My Life With You, Lee Taemin – Part 4

My Life With You, Lee Taemin (part 4)

Author: Lee mincha

Main cast: choi Nara and  Lee taemin

Support cast:  chichi, nara umma, nenek taemin, yoogun, nichole, dll….

Length: sequel

Genre: romantic and fullsadness

Rating: general

Summary: keberuntungan setiap manusia itu sama, hanya saja waktu dan keadaannya berbeda..

Niatnya bikin ni ff sedih banget tapi kayaknya g bisa sesedih yang di harapkan. Mian kalau ceritanya kurang OK, soalnya masih amatiran kekekekekekeke

**********************

Nenek datang mengunjungi nara,ia membawakan cucu menantunya itu peralatan make up.

Nara: nenek… untuk apa semua ini???

Nenek: kamu itukan perempuan, perempuan itu harus dandan.

Nara: tapi aku kan masih sekolah

Nenek: apa kau tidak lihat artis-artis muda yang bahkan lebih kecil darimu memakai make up yang tebal, bahkan mereka mengoperasi wajahnya.

Nara: aku tidak tahu nek, aku tidak pernah nonton TV kekekekekekekeke

Nenek: sekarang oplas sedang sangat popular, apa kau mau merubah sedikit wajahmu ini??

Taemin: anyio nenek…. Dia sudah sangat cantik, tidak perlu dipercantik lagi. Aku tidak suka hal-hal yang tidak alami

Nenek: aigo… cucu nenek sudah dewasa sekarang

Taemin: aku sudah dewasa sejak nenek menikahkanku kekekekekekekekeke

Nara: nek, kenapa wajahmu pucat??

Nenek: cuaca sangat dingin di luar tadi, aku jadi kedinginan.

*********

Nenek jatuh di kamar mandi, sekarang ia dilarikan ke rumah sakit. Semua anggota keluarga sangat cemas termasuk nara dan taemin, mereka bergantian menemani nenek. Setelah tidur selama dua hari akhirnya nenek siuman membuat semuanya bernafas lega.

Saat di kantin nara duduk bersama taemin dan chichi mereka asik mengobrol bertiga…

Nara: sepulang sekolah nanti aku akan ke rumah sakit, apa kau mau ikut???

Chichi: ke rumah sakit??? Untuk apa??? Apa kau sakit??? Atau kau hamil??

Nara: YA!! Jangan bicara yang aneh-aneh!!!!!

Taemin tertawa geli

Taemin: anyi… dia tidak hamil, kami ke rumah sakit untuk melihat nenek, nenek sedang sakit

chichi: aku kira nara hamil, soalnya kalian kan sudah hampir satu bulan menikah. Btw nenek sakit apa???

Nara: sekali lagi kau bicara seperti itu, aku akan menyumbat mulutmu!

Taemin: jantung nenek melemah, dan nenek harus di rawat di rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit taemin tak langsung masuk ke kamar nenek, ia pergi mengantar ummanya, sementara chichi pergi ke toilet. Hanya nara yang pergi menemui nenek

Nenek: nara…..

Nara: ada apa nek…

Nenek: aku ingin kau berjanji satu hal denganku

Nara: janji???

Nenek: berjanjilah kau tidak akan meninggalkan taemin keculai maut yang memanggilmu. Meski apapun yang terjadi kau harus mempertahankan taemin untuk selalu berada di sisimu. Akan ada banyak hal sulit yang akan kau hadapi

Nara: aku janji nek……….

*********************************

Kondisi nenek semakin melemah, semua anggota keluarga sudah berkumpul disisi nenek

Nenek: maafkan segala kesalahanku pada kalian… aku melakukannya untuk kebaikan semua orang

Tiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt…………………………………………………………………………………….

Menandakan berhentinya detak jantung nenek, suasana harupun tak dapat dielakkan.

Nara: nenek…….. kenapa kau harus meninggalkanku??? Aku masih ingin membalas jasamu…….

********************************

Seminggu sudah nenek pergi, musim dinginpun ikut berakhir.

Tok………….tok……………tok…………………

Nara membuka pintu….

Key: kau pasti nara………..

Taemin: siapa itu yeobo???

Key: taeminie………

Taemin: hyung!!!!

Mereka saling berpelukan, nara hanya melihat heran

Taemin: yeobo… kenalkan ini key hyung, dia dulu adalah tetanggaku,kami sangat dekat begitupun keluarga kami, orang-orang malah berfikir kami adalah saudara. Sejak ia pindah ke seoul kami jarang sekali bertemu

Nara: aku Lee nara… senang berkenalan denganmu.

****************

Taemin tak ada di rumah ia pergi bersama key mengenang masa kecil mereka, nara hanya sendirian sampai akhirnya umma taemin datang menemuinya.

Tae umma: bagimana kabarmu??

Nara: aku baik – baik saja umma

Tae umma: kau tidak perlu memanggilku umma jika tak ada taemin

Nara: ne???

Tae umma: kau tahu?? Taeminku itu masih sangat muda bahkan masih terlalu muda untuk menikah

Nara: ya… aku tahu, aku kan sebaya dengannya

Tae umma: aku ingin kau membantuku

Nara: membantu apa??

Tae umma: aku masih berharap taemin bisa sekolah setinggi-tingginya

Nara: bukankah ia masih bisa sekolah meski telah menikah??

Tae umma: tapi ia tidak akan bisa berkonsentrasi penuh jika ia terus bersamamu. Ia terlalu menyayangimu, yang di otaknya hanya ada dirimu, bagaimana bisa ia berkonsentrasi belajar?????

Nara: aku janji aku tidak akan mengganggunya

Tae umma: tapi tidak hanya itu…

Nara: lalu??

Tae umma: jika taemin sekolah hingga tingkat yang tinggi ia butuh pendamping yang juga setara dengannya, setidaknya tidak hanya lulus SMA sepertimu. Aku ingin kau melepaskannya, lepaskan dia demi masa depannya. Tenang saja aku tidak akan membuatmu sengsara, aku akan membiayai hidupmu dan memberikanmu usaha yang besar.

Nara : tapi umma,  aku mencintai taemin, dan aku rasa ia juga mencintaiku

Tae umma: cinta tidak memberimu apapun

Nara: maaf umma, aku tidak bisa. Aku tidak akan meninggalkan taemin. Umma tenang saja aku akan buat taemin rajin belajar dan bisa terus melanjutkan pendidikannya. Dan aku akan berusaha juga agar aku bisa terus ke perguruan tinggi.

Tae umma: aku sudah memintamu baik-baik. Jangan salahakan aku jika aku lakukan dengan cara yang lebih menyakitkan

Nara tak menyangka ternyata umma taemin selama  ini hanya pura-pura menyayanginya. Tapi nara tidak akan tinggal diam, ia sudah bernjanji pada nenek, dan ia tidak akan mengingkarinya.

Taemin: ada apa??? Kau terus melamun seharian ini……..

Nara: anyi……… aku hanya berfikir tentang masa depan kita

Taemin: masa depan kita??

Nara: ne… yeobo.. kau harus tetap sekolah dan menjadi orang yang hebat

Taemin: tentu saja, aku juga ingin jadi orang yang membanggakan

Nara: yaksok???

Nara mengangkat kelingkingnya, taemin tertawa melihat tingkah yeojanya itu dan membalas dengan kelingkingnya

Taemin diminta oleh ummanya untuk menemani berbelanja, sementara nara tinggal di rumah. Nara sendirian sampai akhirnya key datang.

Key: di mana taemin???

Nara: dia pergi bersama umma

Key: kalau begitu aku akan menunggunya

Key duduk di sofa sementara itu nara sibuk di dapur, tanpa sepengetahuan nara key membuka pintu dan seseorang masuk membawa kamera.

Key pergi ke dapur, ia melihat nara sedang membuka kulkan mengambil minuman, saat itu juga key menarik tubuh nara dan memaksa mencium yeoja itu, nara berusaha untuk berontak namun karena key lebih kuat darinya ia mengalami kesulitan

Jepret….jepret….jepret…………… orang itu pergi tanpa terlihat oleh nara, saat itu juga key melepaskan nara

Nara: YA!! APA YANG KAU LAKUKAN???????

keY: anyi….. kau hanya terlalu cantik untuk seorang taemin

nara: aku tidak suka kau menyentuhku!

Key: ya! Aku lebih tampan dari taemin, lagi pula aku bersedia menjalani hubungan diam-diam denganmu

Nara: aku tidak mau, aku tidak akan pernah meninggalkannya apalagi menkhianatinya, tidak perduli seberapa keras usahamu atau siapapun, keputusanku tidak akan pernah berubah!!!! Aku mencintainya, mencintainya melebihi apapun di dunia ini……….

Key terkejut dengan kata-kata nara, yeoja itu sangat berapi-api. Key tak tahu harus berkata apalagi ia kasihan pada nara tapi fotonya sudah terlanjur terambil, mau diapakan lagi.

nara mengusir key keluar, ia tak habis fikir dengan tindakan key. Teman macam apa itu?? #ampun locket…… g maksud kok

*******************

Hari ini nara pergi ke tempat chichi, ia butuh waktu untuk menenangkann diri, lagi pula besok chichi akan pergi ke jepang untuk 2 sampai 3 minggu, ia berencana meneruskan sekolahnya di sana. Taemin duduk santai di depan tv sambil memandangi foto pernikahannya dengan nara dan tersenyum sendiri

Tae umma: kenapa kau senyum sendiri???

Taemin: umma, sejak kapan umma datang??

Tae umma: baru saja. Kita harus bicara sebentar

Taemin: kenapa wajah umma seserius itu? Apa ada hal penting??

Umma kemudian mengeluarkan sebuah amplop, taemin membuka amplop itu dan betapa terkejutnya ia melihat foto nara tengah berciuman bersama key

Taemin: ige moya???

Umma: tidak hanya itu, umma sudah menyelidiki semua hal tentang nara. ia tidak sendiria,ia masih mempunyai seorang ibu dan ayah tiri

Taemin: mwo? tapi nenek bilang ia tak punya keluarga

Umma: nenek dan nara merahasiakannya agar kau kasihan dan mau menikah dengannya, tidak hanya itu….. dari keterangan yang umma dapat dari rentenir yang memberi hutang pada keluarga nara, pada saat mereka sedang menagih hutang nenek datang dan membayar semua hutang itu lalu membawa nara pergi, mereka bilang nenek telah memberi nara banyak uang agar nara mau mengikuti semua kehendaknya, nenek meminta nara menikah denganmu dan meminta nara berpura-pura mencintamu

Taemin: untuk apa nenek melakukan hal itu?

Umma: nenek tidak ingin kau sekolah terlalu tinggi, ia ingin kau terikat di sini dan tidak mengganggu minho yang memegang perusahaan pusat

Taemin: anyi………… dia bilang ummanya sudah meninggal

Umma: kalau kau tidak percaya kau bisa tanyakan sendiri

Taemin: serendah itukah dia??

umma: umma rasa ia juga tertarik pada key, kau tahu sendiri kan key itu kaya raya??

**********

Taemin benar-benar marah, ia tak habis fikir dengan apa yang telah dilakukan oleh nara.

Nara: yeobo………… ada apa???

Taemin kemudian mengeluarkan foto nara dan key.

Nara: ini tidak seperti yang kau bayangkan

Taemin: aku sungguh tidak menyangka kau akan seperti itu. Sekarang aku sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya

Nara: apa maksudmu??

Taemin: orang tuamu masih ada kan?? Kau masih punya seorang ibu dan ayah tiri

Nara: maaf aku tidak cerita

Taemin: aku juga tahu bahwa nenek telah membayarmu untuk mau menikah denganku…

Nara: pada awalnya memang seperti itu tapi……..

Taemin: apa kau juga mencintaiku karena uang??

Nara: kenapa kau bicara seperti itu???

Taemin: sudahlah, aku sudah tidak percaya lagi padamu. Pergilah………….. tinggalkan aku! Pergilah dari kehidupanku!!!!!!!!!!!!!!

Nara terkejut mendengar kata-kata taemin, air mata mengalir deras dipipinya. Nara tahu ini pasti ulah tae umma, nara ingin sekali menjelaskan semuanya, namun taemin tak mau mendengarnya. Nara hanya bisa pasrah dengan keputusan taemin. Nara mengemasi semua barang-barangnya, malam itu juga ia pergi meninggalkan rumah itu. Sebelum ia pergi ia sempat menyampaikan beberapa hal pada taemin

Nara: uang bisa membuat semuanya jadi mudah, tapi tidak semuanya bisa dibeli dengan uang. Cinta, kasih sayang, dan kebahagiaan sejati hanya bisa kau dapatkan dengan keikhlasan. Terserah kau berfikir buruk tentang diriku, aku tidak peduli. Yang jelas aku mencintaimu, menyayangimu dan kau kebahagiaanku, semua itu tidak bisa kau hitung dengan uang.

Taemin hanyaa diam mendengar perkataan nara. nara pergi ia berjalan sambil membawa tasnya, ia pergi ke ATM untuk mengambil sedikit uang yang ia punya dari hasilnya bekerja di tempat chichi dulu. Dengan uang itu nara berhasil menyewa sebuah ruangan kecil untuk ia bernaung, nara menyusun barang-barangnya dan menatap foto pernikahannya bersama taemin. Air matanya mengalir deras, teringat semua hal yang ia alami bersama taemin. Nara memeluk erat foto itu dan tertidur sambil menangis.

Pagi sudah menjelang, nara bersiap-siap tapi ia tak bersiap-siap menuju sekolah, ia bersiap untuk bekerja. Nara berhasil mendapat pekerjaan sebagai pelayan di sebuah mini market, ia bekerja 2 sift, pagi dan sore.

Nara membersihkan lantai mini market saat dia melewati  rak penuh pembalut ia teringat satu hal. Sudah lama sekali rasanya ia tidak datang bulan, sudah hampir telat 3 minggu. Nara kemudian teringat saat malam ia dan taemin melakukan hal itu.

Sepulang kerja nara mencoba membuktikan kebenarannya, tak diragukan lagi nara benar-benar hamil. Nara menghela nafas panjang, semua fikiran berkecamuk di otaknya.

Keesokan harinya nara berziarah ke makam appa dan adiknya

Nara: appa…. Kau akan segera punya cucu…….. kabar yang menyenangkan bukan??? Tapi sepertinya ia akan besar tanpa sosok seorang ayah. Namja itu memintaku pergi, ia mengusirku…. Tapi appa…………aku tidak akan mencari namja lain… aku hanya mencintainya tak ada yang lain. Setidaknya sekarang aku tidak sendiri, aku punya seorang malaikat kecil yang selalu ada untukku dan menemaniku kapanpun.

Nara duduk sambil menikmati makan siangnya,

Drt….drt….drt……..

Nara: chichi… kenapa baru menelfon? Aku kangen sekali padamu.

Chichi: mian, aku kehilangan ponselku seminggu yang lalu, sekarang aku baru berhasil menemukannya. Kau tahu dimana aku menemukannya? Aku menemukannya di dalam kotak makanan

Nara: dasar kau, selalu seperti itu meletakkan segala sesuatu sembarangan

Chichi: hahahaha. Bagimana kabarmu?

Nara: aku baik-baik saja…. Kau sendiri?

Chichi: aku juga…… aku kangen sekali denganmu.

Nara: kapan kau pulang?

Chichi: mungkin minggu depan.

Nara: aku punya kabar gembira untukmu….

Chichi: apa?

Nara:aku akan segera menjadi seorang ibu…

Chichi: mwo? secepat itukah? Kitakan baru ujian kemarin….

Nara: kekekekekekeke

Chichi: untung saja kita sudah hampir lulus. Apa kau masih datang ke sekolah?

Nara: tidak

Chichi: baguslah, lagian kita kan tidak belajar hanya menunggu kelulusan saja, ke sekolah hanya akan menyiksamu, sebaiknya kau dirumah saja menghabiskan waktu bersama taemin.

Nara: aku juga punya kabar buruk.

Chichi: apa?

Nara: nenek sudah meninggal…

Chichi: mwo? aku akan merindukan nenenk hiks….

Nara: cepatlah pulang. Aku membutuhkanmu untuk selalu mendukungku….

Chichi: ne…. anyeong.

******************************

Taemin menyusuri kamar nara, diperhatikannya setiap sudut kamar itu yang membangkitkan segala kenangan tentang nara. taemin sangat merindukan yeojanya itu, tapi amarah dan egoisnya mengalahkan kerendahan hatinya untuk mencari dan menemui nara.

Taemin tak melihat nara di sekolah, bangku nara selalu kosong. Sepertinya nara benar-benar mengikuti perintah taemin.

Nara pulang ke rumah kecil tempat ia bernaung, saat sampai ia melihat sang pemilik rumah itu.

Pemilik rumah: nara, kau sudah pulang rupanya.

Nara: ada apa ahjuma?

Pemilik rumah: aku kasihan padamu, sungguh sangat kasihan tapi aku tidak punya pilihan, aku juga butuh uang.

Nara: tapi aku tidak pernah telat membayar uang sewanya.

Pemilik rumah: ada yang sudah memesan rumah ini dengan harga yang sangat mahal

Nara kemudian berfikir keras, aishh…. Pasti tae umma.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “My Life With You, Lee Taemin – Part 4”

  1. huwa……. T_T
    tae umma knpa kejam bnget.

    hiks.
    kasihan naranya..
    ayo donk taemin cari nara…

    next partnya jgn lama-lama y thor..

  2. hyah.. Tae umma jahat..
    Nara.. Yg sabar ya..
    Hwa.. Padahal aq seneng nara hamil.. Tpi kalo gni ceritanya jadi nyesek..
    Next..

  3. Huuu andai aja taemin tau nara hamil, pasti gak bakal dia biarin gitu aja 😦
    Tae umma gitu banget sih, kan kasian nara nya
    Daebak thor ceritanya ^^ next yaw

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s