Saranghae But Mianhae Oppa! [2.2]

Title: Saranghae but mianhae oppa! [2.2]

Author: Kim Hyunrii

Main cast: Kim Hyunrii, Kim Jonghyun (SHINee)

Support cast: Lee Jinki, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin, Manager SHINee, Han Ji Ah.

Length: Twoshoot

Genre: Romance (maybe)

Rating: PG-15

Note: Annyeong readers Shiningstory, apa kabar? hehe kali ini aku mau nge-post cerita karanganku sendiri. Ini FF pertamaku semoga hasilnya memuaskan setelah kalian membacanya. hehe FF ini jauh dari kata sempurna, aku yakin itu. Banyak alur/plot yang tidak jelas dari cerita ini. Untuk mendapatkan feel saat membacanya juga mungkin susah. Aku minta maaf sebelumnya. Aku juga berharap setelah kalian membaca FF ini kalian bisa langsung memberikan kritikan padamu, pedas-pedas juga tidak apa. Karena kritik kalian sangat membantuku. JANGAN LUPA RCL!!!

>>sebelumnya<<

HYUNRII POV

Drrttt drrrtttt Omo! Jonghyun oppa menelpon pagi-pagi seperti ini, ada apa? Tumben sekali.

“Yeoboseyo”

*****

“Yeoboseyo Chagi-ah. Apa nanti perlu aku jemput? jadi kita bisa pergi bersama” Dia menawarkan diri untuk menjemputku. Jujur aku ingin sekali pergi bareng dengan dirinya lagi hanya saja sekarang aku takut dengan fansnya yang semakin banyak itu.

“Tidak perlu oppa. Aku bisa berangkat sendiri. Lagi pula kafe itu dekat dengan rumahku” Aku menolaknya dengan cara halus, aku tidak ingin menyakiti perasaanya.

“Waeyo? aku tidak keberatan. Kita juga sudah lama tidak jalan bersama. Ayolah, sekali ini saja. Aku mohon Chagi-ah.” Sedih rasanya mendengar dia memohon seperti itu. Tapi, tekadku tetap bulat.

“Oppa… aku tidak mau merepotkanmu. Diluar sana juga berbahaya jika ketahuan dengan para fansmu kau berkencan dengan yeoja biasa sepertika. Aku tidak mau oppa.” “Yasudah kalau kau tidak mau. Aku tidak akan memaksamu lagi. Hati-hati ketika berangkat nanti. Langsunglah kau duduk dibangku no 17, aku memesan meja disana.” Setelah berkata seperti itu dia langsung memutuskan panggilannya. Aku hanya bisa menghela nafas, mianhae oppa.

*****

#At kafe#

Akhirnya sampai juga, aku pun langsung masuk kedalam kafe itu dan mencari meja no 17. Nah itu dia, gumamku. Letaknya tersembunyi, sedikit kepojok aku tau dia memilih meja ini agar tidak ketahuan dengan para fansnya nanti. Menyedihkan.

“Ternyata dia belum datang.” Gumamku. Cukup lama aku menunggunya, karena bosan aku bermain games Angry Bird di handphoneku.

“Huh, dasar namja babo. Setiap membuat janji pasti kau selalu datang terlambat.” Gerutuku sambil menendang-nendangkan­ kakiku.

“Siapa yang kau bilang babo?” Aku tersentak dengan suara itu, aku membalikan tubuhku kearah sumber suara.

“Jonghyun oppa?” Aku hanya menyengir kuda.

“Siapa yang kau bilang babo tadi, Hyunrii-ah?” Dia menatapku menyelidik. Yak! dirimu babo, jawabku dalam hati.

“Anio, oppa. Bukan siapa-siapa.”

“Oh begitu. Mianhae aku datang telat, tadi ada urusan sebentar.”

“Gwaencana, sudah biasa. Selalu aku yang menunggu, padahal kau yang membuat janji.” “Mianhae.” Dia merasa bersalah sepertinya. Raut mukanya pagi ini pun tidak sesegar biasanya, ada apa dengan kau Jonghyun oppa? Aku hanya bisa bertanya didalam hati. “Sudahlah oppa. Penyamaranmu bagus kali ini. Apa kau belajar dari Kibum hyung?” Aku berusaha menghangatkan suasana dengan mengajaknya bercanda, ada masalah berat yang sedang dipikirkannya kali ini.

“Yak! kau kira hanya Kibum-ah yang mempunyai gaya penyamaran yang bagus. Aku juga babo” Jiah, dia malah memukul kepalaku.

“Aish, oppa. Sakit tau” Aku mengerucutkan bibirku.

“Hahaha.. mian Chagi-ah. Andwae jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu. Aku jadi ingin menciumnya. Hahahahahahaahaha”

Blusssshhhhhhhhhh Rasanya pipiku memanas. Awas kau Jonghyun. Aku menundukkan kapalaku, benar-benar malu aku dibuatnya. “Mianhae,” “Gampang sekali kau mengucapkan kata maaf. Oppa..?”

“Ne, Chagi-ah. Wae?”

“Kapan kau berhenti dengan penyamaran seperti ini saat kita berkencan. Kencan layaknya pasangan yang normal oppa. Tanpa penyamaran, kita bisa berjalan-jalan sesuka hati kita tanpa ada yang mengikuti kita.” Aku menunduk setelah berkata seperti itu ada rasa bersalah karena aku menuntutnya untuk melakukan hal yang tidak mungkin dia lakukan. Aku hanya menginginkan hal sewajarnya yang biasanya dilakukan oleh yang yang berpacaran. Selama berpacaran dengannya hampir 1 tahun, kami tidak pernah melakukan kencan. Hanya bertemu sekali-sekali itupun di kafe dengan penampilan seperti ini.

“Apa kau menginginkan hal itu?” Dia bertanya dengan muka yang serius.

“Ne, oppa. Tapi mungkin tidak saat ini bukan? Suatu hari nanti pasti bisa, iya kan? Oia, oppa mengajakku bertemu hari ini ada apa? Bagaimana juga dengan konser yang kemarin oppa?” Aku mengalihkan pembicaraanku, tak mau larut dalam topic yang tadi.

“Ne, Terima kasih atas pengertian dan kesabaranmu. Pertanyaanmu banyak sekali Chagi-ah, kau seperti wartawan saja. hahaha” Syukurlah, senyum itu keluar lagi. Dia mengacak rambutku.

“Hehehe mian oppa. Aku terlalu bersemangat.”

“Konser kemarin berjalan sangat lancar. Sayang sekali kau tidak melihatnyaa.”

“Oppa…”

“Hahaha, jangan sedih. Lain kali kau pasti bisa menontonnya.”

“Ne, oppa. Kajja katakan kau mau bicara tentang apa?” Dia menghela nafasnya dulu sebelum berbicara, ada apa ya tuhan? Perasaanku sungguh tidak ingin mendengar perkataannya pagi ini karena firasatku mengatakan kalau pernyataan yang dia katakan akan membuat perasaanku sakit.

“Aku menerima tawaran kontrak iklan pakaian untuk musim panas ini. Syutingnya minggu depan, di Jepang.”

“Ahhhh.. ternyata itu. Chukae oppa. Apa itu bersama member SHINee yang lain?” Aku harap iya.

“Ani, partnerku… partnerku Hyeraa. Lee Hyeraa.”

Mwo! bukankah dia yeoja yang Jonghyun oppa benci itu. Kenapa partnernya bisa dia, aku cemburu. “Oh begitu. Yeoja cantik itu kan oppa? Terus apa hubungannya dengan ku oppa?”

“Aku hanya meminta persetujuan denganmu?”

“Seandainya aku tidak setuju apa yang akan oppa lakukan?”

“Aku… aku akan tetap melakukan syuting iklan itu. Karena alasan apapun tidak akan diterima oleh Maneger hyung.”

“Oppa, aku tidak mau hubungan kita ini oppa jadikan beban. Tanpa persetujuanku pun oppa sudah tau apa yang harus oppa lakukan. Aku tidak mau dianggap sebagai yeoja jahat oppa, karena menghalangi jalan karirmu.”

“Aku tidak bermaksud seperti itu Hyunrii-ah, hanya saja…. aku takut kau marah kalau tiba-tiba aku pergi tanpa memberitahumu lebih dahulu. Apalagi aku dipasangkan dengan yeoja seperti dia, aku tidak suka Hyunrii-ah.”

Itu sama saja oppa, kau mengagap kehadiranku sebagai beban. Apa ketika aku marah aku terlalu jahat padamu oppa? Aku hanya menanggapi perkataannya dengan senyum yang ku paksakan. “Oppa, aku hanya pacarmu bukan istrimu yang harus kau mintai persetujuannya setiap kau melakukan sesuatu. Ini pekerjaanmu oppa, dan aku harus menerima konsekuensinya karena menjalin hubungan dengan seorang artis dan inilah konsekuensi aku harus menahan sifat cemburuku saat melihat namjachinguku berpelukan dengan yeoja. Kalau aku marah, berarti aku egois oppa.”

“Kau menyetujuinya Chagi?”

“Sekalipun aku tidak menyetujuinya, kau akan tetap melakukannya bukan? Karena ini perintah dari Managermu yang tidak bisa kau tolak. Sudahlah, aku tidak apa-apa yang aku butuhkan hanya kejujuranmu oppa. Mungkin iya, suatu saat nanti aku akan merasa jenuh karena semua ini… Oppa, sudah jam 11 aku harus berangkat ke kuliah.”

“Ayo, aku antar.” Jonghyun oppa, langsung menarik tanganku.

Tapi, aku langsung melepaskannya. Dia menatapku lekat, dapat ku lihat kesedihan dimatanya setiap penolakkan yang ku ucapkan. Aku hanya berusaha untuk melindungi diriku dan dirinya.

“Jebal, ku mohon sekali ini saja. Biarkan aku mengantarmu.”

“Aku tidak bisa oppa. Teman-temanku disana banyak yang mengidolakanmu, aku hanya takut cemburu saat aku melihat kau dikerubutin mereka. Annyeong oppa.” Aku langsung berlari menuju halte bis terdekat, munafik sekali diriku ini ya tuhan. Oppa, Mianhae.

*****

“Han Ji ah…” Aku langsung memeluknya. Dia sahabatku, satu-satunya orang yang mengetahui hubunganku dengan Jonghyun oppa selain appa, umma, dan member SHINee.

“Waeyo Hyunrii-ah?” Dia panik melihatku seperti ini.

“Jonghyun oppa, Ji Ah-ya dia akan syuting iklan dengan Lee Hyera. Hiks.. hikss..” “Mwo! kau serius Hyunrii-ah. Terus kau tidak menghalanginya?”

Aku hanya menggeleng.

“Kenapa tidak kau halangin dia? kau tau sendiri kan kalau Lee Hyera itu yeoja yang selalu manja saat dekat dengan Jonghyun oppa.”

“Aku tahu Ji Ah-ya. Tapi, aku tidak berhak atas itu. Ini pekerjaannya, kalau aku tidak mengijinkannya sama saja aku manghalanginya dalam mengembangkan karirnya.” “Kalau kau berpikir seperti itu, maka berhentilah menangis. Kau harus menerima konsekuensinya berpacaran dengan seorang artis. Othe?”

“Ne, aku akan berusaha”

“Jangan terlalu banyak mengorbankan perasaanmu Hyunrii-ah, dengan berusaha bersikap baik-baik saja seperti tidak ada masalah pura-pura nyaman atas ini semua. Kau terlalu egois untuk dirimu sendiri. Sekali-sekali jujurlah pada Jonghyun oppa, jika kau menginginkan sesuatu darinya ntah itu perubahan sikap atau apalah. Aku rasa itu tidak jadi masalah.”

“Aku hanya takut untuk membebankan dirinya, melihat dia meminta persetujuan padaku tadi aku berpikir bahwa aku telah menjadi beban baginya.”

“Itu hanya pikiran mu Hyunrii-ah. Tapi, terserahlah kau memang keras kepala.” “hehehe… Gomawo Ji Ah-ya.”

“Untuk apa?”

“Kau mau mendengarkan ceritaku.”

“Ahh.. itu sudah menjadi tugas pokok seorang sahabat”

*****

SEMINGGU KEMUDIAN…

Hari ini, Jonghyun oppa akan pergi ke Jepang bersama Lee Hyeraa untuk syuting iklan tersebut. Sudah seminggu ini juga aku tidak bertemu dia, setelah pertemuan di Kafe itu. Entahlah, yang dikatakan Ji Ah seminggu yang lalu sepertinya ada benarnya juga. Seandainya, aku sedikit terbuka dengan Jonghyun oppa pasti akan sedikit lebih relaks. Aku tidak bertemu dengannya seminggu ini bukan karena aku menghindar, tapi jadwal kuliahku lagi padat-padatnya. Awalnya aku berpikir aku akan mengantarnya ke bandara pagi ini, tapi niat itu aku urungkan karena aku takut ketahuan oleh para wartawan. Jadi, aku hanya mengirim pesan padanya.

To: Jonghyun oppa

Oppa, Mian tidak bisa mengantarmu ke bandara.

Aku harap syuting disana berjalan lancar. Oke.

Saranghae oppa

Terserah, pesan itu mau dibalasnya atau tidak.

Drtttt drrtttt

Ternyata dia membalas pesanku.

From: Jonghyun oppa

Tidak apa2 Chagi.

Chagi-ah bogoshiposo. Nado Saranghae

Aku ingin cepat2 kembali ke Korea.

Setelah mendapat balasan seperti itu, aku malas lagi membalasnya.

*****

Ternyata kepulangannya dari Jepang pun tak membawa perubahan, malah dia terlihat semakin serasi dengan Lee Hyera itu. Kadang ingin sekali aku berteriak kepada para wartawan itu, kalau aku ini KIM HYUNRII yeojachingunya KIM JONGHYUN. Tapi niat itu aku urungkan, karena pasti mereka akan mengira aku sebagai fans yang terlalu fanatic. Banyak juga media yang menggosipkan kalau mereka berdua menjalin hubungan, tak ada bantahan juga dari kedua pihak. Apakah itu salah satu taktik agar pakaian yang bertema couple itu laris dan banyak yang membeli. Entahlah, aku tidak terlalu paham dengan dunia bisnis. Sudah hampir 3 minggu ini aku tidak bertemu dengannya, aku rindu kau Jonghyun oppa. Hampir setiap malam aku mengirimnya pesan untuk menanyakan kabarnya, tapi jarang sekali di balasnya. Aku sudah tidak sanggup lagi dengan hubungan seperti ini, ketidakjelasan semakin terlihat. Siapa yang mengacuhkan siapa. Siapa yang membohongi siapa. Haruskah aku tetap egois untuk diriku sendiri, menahan semuanya. Berpura-pura semuanya baik-baik saja. Kalau aku tetap menahannya untuk berada disisiku sama saja aku menyakiti diriku sendiri untuk kesekian kalinya. Aku tidak sanggup. Sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan. Melepasnya.

*****

Sabtu, 12 Agustus 2012 Pukul 14.00 KST

Rencana itu akan kujalankan sekarang. Sudah cukup rasanya, untuk menahannya lebih lama berada disisiku. Dia juga sepertinya lupa dengan ku akibat jadwal konser dan promosi iklan pakaiannya itu dengan Lee Hyeraa. Aku akan mengirimkannya pesan, jika dia tidak membalas pesanku. Maka aku akan memutuskannya dari handphone ini.

To: Jonghyun oppa

Oppa, apa kabar?? Aku rindu sekali dengan kau.

Bisakah kita bertemu hari ini. Sebentar saja oppa. Di kafe biasa no 17.

Aku menunggumu pukul 15.00 ini.

Sent.

Segera aku letakkan handphoneku kedalam tasku, karena apa? Jika aku menggenggamnya aku akan berharap dia membalas pesanku. Segera aku pergi ke halte bis, aku ingin pergi ke kafe itu cepat-cepat. Aku sudah menyiapkan semuanya, aku tidak mau rencana ini gagal karena ketidak tegasankku.

Drrrttt drrrrttt

Handphoneku bergetar

From: Jonghyun oppa

Ne, chagi-ah. aku juga merindukanmu.

Saranghae

*****

#At Kafe#

Aku segera menuju meja yang ku pesan, no. 17. Banyak sekali kenangan di meja ini bersama Jonghyun oppa. Aku hanya bisa tersenyum nanar. Aku harus bisa menahan air mataku ketika aku mengucapkan itu nantinya. Sulit itu pasti, kami sudah menjalani hubungan ini selama hampir 1 tahun. Tapi semuanya rusak hanya karena kesibukan masing-masing, kenapa aku bilang masing-masing aku tidak mau egois yang hanya menyalahkan dirinya sendiri padahal ini memang salahnya.

“Chagi-ah.. apa kau melamun?”

Aku terkejut, dia sudah datang ternyata tumben sekali cepat.

“Ahh oppa. Kau sudah datang. Duduklah, aku ingin bicara padamu. Apa kau masih punya jadwal sore ini. Ah, maksudku setelah pertemuan ini.”

“Ne, Chagi-ah. Wae? tapi tenang saja aku sudah minta ijin dengan Maneger hyung dia menyetujuinya.”

“Begitukah? Jadwal apa kalo aku boleh tau?”

“Aku akan konferensi pers bersama Lee Hyeraa nanti pukul 4 sore. Wae? kau aneh sekali hari ini. Oia, aku minta maaf karena jarang membalas pesanmu.”

“Berarti 1 jam dari sekarang. Tidak apa-apa oppa, aku tau kau sibuk dan kau tak sempat untuk menggenggam handphonemu. Karena yang kau genggam hanya tangan Lee Hyeraa. Iya kan??”

“Maksudmu apa Hyunrii-ah?” Dia bingung dengan perkataan yang aku ucapkan

“Anni, oppa. Baiklah, dengar ucapanku baik-baik ya oppa. Aku hanya mengucapkan 1 kali. Dan jangan kau potong ucapanku, ketika aku belum selesai berbicara. Othe?”

“Ne, Bicaralah”

“Aku ingin kita putus, hub-“

“Apa maksudmu Chagi-ah?” Aku bisa melihat ekspresi terkejut dari mukanya,

“Kau melanggar janji oppa, aku sudah bilang jangan potong ucapanku sebelum aku selesai bicara.”

“Lebih baik aku melanggar janji itu, dari pada mendengar kau melanjutkan ucapanmu!” “Sekalipun kau tidak mau mendengar ucapan itu. Aku tetap ingin kita putus oppa. Kalau kau ingin bertanya apa alasanku, kau sendiri sudah tau jawabannya.” Hyunrrii, aku mohon tahan air matamu. Sebentar saja. Dadaku sungguh bergemuruh, untuk tetap melanjutkan kata-kata itu.

“Jika alasan kau memintaku untuk putus karena kau cemburu, berarti kau menjilat ucapanmu sendiri Hyunrii-ah. Kau pernah bilang, jika kau cemburu dengan ucapanku dan marah berarti kau egois dan hanya mementingkan perasaanmu.” Mata Jonghyun oppa sudah merah, aku tau dia sekarang sedang menahan emosinya.

“Iya, aku pernah berkata seperti itu. Tapi, kata-kata itupun aku lanjutkan. Bahwa suatu saat nanti aku akan merasa jenuh dengan keadaan seperti ini. Jadi, kumohon mengertilah dan penuhi keinginanku oppa. Sekarang sudah pukul 15.30 pergilah setengah jam lagi kau akan melakukan konferensi pers. Wartawan akan curiga jika melihat penampilan seperti ini, dengan mata yang merah seperti menahan amarah.” Aku berusaha untuk tetap santai dalam mengeluarkan ucapan saat ini, jujur aku sudah tidak bisa menahan air mataku lagi.

“Hyunrii-ah, aku tidak bisa. Aku minta maaf kalau selama hampir 2 minggu ani 3 minggu ini aku tidak membalas pesanmu.Tolong tarik lagi ucapanmu, Jebal”

Oppa aku sedih melihat kau seperti ini, jangan memohon padaku oppa. “Mianhae oppa, aku tidak bisa. Aku pergi duluan. Annyeong Jonghyun-ssi”

“Hyunriiii-ah Hyunrii-ahh”

Oppa, Mianhae jeongmal mianhae. Aku akan egois jika tetap mempertahankanmu disisiku. Perasaan ini akan tetap ada oppa, disini didalam hatiku.Meskipun hari ini hubungan itu terputus, aku yakin besok, lusa, atau bebarapa hari yang akan datang kita bisa kembali bersama.

SARANGHAE KIM JONGHYUN.

-FIN-

6 thoughts on “Saranghae But Mianhae Oppa! [2.2]”

  1. Other castnya gak muncul neh,
    cm Han Ji Ah sm Lee Hyera (itupun gak ditulis namanya).

    Author,,
    endingnya agak maksa,
    kurg penjabarannya. Itu menurutku sih.
    Sepertinya perlu di bikin sekuelnya deh..
    So, keep writing..
    🙂

  2. aduh perasaan ceritanya menggantung? betul tidak??## ngak ada yang nyahut… -_- jahat…#plak abaikan

    kayaknya sih ini butuh sequel…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s