Welcome Back, Minho!

Welcome Back, Minho!

Author                  : dhila_kudou/dhila_アダチ

Title                       : Welcome back, Minho!

Cast                       :  Lee Taemin (21th)

Choi Minho (21th)

Jung Yoogeun (11th)

Support cast       : Kim Kibum (19th)

Kim Jonghyun (24th)

Lee Jinki (23 th)

Genre                   : Friendship, Family

Length                  : Oneshot (tapi kepanjangan, mian..=D)

Rating                   : G

Note                      : Fanfic ini sifatnya agak random. Terinspirasi dari berbagai hal dan tentunya pengalaman ^^. FF ini sebelumnya juga pernah dipublish di blog pribadi aku dengan cast yang berbeda. Dan, aku ingin SF3SI reader dapat menikmati cerita ini dengan cast SHINee. Untuk umur di sini aku cantumin agar reader nggak bingung membayangkan sosok castnya kayak gimana. Terkhusus untuk 2Min shipper, smoga bisa menikmati ya 😀 Hope u’ll enjoy it…!!!

—————————————————-

Aku duduk menyendiri di bangku penonton yang terletak di tepi lapangan basket. Bukan menyendiri, tetapi lebih tepatnya tidak ada yang mau menemani aku sekarang ini. Aku tak tahu apa yang ingin kulakukan dan apa yang aku rasakan saat ini. Berbagai kejadian yang terjadi terasa sangat cepat melintas di hadapanku.

Sahabatku meninggalkanku.

Memang bukan untuk selama-lamanya. Kalau dia meninggal, aku pasti akan menerimanya dengan lapang dada.

Tapi ini, dia mengkhianatiku. Apa itu terlalu kejam untuk membubuhkan kata ‘khianat’ di sana?

Tak tahu. Aku benar-benar tak tahu kesalahanku yang mana yang membuat dia meninggalkanku. Sampai sekarang aku masih berpikir keras mengingat-ingat kejadian yang kulalui akhir-akhir ini bersamanya.

Tak ada yang ganjil, kurasa.

Aku menatap arloji di tangan kananku. Sudah pukul 6 sore.

Ah, peduli amat. Kenapa aku harus stress memikirkannya? Memangnya dia sedang memikirkanku juga? Hhh…dia kan sedang tidur nyenyak di rumah barunya.

————————————

Taemin, mianhaeyo…

Aku tahu aku sangat jahat kepadamu. Maaf bila aku melanggar janjiku. Maafkan aku.

Tapi kurasa aku harus menentukan pilihanku sendiri. Aku tak sanggup berlama-lama di Panti itu. Aku sudah menemukan orang tua asuh yang tepat, dan aku tak mau mengabaikan kesempatan ini. Orang tua itu sudah lama menungguku, sudah 3 bulan yang lalu. Anak kandung mereka yang telah lama meninggal akan berulang tahun seminggu lagi, dan aku tak mau melihat mereka sedih. Aku ingin menyenangkan hatinya, sehingga saat hari itu tiba, mereka bisa memelukku seperti anaknya.

Dan aku juga tahu, Ibu Hyeonmi juga akan berulang tahun. Tapi, kan masih banyak teman kita yang lain, yang akan merayakannya. Dan aku yakin kamu dan teman-teman cukup membuat Ibu berbahagia. Sementara orang tua asuhku? Dia hanya memiliki suaminya di rumah itu, tak ada yang lain. Dengan siapa dia akan berbagi kebahagiaan?

Ku harap, kamu mengerti, Taemin-ah.

Salam, Choi Minho

————————————————-

[2 hari yang lalu]

“Aku pulaaang!!!!”

Tak ada yang menyahut. He? Bukannya sekarang hari Sabtu, dan itu artinya anak-anak sudah berkumpul di rumah. Ah, padahal aku sudah membawakan oleh-oleh untuk mereka, setelah 3 hari berwisata ke luar kota.

Aku melangkah masuk ke ruangan tengah. Tampak adik-adikku menonton televisi dalam diam. “Hei, kalian kenapa? Kok nggak nyahut salamku?”

“Hyung…!”

Yoogeun berlari ke arahku dan mendekapku dengan kuat. Dia menangis?

“Ada apa, Yoogeun?” tanyaku sambil mengelus lembut rambutnya.

“Minho hyung …hikz…dia pergi dari Panti,” jawabnya sambil terisak.

“Dia kabur? Aah, besok pasti dia akan kembali,”

“Bukaaan…Tapi …dia sudah dijemput sama orang tua barunya,”

Kurasakan badanku melemas seketika. Untunglah masih ada Yoogeun yang sedang kupeluk, sehingga tubuhku tidak sampai ambruk ke lantai. “Hyung…tak apa-apa?” ujar Yoogeun pelan.

“Ah, tenang…Aku tak papa…,” jawabku berbohong. “Dia memang sudah pantas di sana,”

“Hyung bohong!”

“Hah?”

“Hyung lupa dengan perjanjian Minho-hyung dahulu di hadapan kita?”

———————————————————–

[Flashback] 5 tahun yang lalu.

Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam. Minho dan Taemin sedang asyik memasak lauk untuk sarapan adik-adiknya esok hari. Tapi,

“Kyaaaaaaa…!!! Maliiing!!!”

“Suara siapa itu?” tanya Taemin sambil berhenti memotong sayuran. Minho mematikan kompornya.

“Sepertinya dari lantai dua. Aku ke sana sebentar,” ujar Minho. Dia langsung berlari meninggalkan Taemin sendirian.

BRAAKKK

Minho mendobrak sebuah pintu kamar yang dicurigainya. Terlihat Yoogeun menangis terisak di atas tempat tidurnya.

“Yoogeun, kamu tak apa-apa?” ujar Minho sambil berusaha menenangkan Yoogeun.

“Hyung…Ada orang yang mencuri tabunganku…,” jawab Yoogeun sambil menunjuk lemarinya yang telah dibongkar paksa oleh pencuri.

Minho langsung berlari ke jendela besar di dalam kamar. Dia melihat dari jauh si pencuri yang berlari ke arah taman. Ia pun berbalik arah keluar dari kamar Yoogeun. Dengan sekuat tenaga ia berlari menyusuri koridor Panti dan menuruni anak tangga.

“Kau mau ke mana?” tanya Taemin saat berpapasan dengan Minho di tangga.

“Tolong tenangkan Yoogeun di dalam kamarnya,” ujar Minho sambil terus menuruni anak tangga.

Taemin sedikit bingung, tapi dia tetap menuruti permintaan Minho.

“HEI !!!!” teriak Minho saat telah berada sekitar 10 meter di belakang pencuri. “Kau berhenti di sana atau aku bocorkan identitasmu!”

Si pencuri terlihat takut dengan ancaman yang dilontarkan Minho. Ia pun perlahan-lahan meletakkan sebuah tas kecil yang sedari tadi digenggamnya.

Minho berjalan perlahan, lalu dengan sigap mengunci pergelangan si pencuri dari belakang. “Kamu masih kelas enam sudah berani-beraninya mencuri..HEH!” bentaknya tepat di telinga si pencuri.

“Ampun Hyung! Ampuun!!! Jangan laporin ke Ibu Hyeonmi ya…,” erangnya kesakitan.

“Cih! Ini sudah kesekian kalinya aku memergokimu, tapi ini sudah kelewat batas,” ujar Minho sambil mengeraskan kunciannya. “Arrgghhh!!!” erang anak tersebut lebih keras.

“Minho. Stop! Jangan gegabah!” ujar Taemin sambil melepaskan tangan Minho.

“Anak ini sudah mencuri tabungan Yoogeun. Mainan anak-anak yang lain juga ikut ia curi. Ni anak emang nggak jera juga!”

Taemin menatap si pencuri yang sedang memakai masker. Dia langsung membuka paksa masker tersebut. “Aww!!! Hyung..Sakiiiit!!!”

….

Taemin membelalakkan matanya, “Kibum! Kenapa kamu melakukan hal ini?”

“Mianhe Hyung, aku mesti membayar uang LKS besok, tapi uangku habis. Kalau telat, aku nggak bisa mengikuti UN 2 minggu lagi…,” ujarnya sembari menangis pelan.

“Tapi kan kamu sudah di beri uang jajan lebih sama Ibu. Kemana kamu larikan uang itu?” tanya Minho sambil mendekap Yoogeun.

“Untuk membeli sepatu olahraga yang baru,” jawabnya.

“Tapi sepatu kamu kan masih bagus. Aku baru saja mencucinya dengan susah payah,” ujar Taemin.

“Aku akan mengikuti lomba futsal di sekolah, dan aku harus memakai sepatu yang seragam dengan yang lainnya. Lagian, sepatu lama itu sudah tak pantas lagi kupakai ke pertandingan,” jawab Kibum sambil menunduk.

“Kibum!!!”

“Sudahlah Minho…dia tak berbohong. Aku sudah melihatnya sendiri, sebenarnya tapak kaki sepatunya itu sudah gundul. Sepertinya dia sangat semangat mengikuti pertandingan itu. Tapi, kau ingat, Kibum. Kamu harus belajar yang giat. Utamakan ujianmu itu. Jangan sampai kamu tidak lulus,” ujar Taemin sambil memberi nasihat ke Kibum.

“Taemin, jangan manjakan dia…!” bentak Minho.

“Dia kan sudah menjelaskan semuanya. Lagian, uang Yoogeun sudah bisa dikembalikan. Sudahlah Minho, jangan terlalu memarahi dia…,” kata Taemin.

“Hhh…ya sudahlah. Terserah kamu. Tapi yang jelas, kamu harus menerima hukuman. Dan besok, temui Eomma dan sampaikan kesalahanmu di hadapan beliau,” suruhnya.

“Iya, Hyung…,”jawabnya sambil masuk ke dalam rumah.

“Waah…Kakak hebat!!!” puji Yoogeun di tengah perjalanan menuju kamarnya.

“Hmm…Aku adalah yang paling tua disini dengan Taemin, jadi aku harus menjaga kalian,” kata Minho.

“Selamanya?” tanya Taemin.

“Ya, selamanya aku harus menjaga kalian selalu. Makanya Hyung selalu menolak para orang tua asuh yang ingin mengadopsi Hyung,” jawab Minho sambil tersenyum.

“Yakin, Minho?” tanya Taemin menggoda.

“Hei, Taemin, berhentilah menyudutkanku. Aku berjanji,” ujar Minho sambil menatap Yoogeun dan Taemin tersenyum.

———————————————————–

Malam sudah larut, namun lampu dari salah satu kamar Panti tersebut masih menyala terang. Taemin yang mendiami kamar tersebut masih tak beranjak dari tepi jendela kamarnya. Taemin menatap surat di tangannya dengan tatapan kosong.

Minho pergi di saat semua bergembira. Euforia Panti karena Ibu Hyeonmi baru saja kembali dari luar kota terasa hambar untuk dirinya. Minho pergi meninggalkan dirinya dan teman-temannya.

Taemin tau, kalau Minho sebenarnya sangat berhak melakukan ini semua. Tapi, dia sudah terlanjur akrab dengan Minho. Dia merasa tak sanggup menjaga Panti tanpa Minho, walaupun masih banyak teman-temannya yang sudah remaja yang akan menemaninya menjaga Panti.

Salahkah aku mengharapkan kamu kembali, Minho-ya?

———————————————————

Semakin hari, sejak kepergian Minho, Panti menjadi murung. Perayaan ulang tahun Ibu Hyeonmi yang jatuh dua hari lagi seakan-akan gagal. Taemin berusaha mengajak teman-teman yang lain untuk mempersiapkan semuanya, namun tak ada yang bergerak. Seakan-akan Panti berduka dengan kepergian Minho.

“Kalian semua kenapa sih?”tanya Taemin memulai pembicaraan. Taemin mengumpulkan semua anggota Panti di ruang makan. Ia menatap seluruh adik-adiknya satu-persatu.

“Kalian harus bangkit. Walaupun Minho-hyung meninggalkan kita, kita tak boleh sedih. Minho sudah mendapatkan orang tua asuh, dia berhak mendapatkannya. Kita tak bisa memaksanya untuk terus tinggal di sini. Begitu juga kalian, kalian juga berhak untuk pergi menemui orang tua kalian…,”

“…tapi Hyung mohon, kalian harus tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Hyeonmi. Beliau sudah menerima kita untuk tinggal di sini. Jangan sampai kita abaikan hari ulang tahunnya. Hanya dengan ulang tahun tersebut kita bisa bersama, kita bisa menyampaikan rasa terima kasih kita kepada beliau. Itu sudah tradisi kita sejak dulu, bukan?”

Beberapa di antara mereka mengangguk.

“Ingat, di hari ulang tahun nanti beberapa teman-teman kita yang telah diadopsi akan ke sini. Jangan kita sia-siakan kedatangan mereka,”

Salah seorang bertanya, “Apakah Minho-hyung juga akan datang?”

Taemin terdiam, ternyata pertanyaan yang selama ini menghantuinya juga datang dari mulut adik-adiknya tersebut. “Aku tak tahu…Tapi pasti, pasti dia akan datang…,”

“Hyung yakin?” tanya Yoogeun.

“Ya…Hyung usahakan..!!!”

“Jangan usahakan terus Hyung. Janji?” tanya Kibum.

“Hmm..Ya…Hyung janji,”

Semuanya teriak bergembira,”Tunggu apa lagi..Ayo kita bereskan rumah kita!” teriak Taemin sambil berdiri dari kursinya. Semua anak-anak mulai bergerak. Taemin pun menarik napas dalam. Ia harus kuat.

———————————————–

Mata Taemin tak bisa terpejam. Sejak semalam dia dan anak-anak Panti bergotong royong mempersiapkan ulang tahun Ibu Hyeonmi. Walaupun dia sangat letih, dia tetap tak bisa tidur.

Sampai sekarang dia belum dapat menghubungi ponsel Minho.

Dia takut, anak-anak lainnya membenci dirinya karena melanggar janji. Janji bahwa dia akan mendatangkan Minho di hari ulang tahun Ibu Hyeonmi. Sejak kemarin, dia sibuk mencari keberadaan Minho. Dia telah menelpon ponsel Minho, ponsel kedua orang tuanya, maupun rumahnya, tak ada yang menyahut. Taemin khawatir, apakah orang tua baru Minho memutuskan total hubungan anak angkatnya dengan masa lalunya.

Tapi dia tak punya jalan lain. Dia harus ke rumah orang tua asuh Minho sekarang juga. 7 jam lagi, hari ulang tahun ibu Hyeonmi akan datang.

Setelah mendapatkan alamat rumah yang dicarinya secara diam-diam di buku catatan Hyeonmi, Taemin langsung bergegas ke stasiun. Rumah Minho yang baru berada di luar kota dan memakan waktu 2 jam ke sana. Sepanjang perjalanan, Taemin terus berdo’a mengharapkan Tuhan mengabulkan permintaannya.

—————————————————

“Permisi, Ahjumma, Minho nya ada di dalam?”

Taemin menatap perempuan setengah baya di depannya. Matanya terlihat sembab. “Anda siapa?” tanyanya.

Taemin takut menyampaikan identitas sebenarnya. Siapa tau, hipotesanya benar. “Saya teman sekelasnya. Saya ingin mengambil catatan saya yang dipinjam Minho kemarin,”

“Kamu jangan berbohong. Dia kan masuk sekolah seminggu lagi,”

Tenggorokan Taemin tercekat. “Tapi, Bu..”

“Sudahlah, ayo masuk. Di luar udara sangat dingin. Kamu pasti telah letih selama perjalanan ke sini,” ujar ibu angkat Minho. Taemin hanya menuruti ajakan perempuan itu sambil terheran.

“Ada yang ingin Ibu bicarakan sama kamu,”

“Ibu tau, kamu pasti teman satu Pantinya Minho kan? Dan kamu ingin membawa Minho kembali ke sana,”

“Bukan..bukan itu maksud kedatangan saya. Saya –,”

“—sudahlah, jangan mencoba untuk berbohong. Saya sudah tau semua,” potongnya sambil tersenyum. Taemin tau senyum itu sangat dipaksakan untuk keluar.

“Minho kabur dari rumah…,”

Taemin terkejut, “Bagaimana bisa, Bu?”

“Aku tak tau, mungkin dia tak ingin bersama kami,” jawabnya sambil menahan tangisnya.

“Jangan berbicara seperti itu,Bu. Ibu salah. Minho sangat beruntung mendapatkan orang tua asuh seperti Ibu. Dia menceritakannya lewat surat perpisahan yang ditulisnya kepada kami. Harusnya, Ibu harus meyakinkan dia dan menjaganya dengan baik,” ujarnya.

Sang ibu pun tak kuasa menahan tangis. Taemin baru menyadari perkataan yang dilontarkannya terlalu lancang. “Maafkan saya Bu…,”

“Sudahlah, tak ada yang salah. Memang benar, Ibu tak bisa menjaganya dengan baik. Ibu tak bisa memenuhi permintaannya. Ibu telah memutuskan dia dengan masa lalunya,”

Taemin menunduk, terdiam.

“Ibu sekarang rela. Rela Minho kembali kepada kehidupannya, kembali kepada kalian,” ujarnya.

Taemin merasa senang, tapi dia berusaha menyembunyikannya. Dia berusaha menghormati orang  di hadapannya. “Maaf Bu…,”

“Ini nomor ponselnya. Ibu tak tau apakah masih aktif atau tidak. Hubungi dia. Cari dia sampai dapat. Semoga dia kembali ke Panti dengan selamat,”

Taemin menerima kertas itu dengan perasaan senang. “Terima kasih Bu,”

“Hati-hati ya. Sampaikan salam ibu pada ibu Hyeonmi. Dan sampaikan maaf ibu kepada Minho—,”

“—kalau Minho kembali kepada kalian,”

Langkah Taemin terhenti. Ya, Minho belum pasti kembali kepadanya.

————————————————————–

Di dalam kereta api, Taemin mencoba menelpon Minho, tapi tetap tak diangkat. Setelah sekian kali, akhirnya Taemin pasrah. Dia pun mencoba menelpon Panti. Tetapi tiba-tiba ponselnya mati.

“Ah, sial! Kenapa aku sampai lupa menchargenya tadi malam,”

Taemin pasrah. Dia hanya bisa berharap agar Minho selamat. Kali ini Taemin tak sanggup untuk berharap Minho bisa kembali kepadanya.

————————————————————–

“Maaf, Tuan, kita sudah sampai,” ujar salah satu penumpang kereta api.

“Eh? Aku tertidur?” tanya Taemin polos. Penumpang itu hanya berlalu pergi.

Taemin pun keluar dari kereta api. Sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa penat, dia berjalan ke arah pintu stasiun. Dia menatap arlojinya.

“Mwoya?!!! Sudah jam 12? Bagaimana bisa?”

Taemin berlari ke parkiran taksi. Ia langsung menerobos masuk ke salah satu taksi yang kosong dan meminta sang sopir mengantarkannya ke Panti.

Taemin baru menyadari kesalahannya. Ia telah keliru menghitung waktu kepergiannya. Normalnya perjalanannya tadi harus menghabiskan waktu 8 jam, itupun belum termasuk macet. Ia lupa kalau dari stasiun ke rumah Minho memakan waktu satu jam.

Dan sekarang, dia terus mendesak sopir untuk mempercepat laju mobilnya.

————————————————————–

Yoogeun menatap ruangan sekelilingnya. Teman-temannya sudah berkumpul semua di ruang tengah, begitu juga ibu Hyeonmi. Tapi Taemin belum datang. Jam sudah menunjukkan pukul 12 lewat 10. Mereka tak bisa menunggu lama lagi. Beberapa di antara mereka harus bangun pagi untuk sekolah di esok hari.

“Kita mulai saja ya acaranya…,” kata Kibum mengambil inisiatif.

“Selamat ulang tahun, Ibu Hyeonmi…!!!”

“Terimakasih anak-anakku semua…,” balas Ibu Hyeonmi.

“Tiup lilinnya Bu…” kata Jinki.

Ffffhhhhh…

“Yay!!!” koor mereka semua serempak

“Smoga ibu diberi kesehatan, diberi kekuatan, smoga panjang umur, dan terus bersama kami…” kata Yoogeun.

“Semoga ibu tak melupakan kami…Haha..” kata Jonghyun, salah satu anak Hyeonmi yang telah pindah dari Panti, karena Ia telah berhasil bertemu kembali orang tua kandungnya.

“Maaf kalau kami selalu merepotkan ibu…” kata Onew, yang dua tahun yang lalu telah merantau keluar kota.

“Maaf kalau aku dulu selalu usil…hehe,” kata Kibum. Kibum pun baru saja kembali dari asrama kampusnya.

“Ya..ya…tenang, Ibu takkan melupakan kalian, ibu selalu memaafkan kalian. Kalian adalah anugrah terbesar buat Ibu. Tak terasa umur Ibu sudah 60 tahun saja. Haha…,” kata Ibu Hyeonmi sambil tertawa.

“Maaf bu, Taemin-hyung mungkin telat datang ke sini,” kata Yoogeun.

“Tak apa-apa..Ibu tau kok bagaimana usahanya mendatangkan Minho…” ujar Ibu Hyeonmi menatap salah satu arah. Orang yang ditatapnya tersenyum.

Mereka pun memotong kuenya bersama dan bernyanyi bersama.

——————————————————–

“Terima kasih, Pak…,” ujarku sambil menutup pintu taxi.

“Eh, kembaliannya?”

“Ambil saja,”

Aku berlari memasuki pekarangan rumah Panti. Setibanya di depan pintu, aku berhenti sejenak.  Kuhirup napas dalam-dalam, “Smoga baik-baik saja…,” bisikku.

Tok tok tok

“Siapa?” tanya seseorang di dalam.

Eh, suara ibu Hyeonmi? Bagaimana ini?

“Saya Bu, Taemin….”

Pintu pun terbuka. “Oh, Taemin…Kenapa terlambat sekali pulang?” tanyanya.

“Maaf Bu. Eum, Selamat ulang tahun ya Bu!” ujarku sambil memeluknya.

“Haha, Terima kasih ya…,”

Aku pun melepas pelukanku. Baru aku menyadari ternyata di dalam rumah telah sepi. “Mana yang lain Bu? Perayaannya bagaimana?”

“Mereka sudah tidur duluan. Ayo masuk dulu…,”

Ibu Hyeonmi menghidupkan lampu ruangan tengah. Semuanya terlihat rapi, tak ada tanda-tanda perayaan sepertinya. Aku menangkap sesuatu terletak di atas meja. Sebuah kue ulang tahun? Masih utuh?

“Jadi, perayaannya tidak jadi dilakukan?” tanyaku sambil menatap jam dinding. Sudah menunjukkan pukul 1 pagi.

“Tidak, semua sepertinya sudah kecapaian. Tapi Yoogeun dan beberapa yang lain sudah merayakannya secara kecil-kecilan,”

“Maafkan saya Bu, Saya menggagalkan semuanya,”

“Tak papa, lagian kamu juga berusaha mendatangkan Minho ke sini,”

Aku terheran, “Ibu tau dari mana?”

“Yoogeun yang bilang sendiri ke ibu,” jawabnya.

Aku berusaha menahan air mataku terjatuh. Yap, aku telah gagal menemukan Minho. Sekarang..apa yang harus kulakukan? Ah..kue…

“Ibu, Ayo kita potong kuenya bersama-sama…,” ujarku sambil mengambil pisau yang terletak di samping kue dan menyerahkannya ke Ibu.

Ibu mengambilnya,lalu…

Hah? Mengapa dia memukul-mukulkan gagang pisau itu ke meja?

“Ibu? Apa yang Ibu lakukan?” tanyaku sambil menghentikan pukulan pisau itu. Pukulan itu semakin kuat. Astaga, ada apa ini? Masa’ ibu Hyeonmi kesurupan di saat-saat seperti ini?

Aku panik. Aku mencoba menahan tangan Ibu Hyeonmi agar tak bergerak lagi, namun…

“SELAMAT DATANG TAEMIN HYUNG!!!!!!”

Tiba-tiba, lampu di lantai dua hidup. Semua penghuni keluar dari kamarnya sambil memakai topi ulang tahun dan berjalan ke arah kami. Ibu Hyeonmi menghentikan pukulannya. Aku tak tau harus berekspresi apa.

“Yaa…Taemin-ah, maaf..Haha..,” ujar Ibu Hyeonmi sambil menyengir.

“Apa-apaan ini?” tanyaku.

“Ibu!!! Ayo potong kuenya sekali lagi!!!” kata salah satu di antara mereka. Yoogeun?

Sekali lagi?

 Berarti…

“Ya…Kami kan sudah merayakannya tadi sebelum hyung datang. Hyung kelamaan, sih. Tapi demi menghormati hyung, kita ulangi sekali lagi. Ya?” jawab Yoogeun.

“Eh, ini tak lucu!” kataku sambil menutup mulutku tak percaya.

“Ibu, ucapan selamatnya sudah kami berikan. Sekarang tinggal Taemin hyung dan Minho Hyung yang menyampaikannya ke Ibu,” kata Kibum.

Ha? Minho?

Minho? Choi Minho?!!!

“Selamat ulang tahun Ibu! Semoga makin sehat, panjang umur, setia sama kami..Hehe,”

Aku menoleh ke lantai dua. Minho?

“Hei Taemin..!!! Aku mengabulkan janjiku kan?” kata Minho sambil menuruni tangga.

Aku terpana. Aku tak bisa berkata apa-apa. Sungguh, ini sangat tak kuduga sebelumnya.

“Hei, jangan bengong. Kami mau tidur nih. Sekarang, saatnya kamu yang menyampaikan permintaan,” kata Jonghyun-hyung. Hei, dia juga datang rupanya.

Aku menatap ke sekeliling. Semua orang menatapku antusias. Mataku mulai memanas saking terharunya.

“Semoga Ibu sehat selalu, bahagia, diberi umur panjang. Dan semoga Panti asuhan ini tetap terus ada dan semakin berbahagia. Semoga para penghuninya juga diberi kebahagiaan. Dan juga, Minho tetap selalu di sini, bersama aku dan lainnya untuk menjaga ibu Hyeonmi dan anak-anak lainnya…”

Ku lihat Minho tersenyum. Aku pun memeluk Ibu sekali lagi dan juga Minho.

“Selamat datang kembali, Minho-hyung…!”

“Ah, enaknya tahun ini, perayaannya sebanyak 2 kali dalam semalam. Hahaha…!!!” ujar Onew dan Kibum serempak. Taemin menyikut siku Minho pelan. Minho hanya menyengir tersenyum.

Keceriaan mereka pun kembali. Sebuah memori indah pun kembali terukir di dalam lubuk hati mereka.

THE END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

23 thoughts on “Welcome Back, Minho!”

  1. huwee..
    Manis bangeeett.. Sampe rasanya bibirku melar gara2 ga berenti senyum..
    Keren.. Kereen.. Cuma agak bingung dgn urutan umurnya..
    Ah, kasian key.. Kenapa mesti jadi maling cilik.. Hehe
    Keep writing!

    1. aah, hyora! makasi yaa 😀
      wkwk, syukurlah bisa bikin rang senyum2 baca ini..hehee..

      emang, aku udah wanti2 umurnya bakalan amburadul, mianhae ya .____.v
      itu krna dia paling usil di shinne (mnurutku), klo jjong entah napa nggak kebayang klo dia jadi anak usil .___.”

      sipsip..makasi ya udah baca n komen! ^o^/

    1. makasi ya udah baca n komen, trus suka sama ff ini…heheee…
      siip siip..ada ide dan kesempatan aku sempet2in nulis lagi.. ^o^/

  2. AAAH~

    Buat saya (yang merupakan 2MIN shipper), ini ep ep itu… God, Really sweet~!!

    Sempet senyum-senyum gaje pas Taemin meluk Minho #uhukuhuk

    Rasanya lucu aja pas tahu Kibum umurnya lebih muda dari Taem, kkk~.__.

    Daebak! Nice FF!

    1. hahaha..xD makasi yaa!
      eh? ada ya taemin meluk minho? #bacalagi waah, ganyadar aku bikin mreka pelukan .___.” #authorpelupa
      haha, iyaa… taem emang lebih kalem dari eommanya… #loh

      makasi udah baca n komen ya na~! ^o^/

    1. hai lydia…!!!
      iya, aku pengen aja bikin si taemin bijak2 gmnaaa gitu..hahaha..bner bangeet!!! lgian disini aku bikin posisinya lbih tua dari minho bbrpa bulan .__.”

      makasi ya udah baca, komen, n suka sama ff ini ^o^/

  3. 대박~! Mengharukan~~~ :’)

    Sumpah fanfic-nya keren bangeett…Two thumbs up deh~! 😀

    Kep writing~~~ (^o^)9

    1. Aah, syukurlah kalo sukaa 😀
      Makasi ya na udah baca, komen n suka sama ff ini ^o^/
      Siipp, aku usahakan buat ff lagi 😀

  4. suka sama ffnya apalagi momen 2min nya keren,,
    🙂

    agak lucu juga bayangin key yang dimarahin sama minho,,
    Biasanya kan yang paling bising dan suka merepet itu si key,, hehehe

    1. Hahahaa… aku juga greget pas bikin bagian 2min itu…hahaha..xD
      Iyaa! Aku pengen bawa reader ngebayangin si kibum dibentak *?* sama yg lain, pengen bales dendam gitu.. #loh

      Makasi yaa udah baca komen dan suka sama ff ini ^o^/

    1. Iya kah? Krna flashback anak2nya kentel ya..wkwk
      Padahal ngambil objek sepatu itu muncul dadakan pas nulis cerita. Berhubung cerita ini sdikit banyak mencerminkan suatu problem aku dulu, tpi diinterpretasikan lwat ff ini, jadi asal main comot benda ‘sepatu’ aja buat ngegambarin ‘objek’ sebenarnya..wkwkwkk..
      #malahcurcol

      Makasi ya kak boram udah baca komen n suka ama cerita ini ^o^/

  5. Kreeen bangeet ceritanyaa,,,,
    kesannya seperti taemin yang ulang tahun ajhaaaa,,,,

    daebak thor,,,

    1. syukurlah.hehe…
      eh? iya kah? haha, iya sih, dia yg dikasi surprise..xD

      makasi ya ovie udah baca, suka, ama komen ff ini ^o^/

  6. idenya sederhana tapi keren
    kesederhanaan cerita ini yang justru membuat ff ini jadi hidup dan enak buat dibaca.
    sukaaaaa 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s