Lost In Words

lost in words

Title                 : Lost in words

Author             : Jjongthia

Main cast         : Kim Jonghyun (shinee), Serra (author imagination)

Support cast    : Shin wonho (cross gene), Key (shinee)

Length             : oneshoot

Rating             : General

Genre              : Romance, sad (?)/comedy, life

Summary         :

Ibu..aku mengerti perasaanmu. Oleh karena itu, aku akan menggantikanmu melindungi serra. Dari segala hal yang akan menyakitinya..termasuk diriku sendiri..

AN      :

Annyeong chinguseul..welcome to my FF..

Rada-rada bingung sih mikirin genrenya..biarlah nanti para reader yang nentuin aja

Silahkan menikmati.. #authorgakmaungomongpanjanglebarlage—Z

… J =)

Serra..

Sudah kuputuskan, ketika kamu beranjak dewasa aku akan selalu melindungimu

Cit..cit..bunyi burung yang sedang menyanyikan nyanyian pagi.. embun membasahi kaca-kaca jendela. Tenang, sungguh suasana yang khas untuk pagi..

“oppa!! Oppa bangun sudah pagi”

“nanti telat lagi berangkat kekuliahnya..padahal appa sudah melunasi semua hutang-hutang kita” bentak serra sambil menarik selimut yang sedang dipakai Jonghyun

“heii serra..hari ini aku libur” desah jonghyun sambil menutup matanya karena silau dengan sinar matahari yang masuk melewati jendela.

“serra..aku kedinginan” ucap wonho yang ternyata tidur disamping jonghyun..

“ho-homo ?”

“enak saja!!” teriak Jonghyun dan Wonho.

Kini mereka bertiga sudah duduk didepan meja makan sambil menyantap makanan masing-masing.

“Jangan samakan aku dengan namja sinting ini..dia itu stalker” ledek jonghyun

“dasar sister complex.. mehrong” timpal wonho

“dengar yah serra, wonho itu benar-benar parah. Kemarin habis pulang dari acara jam 2 pagi, aku melihat dia lagi manjak kekamarmu sampai-sampai bawah tangga juga”

“hyung kejam.. kemarin aku sudah sms serra kok, tapi gak ada yang bukain pintu”

“maaf aku sudah ketiduran”

“pacar juga bukan, jangan sembarang masuk kerumah orang tengah malam pabo!” jonghyun menjitak kepala wonho dengan sendok yang ada pada tangannya.

“aku hanya ingin bertemu dengan serra kok. Lagipula aku ingin menyanyikan lagu yang kubuat saat memikirkan serra”

“iya..tapi ujung-ujungnya malah nyosor kekamarku”

“habis hyung terlihat sangat kesepian makanya aku temani. Aku juga sangat kedinginan malam itu hyung..”

“oh ya..kita harus berdoa untuk ibu.. oppa bergegaslah, aku masih harus kesekolah”

“biar kuantar serra” wonho menawarkan diri

Serra dan jonghyun sedang duduk dihadapan sebuah meja kecil dengan dua foto yang telah dilangkari dengan bunga.

“umma Asako..umma minami semoga hari inipun..serra dan oppa bisa melanjutkannya dengan baik” serra mengangkat doa

“semoga wonho tidak mengejar-ngejar serra lagi”

“semoga kumis ayah hilang”

“lohh kok malah gak nyambung doanya ?” comment wonho

“berisik!”

 

Aku dan serra tidak memiliki hubungan darah. Aku adalah anak kandung dari orangtuaku sedangkan serra adalah anak dari ibu tiriku. Rumor yang beredar disekitar rumahku adalah..

‘kalau jadi istri keluarga Kim, pasti akan tertimpa kesialan’

“kami berangkat dulu”

“serra” panggil jonghyun seraya menarik serra masuk kembali kedalam rumah.

Jonghyun segera menyandarkannya kepintu dengan sedikit tegas. Perlahan tangannya mulai mengangkat dagu serah yang mulus dan mendekatkan wajahnya kearah serra. Serra hanya bisa menutup mata dengan perlakuan jonghyun. Tiba-tiba sesuatu menyentuh bibir mungil serra

“dandananmu terlalu berlebihan” jonghyun menghapus lipstick serra menggunakan ibu jarinya dengan lembut

“lipstickmu juga terlalu tebal.”

“oppa..” desah serra sambil meremas lengan Jonghyun

“oppa hentikan !!! memangnya aku gak boleh memakai make-up? Dasar oppa pabo” serra segera berlari keluar rumah meninggalkan Jonghyun yang masih diam terpaku ditempatnya.

Serra..rambutnya yang berwarna kecoklatan dan lembut serta tengkuknya yang putih juga poninya yang panjang dan pipi yang kemerahan. Melihat bibirnya yang kemerah-merahan..

Serra,, kumohon janganlah terburu-buru menjadi orang dewasa. Jangan berpisah dariku..

“aku ini memang bodoh ya ?” Tanya jonghyun yang sedang bersandar dikursi taman

“ menurutmu ?”

“key apakah aku ini aneh ?”

“gak, biasa kok. Sejak jadi anak sma, serra menjadi anak yang sangat cantik. Kalian tiap hari bersama, tapi gak punya hubungan darah sama sekali. Wajar saja kalau sampai jatuh cinta”

“wajar ya..” desah Jonghyun dengan suara yang semakin mengecil

Jonghyun flashback

Musim semi 12 tahun yang lalu. Aku mendapat ibu dan seorang adik tiri. Sebenarnya aku merasa tertekan. Padahal aku sudah terbiasa hidup santai dengan ayahku yang juga seorang pria. Pasti aku harus membiasakan diri lagi dan gak akan bisa sebebas dulu.

“maaf aku ingin ketoilet dulu” ucap ibu serra

“ada telepon dari kantor. Jonghyun dan serra tunggu dulu ya”

Jjeng!! Kini hanya tersisa aku dan dia. Merepotkan saja, aku memasang sebuah sneyum yang dipaksakan tentunya, tapi dia terlihat tenang-tenag saja.

Tiba-tiba sebuah angin kencang sertiup kearah kami membuat balon yang berada ditangan serra terlepas.

“balonku” serra segera berlari mengejarnya

“woii!! Jangan lari nanti kau bisa terjatuh”

Kaki serra terantuk oleh sebuah batu membuatnya terbanting keatas tanah. Serra segera menangis tidak karuan

“tung-tunggu..diamlah jangan menangis”

“kasihan sekali anak itu..”

“apa yang dilakukan oleh orangtuanya”

“bukankah lebih baik jika mencari orangtuanya saja” cibir orang-orang yang sedang lewat

Karena panik aku juga ikut menangis. Padahal aku sudah menjaganya, tapi karena dia tiba-tiba lari..

Sebenarnya aku juga tak ingin ketempat ini sekarang ini. Aku sangat benci dengan taman bermain. Aku ingin bisa berduaan dengan ayah saja dirumah. Nonton dan makan bersama dengan santai, padahal dulu kami sudah sangat nyaman.

Aku gak butuh adik!! Ibuku juga, cukup ibuku yang sudah meninggal. Apakah bagi ayah aku bukanlah anak yang baik ? apakah ayah tidak puas dengan hanya aku seorang ?..

aku semakin memperkeras tangisanku. Tiba-tiba saja serra segera mengusap puncak kepalaku membuatku diam seketika..

“mana yang sakit ? perih ya..oppa mau permen ? mau rasa apa ? serra akan memberikan semua yang kakak inginkan..”

Padahal dia sendiri yang pnuh luka tapi masih berusaha untuk membujukku. Sejak hari itu, aku sudah memutuskan untuk mengganggapnya sebagai adik yang berharga untukku.

Akhirnya serra masuk smp. Saat itu aku kelas 2 sma..

Kaus dalam yang terliha karena hujan, wajahnya yang terlihat mengantuk juga pipinya yang memerah karena dingin. Dia bukanlah adikku melainkan seorang yeoja yang tidak mempunyai hubungan darah denganku, begitulah pikirku. Yang pertama menyadari hal ini adalah ibu serra

“jonghyun suka dengan serra ya?”

Dia sadar akan perasaanku terhadap serra. Sungguh memalukan!

“aku sendiri tidak tahu”

“sebelum tinggal disini, aku selalu membuat serra merasa kesepian. Semuanya itu karena aku harus bekerja dan serra harus tinggal sendirian dirumah. Karena itu, aku ingin mempertahankan keadaan ini. Aku berusaha bertahan setidaknya sampai serra dewasa dan bisa memutuskan keinginannya sendiri. Sampai serra tumbuh dewasa, simpanlah perasaanmu untuk dirimu sendiri. Jika tidak, serra yang sudah melihatmu sebagai kakaknya pasti akan sangat terluka”

Maafkan aku serra..maafkan aku ibu..mungkin lebih baik jika aku menyimpan perasaan ini..

Kringg..kring.. bunyi suara telepon rumah

“hallo..mwo ? kecelakaan ??!”

……

“padahal baru 7 tahun menikah..”

“kudengar dia bekerja ditoko minuman. Bagaimana dengan anak yang dibawahnya ?”

“serra ?”

“anak secantik itu.. jika dibiarkan terjadi sesuatu dengan jonghyun akan semakin memperburuk keadaan”

“kurasa demi kebaikan jonghyun, serra ditipkan saja kepanti asuhan”

“tidak akan terjadi apa-apa..!! karena itu kumohon, jangan membicarakan serra lebih dari ini”

Ibu..aku mengerti perasaanmu. Oleh karena itu, aku akan menggantikanmu melindungi serra. Dari segala hal yang akan menyakitinya..termasuk diriku sendiri..

End of flashback..

“serra..chukae. sekarang kamu sudah berumur 18 tahun”

“parfum ? untukku ? “

“tentu saja”

Serra mencoba parfum tersebut

“manis. Baunya seperti shampoo. Bukankah baunya terlalu kekanak-kanakkan untuk yeoja yang berumur 18 tahun ?”

“apa maksudmu ? 18 tahun itu masih termasuk kanak-kanak tau” jonghyun membelai kepala serra

“hentikan!!” serra menangkis tangan jonghyun. Saking kerasnya membuat cincin yang ada pada tangannya terjatuh

“serra.. bukankah ukuran cincin ini terlalu besar untukmu ?” jonghyun memungut cincin tersebut

“tidak apa-apakok. Cincin ini adalah segalanya bagiku”

Mungkinkah ini pemberian wonho ?

“serra apakah kamu berpacaran dengan wonho ?”

“ne oppa…” jawab serra dengan suara pelan

“tsubami semoga kamu bahagia dengan wonho” jonghyun memasang senyum pahit diwajahnya.

“tadi..aku menepis tangan oppa.. apakah perih ?” serra memegang tangan jonghyun namun seketika jonghyun segera menarik tangannya kembali.

“tidak apa-apa”

“oppa..aku bukanlah anak-anak lagi. Supaya oppa bisa merasa lebih tenang dan tidak terbebani. Aku ingin menjadi wanita yang mandiri. Oppa juga harus bahagia..”

***

“sudah mau sampai rumah ne..”

“mian key, aku jadi mabuk begini karena tahu serra sudah mempunyai pacar”

“apa itu ? lampu dikamar lantai 2 masih menyala. itukan kamar tsubami ?”

Tibaa-tiba sesuatu yang basah mengalir dipipi jonghyun

“jangan nangis jonghyun”

“aku gak nangis!”

“gimana kalau malam ini nginap saja dirumahku”

“terserah”

“relakanlah jonghyun, bagi yeoja yang paling membahagiakannya adalah bisa bersama dengan orang yang ia cintai”

Jika serra bisa bahagia.. aku tidak akan peduli dengan rasa sakit didadaku ini

Next day..

Serra sedang berdiri dipagar pembatas jembatan

“serra..?” panggil Jonghyun

“oppa..”

“sejak dulu kau sangat menyukai tempat ini”

“iya. Dari sini aku bisa melihat taman bermain tempat aku bertemu dengan oppa dan ayah untuk yang pertama kali”

“rasanya sudah lama sekali”

“aku sangat merindukan tempat itu”

“serra..apa kau memakai parfum dariku ?”

“wonho bilang..parfum dari oppa wanginya sangat enak. Maaf ya sudah bilang wanginya kekanak-kanakan”

“iya..baguslah”

“oppa..setelah lulus sma, aku akan tinggal bersama dengan wonho”

“jika itu maumu” respon jonghyun tanpa memandang kearah serra sedikitpun

“oppa..aku ingin pergi ketaman bermain. Sebagai kenangan terakhirku bersama dengan oppa”

***

Taman bermain

Hampir seluruh wahana sudah dicoba oleh jonghyun dan serra. Mulai dari yang menegangkan sampai yang menakutkan.

“oppa.. bagaimana kalau kita coba bungee jumping ?”

“serra, aku tak mau punya kenangan yang mengerikan”

“habis kalau kita tidak berbuat apa-apa, waktu terasa sangat cepat berlalu. Rasanya menakutkan..”

“baiklah..”

Benar juga. Saat-saat membahagiakan dan menyenangkan terasa sangat cepat berlalu.

“ahh disini.. tempat aku jatuh dan menangis waktu itu”

“ya karena kamu tiba-tiba menangis. Aku juga ikutan panik.. ahaha”

Tiba-tiba seseorang menyambar serra membuat popcorn yang ada ditanganya jatuh berserakan..

“gimana nih ? harus cepat dibereskan..”

“ah..jadi dimakan burung deh”

Senang sekali..kuharap waktu bisa berhenti saat ini

“oh ya, waktu pertama kali kenalan denganmu, aku sempat berpikir pasti akan merepotkan sekali”

“masa sih ? oppa jahat. Padahal aku sangat senang”

“iya.. tapi sekarang-\..”

Tiba-tiba cincin serra terjatuh dan menggelinding ditanah

“wahh.. tunggu”

Aku.. tidak bisa membayangkan hidupku tanpa hadirnya serra

Serra..

‘gak apa-apa’

‘oppa cepat bangun ..’

‘bagi yeoja yang paling membahagiakan adalah bisa bersama dengan orang yang ia cintai’

Serra hanya bisa bahagia dengan wonho. Tapi.. aku tidak bisa bahagia tanpa dia

“oppa.. aku mendapatkan cincinnya.. liat oppa ..op-“

Jonghyun segera mendekap serra kedalam pelukannya

“aku tak sanggup lagi serra. Jangan pergi! Selama ini aku selalu menyukaimu. Permintaanku memang tidaklah masuk akal. Biarpun aku bukanlah orang yang dapat memberikan kebahagian penuh untukmu.. tetaplah disisiku, jangan pergi dariku”

Hujan segera turun seolah sedang ikut menangis bersama dengan jonghyun

“oppa..” serra segera mencium jonghyun dengan lembut.

“aku juga, selama ini selalu menyukai oppa. Suka sekali sampai terasa sangat menyakitkan. Supaya dapat tetap menjadi keluarga. Supaya bisa menjadi seorang ‘adik’, aku piker akan lebih baik jika aku menyukai orang lain. Tapi, kenyataannya aku tidak bisa..padahal kupikir aku bisa mencintai orang lain hasilnya aku malah menyakiti wonho..”

“kamu putus dengan wonho ? berarti kamu bohong ketika bilang akan tinggal bersama dengannya ?”

“apakah aku akan bisa ? apakah aku akan bisa membahagiakan oppa ?”

“aku sudah merasa bahagia..bila serra tetap berada disampingku..” jonghyun kembali memeluk serra

Ini bukanlah sesuatu yang buruk. Bukan juga sesuatu yang menjijikan. Karena perasaan hangat ini sangat indah. Serra .. aku ingin selalu berada disismu dan membahagiakanmu..

 

‘serra..akan memberikan semua yang kakak mau..’

Fin

AN      :

Gimana chingu ?? baguskah FFnya ??

Geregetan..authronya geregetan #maafauthornyajadinyanyi..

Ada yang penasaran gak sama cincinnya serra.. sebenarnya cincin itu hadiah dari ibu serra yang sudah meninggal, author sengaja gak nulis dicerita supaya readernya penasaran.. hehe #authordevil..

Ditungguin respon anda semuayah reader ;))

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Lost In Words”

  1. Uwooooo…
    Sister complex again,,
    alurnya masih loncat2,,
    kdg aku bingung, mana yg diucapin dlm hati, mana yg lgsg.

    1. hehe.. masih bingung yah chingu ? author aja bca ndiri bingung.. mohon dimengerti #bow..
      gomawo buat commentnya ,,

    1. hehe.. emang oppa slalu berkaitan dengan cinta terlarang.. akakak..
      gomawo.. Nanti author bkaln lebih berusaha lagi #bow

    1. yahh.. kalo dibuat sequel ceritanya gk bkalan pernah end chingu,, habis adminnya kalo buat sequel slalu brenti d tngah.. T^T

      gomawo buat komentnya #bow

  2. Ceritanya bagys…saya suka saya suka #alameimei#
    tetapi terlalu cepet dan kurang jelas narasi authornya..
    Pengaturan dialognya juga bkin bingung, yng ngomong siapa? Yg diem siapa? #plakk#
    secara isi cerita bgus, tinggal diperindah penyampaiannya
    #maafkebanyakankomentar#

  3. aku suka ff yg genreny bromance
    tp ini critanya smh trlalu biasa mnurutku, agak kurang greget
    tp emang dasarny aku suka ff bromance
    jd suka deh sm ff ini.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s