The Cruel Marriage – Part 2

Title : The Cruel Marriage

Author: Chinchi a.k.a Kim Sujin + ReeneReenePott

Cast:

  • Choi Minho
  • Jung Soojung
  • Choi Younghyeon (covered by Shanon William)
  • Bae Suzy

Minor cast:

  • Shim Syerin (OC)
  • Kim Heechul
  • Kim Soohyun
  • (Other still hidden in the story)

Genre: Romance, AU, sad.

Rating: PG-16

Length: Sequel

Disclaimer: The story pure belonged to me, but all of the casts belong to themselves. Don’t be a plagiator or reblog my fanfic without permission–chinchi–

RESPONSE PLEASE and HAPPY READING!!

TRAGEDY 2

‘Benci adalah bentuk kemarahan jiwa yang tersakiti, sedangkan Cinta adalah bentuk kasih sayang dari hati nurani yang cenderung murni. Tanpa Cinta, tidak akan ada Benci. Dan tanpa Benci, Cinta pun hanya sebuah kata tanpa cerminan.’ –TeraStory-

Author’s POV

Keringat dingin meluncur dari pelipis gadis muda berumur 10 tahun itu, Younghyeon tidak bisa menutupi rasa takutnya mendengar suara langkah Suzy yang kian mendekat. “Ya! Nugusaeyo?! Keluar sekarang atau kau akan kutembak!” ancam Suzy, tentu saja bohong karena dia sendiri bahkan tidak bisa memegang pistol dengan benar.

Younghyeon langsung menegak, tangannya memilin-milin sweter biru yang dikenakannya pertanda dirinya benar-benar ketakutan sekarang. Ia berdoa semoga ada seseorang yang menolongnya, dan tampaknya dewi fortuna senang sekali mengiringi gadis cilik yang selalu ingin tahu segala hal itu.

“Suzy-ah?!” Ny. Choi datang disaat yang tepat, hampir saja Suzy mencapai tempat Hyeon bersembunyi. Wanita berumur separuh abad itu menyentuh pundak Suzy, “Sedang apa kau di sini?” Suzy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Senyum kikuk terlihat mengembang diwajahnya,

“Itu a—aku, mencari udara segar. Waeyo eomonim?”

“Minho sedang sendirian di perpustakaan, mengapa tidak kau hampiri dan temani dia? Hitung-hitung mencuri perhatiannya.”

Suzy menyeringai, ia meletakkan handphonenya kembali dalam saku roknya. “Dengan senang hati..”

Kedua wanita dewasa itu berlalu, meninggalkan Younghyeon yang akhirnya mampu menghembuskan nafas lega. Entah bagaimana nasibnya kalau sampai Suzy menemukannya dan benar-benar menembaknya. Ia tidak bisa membiarkan wanita itu menghancurkan hidup keluarganya.

“Suzy-ssi, I won’t let you do anything to my family. Kau akan menyesal jika melakukannya!” Hyeon mengepalkan kedua tangannya. Ia mempunyai rencana untuk mencegah Suzy melakukan perbuatan jahat pada keluarganya Tapi, siapa yang akan percaya ucapan gadis 10 tahun tanpa bukti? Tentunya Hyeon tidak bodoh, buat apa IQ di atas rata-rata anak normal kalau tidak ia gunakan? Gadis cilik itu butuh seorang partner, dan ia tahu siapa orang yang cocok untuk hal itu.

>>>>>>>>>>>>>>>

Suzy baru saja menyelesaikan mandinya, gadis itu pergi ke ruangan berukuran sedang berisi baju-bajunya. Ia memilih sebuah dress putih tanpa lengan namun bertali jenjang terikat di leher, sebuah sweter abu-abu gadis itu pilih sebagai penutup lengan putih susunya. Ia berjalan ke arah meja rias, memoleskan beberapa make up pada wajah cantik itu.

Aktifitasnya terhenti ketika dirinya menatap bayangannya sendiri,

‘Ini bukan Suzy yang eomma kenal..’ kata seseorang. Wanita dengan pakaian serba putih dengan wajah damai meski usianya sudah lanjut memegang kedua bahu Suzy, berdiri di belakangnya.

Eomma..” lipgloss Suzy lepas dari genggaman. Ia menatap tak percaya pandangannya sekarang, seseorang yang selama ini ia rindukan tapi tidak pernah bisa ia mimpikan dalam tidur sekalipun. Sosoknya nyaris Suzy lupakan dari ingatan bila tak ada sebuah foto yang selalu mengingatkannya.

‘Suzy-ah, yeoja eomma yang baik tidak akan pernah melakukan hal seperti ini. Suzy yang dulu adalah yeoja baik hati yang selalu riang dan tersenyum, bukan yeoja yang suka memendam benci dan bersikap angkuh seperti ini.’ kata wanita itu, ia memandang Suzy penuh rasa keibuan.

“Ini demi kita juga eomma, mereka yang telah menghilangkan nyawa eomma, appa, dan Soomin. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup bahagia, mereka harus merasakan apa yang kita rasa’kan!” ujarnya dingin. Lelehan-lelehan air mata mengalir membasahi pipinya, membawa serta perasaan rindu dan marah dalam hatinya.

‘Kau salah paham Suzy-ah, mereka tidak pernah menyakiti eomma, appa, maupun Soomin.’

Eomma! Jingoo ahjussi bilang yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi adalah kaki tangan Mr. Choi, appa dari Minho. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan keluarga kita karena persaingan bisnis,” wanita di belakang Suzy hanya memandang bayangan Suzy di kaca dengan tatapan sedih. Ia tidak percaya anaknya berubah seratus delapan puluh derajat selama hampir 20 tahun belakangan ini.

‘Kau lebih mempercayai namja biadab itu daripada eomma-mu sendiri?’ pertanyaan itu seperti sebuah palu bagi Suzy. Hal yang selama ini juga ia pertanyakan dalam benaknya, hal yang selama ini juga hati nuraninya tentang.

Suzy menarik nafas, melontarkan sebuah jawaban yang membuat ibunya dan dirinya sendiri turut tercengang. “Sayangnya, ne eomma.” Bayangan itu hilang dalam satu kedipan mata, Suzy mengitari pandangannya bermaksud mencari sosok ibu yang dirindukannya itu. Namun, tidak ada siapapun kecuali dirinya.

Gadis itu terisak di meja rias, ada rasa sesal yang menyelip dalam hatinya. Bodoh! Jeritnya dalam hati. Ia merasakan kembali kehampaan yang selama ini selalu memenuhi rongga hatinya. Membiarkan otaknya memutar sebuah kejadian yang sampai mati pun akan selalu melekat jelas dalam memorinya.

FLASHBACK

Suzy kecil terkikik melihat wajah dongsaengnya yang kotor karena noda ice cream. Itu Soomin, menatap aneh pada saudari angkatnya yang masih terkikik kecil. “Eonni, waeyo?” tanyanya dengan polos. Sementara kedua orang tua yang duduk di depan mereka hanya tersenyum simpul melihat tingkah 2 gadis berusia 7 tahun itu.

“Ada noda di sudut bibirmu,” tunjuknya.

“Ah…eodi? Eodi?!” Soomin panik meraba-raba pipi dan bibirnya dengan tangan kiri yang masih bebas. Suzy meledak dalam tawa, ia gemas sekali dengan tingkah Soomin yang seperti itu. “Sini, biar eonni bersih’kan!” ia mengambil selembar tissue dari tasnya. Mengusap pelan sudut bibir Soomin yang terkena noda ice cream.

“Nah, sudah. Sekarang saengie sudah yeppo kembali!” Soomin terkekeh. Gadis itu menyodorkan ice cream ke hidung kakak perempuan yang berbeda beberapa bulan dengannya itu. “Soomin, kau nakal ya!”

“Sini!” noda di wajah Suzy dibersihkan dengan tissue oleh Soomin. Gadis itu tersenyum lebar sekali, memperlihatkan 2 gigi permanen kecil yang baru saja tumbuh. “Sekarang kita impas, eonni juga sudah kembali yeppo.” Ujarnya. Kehangatan itu adalah hal yang selama ini Suzy rindukan.

Ia telah lama mendekam di dalam panti asuhan, menunggu kehadiran orang tua yang akan mengasuh dan membawanya pergi dari tempat itu. Kini keinginan gadis kecil itu terkabul, bahkan tuhan memberikan bonus seorang adik kecil yang manis seperti Soomin.

Namun, tidak akan pernah ada perjumpaan bila tidak ada perpisahan. Perjalanan piknik mereka adalah untuk yang pertama dan terakhir bagi Suzy. Ayah angkat Suzy tidak menyadari adanya truk di tikungan jalan, ia banting stir saat sadar. Mobil hitam itu masuk ke jurang, berguling sebanyak 2 kali melempar Suzy, Soomin keluar dari dalam mobil.

Kedua orang tuanya terhimpit, darah tiada henti mengucur dari tubuh keduanya. Suzy kecil membuka matanya perlahan, ia melihat Soomin pingsan tak jauh darinya. “Soomin-ah, ireona! Jebal! Jangan buat eonni takut, ireona saengie!”

‘DUAAAARR’

Suzy terhempas beberapa meter dari tempatnya ketika ledakan itu terjadi. Gadis itu terbelalak, baru sadar kalau kedua orang tuanya masih ada di dalam sana, terbakar bersama mobil itu. “EOMMA~! APPA~!”

>>>>>>>>>>>>>>>

Gadis itu terisak di depan 3 buah makam. Nisan dengan nama ayah, ibu, dan adiknya, semua orang sudah meninggalkan tempat penuh duka itu. Tidak memperdulikan seberapa kerasnya Suzy menangis, rasanya baru kemarin mereka bersenang-senang, mengapa sekarang tuhan mengambil keluarga kecilnya? Keluarga yang baru saja didapatnya.

Bagaimana nasibnya? Apakah ia harus kembali lagi ke panti asuhan? Tidak! Dia tidak mau kembali ke tempat penuh sesak itu.

Seorang pria berusia awal 30-an dengan jas hitam dan kacamata menepuk perlahan pundak Suzy. Gadis itu mendongak, menatap pria itu bingung. “Annyeong, kau Suzy?” tanyanya ramah, padahal dalam kalimatnya terselubung maksud lain.

“Annyeong…hiks..nu-nugusaeyo?” pria itu tersenyum pada Suzy, mengangkat tangannya mengelus rambut hitam gadis cilik itu. “Aku ahjussimu. Namdongsaeng dari almarhum appa-mu!”

“Ahjussi?!” Suzy terlihat semakin bingung. “Ne, kau mau ikut ahjussi-kan? Mulai sekarang ahjussi yang akan merawatmu, eotte?” apa yang bisa dilakukan anak kecil polos selain mengangguk pada ajakan yang menurutnya menarik? Apalagi kata-kata ramah pria itu terkesan sangat meyakinkan. Akhirnya Suzy mengiyakan, pria itu menggendong Suzy dan membawanya meninggalkan makam sepi itu, “Suzy, mulai sekarang kau bersama ahjussi, ya? Akan ahjussi ajarkan apa itu arti ‘balas dendam’.”

END OF FLASHBACK

Suzy kecil tumbuh dari didikan yang salah. Tapi, kebaikan dalam hatinya tidak pernah pergi secara utuh, ia masih ramah pada seseorang, mau membantu yang kesulitan. Namun, hal itu berlaku di belakang pamannya yang keras kepala dan jahat. Di depan, ia akan bertingkah angkuh, bertatapan sinis dan seolah acuh.

Percayakah, jika Suzy selalu menangis menatap bayangan dirinya di cermin? Dia merasa dirinya seperti iblis, bersembunyi dibalik kecantikan sebuah wajah namun nyatanya tidak demikian dengan hatinya.

Ketika tahu keluarga Choi lah yang telah membunuh keluarganya, rasa dendam Suzy meluap-luap, ia merasa harus menuntut balas. Karena keluarga Choi-lah orang tua dan adik angkatnya meninggal. Arti ‘balas dendam’ yang pamannya ajarkan jelas membawa pengaruh banyak pada diri gadis cantik itu.

Hal inilah yang suatu hari nanti akan mempertemukan dirinya dengan apa itu arti saling memaafkan dan penyesalan yang terlambat.

Mianhae eomma, tapi aku harus. Ini demi kalian juga, bila dendam ini sudah terbalas aku berjanji akan berubah.”

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Syerin mendesah ringan sesudah mendengar Krystal bercerita, gadis itu meneguk segelas penuh air mineral yang diambilnya kemudian membanting tubuhnya ke sofa di samping Krystal. “Kurasa, halbeoji-mu mempunyai alasan yang kuat mengapa beliau melakukan perjodohan itu? Bukankah dia tidak pernah memaksakan kehendak padamu selama, ini?” Krystal menoleh sesaat pada Syerin, kemudian beralih pada kedua kakinya yang berpijak di lantai.

Gadis itu benar, kakeknya tidak pernah memaksakan kehendak apapun pada Krystal. Selama ini beliau selalu menuruti apapun kemauan gadis itu tapi, tentu dengan berbagai batasan. Kakeknya bahkan membebaskan Krystal berpacaran dengan Soohyun, dulu ketika awal gadis itu memberi tahu, dan sekarang hal inilah yang membuatnya bingung. Apa maksud kakeknya? Dan mengapa baru sekarang kakeknya melarang? Ketika Soohyun dan Krystal bermaksud melanjutkan hubungan mereka kejenjang yang lebih tinggi, sebuah pernikahan.

“Yeah, tapi itulah yang membuatku bingung, apa alasannya?” kata Krystal lagi.

“Pulanglah,” Syerin memegang tangan Krystal, mencoba menyalurkan sebuah keyakinan. “Tanyakan pada halbeoji-mu, mungkin ini ada hubungannya dengan sesuatu yang berkaitan tentang masa lalumu?”

Kedua alis Krystal bertaut. “Darimana kau tahu?”

“Entahlah, asal tebak. Sudahlah, kajja, pulang, dan tanyakan. Sampai matipun kau tidak akan tahu jika tetap stay di sini!” setelah Krystal pamit tinggalah Syerin sendiri. Gadis itu berjalan ke kamarnya, menyalakan sebuah lampu yang sinarnya menyorot pada sebuah foto. Sepasang anak laki-laki dan perempuan bersama pria yang tampaknya adalah ayah mereka sedang tersenyum bahagia terlihat membingkai di sana.

“Hanya inilah yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanmu, appa!” ia masuk ke dalam selimutnya, memeluk lutut yang terasa kaku itu.

Syerin merasakan ponsel dalam saku celananya bergetar, ia meraih sebentar melihat kontak nama yang sudah hampir setiap hari membuat dirinya merasa muak karena terganggu. Yang ditinggalkan adalah sebuah pesan, Syerin membacanya sebentar lalu menutup flip ponselnya dengan kasar.

“Aisshh, Kim Heechul! Awas kau!” desisnya.

From: Pabbo Namja

Selamat malam Sapi buntal, besok siang jam 12 kau kutunggu di depan restoran china di Insadong. Jangan telat…!!!

From: your-soon-to-be-husband

Hubungan dua sejoli berbeda watak ini sangatlah kurang baik itu versi Syerin, tapi bagi seorang Kim Heechul yang sudah menyukai Syerin sejak kelas 3 SMP malah lebih dari itu. Ia menyebut dirinya ‘Soon-to-be-Syerin-husband’, orang-orang malah mengartikan Heechul itu bukan soon-to-be lagi, tetapi melainkan sudah menjadi suami Syerin, lelaki itu terlampau protektif padanya.

Ia selalu menggoda Syerin, mengikutinya kemanapun, membuat gadis itu kesal dan jengah. Syerin pernah hampir menangis karena tidak tahan pada sikap Heechul, tapi seberapapun ia mencoba mengusir Heechul kenyataannya pemuda itu bahkan tidak pernah pergi dari tempatnya berpijak. Ia akan selalu menghantui Syerin sampai gadis itu mau menerima cintanya, tipekal pria setia yang sulit dicari.

Kalau boleh jujur, Syerin tidak pernah merasa terganggu dengan perhatian yang selama ini Heechul berikan, malah ia menyukainya. Sudah lama ia tidak merasakan perhatian lagi setelah kepergian ayah dan kakak laki-lakinya. Tapi, gengsi yang teramat besar membuatnya berkilah dari perasaan itu.

Sudah beberapa hari ini Heechul tidak lagi mengganggunya, ada rasa kesepian karena perginya lelaki itu ke Daegu. Setelah Heechul tadi mengirimnya pesan dan mengajak bertemu ada rasa senang yang meluap-luap di dalam hatinya. Apakah ia telah jatuh cinta pada Heechul? Syerin sendiri tak tahu.

Ia meletakkan ponselnya di atas meja nakas dan mematikan lampunya. Bersiap bermimpi indah malam ini.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Minho memijat keningnya ringan, membiarkan ibu jari dan telunjuknya bergerak memberi sensasi rileks. Buku yang tadi dibacanya ia letakkan di atas meja, mata besarnya beralih memandang keluar jendela yang memantulkan bayangannya.

Ia merenungkan sesuatu, masa lalu yang membuatnya kembali mendesah. Tiba-tiba tubuhnya terlonjak dalam duduknya, ia melihat sesosok wanita berdiri sambil memegang bahunya. Masih mampu ia rasakan tangan hangat itu mengusap bahunya, perlahan-lahan berpindah memeluk lehernya.

Wanita itu tersenyum padanya, begitu hangat dan sesak bagi Minho. Betapa rindunya pemuda itu pada bayangan sang wanita yang hampir 10 tahun pergi dari hidupnya, memberikan mimpi buruk dan kekosongan untuk Minho. Kalau ia bisa, ingin rasanya ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya sekarang juga, dan tidak akan membiarkannya pergi. Namun, seolah lumpuh yang mampu dilakukannya hanya melihat wanita itu dengan tatapan nanar penuh kesedihan.

“Soojung..” panggil Minho dengan suara yang bergetar.

Aniyo, ini aku dad, Younghyeon.” Bayangan dalam jendela itu seketika berubah menjadi sosok gadis kecil manis berumur 10 tahun yang sangat Minho kenal. Astaga, ia sampai menganggap anaknya sendiri adalah Soojung tapi, memang keduanya sangat mirip dan ini merupakan ratusan kalinya Minho melihat bayangan Soojung dalam diri Younghyeon. Hatinya mencelos ketika sadar itu bukanlah Soojung, dan semakin mencelos ketika mengingat bahwa Soojung sudah tak bersamanya lagi.

“Ah, mianhae Hyeon-ah. Kau belum tidur, nak?” Minho menarik Younghyeon untuk duduk di pangkuannya, kedua tangan besar hangatnya memeluk gadis itu lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan dan kiri secara perlahan.

“Seperti yang Dad lihat, aku ingin tidur bersama dad malam ini, boleh ya?” Younghyeon menengok sebentar pada ayahnya yang meletakkan dagunya pada sisi kanan bahu gadis itu.

Minho pura-pura berpikir, “Aniyo, kau sudah besar Hyeon-ah. Tidur di kamarmu sendiri, arraseo?”

Hyeon memajukan bibirnya membentuk pout, “Aaah~! Dad, please? Sekali ini saja, aku ingin melihat kamar dad dan mom. Ya..ya..ya..?”

Minho tidak akan bisa menolak jika anak gadisnya sudah memohon seperti itu, jadi pemuda itu akhirnya hanya mampu mengiyakan saja. Keduanya beranjak dari perpustakaan kecil itu, Hyeon membuka pintu kamar ayahnya dengan wajah excited. Ia penasaran sekali, mungkin dalam kamar itu ia bisa menemukan foto ibunya, sosok yang sama sekali tidak diketahuinya selama ini.

Ekspresi excited itu berubah datar ketika tidak ditemukannya satupun apa yang ia cari, tidak ada foto apapun di sana kecuali foto dirinya sewaktu bayi yang sedang dalam gendongan sang ayah.

“Hyeon-ah, wae?” Minho sadar perubahan air muka wajah Younghyeon. Matanya menilik segala sudut ruang mencoba menemukan apa yang membuat anaknya terlihat murung.

Eodi…?”

Alis Minho bertaut. “Mworago?”

Eodiga?” tetesan air mata Hyeon semakin deras mengalir, ada kilatan kemarahan ketika matanya menatap sang ayah.

Appa tidak mengerti, memang kau mencari apa?”

“Apa semua tentang mom sudah tidak ada lagi?” Younghyeon menatap ayahnya dengan lirih. “Padahal, kukira kalau kita pulang ke Korea aku bisa menemukan sesuatu tentang mommy-ku, foto atau apapun itu. Tapi, mengapa tidak ada?” pertanyaan itu menampar Minho secara mental. Jadi, itu sebab Younghyeon membujuk dirinya untuk tidur bersama.

“Mengapa semua orang selalu menyembunyikan identitas mom dariku? Apa aku tidak berhak tahu? Bagaimanapun diakan mommy-ku.” Itu benar, Younghyeon juga berhak tahu tentang ibunya namun selama ini, kenyataan itu selalu Minho tutupi dari anaknya. Semua ini juga demi kebaikan Younghyeon, bila dia tahu ibunya pergi meninggalkan dirinya sewaktu kecil apakah anak itu masih sudi memanggil Soojung ‘eomma’?

Perasaan marah itu kembali menghampiri Minho, rahangnya mengatup keras. “Hyeon-ah, appa mohon jangan bertanya soal eomma lagi! Eomma-mu—dia sudah mati!”

Rasanya seperti ada yang menusuk jantung Younghyeon ketika mengetahuinya, apa benar? Apa benar yang dikatakan ayahnya itu? Tidak, gadis itu merasa ganjil dengan semuanya, jika memang ibunya telah meninggal, untuk apa sosoknya ditutup-tutupi oleh semua orang? Ayahnya bahkan tidak pernah menunjukkan foto sang ibu padanya.

Dad! Please stop lying to me. I know I’m just little girl who doesn’t know anything but, please tell me the truth. Stop hiding all from me, I know mom still alive. Just say it dad!

I beg to you Choi Younghyeon, stop asking about her! Like I said, she was dead.”

But, you always told me all about her. You told me sooner or later we will met her! Now, I just want to know her. Like what she is, her face! I think it’s not a matter.

Minho menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara kasar, nampak sekali kesabarannya kali ini sudah habis. “Choi Younghyeon, back to your room!”

But, dad i—

NOW!!” Younghyeon tersentak di tempat, ayahnya tidak pernah berteriak padanya sebelum ini. Jujur ia menjadi takut, tubuhnya gemetaran dan air mata kembali mengalir dari matanya. ‘Ah! Cengeng sekali kau Hyeon-ah!’ batinnya.

Minho sendiri merasa kalap, ia berusaha menguasai dirinya. “Mi..mianhae Hyeon-ah, appa tidak bermak—“

I know dad, the one who should apologize is me. That’s so annoying, then good night!” dengan langkah cepat Younghyeon pergi meninggalkan ayahnya seorang diri. Ia tahu ia salah, seharusnya dia tidak pernah membahas tentang ibunya. Karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah mendapatkan informasi apa-apa tentang ibunya.

Malam itu, Minho menangis. Rasa bersalahnya pada Younghyeon dan frustasinya ia menyembunyikan semua tentang Soojung dari gadis itu  semakin menjadi, kalau boleh ia meminta satu hal ia berharap ini hanya mimpi buruk dan saat ia bangun Soojung ada di sampingnya, tersenyum menenangkan seperti biasa.

Pria itu mengeluarkan sesuatu dari laci meja nakasnya, sebuah foto berbingkai kayu mahoni dicat hitam. Menampilkan sepasang pengantin yang sedang tersenyum, “Haruskah kukatakan semua padanya Soojung-ah? Mengatakan kenyataan bahwa kau telah meninggalkan kami? Meninggalkan dalam maksud mengkhianati?”

Sementara itu, Krystal yang berada dalam perjalanan pulang dari rumah Syerin merasa dadanya tiba-tiba sesak. Ada rasa, entahlah seperti bersalah yang menghantuinya. Dia hanya mampu menggumam, “Mianhae…mianhae…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kakek Jung duduk di depan Krystal, mengamati lekat cucu perempuannya dengan satu alis terangkat mendengar pertanyaan yang barusan terlontar dari bibir mungilnya. “Kau ingin tahu sebab halbeoji merubah pikiran tentang hubunganmu dan Soohyun?” ulangnya lagi. Krystal mengangguk, tangannya sudah basah oleh keringat dingin.“Ini semua berkaitan dengan masa lalumu yang tidak pernah kau ingat, Krystal-ah!”

Kkakek Jung beranjak dari duduknya, mengambil sesuatu dari laci meja kerjanya kemudian memberikan selembar kertas—foto itu pada Krystal. Gadis itu memasang raut aneh, “Apa hubungannya foto dua bayi kembar ini dengan masa laluku, halbeoji?”

“Itu kau..” katanya, menarik nafas.

“Dan saudari kembarmu.” Krystal menegang, matanya yang bening membesar.

“Mwo? Saudari kembar? Maksud halbeoji aku—“

“Ne, kau memiliki saudari kembar. Namanya Jung Soojung.”

–To be Continued—

Cha~~~~~

komen yaa ^o^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

36 thoughts on “The Cruel Marriage – Part 2

  1. Reene-ssi, saya bacanya sambil mikir niy.. lupa ini ff yg mana ya? tp inget jg pas bacanya udh mo selesai🙂 Jadi krystal kembarannya soojung? kiraiin orang yg sama😮. jadi soojungnya kemana ya ??

    1. Ini? Yang aku ambil alih dari author FFindo hehe ^o^
      Aaaaaaaaaaaa pasti bingung ya? Hehe, faktanya tuh ya, Soo jung kembarannya Soomin. Soo Jung diubah namanya jadi Krystal. Nah looo.. Jadi gimana tuh? Hehe😄
      Gomawo yaaa

  2. looh,,perasaan di crita awal soojung ilang ingatan deeh ya, trus namanya dignti krystal. ya ga sih? apa q salah baca..hahha
    Tapi aku adalah salah satu yg menunggu cerita ini, akhirnya datang jupa part duanya. aaahh…Minho-yaaa……luph luph luph….

  3. aku jd bingung,.kristal itu soojung kan??

    oh..oh mgkin kakeknya mau dia seolah2 punya kmbran,.mumpung lupa ingatan,.
    tp itu fto anak kmbr siapa?
    hehehe

    mkin pnasaran ja,.lanjutnnya jg lama2..

  4. Jam brapa TCM ini ngorbit?
    Knp aku baru tau FF ini di publish pas udh tengah malem???
    Arggghh,, drtd keasikan menjelajah Library sih
    *curcol

    Wahh, berarti perkiraanku salah dong ya?
    Aku pikir Krystal itu Soojung yg amnesia. Trs Soomin itu yg mana?

    Hai Reene, ini jadi semakin menarik!
    Aku perhatiin cm Reene Main Author yg aktif akhir2 ini. Kebanyakan FF frelancer.

    Next part jgn lama2 ya,

    1. Eung? Krystal emang Soojung yang amnesia. Soomin itu kembarannya.

      Waah, diya eon tuh harusnya udah meluncurkan kambeknya dia tuh *tutup mata, tunjuk ava diya eon* hehe
      Sip deh hehe😄

  5. part satu nya yg prolog itu bukan? kalo iya berarti aku udah baca. kalo bukan ya berarti aku belum baca dan harus nyari lagi part satunya. hoho. bagus ren ceritanya!!😉

  6. MWOYAA??
    Aku pikir Kristal itu Soojung. Bukan yaa? mereka kembar? jinja?
    Trus hubungannya dgn Syerin apa? knp dia blng klo itu cr buat nebus kesalahan appa nya? Aku jg penasaran dgn oppa nya syerin. Keluarga angkatnya Suzy jg mereka kn marganya Jung jg, aku ngerasa kalo semuanya berhubungan.
    Aah thor, ini seruu a-yo lanjut next part nya…

  7. aku bingung deh
    over all aku suka banget sama ini ff nunggu nya setahun thor *lebay hehhehee
    next partnya jangan lama” ya thor
    keep writing🙂

  8. Hyaaaa haraboeji.. Ngpn bohong.. Aigoo.. Tmbh runyem aja nih mslahx pdhl br part 2.. Chingu ayo update soon.. Scptx post part 3 donk

  9. Waaahhh??? Jadi gimana ini?? Kristal ma soojung itu kembar??
    Aduuhhh konfliknya dapet bgt..
    Makin penasaran aja..
    Next part..

  10. Seperti comment-comment di atas, ini complicated=3=

    Maksudnya apakhh iniiii T.T kalau Krystal bukan ibunya Younghyeon, terus tadi kenapa dia ngerasa sakit + ngomong “mianhae mianhae”??

    Terus sebenernya yang namanya Soojung itu Krystal atau Soojung (?)

    Ah, pusing._. Jadi tambah pusing ngeliat comment saya diatas-_- but, i like it. I’ll wait for the next part!

    1. Oke.. mari kita berpusing ria sodara-sodara #BUGH
      Bingungin ya?? huaa.. itu semua dustaa~~~~ mari kita simak fakta dibalik fakta~~ *apaan sih gue*
      Tunggu yaaww😄

      PS : aku juga mesti muter otak ini ngelanjutinnya, si authornya bikin FF njelimet banget u,u

  11. Jadi sebenernya suzy baik ? Sayang banget akhirnya dia punya dendam kesumat gitu .~.

    Si yunghyeon kasian ._.
    Cus si kembarannya krystal itu soojung ? Lhah si soomin siapa ?
    Cus si syerin apa hubungannya ama keluarganya krystal ?
    #daebbakk =D

  12. Wah.. Ceritanya keren banget.
    Apalagi pas perdebatang younghyeon sama minho yg pake bahasa inggris, itu tuh aku suka banget.
    Soojung punya kembaran soomin, berarti ada hubungannya sama suzy juga dong. Wah, ini saling sambung menyambung nih antara cast yg 1 dengan yg lainnya, bikin ceritanya rumit tapi menarik.
    Lanjutkan lah thor. Thanks^^

  13. Di bagian awal, SooJung ditemukan gila. Maka dari itu namanya diubah.
    Apa sudah berubah?
    SooJung berbeda orang dengan Krystal
    Semakin kompleks

  14. Ceritanya semakin menarik aja eon ..
    Itu beneran krystal punya saudara kembar?? Berarti krystal itu bukan istri minho?? Apa itu cuma kebohongan kakek jung?? Aishh, mikirin ini sampai kepala botak juga gak bakal bisa ._. …
    Cerita ini hanya author yang tau dan yang bisa mengatur xD ..
    Next part eon ..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s