Neon Naegae Banhaesseo – Part 10

Tittle : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 10)

Author : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

Cast :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x),
  • Choi Minho SHINee,
  • Kim Kibum aka Key SHINee,
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x),
  • Kim Jonghyun SHINee,
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD,
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD,
  • Lee Jinki SHINee,
  • Lee Taemin SHINee,
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair
  • Juanshi aka Victoria aka Qiannie covered by Victoria Song f(x)
  • Juanhye covered by IU
  • Jo Youngmin covered by Jo Youngmin BOYFRIEND

Other Cast : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

Genre : Romance, Sad, Friendship

Length : Sequel

Rating : PG-16

TRACKLIST:
A Pink-My My
F(x)-Hot Summer
SHINee-Always Love
Beast-Fiction
SNSD-Baby Baby

ALL POV IS AUTHOR’S POV
@@@

“Minumlah..” pinta Youngmin sambil memberikan segelas jus jeruk pada Nhaena. Nhaena tersenyum dan menerimanya. Namun Nhaena tak langsung meminumnya. Kedua bola mata Nhaena masih asyik memandangi desain ruangan di mana ia berada sekarang. “Waeyo?” tanya Youngmin ketika sadar Nhaena terus memperhatikan ke sekeliling. Nhaena menggeleng.

“Aniyo. Ini apartement Kakak?” Nhaena menyesap jus di tangannya. Youngmin mengangguk. “Kau mendesain sendiri?” tanya Nhaena lagi ketika Youngmin beringsut duduk di sampingnya, di sofa.

“Anni. Aku meminta bantuan saudara sepupuku. Dia ahli di bidang mendesain seperti ini.” Jawab Youngmin sekenanya. Dan Nhaena mengangguk-angguk tanda mengerti. “Bagus, tidak?” tanya Youngmin meminta pendapat.

“Ne. Nan joa. Hajiman, memangnya Kakak hanya menyukai warna hitam dan putih saja ya?” tanya Nhaena polos. Ya, sejauh mata Nhaena memandang, di sekitarnya hanya ada warna hitam dan putih. Dinding yang berwarna putih dan perabotan yang berwarna hitam. Semua ruangan didesain seperti itu. Tak ada warna lain.

“Maja (Benar).” Jawab Youngmin singkat sambil melesat masuk ke dalam suatu ruangan yang Nhaena yakin adalah kamar namja berambut pirang emas itu. Nhaena meneguk habis jus miliknya dan meletakkan gelasnya di atas meja di depan sofa. Yeoja itu bangkit dan dirinya merasa tertarik pada sebuah foto di figura yang diletakkan di atas meja tv. Nhaena mengambilnya dan melihat foto yang terpampang di figura itu. Di foto itu terlihat Youngmin berfoto bersama dua orang yeoja berambut panjang berponi dan ketiganya tengah tersenyum sambil mengulum lollipop mereka. Namun yeoja yang satunya terlihat lebih dewasa dengan kacamata yang digunakannya.

“Yeoja ini cantik sekali..” gumam Nhaena.

“Mereka sepupuku.” Nhaena membalikkan badannya. Terlihat Youngmin sudah berdiri di ambang pintu kamarnya.

“Oh, mianhae..” Nhaena meletakkan foto itu ke tempatnya semula. Youngmin mendekat dan tersenyum.

“Namanya Juanshi dan Juanhye. Mereka tinggal di China.” Ucap Youngmin sambil menunjuk ke gambar yeoja yang menggunakan kacamata lalu ke yeoja berponi satunya.

“Itu berarti.. Kakak seorang Chinesse?” tanya Nhaena mulai sedikit menyimpulkan. Youngmin menggeleng perlahan.

“Ayah mereka lah yang seorang Chinesse. Eommaku dan Eomma mereka asli dari Korea kok.” Youngmin menyodorkan sebuah piyama perempuan pada Nhaena. “Pakailah. Malam ini kau menginap saja di sini. Besok baru kuantar kau pulang. Itu piyama milik Juanhye yang tertinggal di sini. Aku rasa itu pas di tubuhmu. Cobalah..” Nhaena menerima piyama berwarna biru muda itu dan tersenyum.

“Gomawo.”

“Cheonman.” Jawab Youngmin sambil mengusap-usap puncak kepala Nhaena. Wajah Nhaena merona ketika dalam waktu yang lama Youngmin masih terus mengusap-usap kepalanya. Nhaena menunduk malu.

Sedangkan Youngmin? Sepertinya namja itu tidak sadar akan apa yang sedang ia lakukan. Ada perasaan yang aneh dalam dirinya. Ia merasa begitu gemas dengan Nhaena. Menurut Youngmin, Nhaena adalah gadis yang lucu dan manis. Tapi kenapa yeoja itu menangis? Pikir Youngmin, kembali mengingat pertemuannya tadi dengan Nhaena ketika Nhaena menangis sendirian.

“Bolehkah aku tahu, tadi itu kenapa kau menangis?” tanya Youngmin tiba-tiba. Wajah Nhaena berubah sedih lagi. Tentu saja pertanyaan Youngmin membuatnya mengingat rasa sakit hatinya lagi pada Jinki dan Yurra.

“Tunanganku..” kata Nhaena tersendat. Yongmin membelalakan matanya ketika mendengar kata ‘tunangan’ terucap dari bibir Nhaena. Youngmin sedikit kecewa mendengarnya.

“Tunanganmu kenapa?”

“Tunanganku mencintai kakakku. Dan aku merasa menyesal, baru sekarang aku bisa benar-benar mencintainya. Tapi mungkin aku terlambat. Kini, Jinki Oppa hanya mencintai Yurra Eonni saja.” Nhaena menangis lagi. Youngmin menatap Nhaena miris. “Sepertinya, Jinki Oppa memang lebih baik bersama Yurra Eonni. Jika dia bersamaku, dia takkan bahagia.”

“Sssst.. Uljimayo.” Youngmin menghapus air mata Nhaena. Namun air mata yang baru, terus menetes membasahi pipi Nhaena lagi. “Tenanglah. Dwaesseo, jangan dipikirkan lagi. Hidup ini memang seperti warna hitam dan putih. Hitam yang menyimbolkan gelap, kelam, dan duka. Putih yang menyimbolkan terang, cerah dan bahagia. Setiap orang pasti pernah mengalami suka dan duka. Mungkin sekarang kau memang sedang merasakan dukanya, namun setelah ini kau pasti akan bahagia. Percaya padaku.. Tanpa manusia ketahui, Tuhan telah merencanakan sesuatu yang indah untuk makhuknya itu. Dan itu pasti terjadi.” Ucap Youngmin bijak. Youngmin tersenyum lagi. Dan senyum itu semakin melegakan dan menenangkan hati Nhaena. Dalam waktu sekejap, hanya dengan mendengarkan perkataan-perkataan namja itu, Nhaena merasa nyaman sekali. Nhaena pun menghapus air matanya sendiri. “Sudah malam. Kau tidur saja di kamarku. Biar aku yang tidur di sofa. Jaljayo.. (Selamat malam)” Youngmin berlalu dan merebahkan dirinya di atas sofa. Nhaena masih terdiam di tempatnya memperhatikan Youngmin yang mulai memejamkan mata. Nhaena tak dapat menahan senyumnya.

“Gomawo.” Nhaena beranjak masuk ke dalam kamar Youngmin dan menutup pintunya.

@@@

@@@

TUK!

TUK! TUK!

Terdengar suara kaca yang dilempar oleh batu kerikil. Hyeo So membuka matanya perlahan, meskipun sebenarnya, ia masih sangat terjaga. Ia melihat ke dinding, jam dinding di sana menunjukan pukul dua dini hari.

CTEK!

Suara itu semakin keras. Hyeo So penasaran dan membalikkan badannya yang semula tidur menyamping ke kiri menjadi ke samping kanan. Dan Hyeo So begitu kaget ketika melihat sesosok bayangan hitam berada di balik kaca sedang berjongkok dan melambaikan tangan kepadanya.

“Hyeo So-ah!” Hyeo So mengerjapkan matanya beberapa kali dan yakin kalau itu bukan hantu. Melainkan Taemin. Hyeo So bangun dan mendekat ke arah kaca yang membatasi kamar dengan balkon terbuka itu.

“Oppa!” seru Hyeo So.

GREEEK..

Hyeo So menggeser kaca itu ke samping. Kini sosok Taemin begitu jelas di kedua matanya.

“Ikut aku. Kkaja!” Taemin langsung menarik Hyeo So keluar dari kamar.

“Oppa! Mau kemana? Ah! ANDWAE!!” Tanpa diduga, Taemin sudah mengangkat tubuh Hyeo So, menggendongnya dan…

BYUUUURRRR!!!

Taemin melompat ke laut sambil menggendong Hyeo So. Beberapa detik kemudian, munculah kepala mereka di permukaan air. Hyeo So sedikit terbatuk dan menggigil kedinginan. Bukankah hal yang gila berenang di lautan di dini hari seperti ini?? Pikir Hyeo So sambil menatap sebal ke arah Taemin.Tapi Taemin hanya tertawa dan berenang mendekat ke arahnya.

“Kau gila, Oppa! Kenapa kau malah menceburkanku ke laut?!” omel Hyeo So kesal ketika Taemin sudah berada tepat di depannya. Taemin terkekeh sambil menyisir rambut poninya ke belakang dengan jari-jari tangannya.

“Untuk menyatakan cinta.” Jawab Taemin enteng lalu memeluk Hyeo So. Hyeo So kaget dan mendorong tubuh Taemin.

“Apa maksudmu?” tanya Hyeo So cepat.

“Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya. Aku juga bingung ada apa denganku sekarang. Namun yang pasti, Hyeo So-ah.. Sepertinya aku menyukaimu. Bukan sebagai teman masa kecil atau adik lagi, tapi kini aku melihatmu sebagai seorang yeoja yang bisa aku cintai.” Taemin tersenyum lebar. Menampilkan deretan giginya membuat Hyeo So membuka mulutnya, terperangah.

“Oppa, kau serius dengan kata-katamu itu??” tanya Hyeo So masih tak yakin. “Oppa, ini sungguhan kan? Atau jangan-jangan aku sedang bermimpi?” Lalu Hyeo So mencubit pipinya sendiri. “Auuw!” pekik Hyeo So.

“Ya! Aku tidak main-main. Ini sungguhan. Ini NYA-TA! Aku, Lee Taemin, mengaku cinta padamu sekarang, malam ini, di laut ini.” jelas Taemin keras-keras.

“Sssttt! Oppa! Jangan keras-keras. Masih banyak orang yang masih tidur.” Larang Hyeo So. Taemin terkekeh lagi.

“So??” tanya Taemin. Hyeo So bingung.

“So???” Hyeo So justru balik bertanya dengan pertanyaan dan nada yang sama. Taemin mulai tak tahan. Dan sedetik kemudian, Taemin mengecup pipi Hyeo So.

“Mau jadi pacarku??” tanya Taemin sambil memalingkan tatapannya ke arah lain karena merasa malu. Hyeo So terperangah lagi. Ini adalah hal yang paling diimpikannya dari dulu! Menjadi kekasih dari seorang Lee Taemin. Namja yang sudah bertahun-tahun ini mengisi hati dan hari-harinya. Taemin, namja yang ia sukai juga seseorang yang menjadi penyelamatnya dulu.

Hyeo So mengangguk semangat ketika Taemin menatap wajahnya. Taemin pun tersenyum. Namun hening setelah itu. Taemin bingung akan melakukan apalagi. Mungkin cara dia menyatakan perasaan pada seorang yeoja sangatlah tidak romantis. Di pagi buta begini, justru berada di laut, kedinginan, dan menggigil. Tapi sepertinya itu sudah tak menjadi masalah lagi bagi mereka berdua. Terutama Hyeo So sendiri.

“Ya! Kenapa kau diam saja?” tanya Taemin yang canggung dengan keadaan. Hyeo So mengernyit.

“Aku menunggumu untuk membawaku ke daratan, tahu!” kesal Hyeo So. Taemin terkekeh lagi. Akhirnya mereka berdua berusaha untuk naik ke atas balkon kamar Hyeo So.

Hyeo So semakin menggigil kedinginan ketika mereka sudah sampai di atas balkon kamarnya.

“Cepat ganti bajumu dan beristirahatlah, Chagi.” Pesan Taemin.

BLUUSH!

Wajah Hyeo So memerah seketika. Taemin terkekeh geli dan pergi begitu saja meninggalkan Hyeo So yang masih terpaku di tempatnya. Panggilan sayang itu, membuat Hyeo So seperti terbang ke angkasa.

@@@

@@@

Ini adalah hari terakhir mereka menikmati liburan di Maldives. Sebenarnya, jadwal untuk pulang adalah besok. Tapi, Yurra memaksa untuk segera pulang kepada Jinki. Perasaan yeoja itu tak kunjung membaik setelah kejadian semalam. Bahkan sampai pagi hari pun, Nhaena belum kembali ke penginapan. Jinki pun tak dapat menutupi rasa khawatirnya pada sosok yeoja yang pernah ia cintai dulu itu. Bagaimana pun juga, Nhaena pernah mengisi hari-harinya di masa lalu.

“Tidakkah kita mencari Nhaena terlebih dahulu?” usul Minho pada Jinki ketika mereka semua sedang check out dari penginapan.

“Tidak. Youngmin-ssi sudah meneleponku. Katanya, semalam ia bertemu dengan Nhaena dan meminjamkan kamarnya untuk menginap Nhaena. Tadi pagi, dia dan Nhaena sudah terbang ke Seoul.” Jawab Jinki sambil memberikan beberapa helai uang pada petugas di meja resepsionis. “Kkaja. Kita pulang sekarang. Mianhae, liburan kita berakhir seperti ini.” Sesal Jinki sambil mengangkat koper besar miliknya dan Yurra. Yurra yang juga berada di sampingnya ikut merasa menyesal.

“Gwenchana, Hyung. Kita juga sudah cukup senang mendapat liburan gratis seperti ini kok. Fighting, Hyung! Kami semua mendukung kalian. Semoga masalah kalian cepat selesai.” Taemin mengangkat satu tangannya dan mengepalkannya, mencoba memberikan semangat pada Jinki dan Yurra. Yang lain juga setuju dengan perkataan Taemin.

“Yurra Sunbae, aku harap kau lebih menabahkan hati.” Kata Shin You sambil mengusap bahu Yurra perlahan. Yurra mengangguk dan tersenyum.

@@@

@@@

Ten hours later…

Mereka semua pun sampai di Seoul. Mereka memutuskan untuk berpencar. Setelah mendapat kabar dari Youngmin kalau Youngmin dan Nhaena dalam perjalanan menuju rumah, Jinki dan Yurra segera pulang. Berbeda dengan Hyeo So, Taemin dan Hyung Sae, mereka justru memisahkan diri menuju ke restauran bandara karena sudah merasa kelaparan. Sedangkan, Shin You dan Key memilih untuk pergi bermain seperti tak mengenal lelah setelah menempuh perjalanan jauh selama sepuluh jam. Kini hanya tersisa Minho, Jonghyun dan Aita.

Suasana di antara mereka menjadi begitu canggung. Apalagi ketika Minho dan Aita tahu bagaimana tingkah Jonghyun beberapa waktu terakhir ini di belakang Aita. Jonghyun memang berselingkuh. Namun sampai saat ini, Jonghyun tidak tahu kalau Aita sudah mengetahui hal itu dari Minho kemarin.

“Minho-ah.. Bisakah kau antarkan aku pulang sekarang? Aku lelah sekali.” Pinta Aita dengan wajah kusutnya. Semenjak keluar dari hotel sampai sekarang, Aita menghindari bertatap muka dengan Jonghyun. Hatinya teriris ketika melihat wajah namjachingunya itu yang tega menusuknya dari belakang. Bahkan saat di pesawat, Aita memilih untuk duduk di samping Minho. Jonghyun sebenarnya mulai merasa aneh dengan sikap Aita yang menjauhinya, tapi ia tak bisa mencegah Aita untuk tidak duduk di samping Minho. Karena ternyata, Juanshi yang tak lain adalah Victoria berada satu pesawat dengan mereka semua. Dan Jonghyun tak ingin Vic tahu kalau Jonghyun memiliki suatu hubungan dengan yeoja lain. Dengan Aita.

“Ne. Ayo, Aita-ah..” jawab Minho yang semula merasa agak ragu. Namun Minho cepat tahu. Aita meminta dirinya saja yang mengantar pasti karena Aita tidak mau berdua saja bersama Jonghyun dalam keadaan hati yang masih terluka seperti itu. Minho secara sengaja menarik tangan Aita dan membawa Aita menjauh dari Jonghyun. Aita pun tak menolak. Bagaimana dengan Jonghyun? Namja itu hanya bisa diam saja menatap Aita sedih. Lagi-lagi Jonghyun ingin menahan kepergian Aita, tapi lagi-lagi Jonghyun hanya menjadi seorang pengecut.

“Oppa..” Jonghyun merasa ada yang menepuk pundaknya. Belum sempat Jonghyun menoleh, sosok Vic sudah berada di hadapannya. “Ayo kita pergi mencari apartemen untukku.” Vic tersenyum dan bergelayut manja di lengan Jonghyun. Jonghyun hanya bisa menghela nafas panjang. Merasa berat, namun ia terlanjur memilih jalan ini.

“Ne, Chagi. Kita naik taksi saja ya?” Jonghyun benar-benar dibutakan hatinya sekarang.

@@@

@@@

“Shin You-ah.. Kenapa kau mengajakku kemari??” tanya Key begitu sadar Shin You justru mengajaknya ke pasar tradisional. “Katanya kau ingin jalan-jalan? Kenapa justru kemari?” sungut Key. Key memandang ke sekitar. Pasar ini begitu ramai dan kotor. Batinnya jijik.

“Oppa, ayo kita beli bahan-bahan masakan.” Kata Shin You sambil menarik Key ke seorang penjual telur. Key menurut saja. “Ahjusshi, berapa harga satu kilo telur?” tanya Shin You pada penjual tersebut seraya melihat ke arah telur-telur ayam di sebuah keranjang besar.

“1200 won, Agasshi.” Jawab penjual tersebut ramah. Sontak mata Key membulat.

“Mwo?! Mahal sekali. Ya! Ahjusshi, bukankah harga normalnya itu 1000 won? Kau mau mengambil banyak keuntungan ya?” selidik Key mulai tak sopan. Shin You memukul lengan Key keras. Key hanya meringis kesakitan.

“Ahjusshi, aku beli dua kilo. Tolong dibungkuskan.” Shin You memberikan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya. “Ige.” Kata Shin You sambil menyodorkan uangnya dan menerima dua bungkus telur. Key mendelik kesal.

“Ya! Chagiya! Kenapa kau tidak menawarnya terlebih dulu, huh? Itu mahal sekali.” Protes Key seraya mengikuti Shin You yang sudah berlalu dan berhenti di penjual bawang.

“Ya! Sudahlah, kita kan sudah dapat telurnya. Lagipula tadi kau tak sopan, Oppa. Kau membentak-bentak Ahjusshi itu.” Balas Shin You. Key memutar kedua bola matanya kesal. Namun, ia berusaha mengalah.

“Ahjumma, aku beli bawang merah dan bawang putihnya masing-masing satu ons ya.” Kata Shin You.

“Sebenarnya ada apa kau tiba-iba membeli bahan-bahan masakan seperti ini?” tanya Key ketika Shin You sudah mendapatkan bawang merah dan bawang putih miliknya dan menuju penjual daging ayam.

“Aku ingin memasak nasi goreng untuk Jonghyun Oppa. Itu masakan favorit Jonghyun Oppa.” Key memasang wajah bingungnya.

“Benarkah? Kau bisa memasaknya??” tanya Key ragu.

“Aish, kau meremehkanku?.” Jawab Shin You kesal. “Oh iya, nanti bantu aku untuk memasaknya ya. Jonghyun Oppa pasti suka sekali.” Key hanya menangguk dna tersenyum. Seperti inikah kekasih yang aku cintai? Dibalik sifatnya yang tomboy, ternyata ia bisa memasak juga. Batin Key bangga.

@@@

@@@

“Hatchim!” Hyeo So tiba-tiba bersin ketika sedang mengunyah kimchi di restauran bandara. Sontak semua isi mulutnya muncrat dan mengenai wajah Hyung Sae yang berada di depannya. Taemin, Hyung Sae dan Hyeo So sendiri sama-sama terkejut. Dengan mata terpejam karena menahan rasa jijik di wajahnya, Hyung Sae meraih beberapa lembar tissue di dekatnya dan langsung mengelap wajahnya yang penuh sayuran.

“Ah, Oppa! Mianhae..” sesal Hyeo So dengan wajah bersalah ditambah malu. Hyung Sae hanya tersenyum sekilas.

“Chagi, kau benar-benar jorok. Seharusnya kau menutup mulut dengan tanganmu jika ingin bersin.” Kedua mata Hyung Sae membulat ketika mendengar bagaimana cara Taemin sekarang memanggil Hyeo So. Jadi, mereka sudah resmi berpacaran ya? Hmm.. Batin Hyung Sae menahan sakit di dadanya. “Aiish, jika aku melihat wajah kakakku ternodai, aku merasa wajahku ikut ternoda.” Keluh Taemin berlebihan. Hyeo So tertawa. Hyung Sae mencoba tersenyum dan mengacak-acak rambut Taemin.

“Gwenchana, Hyeo So-ah. Ya! Lee Taemin, kita memang kembar, tapi aku jauh lebih tampan darimu. Lihat, warna merah rambutku terlihat lebih keren bukan? Daripada rambutmu yang berwarna blonde itu. Tak sesuai dengan warna kulitmu yang sudah putih.” Ejek Hyung Sae sambil menyeruput cappuccino miliknya. Taemin hanya mengerucutkan bibirnya.

“Sudahlah, kalian masih saja suka meributkan hal-hal sepele.” Hyeo So kembali menyantap kimchi di hadapannya.

“Baiklah. Eh, Hyung! Tahu tidak, kita berdua sudah resmi berpacaran lho.” Taemin menarik bahu Hyeo So mendekat ke tubuhnya.

“Dengan kau bersikap mesra seperti itu dan memanggilnya ‘chagi’ maka aku sudah sangat tahu, Taemin-ah. Chukkaeyo. Selamat menempuh hidup baru.” Jawab Hyung Sae dengan menahan tawanya.

“Hyung! Kami belum menikah.” Sungut Taemin.

“Lho? Memangnya hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh diberi ucapan seperti itu? Maksudku, kalian kan sudah resmi berpacaram. Status kalian juga berubah menjadi sepasang kekasih. Itu artinya, hari-hari kalian ke depannya akan berubah tidak seperti sebelumnya. Sama saja dengan kehidupan baru kan?” Taemin mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti dan mulai menerima argument Hyung Sae.

“Aku kenyang gara-gara kalian berisik terus.” Omel Hyeo So sambil meletakkan sendoknya. “Kkaja kita pulang.”

“Kalian saja yang pulang terlebih dahulu. Aku harus ke sekolah. Ada program kerja yang harus segera diselesaikan hari ini. Beberapa hari lagi akan diadakan festival olahraga tahunan.” Kata Hyung Sae.

“Jinccayo? Wah, ya sudah. Kami pulang dulu. Annyeong, Hyung!” pamit Taemin sambil membungkuk diikuti Hyeo So. Setelah itu mereka berlalu pergi meninggalakan Hyung Sae yang menatap mereka dengan senyuman.

“Mungkin aku harus mencari cinta yang lain. Sudahlah, aku akan merelakannya. Sabarlah, Hyung Sae, kau pasti akan mendapatkan yeoja yang lebih cantik daripada Hyeo So. Hyung Sae fighting!” gumam Hyung Sae menyemangati dirinya sendiri. “Tunggu, dimana Pochi??? Huaaaaa!! Pochi hilaaaaaanng!!” teriak Hyung Sae frustasi.

@@@

@@@

Sebuah mobil sport merah dengan atap terbuka berhenti di sebuah rumah di kawasan perumahan elit yang terlihat megah dan mewah. Seorang namja yang berada di balik kemudi memperhatikan rumah tesebut sebentar lalu menoleh ke sampingnya. Menatap yeoja yang duduk di sebelahnya.

“Inikah rumahmu?” tanya Youngmin. Nhaena hanya mengangguk. Youngmin keluar dari mobil dan memutari mobil lalu membukakan pintu untuk Nhaena sebelum Nhaena membukanya sendiri. Nhaena cukup terkejut diperlakukan manis seperti itu.

“Gomawo.” Ucap Nhaena. Youngmin hanya tersenyum. “Mau masuk dulu?” tawar Nhaena.

“Boleh. Jika kau tak keberatan.” Mereka berdua pun memasuki rumah. Baru sampai di depan gerbang , sebuah klakson mobil menahan langkah mereka.

TINN!!

Muncul Yurra dari dalam mobil tersebut dan langsung berlari memeluk Nhaena. Tangis Yurra pecah di pelukan Nhaena.

“Mianhae, Nhaena-ah.” Isak Yurra. Nhaena tersenyum dan membalas pelukan Yurra.

“Gwenchana, Eonni. Uljima. Aku sudah mengikhlaskannya kok. Aku senang melihat kalian bersama.” Ucap Nhaena sambil tersenyum tulus. Youngmin sedikit terharu melihat bagaimana cara Nhaena menabahkan hatinya. Yeoja yang menarik. Puji Youngmin dalam hati. Sekilas senyum menghiasi wajahnya tanpa ia sadari.

Jinki yang baru saja memarkirkan mobilnya di garasi rumah Yurra, segera bergabung di samping Yurra dan Nhaena. Jinki melirik Youngmin dan tersenyum, menandakan ia sangat berterima kasih karena kesediaan Youngmin mengantar Nhaena pulang sampai ke Seoul. Youngmin membalasnya dengan anggukan kecil.

Nhaena melepaskan pelukan Yurra dan menghapus air mata di pipi kakaknya itu. Lalu, Nhaena meraih tangan Jinki dan menautkannya ke tangan Yurra.

“Bersamalah. Aku akan lebih bahagia jika Jinki Oppa menjadi kakak iparku. Sekarang, aku sudah memiliki namjachingu yang baru.” Nhaena tersenyum lagi dan melirik Youngmin. Youngmin tersentak mendengar Nhaena mengakuinya sebagai seorang kekasih begitu saja. Nhaena juga bingung, entah karena apa ia bisa merasa sangat ikhlas seperti ini. Sedetik kemudian, Nhaena melepaskan cincin pertunangannya dengan Jinki yang melingkar manis di jari tangan kirinya dan memberikannya pada Jinki. Jinki dan Yurra cukup terkejut mendengar penuturan dan sikap Nhaena.“Oppa, pasangkanlah cincin ini di jari manis Yurra Eonni.” Pinta Nhaena.

“Apakah itu benar, Youngmin-ssi?” tanya Yurra.

“Maybe. Setidaknya aku tidak keberatan memiliki pacar seorang pelajar seperti Nhaena. Dia lucu dan manis. Umur kami juga tidak terpaut jauh. Kita hanya terpaut 5 tahun.” Youngmin tersenyum. Nhaena jadi berpikir, apakah Youngmin serius dengan perkataannya?

Jinki tak menyangka Nhaena akan memintanya melakukan hal ini. Jinki terdiam beberapa saat karena ragu. Namun tak terlihat kesedihan sedikitpun di wajah Nhaena.

“Baiklah. Jeongmal gomawo, Saengi.” DEGH! Harus Nhaena akui, hatinya sedikit perih mendengar Jinki tak lagi memanggilnya ‘chagi’. Namun, keputusannya sudah bulat. Ia ingin merelakan Jinki untuk Yurra. Seperti dia dulu merelakan Key untuk Shin You.

Jinki menyematkan cincin indah itu di jari manis Yurra. Yurra hanya bisa menangis. Tangisan bahagia. Yurra kembali memeluk Nhaena.

“By the way, kapan kita akan masuk ke dalam ya?” celetuk Youngmin. “Aku lapar. Bisakah kalian memberikanku makanan terlebih dahulu? Setelah itu, aku akan mempersilakan kalian untuk melanjutkan dramanya.” Youngmin bercanda. Jinki terkekeh pelan. Nhaena juga tersenyum.

“Ayo, masuk.” Ajak Jinki.

“Kita rayakan kebahagiaan kita ini.” Kali ini Yurra yang berkata.

@@@

@@@

Shin You dan Key sampai di apartemen Shin You. Shin You sedikit heran melihat apartemen miliknya masih sepi. Apakah Jonghyun Oppa belum pulang juga? Tanya Shin You dalam hati.

Key dan Shin You masuk ke dalam dan mengganti sandal mereka dengan sandal rumahan yang tergeletak di dekat pintu. Key langsung menuju dapur yang berada tak jauh di dekat ruang tv dan meletakkan semua barang belanjaan di atas meja pantry.

“Jonghyun Hyung belum pulang ya?” tanya Key sambil membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral. Shin You duduk di sofa ruang tv dan menggeleng. Key melihat gelengan kepala Shin You itu seraya meneguk air mineral yang sudah dituangkannya ke dalam gelas. Key menuangkan segelas air lagi di gelas yang lain dan memberikannya pada Shin You yang sudah sibuk mengganti-ganti channel di tv.

“Kapan kau akan memasak nasi gorengnya?” tanya Key sambil merentangkan tangan kanannya ke sandaran sofa di belakang punggung Shin You.

“Sebentar lagi. Ah, aku lelah sekali.” Keluh Shin You sambil menyenderkan kepalanya di bahu kanan Key. Key tersenyum.

“Tidurlah sebentar. Nanti aku bangunkan.” Key mengusap-usap pipi Shin You dengan tangan kirinya yang bebas.

“Anni. Aku baru akan tidur jika aku sudah memasakkan nasi goreng untuk Jonghyun Oppa. Ini sebagai ucapan terima kasih karena dia sudah menyetujui hubungan kita.” Shin You bangkit menuju dapur. Key hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Ck, yeoja itu benar-benar menyayangi Jonghyun Hyung dibanding dirinya sendiri.” Key pun bangkit dan membantu Shin You.

One hour later…

Sudah tersedia tiga piring nasi goreng yang harum di atas meja makan. Shin You senang akhirnya nasi goreng buatannya jadi juga. Key juga ikut senang melihat Shin You tersenyum seperti itu.

“Hajiman, kapan Jonghyun Oppa akan pulang ya??” nada suara Shin You lirih, sarat akan kekecewaan.

“Kita tunggu sebentar lagi. Pasti sebentar lagi sampai.” Kata Key mencoba menghibur.

@@@

@@@

Hyung Sae keluar dari gedung sekolah dengan wajah yang kusut. Bagaimana tidak? Begitu ia melihat meja kerjanya, banyak sekali berkas yang membuat kepalanya hampir pecah. Dan itu harus segera diselesaikan. Terutama untuk acara festival olahraga. Baginya, menjadi wakil dari Yurra sungguh seperti siksaan. Pekerjaannya sangat banyak. Apalagi menjadi terbengkalai karena acara liburan gratis mendadak dari Jinki.

Hyung Sae menggendong Pochi sambil berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari area sekolah. Hyung Sae benar-benar ingin segera sampai di rumah dan tidur.

Sebuah taxi datang dan berhenti di hadapannya. Hyung Sae tentu hanya diam saja. Dia hanya menunggu bus, bukan taxi. Namun di detik selanjutnya, ia terperangah ketika melihat seorang yeoja turun dari taxi itu sambil menenteng sebuah koper dan menghampirinya.

“Ju-Juanhye?” kata Hyung Sae sambil mengerjapkan matanya. Yeoja itu tersenyum dan mengangguk.

“Ada urusan yang membuatku harus datang ke Korea. Kau mau memberiku tumpangan tempat tinggal? Aku tak punya saudara di sini.” Kata Juanhye lembut seperti biasa. Hyung Sae terperangah melihat penampilan Juanhye yang berbeda dari biasanya. Kali ini Juanhye mengikat rambutnya menjadi satu ke atas. Membuat leher putih dan jenjangnya semakin terlihat jelas. Poninya? Tentu saja tetap menghiasi dahinya. Tapi tidak mengurangi kesan manis pada diri yeoja itu. Hyung Sae menelan ludahnya sendiri.

“Baiklah. Kau mau kuberi tumpangan tinggal di rumahku. Ah tidak, maksudku di rumah Key Hyung. Aku dan Key bersaudara.” Kata Hyung Sae.

“Oh, namja yang waktu itu di pantai memakai baju pengantin dengan kekasihnya kan? Joa, aku mau.” Jawab Juanhye.

Bus yang ditunggu pun datang. Mereka berdua segera melesat naik dan duduk bersebelahan di dalam bus yang sepi itu.

“Itu artinya, Key-ssi juga bersaudara dengan Taemin?” tanya Juanhye membuka pembicaraan di dalam bus.

Hyung Sae menggeleng. “Aku dan Key Hyung hanya saudara angkat. Paman Key Hyung mengangkatku sebagai seorang anak. Tapi aku dan Taemin saudara kandung. Orangtua kami sudah meninggal. Dan kami sempat terpisah karena suatu kejadian. Akhirnya kita bisa bertemu dan akur kembali. Aku bersyukur selama ini Taemin hidup bersama Jinki Sunbae dan Minho Sunbae. Taemin dan Hyeo So juga diadopsi oleh keluarga mereka.” Kata Hyung Sae mengakhiri cerita singkatnya pada Juanhye. Juanhye sekarang mengerti. Jika Juanshi ingin menghancurkan Key, maka semuanya berhubungan. Kekasih Key, Hyung Sae, Taemin, Hyeo So, Jinki, Yurra, Nhaena, dan Aita. Bagaimana dengan Jonghyun-ssi? Apakah Jonghyun-ssi akan dijadikan sebuah alat saja untuk menghancurkan mereka semua? Atau Jonghyun-ssi juga menjadi sasarannya? Batin Juanhye kembali mengingat rencana jahat kakaknya. Juanhye menutup matanya perlahan dan menghela nafas panjang. Ia harus segera menghentikan semua ini. Ini akan menyakiti banyak orang. Termasuk Hyung Sae, namja yang diam-diam mulai ia sukai. Dan yang aku takutkan, Youngmin juga akan terkena imbasnya. Pikirnya.

Selama di Maldives Juanhye berusaha mencari sebanyak-banyaknya info tentang mereka semua. Tepatnya tentang hubungan mereka satu sama lain. Sepertinya aku harus segera menemui Youngmin dan meminta bantuannya. Batin Juanhye lagi.

@@@

Sementara itu, Aita dan Minho berada di sebuah café yang menjual berbagai macam eskrim. Minho sengaja mengajak Aita ke café itu untuk menghibur Aita. Minho pikir, Aita juga termasuk tipe yeoja yang sangat menyukai eskrim. Ya, memang Aita sangat menyukainya. Namun perasaan hatinya yang buruk membuat lidahnya terasa pahit memakan eskrim yang terasa manis itu.

Minho menjilat eksrim vanilla miliknya seraya terus memperhatikan Aita yang duduk di depannya hanya terhalangi oleh sebuah meja. Wajah Aita benar-benar murung. Minho tak tega. Namun ia hanya bisa menghela nafasnya. Ikut merasakan beban berat. Minho juga sangat tidak menyangka Jonghyun akan seperti ini.

“Aita-ah.. Eskrimnya mencair. Cepat makanlah..” Aita yang sedang melamun langsung tersentak dan tersenyum canggung.

“Ne, Minho-ah..” kata Aita sambil menyendokkan eskrim coklat ke dalam mulutnya. Aita memang sengaja memesan eskrim menggunakan gelas.

“Jangan terlalu bersedih, Aita-ah. Saat ini Jonghyun Hyung mungkin tidak sedang bersamamu. Namun, aku yakin Jonghyun Hyung akan lebih memilihmu.” Ucap Minho mencoba menghibur. Aita tersenyum.

“Ne. Aku akan siap mulai dari sekarang apapun keputusan Jonghyun Oppa nanti. Minho-ah, ayo kita pulang. Aku sudah tak berselera. Mianh, aku tak menghabiskan eskrim pemberianmu ini.” Minho mengangguk lalu meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja. Minho dan Aita keluar dari café tersebut.

Jarak antara apartemen milik Aita tidak terlalu jauh jika ditempuh dari café tadi hanya dengan berjalan kaki. Maka kedua orang itu memutuskan untuk berjalan kaki saja menyusuri pinggiran jalan yang sedikit ramai. Ketika mereka sampai di gedung apartemen Aita, Aita menangkap sesosok namja yang sangat dia kenal. Sedangkan Minho dapat melihat dengan jelas Jonghyun sedang bergandengan tangan dengan yeoja itu. Victoria.

Aita syok. Satu tangannya menutupi mulutnya yang menganga karena sangat tak percaya melihat Jonghyun terlihat mesra bersama yeoja lain. Tak terasa, air mata mulai bergulir membasahi wajah putihnya lagi. Aita tak tahan dan langsung berlari menuju lift meninggalkan Minho. Aita sempat melewati Jonghyun dan Jonghyun sempat kaget melihat keberadaan Aita di gedung apartemen yang akan menjadi apartemen miliknya dan Vic. Jonghyun dan Vic memang memutuskan untuk memilih apartemen di apartemen itu. Tapi Jonghyun sama sekali tidak tahu kalau Aita juga tinggal di apartemen yang sama. Ini benar-benar bencana untuk Jonghyun.

Minho memandang kepergian Aita dengan sedih. Tapi tak lama kemudian, wajahnya memerah dan tangannya terkepal erat. Ia langsung menghampiri Jonghyun yang berada di lobby apartemen.

“Hyung!” pekik Minho. Jonghyun kaget dan berbalik melihat siapa yang memanggilnya.

“Minho-ah..” Vic juga ikut tersentak melihat kehadiran Minho.

BUGH!

“KYAAA!” Vic berteriak ketakutan.

Satu pukulan diterima Jonghyun hingga Jonghyun tersungkur.

“Minho-ah! Kenapa kau memukulku?!” seru Jonghyun sambil memegangi perutnya yang sakit.

“KAU GILA, HYUNG!! Kau sudah punya pacar. Aita! Bukan dia! Kau benar-benar tak merasa bersalah, Hyung! Kau bahkan terus melancarkan aksi selingkuhmu! Neo nappeun namja!!!” Amarah Minho memuncak. Semua orang di lobby apartemen dapat mendengar semua perkataan Minho. Jonghyun hanya diam saja.

“Maaf..” ucap Jonghyun lirih.

“Maaf katamu, Hyung?!! Kau tahu, bahkan satu pukulanku untukmu tak bisa sebanding dengan perasaan sakit yang Aita rasakan sekarang! Jika kau seperti ini, putuskan Aita! Dan.. Biarkan Aita bersamaku..” Nada bicara Minho menjadi lirih ketika mengucapkan kalimat terakhirnya. Membuat Jonghyun tersentak dan tak terima. Jonghyun mulai merasa takut kalau Minho akan merebut Aita darinya. Namun sebelum Jonghyun protes, Minho sudah berlalu meninggalkannya menuju lift untuk mengejar Aita.

“Oppa.. Gwenchanayo?” tanya Vic sambil membantu Jonghyun bangkit. Jonghyun terus menunduk. Namun pandangannya kosong. Pikirannya tersita hanya pada Aita. Ia tak bisa membayangkan Aita yang sakit hati dan menangis karena sikapnya yang terlewat tega pada yeoja itu. Jonghyun hanya bisa diam saja. “Oppa.. Kau baik-baik saja kan??” Vic mengulang pertanyaannya.

“Tidak, Qiannie. Aku tidak sedang baik-baik saja.” Aku Jonghyun lirih dengan kedua matanya yang terlihat memerah, seperti ingin menangis. Namun pengakuan Jonghyun itu membuat Vic tersenyum penuh kemenangan. Sebagian dari rencana jahatnya, mungkin sudah bisa dikatakan berhasil.

@@@

@@@

Hari sudah malam. Sudah tiga jam lebih, Key dan Shin You menunggu kepulangan Jonghyun. Bahkan nasi goreng sudah mereka panaskan dua kali. Shin You yang kelelahan menunggu pun akhirnya tertidur di atas meja makan dengan kepala yang menempel di atas meja. Key mendesah pelan. Ia tak tega melihat Shin You tidur dengan posisi tak wajar seperti itu. Key pun mengangkat tubuh Shin You dan membaringkannya di tempat tidur Shin You. Key menyelimuti Shin You.

DRRT.. DRRT..

Ponsel Key bergetar. Di layar ponselnya tertulis ‘Minho Calling’. Key segera mengangkatnya.

“Yeobsseyo, Minho-ah..” sapa Key.

“Apakah kalian sudah sampai di apartemen?” tanya Minho yang terdengar tak bertenaga di seberang sana.

“Ne.” Key mengangguk. “Shin You bahkan memasakkan sesuatu untuk Jonghyun Hyung. Shin You sampai kelelahan dan tertidur menunggunya. Tapi Jonghyun Hyung tak kunjung pulang. Memangnya ada apa kau bertanya seperti itu?”

“Key-ah.. Jangan biarkan Shin You menunggu Jonghyun Hyung malam ini. Karena dia tidak akan datang. Dia memesan sebuah apartemen di gedung apartemen yang sama dengan gedung apartemen Aita.” Terang Minho dengan nada suara yang berat. Key bingung.

“Oh, jadi maksudmu Jonghyun Hyung akan menginap di apartemen Aita malam ini?” tanya Key.

“Tidak. Dia tidak bersama Aita. Tapi bersama yeoja lain. Jonghyun Hyung akan menginap satu apartemen dengan yeoja lain. Jonghyun Hyung.. Berselingkuh, Key-ah..” Kedua mata Key terbelalak lebar.

“MWO??! JONGHYUN HYUNG BERSELINGKUH?!” Tanpa Key sadari Shin You terjaga dan mendengar teriakannya.

“Key-ah..” DEGH! Key kaget ketika mendengar suara Shin You dan melihat yeoja itu menangis seraya menatapnya dengan bingung, menuntut penjelasan. Key reflek mematikan sambungan teleponnya dengan Minho begitu saja. “Benarkah Jonghyun Oppa.. Berselingkuh..??”

END OF AUTHOR POV

@@@
-TBC-

Gimana readers? Nyesek ngga? Hehe.. Kayaknya author demen banget bikin yang sedih-sedih gini. Mianhae.. Tapi emang alur ceritanya gitu. Penasaran kan dengan kelanjutannya? Apakah Jonghyun akan sadar dan kembali bersama Aita? Atau terus bersama Vic? Terus gimana tuh hubungan Minho sama Aita? Minho beneran mau jadiin Aita pacar ngga ya? Yurra, Nhaena, dan Jinki masalahnya udah kelar. Tapi bagaimana dengan Youngmin? Beneran pacaran sama Nhaena ngga? Hyeo So dan Taemin juga lagi seneng-senengnya. Hyung Sae bakal dapet pengganti Hyeo So ngga? Alah.. Author banyak tanya. Hehe.. Mianh deh. Ditunggu like dan comment-nya.. Gomawo udah baca. ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

24 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 10”

  1. Nyeseeekkk… Di akhirnya…
    Kayaknya yg bahagia di session ini cm Taemin ma onew..
    Eh, tapi2, Youngmin-Nhaena jd gmn ya?
    Aku ngakak pas bagian nyebur di laut tengah malem,
    Taemin gak romantisss >.<

    1. Soalnya si Victoria muncul sih..
      Nah, Jjong-V-Key kan triangle love tuh ceritanya,
      jadi menurut aku yg bener2 happy ya si Taemin ma Onew,

      1. Tepat! Wah, alasan kamu tepat bgt. Hehe.. Aku sengaja tanya begitu, pengin tau jawabanmu apa. Wah, nunadk pembaca setia. Gomawo ya! ^^

        1. Oya, buat yang setia bc naega saranghae our marriage mianh. Part lanjutannya agak lama dipublish soalnya aku ‘mandeg’ alias hiatus selama dua bulan. Belum ada mood buat ngetik apalagi nulis ff. Badan lg kurang fit juga. Jd mhon maaf buat pembaca setia naega saranghae our marriage ya. *BOW

    1. Iya, Aita emg lg kasian di sini. Soalnya kemarin2 ada yg komen Aita-Jjong lg sng n adem-ayem aja. Jd sm aku tek ksh konflik buat mereka yg ad hubny jg sm cast lainnya.

  2. Aiiih eonni aku makin makin penasaran (۳‾̩̩͡Д‾̩̩͡)۳
    Lanjut eonni, aku udah gak sabar baca part selanjutnya hahahaha

    1. Sekadar info ini part menjelang part akhir lho. Jd mslh Juanshi aka Vic aka Qiannie ini adl puncaknya.
      Part selanjutnya sbr menunggu ok? 😉
      Gomawo.

  3. Woahh,,
    jawabanku bener ya?
    Ini yg aku suka dr Reene, aktif bales komen Readers sih. Jd aku demen ngikutin FF Reene.

    Reene, lama amat Hiatusnya?
    Jgn lama2 dong,,nanti blog kita makin sepi
    0.o

    Gapapa kalo jeda publishnya lama, asal dirampungin. Gak ‘mandeg’ di tengah tol(?)

    get well soon ya Reene,
    keep writing

  4. Astaga…
    Salah,, kenapa jd nulis Reene sih..
    Mianhe.mianhe.mianhe..

    Papillon Lynx, jeongmal.jeongmal mianhe.

    Get well soon, hiatusnya jgn lama2 ne..
    And get well soon..
    *kecup basah*
    deep bow

    1. Gubrak!! *pegangankakimeja*
      Nae ireumeun Papillon Lynx. Jaan.. 😀 😀 Tapi kaget, ketawa n’ sempet bingung juga sih kok bisa nyambung ke Reenepot. Emang ffku mirip kaya dia ya bahasa n’ gaya penulisannya?

  5. hyaa…!! jonghyun, kenapa kau tega melakukannya? hiks hiks.. kyaa…!! part ini keren eon! aku tunggu ya kelanjutannya.

    1. Karena Jonghyun masih bimbang mau pilih Aita atau Vic. Bahasa gaulnya lagi “galau” gitu. Hehe..
      Gomawo ya udah baca terus n komen terus. #deepbow 🙂

  6. Demi susu pisang-nya Tetem,
    aku minta maaf sm Papillon Lynx(bingung manggilnya gmn),

    gak kog, gak ada mirip2nya sm Reene, kalian msg2 punya gaya sendiri.

    Aduhh,, jd gak enak sm km,
    entah kenapa ni otak sm tangan gak sinkron sm sekali wktu nulis comment ntu.

    Maafin reader yg awkward ini ya?
    *deep bow*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s