Let Me be

Title                 : Let Me be

Auhor              : Adinda Ayu Sasqia Putri ( @itaeminho )

Main cast        : Choi Minho, Park Ha Rin

Support cast    : Choi Minki

Length             : One Shoot

Genre              : romance, angst

Rating              : General

Summary         : Aku begitu egois! Aku bahkan tak mengetahui ini semua, aku bahkan tak tahu malam-malam pesakitan yang ia lewati sendiri. Tuhan tolong dengarkan do’a ku kali ini jagalah ia tetap disini, menjadi malaikatku…

A.N                  : Annyeong Haseyo ><!! Aku author baru disini dan nyoba-nyoba nih bikin ff oneshoot dulu lah ya semoga pada suka sama ff nya. ini ff terinspirasi dari buku judul “17 years of love song” tapi ini tetep pemikiran saya kok ff nya hehe. Oke author udah kebanyakan bacot so langsung cek this out okay! Don’t forget to comment ^^;;;

LET ME BE

*Minho Pov*

I’m entranced by your long, straight hair. I feel dizzy when you pass me by. Whenever that happensI want to call out your pretty nameLike this”

                  

“ Ha Rin ppali wa! (cepat datang)” teriak ku kepada seorang Yeoja yang tertinggal jauh dibelakangku

“YA!  Choi Minho!! Sabar sedikit aku sudah berjalan dengan kecepatan penuh yang aku bisa! Kau yang seharusnya menungguku!” balas yeoja itu galak

Ah~ yeoja ini selalu tak mau kalah sudah jelas apa yang kukatakan benar, iya kan?

“YA!! Park Ha Rin apakah kecepatan maksimal jalanmu hanya segitu?” kataku begitu yeoja itu sudah dekat denganku

“Aku sudah cepat! Kaki mu saja yang terlalu panjang -_-“

”kau saja yang lama” kataku tak mau kalah

“terserah kau!” hahahahaha aku menang! Seorang Choi Minho tak mungkin kalah!

“ah kau ini, masa begitu saja marah, mianhae~~~ bukan maksudku begitu, aku hanya..”

Belum sempat aku selesai bicara dia sudah memotongnya “dwaesso”

Aish! Inilah yang membuatku tak tahan sifat kekanak-kanakkannya! Masa baru begitu saja bibirnya itu sudah maju 5 senti, ngambek.

Ku acak rambut panjangnya “aih~ yeobo mianhae, jeongmal mianhae jangan marah ne?” kucoba merayu

“hmmm ne, tapi buy me ice cream first ne?”

“ice cream? Tapi berjanjilah kau tak akan marah lagi ne? cal (janji) ? “

“ne oppa”

“baiklah, kajja!” kugandeng tangannya menuju kedai ice cream favorit kami.

Dasar yeoja jelek setelah dibelikan ice cream wajahnya langsung ceria lagi,

Tuhan… kenapa yeojaku ini seperti anak kecil, but I love it…

Ah hampir saja lupa. Naneun Choi Minho imnida saat ini aku adalah salah satu mahasiswa tingkat akhir di Kyunghee University. Orang bilang tampangku seperti Minho SHINee hahahaha apa kalian percaya? Entahlah yang pasti banyak yeoja tergila-gila padaku kekekeke~

Aku juga tak tahu mengapa dari sekian banyak yeoja yang ada di dunia ini hatiku harus dicuri olehnya. Yeoja berambut hitam panjang, tinggi, dan ya… yeppeo. Tapi sungguh sifat kekanak-kanaknya itu bahkan melebihi anak tk! Namun, hanya yeoja bernama Park Ha rin itulah yang bisa membuat jantungku berdetak lebih cepat saat berada di dekatnya, aku dimabuk kepayang oleh harum tubuhnya dan hanya namanyalah yang selalu terngiang di kepalaku.

“Oppa… wae?” katanya menyadarkanku dari lamunan

“aniyo..aku hanya sedang memikirkan kenapa aku bisa jatuh cinta dengan yeoja sepertimu sepertinya ada yang salah dengan kepalaku.. hmm apa mungkin karna benturan bola basket waktu itu ya?

#pletak# satu jitakan melayang di kepalaku. “ouch appo, YA!! Neo jeongmal…”

“lalu? Kau mau meninggalkanku?” potongnya marah

Tak khayal aku pun panik, apa katanya tadi? meninggalkannya? Apa dia gila? Mana mungkin aku meninggalkannya, tak bertemu dengannya sehari saja aku sudah gila dibuatnya! “YA YA YA!! Bukan begitu maksudku, kau ini benar-benar mempunyai selera humor yang rendah”

“hahahahahhaahaha lihatlah wajahmu Choi Minho hahahaha” kenapa dia? Kenapa tertawa? Apa yang lucu? Kurasa aku benar-benar harus membawanya ke rumah sakit jiwa “aku hanya bercanda hahahahaha sepertinya kau yang memounyai selera humor rendah! Wajahmu sungguh panik, apakah kau benar-benar mencintaiku? Hahahahahaha”

“DASAR YEOJA JELEK!!!” bukannya berhenti tertawa dia malah semakin tertawa terpingkal-pingkal, “hentikan, jangan tertawa lagi!” kataku frustasi

“kalau tak mau? Hahaha” rupanya dia menantangku, langsung saja kucium bibirnya itu. Rasanya masih sama seperti saat pertama kali aku menciumnya, rasa cherry.

Tuhan… apakah bisa kau hentikan waktu saat ini? Aku hanya tak ingin berpisah dengan wanita ini, aku sungguh mencintainya…

“ Ha Rin…”

“ This Moment that flows into my heart without a sound. It swirls”

*Minho Pov end*

*Ha rin Pov*

            Oh, I can’t tell you about me. Who wants to reach your heart Like the starlight hidden behind the cold clouds. I Love you, in the end, this painful confession. That lingers at the edge of my lips slide down in tears”

“ Ha Rin….” Suaranya begitu lembut menggetarkan hatiku.

Aku tak berani menatap wajah itu, wajah yang selalu hadir didalam setiap mimpiku, wajah laki-lakiku, Choi Minho “ Ne, wae oppa?” Kurasakan wajahku yang memanas – tersipu – ini pasti karna ciuman yang tak  terduga tadi.

Saranghanda…. Never let oppa ne?” katanya mengangkat wajahku. Kini mata kami sudah bertemu. Mata bulatnnya yang selalu membuatku lemas ketika menatapnya tak menyiratkan sedikitpun kebohongan atau candaan yang ada hanya sebuah ketulusan seorang Choi Minho.

Kurasakan sungai kecil di mataku mulai goyah pertahanannya, bukannya aku tak mau menjawab sungguh aku – sangat – mencintai laki-laki ini dan tak sedikitpun aku berniat meninggalkannya. Tapi…….eottokhe?

Aku memalingkan wajahku dari tatapan matanya, “oppa aku ingin pulang” kataku sambil berlalu meninggalkannya

Aku berlari sekuat tenaga, sungai kecil itu sudah benar-benar tak bisa ditahan, sungai itu mengalir dengan deras membasahi pipiku. Aku tahu laki-laki itu mengejarku dari belakang tapi apakah aku harus mengatakannya? Aku tak sanggup

Tuhan…aku tak sanggup melihatnya merasakan sakit nantiya.

“ Ha Rin! Wae? Gwaenchana?” kurasakan tanganku ditahan olehnya “Changi gwaenchana?” ulangnya, terdengar sangat jelas nada ke khawatiran dari setiap kata yang ia keluarkan

“Minho kita harus akhiri ini semua” aku berusaha keras menjaga suara yang keluar dari mulutku, namun yang keluar justru suara serak yang sama sekali tak kuharap didengar olehnya

“ Musun Suriya(apa yang kau bicarakan?) ? jangan bercanda Park Ha Rin! Bercandamu kali ini tak lucu!”

“ Mianhae Minho, selamat tinggal……” hanya itulah yang aku bisa ucapkan sambil berlalu meninggalkannya yang masih terpaku tak percaya

Hatiku seperti dihujani jutaan jarum, sakit. Sungguh bukan maksudku menyakitinya, aku masih sangat mencintainya tapi……. aaargh!! Oettokhe??

“The heat of your body and your face. I can still feel it Deep inside my heart. Still I Have romantic in my heart ”

*Ha rin pov end*

 

*Minho Pov*

“I am so miserable. That I realized this now. The pictures Make it look like I am still your love”

Dia meninggalkanku… “WAE HA RIN WAE??!!” teriakku sambil memukul kaca didepanku

Aku sudah tak memperdulikan darah yang terus mengalir dari tanganku. Rasa sakit ditanganku tak sebanding dengan rasa sakit yang ada dihatiku.

Aku tak tahu apa sebabnya dia meninggalkanku, aku tak tahu dan aku ingin tahu..

Apakah aku menyakitinya? Apakah aku salah berkata padanya? Apakah ada yang kurang dariku? Apakah dia sudah tidak mencintaiku? Atau apa karna dia sudah mempunyai namja lain?

Namun, aku masih melihatnya, aku jelas melihatnya di matanya, Cinta

Aku yakin benar dia menangis ketika meninggalkanku…… lalu kenapa??

HA RIN!! AKU GILA KARENAMU!!!

Aku merindukannya, merindukan senyumannya, tawanya, sifat kekanak-kanakannya, aroma tubuhnya, bibir cherry nya dan aku rindu untuk melindunginya, menjadi penjaganya……..

Tuhan……beginikah rasanya kehilangan? Tak bisakah kau hilangkan rasa ini? Aku tak sanggup Tuhan…Aku terlalu mencintainya….

Aku harus mencarinya! Aku tak bisa hanya diam disini, aku –sangat – membutuhkan dirinya…

“I wanna be, wanna be your man Let’s go back to the way things were”

 

“ Mianhae, Minho-ssi aku tak bisa” begitu sederhana namun, sungguh sangat menyakitkan bagiku

“ Tapi kenapa? Setidaknya kau beri aku penjelasan, jangan menyiksaku seperti ini Ha Rin-ah”

“ Mianhae, jeongmal mianhae” aku hanya bisa tertunduk lesu..

Park Ha Rin, ada apa denganmu sayang? Kenapa kau seperti ini?  Kau bahkan memotong rambutmu dan kau memanggilku dengan sebutan apa tadi? “Minho-ssi” apa kah kau benar-benar sudah ingin melupakanku sayang?

Tapi sungguh Ha Rin aku tak bisa meninggalkanmu apalagi melupakanmu, aku membutuhkanmu – sangat – dihidupku..

Tak bisakah kita kembali seperti dulu? Kumohon…….

 

Sometimes when you’re sad. I don’t know your feelings. During then, I Kiss you.

I kiss your small hand, If it makes you feel better I would do it several times”

 

Memang benar kehilangan itu menyakitkan, namun mengetahui orang yang kita cintai itu merasakan hal yang lebih buruk dari kita itu lebih menyakitkan dari sekedar kehilangan.

Ya.. itulah yang sedang aku rasakan sekarang, memang sangat menyakitkan ketika kehilangan Ha Rin namun, sekarang aku merasakan sesuatu yang lebih menyakitkan…

*flashback*

“Minho kau harus ke dokter, lihatlah dirimu, tubuhmu dipenuhi luka-luka, kau jauh lebih kurus dan lihatlah itu kantung matamu sangat menghitam!” Minseok, kakak ku sudah berkata hal itu seharian ini aish! Sungguh bosan aku mendengarnya

“ne, ne aku akan pergi ke dokter, puas?!” akhirnya aku mengalah karna telingaku sudah cukup panas mendengar kakakku terus berkata hal yang sama seharian ini.

Tiba dirumah sakit aku langsung mengambil nomor antrian dan duduk diruang tunggu tanpa semangat sedikitpun, dasarnya memang sudah tak semangat ditambah lagi melakukan yang paling kubenci, menunggu.

Ah~ akhirnya tiba giliranku untuk diperiksa. Setelah selesai di cek kesehatan dan luka-luka di sekujur tubuhku diobati  juga telah mendaat resep obat aku hendak beranjak pergi namun tiba-tiba dokter itu berkata sesuatu yang sangat mengejutkanku..

“ Tuan, sebaiknya anda jaga kesehatan anda dengan baik, tubuh anda sekarang sangat lemah. Saya berharap anda lebih peduli kepada kesehatan anda karena kalau anda sakit siapa yang akan merawat istri anda? Dia juga pasti akan sedih mengetahui suaminya seperti ini”

Tunggu, apa kata dokter ini tadi? Istri? Merawat? Aku tak paham “maksud dokter?”

“loh, bukannya anda suami dari pasien nonya Park Ha Rin yang sedang koma saat ini?”

“MWO? KOMA?!”

*flashback end*

Ha Rin sungguh aku minta maaf…mianhae Rin-ah jeongmal minhae…

Penyesalan…

Itulah yang kurasakan sekarang, aku sungguh laki-laki paling bodoh yang ada didunia ini. Bisa-bisanya aku sampai tidak mengetahui kalau kekasihnya menderita penyakit Leukimia stadium akhir.

Sebenarnya Ha Rin sudah menunjukkan banyak gejala namun, aku tak pernah berfikir ia mengidap leukemia

Saat ia mulai sering terjatuh tanpa sebab aku mengira itu semua karna kecerobohannya

Saat kuacak rambutnya lalu ada beberapa rambut rontok aku hanya mengira itu akibat ia tidak merawat rambutnya dengan baik

Saat wajahnya pucat dan aku khawatir ia selalu berkata kalau ia hanya terlalu lelah dan bodohnya aku mempercayai hal itu padahal tak hanya sekali kejadian itu terulang

Dan yang paling fatal adalah ketika aku tak menyadari perubahan sikapnya selama ini aku mengira ia memang berubah karena sudah tak mencintaiku ternyata semua salah…

Minho pabo! Aku tak hentinya mengutuk diriku sendiri

“ Yeobo… bangunlah aku disini. Maafkan aku yang bodoh ini, sungguh maafkan aku…sadarlah changi.. I need you darl…”

Itulah kata-kata yang selalu aku ucapkan setiap hari ketika berada disisi tubuhnya yang sedang koma. Menjenguknya di rumah sakit sambil Membawa bunga, mengisahkan dongeng, bercerita tentang hariku, dan mencium tangannya adalah hal yang rutin kulakukan 1bulan belakangan ini. Pasti kalian bertanya kemana orang tua Ha Rin? Ya eomma dan appa Ha Rin sudah meninggal karna kecelakaan saat Ha Rin masuk universitas maka dari itu biasanya akulah yang menemani Ha Rin kalau ia ingin ke dokter, namun mengapa aku tak pernah tau ia menderita penyakit separah ini? Kau bodoh Choi Minho kau bodoh! Kutukku pada diriku sendiri

Belum ada kemajuan apapun selama 1 bulan belakangan ini. Ha Rin belum juga sadarkan diri, bahkan kondisinya semakin memburuk.

Tuhan…….sadarkan dia, kembalikan dia padaku.

“oppa…” suara lemah itu, suara yang sangat kurindukan, dia sadar!!

Sontak aku langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.

“Ha Rin! Ha Rin! Ah~ aku sangat senang kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu? Apakah ada yang sakit? Mengapa kau tak pernah menceritakan ini padaku?” cecarku

“oppa…bisakah kau tidak berlaga seperti wartawan kepada seorang pasien cantik sepertiku?”

Aish! Yeoja ini sedang sakit masih bisa-bisanya narsis. “YA! Neo..”

Belum sempat aku berkata dokter telah masuk ke dalam ruangan Ha Rin “Tuan tolong jangan berteriak kepada pasien yang baru sadar” sontak saja Ha Rin terkekeh melihat aku dipermalukan.

Tuhan, terimakasih telah kau kembalikan tawanya, tawa yang sangat kurindukan 1 bulan ini, tolong jaga tawa itu Tuhan, setidaknya untukku dan dirinya..

“ Ha Rin-ah apakah kau mau menerimaku kembali?” saat ini aku sedang berjalan-jalan ditaman rumah sakit dengan Ha Rin, walaupun masih menggunakan kursi roda namun, Ha Rin terlihat ceria.

“ maafkan aku Minho-ya aku tak bisa..” yak! Kurasakan hatiku remuk seketika

“ wae? Apakah karna aku tak layak untukmu?”

“aniyo, kau sempurna Minho-ya, hanya saja aku yang tak sempurna untukmu” katanya sedih

“mengapa? Karna penyakitmu ini? Ha Rin-ah asal kau tahu aku pun tak sempurna, begitu juga denganmu karna yang sempurna hanyalah Tuhan tapi bukankan justru ketidak sempurnaan yang kita punya itu yang membuat kita harus bersatu hingga kita bisa menjadi sesuatu yang mendekati sempurna?”

“ Tapi, aku tak pantas untukmu Minho-ya, aku hanya akan menyusahkanmu tak lebih dari itu.”

“ Ha Rin-ah aku bersumpah demi apapun akan kulakukan apapun untukmu, sekalipun aku harus merawatmu”

“ Maaf Minho-ya aku tak bisa, aku tak mau menghambat masa depanmu hanya karena aku yang penyakitan ini maaf kan aku”

“ Aku menerimamu dengan seluruh kekurangan dan kelebihanmu, aku mencintaimu dengan segenap jiwaku, aku membutuhkanmu dengan segenap hatiku jadi kumohon jadilah pendampingku” ku sodorkan kotak cincin yang memang sudah kupersiapkan jauh-jauh hari. Kini aku sedang berlutut disaksikan puluhan pasang mata disana, bisa kurasakan sesuatu yang hangat membasahi tanganku “Uljima Ha Rin-ah, kumohon jangan menangis” segera kuusap air matanya, sungguh hatiku sakit melihat tiap tetes air mata yang jatuh dari mata indahnya

“Minho-ya..tapi…”

“Tenanglah Ha Rin-ah aku sudah memikirkan ini matang-matang, aku sudah tau kau akan menolakku tapi kumohon kalau alasanmu menolakku karna penyakit yang kau derita lupakan itu, jadilah pendampingku, kumohon..”

When you’re tired and having a hard time Please let me stay by your side So I can give back to you the love I had only received Before this life ends”

Akhinya saat ini tiba, saat terindah dalam hidupku.

Aku dan Ha Rin disaksikan kerabat terdekat kami hari ini mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan. Ha Rin terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya, walaupun duduk di kursi roda dia tetap terlihat seperti bidadari bagiku.

Tuhan, terimakasih kau berikan aku dan dirinya waktu untuk merasakan kebahagiaan ini, kumohon jadikanlah kami selamanya, jaga cinta kami..

Hello, hello Beriku kesempatan Hello, hello Ku tak tahu bagaimana perasaanmu  Siapa tahu? Kita berdua telah ditakdirkan bersama”

Tak terasa sudah 7 bulan aku menikah dengannya. Mungkin inilah yang disebut keajaiban, Ha Rin yang diperkirakan hanya dapat hidup tak lebih dari 1 bulan ternyata bertahan sampai sejauh ini bahkan sekarang ia sedang mengandung anak kami.

Tuhan..terimakasih, tolong jaga buah hatiku dan cintaku..

When I lose my way in the dark forest When my young soul is crying Guide me like a light, like a miracle”

“ Oppa, jagalah dia baik-baik, jika kau merindukanku pelukalah ia. Jiwaku sudah tertanam dalam dirinya” itulah kata-kata yang Ha Rin ucapkan ketika sedang dalam kondisi lemah sehabis melahirkan.

“apa yang kau katakana yeobo? Kita akan merawat anak kita bersama. Kau dan aku, eomma dan appa membesarkan anak kita ne?” kurasakan mataku mulai memanas menahan airmata

“mianhae oppa, kali ini aku tak bisa memenuhi permintaanmu, aku harus pergi. Orang tuaku disurga juga membutuhkanku. Hiduplah dengan baik jagalah kesehatanmu, berikan cinta yang banyak untuk anak kita ne?”

“ani ani yeobo kau harus bertahan, kau wanita kuat. Tolong jangan tinggalkan aku, aku tak bisa hidup tanpamu ha rin kumohon..” air mata sudah tak dapat kubendung lagi

“uljima oppa, kau terlihat jelek ketika menangis ke-ke-ke” lihatlah dia masih bisa terkekeh walaupun kondisinya yang sangat lemah saat ini

“Ha Rin kumohon jangan tinggalkan aku sendiri, please keep being my light, my miracle”

“ kau tak sendiri oppa, kau mempunyai buah cinta kita, you have your light and your miracle”

“ tapi Ha Rin..”

“sstt” tangannya kini sudah berada dibibirku “biarkan aku pergi dengan tenang oppa, berjanjilah kau akan menjadi namja yang baik ne? jaga anak kita ya”

“ Ha Rin-ah..” kudekatkan bibirku dengan bibirnya, kurasakan rasa cherry bibirnya

“ Saranghanda Choi Minho…”

“ HA RIN!! YA!! PARK HA RIN!!”

Even if I try to avoid you, I can’t find a place to hide I’m trapped by you, who I can’t even deny If it was love, if you really loved me, don’t do this to me Her whisper is the Lucifer”

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Tak terasa anak ku kini sudah berusia 6 tahun itu berarti sudah 6 tahun juga Ha Rin pergi meninggalkanku. Awalnya aku memang kurang menyukai anakku ini karna ketika dia lahir aku kehilangan belahan jiwaku, namun entahlah aku tak bisa mengingkarinya aku sangat mencintai anakku ini. Mungkin sugesti dari perkataan Park Ha Rin atau memang karna anakku sangatlah loveable? Entahlah yang pasti saat ini aku sangat menyanyangi anakku. Aku tak sanggup berada jauh darinya.

“ Appa!! Kajja belikan aku ice cream!”

Ah Choi Minki mengapa kau sangat menuruni sifat ibumu?

“ iya pangeran kecil appa, mengapa kau sangat tak sabar? Huh?”

“ appa sudah berjanji akan membelikan aku ice cream tadi ayolah appa, kajja!” kini tangan kecilnya sudah menarik-narik tanganku..

Tuhan… entahlah sudah berapa kali aku bercerita padamu mungkin kau bosan tapi hanya kepada kau lah aku bisa bebas bercerita dan meminta.

Terimakasih karena kau telah hadiahkan aku seorang putra yang sangat tampan dan lucu, dan terimakasih telah memberikan pengganti Ha Rin karena putraku sangat bersifat sama seperti eomma nya. Terakhir permintaanku adalah bisakah kau samapaikan pada Ha Rin kalau aku sudah bangkrut karena tiap hari harus membelikan anaknya ini ice cream?

”I’m an idiot Your unforgettable love, The final tears Are ripping away at my whole heart It’s ripping away, I’m so sorry”
“This arrow that’s reached my heart Feels like a part of my body now

Even though it hurts to death I can’t remove you, who’s stuck in my heart Because for me, it’s love Even I can’t have you In the end, even when my heart is blocked

By the wall of sad connection I love you, if it’s a place where I can just watch you

Because you’re my everything I stay up for so many nights When the starlight becomes rain That doesn’t stop like my tears Remember that I love you”

 

“ In this world Let me only love you”

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Let Me be”

  1. ceritanya mengharukan thorrrr!!! pengen nangis aku bacanya ,DAEBAK T^T
    srooott *lempar tisu ke author #plak maaph ._.v*

  2. huakakaka, bangkrut krn beli es krim tiap hari?
    dr atas udah mellow2 gt, eh, ada yg gak keduga juga.. oke dah ini authornya..

    keep writing!

  3. huwa.. Mengharukan..
    Dah siap2 mw nangis, eh gara2 kalimat ‘bangkrut
    karena tiap hari harus
    membelikan anaknya ini ice
    cream?’ jadi ketawa dch..
    Keren, chingu..

  4. mwahahahahaaaaaaaaaa…. authornya sapa nihhhhh?? ngerusak mood!! orang lagi melow2, kasian c minho jadi duren (read:duda keren) yg masih muda (siap2 ngelamar jadi bini kedua).. ehhhh.. tau2nya endingnya c minho bangkrut… 😆

  5. Y ampun, keren ceritanya. Awalnya ngakak, tapi ujung2nya mellow, ehh endingnya ngakak lagi.

    Ng, aku cuma kasih satu kata deh. DAEBAK! Authornya Jjang deh. XD

    Tapi sayang banget menurut aku kok alurnya agak terburu-buru waktu Harin mau meninggal.. MENURUTKU LOH YA. Mungkin aja aku yang bacanya kecepetan??? ._______.v *dilempar author *ampuunnn

    Itu aja deh. Tapi keren kok, aku suka ceritanya! Like this d^^b

  6. Gomawo semua yang udah comment di ff ini ^^ saya (itaeminho) masih author baru jadi harap maklum jika ada kekurangan kkk~~ XD
    Alur memang agak kecepetan sih, mianhae XD
    skali lagi gomawo yang udah comment dan mau baca ^^

  7. huwaaaa………… T_T
    critanya mengharukan bnget thor,
    jdi nyesel tdi gak buru-buru bca yang ini.

    nice FF.!
    🙂

  8. Ini kenapa endingnya somplak? Wakakakak #lemparauthormouse

    Minho bangkrut? Kebetulan loh Ho, aku lagi nyari tukang bersihin mobil dirumahku, mau? #gantiandilemparmousesamaauthor

    Kkk~ aku suka! Awalnya bikin mellow tapi endingnya… aduh, wkwkwk.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s