Neon Naegae Banhaesseo – Part 9

Title : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 9)

Author : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

Cast :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x),
  • Choi Minho SHINee,
  • Kim Kibum aka Key SHINee,
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x),
  • Kim Jonghyun SHINee,
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD,
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD,
  • Lee Jinki SHINee,
  • Lee Taemin SHINee,
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair
  • Juanshi aka Victoria aka Qiannie covered by Victoria Song f(x)
  • Juanhye covered by IU
  • Jo Youngmin covered by Jo Youngmin BOYFRIEND

Other Cast : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

Genre : Romance, Sad, Friendship

Length : Sequel

Rating : PG-16

Sumarry : “Ne. Kau boleh memanggilku seperti itu. Karena aku bisa membuatmu takkan menangis lagi. Kkaja! Ikut denganku!”

TRACKLIST:
G.NA-Black and White
DBSK-Mirotic
F(x)-Danger!
SHINee-Obssesion
2PM-Hands Up
SHINee-Romantic

ALL POV IS AUTHOR’S POV
@@@

Please listening: SHINee-Obssesion

FLASHBACK

“Jonghyun Hyung!!” teriak Minho pada Jonghyun sambil berlari ke arah namja bersuara emas itu. Jonghyun menoleh di sela-sela kesibukannya memainkan jari-jari tangannya di atas tuts piano. Lalu namja itu tersenyum ketika Minho sudah berada di sampingnya dengan nafas terengah-engah.

“Ada apa? Kenapa wajahmu panik sekali? Shin You baru akan ke Seoul bulan depan. Kau tidak perlu berlebihan seperti itu.” Jonghyun berbicara terlalu panjang membuat Minho sesekali mencoba membuka mulut untuk menyela perkataan Jonghyun namun terpaksa diurungkan karena Jonghyun melanjutkan kalimatnya lagi. “Kau tenang saja, Minho-ah.. Aku akan mengenalkan adikku padamu ketika dia datang nanti. Aku sudah merestuimu dan-“

“Hyung, changkamman!” Minho berhasil membuat Jonghyun bungkam. Jonghyun menangkap ekspresi kesedihan di kedua mata Minho yang dutujukan untuknya.

“Hyung, Key dan Vic.. Mereka.. Mereka sudah..” Minho menggantungkan kalimatnya dan tak berani menatap mata Jonghyun. Jonghyun bangkit dari duduknya dan mencengkeram kedua bahu Minho.

“Malhaebwa.” Kata Jonghyun datar.

“Mereka.. Sudah resmi.. Berpacaran.” DEGH! Perlahan cengkraman tangan Jonghyun di bahu Minho merenggang. Namja itu merasa sulit percaya akan apa yang baru saja dikatakan Minho.

“Bagaimana bisa??” tanya Jonghyun tampak kecewa. “Bukankah mereka bermusuhan? Bukankah mereka selalu bertengkar?”

“Benci dan cinta itu beda tipis, Hyung.” Kata Minho lirih. Minho menepuk-nepuk bahu Jonghyun. “Aku rasa Vic memang sebenarnya mencintai Key. Mereka memang sering bertengkar. Bahkan masalah yang tak penting pun selalu mereka perdebatkan. Beberapa hari yang lalu bahkan mereka saling memperebutkan peringkat pertama dalam ulangan umum semester di dalam kelas kan? Aku rasa itu hanyalah cara mereka untuk menarik perhatian masing-masing. Karena mereka memang saling menyukai sejak awal.” Jelas Minho panjang lebar membuat Jonghyun semakin merasa sakit hati.

Setetes air mata menetes dari mata Jonghyun. Namja itu menangis dalam diam.

“Lalu apa artiku bagimu, Qiannie?!” rutuk Jonghyun sambil menjambak rambutnya frustasi. Sedetik kemudian, tangisnya pecah. Tak ada yang bisa dilakukan Minho. Mencintai seseorang yang mencintai orang lain memang perih rasanya. Batin Minho.

“Uljimayo, Hyung. Mungkin dengan begitu Vic bisa bahagia. Cinta tak harus memiliki. Cinta adalah pengorbanan dan bahagia jika melihat orang yang kita cintai juga bahagia meskipun bukan kita yang ada di sisinya.” Kata Minho bijak dan mencoba menyemangati Jonghyun. Namun namja itu semakin tenggelam dalam kepedihannya dan perkataan Minho hanyalah angin yang lewat saja baginya. “Vic mungkin hanya menganggapmu sebagai sunbaenim yang dia hormati. Atau mungkin sebagai seorang oppa saja. Karena dia tidak memiliki kakak laki-laki.”

Jonghyun tak semudah itu membiarkan Vic bersama Key. Key memang sahabatnya. Tapi untuk masalah cinta, Jonghyun tak ingin membaginya. Apapun yang terjadi, Vic harus kembali padanya. Bersamanya.

Kedua tangan Jonghyun terkepal erat. Jonghyun mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Sedetik kemudian, namja itu justru menyeringai puas. Mungkin itu adalah caranya untuk menghibur dirinya. Atau mungkin ada maksud lain dari itu semua?

Jika kau tak bisa menjadi cintaku, akan kujadikan kau sebagai obsesiku. Tak peduli pada siapa hatimu kau berikan. Aku yakin aku akan segera mendapatkanmu. Kata Jonghyun dalam hati.

“Nan gwenchana. Aku akan merelakannya untuk Key.” Kata Jonghyun pada Minho berbeda dengan isi hatinya. Namja itu menyeringai lagi. Dan Minho yang tak tahu apa-apa, merasa lega mendengarnya.

@@@
@@@

Two weeks later..

“Bagaimana? Kau sudah menjebaknya?” tanya Jonghyun pada seorang yeoja di ujung koridor yang sepi dengan suara yang lirih. Yeoja itu mengangguk, tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya. Jonghyun tersenyum puas dan memberikan sejumlah uang pada yeoja itu. Lalu yeoja itu memberikan sebuah amplop besar berwarna cokelat pada Jonghyun.

“Semuanya ada di sana. Aku menyewa fotografer professional untuk memfoto kami saat itu.” Kata yeoja itu lalu pergi meninggalkan Jonghyun sendiri.

Jonghyun melangkahkan kakinya di sebuah koridor. Tanpa diduga, ketika dia melewati ruang Kepengurusan Kepresidenan Siswa, dia menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya.

“Hm.. Sepertinya aku harus membuat Key untuk datang dan melihat ini. Ini akan memudahkan rencanaku. Maafkan aku, Minho-ah. Aku terpaksa menyeretmu ke dalam hal ini.” Jonghyun pun mengambil ponselnya dari saku celananya dan menghubungi Key. “Yeobsseyo. Key-ah.. Datanglah ke ruang kepengurusan kepresidenan siswa. Qiannie menunggumu.”

“…”

“Ne. Katanya ada yang sangat penting yang ingin dia bicarakan denganmu.”

“…”

“Ppaliwa! Dia menunggumu sekarang.”

“…”

“ Ne, cheonman.”

PIPP! Jonghyun memutuskan sambungan teleponnya dan tak sampai lima menit, ia mendengar langkah seseorang yang berlari. Dan itu pasti Key! Bingo! Batin Jonghyun puas ketika melihat sosok Key. Jonghyun pun segera menyembunyikan dirinya di balik tembok koridor.

Dari tempat persembunyiannya justru Jonghyun dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi. Key menghentikan langkahnya ketika dia telah sampai di depan pintu ruangan yang dimaksud Jonghyun dan terpancar ekspresi kemarahan di mata Key. Key melihat Minho dan Vic tengah asyik bercanda. Bahkan kedua orang itu sampai tak menyadari kehadiran Key di tempat itu. Key merasa cemburu dan pergi dari tempat itu.

“Haha.. Ternyata ide yang tepat untuk memanfaatkan tingkat kecemburuanmu yang tinggi itu. Key-ah.. Ini baru permulaan. Masih ada ini di tanganku. Kali ini aku akan membuat Vic merasa menyesal telah memilihmu dibanding aku.” Kata Jonghyun dengan senyum liciknya seraya memandangi beberapa lembar foto yang baru saja ia keluarkan dari amplop besar berwarna cokelat itu.

@@@

@@@

Three weeks later…

Jonghyun bersembunyi di luar kelas ketika melihat Key dan Vic tengah bertengkar hebat di dalam kelas. Jonghyun menyaksikan hal yang paling ia harapkan itu. Kehancuran hubungan Key dan Vic.

“Kau selingkuh Key! Bahkan seantero sekolah tahu apa yang kau lakukan dengan murid pindahan itu!” pekik Vic keras sambil menangis.

“Aku tidak melakukannya. Foto itu rekayasa! Ada yang menjebakku!” kata Key membela dirinya.

“Aku tak percaya! Andaikan kau tak melakukan itu pun kenapa kau sampai tak sadarkan diri dan terjebak olehnya, huh?!” kata Vic sambil terisak.

“Aku juga tidak tahu bagaimana awalnya. Saat itu aku mabuk dan-“

“Apa?! Kau mabuk? Kau tahu aku sangat membenci seorang pemabuk! Kau keterlaluan, Key! Kau berubah!”

“KAU YANG BERUBAH!” bentak Key membuat Vic bungkam. Kacamata yang dikenakan yeoja itu sudah dilepaskannya karena bulir-bulir air mata telah menetes dari mata indahnya. Kedua mata yeoja itu terlihat mulai membengkak dan sembab. “KAU YANG PERTAMA MEMULAI! KAU BERSELINGKUH DENGAN MINHO!” Vic tersentak. Apa yang baru saja diucapkan oleh Key benar-benar tak pernah ia lakukan sebelumnya. Bahkan dia bersumpah dia tidak pernah berselingkuh dengan siapapun. Apalagi dengan Minho, sahabat terbaik Key sendiri.

“KAU MEMUTAR-BALIKKAN FAKTA, KEY! KENAPA SEKARANG KAU MENUDUHKU BERSELINGKUH?! AKU TAK MUNGKIN DENGAN MIN-“

“STOP! Nappeun yeoja! Jelas, kau pasti mengelak.” Kata-kata Key membuat hati Vic semakin mencelos dibuatnya.

“JOA! KITA PUTUS!” sentak Vic lalu yeoja itu berlari pergi. Jonghyun yang melihat Vic menangis dan berlari pergi langsung mengejar yeoja itu.

Key terdiam sesaat. Namja itu tak bergeming di tempatnya hingga akhirnya ia yakin kalau ini bukanlah akhir yang dia harapkan. Namja itu menyusul kepergian Vic.

Vic terus berlari tanpa menghiraukan panggilan Jonghyun. Yeoja itu berlari dengan cepat melewati koridor-koridor hingga sampailah dia di luar sekolah. Vic terus berlari dan tak memperhatikan jalan. Ia menyeberang dan tiba-tiba, tanpa menengok ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu, sebuah mobil pengangkut barang melaju kencang ke arah Vic.

“QIANNIE!! AWAS!! ANDWAEE!!” “VICTORIAAAAA!!” seru Jonghyun dan Key bersamaan memperingati Vic. Namun terlambat. Tubuh yeoja itu sudah terpelanting jauh setelah berbenturan dengan bagian depan badan mobil pengangkut barang itu. Key langsung berlari menghampiri tubuh tak berdaya Victoria yang tergeletak di atas aspal. Key menangis dan mengangkat kepala yeoja itu dan menidurkan kepalanya yang bersimbah darah di atas pangkuannya. Vic terbatuk dan memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya. Darah segar juga menetes dari lubang hidungnya. Vic kehabisan banyak darah dan tak sadarkan diri.

“ANDWAE! ANDWAEEEE!!” erang Key sambil membopong tubuh Vic dan membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Vic langsung dibawa ke ruang gawat darurat. Namun, sejurus kemudian tubuh Key melemas dan Key pingsan saat itu juga dengan seragam sekolahnya yang bersimbah darah.

@@@

@@@

Four hours later…

“Hyung..” kata Taemin di tengah keheningan yang menyelimuti keempat namja itu. Kecuali Key tentunya. Key berada di ruang rawatnya. Karena setelah kejadian itu Key belum sadar dari pingsannya. Namja itu mengalami shock berat karena rasa takut yang berlebihan ketika melihat Vic penuh darah saat itu. Keempat namja itu duduk di bangku depan ruang gawat darurat. Menunggu kabar dari uisa tentang keadaan Vic.

“Jinki Hyung, bagaimana ini? Aku takut kemungkinan terburuk akan dialami oleh Vic. Bagaimana cara kita menjelaskan semuanya pada Key? Aku juga turut andil dalam masalah ini. Karena kedekatanku dengan Vic, hubungan mereka menjadi seperti ini.” Kata Minho merasa bersalah.

“Jika Vic tak dapat diselamatkan, kita tak mungkin berbohong pada Key. Kita harus memberitahunya.” Kata Jinki bijak.

CKLEK!

“Permisi.. Siapa di antara kalian yang merupakan keluarga pasien?” seorang uisa keluar dari ruang gawat darurat sambil melepas maskernya. Keempat namja itu langsung bangkit berdiri dan menggeleng ragu.

“Keluarga kandungnya berada di China. Kami semua teman-teman dekatnya. Kita tak mungkin menunggu kedatangan mereka untuk mengetahui keadaan Vic yang sedang kritis saat ini.” Kata Jonghyun pada akhirnya dan uisa pun mengangguk setuju.

“Baiklah. Aku beritahukan pada kalian semua sekarang. Dengan sangat menyesal, Nona Victoria Song tidak bisa kami selamatkan. Segeralah menghubungi keluarganya. Karena pemakamannya harus segera dilaksanakan. Permisi.” Uisa pun pergi meninggalkan keempat namja yang tercengang di tempatnya.

“ANDWAEEEEE!!! KAJIMAYO, QIANNIE! KAU TAK BOLEH MENINGGALKANKU!” teriak Jonghyun histeris. Taemin dan Minho yang juga merasa sedih hanya bisa memeluk Jonghyun, membantu namja itu untuk lebih kuat menerima kepergian Vic. Sedangkan Jinki? Namja itu memejamkan kedua matanya dan menyenderkan punggungnya ke tembok. Satu tangannya terangkat memijat-mijat pelipisnya yang terasa sakit. Sebagai yang tertua, ini adalah saat-saat yang sulit bagi Jinki untuk mengambil keputusan.

“Ck.. Eottokhae??” gumam Jinki lirih.

@@@

@@@

Hari Pemakaman…
Di pemakaman…

“Kenapa uisa tidak memperbolehkan kita untuk melihat jenazahnya ya, Hyung?” tanya Taemin sambil berbisik di telinga Jinki. Taemin bertanya dengan raut wajah polosnya.

“Mollayo. Aku juga merasa aneh dengan hal itu. Hajiman, kata uisa tubuhnya penuh luka. Lagipula kita kan namja. Mungkin menurut uisa kita kurang pantas untuk melihatnya. Sudahlah, jangan banyak tanya.” Kata Jinki menyudahi obrolan singkatnya dengan Taemin. Dan Taemin hanya mengangguk kecil.

Hari itu hujan rintik-rintik membasahi bumi. Membasahi gundukan tanah terakhir yang menutupi liang makam milik Victoria. Jonghyun bersimpuh di hadapan nisan Vic sambil menangis. Kepergian Vic juga merupakan kesalahan terbesarnya. Perbuatannya yang sangat fatal yang membuat yeoja yang dicintainya pergi untuk selamanya.

“Kau masih hidup, Qiannie. Kau masih hidup! Selamanya aku akan menganggapmu seperti itu. Biarkan semuanya menganggapmu telah meninggal, tapi aku tidak.” Teriak Jonghyun keras-keras membuat semua orang yang datang ke pemakaman itu sedikit bergidik ngeri dengan sikap Jonghyun. Tapi sebenarnya seseorang yang mendengarkan hal itu merasa bahagia di balik tempat persembunyiannya.

“Jonghyun Oppa.. Aku di sini. Aku memang masih hidup. Tunggu aku, Oppa. Aku akan segera kembali. Terima kasih telah mencintaiku selama ini.” Kata yeoja itu lalu berlalu pergi.

FLASHBACK END

@@@

@@@

“Perkenalkan. Nama dia Juanhye. Dan Juanhye, ini adik kembarku Taemin dan ini Kim Hyeo So.” Kata Hyung Sae sibuk memperkenalkan yeoja berambut panjang lurus dengan poni menutupi dahinya, pada Taemin dan Hyeo So. Yeoja itupun mengulurkan tangannya pada Taemin dan Hyeo So. Taemin dan Hyeo So tersenyum dan balas menyalaminya.

“Anyeonghaseo. Juanhye imnida. Bangapseumnida.” Kata Juanhye fasih berbahasa Korea.

“Wow! Pengucapan bahasa koreamu fasih sekali, Juanhye-ssi.” Puji Taemin sambil tersenyum lagi.

“Aku belajar dari kakakku.” Aku Juanhye berbangga hati.

“Apakah dia orang korea?” kini giliran Hyeo So yang bertanya.

“Anniyo. Kami sekeluarga asli Chinesse kok. Tapi kakakku dulu pernah bersekolah di Seoul.” Jawab Juanhye disambut anggukan mengerti oleh Taemin dan Hyeo So.

“Sudah, sudah. Mengobrolnya dilanjutkan nanti lagi saja. Sekarang, ada proyek yang harus kita kerjakan.” Kata Hyung Sae seraya tersenyum penuh arti.

“Apa itu, Hyung?” tanya Taemin dengan wajah polosnya.

“Kalian sebentar lagi akan benar-benar menjadi model baju cosplayku.”

“Benarkah? Waah.. Aku sungguh tak sabar. Kkaja! Palli, palli!” Taemin langsung menarik tangan Hyung Sae dan membawa saudara kembarnya itu menuju penginapan. Menuju kamar mereka tentunya. Untuk mencoba baju-baju cosplay itu.

“Reaksinya berbeda sekali denganku dulu. Dia terlihat senang. Sedangkan aku dulu kaget setengah mati ketika Hyung Sae Oppa tiba-tiba memintaku menjadi modelnya.” Komentar Hyeo So.

“Jinccayo? Nado. Keundae, aku juga sangat penasaran dengan baju-baju cosplay buatan Hyung Sae-ssi.” Timpal Juanhye lalu berjalan meninggalkan Hyeo So. Hyeo So mengedikkan bahunya lalu mengekor mereka.

@@@

@@@

“Jangan memaksakan dirimu, Nhaena-ah..” nasihat Yurra ketika melihat Nhaena bangkit dari pembaringannya. Nhaena menghela nafas kesal. Dua hari ini ia hanya berada di atas kasur karena sakit masuk angin biasa. Namun itu sudah membuat punggungnya terasa sangat pegal dan terasa panas. Dan juga, ia tak ingin liburan gratis yang ia dapatkan ini terlewatkan dengan sia-sia hanya karena dia sakit.

“Aku ingin jalan-jalan, Eonni..” kata Nhaena menyuarakan isi hatinya. Kali ini Yurra yang menghela nafasnya.

“Tapi aku takut kau akan sakit lagi. Sepertinya udara di sini tak cocok dengan tubuhmu.” Yurra bangkit dari duduknya di pinggiran kasur menuju dapur. Sedangkan Nhaena menunduk lemas setelah mendengar perkataan Yurra yang sama saja menyatakan kalau dirinya tak boleh pergi kemana-mana dulu, seperti sebelumnya.

Yurra kembali ke hadapan Nhaena dengan membawa segelas air mineral dan beberapa obat di tangannya.

“Minumlah. Dan lebih baik kau beristirahat. Kondisimu belum pulih benar.” Ucap Yurra sambil menyodorkan obat-obat itu pada Nhaena. Nhaena justru merengut kesal.

“Shirreo! Aku tidak akan minum obat lagi sampai Eonni mengabulkan permintaanku.” Ancam Nhaena.

“Ya! Kau kekanak-kanakan sekali. Aiish.. Ne, ne. Malhaebwa. Apa maumu, hm?” tanya Yurra yang akhirnya mengalah.

“Aku ingin snorkeling. Bersama kau dan Jinki Oppa. Otthe?” Nhaena mengedip-ngedipkan matanya, mencoba memasang wajah seimut mungkin. Dan caranya berhasil, Yurra termakan perangkapnya.

“Aigooo.. Kau bahkan masuk angin, kenapa justru ingin snorkeling?? Ya sudahlah, nanti aku bicarakan dengan Jinki. Tapi sekarang kau minum dulu obatnya dan tidur. Jika besok keadaanmu membaik, kita snorkeling. I’ll promise..” Yurra terpaksa membuat kesepakatan dengan Nhaena untuk menyenangkan hati Nhaena, walaupun ia juga tak yakin apakah Jinki akan setuju dengan permintaan Nhaena. Tapi, apapun akan Yurra lakukan agar Jinki memberikan jawaban positif akan permintaan Nhaena ini. Yurra mungkin melakukan ini semua semata-mata karena dirinya masih terbebani rasa bersalah pada Nhaena karena secara tak langsung, Yurra lah yang telah merebut Jinki dari Nhaena. Namun ini saja masih belum cukup untuk mengobati luka hati Nhaena nanti jika yeoja itu tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya dan juga tunangannya sendiri.

“Asa!! Gomawo, Eonni!” jawab Nhaena girang lalu segera meminum obatnya, meneguk habis minumannya dan kembali berbaring lagi, lalu memejamkan matanya. Yurra tersenyum, namun senyum itu perlahan memudar karena ia kembali takut bagaimana sakit hatinya Nhaena nanti ketika mengetahui semuanya. Mengetahui yang sebenarnya tentang hubungannya dengan Jinki, yang masih berstatus sebagai tunangan Nhaena sampai saat ini.

@@@

@@@

ZZZZSSSSTTT..

Bunyi deburan ombak di laut terdengar menenangkan di telinga seorang namja dan seorang yeoja yang duduk di pantai berdua di atas pasir putih itu. Langit yang berwarna biru cerah dengan burung-burung yang berterbangan seakan menjadi saksi akan kebersamaan yang tengah mereka rasakan.

Jonghyun merangkulkan satu lengannya ke belakang bahu Vic sambil memejamkan matanya seraya merasakan buaian angin laut yang terasa menyejukkan baginya. Sedangkan Vic menyandarkan kepalanya di bahu kanan Jonghyun, juga dengan kedua mata yang terpejam. Seolah-olah dunia adalah surga bagi mereka berdua yang sepertinya tengah merasakan apa artinya “kasmaran”. Tapi, tak ada yang tahu maksud hati Vic saat ini. Saat ini dia memang terlihat damai dan bahagia. Tergambar jelas di raut wajahnya. Tapi sesaat kemudian air mukanya mengeras. Masih dengan memejamkan kedua matanya, yeoja itu kembali mengingat memori masa lalu yang mengeraskan hatinya beberapa tahun terakhir ini.

“Oppa, kapan kau akan kembali ke Seoul? Berapa lama kau akan berlibur di sini?” tanya Juanshi yang tak lain adalah Victoria.

“Eh? Mungkin lusa kami pulang. Waeyo?” tanya Jonghyun balik.

“Gwenchana. Aku ingin cepat-cepat memilih apartement yang baru bersamamu.” Jawab Juanshi sambil tersenyum licik. Namun Jonghyun tak mengetahuinya.

“Ne. Aku juga tak sabar.” Jonghyun tersenyum.

DRRRT.. DRRRT..

Ponsel milik Jonghyun bergetar. Jonghyun langsung melepaskan rangkulannya pada tubuh Juanshi dan menerima teleponnya.

“Yeobsseyo?” kata Jonghyun.

“…”

“Ah, mianhae. Ne, aku kembali ke penginapan sekarang. Tunggu aku. Ah, aku ada di rumah teman, dekat penginapan.” Jonghyun berbohong. “Ne. Annyeong!”

PIPP!

Jonghyun terkesan terburu-buru mematikan teleponnya.

“Nugu, Oppa?” tanya Juanshi yang merasa heran dengan sikap Jonghyun. Seperti ada yang ditutupi.

“Aku harus kembali. Mianhae, mungkin kita belum bisa bertemu lagi sampai aku kembali ke Korea. Annyeong!” Jonghyun bangkit sambil membersihkan pasir pantai yang menempel di celananya. Juanshi mengikuti. Sejurus kemudian, Jonghyun mencium bibir Juanshi kilat dan berlari meninggalkan yeoja itu. Juanshi menyentuh bibirnya yang sedikit basah karena ciuman kilat Jonghyun. Yeoja itu tersenyum. Tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang.

“Aiish! Jangan-jangan aku benar-benar jatuh cinta padanya? Aaah.. Etthokhae?” kata Juanshi sambil memukul-mukul kepalanya perlahan.

@@@

@@@

Aita duduk di kasurnya sambil merengut kesal. Aita sendiri. Hyeo So dan Shin You tak ada di kamar bersamanya. Dan Aita yakin kedua yeoja itu tengah bersenang-senang sekarang. Sedangkan dirinya? Entahlah. Jonghyun bahkan tak mengabarinya sejak kemarin.

TOK! TOK! TOK!

Terdengar pintu kamar Aita diketuk. Aita sudah bisa menduga siapa yang datang ke kamarnya. Aita lalu bangkit dan membukakan pintu.

“Hello, My Princess..” sapa Jonghyun sambil menyolek dagu Aita. Jonghyun langsung masuk ke dalam kamar Aita dan duduk di sofa. Aita memperhatikan Jonghyun dan memutar kedua bola matanya. “Chagiya.. Kemarilah..” kata Jonghyun sambil menepuk sisi sofa di sampingnya yang kosong agar Aita mau duduk di dekatnya. Aita menurut.

“Oppa, kenapa tidak menghubungiku? Oppa ada urusan mendadak? Padahal kan kita satu penginapan. Kau kan bisa barang sejenak datang ke kamarku.” Keluh Aita sambil menyenggol lengan namja di sampingnya itu. Jonghyun yang ditanyai seperti itu merasa bingung harus menjawab apa. Dia menjadi salah tingkah dan diam saja. Aita memperhatikan wajah kekasihnya itu lebih lekat. “Wae? Kenapa Oppa hanya diam saja?” tanya Aita mulai penasaran dan curiga.

“A-aniyo. Gwenchana. Nan gwenchana. Hehe.. Kemarin itu tiba-tiba saja ponsel Oppa tidak ada jaringan saja. Jadi tidak bisa menghubungimu atau sekedar mengirim sms. Mianhae..” kata Jonghyun sambil menatap ke arah lain. Jonghyun tak berani membalas tatapan Aita saat itu. Ia benar-benar merasa bersalah sudah berani membohongi Aita seperti itu.

Sejenak tak ada satupun kata yang terlontar dari mulut mereka berdua. Aita juga merasa ada yang aneh dari sikap Jonghyun. Sikap namja itu sedikit berbeda. Menjadi lebih pendiam dari biasanya yang selalu punya banyak cara untuk menggodanya. Namun itulah Jonghyun yang Aita kenal. Jonghyun yang apa adanya dan selalu bersikap jujur. Namun siapa Jonghyun yang satu ini? Dia bahkan terlihat sangat gelisah.. Keluh Aita dalam hati. Apa kau berbohong padaku, Oppa??

“Ah, mianhae. Kau merasa tidak, cuaca hari ini begitu panas? Aku kembali dulu ke kamarku untuk membersihkan diri ya. Kasihan juga Minho sendirian di kamar. Hehe.. Annyeong! Nanti malam aku ke sini lagi.” Jonghyun cepat-cepat keluar dari kamar Aita meninggalkan Aita yang terus memandangi kepergiannya dengan tatapan sedih.

“Oppa.. Kau kenapa? Kenapa menghindariku? Nan bogoshippoyo..” ucap Aita lirih dan mulai terisak.

@@@

@@@

Shin You dan Key terus berlarian di pinggir pantai berwarna langit jingga itu sambil tertawa bahagia. Sesekali mereka saling mengejar dan saling menyipratkan air laut satu sama lain. Alhasil, pakaian mereka menjadi basah-kuyup.

Ketika Shin You sibuk membenahi tatanan rambut panjangnya yang berantakan karena basah, diam-diam dari belakang, Key langsung memeluk tubuhnya dan mengangkat tubuh yeoja itu. Shin You kaget dan terus meronta sambil tertawa kegelian karena kedua tangan Key melingkar erat di sekitar pinggangnya, namun Key hanya menanggapinya dengan terus tertawa. Tanpa diduga, Key kehilangan keseimbangan dan jatuh ke air. Begitu juga Shin You yang ikut terbawa –tercebur ke air.

JEPRET!

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Hyung Sae mengabadikan kemesraan Key dan Shin You yang terlihat alami itu. Hyung Sae tersenyum sambil memperhatikan hasil foto yang ia ambil barusan di kamera DSLR-nya.

JEPRET! JEPRET!

Hyung Sae sibuk lagi memfoto kebersamaan Shin You dan Key tanpa sepasang kekasih itu sadari.

“Hyung..” tiba-tiba Taemin menepuk pundaknya. Hyung Sae menoleh dan seketika terkejut melihat apa yang dikenakan Taemin. Taemin mengenakan pakaian ala bajak laut berwarna merah lengkap dengan topi koboy berwarna hitam menghiasi kepalanya. Taemin juga memakai sepatu boot dengan warna yang senada.

“Waaaa!! Kau daebak, Saengi!” puji Hyung Sae sambil membenarkan letak topi koboy yang dipakai Taemin. Taemin hanya tersenyum malu-malu.

“Apakah tidak aneh?” tanya Taemin sambil memperhatikan dirinya sendiri.

“Anniyo! Kau justru kelihatan tampan. Ah, senangnya diriku memiliki kembaran yang sama tampannya denganku.” Angkuh Hyung Sae. Dan Taemin pun tertawa renyah. Hyung Sae pun segera mengambil gambar Taemin saat Taemin tertawa.

JEPRET!

“Hyung!” kesal Taemin. “Aku belum siap, tahu!” Namun sedetik kemudian Taemin langsung mendekat ke arah kembarannya itu dan ikut melihat hasil foto kakaknya.

“Hahaha.. Kau manis dan imut sekali di foto ini, Saengi!” puji Hyung Sae lagi sambil mencubit pipi adiknya.

“Hyung! Aku ini manly tahu!” kesal Taemin lagi sambil memanyunkan bibirnya.

“Aigoo.. Nomu kyeopta!” Kata Key yang tiba-tiba sudah berada di balik punggung mereka. Taemin dan Hyung Sae berbalik dan melihat Key tengah merangkul Shin You sambil tersenyum ke arah mereka.

“Hei.. Tidakkah kau ingin memfoto kami juga, Wakil Ketua?” tanya Key disusul anggukan kepala Shin You.

“Tadi aku sudah diam-diam memfoto kalian kok.” Jawab Hyung Sae enteng.

“MWO?! Mana-mana?? Sini, lihat!” kejut Key dan Shin You bersamaan lalu langsung mendekat pada Hyung Sae dan melihat hasil fotonya.

“Kalian tampak bahagia sekali. Ekspresi kalian benar-benar natural.” Kata Hyung Sae sambil menunjukan foto-foto Key dan Shin You yang tengah berpelukan, saling menyipratkan air dan sebagainya. Key dan Shin You merona. Merasa malu melihat foto mereka sendiri.

“Apa kau ingin menjadi seorang fotografer professional? Hasil foto-fotomu bagus sekali, Hyung Sae-ssi.” Puji Shin You sambil mengacungkan jempolnya pada Hyung Sae.

“Mungkin. Emm.. Bagaimana jika kalian juga menjadi modelku? Aku rasa aku punya baju-baju yang bagus untuk kalian pakai. Kkaja!” Hyung Sae mengalungkan kameranya dan langsung menarik Key dan Shin You menuju penginapan. Mencari baju-baju cosplay yang pantas untuk mereka kenakan.

“Ya! Hyung! Aiish, jincca. Sudah berapa orang yang dia rekrut untuk menjadi model baju-baju cosplaynya? Omo! Aku sendirian di sini. Bagaimana ini? Aku malu sekali berdiri di pinggir pantai dengan menggunakan baju seperti ini..” keluh Taemin sambil menoleh ke kiri dan kanan dengan raut wajah yang gelisah.

Di saat yang bersamaan, Hyung Sae berpapasan dengan Hyeo So dan Juanhye yang berjalan menuju pantai.

GLEK!

Hyung Sae menghentikan langkahnya dan menelan ludahnya sendiri. Matanya terus memandangi Juanhye tanpa berkedip. Juanhye menggunakan hanbok (baju tradisional Korea) berwarna biru muda dengan ornamen-ornamen bunga sakura di bagian roknya. Bandana dengan hiasaan kupu-kupu berwarna hijau juga menghiasi kepalanya dengan rambutnya yang ia biarkan terurai begitu saja.

“Nomu yeppoda..” Hyung Sae langsung menutup mulutnya. Ia keceplosan dan menjadi salah tingkah. Namun Juanhye terlanjur mendengar apa yang dikatakan Hyung Sae. Yeoja itu tersipu dan menunduk.

“Hyung Sae Oppa, kau mau kemana?” tanya Hyeo So yang berada di samping Juanhye pada Hyung Sae.

“Kau siapa?” tanya Key begitu melihat sosok Juanhye. Juanhye pun terkejut begitu melihat sosok Key. Juanhye sangat mengenal wajah Key. Dia tahu betul kalau Key adalah seseorang yang pernah bersama kakaknya di masa lalu dari foto Key bersama kakaknya yang masih kakaknya simpan. Namun Juanhye hanya diam saja.

Tiba-tiba Hyung Sae membuka suara, menjawab pertanyaan Hyeo So. “Ne? Ah, aku mau ke penginapan sebentar. Itu, Taemin di sana!” kata Hyung Sae sambil menunjuk ke arah yang berlawanan. “Kalian tunggu saja di sana.” Hyung Sae langsung menarik Key dan Shin You lagi untuk ikut bersamanya. Key terus menolehkan kepalanya ke belakang, memperhatikan Juanhye yang semakin jauh dari pandangannya. Key merasa Juanhye mirip seseorang. Seseorang dari masa lalunya.

DEG DEG DEG DEG DEG!

“Aiish! Kenapa dengan jantung?! Jantungku bertingkah aneh saat ini.” keluh Hyung Sae dan ternyata dapat didengar oleh Key dan Shin You. Kedua orang itu saling tatap dan terkekeh tertahan melihat sikap namja di hadapan mereka yang tengah sibuk menarik mereka.

Di sisi lain, Hyeo So dan Juanhye menuruti perintah Hyung Sae untuk menghampiri Taemin dan menunggu Hyung Sae bersama Taemin di pinggir pantai.

Hyeo So terperangah melihat sosok Taemin yang masih berdiri membelakangi dirinya sambil memandangi laut senja yang tampak kemerahan. Yeoja itu terpesona dengan penampilan Taemin yang terlihat gagah di matanya. Taemin Oppa terlihat manly sekali! Pekik Hyeo So dalam hati dengan mata berbinar-binar bahagia..

“Taemin Oppa..” panggil Hyeo So dan Taemin pun menoleh.

“Wae.. yo..?” tanya Taemin perlahan begitu melihat Hyeo So yang tampak sangat cantik dengan mengenakan pakaian ala maid (pelayan cafe). Hyeo So menggunakan bandana berbentuk renda berwarana putih. Bajunya yang berwarna hitam tampak kontras dengan renda-renda putih di bagian lengan dan sekeliling pinggangnya. “Kyeopta!” puji Taemin dan setelah mengatakan satu kata pujian itu mulut Taemin tetap menganga. Juanhye menahan tawanya dan menyenggol lengan Hyeo So. Hyeo So mendelik sebentar menanggapi Juanhye lalu menunduk dengan wajah yang memerah.

Taemin tersadar dan menutup mulutnya. Taemin juga merasa malu dan memukul-mukul kecil kepalanya beberapa kali. Hyeo So tersenyum melihat Taemin yang salah tingkah di depannya. Baru kali ini Taemin bersikap malu-malu dan salah tingkah seperti itu di depannya. Hyeo So jadi berpikir, apakah Taemin mulai membuka hatinya untuknya?

“Kau juga tampan sekali, Oppa.. Bisakah kita foto berdua saja?” tawar Hyeo So lalu mengambil ponsel dari saku baju maidnya. Dan Juanhye langsung merebut ponselnya itu.

“Aku saja yang menfoto kalian. Bagaimana?” Juanhye langsung mendorong tubuh Hyeo So hingga Hyeo So menabrak dada Taemin. Taemin pun reflek memeluk tubuh Hyeo So saat itu juga. Juanhye langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Yeoja itu bergeser ke samping Taemin dan Hyeo So dan memfoto mereka dari sudut tersebut.

JEPRET! JEPRET!

Dua foto bersamaan. Yang pertama ketika Taemin dan Hyeo So berpelukan. Yang kedua ketika Taemin dan Hyeo So saling memandang.

Wajah Hyeo So dan Taemin langsung memanas. Hyeo So segera menarik diri. Taemin pun mengambil topinya dan mengibas-ngibaskan ke arahnya, mulai merasa hawa di sekitarnya menjadi panas. Jantung mereka pun berdetak lebih kencang.

“Serasi sekali.” Komentar Juanhye sambil menunjukkan foto yang ia ambil di ponsel Hyeo So pada Hyeo So dan Taemin. Wajah kedua orang itu semakin memerah. Seperti kepiting rebus.

“Aigoo.. Panas sekali cuacanya ya..” kata Taemin canggung dan salah tingkah.

@@@

@@@

“Wakil Ketua, kau memintanya memakai baju seperti apa sih? Shin You lama sekali keluarnya..” Ini mungkin sudah kesepuluh kalinya Key mengeluh di depan Hyung Sae semenjak mereka berdiri menunggu Shin You yang tengah mengganti pakaiannya di kamar Hyung Sae dan Taemin. Hyung Sae hanya menanggapinya dengan menghembuskan nafas panjang. Dan beberapa kali Key melihat ke arah jam tangannya. “Hei, bisakah kali ini kau mau menjawab pertanyaanku?” tanya Key lagi dan kali ini Hyung Sae mengangguk. “Kenapa kau memintaku untuk memakai setelan jas putih ini? Formal sekali.”

Hyung Sae tersenyum. “Jika kau tidak memakai jas, mungkin tak akan cocok dengan apa yang dipakai Shin You nanti.” Jawab Hyung Sae. Namun Key justru menampakkan wajah bingungnya.

“Keundae, kita kan hanya akan foto..” komentar Key.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. CEKLEK!

“Memangnya Shin You akan pakai baju seperti a.. pa…??” suara Key seketika melirih dan melambat. Kedua mata Key membulat ketika dilihatnya Shin You berdiri di hadapannya mengenakan gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan dan menampilkan leher jenjanganya dan pundaknya yang indah itu. Shin You juga mengenakan cadar sehingga wajahnya menjadi terlihat samar-samar. Kedua tangannya juga menggenggam sebuket bunga mawar merah sungguhan yang entah darimana Hyung Sae bisa mendapatkan bunga hidup itu.

“Gawat!” kata Key tiba-tiba sambil mendekat pada Shin You. Shin You yang sedari tadi hanya menunduk, sontak mendongakkan kepalanya. Kedua mata mereka pun bertemu.

Hyung Sae mendapatkan sinyal-sinyal romantis yang akan tercipta sebentar lagi di antara Key dan Shin You. Namja berambut merah menyala itu langsung berpindah tempat dan bersiap akan memfoto sepasang kekasih itu dari angle kamera yang tepat.

JEPRET!

Satu gambar terambil ketika tangan Key berada di pipi Shin You.

“Gawat kenapa, Key?” tanya Shin You sambil menunduk lagi. Shin You sebenarnya merasa malu bermesraan di depan Hyung Sae dan bahkan sampai difoto-foto seperti itu. Namun Key juga tampak biasa-biasa saja. Jadi Shin You mencoba mengimbangi Key dan tidak merusak atmosfer romantis yang mulai tercipta.

“Gawat.. Kau semakin manis.” Kata Key sambil tersenyum.

BLUSH!

JEPRET! Hyung Sae memfoto mereka lagi.

Pipi Shin You merona. Shin You semakin menyembunyikan –menundukkan wajahnya.

“Hei.. Lihat mataku. Aku berkata jujur.” Key menarik dagu Shin You dengan tangannya agar Shin You mau menatapnya. Shin You pun mendongak. Dan saat itu juga Key menempelkan dahinya ke dahi Shin You dengan mata terpejam.

JEPRET! JEPRET!

Hyung Sae kaget ketika melihat hasil fotonya yang terakhir, gambar yang terambil adalah ketika Key tengah mencium bibir Shin You.

“Hei.. Sepertinya kalian tak perlu foto pre-wedding lagi jika kalian akan menikah nanti.” Komentar Hyung Sae sambil tersenyum. Key tampak berpikir. “Ini saja sudah sangat bagus.” Tambahnya.

“Menikah?” Lalu Key tersenyum. “Bagaimana jika kita menikah setelah kita lulus nanti?” Shin You tak dapat menahan rasa malunya dan langsung memeluk Key. Key tertawa.

“Sudah-sudah.. Ayo ke pantai. Yang lain sudah menunggu kita.” Hyung Sae meninggalkan mereka berdua dan akhirnya sepasang kekasih itu mengikuti.

@@@

@@@

“Hyung, kau darimana saja??” tanya Minho pada Jonghyun yang tampak khawatir. Jonghyun merebahkan tubuhnya di depan tv.

“Bagaimana ini, Minho-ah? Dia benar-benar kembali.” Kata Jonghyun lalu duduk dan menatap Minho serius. Minho mendekat dan duduk di samping Jonghyun.

“Siapa?? Jangan-jangan..” Minho menerka-nerka.

“Ne. Dia Victoria. Qiannie. Dan aku tak bisa melepaskannya sekarang! Aku sadar aku masih mencintainya.” Terang Jonghyun.

“Mworago?! Kau gila, Hyung! Bagaimana dengan Aita? Kau akan mencampakkan dia, Hyung?” Minho mulai marah dan mengalihkan pandangannya. Minho tak habis pikir dengan perkataan Jonghyun.

“Bahkan aku sudah berani membohonginya tadi. Aku tak bisa berkata jujur kalau dari kemarin aku pergi berdua bersama Qiannie.” Aku Jonghyun. Minho bangkit dan bersiap akan melangkahkan kakinya pergi.

“Kau mau kemana, Minho-ah?” pertanyaan Jonghyun menahan langkah Minho.

“Aku ingin menemui Aita. Kau tega sekali, Hyung! Kau selingkuh!!” bentak Minho sambil membanting pintu kamar.

BLAM!

“Arrgggghhh!!!” erang Jonghyun dan dirinya mulai menangis. “Siapa yang harus aku pilih? Keduanya sangat aku cintai. Apa aku benar-benar tamak jika aku tak ingin melepas cinta pertama dan cinta keduaku??” gumam Jonghyun pada dirinya sendiri.

@@@

@@@

CEKLEK!

Pintu kamar Aita terbuka sebelum Minho mengetuk pintunya. Sang pemilik kamar pun ikut terkejut melihat Minho kini berada di depannya.

“Minho-ah.. Waeyo? Kau ingin bertemu dengan Shin You? Tapi Shin You-“

“Aita-ah.. Temani aku jalan-jalan yuk?” Aita mengernyit heran.

“Kkaja!” ajak Minho sambil menarik tangannya. Sambil berjalan bergandengan, Aita terus merasa heran dan memperhatikan raut wajah Minho yang terlihat menahan emosi.

“Sebenarnya kita mau kemana?” tanya Aita lagi. Dan ia berharap, Minho mau menjawab rasa penasarannya.

“Menuju suatu tempat dimana kita bisa serius untuk mengobrol berdua.” Jawab Minho sekenanya. Aita bungkam. Aita merasa ada sesuatu yang penting yang ingin Minho katakan padanya dan menyangkut tentang dirinya.

“Sudahlah di sini saja.” Kata Minho akhirnya menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangannya di tangan Aita.

“Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat marah? Ada masalah apa?” tanya Aita polos.

“Ne. Sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini semua. Tapi ini harus. Aku bukannya ingin mempersulit hubunganmu dengan Jonghyun Hyung. Tapi akan lebih sakit jika kau tahu kebenarannya nanti. Jadi aku ingin kau tahu lebih awal.” Jelas Minho. Aita hanya bisa mengangguk pasrah. Ia sudah bisa mengira apa yang akan dikatakan Minho sebentar lagi. Mungkin kecurigaannya akan terungkap.

“Jonghyun Hyung.. Dia.. Berselingkuh.” Aita tersentak. Ia memandang Minho kaget dan tak percaya, namun sinar mata Minho mengatakan kalau apa yang dikatakan namja itu memang benar adanya. Air mata mulai menetes di pipi Aita.

“Ne. Aku sudah mengira. Beberapa hari ini sifatnya memang mulai berubah. Tapi, dengan siapa?” tanya Aita mencoba tegar.

“Victoria Song. Dulu dia kekasih Key saat kami masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Dialah cinta pertama Jonghyun Hyung dan Key. Tapi dulu Vic lebih memilih Key. Hingga karena suatu kesalahpahaman, Vic memutuskan Key dan kecelakaan itu terjadi. Vic meninggal. Key mengalami depresi berat setelah itu. Dan sepertinya, Key kehilangan ingatannya tentang Vic. Setelah depresinya sembuh, ia tak pernah sekalipun bertanya tentang Vic atau hal-hal yang berhubungan dengannya. Dokter pun mendiagnosa Key demikian. Dan kami semua sepakat untuk mengubur dalam-dalam kenangan tentang Vic dari Key. Tapi sekarang, yeoja itu kembali. Dan sayangnya, Jonghyun Hyung bertemu dengannya. Mianhae Victoria..” sesal Minho setelah menceritakan semuanya.

“Hajiman, bukankah dia sudah meninggal? Kenapa dia hidup lagi?? Lalu untuk apa kau meminta maaf, Minho-ah?” tanya Aita sambil terus terisak.

“Ne. Yang kami tahu dia sudah meninggal. Bahkan kami semua datang ke pemakamannya saat itu. Kecuali Key yang masih dalam perawatan karena depresinya. Tapi saat itu memang ada sesuatu yang janggal. Kami semua tak boleh melihat jenazahnya. Entah kenapa..” Aita menghapus air matanya. “Aku rasa dia memiliki rencana jahat untuk kita semua. Terutama pada hubunganmu dengan Jonghyun dan hubungan Key dengan Shin You. Hhh.. Padahal dulu Vic adalah yeoja yang baik hati.” Tambah Minho.

“Lalu kita harus bagaimana?” tanya Aita kebingungan.

“Yang penting adalah, kita harus menyadarkan Jonghyun Hyung kalau dia telah salah jika memilih untuk bersama yeoja itu lagi dan menjaga Key agar Key tak bertemu dengannya. Aku takut depresi Key akan kambuh.” Nasihat Minho. Aita mengangguk mengiyakan.

“Biarkan aku yang bicara pada Shin You nanti.” Kata Aita mengakhiri pembicaraannya dengan Minho.

@@@

@@@

“Apakah Nhaena sudah sembuh?” tanya Jinki sambil mengganti channel tv, mencari acara tv yang menarik untuknya. Yurra mengangguk dan duduk di sampingnya sambil memakan makanan ringan yang ada di tangannya. Jinki melirik dan terlihat tertarik.

“Mau?” tawar Yurra. Jinki mengangguk semangat dan langsung membuka mulutnya, meminta untuk disuapi. Yurra tersenyum sambil menggeleng, tapi pada akhirnya mau menyuapi Jinki juga. Jinki tersenyum sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya dan mengusap-usap puncak kepala Yurra.

“Kekasihku ini memang sangat baik. Saranghaeyo, Han Yurra..” kata Jinki yang mulai mendekatkan wajahnya, ingin mencium Yurra. Yurra memejamkan matanya. Namun..

“Oppa.. Eonni.. Kalian..” Jinki dan Yurra langsung berbalik dan mendapati Nhaena yang menatap mereka sambil menangis. Yurra langsung bangkit dan menghampiri Nhaena.

“Nhaena-ah.. Ini tidak seperti yang kau kira. Kami..” penjelasan Yurra tersendat melihat tangis Nhaena semakin menjadi. Yurra ingin menyentuh dan menghapus air mata di pipi adiknya itu. Namun Nhaena menepisnya dengan kasar.

PLAK!

“Han Nhaena!” bentak Jinki ketika dilihatnya Nhaena bersikap kasar pada Yurra.

“KALIAN PEMBOHONG! OPPA, KAU BERSELINGKUH!!! KALIAN SAMA SEKALI TAK BISA KUPERCAYA!!” pekik Nhaena keras lalu yeoja itu berlari keluar dari kamar.

“Nhaena!” panggil Yurra dan hendak mengejar Nhaena. Tapi Jinki langsung memeluk Yurra dari belakang. Menahan yeoja itu untuk tidak pergi. Yurra terisak hebat.

“Tenanglah. Biarkan saja dia. Aku di sini. Pikirkanlah saja tentang hubungan kita. Kejadian seperti ini pasti akan terjadi. Saranghaeyo, Yurra-ah. Jeongmal saranghaeyo. Tenanglah.. Nhaena butuh waktu untuk sendiri. Dia pasti akan kembali.” Yurra masih menangis di dalam dekapan Jinki. Jinki semakin mengeratkan pelukannya. Memberikan kekuatan dari kehangatan tubuhnya.

“Aku merasa sangat bersalah pada adikku sendiri, Jinki-ah.. Aku.. Aku telah merebutmu darinya..” isak Yurra.

@@@

@@@

Aku benar-benar bodoh. Aku benar-benar yeoja yang malang. Aku tak mau mencoba mencintai Jinki Oppa di saat Jinki Oppa dengan tulusnya mau mencintaiku dulu. Dan sekarang, saat dia sudah bersama Yurra Eonni, aku malah merasa benci, cemburu dan muak. Bodoh! Pabo! Rutuk Nhaena dalam hati.

BRUK!

“Chogiyo Agasshi, gwenchanayo?” tanya seseorang sambil membantu Nhaena berdiri. Namun Nhaena hanya diam saja.

“Han Nhaena?” tanya namja itu ketika lebih jelas melihat wajah yeoja yang baru saja ditolongnya itu.

“Kau.. Kenapa tahu namaku?? Siapa kau?” tanya Nhaena heran.

“Aku dokter yang dulu merawatmu. Choneun, Jo Youngmin imnida. Kau memang belum pernah melihatku karena waktu itu kau masih pingsan. Senang bertemu denganmu lagi. Bagaimana? Kau sudah sembuh?” Tanya namja berambut pirang emas itu. Namun Nhaena justru melanjutkan tangisnya. Bahkan semakin keras. “Eh?? Kau.. Kenapa menangis?” tanya Youngmin lagi ketika melihat kedua mata Nhaena basah. Youngmin kelabakan.

“Kakak..” kata Nhaena.

“Ne? Kakak?” Youngmin bingung mendengar ucapan Nhaena.

“Bolehkan aku memanggilmu ‘kakak’? Bolehkah aku ikut bersamamu? Aku.. Aku tak ingin pulang. Semuanya jahat padaku.” Nhaena menangis lagi. Entah apa yang dirasakan Youngmin, tapi Youngmin begitu tak tega melihat yeoja yang berada di hadapannya itu terus menangis. Sontak Youngmin memeluk Nhaena.

“Ne. Kau boleh memanggilku seperti itu. Karena aku bisa membuatmu takkan menangis lagi. Aku akan menjadi kakak yang baik untukmu. Uljimayo.. Kkaja! Ikut denganku!” Youngmin melepaskan pelukannya dan langsung menarik tangan Nhaena untuk ikut bersamanya. Awalnya Nhaena merasa ragu, namun akhirnya secercah senyuman menghiasi bibirnya.

To Be Continue…

Gimana-gimana?? Aneh ya? Hehe.. Mianh. Konflik datang bertubi-tubi ya? Ada yang gemes? Sebel sama Vic? Atau Jonghyun? Oke, jangan lupa komentar dan tunggu next part-nya oke.. ^^d

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

28 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 9”

  1. Aaahhh..
    Gmn ini?gmn ini?konfliknya masih teka teki, belom smpe klimaks.

    Sub judul di chapter ini adalah: Dilema cinta pertama,

    yasudah, Nhaena sm Youngmin ajah,*maksa Author*

    1. Hehe, iya. Emang bikin gregetan. Waktu aku buat part ini juga kebawa emosi sendiri. Tapi ini udah menjelang part akhir kok. Nda lama lagi bakal the end.

      Haha.. Nhaena sama Youngmin cocok kah? Oke deh, liat aja nanti.

      Tenkyu selama ini udah baca n komen terus. ^^
      Oh iya buat Naega Saranghae “Our Marriage” aku 3 bulan yang lalu baru kirim part 1-part 8A. Jadi next part yang dipublish adl part 8A n’ mungkin kelanjutannya bakal lama lg dipublish di sini karena sampe sekarang aku belum bikin lanjutannya. Tapi kalo mau baca yang part 8B n udah nda sabar, bisa hub aku lewat FB: Ervina Herdiyastuti (Papilon Lynx). Karena yang part 8B nda sempet aku kirim ke sini.

  2. Waaahhh!!!
    kerenn aku baru nemu ff mu yg 1 ini thor..
    oKey kayaknya aku harus baca dari awal, aku masih agak kurang ngerti jln critanya *yaiyalah bacanya dr tengah gini*
    aahh tuh kan seperti biasa cast yg sama tp kayaknya pairingnya agak beda dgn biasanya..
    Next part ditunggu..
    oia Naega Saranghae “Our Marriage”kapan publish thor? aku jg penasaran bgt ma yg 1 ituu..

    1. Walah, kamu kudet nih sama ff-ffku yang ada di sini. Betewe, ffku yang judulnya Bodyguard tau nda? My Confession? The Colour of Young Marriage? Udah baca itu semua belum? Hehe.. 😉

      Oke, bacalah dari awal kalo pengin mudeng soalnya bnyk yg blg ffku ckup complicated ceritanya. Tapi ini juga udah menjelang part akhir si.

      Aku sengaja kalo bikin ff tu pake nama imaginary castnya tetep. Soalnya biar mematenkan kalo ffku tu selalu gitu, tapi kalo pairingnya ngga selalu sama kok. Hehe ^^

      Tentang ffku yang satu itu kayanya next part yang dipublish di sini tu jadi part terakhir walopun ceritanya belum tamat. Soalnya aku belum kirim part lanjutannya lagi sampe sekarang. Jadi kaya di atas, hub FBku aja kalo mau baca part 8B (part yang belum sempet aku kirim ke sf3si).

  3. ya! Sebel sama vic.. Sama jjong jg.. Sama…. Aish.. Ingatanku b’campur sma ff-mu yg satu lg itu lho..
    Anyway.. Next ditunggu..

    1. Wah, Jjong ikut keseret juga nih. Wkwk xD
      Biar aku tebak, sama Hyunseung n Jura juga kan? Haha.. Hyunseung n Jura itu di ffku yang satunya. 😉 A-Yo jangan bingung-bingung ya. Aku juga nda ngira si kalo kedua ffku ini dengan cast yang banyak samanya bisa dipublish dalam waktu bersamaan. Hehe
      Onkey, tetep setia menunggu yaw:)

    1. Lah, aku juga nda tau lho. Mau diserahin ke petugas satpol PP di sana kali, dikira anak ilang. Haha.. *digampar Nhaena
      Nda kok. Yang jelas dibawa ke suatu tempat dimana hanya Youngmin yang tau. Wkwk *plak!authorsokndatau
      Wah, gomawoyo pujiannya. Oke, lanjutkan! *kaya partai aja hehe ^^

    1. Kepo?? Apaan tuh? #jujurakukagaktau
      Hehe ^^v peace, damai itu indah
      Tapi konfliknya nda bikin bingung reader kan? Takutnya malah pada bingung n bosen. Kalo bingung, tanya aja ya ^^

    1. Iya, rumit. Aku yang jd author juga pening nih waktu ikutan baca part ini. Pengin merasakan rasanya jadi reader. Hehe ^^
      Yaudah, Jjongnya buat saya. Kan tetep aja, cowo cakep. Haha
      Onkeydokey, tengkyu yo

    1. Haha, jeongmalyo? Syukur deh kalo reader pada suka. Tapi kemarin2 beberapa part dari ff ini sempet dikit bgt reader yang komen. Jadi sempet negthink apa ffku yang ini gagal. T.T
      Ne, gwenchana. Yang pntg tetep ada komenku yg bs kbca. ^^
      Onkey, setia sama ff ini ya. Bentar lagi mau the end soalnya. ^^

    1. Hehe.. Gregetan? Waduh, kaya lagunya Sherina aja. 😉 Asal jangan cubit aku ya saking gregetannya. Haha #pede gilaaakk xD

    1. Karena di sini aku emang bikin Jonghyun masih ada perasaan sama first lovenya, si Victoria itu. A.ka Qiannie a.ka Juanshi. Karena kemarin2 ada readers yang blg kalo Aita-Jjong adem-ayem aja jadi aku kasih konflik deh. Hehe ^^ Biar rame.

  4. Bodyguard ma the colour of young marriage udah klo my confession kayaknya blum ntar aku cari dehh.. 🙂
    tp mian, sprtinya aku ga ninggalin jejak di 2 ff itu, wkt itu aku bacanya lwt hp, udah msukin komen sihh tp ga bisa msuk ya udah akhirnya nyerah & lgsung lnjut baca ^^V

    Oohh.. gituu.. aku jg baru nyadar blm lma ini. biasanya kn klo aku baca aku ga gt mrhatiin nama authornya hhehe ^^v tp pas aku lg asik bc NSOM nahh aku jd keingt bodyguard pas ubek² library trnyata bner authornya sama..

    wahh klo gt aku lngsung ke fb author aja dehh 😀

    1. Kalo nda salah inget My Confession itu karya keduaku tapi jadi yang pertama kali dipublish di sini *curcol
      Oh iya, karyaku yang pertama (yang masih banyak typo, nda rapih penulisannya, dkk) judulnya juga sama, Naega Saranghae. Tapi bukan Naega Saranghae “Our Marriage”. Beda cerita. #curcol lagi xD

      Yoi, tak apa. Santai aja sama aku. 😉 Aku mah bkn tipe author yg nuntut readernya buatwkomen terus kok. Disesuaikan sikon reader. 🙂

      Oalah malah bru ngeh tho itu ffku. Jaan..

        1. Fbku : http://www.facebook.com/3rvina

          My Confession itu Twoshoot.

          Naega Saranghae yang pertama kali aku bikin nda dipublish di sf3si karena emang nda aku kirim. Waktu itu cuma aku publish di note fb sampe the end. Tapi mungkin karena keseringan tls note n posting ff di fb jadinya postingan2 lama di note fb entah kenapa pada kehapus sendiri. Jadi Naega Saranghae yang ada di sana cuma ada dari part pertengahan. Dan ternyata file lengkapnya ada di lepiku yang udah almarhum. Alias rusak. Aku nda punya data back upnya. T.T *NANGIS MERAUNG-RAUNG
          Padahal itu ffku yang pertama kalinya aku bikin. 2 tahun lalu. *curcol lagi
          Mianh ya. Kalo nda buat gantinya kamu baca aja ff twoshootku yang judulnya “Dear!” sama “Forbidden Love”. Di sf3si ada kok.

        2. Kamu udah add aku di fb belum? Jgn lupa kirim pesan di fb ya. Soalnya kadang aku refuse permintaan pertemanan dari orang yang nda aku kenal. Jadi nanti kamu kasih tau kalo yang nge-add aku tu kamu. Biar lgsg aku confirm. Nanti jadi ffnya aku kirim lewat message fb ke kamu.

  5. Yahh sayang bgt tuhh thor.

    Pntes aja ga ktemu, aku nyarinya disequel, ntar aku ubek² library nya sf3si dehh buat nyari tuhh ff..

    udah aku add thor, tp ga bisa ngirim pesan inii..
    aku colek aja yakk kkk~
    fb ku : Ummul haeriah..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s