I Love You Because Your Self

I LOVE YOU BECAUSE YOUR SELF

AUTHOR: Anafencing

Main Cats: Lee Jin Ki as Onew and Park Chan Jung as Kia

Support Cast: Kim Jonghyun, Kim KiBum as Key, Choi Minho, Lee Taemin, Kim Nana and etc (yang muncul nantinya).

Lenght: continue

Genre: love, sport, campus, life

Rating: general

A.N : annyeong readers….perkenalkan aku ana, ini ff pertama ku. Niatnya sih mau sequel, tapi aku liat gimana respond kalian dulu. Maaf ya kalau banyak gajenya.genrenya juga mungkin akan bertambah.  Tolong di koment ya, aku butuh tanggapan kalian. Yaudah dari pada banyak pidato kit abaca yuuukk. Yuuuukkk mariiii.

Author POV

Seorang lelaki terlihat sedang berlari menyusuri lorong tempat kampusnya, universitas Chungwoon. Dia berkuliah di fakultas seni sesuai dengan pekerjaannya sebagai seorang entertainment. Dia adalah salah seorang member dari satu boyband papan atas dikorea seletan. Tepatnya dia dia adalah Leader dari SHINee. Ya, dia adalah Lee Jinki atau lebih senang di panggil Onew.

BRUKKK!

“mianhhamnida”

Onew terjatuh dan menabrak sesuatu, buku-buku berjatuhan dilantai. Onew membantu membereskan buku-buku yang berceceran dilantai. Onew mencoba melihat apa yang ditabraknya tadi. Dan  ternyata dia menabrak seorang yeoja menggunakan jins putih dan baju berbahan kaos berwarna putih yang kerah bajunya melebar sehingga menampakkan bagian bahu gadis itu, dengan rambut di ikat kebelakang.

@@@

Onew POV

BRUKK!

‘Aiiish aku menbrak sesuatu, sial ! aku buru-buru ni’

“mianhamnida” aku segera meminta maaf dan membantu membereskan buku yang berjatuhan. Setelah membereskannya akumemberikan kepada seseorang itu dan ku lihat seorang yeoja memakai pakaian serba putih.

“YAK! Tak bisakah kau sedikit berhati-hati ? buku-buku ku jadi berantakan nih” kata yeoja itu membangukan lamunan ku.

“mianhamnida, aku buru-buru nih. Aku telat memasuki kelas ku” kataku meminta maaf padanya.

“tapi kalau jalan liat-liat dong jangan karena kamu terburu-buru kamu menabrak orang lain” lalu gadis itu pergi berlalu begitu saja.

Aku hanya bingung dengan tingkahnya tapi tak lama aku segera ingat bahwa aku terlambat mengikuti kelas vocal Park Songsaengnim. Aku pun segera menuju kesana  tapi apa yang ku dapat ternyata teman-temanku sibuk dengan kegitan mereka masing-masing. Aku masuk  dan langsung menuju tempat duduk ku yang biasa.

“ya haneul-ah ada apa ini ? Park Songsaengnim mana kok nggak masuk ?” Tanya ku pada teman yang duduk disebelah ku ini.

“tadi Park songsaengnim menelpon Bumjun katanya dia mendadak harus ke daegu segera karena ada urusan mendadak yang tak bisa ditinggalkan, tapi beliau ngasih tugas ke kita untuk buat rekaman suara kita saat bernyanyi tapi harus dengan menggunakan vibrasi dan teknik vocal lainnya, tugasnya boleh duet atau solo dan lagunya harus lagu barat dan dikumpulkan hari ini juga” haneul menjelaskan.

“MWO?! HARI INI ?!” onew kaget

“iya makanya lihat tuh yang lain lagi sibuk” onew melihat kearah teman-temannya yang sibuk dengan tugas yang diberikan kepada mereka.

Aku berpikir sejenak lagu apa yang akn ku nyanyikan untuk tugas ku kali ini. Tapi kurasa aku takkan bisa mengerjakan tugas ku jika aku berada dikelas ini, karena teman-temanku sangat berisik karena mereka berlatih.

Aku berkalan keluar menuju halaman belakang kampusku, itu dalah salah satu tempat favorit ku disini. Ketika aku berjalan melewati sebuah ruangan dank u dengar suara mezzo sopran seorang wanita

I don't know why I'm scared
I've been here before
Every feeling, every word
I've imagined it all
You'll never know, if you never try
To forgive your past, and simply be mine

I dare you to let me be, your
Your one and only
Promise I'm worth it
To hold in your arms
So come on
And give me a chance
To prove I am the one who can
Walk that mile
Until the end starts

Suaranya merdu sekali, tak ada nada yang meleset,semuanya pas dan aku benar-benar menikmatinya. Aku penasaran lalu ku intip sipa pemilik suara itu. Tapi ketika buka pintu sedikit melebar

“mau apa kau disini ? mau mengintip ya ?” Tanya seorang yeoja dan dia adalah yeoja yang tadi pagi ku tabrak.

“k kau ? a aku tak bermaksud mengintip. Tadi aku kebetulan lewat lalu mendengar suara dan aku penasaran”

“itu sama saja kau mengintip. PABO!”

“mianh, tapi apakah itu suara mu ?” Tanya ku penasaran

“bukan urusanmu tau!” dan dia meninggalkan ku lagi dengan keadaan dia sukses membuat ku heran. Yasudah lah aku tak mau memikirkan lagi gadis itu, aku pun segera menuju ke halaman belakang kampus.Dan benar saja disini sangat tenang.

Emmmh aku akan menyanyikan lagu apa ya ? untuk tugas ku. Mungkin lagu ini saja.

There can be miracles

When u belive

Though hope is frail

It’s hard to kill

Who knows what miracles

U can achieve

When u belive

Some how will

You will when u belive

Mungkin ini baik tapi sepertinya aku kurang mendapatkan feelnya deh. Aku berkutat lama di halaman belakang kampusku, tiba-tiba androidku berbunyi.

kimi dake wo motto atoniwa hikenaihodo motto akireruhodo

imi nado nai sa ikiteiku koto no youni

kokorono mamani oh I love you

“yeoboseyo” kata ku

“hyung kita tak ada jadwalkan hari ini ?” ternyata jonghyun yang menelpon ku

“nde jonghyun-ah, wae ?”

“hyung aku minta izin keluar ya, tidak lama kok nanti sore aku pasti kembali. Aku juga sudah minta izin kepada manager hyung kok” katanya dengan manja, dia tau aku paling tak bisa menolak permintaan dengan mata aegyo dan suara manja mereka.

“ya sudah ku izinkan. Tapi kau mau kemana jonghyun-ah ?”

“aku mau kampus sebentar, aku pengen mainband sama anak kampus”

“yasudah hati-hati di jalan, jikaada apa-apa hubungi aku, arachi ?”

“nde hyung, gomawo hyung” dan sambungan pun terputus.

Aku melanjutkan membuat tugas ku ini sudah siang tapi aku masih belum menyelesaikan tugas ku. Perut ku terasa lapar dan aku putuskan kekantin untuk membeli makanan.

@@@

Onew POV END

Kia POV

Aku sedang duduk di kantin fakultas seni, aku memang bukan mahasiswa fakultas seni tapi fakultas humaniora. Aku tadi di panggil oleh Song songsaengnim salah satu dosen vocal di fakultas seni ini. Beliau ingin aku bernyanyi nanti waktu acara penggalangan dana untuk sebuah panti asuhan anak-anak berkebutuhan khusus.

Aku sih kurang yakin tapi beliau sendiri yang memintaku untuk melakukannya, jadi aku berusaha untuk memenuhi permintaannya. Tapi pagi ini aku sial sekali aku telat bangun tidur, waktu aku di kampus ketika mau keruangnya Song songsaengnim aku ditabrak oleh seorang pria ku akui sih dia ganteng dan aku sangat menyukai matanya  yang sipit tapi bukuku berantakan dan jelas lutut ku biru karena terjatuh, terus aku ke ruang music yang kosong untuk bernyanyi sebentar tapi ada orang yang mengintip ku dan ternyata itu pria yang tadi dan yang terakhir kenapa kantin ini sangat rebut sekali. Tak bisakah aku mendapatkan ketenangan sedikit.

Aku berusaha untuk tidak menggubris keributan itu, tapi keributan itu sangat menggangguku. Hingga ku putuskan untuk menghabiskan minum ku dan aku ingin menuju ruangan ekskul fencing (anggar)1yang ada agak belakang kampus ini.

Aku berniat menghabiskan waktu ku disana. Sesampainya disana aku member salam pada Kwon songsaengnim pelatih anggar ku khususnya untuk jenis pedang floret2 ku. Aku lalu menuju loker untuk menyimpan barang ku dan mengganti pakaianku. Lalu aku kembali ke tempat latihan dengan sedikit pemanasan aku memakai baju dan perlengkapan anggar ku. Kali ini kwon songsannim menyuruh ku sparing dengan Nana teman satu ekskul ku yang bermain satu jenis pedang dengan ku.

Kami memainkan permainan yang cukup lama dan saling mengejar poin, hingga akhirnya aku yang menang dengan skor 14-15. Ketika aku membuka masker3 ku, aku merasa ada yang memperhatikan kami yang sedang berlatih . benar saja setelah ku lihat lagi itu adalah lelaki yang menabrak ku tadi pagi. Kenapa sih hari ini dia terus muncul. Jangan-jangan dia mengikuti ku ya?.

Aku penasaran lalu kuhampiri dia.

“ada apa kau kemari ? kau mengikuti ku ya ?” Tanya ku dengan galak

“a ani, aku tadi hanya kebetulan lewat dan tertarik melihat ekskul anggar,kau seorang atlit juga ya ?”

“berapa banyak kebetulan hari ini ? kau kebetulan menabrak ku, kebetulan mendengarkan ku bernyanyi dan sekarang kau bilang kau kebetulan melihat ku berlatih”

“chakkaman. Kau bilang kau bernyanyi ? jadi itu benar suaramu ?”

Gawat aku keceplosan nih

“w wae ?” Tanya ku gagap

“waah suara mu bagus sekali, kau dari fakultas mana ? pasti seni ?”

Apa katanya ? memangnya dia piker hanya anak seni saja yang bisa bernyanyi

“memangnya kau piker hanya anak seni saja yang bisa bernyanyi?”

“jadi kau bukan anak seni ? terus kau dari fakultas mana ?”

“untuk apa kau tau ?”

“kyyyaaaaa ada onew disini……” teriak suara dibelakangku yang tak lain adalah nana

“kia-ah kenapa tidak bilang ada uri leader disini” kata nana kepada ku

“buat apa mengatakannya padamu, memangnya dia siapa ?”

“tidak kah kau tau dia adalah mahasiswa teladan di fakultas seni dan dia adalah leadernya SHINee, makanya jangan terlalu sibuk dengan anggar dan buku mu”

“maafkan teman ku ini ya onew-ah, dia memang sedikit kuno, tapi dia baik kok. Oh ya perkenalakan aku kim nana dan ini teman ku park chanjung panggil saja kia. Kami dari fakultas Humaniora”

“nde, bangapseumnida” jawab lelaki yang bernama onew dengan senyum yang ramah dan apa ini ? senyumnya tadi itu seakan menghentikan detak jantung ku.

“ oh ya kia-ah kata taeyon tadi pagi kau di panggil oleh song songsaengnim untuk bernyanyi diacara pengalagan dana amal minggu depan. Bagaimana hasilnya?” kata nana suksess membuat ku malu di depan onew. Aku dari tadi berusaha menyembunyikan tapi nana malah membukanya dengan gampang, nana daebak membocorkan rahasia ku.

“mwo ? jadi itu benar suara mu ?”

“kau sudah mendengarkannya onew ? bagaimana bisa ?” Tanya nana dengan heran

“ceritanya panjang, tapi kia-ah mau kah kau menjadi teman duet ku untuk tugas vocal ku ?” pinta onew yang membuat aku dan nana kaget. Entah apa yang ada dalam pikiran orang ini.

“untuk apa ? aku tidak mengenal mu tau jadi untuk apa aku membantu mu?”

“jebal kia-ah, tugas ku akan di kumpulkan hari ini. Aku mohon kau membantuku”

“bantulah dia kia-ah, kau tidak kasihan melihatnya. Katanya kau menganut humanis tapi kenapa tidak mau membantunya”

“bukan begitu nana-ah, aku hanya ragu dengan suara ku ini” kata ku setegah berbisik kepada nana.

“menurut ku suaramu sangat indah jadi tak ada yang perlu di khawatirkan” jawab onew

“ta tapi-“

“sudah tak apa, kau hanya perlu bernyanyi dengan hati mu sisinya serahkan kepadaku, maukan ?”

“eeeemmh” aku ragu menjawabnya

“jebal kia-ah, aku akan memberikan apa pun yang kau mau”

Aku masih tak menjawabnya

“aku akan mengajarkan mu bernyanyi untuk acara minggu depan, tolonglah” onew memohon kepada ku, sebenarnya aku sangat tak tega melihat orang yang memohon kepada ku, tak ada salahnya ku turuti maunya. Lagian nanti dia akan memngajari ku bernyanyi untuk acara minggu depan.

“baiklah aku mau”

“kyaaaa uri kia hebat” nana berteriak memekakkan ditelinga ku

“gomawo kia-ah, kajja” onew menarik tangan ku dan membuat aku merasa seperti disengat listrik.

“chakkaman, aku harus ganti baju dulu, nggak mungkinkan aku pakai baju ini”

“oh okey aku menunggu mu, tolong jangan lama ya, waktu ku tak lama ni”  lalu onew melepaskan genggamanya.

Aku berjalan menuju ruang ganti dan menyimpan barang-barang ku di loker, kemudian aku menghampiri kwon songsaengnim untuk meminta izin dan langsung bergegas menuju onew yang sudah menungguku di depan.

“nana mana ?” Tanya ku karna tak melihat tanda-tanda kehadiran nana disini.

“nana pulang katanya dia ada keperluan lain, kajja kita ke ruang music”

“nde” aku megikuti onew dari belakang.

@@@

Kia POV End

Author POV

Hari sudah akan menjelang soer hari, tapi kampus masih terlihat ramai oleh mahasiswanya. Termasuk onew dan ana yang hendak menuju ruang music. Setibanya diruang music onew dan ana melakukan pemanasan untuk suara mereka dahulu.

“so lagu apa yang akan kita nyanyikan ?” Tanya kia dan onew mengeluarkan kertas yang bertuliskan lirik lagu ‘BEAUTY AND THE BEAST” dan menyerahkannya pada ana.

“lagu ini ?”

“kau bisakan ?”

“bisa sih, tapi….inikan lagu sulit”

“tak apa ku yakin kau bisa kok”

“eemmh baiklah aku coba, tapi ingatkan aku jika aku salah arachi ?”

“iya aku akan mengingatkan mu” lalu onew menghidupkan misik dan rekamannya.

@@@

Author POV END

Onew POV

Tale as old as time ‘ana mulai bernyanyi dan sungguh tak salah pilihan ku tentang lagu ini untuknya’
Than somebody bends
‘setiap nada yang keluar dari mulutnya selalu membuat ku terkagum dan hampir melupakan part ku’
Unexpectedly

Just a little change ‘dia menatap ku, aku tak bisa melihatnya, aku memilih menutup mata ku’
Small, to say the least
Both a little scared
‘duuh ini jauh lebih berat dari pada bernyanyi didepan ribuan penonton’
Neither one prepared
Beauty and the beast

Ever just the same
Ever a surprise
Ever as before
Ever just as sure
As the sun will arise

Tale as old as time
Tune as old as song
Bittersweet and strange
Finding you can change
Learning you were wrong

Certain as the sun
Rising in the east
Tale as old as time
Song as old as rhyme
Beauty and the beast

Aku mematikan music dan rekamannya. Akhirnya selesai juga, aku tak mengira aku bisa melakukannya bersama gadis ini. Karne jujur aku sangat gugup tadi. Dan sampai sekarang pun aku sangat gugup. Ada apa dengan ku ? tapi aku belum berani membuka mata ku.

“onew-ah, kenapa kau ?”

“a ani aku tak apa. Mari kita dengarkan suara kita”  alih ku

Kami terdiam dan mendengarkan rekaman suara kami. Aku memandang wajahnya yang begitu manis dan serius. Ada banyak hal dalam gadis ini yang menarik yang aku tak tau, dan aku ingin tau itu. Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi.

“waaaahhh, daebak! Ternyata suara ku bagus” ana tiba-tiba berdiri membuat aku terbangun dari lamunanku dan mengikutinya berdiri, tapi tiba-tiba dia memelukku membuat ku kaget.

Tak lama dia tersadar dan melepaskan pelukannya

“mianh aku tak sengaja”

“iya tak apa kok”

Lalu kami terdiam dan sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku sangat tak suka dengan keadaan ini.

“gomawo” kata ku

“nde ?”

“gomawo karna sudah membantuku menyelesaikan tugas ku”

“emmh, gomawo”

“untuk apa?”

“karna kau aku sudah berani dengan suara ku”

“ah, aku tak melakukuan apapun, itu karna kau sendiri”

“tapi kan tetap saja kau yang membantuku”

“terserah apa kata mu saja lah”

“yasudah aku mau pulang dulu ya”

“chakkaman” kata ku sambil menarik tangannya dengan tak sadar dan melepaskannya

“wae ?”

“aku akan mengantarmu tapi setelah aku mengantarkan ini ke ruangan park songsaengnim” kata ku dan mengeluarkan jurus aegyo ku.

“oke deh, aku menunggumu”  yes aku berhasil.

Lalu kai berjalan bersama menyusuri setiap lorong-loang kampus, ini membuatku merasakan betapa indahnya kampus ku. Padahalkan aku melihatnya setiap hari.

To Be Continue

1olahraga yang menggunakan pedang dan memakai baju berwarna putih

2salah satu jenis pedang anggar, ada 3 jenis pedang dalam anggar floret/foil, degen/epee dan sabel/sabre.

3pelindung muka yang dipakai saat bermain anggar.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “I Love You Because Your Self”

  1. Ana-ssi, saya suka cerita yg cast-nya Jinki^^ tapi saya belum nyambung banget nih antara judul sama isi cerita, apa ini ttg Kia yg gk PD sama suaranya ya? trus tiba2 diajak Jinki duet, jd Kia gk yakin bisa nyayi bagus.. (sambil mikir) Saya tunggu next part-nya ya Ana-ssi.. hwaiting! 🙂

  2. Koreksi dikit.
    Jinki seorang entertainmen?
    Harusnya entertainer kali ya..

    Yg lainnya typo,
    tak apa.. Nobody’s perfect.

    Lanjut next chapt;)

  3. Setuju sama comment yang diatas, ini ceritanya belum nyambung sama judulnya, tapi mungkin di part selanjutnya akan terlihat nyambung^^

    Untuk seseorang yang baru pertama kali bikin FF, ini bagus kok! Cuma, ada beberapa typo, tapi itu nggak apa sih.

    Oh iya, karakternya disini ‘Kia’ ‘kan? Kok tadi aku liat ada kata-kata ‘Ana’?

    Not bad lah, menurut saya ini permulaan yang lumayan bagus buat dijadikan sequel =)

  4. buat semuanya mksh ya komen n koreknya yang sangat berguna banget untuk aku
    aku akan berusaha untuk kasih yang terbaik lagi
    ini memang rencananya mau dijadiin sequel kok
    ditunggu ya makasih buat supportnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s