, Hyung. Taemin dan Hyung Sae sepertinya sudah tenang sekarang dan merasa menyesal dengan apa yang terjadi pada Hyeo So. Aku membiarkan mereka berdua dulu. Aku rasa mereka butuh waktu berdua.” Jinki melipat kedua tangannya di depan dada.

“Aku sudah menduga kalau mereka ada suatu hubungan. Mereka mirip sekali.” Celetuk Jonghun.

“Dan ternyata mereka adalah saudara kembar. Kenapa kita tidak mengetahuinya sejak awal ya?” Aita juga tampak berpikir. Lalu yeoja pencinta warna biru langit itu duduk di tepi kasur yang ditiduri Hyeo So.

“Jinki Sunbae, apakah Taemin pernah seperti ini sebelumnya?” tanya Shin You ketika mengingat Taemin berperilaku kasar dan tak terkendali seperti beberapa saat yang lalu.

“Tidak. Ini pertama kalinya juga untukku melihatnya seperti itu. Mungkin ini juga ada hubungannya denganku dan Yurra.” Yurra langsung menoleh ke arah Jinki yang berdiri di sampingnya.

“Ini sudah terjadi, Hyung. Kau sudah memilih Yurra Noona. Dan pastinya akan ada orang-orang yang tersakiti. Nhaena dan tentu saja Taemin. Bahkan seantero sekolah tahu kalau Taemin hanya menyukai Yurra Noona. Dan sejak di bandara, kau sudah menunjukkan sikap manismu pada Yurra Noona. Aku yakin Taemin juga menyadarinya.” Jelas Minho panjang lebar. Jinki dan Yurra hanya bisa tertunduk dan pasrah akan keadaan.

“Keundae, aku rasa lebih baik sakit di awal daripada sakit di akhir, Hyung. Jika kalian memang saling mencintai, anggap saja semua yang terjadi sekarang dan nanti itu sebagai ujian untuk memperkokoh dan mempererat cinta kalian kelak.” Jonghyun tersenyum. Aita memandang Jonghyun dengan mata berbinar. Merasa bangga dengan apa yang baru saja dikatakan kekasihnya itu.

“Yeaah.. Aku yakin Taemin dan Nhaena bisa mengerti dan ikhlas.” Kata Minho menyahuti perkataan Jonghyun.

“Lebih baik aku kembali ke kamar. Kasihan Nhaena sendirian di sana. Dia juga sedang bersedih.” Kata Yurra akhirnya. Jinki hanya mengangguk dan membiarkan Yurra berlalu. Ketika Yurra hendak keluar, Key datang.

“15 menit lagi dokternya akan datang.” Kata Key sambil menggenggam ponsel miliknya yang baru saja ia gunakan untuk menelepon seorang dokter.

15 menit kemudian…

Seorang namja berperawakan tinggi putih dan tampan sibuk memeriksa kondisi Hyeo So. Namja itu berambut agak panjang berwarna blonde dengan balutan kemeja garis-garis horizontal ditutup dengan sebuah jas putih membuatnya tampak berwibawa dan dewasa dibalik wajahnya yang terlihat manis dan muda.

“Uisa, bagaimana keadaan Hyeo So?” tanya Taemin yang sudah berada di samping Hyeo So. Sedangkan yang lain hanya memperhatikan. Taemin lupa sekarang ia berada di negara mana. Dia tak sadar baru saja ia bertanya dengan bahasa korea pada sosok uisa tersebut. Namun uisa itu tersenyum.

“Dia tak apa. Dia hanya sedikit shock dan ketakutan saja. Sehingga menyebabkan kerja jantungnya meningkat sedikit tak beraturan. Saran saya, jangan sampai dia merasa ketakutan lagi. Dia hanya butuh istirahat sementara.” Uisa tersebut bisa menjawab pertanyaan Taemin dan ketika itu Taemin baru sadar kalau ia baru saja bertanya dengan bahasa negaranya sendiri. Dan untung saja uisa itu mengerti. Taemin hanya tersenyum tanda berterima kasih.

“Sepertinya dia masih sangat muda ya?” celetuk Jonghyun sambil berbisik di telinga Aita. Aita hanya menyenggol lengan Jongyun dan meletakkan telunjuk jarinya di mulutnya sendiri. Memberi kode pada Jonghyun untuk diam. Jonghyun hanya merengut kesal.

“Baiklah. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya pulang dulu.” Kata uisa tersebut lalu membungkuk memohon pamit.

“Jeongmal gomawo, Uisa.” Kata Hyung Sae yang bersiap akan mengantarkan dokter itu.

“Nama saya Jo Youngmin. Panggil saja Youngmin. Baik, mari.” Kata uisa itu sambil berlalu dengan senyum khasnya. “Jika ada apa-apa, hubungi saja saya lagi.” Pesan uisa bernama Youngmin itu.

Namun, sesosok yeoja menahan langkah uisa tersebut.

“Uisa, tolonglah adikku..” kata Yurra dengan tatapan cemas pada Youngmin.

@@@

@@@

“Badannya panas sekali.” Kata Youngmin sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Nhaena yang terpejam.

“Saat aku kembali ke kamar, dia sudah seperti itu. Dia tak apa kan?” tanya Yurra cemas.

“Sepertinya badannya sedikit kesulitan beradaptasi dengan perubahan suhu di sini. Terlebih lagi kata kalian, dia tidak mau makan kan? Bisa jadi dia masuk angin.” Kata Youngmin sambil menuliskan sesuatu di secarik kertas lalu memberikannya pada Jinki yang ada di samping Yurra.

“Hyung, apa lebih baik kita pulang saja jika keadaannya seperti ini? Hyeo So sakit, Nhaena-ssi juga. Bagaimana?” tanya Key pada Jinki disusul anggukan Shin You di sebelahnya.

“Keadaan mereka tidak mengkhawatirkan kok. Lanjutkan saja liburan kalian semua. Besok keadaan mereka akan membaik. Tebus saja resep itu.” Saran Youngmin sambil tersenyum.

“Kamsahamnida, Youngmin-ssi.” Kata Yurra sambil membungkuk. Youngmin pun balas membungkuk dan berlalu pergi.

“Yurra-ah.. Temani aku ke apotik sekarang ya?” ajak Jinki dan Yurra pun mengangguk. “Kalian berdua temani Nhaena dulu ya..” kata Jinki pada Key dan Shin You. Jinki dan Yurra bergegas keluar kamar.

“OMO! Makanan kita tadi bagaimana?? Kita tinggalkan begitu saja.” Kata Shin You sambil menepuk dahinya.

“Aiish.. Tak masalah lah. Kita juga tidak pernah mengira liburan kita semua seperti mimpi buruk seperti ini jadinya kan?” Keluh Key sambil duduk di tepian kasur dan Shin You mengikuti. Shin You menyandarkan kepalanya di bahu kanan Key. Key membelai kepala Shin You lembut dengan mata terpejam. Sepasang kekasih itu menikmati kebersamaan mereka dan seakan lupa ada siapa di kamar itu selain mereka berdua.

“Key..”

“Hm?”

“Terima kasih untuk malam ini.” Key tersenyum.

“Cheonman. Saranghae yeongwonhi, Shin You-ah..” Key mengubah posisi duduknya ke samping sehingga berhadapan dengan Shin You. Key mengecup kening Shin You lembut.

“Nado saranghae..”

Nhaena mulai membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya sesekali. Dia kaget ketika kedua matanya menangkap sosok Key dan Shin You tengah bermesraan bersama, duduk membelakanginya dan berciuman. Lagi-lagi Nhaena merasa sakit. Ternyata dia masih memiliki perasaan pada namja itu. Namun Nhaena juga menyadari keanehan perasaannya. Dia merasa cemburu pada dua namja sekaligus. Dia tak suka melihat Jinki dan kakaknya yang kini terlihat akrab tapi juga merasa sakit ketika melihat Key bersama Shin You.

Aku ini kenapa? Apa aku benar-benar ingin memiliki keduanya? Kenapa aku begitu serakah? Kata Nhaena sendiri dalam hati. Air mata kembali menetes dari bola mata yeoja itu ketika yeoja itu perlahan memejamkan matanya kembali.

@@@

@@@

Hyung Sae, Hyeo So dan Taemin berada dalam satu ruangan.Tepatnya kamar yang dipakai Hyeo So, Aita dan Shin You. Hyeo So sudah siuman. Dan yeoja itu duduk di atas kasur bersandar pada sandaran kasur sambil tertunduk, memainkan kedua ibu jarinya. Sedangkan Taemin dan Hyung Sae duduk di sisi kiri dan kanan samping kasur itu saling menatap dan terlihat canggung.

“Oppa.. Kenapa kalian berdua diam saja?” Hyeo So melirik bergantian ke arah Hyung Sae dan Taemin sekilas. Lalu mendesah panjang.

“Em.. Hyung..” Mendengar apa yang baru saja dikatakan Taemin, Hyung Sae langsung menatap adik kembarnya dengan tatapan tak percaya. Sekian lama, Hyung Sae baru bisa mendengar panggilan ‘hyung’ yang ditujukan padanya dari mulut Taemin. Taemin yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Taemin bingung harus berkata apa lagi.

“Ne, Nae Dongsaeng..” jawab Hyung Sae sambil tersenyum lebar. Taemin pun demikian.

“I LOVE YOU, HYUNG!!” Taemin berteriak sambil bangkit memeluk kakak kembarnya itu. Taemin menangis di dalam dekapan Hyung Sae. “Mianhae, Hyung! Aku percaya kau, Hyung. Kau pasti sangat menyayangiku sehingga tak mungkin saat itu kau tega membiarkanku jatuh dari jurang begitu saja.”

“Nado. Aku juga salah. Aku tak segera mencari keberadaanmu saat ingatanku kembali pulih. Padahal kita bersekolah di sekolah yang sama. Mianhae, Dongsaeng..” Tangis Taemin pecah. Namun itu adalah tangis haru dan kebahagiaan akan berkumpulnya dua saudara yang sekian lama terpisah karena sebuah kecelakaan yang membuat sang adik tak mempercayai kasih sayang tulus dari sang kakak. Hyeo So tersenyum melihat adegan mengharukan dan sangat langka itu.

“See? Dengan semua kejadian tadi, dan dengan sakitnya aku membuat kalian bisa berkumpul lagi. Aah.. Aku benar-benar menyukai diriku sekarang.” Kata Hyeo So berbangga hati. “Aaah.. Pikyeo! Kalian akan membunuhku jika seperti ini.” Taemin dan Hyung Sae tanpa diduga langsung memeluk yeoja itu erat.

“Gomawo, Hyeo So-ah..” kata Hyung Sae dan Taemin kompakan.

@@@

@@@

“Noona, kapan kau datang?” kata seorang namja berambut blonde pada seorang yeoja berambut panjang hitam sepinggang di sebuah café dekat pantai Maldives.

“Kemarin. Bagaimana kabarmu? Menyenangkan kah menjadi seorang uisa?” tanya yeoja itu sambil menyesap vanilla latte-nya.

“Begitulah. Akhir-akhir ini aku disibukkan dengan banyak pasien. Bahkan kemarin aku sampai datang ke penginapan di sini untuk memeriksa dua pasien yeoja sekaligus.” Terang Youngmin sambil membenarkan tatanan poninya.

“Aku tak menyangka kau akan menjadi seorang uisa, Adik Sepupu.” Kata yeoja itu sambil tersenyum meremehkan. Namun senyuman itu tak diambil hati oleh namja itu. Baginya, saudara sepupunya itu sudah biasa bersikap seperti itu. Sikapnya memang berubah dingin karena sesuatu hal yang terjadi pada yeoja itu di masa lalu.

“Kau tak percaya pada kemampuanku, Juanshi Noona??” balas namja itu sambil mendekatkan tubuhnya ke arah yeoja cantik itu walaupun terhalang sebuah meja di depannya.

“Kau masih seperti dulu, Youngminnie..” kata Juanshi dengan nada mengejek.

“Aku bukan kau yang mudah berubah sifat dan sikap, Noona..” cibir Youngmin sambil menautkan kedua tangannya di atas meja ditopang dengan kedua sikunya. “Kudengar dari Juanhye, kau akan membalaskan dendammu mulai dari sekarang? Aku tak habis pikir kau masih tak bisa melupakan kejadian saat itu. Kau hanya membawa dirimu pada masalah besar, Noona.”

“Itu bukan urusanmu. Jika kau tak bisa mendukungku, kau bisa pergi juga seperti Juanhye.” Kata Juanhsi sedikit keras. Obrolan mereka menjadi sengit sekarang. Youngmin menatap Juanshi tak percaya.

“NE!” jawab Youngmin sambil menggebrak meja. “Aku sudah pasti takkan berkomplot denganmu!” Dan Youngmin pun meninggalkan Juanshi sendiri di café itu. Juanshi mengepalkan satu tangannya kuat-kuat di atas meja.

“SH*T!” rutuk Juanshi.

Ketika Juanshi tengah tenggelam dengan rasa emosinya, seorang pengunjung café masuk dan duduk di meja sampingnya.

“QIANNIE!” Juanshi pun menoleh ke samping dan mendapati sosok yang sangat dikenalnya. Namun sejurus kemudian, Juanshi langsung bangkit dan hendak pergi dari tempat itu. Pengunjung itu langsung menangkap tangan Juanshi.

“Aku yakin kau adalah Qiannie.” Kata pengunjung café itu sambil tersenyum. Dan pengunjung itu langsung memeluk Juanshi. Membuat Juanshi bingung.

“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu. Kenapa kau pergi saat itu?”

“Jonghyun Oppa! Lepaskan aku!!” Juanshi terus meronta.

“Benar. Ini kau. Bahkan kau masih mengingat namaku dan mengenaliku.” Kata Jonghyun yang semakin mengeratkan pelukannya. Juanshi menutup mulutnya. Ia keceplosan. Namun tiba-tiba Juanshi menyeringai di dalam pelukan Jonghyun.

“Oppa.. Maukah kau membantuku?” tanya Juanshi dengan senyum liciknya.

“Apa? Katakan saja. Apapun akan aku lakukan, asal kau tak pergi lagi.” Jawab Jonghyun mantap sambil melepaskan pelukannya.

“Oppa.. Ketika di Seoul nanti, carikan aku apartemen. Dan aku ingin hanya kau yang mengenalku sebagai Qiannie, sebagai Victoria. Di depan yang lain panggil aku ‘Juanshi’. Jangan kau beritahukan alamat tempat tinggalku pada siapapun. Hanya kau yang boleh tahu.” Jonghyun mengernyitkan dahinya. Lalu langsung melepaskan pelukannya. “Oppa.. Bagi yang lain Victoria sudah mati. Tapi aku yakin, bagimu, Victoria atau Qiannie terus hidup. Karena kau satu-satunya orang yang mau membantuku dulu ketika semuanya menyakitiku. Maka, aku hanya ingin seorang Victoria hanya dikenal olehmu. Dan biarkan yang lain mengenalku dalam sosok Juanshi saja.”

“Tapi, Qiannie.. Ah, ini tak mungkin..” kata Jonghyun sambil tertunduk dan berpikir keras.

“Jebal.. Aku tak ingin mengingatkan semuanya tentang ingatan masa lalu itu. Terutama Key. Bukankah sekarang Key telah bersama adikmu? Kau tentunya tak ingin membuat adikmu bersedih kan?” Jonghyun tampak berpikir keras dan akhirnya mengangguk. “Gomawo..” kata Juanshi lalu memeluk Jonghyun.

“Asal kau berjanji takkan meninggalkanku. Sudah cukup dulu kau mengacuhkanku dan lebih memilih Key. Aku sangat sakit saat itu melihatmu bersamanya.”

“I’m your mine. I’ll promise.” Lagi-lagi Juanshi tersenyum licik dibalik dekapan Jonghyun. “Oh iya, jangan panggil aku Qiannie. Song Qian ataupun Victoria Song itu sudah tak ada. Anggap aku adalah Juanshi.”

@@@

@@@

“Kau sudah bicara dengannya?” tanya Juanhye di sambungan teleponnya.

“Sudah. Tapi ia tetap keras kepala.” Jawab Youngmin di seberang sana. “Lalu apa rencanamu?”

“Mollayo. Kita lihat saja dulu. Apa yang akan kakakku lakukan pada mereka semua. Aku masih berharap kakakku masih mendengarkan hati nuraninya.” Ucap Juanhye.

“Baiklah. Jika kau membutuhkan bantuanku, hubungi aku saja. Annyeong!”

PIPP! Juanshi memutuskan sambungan teleponnya dengan Youngmin. Namun raut wajahnya tampak sedih.

BRUK!

“Ah, mianhamnida..” kata Juanhye meminta maaf ketika menabrak seorang namja.

“Ah, gwenchana.” Kata namja itu sambil tersenyum. Juanhye menatap wajah namja itu tanpa berkedip. Tampan sekali.. Batin Juanhye.

“Annyeonghaseyo. Siapa namamu??” tanya namja itu tiba-tiba sambil mengulurkan tangannya. Dan langsung saja disambut oleh Juanhye.

“Juanhye imnida.”

“Aku Kim Hyung Sae. Emm.. Maukah kau menjadi model baju-baju cosplayku? Kau sangat cantik.”

“MWO??!!”

To be Continue…

Seperti biasa, tiap kali lihat atau ketemu cewe cantik, Hyung Sae langsung nawarin cewe itu buat jadi model baju cosplay-nya? Haha.. Lalu bagaimana dengan Juanshi aka Victoria aka Qiannie itu? Kenapa dia masih hidup? Penasaran? Terus baca part-part selanjutnya ya.. Jangan lupa comment! ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 8”

  1. gyaaa.. Ingatanku tentang ff ini bercampur sama ff ‘our marriage’…
    Heuh.. Akhirnyaaaa, hyungsae-taemin baikan..
    Aku suka karakter Hyungsae..
    Yak! Jjong, apa maksudmu mendekati Qian/Juanshi?? Aita, mau dikemanain Aita?
    Next..

    1. Hahaha.. Iya. Aku juga ngira para readers bakal gt. Soalnya maincastnya sama, pairing-couplenya pun nda jauh beda. Dan sama2 masih ada latar di high schoolnya. XD
      Jjong ngapain? Nah itu. It will be the next secret. 😉 Silakan menebak-nebak.
      Gomawo ne ^^

  2. Author Narration di akhir ttg Hyung Sae bikin ngakak..

    Setujuuu sm Hyora,, kdg2 ketuker sm yg Naega Saranghae Our Marriage..
    Konfliknya disini jg sama banyaknya…

    Kyaaaa nemuin 1 Typo .. Kykynya author salah ketik nama.

    Thor.. Aq ga bisa ngebayangin Taemin punya sodara kembar..
    *bisa2 salah meluk (?)*

    Taemin MILIK SAYA. TITIK.
    *ga boleh protes*
    Minho buat Author aja..

    Setujuu?

  3. hahaha. hyung sae oppa kebiasaan. wkwkwkwk. waa.. makin keren aja nih ceritanya. huhu.. itj jjong oppa kenapa selingkuh? bukannya udah ada aita eonni? KYAAAA..!!! part ini bener2 buat aku penasaran. part selanjutnya cepetan di post ya eonni 😉

  4. wah… Liburannya jadi kacau..
    Nhaena suka sama 2 namja sekaligus ckckckck..
    Taem ma hyungsae baikan, bakal muncul konflik lagi. Ditunggu next partnya

  5. Aiiiih gaswat kenapa jjong mesti suka sama si juanshi dia kan sudah punya aita (۳‾̩̩͡Д‾̩̩͡)۳
    Nanti nasib aita gimana ?
    Lalu apakah hyung sae akan terlibat cinta dengan juanhye ?
    Yg jelas saya ingin tau kelanjutannya eonni

  6. apa juanshi n juanhye bertukar idenyitas? bingung.
    aigoo, dasar hyungsae, ttp aja gtu klo ktemu cewek cantik…
    jjong pabo,,,, mau aja di tipuuuu…
    kasian yura ssi…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s