Love Of A Friend – Part 1

Love Of A Friend Part 1

Author : lala-nrrmdhns

Main cast : Lee Taemin , Kim Kibum, Kim Eunhee

Other Cast : you’ll know

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Angst

Rating : General

Summary: “Pernahkah kalian mengalami cinta segitiga? Pernahkah kalian mengalah pada takdir? Pernahkah kalian mencoba melupakan sesuatu yang tak mungkin bisa terlupakan? Dan pernahkah kalian menyukai seseorang sampai-sampai kesulitan bernafas saat berada di dekatnya? Ya, cinta segitiga memang pahit… tetapi cinta segitiga itu akan terasa lebih pahit jika dirasakan oleh 3 orang sahabat se-hidup se-mati. Terlebih jika kau berada di posisi orang ke-tiga….. Persahabatan dan Cinta……. Yang mana yg akan kalian pilih?”

~~~

A.N : Sorry FF nya sedikit gaje. Cuman kepkiran buat FF trus akhirnya di post deh._. oh iya, part pertama ini cuman berisikan flashback. Makanya tulisannya miring semua(?). ini ceritanya murni dari pikiran aku yah. Terinspirasi dari lagunya ‘ U-Kiss – Love OF A Friend ‘ bagus banget artinya sampe-sampe bikin meler(?) T.T yaudah, segitu dulu bacotnya. Jangan lupa abis baca ninggalin jejak oke!

Enjoy~

~~~

Author POV

“umma.. appa… apa yang akan kita lakukan begitu sampai di seoul?”  Tanya seorang gadis kecil bersuara cempreng kepada orang tuanya yang sedang terkekeh melihat tingkah anaknya yang polos itu.

“putri kecil mau apa? Kita akan lakukan apa yang putri kecil mau~” ucap appa-nya lembut seraya membelaia rambut anaknya yang imut itu.

“mmmm….. aku mau bersenang-senang appaa!! aku mau ke pantai, ke taman bermain, ke kedai eskrim, dan ke tempat lainnyaa!!”  seru gadis kecil tersebut dengan bersemangat.

“tentu saja sayang… kita akan lakukan itu semua…”  balas ayahnya dengan tak kalah bersemangat.

~~~

Kibum hyung! Ayo kita bermain sepakbola di taman!!” teriak seorang namja kecil.

Ne Taemin-ah tunggu sebentar!” “umma!! Aku ke taman bentar yah~ mau main.. aku pergi~” lanjut anak tersebut sembari menyambar jaket dan sepatunya lalu berlari keluar rumah..

 

“Taemin-ah~ kajja!” ucapnya kemudian menarik temannya itu .

 

***

“ah hyung~ ayo kita bermain bola!!” seru taemin begitu sampai di taman bermain. Mereka berdua-pun langsung bergabung bersama anak laki-laki lainnya yang tengah asyik bermain bola di tengah lapangan.

 

Author POV End

 

Taemin POV

 

“ya hyung! Kau menendang bolanya terlalu jauh!!” pekik ku kesal. Yang benar saja, key hyung menendangnya sangat jauh sehingga aku harus berlari ke arah bola itu. Sepertinya key hyung mempunyai tenaga seperti super hero yang sering aku tonton di tv setiap minggu pagi. Dia sangat kuat.

 

“aduh dimana sih bolanya.. perasaan tadi jatuh di sekitar sini deh..” ketus ku sambil terus menelusuri jalan jatuhnya bola tersebut.

“ah itu dia!” aku pun berlari ke arah bola tersebut. Ku ambil bolanya dan hendak kembali untuk bermain sebelum mereka –teman bermain bola– memarahiku. Tetapi yeoja -sepertinya seumuran denganku- yang sedang duduk di atas ayunan tersebut menarik perhatian ku. ‘sedang apa dia di sini?’ tanyaku dalam hati.

 

“hei kau.. apa yang kau lakukan di sini sendirian?” tanyaku.

 

“…….”

Karna dia tidak menjawab, aku mendekatinya dan melihatnya lebih jelas.

“astaga kau menangis. Kenapa kau menangis? Ada masalah apa?”

 

“…..”

 

“yak! Kau ini tuli atau bisu sih? Jawab aku!” kataku kesal.

 

“hiks.. hiks…. Hueeeekkkkk” tangisannya meledak. Apa karna aku membentaknya? Aish dasar yeoja cengeng!

 

“hei.. hei.. uljima.. aku tidak bermaksud memarahi mu.. aku hanya bertanya… salah sendiri kau tidak menjawab.. lagi pula mengapa kau menangis? Apa yang kau lakukan di sini sendirian?”

 

“ah mianhae.. aku menangis bukan karna itu.. aku… aku hanya sedang sedih~” jawabnya dengan sedikit terisak. Suaranya benar-benar lucu. Perasaan ku saja atau yeoja ini sangat imut? Aish apa yang ku pikirkan.

 

“gwenchana.. sekarang, apa kau mau aku menemanimu disini agar kau tidak sendirian? Kau boleh cerita tentang masalah mu dengan ku sepuas mu. Siapa tau saja aku bisa membantumu.” ucap ku dengan nada polos. Aku sendiri tidak tau mengapa aku seperti ini, yang jelas aku sangat ingin menemani nya dan mendengar ceritanya.

 

“taemin-ah! Dimana kau?” teriak seseorang di balik semak-semak yang ku yakini adalah key hyung. Pabo taemin! Aku lupa mengembalikan bola ini.

 

“ah taemin! There you are! Kemana saja kau? Kami mencari mu tau! Lama banget sih. Yang lain udah pada pulang gara-gara nunggu kamu. Aku juga tadi udah hampirr ninggalin kamu. What take it so long?” omel sahabat ku yang berumur 2 tahum lebih tua dari ku. Yap, dia sangat pintar berbahasa ingris. “ah~ nugu?” lanjutnya sambil menunjuk yeoja yang sejak tadi hanya diam melihat kibum hyung mengomel.

 

“ah mianhae hyung, tadi aku ingin mengambil bola tapi aku melihatnya sedang menangis jadi kuhampiri dia dan aku lupa kalo hyung dan yang lain menunggu ku. Hehehe” kataku sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

 

“ah ne~ I see..” katanya sambil berhadapan dengan yeoja tersebut yang tengah duduk di ayunan sambil mendongak ke atas melihat kibum hyung dengan muka polosnya.

 

“hei kau! siapa namamu?” ucap key. aku hanya melihat yeoja itu menunggu jawabannya.

 

“eummhh.. namaku.. namaku eunhee.. kalian bisa memanggil ku yui.. nama kalian siapa?” katanya dengan wajah polosnya. Bisa kulihat sudut matanya masih lembab karna air mata.

 

“namaku taemin umur ku 3 tahun. Dan ini key hyung.. umurnya 5 tahun. Berapa umurmu?”  ucap ku spontan.

 

“yak! kau ini tidak sopan sekali. Langsung menanyakan umur “ ucapnya sambil terkekeh pelan. kenapa dia terkekeh? Ada yang lucu yah?  “umurku? Aku 2 tahun. Haha.. aku dongsaeng”

 

“yak! Tidak sopan bagaimana?” ucapku seraya mencibir.. mereka hanya tertawa melihat tingkah ku. kenapa orang-orang hobi menertawakan ku?

 

“ya sudah lah. Lagi pula ini sudah malam. Kajja, kita pulang ke rumah masing-masing.” Ucap key hyung menengah.

 

“ta-tapi… aku…. Aku belum ingin pulang… kumohon jangan Tanya alasannya mengapa…” ucap yeoja tersebut dengan nada yang kembali sedih.

 

“yasudah kalo begitu kita kerumah ku saja. Key hyung, malam ini kau menginap di rumah ku yah. Trus kita ngobrol-ngobrol di rumah ku. terserah yui mau nginap atau nggak. Yang jelas kita kerumahku dulu oke..” ucap ku.

 

“siap bos!” kata key hyung dengan nada andalannya. Kulihat yui terkekeh lagi. Kurasa malam ini akan menjadi malam yang seru.

 

***

Taemin POV End

 

Yui POV

 

“hahaha…” kamar taemin diisi dengan tawa dari masing-masing orang di dalamnya. Ya, disinilah aku. Bersama sahabat baruku.. entah kenapa, aku merasa nyaman bersama mereka. sangat nyaman. Bahkan aku telah banyak cerita tentang masalah-masalah ku kepada mereka. Dan Mereka  dapat membuat ku tertawa di saat kondisi ku sedih begini. Benar-benar sahabat yang baik. Yap, sahabat baru ku.. Lee taemin dan Kim kibum.. aku beruntung memiliki mereka walau baru beberapa jam yg lalu..

 

“yui-ssi.. kau tidak pulang?” sahut key yang membuyarkan lamunan ku.

 

“benar yui-ssi.. kau tidak mau di antar? Atau kau mau menginap di sini juga boleh.” Sambung taemin.

 

“aniya oppa.. tidak usah repot-repot. Aku juga harus pulang bukan? Oppa bisa pinjam telponnya?” ucap ku. Mengingat ini sudah hampir larut malam.

 

“ah ne tentu saja” jawab taemin sembari mengambilkan telpon rumah miliknya dan memberikannya kepadaku. Dengan lincah ku tekan nomor rumahku.

 

‘yoboseo.. disini kediaman keluarga kim. Ada yang bisa saya bantu?’

 

‘yak! Ini aku. Yui. Dimana jun ajjushi?’

 

‘oh, agasshi.. kami sangat menghawatirkanmu.. kami berusaha menghubungi mu tapi tidak di angkat. Ah~ tuan jun ada di luar. Sebentar saya panggilkan’

 

‘hp aku lowbat tadi. Jadi gak di aktif-in’ kata ku berbohong

‘oh iya jangan lama-lama!’

 

‘iya agasshi. Ini tuan jun.’

‘yoboseo agasshi.. kami menghawatirkan anda. Agasshi ada dimana? Biar  saya menjemput anda.’ Tuhkan selalu ajah melebih-lebihkan…

 

‘ah ne ajjushi, aku ada di jalan melati nomor 3.. jemput aku sekarang!’

 

‘ne agasshi. Kami akan menjemput anda secepatnya.’

 

Tuuutt… tuutt…

 

Aku pun buru-buru mematikan telponnya. Mengingat saat ini aku sedang ngambek sama mereka. Huh.. alih-alih aku kembali memperhatikan sahabat ku dari pada mengingat suasana di rumah.

 

“bagaimana yui-ssi? Kau akan di jemput?” ucap key oppa dengan nada bijak tapi khas anak-anak.

 

“ah ke~ aku akan segera dijemput. gomawo taemin oppa~” aku pun mengembalikan telpon taemin oppa yang berada di tangan ku.

 

“ne~ cheonma~ oh iya yui-ssi.. berapa nomor telpon mu?” Tanya taemin oppa.

 

“ah, sini biar aku tuliskan.” Ucap ku kemudian mengambil catatan buku telpon keluarga Lee.

 

“kau bisa menulis yui-ssi?” ucap key oppa dengan nada terkejut.

 

“ne. aku di ajar oleh guru ku sewaktu home-school-ing di amerika” jawab ku polos. Yang hanya di balas dengan anggukan dari kedua sahabat baru ku.

 

“mulai sekarang, kita bertiga sahabatan ne~ kita akan menceritakan apa pun masalah kita. Tidak ada yang di tutup-tutupi.. percaya satu sama lain dan terus berusaha untuk tetap bersama. Kita akan menjadi sahabat untuk selamanya.. yaksok?”  seru key dengan bersemangat.

 

“neeee!!!.. yaksok!” ucap ku dan taemin kompak dan lebih bersemangat. Hening kemudian.. lalu kita tertawa berbarengan.. kami pun mengaitkan kelingking mungil kami satu sama lain dan bersorak gembira. Selang beberapa waktu penjemput ku pun sudah tiba dan aku pamit kepada mereka.

 

“besok sore kita ketemu di taman lagi yah!! Di ayunan.. jangan sampai terlambat! Sampai jumpaa!!” teriakku begitu di dalam mobil seraya melambaikan tangan keluar jendela.

 

“sampai jumpa yui-ssi!!”

 

***

 

“Agassi dari mana? Agassi lapar? Mau kami hidangkan sesuatu?” aku tak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan pelayan ku itu. Mataku hanya mencari ke sekeliling rumah.

 

“dimana  appa sama umma?” Tanya ku sekenanya.

 

“bos kim dan nyonya kim masih di luar negri. Agassi kan tau sendiri mereka sibuk mengurus perusahaannya di London dan L.A~ perusahaan Agassi sedang maju pesat. “  timpal jun ajjushi yang sudah kuanggap sebagai om kandung ku.

 

“aku tidak peduli. Aku benci sama mereka. Mereka tidak menepati janji. Mereka meninggalkan ku bahkan tanpa pamit kepadaku. Cih, apakah mereka masih menganggapku sebagai anaknya?!” ucap ku dengan nada yang sedikit menaik. Tanpa memperdulikan mereka aku berlari menuju kamar ku dan membanting pintuku sekuat tenaga. Aku tidak mau menangis di depan pelayan-pelayan ku. Lalu dengan cepat ku telpon taemin dan key oppa lalu kuluapkan semua hingga larut malam dan tertidur sebelum telpon kututup. Bagi ku tak masalah pulsa habis, yang penting aku puas.

 

Yui POV End

 

~~~

 

8 Tahun Kemudian-

 

Author POV

 

Beberapa tahun ini, hidup yui diisi oleh canda tawa sahabatnya, taemin dan key. Dia benar-benar bersyukur mempunyai mereka. Jika tidak, yui pasti sudah kesepian setengah mati dan hampir gila dikarenakan keluargaanya itu. Tawa taemin, lelucon key–yang menurut yui sendiri sama sekali tidak lucu- , teriakan taemin, omelan key, pengertian taemin, dan kata-kata bijak key membut harinya berwarna. Benar-benar pertemuan yang tidak di sangka sama sekali. Bagi yui, tuhan memang mengirimkan kedua sahabatnya ini sebagai malaikat yang bertugas untung menghapus kesedihannya. Ditambah lagi orang tuanya yang sampai sekarang belum pulang juga. Tapi secara tidak langsung berkat orang tuanya dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cerdas. Menguasai 8 bahasa, sudah mengetahui sedikit-banyak mengenai dunia ekonomi khususnya bisnis, menghafal pelajaran yang seharusnya di pelajari anak usia 6 tahun diatasnya –umur yui sekarang sudah 10 tahun- dan mengetahui banyak hal dan berwawasan luas. Well, meskipun bagi yui itu tetap tidak berarti tanpa kehadiran kedua orang tua di sisinya.

About taemin, namja itu tumbuh menjadi namja yang cerdas dan sangan tampan, dia juga sangat ahli dalam menari dan juga menyanyi, meskipun baru 11 tahun, dia tergolong namja yang pintar, bahkan bisa dibilang sangat pintar. Tapi tetap saja, sikap polos  dan ceplas-ceplos nya (ngerti gak? ._.)itu tidak hilang. Bahkan semakin menjadi-jadi.

And the last, is kibum atau akrab di sapa key. Dia tumbuh menjadi namja yang dewasa dan cool –tapi sikap ini di tujukan ke semua orang terkecuali dua sahabatnya itu- well, karna dia yang tertua, dia yang paling bijak jika ada suatu masalah. Tidak jauh beda dengan taemin, dia tumbuh menjadi namja yang tampan dan cerdas. untuk anak se-usianya -13 tahun- dia sangat pintar. Dan tentu, kebiasaannya mengomel dan blak-blakannya tidak hilang. Layaknya sahabat sejati, mereka menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

 

***

“oppa!!” teriak yui yang tengah berada di ujung lapangan bola taman bermain seraya berusaha memanggil dua namja di ujung satunya yang sedang istirahat bermain basket. Kedua namja itu pun spontan membuang bola yang dipegangnya.mereka dengan kompak berbalik dan langsung menghampiri yeoja yang sedang duduk manis di bangku taman dengan senyuman yang memamerkan sederetan gigi putihnya yang kecil. Seperti biasa, rambut yeoja itu di kuncir dua dan memakai poni dan pakaian sederhana layaknya anak seumur dia. Yui terlihat memegang keranjang yang berisi sesuatu.

 

“ige mwoya?” ucap taemin yang matanya tengah meneliti keranjang yang dipegang oleh yui, begitupun key.

 

“ah~ ini roti dan susu yang aku buat dari rumah untuk kalian. Sebentar lagi kan kalian akan mengikuti turnamen basket dari sekolah masing-masing. Jadi kalian harus jaga stamina. Jangan sampai kelelahan oke? Sini duduk. Kita makan bersama” kata yeoja itu seraya menepuk-nepuk kursi taman di sebelahnya seolah-olah mengisyaratkan untuk duduk. Yap, mereka berdua –taemin dan key- memang akan mengikuti turnamen yang mewakili  sekolah masing-masing. Key sebagai kapten basket Junior High School-nya dan taemin sebagai kapten di Elementary School-nya. Tanpa ba-bi-bu mereka duduk di bangku yang tersisa.

 

“ini untuk mu taemin oppa. Dan ini untuk mu key oppa~” ucap yui sembari memberikan kotak makanan yang telah ia siapkan sendiri. Dan tentu saja ia juga membawa satu kotak untuknya.

 

“selamat makan!!” seru mereka serempak dengan senyum yang lebar.

 

“yui, kau ikutkan ke turnamen kita besok sore?” kata key dengan makanan yang belum ia telan di mulutnya.

 

“telan dulu makanan mu oppa. Jorok tau~” ucap yui mencibir. “ya pastilah aku datang~ masa iya aku gak datang~”

 

“yaksok?”  timpal taemin sambil menaikkan kelingkingnya yang sejurus kemudian di ikuti yang lain dengan berseru “yaksok!” . mungkin ini bisa di bilang  sebuah ritual (?) bagi mereka selama beberapa tahun terakhir ini.

 

Mereka melanjutkan makan siang mereka dengan lelucon-lelucon dari key dan taemin yang garing tapi menghibur.

 

“Agassi, mm…. Agassi harus pulang sekarang. Ini perintah tuan besar.” Ucap salah satu pelayan laki-lakinya yang cukup mengejutkan.

 

“ah? Ta-tapi…” kata yui sedikit keberatan apabila harus meninggalkan kedua sahabatnya di sini.

 

“Agassi, kata nyonya besar ini sangat penting” kata pelayannya takut-takut.

 

“ya sudalah. Huh, selalu saja begini. Kalian berdua, setelah selesai makan, simpanlah kotak makanan ku. Oke? Bye!”kata yui berlalu.

 

“tapi…. Dimana kita menyimpannya yui-ssi?” ucap key sedikit berteriak karna yui sudah menaiki mobilnya.

 

“terserah kalian. Aku pergi. Byee!!” teriak yui lebih keras seraya melambaikan tangannya.

 

“pyeong!”

 

***

“Agassi sudah sampai” kata itu dibalas yui dengan cepat melesat ke dalam rumahnya.

 

“aku pulang~” ucap yui seperti biasa ketika iya pulang rumah. Begitu ia masuk keruang tengah, ia mendapati sosok yang beberapa tahun ini hilang, Yang sangat ia rindukan, sosok yang ia inginkan untuk berada di sampingnya setiap saat. Yap, itu appa dan umma yui.

 

“ap-apa yang kalian lakukan di sini?” kata yui shock.

 

“putri kecil~” pelukan hangat yang sangat ia rindukan dari umma nya itu mendekapnya. Saat itu juga ia ingin menangis tapi ia berusaha untuk  menahan air matanya.

 

“putri I miss you~ kemasi barang-barangmu  sekarang nak.” ucap appanya lembut.

 

“wait. Mwo??…” kata yui yang masih shock dan tidak mengerti.

 

“little princess, we’re going to London sweetie~”

A.N: gimana? gaje yah? sorry, sorry._. ingat comment yah comment :3

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Love Of A Friend – Part 1”

  1. Lala-ssi, saya suka ceritanya. Yui yg nangis di ayunan karena ditinggal appa sama ummanya ya? persahabatan dari anak2^^, so sweet deh… tp kyknya mereka bakalan pisah, Yuinya mau pindahkah? Keep writing Lala-ssi, ditunggu part selanjutnya^^

  2. kenangan masa kecilnya lucu lucu,kebayang gimana taemin dan key yang masih unyu dan polos polosnya,,kyaa~

    aku penasaran bagian akhirnya,kayaknya yui bakal ninggalin kedua sahabatnya deh,,ditunggu part 2 nya thou! 😀

  3. yui bakal ninggalin key dan taemin yah? trus nanti balik lagi gak yah?
    enak yah yui pnya sahabat kayak taemin dan key mau juga donkk aku~
    senang sama ceritanya di tunggu lanjutannya 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s