Saranghae But Mianhae Oppa! [1.2]

Title: Saranghae but mianhae oppa! [1.2]

Author: Kim Hyunrii

Main cast: Kim Hyunrii, Kim Jonghyun (SHINee)

Support cast: Lee Jinki, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin, Manager SHINee, Han Ji Ah.

Length: Twoshoot

Genre: Romance (maybe)

Rating: PG-15

Note: Annyeong readers Shiningstory, apa kabar? hehe kali ini aku mau nge-post cerita karanganku sendiri. Ini FF pertamaku semoga hasilnya memuaskan setelah kalian membacanya. hehe FF ini jauh dari kata sempurna, aku yakin itu. Banyak alur/plot yang tidak jelas dari cerita ini. Untuk mendapatkan feel saat membacanya juga mungkin susah. Aku minta maaf sebelumnya. Aku juga berharap setelah kalian membaca FF ini kalian bisa langsung memberikan kritikan padamu, pedas-pedas juga tidak apa. Karena kritik kalian sangat membantuku. JANGAN LUPA RCL!!!

Hyunrii POV

Brakkkk…

Kuhempaskan tubuhku dikasur king size kamarku. Rasanya bosan sekali malam ini. fiuhhhh. Para yeoja normal diluar sana pasti sedang berkencan dengan namjachingunya. Sementara aku? Hanya bisa berbaring setiap malam sambil memandangi handphone dan notebookku, berharap dia namjachinguku menelpon atau mengirim pesan kepadaku. Tapi apa yang kurasa, malah kejenuhan yang datang. Bagaimana tidak, aku berharap aku bisa kencan ketaman dengan namjachinguku sambil makan es krim. Tapi itu hanya harapan belaka, kenapa? yak! karena namjachinguku adalah seorang artis, dibawah naungan SM Ent. SHINee. itulah nama Boybandnya dan Kim Jonghyun, itulah namanya. Disana dia sebagai Lead vocalnya, hebat bukan? tapi sangat menyebalkan bagiku. Meskipun aku sebal padanya, tapi aku tetap cinta padanya. hehehe. Memang benar kata para Blingers dia adalah sosok yang romantis. Saat bersamaku dia selalu membagi keromantisannya. Tapi keromatisan itu lama-lama hilang karena kesibukannya. Hanya untuk memberi kabarnya saja rasanya sulit, apalagi berharap untuk kencan dengan dia ditaman sambil bergandengan tangan. Sepertinya itu hanya mimpi belaka, dan harus kubuang jauh-jauh.

“Hyunriiiii” Teriakan umma membuyarkan lamunanku tentang Jonghyun oppa.

“Ne, umma. Wae?” Tanyaku dan langsung bangun menuju arah pintu kamarku. “Turunlah sayang, dibawah ada Jonghyun. Dia mencarimu” Tutur umma dengan senyum manisnya.

“Jinjja?” Aku sungguh tidak percaya bagaimana mungkin, barusan saja aku memikirkannya. Tapi, sekarang dia sudah ada dirumahku. Aku pun langsung turun menuju ruang tamu, jujur aku sangat rindu dengan namja itu. Hampir 2 minggu aku tidak bertemu dengannya, dan selama itu pula dia tidak pernah mengirim pesan atau menelponku hanya sekedar untuk member kabar. Menyebalkan bukan? Tiba-tiba ide jahil muncul dikepalaku. Aku harus pura-pura marah dengan namja babo itu, biar dia tau gimana rasanya dicuekin hampir 2 minggu tanpa telpon ataupun sms darinya. Rasakan kau! Evil laugh. Saat menuruni anak tangga, kupasang muka semasam mungkin. dapat kulihat ekspresi muka Jonghyun oppa dan appa. Aku pura-pura tidak peduli dengan tatapan mereka berdua. Kuhempaskan tubuhku di sofa tempat Jonghyun oppa duduk. Dia melirikku sekilas, tapi tak kuhiraukan. Oppa, bogoshiposo, batinku. Sepertinya appa mengerti situasi kami yang hanya diam seribu bahasa,

“Jonghyun, ajusshi kedalam dulu ya. Silahkan kau mengobrol dengan Hyunrii. Othe?” “Ne, ajusshi.” Jawab jonghyun oppa sambil tersenyum pada appa. ‘aku rindu senyummu juga oppa’ batinku lagi, sangat miris rasanya. Ketika appa masuk kedalam dia langsung melihatku.

“Chagi-ah, kau tidak rindu padaku?” Tentu saja aku rindu babo, hanya aku lagi marah lebih tepatnya pura-pura marah padamu. Ingin sekali aku jawab seperti itu. Tapi, aku ingat kembali akan misiku. Aku masih diam seribu bahasa, enggan menanggapi ucapannya.

“Mianhae, jeongmal mianhae. Chagi-ah selama 2 minggu aku tidak mengabarimu, karena kesibukanku dengan SHINee. Tapi, tolong jawab perkataanku.” sedih juga mendengar ucapannya seperti itu, egois sekali diriku ini.tidak bisa mengerti dia. Mian oppa. Air mataku jatuh, aku menangis ya! aku menangis, aku langsung berhambur kedalam pelukan dia.

“Ssstttt, jangan menangis. Oppa benar-benar minta maaf, chagi-ah” ujarnya sambil terus mengelus kepalaku mencoba menenangkan sepertinya.

“Oppa… hiks hikss” Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi, hanya air mata yang bisa keluar saat ini.

“Kalau kau terus menangis Chagi-ah, aku akan lebih merasa bersalah padamu. Jadi, berhentilah sekarang aku sudah ada dipelukanmu”

“Kau jahat oppa, sungguh jahat. Kau tega… hiks hiks” aku terus memukul dada bidangnya.

“Mianhae, chagi-ah. Berhentilah menangis aku mohon” Dia melepaskan pelukannya sambil menatapku dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya.

“Kau jelek chagi-ah kalau menangis, beda dengan yeoja diluar sana kalau menangis mereka kelihatan cantik.” Pletak! “Awww.. Sakit Kim Hyunriiii” Dia meringis kesakitan saat kupukul kepalanya tadi.

“Mian, oppa. Aku tidak menyangka bakal sesakit itu.” ku elus kepalanya, sambil meniup-niupkan agar rasa sakitnya sedikit hilang.

“Syukurlah, kau berhenti juga menangisnya. hehe”

“Jadi oppa, pura-pura sakit?”

“Hahaha ne chagi-ah, kau tertipu” Dia langsung mencubit pipi chubbyku. Omo! sakit sekali cubitannya.

“Jauhkan tanganmu itu, Kim Jonghyun.”

“Waww, takut. Yeojachinguku kalau marah seram juga yaa”

“Berhentilah meledekku oppa.” Aku menyerah, dia kalau sudah menjahiliku kadang sampai membuatku nangis.

“Arra.”

Lama kami terdiam terjebak dalam pikiran kami masing-masing. Bingung apa yang akan dibicarakan selanjutnya. Dia menatapku sangat intens, membuatku jenuh. Jujur inilah salah satu dari sekian banyak keanehanku, aku tidak bisa ditatap seperti itu oleh seorang namja. “Oppa.. Jangan menatapku seperti itu.” Setelah aku bicara seperti itu, bukan malah mengalihkan padangannya tapi malah mendekatkan wajahnya. Jantungku berdegup kencang, apa yang dia lakukan batinku.

“Sekali ini, biarkan aku menatapmu seperti ini chagi-ah. Aku benar-benar rindu denganmu, Hyunrii-ah.”

“Oppa, aku tidak bisa kau pandangin seperti itu. Aku risih kumohon mengertilah” Jonghyun oppa langsung merubah raut mukanya, ya! mungkin dia sedikit sebal dengan sifatku yang satu ini.

“Ne, aku mengerti.” Jawabnya tanpa menatapku lagi.

“Oppa, apa kau marah?”

“Anni,” masih tetap sama dia berkata tanpa memandangku.

“Oppa, mianhae. Aku sudah berusaha untuk merubahnya. Tapi, aku belum bisa” Aku menundukan kepalaku. Meratapi keanehan yang ada pada diriku ini. Ntahlah, akupun tidak tahu. Jonghyun oppa meliriku, mungkin dia sedikit bersalah dengan sikapnya barusan.

“Berhentilah menyalahkan dirimu, chagi-ah. Semuanya butuh proses, mungkin sekarang memang belum bisa karena belum terbiasa.” Sikap dewasa seperti inilah yang aku suka darinya. Dia bisa menerima kekuranganku. Aku langsung memeluknya, dapat kurasakan kehangatan dari pelukan ini. Jujur aku lebih suka dipeluknya dari pada dia menatapku seperti tadi. Dasar yeoja aneh!

“Besok kami akan konser di Seoul. Aku harap kau bisa datang” Tuturnya tanpa melepaskan kontak kami.

“Jam berapa oppa?” tanyaku ragu, kurasa jadwal kuliahku besok adalah padat-padatnya. “Jam 2 chagi-ah, datanglah. Kau boleh mengajak Ji Ah, kalau kau takut sendirian disana.” Dia sepertinya terlalu berharap untuk aku bisa datang kesana.

“Oppa, mianhae. Jadwal kuliah ku besok padat, jam 4 sore mungkin baru kelar” Aku pun langsung melepaskan pelukannya.

“Jeongmalyo? sayang sekali” Raut sedih itu kembali terulang.

“Aku seringkali membuatmu sedih oppa. Mianhae. Tapi aku janji lain kali aku akan menonton konser SHINee dan duduk di bangku VVIP sambil meneriaki nama oppa ‘Jonghyun oppa, Hwaiting’ aku janji” Dia mengacak rambutku.

“Akan kupegang janjimu. Arra!”

“Ne, Oppa” Aku memeluknya kembali. Rasanya Bahagia sekali aku malam ini.

“Rasa letihku hilang Hyunrii-ah”

“Wae?” Tanyaku

“Karena melihat senyummu dan tingkahmu yang sering kali merajuk seperti anak kecil. hahaha”

“Oppa, aku sudah kuliah. Aku bukan anak kecil lagi.” Aku mengerucutkan bibirku, membuang mukaku saat Jonghyun oppa menatapku.

“Yaak! yak! Kau ngambek chagi-ah? Tapi, kau kelihatan imut jika seperti itu” Blusshhh Semburat merah, langsung terjadi di pipi chubby ku ini. “Yaak! yak! Lihat pipimu chagi-ah. Merah seperti tomat. Hahahaha” Dia tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.

“Tertawalah sepuasmu oppa”ujarku langsung berdiri, sungguh aku sangat malu kalau terus digodanya seperti ini.

“Hyunrii-ah, aku hanya bercanda” Ucapnya sambil menarik tanganku. Aku hanya bisa menunduk aku kesal, aku kesal dengan sikapnya yang selalu mengerjaiku.

“Pulanglah oppa. Sudah malam” Hanya perkataan itu yang mampu aku katakana sebagai ucapan penutup malam ini. Aku pun langsung melepas genggaman tangannya. Berjalan kearah tangga untuk pergi menuju kamarku. Dia mengikutiku.

“Hyunrii mianhae” ucapnyaaa

“Aku tidak bermaksud untuk menggodamu, kata-kata itu spont-”

“Sudahlah oppa, oppa tidak salah jadi tidak perlu meminta maaf. Aku yang terlalu sensitive oppa. Pulanglah oppa, sudah malam. Besok masih ada konser kan? jadi kau perlu isitirahat. Annyeonghaseyo oppa. Nice dream” Kali ini dia berhenti untuk mengejarku. Mianhae oppa, mungkin bagi sebagian orang sikapku ini terlalu berlebihan, tapi inilah aku. Dengan sejuta keanehan.

Drrtt drrttt

From: Jonghyun oppa

Mianhae, chagi-ah. Nice dream.

To: Jonghyun Oppa

Oppa, sudahlah. Jangan menyalahkan dirimu. Kau tidak salah oppa. Hwaiting! utuk besok.

From: Jonghyun oppa

Ne chagi-ah

*****

AUTHOR POV

Drrttt drrtttt

From: Jonghyun oppa

Chagi-ah, kau sedang apa? Mendengarkan dosenmu mengoceh yaa?? hehe

Chagi-ah, 2 jam dari sekarang konser aku dimulai. Doakan konser kami sukses yaaa Saranghae Kim Hyunriii

Aku hanya bisa tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Jonghyun oppa. Ji Ah penasaran kenapa tiba-tiba sahabatnya senyum-senyum sendiri seperti itu.

“Hayo kau Hyunrii-ah, kenapa kau tersenyum seperti itu? Waeyo ceritakan padaku cepat” Desak Ji Ah sambil menyenggol lengan Hyunrii.

“Jonghyun oppa, mengirim pesan padaku.”

“Boleh aku lihat?” Tutur Ji Ah sambil mengeluarkan puppy eyesnya.

Aku risih dengan tatapan yeoja itu. “Andwae! Jangan menatapku seperti itu.”

“Makanya bagi tahu aku, pesan yang dikirm Jonghyun oppa padamu”

“Aish, kau ini benar-benar. Mau tau saja urusan orang” Aku berkata tanpa menoleh kepadanya. Karena aku sekarang sedang membalas pesan Jonghyun oppa.

To: Jonghyun oppa

Aku sedang duduk ditaman oppa.

Bersama Ji Ah. Aku doakan konsermu dengan member SHINee yang lain berhasil. Hwaiting oppa! Sampaikan salamku pada mereka, othe?

Nado Saranghae oppa

“Kau mengabaikanku Kim Hyunriiiii!” Aku mendengar, seorang yeoja bersungut disebelahku.

“Hahahaha Mianhae, Ji Ah.” Ujarku sambil tertawa dan mengelus kepalanya. AUTHOR END POV

JONGHYUN POV

Itulah yang aku suka dari yeojachinguku ini. Dia gampang melupakan masalah semalam saja. Eitss tapi ada catatan, Jika itu hanya masalah sepele.Aku pun tersenyum membaca pesan yang dikirimnya, yaa walaupun dia membalas dengan cukup lama. Tapi, tak apa yang penting dia membalas pesanku.

“Yak! Jonghyun kenapa kau tersenyum seperti itu? Menjijikan!” Cemooh Jinki hyung. Aku hanya nyengir kuda saat dia berkata seperti itu. Dia memang sedikit sensitive faktor umur kali ya.

“Anio, hyung. Aku hanya senang saja”

“Apa karena Hyunrii? Bukankah kau bilang dia tidak bisa datang untuk menonton konser kita nanti.” Tanya Jinki hyung padaku.

“Ne, hyung. Tapi, aku tetap senang karena dia memberi semangat padaku”

“Baguslah kalau seperti itu. Aku kira kau akan GALAU nantinya. Mendengar kabar kalau dia tidak bisa datang.” Ujar Jinki hyung sambil berlalu.

“Hahaha.. Tidak dongs hyung. Oia hyung, ada salam dari Hyunriii” Aku bicara sedikit berteriak, karena kulihat dia sudah mau pergi.

“Kuterima salam darinya. Bilang bahwa aku menyukainya. Hahahaha”

“Yak! kau hyung jangan sampai kata-kata mu itu benar. Aku cincang habis kau!” Aku memperingatkannya, enak saja mau mengambil yeojachingu dongsaengnya. “Weekkkzzzzzzzzzzzz”¬ Sialan dia malah memberi merong padaku. Awas nanti kau hyung, kelak ketika kau punya pacar aku akan mengusilinya juga lihat saja.

*****

Konser siang ini pun berjalan dengan sukses, para Shawol sepertinya gembira sekali. Kami pun senang jika Shawol juga senang. Berakhirnya konser itu juga kami pun langsung pulang ke Dorm untuk istirahat, rasanya letih sekali tubuh ini.

“Hyung, Hyunrii noona kenapa tidak menonton kita tadi?” Tanya Taemin sambil menyeruput banana milknya.

“Oia, aku lupa bilang pada kalian. Hari ini jadwal kuliahnya sangat padat jadi dia tidak bisa datang.”

“Sayang sekali, padahal aku sangat rindu pada noona.” Taemin mamasang muka kecewa, tidak mengertikah dia dengan pandangan yang kuberikan sekarang ini.

“Ne ne Hyung, maksudku bukan rindunya seorang namja pada seorang yeoja yang dicintainya. eoh.”

“Hahahaha.. baguslah kalau bukan itu maksudmu namja kecil” Aku tersenyum sambil mengacak rambut Taemin.

“Yak! hyung singkirkan tanganmu aku bukan anak umur 5 tahun” Gerutu Taemin. “Arra.” Setelah memasuki Dorm, aku melirik handphoneku namun tidak ada pesan dari Hyunriii. akh mungkin dia kelelahan, pikirku. Akupun langsung berjalan menuju kamarku untuk langsung mandi dan tidur.

“Jonghyun kemarilah. Ada yang ingin kubicarakan padamu.” Panggil manager hyung. Shiittttt, ada apalagi sih. Tidak tahukah dia kalau aku lelah. Bicara besok saja kan bisa. gerutuku tapi hanya berani didalam hati. Bukan pengecut, tapi kalau aku terang-terangan bicara seperti itu aku yakin jobku akan banyak hilang. Dengan malas pun aku menghampirinya diruang tamu.

“Ne, hyung. Wae?”

“Kau dikontrak untuk iklan pakaian musim ini. Syutingnya minggu depan di Jepang. Pasanganmu bukan Yonna lagi. Tapi, Lee Hyeraa.”

Aku shock mendengar pernyataan dari Maneger hyung. Aku baru pulang ke ke Korea tapi sudah harus kembali lagi ke negeri sakura itu. Aku juga memikirkan nasib Hyunrii walaupun dia selalu bilang tidak apa-apa oppa ini konsekuensinya menjadi artis kau harus professional. Tapi, tetap saja aku tidak tega sering meninggalkannya sendirian. Lama ku tatap muka Maneger hyungku.

“Kenapa kau tidak meminta persetujuanku dulu hyung, aku baru kembali ke Korea kau sudah memintaku untuk kembali lagi ke Jepang. Rindu pada yeojachinguku saja belum terpuaskan kau sudah memintaku untuk meninggalkannya lagi. Lagi, pula kalau partner dia aku tidak mau. Aku tidak suka dengan kelakuannya yang selalu manja kalau bersamaku.”

“Mianhae Jonghyun. Tapi, kalau itu alasanmu aku tidak bisa terima. Kau harus professional dalam pekerjaanmu, jangan masalah pribadi kau ikut campurkan dalam profesimu”

“Tapi, hyung. Seorang artis juga memeliki hak untuk menolak suatu pekerjaan yang tidak dia sukai.”

“Aku sudah menandatangani kontrak itu, jadi jangan menolaknya. Apapun alasanmu aku tidak terima. Jangan sampai kau tidak pergi kesana, sehingga membuat pihak SM ent. malu karena ulahmu. Arra! Lagi pula Hyunrii pasti akan mengerti dan setuju dengan pekerjaanmu ini.” Setelah dia berkata seperti itu dia langsung pergi meninggalkanku, egois sekali dia tidak mau menerima alasanku.

“AAARRRRGGHHHHHHHHHH¬HH” Seandainya modelnya bukan yeoja itu mungkin aku akan mau. Hyunrii juga pasti akan mengijinkanku. Tapi, arrggghhhh untuk mendengar namanya aja aku malas. Jangan tanya mengapa lagi, alasannya sudah ada diatas!

“Waeyo hyung??? apa yang dikatakan Maneger hyung padamu? sepertinya kau kelihatan frustasi sekali.” Tanya Kibum bertubi-tubi, tidak mengertikah dia aku sedang GALAU saat ini. Malah dia memberiku pertanyaan yang banyak seperti itu.

“Ada proyek Kibum-ah, tapi partner ku yeoja manja itu.”

“Kok bisa?? pasti dia memohon pada manegementnya untuk memilih kau sebagai pasangannya.” ujar Kibum memperkeruh suasana.

“Yak! Kibum, kau tidak boleh berburuk sangka seperti itu. berdosa tau.” Omel Minho. “Arra arra. mianhae. Jadi sekarang bagaimana? apakah kau menerima kontrak itu?” “Tanpa persetujuanku lebih dahulu dia sudah menandatanganinya. Aku tidak bisa menolak atas alasan apapun, katanya seperti itu”

“Pasti ada yang tidak beres hyung”

“Kibum-ah, berhentilah memperkeruh suasana. Singkirkan pikiran negatifmu itu” Kali ini Jinki hyung yang berbicara.

“Aish, ne ne. Lebih baik aku pergi saja.”

“Ya! itu sepertinya lebih bagus, dan aku setuju.” Pletaaakkkk “Jaga ucapanmu Minho.” Kibum murka dia melempar bantal sofa ke muka Minho..

“Hei! kenapa malah kalian yang bertengkar. Masuk ke kamar kalian. Cepat!” Perintah Jinki hung, kalau Jinki hyung sudah marah tak ada yang berani menentangnya.

“Ne hyung.” Jawab mereka berdua dan langsung meninggalkan ruang tamu. Setelah mereka pergi Jinki hyung menatapku dengan serius, aku tahu dia berusaha untuk menenangkanku dan memilih berdamai dengan keputusan yang diberika maneger hyung. “Lebih baik kau ikuti saja maunya dia Jonghyun-ah, ini demi karirmu juga. Aku yakin juga Hyunrii akan menyetujuinya, ajaklah dia bertemu besok dan bicaralah baik-baik. Istirahatlah sudah malam, tenangkan pikiranmu.”

“Gomawo hyung.” Hanya senyum datar yang dapat kuberikan pada Jinki hyung. Baiklah jika ini pilihannya, aku terima. Aku segera mengirim dia pesan, bukannya aku tidak mau menelponnya hanya saja aku takut dia sudah tidur dan membangunkan dia karena ini sudah pukul 9 malam.

To: Chagi-ah

Chagi-ah, bisakah kita bertemu besok di kafe. pukul 10 pagi?

ada yang ingin aku bicarakan padamu.

Drrttt drttt hp ku bergetar. Omo! dia belum tidur ternyata. Aku tersenyum saat dia membalas pesanku.

From: Chagi-ah

Sepertinya bisa oppa.

Waeyo? sepertinya serius sekali.

To: Chagi-ah

Besok akan kuceritakan.

Tidurlah, sudah malam. Jangan lupa mimpikan aku, anak kecil. Othe?

Saranghae Kim Hyunrii

From: Chagi-ah

Ne, oppa. Oppa juga tidurlah.

Yak! oppa aku bukan anak kecil. Nado oppa

JONGHYUN END POV

HYUNRII POV

Drrttt drrrtttt Omo! Jonghyun oppa menelpon pagi-pagi seperti ini, ada apa? Tumben sekali.

“Yeoboseyo”

-To Be Continue-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Saranghae But Mianhae Oppa! [1.2]”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s