Our Life Story [2.3]

Our Life Story – Part 2

Author : Charismagirl

Tittle : Our Life Story

Cast(s) :

  • SHINee
  • EXO
  • Super Junior

Genre : Comedy (absurd-__-a), Family

Rating : G

Length : Three-Shoot

A.N : FF ini mestinya bisa menjadi two-shoot, tapi sengaja saya potong. Biar 3 shoot. Part ini paling pendek >__<  *tak tau mesti memotong dimana* Banyak typo yang sengaja muncul, semoga tidak mengganggu. Part selanjutnya END >. Maafkan saya jika ada cast yang dinistakan (lagi)-__-*tiarap* Saya udah lama gak bikin FF komedi._. Tidak semua komedi itu lucu *garing dong-__-* Well, happy reading~

^^^^^

Kyu-line telah mematikan televisi sejak satu jam yang lalu. Dan sekarang kira-kira jam 2 mereka menyalakan televisi lagi. Orang-orang yang lain pun tampak menghentikan kegiatannya. Mereka semua berjejer rapi dan tegak lurus.

Tiba-tiba saja Key keluar dari kamar dan menguap lebar sembari meregangkan tulang-tulangnya di depan pintu kamar. Ia mengucek matanya, menatap bingung para manusia yang asik menonton televisi di dorm yang ia tinggali.

“Ada apa ini?” tanya Key cukup nyaring, membuat semua orang yang duduk disana menoleh pada Key.

“Kami akan menonton bola bersama. Hyung mau ikut?” tanya Taemin.

Key hanya melebarkan matanya sembari menghampiri penghuni dorm yang lain. Lalu menarik tangan Onew dan Jonghyun. Jonghyun menarik tangan Taemin dan Minho hingga mereka semua berpegangan tangan seperti akan melakukan lomba tarik tambang.

“Permisi,” ucap Key. Lalu ia membawa semua member SHINee ke dalam kamar. Rupanya ada yang ingin dibicarakannya.

“Kalian tahu kan keadaan dorm kita terancam menjadi kapal pecah jika kalian mengajak orang sebanyak itu untuk berkunjung? Nah, sekarang aku ingin kalian berjanji untuk membersihkan dorm setelah acara menonton bola itu. Arraseo?”

“Ne!! Yaksok!!” seru semua member kecuali Key. Key mengangguk puas. Ia keluar kamar lebih dulu dan member lain menyusul.

Onew, Jonghyun, Minho dan Taemin kembali ke ruang tengah sedangkan Key berada di dapur untuk sekedar minum air putih karena ia merasa haus. Tiba-tiba saja Key tersedak saat mendengar Baek Hyun, Jonghyun, Chen, Kyung Soo dan vokalis utama lainnya berseru karena terlalu asik menonton bola. Ais! Untung saja kaca-kaca di dorm tidak pecah karena ulah mereka.

Selesai di dapur, Key kembali ke kamarnya. Ia sempat melirik para manusia yang sedang menonton televisi itu dan memperingatkan pada mereka tentang janji mereka tadi. Key naik ke ranjangnya dan mulai memejamkan mata.

“Goooll!”

Key langsung terduduk dan mengacak rambutnya frustasi. Kemudian ia mengambil bantal dan menutup kedua telinganya hingga ia bisa tidur dengan nyenyak. Menghitung domba shaun the sheep. Menunggu datangnya pagi dan hari baru.

***

Taemin beberapa kali tak sengaja menjatuhkan kepalanya di bahu Minho. Rupanya maknae SHINee ini terlalu mengantuk. Matanya sudah terlalu berat untuk dibuka. Akhirnya Taemin tertidur di bahu Minho dan Minho tidak merasa keberatan untuk sekedar menjadi sandaran kepala Taemin. Tapi entah mengapa author merasa keberatan…

Onew menepuk perutnya karena kenyang. Ayam yang sudah ia beli sudah raib karena ia habiskan sendiri. Onew tidak berniat menonton bola sampai akhir pertandingan, jadi lebih baik sekarang ia tidur. Onew mengambil bantal di sofa dan merebahkan diri disamping Taemin.

Chanyeol dan Baek Hyun sepakat untuk tidak beranjak dari duduknya sampai pertandingan habis.

Hyung, dua menit lagi,” ucap Chanyeol pada Baek Hyun–yang tanpa sadar memejamkan matanya. Chanyeol hanya menghela nafas dan membiarkan Baek Hyun berada di pangkuannya.

Kini penghuni dorm sudah pada terkapar semua!

***

Selamat pagi dunia!

Kyuhyun berusaha membuka matanya. Cahaya matahari masuk tanpa permisi ke dalam dorm. Setelah sepenuhnya sadar. Ia berdiri dan meninggalkan teman-temannya yang lain masih berada dalam mimpi. Masih ingat, kan? Kyuhyun itu keturunan evil? Jadi jangan harap ia akan bersikap baik hati, tidak sombong dan suka menabung. Oke ini melenceng. Maksudnya, tidak mungkin Kyuhyun mau membantu membersihkan dorm SHINee meskipun ia sendiri ikut berpartisipasi dalam membuatnya berantakan.

Kyuhyun membuka pintu dorm dan mengendap menuju dorm Super Junior yang berada di lantai 12.

Satu per satu jiwa mereka kembali ke tubuh. Perlu diperingatkan ini bukan cerita hantu. Hanya imajinasi author yang menyangka mereka terbang saat tidur. Maksudnya jiwa mereka.

Sehun, Chanyeol, Baek Hyun dan Changmin bergegas keluar dorm SHINee. Mereka sempat meletakan jari telunjuk di bibir masing-masing–bukan di bibir orang lain. Mengisyaratkan agar tidak menimbulkan keributan yang membangunkan para penghuni asli dorm ini.

Krik krik!

Tidak ada suara lagi setelah peserta (sulit sekali menyebut mereka apa) penonton sepak bola tadi malam pulang ke dorm masing-masing. Menyisakan tuan rumah yang tengah tertidur pulas di ruang tengah. Kecuali Key yang masih merasa nyaman tidur di dalam kamar.

Minho mengerjapkan matanya. Keningnya sedikit mengkerut saat melihat keadaan dorm yang benar-benar sepeti kapal Titanic beberapa menit sebelum tenggelam. Ternyata Key benar. Mengumpulkan manusia sebanyak tadi malam memang memacu adanya sampah yang bertebaran. Tunggu dulu! Kemana mereka semua?

“Taemin-ah, bangun,” ucap Minho sembari menepuk pelan bahu maknae. Taemin membuka matanya dan langsung duduk. Ia menepuk bahu Onew yang kebetulan ada di sampingnya. Setelah itu Onew membangunkan Jonghyun. Oh rupanya ini adalah game bangun tidur berantai.

Ceklek!

Pintu kamar Key terbuka dan ia sudah siap membuka mulutnya untuk menyemprot Minho, Taemin, Jonghyun dan Onew dengan segala omelannya. Taemin hanya membulatkan matanya dan memasang wajah memelas agar Key sedikit menurunkan rating marah-marahnya pada mereka berempat.

“Cepat bersihkan semua ini!” pekik Key.

Mereka semua berseru pasrah dan mulai membersihkan dorm. Tiba-tiba saja ada Philip Lamp lewat. Ini ceritanya iklan dari Jerman permisi lewat dorm. Kapten tim Jerman yang bernama Philip itu membawa lampu hingga mereka semua menemukan ide yang pas untuk mengurangi penderitaan mereka.

“Aku akan menghubungi Kyuhyun Hyung dan Changmin Hyung.” Minho langsung mengambil ponselnya. Begitu pula yang lain. Mereka mengulangi panggilan tadi malam agar semua pasukan yang mereka undang menonton bola bersama itu kembali datang ke dorm.

Lalu Philip Lamp menghilang lagi–abaikan ini tidak penting.

Tidak lama waktu berselang, terdengar suara keributan dari luar.

“Untuk apa kalian kesini lagi?” suara Donghae menggema hingga terdengar jelas sampai di dalam dorm.

“Oh iya, Shindong Hyung bukannya tidak ikut kemarin?” tanya Baek Hyun.

“Memang tidak. Tapi kali ini aku akan ikut.”

“Mereka menjanjikan sarapan enak, eo?” tanya Chanyeol meyakinkan bahwa pesan yang mereka dapat tidak jauh berbeda dari Hyung-Hyung Super Junior yang rela datang lagi setelah susah payah melarikan diri dari kenyataan bahwa mereka harus membersihkan dorm orang lain.

“Itu pasti mereka.” Onew tersenyum sumringah dan tampak sangat antusias. Bahkan tanpa mereka menekan bel pun Onew sudah dengan senang hati membukakan pintu.

“Silakan masuk.” Ajaknya penuh keramahan, tanpa ada tahu bahwa ada maksud tersendiri dibalik sikap ramahnya itu.

“Ah, kebetulan sekali ada Shindong Hyung, kita bisa lebih cepat membersihkan dorm,” Ucap Taemin tanpa berpikir panjang mengutarakan kejujuran dengan maksud rencana mereka memanggil peserta nonton bola itu lagi.

“Membersihkan dorm maksudmu…,” ucapan Kyuhyun terpotong saat ia sendiri merasa dalam bahaya dan ia harus segera pergi dari tempat ini. Tapi ternyata Onew bergerak lebih cepat, mengunci pintu dan melempar begitu saja keluar jendela.

Mianhaeyo semuanya, kalian harus bertanggung jawab atas apa yang kalian perbuat semalam.” Sepertinya kalimat ini mengarah pada hal yang berbau yadong. Tenang saja, mereka pasti tanggung jawab dan membiayai anak-anak mereka. APA ini?! Abaikan.

“Ya sudah Hyung, lebih cepat lebih baik,” sahut Kai. Kemudian ia mengambil kain pel.

Mereka semua membersihkan dorm sampai benar-benar bersih. Bahkan lebih bersih dari pada sebelum mereka kotori. Suatu keuntungan bagi SHINee karena mereka tidak perlu lagi melakukan kegiatan mingguan membersihkan dorm.

Dua jam kemudian.

Mereka sudah selesai dengan kegiatan mereka. Kemudian Shindong meminta Onew untuk membukakan pintu. Tapi sialnya, Onew lupa dimana meletakkan kunci.

Ada yang ingat dimana Onew meletakkannya?

“Seingatku tadi Hyung melemparnya ke jendela,” ucap Minho santai.

“APA?!” Semua memekik kaget.

“Oh iya astaga!” Onew menggaruk-garuk kepalanya.

“Memangnya apa yang baru saja aku katakan?” tanya Minho seakan mengalami amnesia beberapa menit yang lalu.

“Kau bilang Onew Hyung melempar kunci pintu di jendela,” jawab Jonghyun.

“APA?!” Tuh kan, Minho itu tidak sepintar kelihatannya. Gue harap gak ada yang niat bunuh gue.

Semuanya sibuk memikirkan cara bagaimana agar mereka bisa keluar dari dorm ini. Belum sampai lima menit, suara bel pintu berbunyi. Mereka sendiri saja tidak bisa keluar, lalu bagaimana caranya membukakan pintu untuk orang lain. Buat loe loe yang diluar sana, cepetan pergi!

Ceklek!

Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang gadis sedang berdiri di depan pintu. Semua orang yang berada di dalam tampak terkejut dengan kehadirannya terlebih ia memegang kunci dorm.

“Permisi, tadi aku menemukan kunci ini di jalan. Kebetulan aku pernah melihat Jonghyun Oppa memegangnya jadi ku coba saja untuk membuka pintu dorm ini.” Gadis itu mengantungkan kunci itu di udara.

Hening.

“HUAAA!!” Mereka semua memekik senang dan berhambur keluar seperti anak ayam yang baru saja keluar dari kandang. Baek Hyun sempat berhenti di depan gadis itu lalu memeluknya.

“Gomawo Minri-ya.”

Ehemm!! Minho merasa tenggorokannya kering. Baek Hyun menyadari ada aura yang tidak enak, memutuskan segera angkat kaki dari sana.

“Taemin, tidak kah kau ingin mengambil kunci ini?” tanya Minri tidak sabaran.

“Ah, iya.” Taemin mengambilnya. Gadis itu berbalik dan berjalan meninggalkan dorm. Rupanya ia hanya lewat, tidak ada niat untuk mampir dan itu sedikit membuat Minho kecewa.

***

Siang hari di ruang latihan. Minho tidak terlalu fokus pada latihannya. Sebagai leader, Onew merasa kasihan pada Flaming Charisma itu. Jadi Onew meminta Minho untuk istirahat saja.

Minho duduk di tepi ruangan sambil menyandarkan kepalanya di dinding. Satu tangannya memegang kening. Taemin menghampirinya.

“Ada apa Hyung? kelihatannya Hyung kurang bersemangat hari ini.” Taemin duduk disamping Minho.

“…”

“Tidak apa-apa Hyung tim favorit kita kalah. Yang penting mereka sudah melakukan yang terbaik.”

“Bukan itu. Aku hanya merasa sedikit… galau,” ucap Minho. Kemudian ia berdiri dan Taemin juga ikut berdiri.

“Cerita padaku saja Hyung! mungkin aku bisa membantu.”

“Sudahlah, ini persoalan cinta kau tidak akan mengerti.” Minho menepuk bahu Taemin. Kemudian berlalu meninggalkan Taemin yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Dia pikir Taemin belum dewasa? Enak saja! Taemin sudah mengerti masalah cinta, hanya saja ia belum bertemu dengan orang yang dicintainya. Lihat saja, Taemin akan membantu Minho, agar Minho tidak menganggapnya seperti anak kecil lagi.

Minho membuka pintu ruang latihan dan berjalan begitu saja tanpa melihat jalan. Bahkan ia tidak menyadari kalau Taemin mengikutinya. Seorang gadis dari arah yang berlawanan tampak kesulitan membawa tumpukan tinggi handuk bersih. Hingga tak terhindarkan mereka bertabrakan.

Brukk!!

Hening. Minho jongkok dan membantu merapikan benda yang berjatuhan tadi.

“Lihat-lihat doooong,” ucap gadis itu sedikit kesal. Orang ini sepertinya kesambet Kimi. Tiba-tiba saja datang pria pirang brambut panjang. Dengan tingkat kemancungan hidung dibawah rata-rata. Gue harap Sule gak pernah baca ini. Lalu berbicara dengan bahasa berbeda. Karena tidak ada yang menghiraukan, pria itu pergi dengan wajah ditekuk. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.

“Lihat aku dooong!” Minho mendongakkan kepalanya dan menemukan gadis yang akhir-akhir ini memenuhi pikirannya. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak diatas kewajaran. Gadis itu tersenyum. Minho mengangkat kepalanya dan teringat kejadian ini seperti sebuah iklan. Dengan cepat ia melihat ke punggungnya. Untunglah, tidak ada anak panah yang menancap disana.

“Minri-ssi, gwaenchanayo?” tanya Taemin.

Ne?” Gadis itu tersadar dari lamunannya. Ia segera berdiri dan mengangkat tumpukan handuk yang harus ia bawa.

Mianhamnida, kamsahamnida.” Ia sempat membungkuk beberapa kali sebelum benar-benar pergi.  Minho mengarahkan pandangannya pada gadis itu sampai sosoknya menghilang terhalang tembok.

Apakah aku bisa memilikinya, ucap Minho dalam hati.

“Tentu saja Hyung!” Tibat-tiba Taemin menyahut.

Minho mengerutkan kening dan berkata, “Kau bisa membaca pikiranku?”

Aniyo. Aku membaca skenario.” Author dan Minho mau pingsan dulu. Ini kenapa jadi Taemin bisa mencuri skrip author, hah?! Buru-buru bangun lagi melanjutkan cerita.

Hyung, aku akan membantumu.”

TBC

© Charismagirl

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

19 thoughts on “Our Life Story [2.3]”

  1. Wkwkwkwkwkw ngakak denger ada game bangun tidur berantai 😀
    Mau coba game barunya author ah!!*plakk*
    Taemin hebat bisa nebak pikirannya Minho berkat baca skenario(?)
    Itu kelakuan ChangKyu sama BaekYeol pengen gue timpuk(?)*readers digorok* ngakak liat tingkahnya ChangKyu BaekYeol…
    Ekkhhemm Minho ma Baekhyun saingan nih 😛
    Onew kebanyakan makan ayam, refleks(?) Dia lempar itu kunci keluar jendela >_<
    Ayo lanjut lagi thor 🙂

    1. mau nyoba? -__-a
      iyanih taem nyuri skrip author #plakk
      timpuk aja Inhaya-ssi!! /nrodorin batu bata(?)/

      wah, onyu bahaya kebanyakan makan ayam, ntr saya lagi yg dilempar keluar jendela *auhtor gila*

      btw, thnks

  2. Hoaaahh,, Onew oppa sangtaenya itu lohh,,,
    ckckckckck..
    Harusnya pas Onew kehilangangan kunci, yg lain pd Koor nyanyiin Onew Condition…

    Buat Author,,
    udah di publish neh lanjutannya,, mgkn yg ke 3 bntar lg..

  3. wahahaha..
    Setelah tarik tambang, bangun tidur berantai.. Boleh dicoba.. Wkwkwk..
    Yey.. Taemin mw jadi dewasa..
    Kkk..
    Next..

  4. Taemin… Wkwkwkwkwk, kofflak xD

    Ini…. Wkwkwk, aduh, baca FF ini sampe sakit punggung, berasa tua -__,-

    NICEEEE~ CAN’T WAIT FOR THE NEXT PART!

  5. Ckck, apa-apaan mereka, diundang sarapan baru deh datang wkwkwk 😀

    aku udah seneng banget ada ff SHINee, EXO, Suju, tapi kenapa ada OC-nya???

    Tapi gpp thor,
    daebak deh,
    aku ke chap 3 ^^

  6. tadi kirain pas ada orang dengan kemancungan di bawah rata2 muncul kirain author masukin aku ke dalem cerita. huakakakak. tapi langsung sadar, rambutku tidak panjang apalagi putih. wkwk. lanjut ke part berikutnya deh XD

  7. Hadeh itu koplak semua emang :v
    Apalagi onew sampe segitunya lempar konci ke luar jendela ckckck dasar sangtae :v

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s