Neon Naegae Banhaesseo – Part 11 (END)

Tittle : Neon Naegae Banhaesseo aka You’ve Fallen for Me (Part 11)

Author : Papillon Lynx aka Ervina H, @fb: Namida Narumi Usagi (Saika Kurosaki)

Cast :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Choi Sulli f(x),
  • Choi Minho SHINee,
  • Kim Kibum aka Key SHINee,
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Jung Soojung aka Krystal f(x),
  • Kim Jonghyun SHINee,
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Sunny SNSD,
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Im Yoona SNSD,
  • Lee Jinki SHINee,
  • Lee Taemin SHINee,
  • Kim Hyeo So (Imaginary Cast) covered by Goo Hara KARA
  • Kim Hyung Sae (Imaginary Cast) covered by Lee Taemin SHINee with his red hair
  • Juanshi aka Victoria aka Qiannie covered by Victoria Song f(x)
  • Juanhye covered by IU
  • Jo Youngmin covered by Jo Youngmin BOYFRIEND
  • Jung Yoo Jin

Other Cast : Park Seonsangnim, Hwang Seonsangnim, Eomma, Appa, Dokter Lee.

Genre : Romance, Sad, Friendship

Length : Sequel

Rating : PG-16

TRACKLIST:
Sistar-Shady Girl
Jinki feat Jessica-One Year Later
IU-Good Day
Boyfriend-I’ll Be There
SNSD-Kissing you

Yap! This is the last part for Neon Naegae Banhaesseo. Gimana, Readers? Detik-detik untuk mengucapkan selamat tinggal buat ff saya yang gaje ini nih. Hehe.. Sebelum dan sesudahnya, aku mau minta maaf sama reader semua kalo aku ada salah ya. Dan makasih banget buat kalian semua yang udah setia baca ff ini dari part 1 sampai sekarang dan terus kasih kritik dan komentar. Oke deh, ngga akan banyak ngomong. Langsung saja. Monggo.. 

ALL POV IS AUTHOR’S POV
@@@

“MWO??! JONGHYUN HYUNG BERSELINGKUH?!” Tanpa Key sadari Shin You terjaga dan mendengar teriakannya.

“Key-ah..” DEGH! Key kaget ketika mendengar suara Shin You dan melihat yeoja itu menangis seraya menatapnya dengan bingung, menuntut penjelasan. Key reflek mematikan sambungan teleponnya dengan Minho begitu saja. “Benarkah Jonghyun Oppa.. Berselingkuh..??” kata Shin You tak percaya. Key reflek duduk di samping Shin You dan menenangkannya.

“Uljima. Jangan menangis, Chagi. Ini belum tentu benar.” Key juga benar-benar tak bisa percaya. Ia ragu sosok hyung yang sudah sangat lama dikenalnya bisa seperti itu. Apalagi berencana untuk tinggal satu atap dengan seorang yeoja tanpa didasari dengan ikatan pernikahan yang sah.

“Minho tidak pernah mengada-ada. Aku yakin pasti Minho berkata jujur. Saat di pesawat tadi juga aku melihat Aita menjauhi Jonghyun Oppa. Aku sudah memintanya untuk bercerita padaku. Tapi Aita memilih diam dan justru menangis.” Shin You mencoba mengontrol emosinya. Ia menghapus air matanya.

“Tidak. Aku akan memastikannya terlebih dulu. Chagi, jika kau tak keberatan, sekarang juga kita pergi menemui Minho. Bagaimana?” Shin You langsung mengangguk, sangat setuju. Mereka berdua pun pergi meninggalkan apartemen menuju tempat dimana Minho berada. Sia-sia sudah nasi goreng yang Shin You buat.

Dalam perjalanan, Key menghubungi Minho dan mengetahui kalau Minho berada di apartemen Aita. Shin You tahu dimana letak apartemen Aita karena dulu pernah mengerjakan tugas kelompok bersama di apartemen sahabatnya itu. Dengan menggunakan mobil Key yang sebelumnya diantar oleh supir keluarga Key, Key dan Shin You akhirnya sampai di apartemen Aita.

Kini mereka sudah duduk berhadap-hadapan di sofa ruang tengah apartemen Aita. Aita duduk bersebelahan dengan Minho dan Key bersebelahan dengan Shin You.

“Maaf, karena penjelasanku yang tiba-tiba, malam-malam begini kalian sampai tergesa-gesa datang ke sini. Tapi, ini sudah tidak bisa dibiarkan.” Kata Minho memecah keheningan yang sebelumnya mendominasi keadaan di sekitar mereka.

“Gwenchana. Kami juga ingin lebih memastikan saja. Jadi, benarkah Jonghyun Hyung…” Key menggantung kalimatnya.

“Maja (Benar).” Jawaban Minho membuat Shin You terperangah. Sedetik kemudian, Shin You meneteskan air mata. Ia benar-benar tak menyangka kakak satu-satunya bisa melakukan hal setega itu. Bahkan pada Aita. Sebagai sahabat baik Aita, Shin You merasa malu dengan Aita. “Saat di Maldives, Jonghyun Hyung bertemu dengan yeoja itu. Kata Aita, Jonghyun Hyung tak datang menemui Aita dan tak menghubunginya. Ketika pulang ke penginapan dan bertemu denganku, Jonghyun Hyung mengaku bahwa dirinya ingin bersama dengan yeoja itu saja.” Kali ini, Key yang terkejut.

“Yeoja itu? Siapa dia??” tanya Key penasaran. Minho tersentak. Akankah ia memberitahukan siapa yeoja itu pada Key? Akankah ia melanggar janji bersama yang ia buat bersama Jinki, Jonghyun dan Taemin untuk tidak pernah mengungkit lagi masalah Victoria di depan Key? Minho hanya menoleh ke samping kanannya seakan meminta persetujuan Aita. Aita hanya mengangguk. Ya, Aita sudah tahu semua ceritanya dari Minho sebelum Key dan Shin You datang.

“Dia.. Victoria.” Jawab Minho lirih.

“Victoria??” tanya Key dan Shin You bersamaan. Key terlihat seperti tak mengenal Victoria. Apakah ingatannya belum pulih sampai sekarang? Batin Minho.

“Ne. Kau belum bisa mengingatnya, Key-ah?” Key menggeleng. “Saat di sekolah menengah pertama dulu, dia adalah kekasihmu.” DEGH! Jawaban Minho lagi-lagi membuat Key dan Shin You bingung sekaligus tak percaya.

“Lihatlah ini.” Aita menyodorkan selembar foto pada Key. “Minho masih menyimpannya. Ini atas perintah Jinki Sunbae pada saat itu. Jinki Sunbae meminta Minho untuk menjauhkan semua barang-barang yang akan mengingatkanmu pada Victoria karena dulu semua orang mengira Victoria sudah meninggal saat kecelakaan itu. Dan Jinki Sunbae takut kau akan semakin terpuruk jika terus mengingatnya.”

Key memperhatikan foto seorang yeoja berkacamata di dalam foto itu yang berfoto dengannya.

“Kenapa di sini ada aku?” gumam Key. Shin You juga melihat itu.

Beberapa saat, Key hanya diam dan terus menatap foto itu. Tiba-tiba, kedua matanya terbelalak lebar dan melempar foto itu asal. Shin You, Minho dan Aita terkejut melihat reaksi tiba-tiba Key. Key terlihat bingung. Matanya bergerak-gerak cepat melihat ke bawah dan sesekali melihat ke arah yeoja di foto itu. Shin You segera menenangkan Key yang sekarang sedang memegangi kepalanya dan mengeluh pusing. Minho segera mengambil foto yang tergeletak di lantai itu dan menyembunyikannya di saku celananya.

“Vic-Victoria..” kata Key terbata. “Di-dimana dia? Apakah dia selamat?! Apakah orang yang menabrak dia sudah ditangkap?! CEPAT KATAKAN PADAKU!!”

PLAK!

Shin You tak tahan sehingga reflek menampar pipi Key agar Key diam dan tenang. Key pun diam dan menatap Shin You dengan kaget.

“Shin You-ah..” Key langsung memeluk Shin You saat itu juga. Key terisak dalam pelukan Shin You.

“Tenanglah. Itu hanya masa lalu. Sekarang hanya ada aku. Vic memang masih hidup tapi dia bukan Vic yang kau kenal dulu.” Jelas Shin You.

“Aku setuju dengan Shin You. Sepertinya Victoria itu berniat jahat pada kita semua. Dia hanya memanfaatkan Jonghyun Oppa. Aku akan berusaha menyadarkan Jonghyun Oppa.” Kata Aita entah mendapat semangat dari mana.

@@@

@@@

Two days later…

Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu rumah Key yang luas dengan banyak sofa yang mengisi ruangan itu. Tak terkecuali Juanhye dan Youngmin. Juanhye baru tahu kalau Youngmin juga mengenal beberapa orang di antara mereka. Ini merupakan suatu kebetulan yang bagus baginya untuk menggagalkan niat jahat Juanshi. Victoria, kakaknya.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Jinki yang menjadi pemimpin pertemuan saat itu. Mereka memang sengaja berkumpul untuk membahas masalah Victoria yang sudah mereka ketahui kehadirannya di kehidupan mereka lagi.

“Jonghyun-ssi.. Dia, apakah belum pulang juga sampai sekarang?” tanya Yurra pada Shin You yang duduk di seberang kanannya. Shin You menggeleng lemah. Pandangan mata Yurra berpindah menatap Aita di seberang kirinya. Aita terlihat sama sedihnya dengan Shin You. “Yeoja itu benar-benar pembuat masalah. Apakah dia ingin menjadikan Jonghyun-ssi sebagai sekutunya, huh?” Yurra mulai merasa kesal.

“Tadi kau bilang, kau dan Juanhye mengenal Juanshi, ah maksudku Victoria, apakah itu benar?” Kini Minho angkat bicara dan bertanya pada Youngmin.

“Ne. Dia sepupuku. Sama seperti Juanhye.” Jawab Youngmin.

“Dan aku adalah adik kandungnya.” Tambah Juanhye.

“MWO?!” Semuanya terkejut bersamaan. Tentu saja terkecuali Youngmin.

“Kenapa kau justru ada di pihak kami?” tanya Nhaena penuh selidik.

Juanhye menghela nafasnya. “Yaaa.. Karena aku bukan dia. Dan aku tak ingin kakak perempuanku melakukan perbuatan-perbuatan jahat.” Entah kenapa, jawaban Juanhye membuat Hyung Sae yang duduk di sampingnya tersenyum dan merasa bangga.

“Apakah kau memiliki rencana untuk mengagalkan rencana jahat kakakmu?” tanya Shin You yang duduk di samping Key sambil meneguk teh di cangkirnya.

“Iya, benar. Kita harus cepat menyelesaikan ini semua sebelum Victoria Noona menambah masalah. Aku sudah curiga sejak dulu saat di pemakaman. Ternyata memang ada yang ditutup-tutupi.” Komentar Taemin seraya mengambil beberapa cemilan di atas meja.

“Aku tidak punya rencana. Kita juga tidak bisa menggunakan kekerasan fisik untuk menghentikan kakakku. Bagaimana pun, dia adalah seorang yeoja. Kalian mengerti kan?” jawab Juanhye dengan tatapan seriusnya.

“Aku tidak akan menyangka Victoria akan berubah seperti ini. Sebenarnya apa keuntungan dia jika melakukan ini semua? Apa tujuannya?” tanya Key sambil memijat pelipisnya.

“Mungkin, karena dia ingin…” Aita menggantung kalimatnya. Merasa takut dan tak yakin untuk meneruskannya.

“Balas dendam?” lanjut Nhaena. Sontak, semuanya menatap Nhaena dengan tatapan takut dan setengah tidak percaya. “Waeyo? Itu bisa saja kan?” lanjut Nhaena.

“Apapun alasannya, dia telah membuat Jonghyun Sunbae seperti itu.” Kata Hyeo So.

“Ah, aku ada ide!” Seperti ada sebuah bohlam yang menyala terang di atas kepala Yurra. Wajah yeoja itu berseri-seri. Semuanya menjadi penasaran dengan ide apa yang sekarang ada di benak Yurra.

“Jangan yang aneh-aneh, Yurra-ah..” kata Jinki memperingati.

“Aniyo. Lusa akan ada festival olahraga di sekolah. Orang luar boleh datang untuk menonton dan memberikan semangat. Bagaimana jika kita minta Jonghyun-ssi untuk membawa yeoja itu datang ke sekolah?” Minho menggeleng.

“Itu ide yang buruk, Sunbae. Maldo andwae. Kalau pun mungkin aku takut akan terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan.” Timpal Hyung Sae. Yurra mendengus kesal.

“Tapi untuk apa yeoja itu datang?” tanya Shin You yang memang lebih setuju pendapat Hyung Sae. Yurra diam saja. Ia juga bingung untuk apa yeoja itu datang, Ya, sebuah ide tanpa tujuan.

“Itu sedikit ceroboh menurutku.” Ucap Hyeo So dan Taemin kompakan.

“Tidak juga. Itu ide yang bagus. Aku sendiri yang akan meminta Jonghyun Oppa untuk membawa Victoria datang ke sekolah.” Kata Aita.

“Mwoya? Kau serius, Chingu?” tanya Shin You. Aita tersenyum.

“Ya, aku rasa.” Jawab Aita berusaha tenang.

“Jika dia datang, apa yang akan kita lakukan?” Tanya Jinki.

“Tidak kalian. Tapi aku. Mungkin aku akan bicara dengannya berdua. Aku akan memohon padanya untuk melepaskan Jonghyun Oppa.” Jawab Aita.

“Kau akan menurunkan harga dirimu?” tanya Nhaena gamblang.

“Nhaena!” marah Yurra yang merasa ucapan Nhaena sedikit berlebihan. Nhaena merengut.

“Tidak, Sunbae. Ini namanya cinta. Memang harus ada pengorbanan kan?” Aita tersenyum.

“Aku ikut. Dia juga saudaraku satu-satunya.” Tambah Shin You. “Ingat, firasatku tidak enak. Kau tidak boleh jauh-jauh dariku saat festival, Aita-ah. Arra?”

“Baiklah kalau begitu keputusannya. Pastikan masing-masing dari kita menjaga diri baik-baik. Sepertinya Vic sudah berubah menjadi yeoja yang licik.” Saran Minho.

“Baiklah kalau begitu. Juanhye, kau akan datang juga kan?” tanya Hyung Sae pada yeoja di sampingnya.

“Ne. Aku ingin menemuinya.” Jawab Juanhye.

“Aku juga. Aku ingin menemani Nhaena.” Sambung Youngmin dengan santainya. Nhaena tersipu. Yurra dan Jinki hanya bisa terkekeh di mendengarnya.

“Hei, apakah kalian sudah resmi berpacaran?” bisik Yurra di telinga Nhaena.

“Belum, Eonni. Doakan saja semoga sukses ya!” Nhaena balas berbisik.

@@@

@@@

“Aita-ah..” kata Jonghyun ketika ia sampai di taman kota, dimana ia dan Aita memutuskan untuk bertemu. “Mianhae. Aku akan menjelaskannya.” Jonghyun maju selangkah dan hendak memeluk Aita. Namun Aita menghindar.

“Jangan memelukku selagi kau juga masih berhubungan dengannya, Oppa.” Kata Aita tegas. Tampak guratan kekecewaan di wajah Jonghyun. “Bahkan kau tak lagi memanggilku dengan sebutan ‘chagi’ lagi, Oppa.” Hening sesaat.

“Jadi, ada apa kau memintaku datang ke sini?” tanya Jonghyun pada akhirnya.

“Bagaimana rasanya hidup satu atap dengannya, Oppa?” tanya Aita sambil memandang ke langit-langit malam yang mendung. Aita berusaha menahan air matanya.

“Biasa saja.” Jawab Jonghyun sambil terus memperhatikan wajah Aita. Aita juga terus menatap ke langit. “Apa hanya ini yang ingin kau tanyakan padaku? Kau tidak ingin mengatakan hal lain?” tanya Jonghyun dengan sedikit berharap Aita mau memintanya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi atau bertanya apakah Jonghyun tidur satu kamar dengan Victoria. Jonghyun berharap begitu. Karena pada dasarnya, ia tidur di sofa. Dan jawaban itu pasti akan sedikit melegakan hati Aita, menurutnya.

“Ya. Dan juga, datanglah besok ke sekolah, Oppa. Hari ini kau tidak muncul di sekolah tapi kau muncul di hadapanku sekarang dalam keadaan sehat. Aku jadi tenang. Dengan melihat kau seperti ini, tak ada alasan bagimu untuk terus menghindar. Besok ada festival olahraga. Aku harap kau datang dan mengikuti perlombaan juga, Oppa. Dan satu lagi, bawa dia. Aku ingin berkenalan dengannya.”

“Mwo? Hajiman, Aita-“

“Tak ada penolakan, Oppa. Aku hanya ingin tahu bagaimana rupanya. Saat di apartemen, aku hanya melihatnya sekilas.” Aita memutus perkataan Jonghyun. Jonghyun akhirnya hanya bisa mengangguk. Aita mencoba tersenyum. Dan mencoba pergi dari tempat itu.

“Aita-ah..” panggilan Jonghyun terdengar menyayat hati Aita. Aita menahan langkahnya. Namun ia tak berani berbalik dan menatap Jonghyun. Karena ia sudah tak dapat menahan air matanya sekarang.

“Ne?”

“Apa.. Apa kau masih mencintaiku?” tanya Jonghyun seraya menatap punggung Aita lekat-lekat. Angin malam berhembus dan sedikit mengoyak rambut panjang Aita yang ikal. Sesaat Aita hanya diam, menahan emosinya agar tak meledak saat itu juga.

“Ne, Oppa. Naega saranghae yeongwonhi, Oppa.” Aita melanjutkan langkahnya dengan berlari. Ia tak mau memperlambat waktunya di sana. Jonghyun terperangah. Perasaan haru sekaligus bersalah bercampur menjadi satu dalam dirinya. Cairan bening mulai muncul di kedua matanya.

@@@

@@@

Hari festival olahraga pun tiba. Seantero sekolah dihias dengan berbagai macam hiasan membuat suasana semakin meriah dan bersemangat. Semua siswa sudah mengenakan pakaian olahraga mereka dan berkumpul di lapangan. SHS mereka adalah salah satu SHS terkenal di Seoul yang memiliki fasilitas lengkap dan selalu meluluskan siswa-siswa terbaik di Seoul. Terdapat kolam renang indoor, lapangan sepak bola yang di samping kanan dan kirinya terdapat lintasan untuk lari estafet, lapangan basket indoor, dan masih banyak lagi.

Di lintasan untuk berlari estafet, terlihat Hyeo So, Nhaena, Aita dan Shin You berdiri berjejer dan bersiap untuk berlari. Sebelumnya mereka melakukan pemanasan tubuh dulu agar tidak ada bagian tubuh yang kram. Keempat-empatnya mengikatkan tali kepala mereka dan mulai mengambil posisi bersedia. Di ujung sana, sudah ada Taemin, Hyung Sae, Jinki dan Key yang menjadi pasangan mereka. Jinki dengan senang hati menawarkan diri pada Aita menggantikan Jonghyun sebagai pasangannya karena Jonghyun belum kelihatan batang hidungnya. Sedangkan Nhaena dan Hyung Sae memilih untuk berpasangan karena Hyung Sae tidak memiliki pasangan yang cocok sehingga ia meminta kesediaan Nhaena. Nhaena pun setuju dengan syarat Hyung Sae mau mencarikan informasi tentang Yougmin melalui Juanhye. Mereka akhirnya sepakat.

DORR!

Suara tembakan pistol angin di udara mengawali mulainya perlombaan. Keempat yeoja itu terus bersaing. Dapat terlihat Aita unggul di depan, lalu Nhaena, Shin You dan terakhir Hyeo So. Mereka pun secara bergantian sampai di tempat pasangan mereka yang sudah menunggu dan memberikan tongkat estafet mereka. Kini giliran keempat namja itu yang berlari membawa tongkat menuju ke tempat empat siswa lain di depan sana.

Dan hasilnya, Hyung Sae lah yang menjadi juara pertama. Nhaena bersorak-sorak ketika mendapat medali dan piagam atas kemenangannya. Berbeda dengan Hyung Sae dan dua siswa lain yang satu berada satu kelompok dengan Nhaena. Mereka senang namun tidak berlebihan. Dari bangku penonton, Youngmin hanya terkekeh geli melihat sikap Nhaena yang lucu dan mengundang perhatian itu.

@@@

@@@

Acara dilanjutkan dengan lomba berenang. Semua peserta dan siswa-siswa yang ingin menonton sekedar untuk menyemangati sekarang berada di kolam renang indoor. Yurra sebagai Ketua Kepresidenan Siswa juga ikut datang menyaksikan. Dengan seragam yang terlihat paling berbeda, jas berwarna cokelat tua dan tertera tulisan ‘Chairman of The Student’s Presidency, Han Yurra’ di name tag yang tersematkan di jas miliknya, membuat Yurra sangat dihormati karena kewibawaannya.

Delapan peserta lomba berenang sudah bersiap di tempatnya. Minho, Key, Jinki, Taemin dan.. Jonghyun yang baru saja datang, juga tiga peserta lainnya. Aita dan Shin You yang ikut menonton kaget dengan kehadiran Jonghyun. Bahkan Aita sempat berpikir, Jonghyun tak mau dan takkan datang. Tapi pikirannya salah. Dengan kehadiran Jonghyun, membuatnya sedikit merasa kalau namja itu masih memperhatikannya. Tepatnya, perkatannya.

“Jonghyun Oppa terlihat sedikit pucat. Apa tidak apa-apa?” cemas Shin You tiba-tiba. Aita yang berada di samping yeoja itu juga ikut cemas.

DORR!!

Sekali lagi terdengar suara tembakan pistol angin di udara. Semua peserta lomba segera melakukan gerakan meluncur ke dalam kolam dan dilanjutkan dengan berenang sampai ke tepi kolam di ujung sana. Siapa yang tercepat dia yang menang.

Suasana mendadak tegang ketika Jonghyun dan Key berada di posisi yang seimbang. Namun Jonghyun mempercepat gerak ayunan tangannya sehingga ia lah yang menjadi juara pertama. Key mendapat juara dua. Disusul Minho, Jinki, Taemin dan tiga siswa lainnya. Jonghyun mencium mendali miliknya ketika medali itu sudah melingkar di lehernya. Dari jarak yang jauh, Aita dapat melihat Jonghyun memperlihatkan medali kemenangannya padanya. Aita tersenyum dan mengangguk.

Di sudut yang lain, Vic melihat dengan jelas pemandangan itu. Air mukanya seketika berubah keras dan tatapannya berubah menjadi tajam pada Aita. Sedetik kemudian, sebuah senyuman licik menghiasi wajah Vic.

@@@

@@@

Kegiatan lomba diistirahatkan selama satu jam untuk makan siang. Setelah istirahat, akan dilanjutkan dengan lomba basket.

Aita dan Shin You baru saja keluar dari toilet sekolah untuk membenahi diri, mencuci tangan dan yang lainnya.

“Kau yakin akan menemuinya sekarang?” tanya Shin You.

“Ya. Aku sudah menghubunginya tadi. Aku mendapat nomer ponselnya dari Juanhye-ssi.” Jawab Aita.

“Dia akan datang?”

“Sepertinya.”
Ketika melewati ujung koridor dan akan menuruni tangga, kedua yeoja itu melihat seorang yeoja yang sudah sangat mereka hafal wajahnya berdiri bersandar di dinding koridor dekat tangga menuju lantai dasar.

“Annyeong, Aita-ssi, Shin You-ssi! Akhirnya kalian memintaku untuk bertemu.” sapa Vic dengan senyuman khasnya. Aita dan Shin You hanya diam saja. “Wah, sepertinya kalian tidak menyukaiku.” Lanjut Vic.

“Cih, sangat sangat tidak suka tepatnya!” kesal Shin You. Aita mencoba mengendalikan emosi Shin You dengan mengusap perlahan bahu Shin You.

“Ah, sayang sekali ya. Padahal, Jonghyun Oppa bilang, Aita-ssi sendiri yang ingin aku datang. Benar kan, Aita-ssi? Jadi, apa yang ingin kau katakan?” Vic menyeringai membuat Shin You semakin tak tahan.

“Ya, benar. Terima kasih sudah mau datang, Victoria-ssi.” Jawab Aita sambil tersenyum sekilas. “Aku hanya ingin kau melepaskan Jonghyun Oppa. Aku yakin Jonghyun Oppa hanya mencintaiku. Karena kedatanganmu, membuat hatinya sedikit goyah.”

“Hmm..” Vic memainkan ujung rambutnya masih dengan senyuman liciknya dan mendekat ke arah kedua yeoja itu. Tiba-tiba, Vic menyentuh ujung rambut panjang Aita yang ikal.

“Apa yang akan kau lakukan pada Aita, huh?!” tanya Shin You mulai emosi.

“Ups, jangan terbawa emosi, Calon Adik Iparku.” Shin You memasang raut wajah sebal mendengar Vic menyebutnya seperti itu. “Lihat, rambutmu indah sekali Aita-ssi. Hitam kecoklatan, panjang dan ujungnya ikal. Sepertinya selera Jonghyun Oppa dari dulu tetap sama ya..” Vic mengalihkan pembicaraan dan terkekeh.

“Maaf. Apa maksudmu?” tanya Aita semakin tak nyaman dengan sikap Vic padanya.

“Dulu, aku juga memiliki rambut yang sama sepertimu sekarang, Aita-ssi. Itu tandanya, Jonghyun Oppa tak bisa melupakanku kan??”

“YA! Apa maksud dari perkataanmu, huh?! Kau ingin membuat Aita cemburu??” Shin You menampik tangan Vic yang masih memegang ujung rambut Aita dengan kasar.

“Ouch, appoo..” Namun Vic tak terlihat kesakitan. Senyum masih menghiasi wajahnya. “Bingo! Aku ingin membuatnya membenci Jonghyun Oppa.”

“KAU-“

“Sudah, Shin You-ah. Ayo kita pergi dari sini. Tak ada gunanya berbicara dengannya. Percuma. Kkaja!” Aita menahan tangan Shin You yang sudah terangkat ingin menampar wajah mulus Vic. Yeoja itu pun menarik Shin You untuk pergi dari tempat itu. Ketika hendak menuruni tangga, Vic menghampiri mereka dan dengan teganya mendorong kasar kedua yeoja itu dari belakang. Shin You dan Aita sempat berteriak, namun mereka berdua kehilangan keseimbangan tubuhnya. Kedua yeoja itu jatuh dan terguling beberapa kali hingga sampai di lantai yang datar. Vic menatap tubuh tak berdaya itu dengan puas.

“Mengembalikan Jonghyun Oppa? Maldo andwae (Tidak mungkin)!” Gumam Vic sambil berjongkok di depan tubuh Aita dan Shin You yang mengeluarkan darah dari kepala mereka. Yeoja itu pun bangkit dan berlalu pergi begitu saja. Dalam setiap langkahnya, Vic terus tersenyum karena ia beruntung bisa menyelakai Shin You dan Aita di tempat yang kebetulan sepi seperti itu. Pasti semua anak sedang berada di kantin untuk makan siang. Hihi.. Kata Vic dalam hati.

@@@

@@@

Key dan Minho berjalan berdampingan menuju kelas mereka untuk mengambil seragam basket kelompok mereka. Sebentar lagi waktu istirahat akan segera habis dan mereka harus segera bersiap. Kelas mereka cukup jauh dari kantin. Terletak di lantai dua paling ujung. Sebelumnya mereka memang sengaja pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang terus berbunyi tanda menuntut untuk diisi.

Betapa kagetnya mereka ketika sedang asyik mengobrol tiba-tiba kedua mata mereka menangkap dengan jelas tubuh dua orang yeoja yang sudah dapat mereka tebak itu siapa tergeletak di lantai. Key dan Minho langsung berlari menghampiri tubuh Shin You dan Aita. Mereka sangat syok ketika melihat ada darah di sekitar kepala mereka. Parahnya lagi, darah itu sudah sedikit mengering.

Tubuh Key menegang melihat keadaan Shin You. Ia seperti diingatkan kembali pada peristiwa beberapa tahun yang lalu ketika dengan mata kepalanya sendiri Key melihat tubuh Vic berlumuran darah. Namun pikiran itu segera ditepisnya. Bersamaan dengan Minho, dan dengan tergopoh-gopoh, Key dan Minho menggendong tubuh Shin You dan Aita. Mereka berdua mencoba berlari karena keadaan Shin You dan Aita terlihat sangat parah.

“Hyung!” panggil Taemin. Datang pula Hyeo So, Hyung Sae dan Juanhye. “Astaga, apa yang sudah terjadi, Hyung??” panik Taemin ketika melihat kedua hyungnya menggendong dua tubuh tak berdaya.

“Kami juga tak tahu. Kami menemukan mereka sudah seperti ini. Taemin-ah, Wakil Ketua, tolong beritahu yang lain. Kami berdua akan ke rumah sakit sekarang.” Kata Minho pada Taemin dan Hyung Sae. Kedua namja kembar itu bersama Hyeo So dan Juanhye pun segera kembali ke dalam kantin, memberitahu yang lain. Minho dan Key segera menstop taksi dan pergi ke rumah sakit. Dalam perjalanan, tak henti-hentinya air mata Key menetes melihat wajah pucat Shin You. Minho juga beberapa kali meminta supir taksi untuk menambah kecepatannya.

Di sekolah, Taemin dan Hyung Sae menceritakan kepada semuanya apa yang sudah terjadi pada Shin You dan Aita. Jonghyun reflek bangkit dan pergi dari sekolah menuju rumah sakit sendiri. Dalam hatinya, Jonghyun terus merutuki dirinya sendiri atas apa yang menimpa Aita dan saengnya. Dan hatinya juga terasa panas ketika Taemin menjelaskan bahwa Aita ditolong oleh Minho. Jonghyun kembali teringat pada kata-kata Minho yang akan menjadikan Aita sebagai kekasihnya. Pikirannya terpecah dua sekarang. Dua yeoja yang terluka parah itu adalah dua yeoja yang sangat berarti baginya.

“Mianhae, Younnie. Mianhae, Aita-ah. Bertahanlah. Jebal..” gumam Jonghyun lirih sambil menghapus air matanya.

@@@

@@@

Semuanya sudah berada di rumah sakit sekarang. Dan semuanya hanya bisa diam, menunggu kehadiran Youngmin dari ruang gawat darurat dan berharap berita yang Youngmin bawa adalah berita baik.

“Yurra Eonni, bagaimana kegiatan di sekolah?” tanya Nhaena yang bersandar di dinding.

“Eonni hentikan. Eonni juga merasa sangat bersalah. Ini semua ide dariku. Jika si Victoria itu tidak datang, pasti tidak akan seperti ini kejadiannya.” Kata Yurra sambil menunduk. Jinki mengusap-usap puncak kepala Yurra.

“Tenanglah. Mereka berdua akan baik-baik saja. Aku sudah menghubungi polisi untuk menyelesaikan masalah ini. Semoga saja Shin You-ssi dan Aita-ssi cepat sadar sehingga bisa memberikan kesaksian pada polisi nanti.” Ucap Jinki bijak.

“Apakah ini semua benar perbuatannya?” tanya Hyung Sae seolah tak percaya.

“Siapa lagi? Saat ini orang yang sedang memusuhi kita semua hanya dia kan?” cibir Nhaena. “Ck, dia sudah berani bermain fisik seperti ini. Nappeun yeoja!”

“Keundae, apakah mereka akan selamat ya, Hyung?” tanya Taemin polos. Pertanyaan Taemin dijawab dengan lirikan tajam mata Hyung Sae. Taemin hanya menunduk merasa bersalah.

Jonghyun dan Key hanya diam saja. Bahkan pandangan mata mereka terlihat kosong. Jonghyun berdiri bersandar pada tembok tepat di depan pintu ruang gawat darurat. Sedangkan Key duduk tak jauh dari tempat Jonghyun berada dengan jari-jari tangannya yang saling bertaut menutupi bibirnya yang terlihat bergetar karena menangis.

Semua yang menunggu di situ menatap iba pada Jonghyun dan Key. Kedua namja itu terlihat sangat sedih dan frustasi sekali. Tiba-tiba Jonghyun meraih ponsel dari saku celana olahraganya dan menelepon seseorang.

“Yeobsseyo, Oppa.” Sapa suara seorang yeoja centil di sana.

“Kau pembunuh, Qiannie! PEMBUNUH! Jika terjadi apa-apa pada adik dan kekasihku, maka kupastikan kau akan seumur hidup mendekam di penjara. ARRASSEO?!” suara nyaring Jonghyun membuat yang lainnya terkejut dan menatap Jonghyun takut. Terutama para yeoja. Yurra, Nhaena, Hyeo So dan Juanhye. “KITA PUTUS!” Itu kalimat terakhir Jonghyun.

TUT TUT TUT TUT…

Jonghyun segera mematikan sambungan teleponnya. Air matanya menetes lagi.

“Apa ini tidak cukup terlambat, Hyung?” tanya Key dengan nada mencibir. Jonghyun hanya diam. Membiarkan kedua matanya terus mengeluarkan cairan bening itu seolah tak ada habisnya. “Kau memutuskannya di saat adik dan kekasihmu yang sesungguhnya dalam keadaan antara hidup dan mati seperti ini. Sebenarnya, oppa dan namjachingu seperti apa kau ini, Hyung?” Key menangis. Lalu namja itu pergi begitu saja. Minho dan Taemin memutuskan untuk mengejar Key. Jinki melenguh panjang dan hanya bisa berdoa, semoga masalah ini cepat terselesaikan.

Ketika semuanya diam, Youngmin muncul.

“Bagaimana keadaan adikku? Aita??” tanya Jonghyun tergesa-gesa.

“Tenanglah. Shin You-ssi dan Aita-ssi tidak apa-apa. Tapi memang ada beberapa jahitan di kepala bagian belakang mereka. Dalam waktu dua atau tiga jam mereka akan sadar.” Mendengar penjelasan Youngmin membuat semuanya dapat bernafas lega.

“Oppa, jeongmal gomawo sudah menyelamatkan mereka.” Ucap Nhaena pada Youngmin. Youngmin tersenyum sambil mengusap pipi Nhaena dan menempelkan dahinya di dahi Nhaena sekilas.

“Ne. Itu sudah menjadi tugasku sebagai dokter.”

“Sejak kapan kalian pacaran?” tanya Hyung Sae yang merasa risih dengan kemesraan Nhaena dan Youngmin.

“Kapan saja boleh.” Jawab Nhaena asal dan terus bergelayut manja di lengan Youngmin.

END OF AUTHOR POV

-THE END-

@@@

AFTER STORY

@@@

Two months later…

Semuanya sudah beraktifitas seperti semula. Berjalan normal tanpa ada masalah yang membuat hati sesak. Tak ada tangis sekarang. Hanya ada senyum dan tawa.

Victoria sudah ditangkap dan dipenjara. Juanhye sudah kembali ke China dan mengikhlaskan kakaknya dipenjara di Seoul. Masa ujian kelulusan pun sudah terlewati. Jinki dan Yurra lulus dengan nilai yang dapat dibanggakan. Nhaena dan Jonghyun naik ke kelas tahun keempat. Hyeo So dan Taemin juga naik kelas ke kelas tahun kedua. Begitupula Key dan Shin You. Sekarang mereka duduk di kelas tahun ketiga dan menjabat sebagai pasangan kekasih yang menjadi Ketua dan Wakil Ketua Kepresidenan Siswa. Tahun ini, Key kembali menjadi pemimpin siswa-siswa di sekolahnya.

Namun kabar mengejutkan datang dari Minho dan Hyung Sae. Minho mendapat beasiswa bersekolah di Adelaide dan Hyung Sae ingin belajar desain dan fotografi di Perancis. Tentu saja keputusan mereka membuat yang lainnya sedih sekaligus gembira. Namun mereka hanya bisa mendukung dan mendoakan Minho dan Hyung Sae.

Jinki dan Yurra memilih untuk melanjutkan kuliah di Seoul University dan mengambil jurusan yang sama, yaitu jurusan Manajemen Bisnis karena setelah lulus kuliah nanti mereka akan langsung bekerja di perusahaan milik orangtua mereka dan juga… menikah.

Hubungan Aita dan Jonghyun juga membaik bahkan semakin mesra. Setiap hari mereka berangkat dan pulang sekolah bersama menggunakan motor Jonghyun. Jonghyun juga beberapa kali menemui orangtua Aita di Jepang ketika liburan. Pertunangan Jonghyun-Aita dan Key-Shin You pun digelar bersamaan di waktu dan tempat yang sama. Rencananya, dua tahun lagi mereka akan menikah.

Sedangkan Nhaena? Dia bolak-balik Korea-Maldives bersama Youngmin. Sekarang yeoja itu bahkan sudah sangat bosan melihat keindahan pantai Maldives dan bermanin snorkeling. Beberapa bulan setelah itu, Youngmin melamar Nhaena. Dan mereka memutuskan untuk menikah setelah lulus SHS sambil Nhaena melanjutkan kuliahnya.

Sedangkan Taemin dan Hyeo So setiap hari juga selalu bersama. Mereka berlatih tari dan belajar bersama setiap pulang sekolah. Hanya mereka saja yang belum terpikirkan untuk bertunangan. Mereka ingin menjalani suatu hubungan yang santai tapi tetap membahagiakan bagi mereka.

@@@

@@@

Seven years later…

“SHINee! SHINee! SHINee!” suara teriakan penonton menggema ke seluruh hall tempat diadakannya konser boyband pendatang baru, SHINee. Penontonnya begitu membludak hingga banyak penonton yang menangis karena kehabisan tiket masuk.

“Hei, hei.. Bukan begitu mauku. Aku mau rambutku diberdirikan seperti ini. Dan agak ke samping. Mengerti?” kata Key di depan meja riasnya seraya memberi instruksi pada coordi noona yang mendandaninya. Jinki yang berada di kursi sebelahnya hanya melirik dan menggeleng heran dengan sifat Key yang sangat memperhatikan penampilannya.

“Annyeong!” sapa suara seorang yeoja yang sangat dikenal Jinki. Namun ada yang berbeda dari yeoja itu. Yurra menggandeng seorang gadis kecil berumur sekitar 4 tahun dan perutnya juga terlihat sedikit buncit.

“Halo, Yeobo!” Jinki bangkit dari duduknya dan menghampiri keluarganya. “Ah, halo Jinrra!” kata Jinki sambil mengecup pipi Yurra dan Jinrra bergantian. Jinrra memasang wajah imutnya dan merentangkan tangannya ke depan minta digendong oleh ayahnya. “Aigoo.. Anak Appa sudah berat sekali.” Kata Jinki sambil menggendong Jinrra dan terus mencium pipi tembem yeoja kecil itu.

“Hyung!” sapa Jonghyun seraya masuk ke dalam ruang rias SHINee dan terlihat sudah siap dengan penampilannya. “Wah, ada Jinrra. Annyeong, Jinrra Chagi..”

PLETAK!

“Kau juga sudah punya anak kan? Jangan mesum dengan anakku.” Omel Jinki sambil menjitak kepala Jonghyun. Jonghyun mengerucutkan bibirnya

“Lihat, itu dia Shin You-ssi dan Aita-ssi datang!” kata Taemin yang semula sedang memainkan ponsel Blackberry-nya dan menunjuk ke belakang Jonghyun. Tepatnya menunjuk ke arah pintu. Mendengar itu Key langsung bangkit dan memeluk Shin You.

“Honey, kenapa lama sekali?” tanya Key manja.

“Bayi kita ingin sekali makan pizza.” Kata Shin You sambil menunjuk ke arah perutnya yang juga besar. Bahkan lebih besar daripada perut Yurra. “Jadi, tadi aku mampir makan pizza dulu dengan Aita.” Key tersenyum dan mengecup perut istrinya.

“Ne. Ibu hamil harus banyak makan, Key-ah..” tambah Aita. “Sayangnya, Hyunai masih bayi kecil seperti ini. Dia belum bisa mengkonsumsi makanan lain selain bubur halus dan ASI. Jadi tidak bisa menikmati pizza juga.”

“Hei kalian jangan bermesra-mesraan seperti itu di depanku. Lihat saja, aku juga akan menikah dan punya anak seperti kalian dengan Hyeo So, Hyung!” kesal Taemin. Yang lain terkekeh.

“Sudahlah Oppa. Lagipula kan kita sudah bertunangan.” Hibur Hyeo So yang duduk di sampingnya.

“Adakah yang merindukanku?” terdengar suara bass seorang namja.

“OMO! Mnho Hyung!” Taemin langsung menghambur ke pelukan Minho.

“Hehe.. Annyeong semuanya. Wah, semuanya sudah menggendong anak ya?” komentar Minho.

“Bagaimana kabarmu, Adikku?” tanya Jinki.

“Sangat sehat dan sangat bahagia. Studiku lancar sekali di Adelaide. Oh iya, aku kira aku akan mendapatkan yeoja Belanda. Tapi tidak, aku tetap saja berjodoh dengan yeoja asal Korea.” Tutur Minho.

“Siapa? Siapa?” tanya Jonghyun dan Key semangat.

“Ini dia. Chagi, masuklah.”

“Annyeonghaseo. Jung Yoo Jin imnida.” Kata yeoja berpakaian hanbok itu seraya memperkenalkan diri.

“Ah, kau berpakain seperti ini karena Chuseok Day kan?” tanya Aita.

“Bukan, Aita-ah. Dia keturunan ningrat. Ke-ra-ja-an.” Kata Minho menekankan kata terakhirnya.

“MWO?!” Semuanya memandang tak percaya pada Minho.

“Ne. Aku anak bungsu dari selir raja. Bangapseumnida.”

@@@

@@@

SHINee dengan 4 member akhirnya tampil di atas panggung. Mereka menyanyikan 3 lagu sekaligus. Yang pertama Julliete, Love Like Oxygen dan Ring Ding Dong. Dengan lincah dan kompak mereka menari dan menyanyi di atas panggung yang luas itu.

“Yeobo! Mau?” Youngmin menawarkan popcorn pada Nhaena yang duduk di sampingnya.

“Oppa! Ini bukan bioskop. Kenapa kau justru membeli popcorn?” cibir Nhaena lalu pandangannya terfokus ke arah panggung lagi. “Wah, lihat! Itu Key Oppa, Oppa!” teriak Nhaena girang.

“Ya! Kau sudah bersuami. Kita juga memiliki anak kembar. Youngnha dan Minnha. Ingat itu.” Youngmin terlihat cemburu.

“Hehe.. Oppa cemburu ya? Tenang saja. Aku hanya mencintai Oppa sekarang dan selamanya kok. Key Oppa hanya masa lalu. Sekarang aku hanya menyukainya karena aku adalah seorang Lockets.”

“Berarti tujuh tahun yang lalu kau belum mencintaiku??”

“Ya! Aku tak mau menjawab pertanyaanmu. Pabo.” Kini giliran Nhaena yang kesal.

“Jika aku pabo, aku tidak mungkin menjadi dokter selama delapan tahun, tahu!”

@@@

@@@

JEPRET! JEPRET!

“Xander!” panggil seorang laki-laki paruh baya kepada Hyung Sae sehingga menghentikan aktifitas Hyung Sae yang sedang memotret seorang model namja.

“Ada apa, Uncle?” tanya Hyung Sae ketika paman berwajah orang barat itu mendekat.

“Sebentar lagi akan ada model cantik professional. Kali ini majalah kita akan memuat artikel tentang biografi dan profil lengkapnya. Kau harus mengambil gambar yang terbaik, oke?” Hyung Sae tersenyum.

“Sure.”

“Ah itu dia! Miss IU!” panggil paman itu sambil menunjuk ke belakang tubuh Hyung Sae. Hyung Sae berbalik dan melihat seorang yeoja yang sangat familiar di matanya. Yeoja itu mendekat dengan anggun. Seolah waktu berhenti, Hyung Sae terperangah karena terpesona dengan kecantikan yeoja itu. Rambutnya yang panjang bergelombang dengan poni menghiasi dahinya. Dress selutut berwarna merah maroon membuat yeoja itu semakin cantik dan memikat.

“Hi, Xander.” Sapa yeoja itu sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Kau-“

“Annyeong, Hyung Sae Oppa!” sapa yeoja itu lagi membuat Hyung Sae semakin mengenalnya.

“Juanhye!” Yeoja itu mengangguk semangat.

“Sepertinya kalian sudah saling kenal. Ya sudah, bekerja sama lah yang baik. Aku pergi dulu. See You!”

“Fotografer?” tanya Juanhye pada Hyung Sae begitu paman itu pergi.

“Tidak hanya itu. Aku juga seorang desainer.” Jawab Hyung Sae angkuh. Juanhye terkekeh. “Sepertinya kau selalu ditakdirkan untuk menjadi modelku, Juanhye-ssi.” Ucap Hyung Sae.

“Aku juga merasa begitu.”

“Bagaimana jika menjadi kekasih atau istri saja?” canda Hyung Sae. Namun terselip keseriusan di dalamnya. Juanhye tampak berpikir.

“Itu yang aku harapkan dari dulu.” Jawab Juanhye tersipu. Hyung Sae senang dan langsung memeluk Juanhye erat.
“Kkaja. Sekalian kita buat foto pre-wedding kita.” Ajak Hyung Sae.

END OF AFTER STORY

@@@

Gimana buat ending part nya readers?? Aneh atau bagus? Ternyata Jonghyun tetep sama Aita. Bukan sama Minho ya. Dan Minho malah dapet cewe baru hasil dari beasiswanya di Adelaide. Hyung Sae juga ternyata berjodohnya sama Juanhye. Shin You-Key dan Nhaena-Youngmin juga happy ending. Kayaknya cuma Taemin aja ya yang belum kawin? Hahaha.. Kembarannya aja mau kawin gitu. Ya udah deh semoga readers suka sama endingnya. Agak bingung juga bikin bagiannya Vic. Tapi emang kok aku bikin Vic jahat banget ya? Padahal author ini fans beratnya Vic. #huhu.. PLAK! digampar fans Vic yang lain. Oke deh.. Jangan lupa comment ya. ^^ See you!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Neon Naegae Banhaesseo – Part 11 (END)”

  1. yeeeyy..
    Happy end.. Yah, walaupun ujung yg sbelum after story terasa kecepetan.. Tpi gapapa kq..
    Wah, minho dapet putri kerajaan.. Daebak! Jadi inget ff chingu yg sbelum ini.. Yg minho jadi mui alias dewa air..
    Nah, skrg tinggal yg ‘our marriage’…
    Fighting!!

  2. Omoooo!!
    Sampe nangis tuh, bagian kecelakaannya si Aita sm Shin you.
    Gak nyangka,,,, jahatnya Vic smpe begituuuu!!
    T.T
    endingnya gak maksa, neomu joha! after storynya kece juga….
    Huaa,, peluk Taemiiinn…
    Papillon Lynx-ssi, kesalahanku di part sblmna dh dimaafin kan?

    Jd gak tenang neh

  3. Omoooo!!
    Sampe nangis tuh, bagian kecelakaannya si Aita sm Shin you.
    Gak nyangka,,,, jahatnya Vic smpe begituuuu!!
    T.T
    endingnya gak maksa, neomu joha! after storynya kece juga….
    Huaa,, peluk Taemiiinn…
    Papillon Lynx-ssi, kesalahanku di part sblmna dh dimaafin kan?

    Jd gak tenang neh,,=.=

  4. hwaaa keren ini mah.. Cucok! Kekeke~ jadi bayangin anak2nya oppadeul. Pasti cute2 kayak appa-nya. Ih gemes deh hehehe

  5. Annyeong,perkenalkan Naura imnida 🙂 Reader baru nih,hehe :D. Bagus thor ceritanya! Aku udh baca dari awal sih tpi bru komen di part ini hehe mian :D. Tapi pngennya sih part taemin-hyeo so dibanyakin hoho :D. Kseluruhan ide critanya Daebak!

  6. yeah.. happy ending.. cuma kalu boleh jujur sih ya thor, endingnya agak maksa gitu soalnya endingnya kecepetan.. tapi tetep bagus kok.. keep writing^^

  7. Boleh jujur gak eonni? Part endingnya bener2 jauh dari perkiraan aku loh hahaha tp tak apalah belum tentu aku bisa buat yg kaya begitu ( ‾_‾)-σ
    Yg jelas ceritanya kerren eonni (y)

  8. Daebak thor coment ny part1-11 Aq jadiin 1aja ya hihihi

    Btw aku disini reader baru makanya baru koment ….

    Crita nya seru thor apalagi key-shinyou couple ><

  9. mian baru komen karna baru slesai baca
    ceritanya bagus dah smua pda dpt pasangan
    tp konflik sma victorianya jg lmyan bkin gregetan
    plng suka couple key-shinyou karna key romantis bgt
    perubahan karakter key lmyan cpt n drastis bgt ya dr orng yg dingin sma shinyou bisa cpt bgt brubah jdi sweet bgt sm shinyou
    suka jg sama karakter taemin yg manis bgt dsni mana cara nembakny lucu bgt lagi
    ga prnah kpikiran sma cara nembak yg spt itu

  10. Annyeong
    Liat ff lama
    Mmmmm jdi cuma coment di last part

    Author, keren banget cerita. Dengan segudang konflik .

    Mmmmmm i like it

  11. keren ffnyaaa…

    hyah nyambung aja tuh ff sblumnyaaa.. ada yoo jin segala , kan dia sama mir hehe…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s