Broken Home VS Broken Heart – Part 8

Title : Broken heart vs Broken home part-8

Author : Silvi Maulina a.k.a Lee Kyung Mi

Main Cast : Choi Minho, Park Jiyeon

Support Cast : Lee Kyung Mi

Lee Jinki

Kim Kibum

Jung Seo Jin

Kang So Yeon, etc

Length : Sequel

Genre : friendship, romance

Rating : PG-13

Summary :

Minho P.O.V

Aaishh…selalu saja seperti ini. Dia tertidur di punggungku. Tapi, kali ini aku tidak mau membawanya ke rumahku. Dia ini kan berat, huh.

“Ya! bangun! Ini sudah sampai.” Kataku membangunkannya. Tapi, dia tidak bangun juga.

“Minho-ah? Kau baru pulang? Ya! kenapa akhir-akhir ini kau selalu pulang malam?” Tanya eomma yang sudah ada di belakangku masih dengan pakaian kerjanya.

“Aku…aku…” kataku gugup. Aku tidak tahu harus menjawab apa.

“Ya sudah, itu Jiyeon-ssi kan?” ah, untunglah eomma tak bertanya lagi.

“Ne. Aku mau membangunkannya.” Kataku.

“Ya! jangan dibangunkan! Bawa saja dia kerumah! Lagian, eommanya sedang lembur. Dan dia dititipkan disini. Palli! Bawa dia masuk!”

“Sejak kapan eomma dekat dengan eommanya?” tanyaku heran.

“Sejak kemarin. Sudah, cepat bawa dia!” kata eomma seraya masuk kedalam rumah. Aku pun mengangkatnya dan membaringkannya di tempat tidurku. Aku pun segera melangkahkan kakiku.

“Appa, kenapa kau melakukan ini pada eomma? Aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian. Aku mohon appa, aku mohon…” langkahku terhenti saat ku dengar suaranya. Apa dia sudah bangun? Aku pun kembali kedalam kamar. Tapi, dia masih tertidur. Apa dia mengigau lagi? Chakaman, badannya gemetar? Apa dia sakit? Aku pun menyentuh keningnya. Omo~ panas sekali. Ya, sepertinya dia sakit. Aku pun keluar untuk memberitahu eomma.

“Eomma~ Jiyeon…jiyeon demam.” Kataku.

“Mwo? Cepat panggilkan dokter Lee!” kata eomma. Aku pun segera menelepon dokter Lee. Tak lama kemudian, dokter Lee pun sudah datang dan segera menangani Jiyeon.

“Dia hanya kecapekan saja. Lebih baik, dia diberi istirahat yang cukup. Dan ini obat untuk menurunkan panasnya.” Kata dokter sembari menyodorkan obat itu.

Lima menit aku menunggunya, aku memperhatikannya. Hem, dia lumayan juga. Ya! aishh…apa yang kau pikirkan?! Huh, lupakan! Tanpa sadar aku terlelap di samping tempat tidurnya.

***

Jiyeon P.O.V

Kubuka mataku perlahan, mataku terbelalak saat aku melihat seorang namja sedang tidur disamping tempat tidur ini. Ya, dia Minho. Kenapa dia ada disini? Apa yang terjadi? Omo! kenapa badanku panas? Aku pun mencoba bangun, tapi, kepalaku pusing.

“Kau sudah bangun?” tanyanya.

“Heum…kenapa aku pusing sekali ya?”

“Kau sakit. Ini minum obatnya!” katanya sembari menyodorkan obat. Aku pun memakannya.

“Apa kau tidak sekolah?”

“Ya! lagian ini jam berapa?”

“Memangnya jam berapa?”

“Aish, pabo! Ini masih jam lima pagi. Ya sudah, aku mau mandi dulu. Kau istirahat saja!” katanya sembari beranjak pergi. Aku pun istitrahat karena, kepalaku sangat pusing dan panas.

***

“Ya! cepat antarkan aku ke tempat yang kemarin!” kataku.

“Shireo! Kau itu kan masih sakit! Kalau kau kenapa-napa dijalan bagaimana?”

“Jebaaal…aku mohon padamu. Tolong bantu aku…”

“Hem, baiklah.” Akhirnya Minho mau mengantarku ke tempat yeoja itu. Aku kesini hanya untuk memastikan, benarkah yeoja itu punya selingkuhan lagi? Lihat saja, aku akan memberitahu ini pada appa jika itu benar terjadi!

Dan benar saja, apa yang aku lihat sekarang adalah yeoja itu sedang berpelukan dengan seorang namja yang tidak aku kenal di depan pintu rumahnya. Aisssshhh…kenapa appa bisa menyukai yeoja seperti dia? Tanpa sadar aku menangis dan Minho menenangkanku dengan menepuk-nepuk punggungku. Kenapa jadi seperti ini? Kenapa aku mempunyai keluarga yang seperti ini? Kenapa appa bisa menyukainya dan mencampakkan eomma?

“Kajja!” kata Minho sembari menarik tanganku. Di membawaku ke sebuah tempat. Ya, sekarang aku sudah berada di seoul, tepatnya di sungai Han. Aku menangis. Ya, yang bisa aku lakukan hanyalah menangis.

“Ini, pakailah!” katanya sembari menyodorkan jaketnya. Aku pun segera memakai jaketnya.

“Jika kau membutuhkan bahu, pakailah bahuku.” Ucapnya, aku pun meliriknya dan menyandarkan kepalaku di bahunya. Ya, sekarang aku sudah lebih nyaman dan tenang. Tapi, tetap saja airmataku keluar. Aku tidak bisa menahannya, tidak ada yang bisa memberhentikan airmataku kecuali, eomma dan appa. Kurasakan sebuah tangan mengusap-usap kepalaku. Minho? Aigoo…kenapa aku jadi deg-degan begini ya? ah, lupakan!

“Minho-ah, apa kau mau mendengarkan ceritaku? Kau belum tau kan soal ini? Tapi, aku mohon, jangan memberitahu siapa-siapa. Yang tahu hanya kau, dan Kyung mi. Arasseo?”

“Hem, ne. Aku siap mendengarkannya. Aku janji tidak akan memberitahukan siapa-siapa.”

“Aku…aku kecewa dengan appaku. Appa sudah menyakiti perasaan eomma. Keluargaku berantakan gara-gara datangnya yeoja itu! Dulu…mereka tak pernah seperti ini. Bertengkar setiap hari, aku tak pernah mendengar ataupun melihat mereka bertengkar. Tapi, sekarang…aku mendengar dan melihatnya setiap hari. Ini semua karena yeoja itu! Yeoja itu sudah membuat keluargaku berantakan! Aku benci appa dan juga yeoja itu! Aku benci!!!” kataku yang kembali mengeluarkan airmata. Kini wajahku sudah dibasahi oleh air mata.

“Sabar, Jiyeon-ah. Yah, walaupun aku tidak pernah merasakan itu. Tapi, aku tahu kalau itu rasanya sakit. Kau tahu yeoja yang kusukai itu? Aku, aku sangat menyukainya. Tapi, dia malah memutuskan hubungannya denganku tanpa alasan. Yah, alasannya itu hanya ‘kita tidak cocok’. Itu, itu yang dikatakannya. Padahal, aku sangat mencintainya.”

“Tapi, hal yang aku alami ini tidak sepele. Kau, yeoja masih banyak diluar sana. Sedangkan aku? Eomma yang melahirkanku harus berpisah dengan appa kandungku. Dan aku harus memilih salah satunya. Apa itu gampang?”

“Yah, aku tahu. Ne, aku sudah bisa melupakan yeoja itu. Dan sekarang aku bisa membantumu apa saja.” Katanya yang membuat aku duduk tegak.

“Jincha? Apa kau benar mau membantuku?”

“Ne.”

“Ah, gomawo, Minho-ah.” Kataku sembari memeluknya, saking gembiranya. Aku pun segera melepaskan pelukanku ini. Aish…malu sekali aku memeluknya tiba-tiba. Aigooo…

“Mianhae…” kataku.

“Ne, gwaenchana. Ayo kita pulang! Ini sudah malam.” Katanya sembari berdiri.

“Kajja!”

“Chakaman…” katanya menahanku. Dia langsung menyeka airmataku. Aigooo…kenapa aku ini? Kenapa aku jadi deg-degan? Aishhh!!

***

Kini aku kembali sekolah dengan perasaan senang. Kini aku tak lagi bermusuhan dengannya. Kita malah menjadi teman yang saling membantu. Ternyata, dia itu orangnya baik, dan juga asik, tidak seperti yang aku pikirkan. Dan aku juga senang, temanku bertambah satu.

Tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutku dan menarik tanganku entah kemana. Dia mendorongku kasar hingga aku terjatuh disebuah ruangan yang sudah tidak terpakai. Aku mendongakkan kepalaku. Kini dua orang yeoja berada di hadapanku.

“Ya! Mau apa kalian?” tanyaku takut.

“Anni, kami tidak akan berbuat apa-apa. Kami hanya ingin membuat perhitungan denganmu!” ucap yeoja berambut sebahu dengan menggunakan jepitan berwarna merah di rambutnya.

“Bangun kau!” kata yeoja berambut panjang yang tergerai sembari menarikku kasar.

Plak!

Sebuah tamparan kini mendarat dengan mulus dipipi kiriku. Apha!

“Ya!” teriakku kesal sembari memegangi pipiku yang sakit.

“Kau berani berteriak di hadapan kami, huh?!” ucap yeoja berambut pendek.

“Kenapa aku harus takut? Memangnya kalian siapa, huh?!” bentakku.

“Ya! Kami tak mau lama-lama disini. Kau harus ingat!! Kau jauhi Minho! Kalau sampai kau tak juga menjauhinya, kami akan bertindak lebih jauh. Arasseo?!!!” ancam yeoja berambut panjang sembari menarik kerah bajuku, lalu melepaskannya lagi, dan beranjak pergi.

“Kau ingat itu!” ucap yeoja berambut pendek sembari menabrakku dengan sengaja. Huh, dasar! Memangnya siapa sih mereka? Seperti itu padaku, hah?!

***

Aku duduk disisi tempat tidurku bersama Kyung mi, aku menceritakan semua tentang kejadian kemarin. Sampai saat ini, aku masih mencerna kata-kata yeoja-yeoja itu. Aku harus menjauhi Minho? Saat aku dan dia sudah membaik, bahkan sekarang kita berteman. Lalu, aku harus menjauhinya lagi?

Omo…apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menjauhinya setelah dia membantuku? Setelah kita menjadi teman? Haruskah aku melakukan itu semua?

“Apa yang harus aku lakukan?” tanyaku pada Kyung mi, setelah aku menceritakan kejadian kemarin.

“Sebaiknya kau menjauhi Minho! Daripada kau kenapa-napa.” Ucap Kyung mi.

“Keundae…”

“Sudahlah, Jiyeon-ah. Daripada mereka bertindak lebih jauh, lebih baik kau menjauhi Minho.” Ucap Kyung mi lagi. Ya, sepertinya Kyung mi benar. Lebih baik aku menjauhinya, daripada aku kenapa-napa karena ulah mereka.

Nareul mukkgo gadundamyeon

sarangdo mukkin chae

miraedo mukkin chae

“Yeoboseyo.” Kata Kyung mi setelah mengangkat panggilan itu.

“Aku sedang di rumah Jiyeon, wae?….eum, baiklah…kau kesini saja!…ne.”

“Nuguya?” tanyaku saat Kyung mi memutuskan sambungannya.

“Onew sunbae.” Jawabnya.

“Kenapa dia meneleponmu?” tanyaku bingung.

“Dia…dia mengajakku jalan-jalan.” Ucapnya terbata.

“Oh… chakaman! Sebenarnya ada apa diantara kalian? Akhir-akhir ini, kalian selalu pergi bersama. Sebenarnya ada apa, Kyung mi-ah?” tanyaku penuh selidik.

“Heum…tidak ada apa-apa diantara aku dan sunbae.”

“Ya! kau tidak bisa membohonghiku, Kyung mi-ah. Lihat tuh! Mukamu sudah seperti udang rebus!” kataku.

“Ne…ne. Aku akan menceritakannya padamu. Sebenarnya…aku dan sunbae sudah…eum…jadian.” Ucapnya gugup.

“Huaaa! Jeongmal??? Jadi, kalian sudah… Aiiish! Kenapa kau tidak memberitahukannya padaku? Huh, menyebalkan! Kau harus mentraktirku kalau begitu!”

“Mianhae…sebenarnya aku malu menceritakannya padamu.” Ucapnya.

“Tidak usah malu! Ayo, sekarang kau harus menceritakannya padaku!”

“Kau ingat waktu Minho menabrakmu?”

“Ne.”

“Nah, saat kalian bertengkar. Oppa menarik tanganku ke suatu tempat. Tidak jauh dari tempatmu berdiri kok. Lalu, disitu lah dia menyatakan perasaannya padaku.”

Flashback

Kyung mi P.O.V

“Kenapa sunbae membawaku kesini?” tanyaku bingung.

“Aku…aku menyukaimu, Kyung mi-ah. Aku menyukaimu sudah lama, tapi aku tak berani mengatakannya. Dan sekaranglah aku berani mengatakannya. Aku sayang padamu. Saranghae…” katanya seraya memelukku erat. Aku tidak tahu harus berbuat apa, berkata apa. Aku tidak tau. Haruskah aku menerimanya? Jujur, jika dia sedang memelukku ataupun berada di dekatku, aku merasa nyaman dan tenang bersamanya. Tapi, apakah mungkin ini yang di namakan cinta?

“Aku sungguh-sungguh mencintaimu, Kyung mi-ah. Aku sudah terlalu lama menunggu-mu. Selama ini aku berlatih untuk bisa menyatakan ini padamu. Dan inilah saatnya. Aku harap kau menerimaku dan juga mencintaiku, seperti aku mencintaimu.” Ucapnya seiringan dengan jatuhnya airmataku. Tidak tahu kenapa, aku terharu mendengarnya.  Jadi, dia benar-benar mencintaiku? Dia berlatih hanya untuk kata-kata itu? Dia sudah lama menunggu? Dia setia menungguku? Apa ada seorang namja yang seperti itu? Ya, memang ada. Buktinya, dia sekarang ada di hadapanku.

“Na…nado…nado saranghae, sunbae.” Kataku dengan malu-malu. Sepertinya ini kata-kata terbaikku untuk menjawabnya. Dan semoga saja aku tak salah mengucapkan. Tapi, memang sepertinya, aku menyukainya. Ya, aku memang menyukainya.

“Jincha? Apa itu benar? Kau benar menyukaiku?” tanyanya seraya memegang tanganku yang dingin.

“Ne, sunbae.”

“Baiklah, berarti sekarang kita…” aku hanya bisa mengangguk setelah aku tahu apa yang akan dikatakan sunbae.

“Oh iya, jangan panggil aku sunbae. Kau harus memanggilku oppa atau jagi. Arasseo?”

“Ne, arasseo.” Dia pun menggenggam tanganku, lalu meluncur bersama. tentu saja aku meluncur dengan perasaan senang. Kini aku mempunyai namjachingu. Dan sekarang aku tidak lagi meragukannya. Dia memang namja yang baik dan aku juga mulai tak meragukan lagi perasaanku ini.

Flashback End

“Omo~romantis sekali. Haha…hem, jadi itu yang membuatmu meninggalkan aku dan juga Minho berduaan, huh?!” tanyaku kesal saat aku ingat mereka meninggalkanku dan Minho berdua dengan tampang bingung mencari-cari mereka. Dan ternyata mereka sedang asik-asik berduaan?!! Huuh! Menyebalkan.

“Hehe…mianhae. Jeongmal mianhae, Jiyeon-ah.”

“Ne, gwaenchanayo.”

Ring ding dong

Terdengar suara bel rumahku.

“Sudah sana! Namjachingu-mu sudah datang!” ucapku sembari mendorongnya.

“Jiyeon-ah, kami berangkat dulu ya…” ucap sunbae saat aku dan Kyung mi sudah membukakan pintunya.

“Ne. Jaga dia ya, sunbae! Kalau nakal, cubit saja dia!” ucapku sembari tertawa, kudengar mereka pun tertawa.

“Kau ini!” kata Kyung mi sembari memukul lenganku pelan.

“Yasudah, kalian pergi sana!”

“Annyeong!” ucap mereka berdua.

***

Sekarang aku harus menghindar dari Minho. Aku tak mau ada masalah nantinya. Ya, aku harus bisa menghindar darinya.

“Jiyeon-ah!” teriak seseorang, aku pun segera mencari asal suara itu. Minho? Aiigo…kenapa dia memanggilku sih? Nanti kalau mereka melihatku bagaimana? Aiishh! Aku pun melangkahkan kakiku kembali, tak menghiraukannya.

“Ya! Kau ini kenapa sih?” katanya sembari menghalangi jalanku.

“Misi dong!”

“Tidak! Aku tidak mau!” katanya sembari menahanku.

“Kyung mi-ah!” panggilku saat melihat Kyung mi. Akhirnya…ada juga yang menyelamatkanku. Aku pun segera berlari kearah Kyung mi dan meninggalkannya. Maafkan aku, Minho-ah. Jeongmal mianhae.

Minho P.O.V

Ada apa dengannya? Apa salahku? Dia menjauhiku? Aiiish…jadi dia belum benar-benar menganggapku teman? Jadi begitu dia? Aaarrgghh!!!

“Apa kau yang bernama Minho?” Tanya seorang yeoja padaku.

“Ne.” jawabku.

“Jung seo jin imnida.” Ucapnya. Aiiish, mau apa sih yeoja ini? “Aku sangat mengagumi-mu. Kau pintar sekali bermain basket.” Pujinya.

“Gamsahamnida.” Ucapku sembari membungkukkan badanku.

“Nanti jam istirahat, kau mau kan makan bersamaku?” tanyanya. Tidak! Aku tidak mau makan bersamamu! Arrrgghh!

“Ne. Ada yang ingin kau bicarakan lagi?” ucapku.

“Anni.”

“Ya sudah, aku duluan ya? Misi…” ucapku sesopan mungkin, lalu beranjak pergi.

***

Treeett…treeett…

Bel istirahat pun berbunyi, tak lama kemudian seorang yeoja yang tadi menghampiriku datang.

“Kajja!” katanya seraya menarik tanganku. Aku pun hanya mengikutinya. Seperti apa yang dibilang Onew hyung tadi, dia adalah kakak kelasku. Jadi, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tak bisa mendengarkan apa yang dia bicarakan karena pikiranku masih pada Jiyeon.

“Minho-ah! Kau tak mendengarkanku ya?!” katanya yang membuatku tersadar.

“Ne? aku dengar kok.” Ucapku berbohong.

“Ya sudah, aku kembali kekelas duluan ya.” Ucapnya seraya meninggalkanku sendirian. Huh, baguslah dia tak menanyakan apa-apa lagi.

Setelah selesai makan, aku pun memilih untuk kembali kekelas.

“MINHO-AH!!!” teriak seseorang. Aku pun membalikkan badanku. Kulihat Kyung mi berlari kecil kearahku.

“Wae?” tanyaku bingung.

“Hhh…hh…Jiyeon…dia…hh..”

“Kau tarik napaslah dulu, agar kau bisa tenang.” Ucapku, dia pun menuruti kata-kataku.

“Dia tidak ada di toilet. Tadi, saat kita sedang makan dikantin, tiba-tiba, dia ingin ke toilet. Tapi, dia lama sekali disana. Saat aku menyusulnya, aku tak melihatnya ada disana. Aku tidak tahu dia kemana. Eotteokhae, Minho-ah?”

“Ayo kita cari  ke kelas!” ajakku. Kami pun mencarinya, tapi dikelas, Jiyeon tidak ada. Kami terus mencarinya di setiap ruangan kelas 11, tetap saja hasilnya nihil. Lalu, kami mencari disetiap ruang kelas 10 dan 12, dan disetiap ruangan yang ada disekolah ini. Tapi tetap saja hasilnya sama. Nihil.

~ To Be Continued ~

P:S : Ayo komen! Ceritanya makin ngaur aja  nih. Aku sangat butuh saran kalian, jadi aku harap kalian saran buat part selanjutnya ya… okeoke?! J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Broken Home VS Broken Heart – Part 8”

  1. Yeay.. Akhirnya, FF ketiga publish jg hari ini.*abaikan Thor*

    Wuaaa,, jiyeon-nya ke mana?diculik sunbae centil td?

    Masih penasaran, konfliknya trs berkembang ya?
    Tp kog kyknya konflik broken home-nya yg lebih menonjol dibanding broken heart.

    Ditunggu next part-nya…

  2. Jiyeon knp??? Di culik?? Ŵ◦°°◦ÀÁ◦°°◦ĎŮŮĤ
    Author bikin penasaran niyy..

    Update soon ya thor
    😀

  3. Apakah Jiyeon eonni diculik?
    Ayo Minppa,selamatkan yeojachingu mu..#abaikan thor#…
    Update soon ya thor,jgn lma2…

  4. aigo thor…
    makin daebak ceritanya hehehe
    lanjut baca dulu ya thor hoho
    gomawo thor bwt critanya yg daebak ^_^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s