I Do [1.2]

I Do (2)

Title                 : I Do

Author             : Jjongthia – follow me @jjongthia

Main cast         : Kang Han Na (Moon Geun Young), Choi Minho (SHINee)

Support cast    : Member SHINee, Jiyeon (T-ara)

Length             : Twoshoots

Genre              : romance

Rating             : General

Summary         : Will you be mine forever ??

AN                  :

Annyeong..tiara imnida. Bangaeupsumnida #hehe..maaf kalo salah..

Saya menuliskan ff ini karena terinspirasi dari FF senior yg laen.. dinikmati yah reader.. maaf kalo gaje, garing dan sebagainya..

Sungguh aku sama sekali tidak percaya. Bagaimana mungkin aku bisa sekamar dengan pria yang tidak pernah kukenal sebelumnya. Bahkan yang menghebohkan orang tuaku tahu akan semua ini, atau bisa dibilang merekalah dalang dari semua ini.

Hanna flashback

“kau harus menurut pada calon suamimu. Dia akan resmi menjadi suamimu 3 bulan lagi. Kau mengerti itu Kang Hanna ?”

“ne appa”

Aku hanya bisa diam saja menuruti kehendak appa. Tidak mungkin aku melawan padanya karena sebelumnya aku tidak pernah melawan padanya.

“Minho, ini kunci apartemen kalian untuk 3 bulan kedepan”

“kamsahamnida aboji’

Apa aku tidak salah dengar ? namja disampingku ini berbicara seolah dia sudah lama kenal dengan keluargaku. Begitu juga dengan appa dan umma. Mereka terlihat sangat akrab sekali. Sebenarnya siapa namja ini ?

Minho membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan hanna untuk masuk kedalam. Sesudah itu ia segera mengangkat tas hanna dan naik kedalam mobil.

Bahkan orangtuaku tidak mengantar kepergianku. Aku tahu aku memang menyebalkan tapi rasanya sekarang aku seperti sudah dibuang.

Mobil segera berjalan keluar dari pekarangan rumah hanna

End of flashback

Hanna POV

Aku tidak bisa tidur sama sekali. Aku terus menggeliat diatas tempat tidur mencoba mencari posisi tidur yang nyaman. Aku merasa tidak enak terhadap Minho yang sedang tidur, apa dia terganggu ? kurasa tidak. Dia tidak bergerak sama sekali.

Aishh!! Aku sudah tidak tahan lagi. Sebaiknya aku mengambil minum saja. Kepalaku semakin sakit jika dipaksa untuk tidur.

Aku segera turun dari tempat tidur dan menuju kearah dapur. Mengambil air dingin dari lemari es dan segera menuangkannya kedalam gelas kaca yang tinggi. Imut menurutku..

Tiba-tiba saja..

End of hanna POV

Minho POV

Sepertinya dia belum tidur juga. Dia masih saja terus menggeliat diatas tempat tidur. Tiba-tiba dia segera berhenti da turun. Mau kemana dia ? kudengar dia mendesah secara perlahan dan menuju kearah dapur. Apa yang ia lakukan disana ? sebaiknya ku ikuti saja.

Sepertinya dia sedang kehausan.

“hanna ..”

Kulihat dia terkejut dengan paggilanku. Apa aku mengagetkannya ?

“minho-ssi, kau belum tidur juga, apa aku membangunkanmu ?”

“tidak. Hanya saja aku sempat kaget melihatmu tidak ada ditempat tidur. Makanya aku bangun dan mencarimu”

“maafkan aku”

“jangan begadang. Besok kau masih harus sekolah-kan”

“kau tahu bahwa aku masih sekolah ?”

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku menanggapi pertanyaannya. Tentu saja aku tahu, 3 bulan lagi dan dia akan segera lulus. Saat itulah dia resmi menjadi istriku.

Minho POV end

Pagi telah tiba. Minho dan Hanna mempersiapkan segala keperluan mereka masing. Tentu saja mereka berdua sibuk. Hanna yang masih sekolah dan Minho yang harus bekerja. Keduanya hanya bertemu didepan meja makan.

Hening. Itulah suasana yang terjadi diatas meja makan. Suasana yang sama terjadi dalam perjalanan Minho mengantarkan Hanna kesekolah. Keduanya masih canggung satu sama lain.

“kamsahamnida Minho-ssi. Maaf sudah merepotkanmu” ucap hanna begitu mobil berhenti didekat sekolah.

“ne”

Hanna segera keluar dari dalam mobil

“hanna..”

“nde ?”

“santai saja jika kau mau berbicara. Tidak perlu terlalu formal seperti itu, lagipula aku ini adalah nampyeonmu”

“ne. saya akan mencobanya Minho-ssi”

_______________________________________________-

“jiyeon, menurutmu perjodohan itu seperti apa ?” tanya hanna pada sahabtnya

“kampungan. Gak gaul sama sekali. Jaman gini mana ada kaya gituan”

Hanna hanya mendesah mendengar jawaban dari jiyeon

“jangan katakan padaku bahwa kau sudah dijodohkan ?” jiyeon segera menatap lekat hanna

Hanna hanya menatapnya dengan tatapan iya

“MWO ?? yah hanna, lalu kau sudah bertemu dengan pria itu ?”

“ne. kami sudah bertemu semalam untuk yang pertama kalinya dan kami juga sudah mulai tinggal bersama” hanna semakin memperkecil suaranya

“ajak aku kerumahmu malam ini”

“apa kau sudah gila ?”

“ayolah..aku penasaran dengan nampyeonmu itu”

“kecilkan suaramu. Lagipula dia belum resmi menjadi nampyeonku, kami akan menikah 3 bulan lagi”

“tentu saja. 3 bulan lagi kaukan sudah lulus dari sini”

____________________________________________________-

Minho baru saja keluar dari ruangan kerjanya. Pekerjaannya adalah dosen salah satu universitas diSeoul. Dengan umur yang masih muda, bisa dibilang riwayat Minho penuh dengan kesuksesan.

“Minho hari ini akan dilaksanakan sebuah pameran” kata Key salah satu rekan kerja Minho

“benarkah ?”

“heii.. pedulilah sedikit. Akan banyak yeoja cantik malam ini”

“key apa kau sudah ketularan dengan yadongnya Jonghyun ?”

“ani.. hanya saja aku sangat senang melihat yeoja cantik”

“tidak bisa Key. sebentar lagi aku akan segera menikah”

“jadi kau benar-benar serius ? kupikir kau hanya bercanda saja”

“awalnya aku berniat seperti itu. Tapi setelah melihat identitas yeoja itu, aku jadi berubah pikiran”

“memangnya kenapa ? apa dia cantik atau seksi ?”

Minho hanya memamerkan senyuman kecil diwajahnya.

Malam hari >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“hanna-ah, apakah nampyeonmu itu benar-benar akan pulang ?”

“entahlah. Sudah kubilang kau tidak perlu datang, kau saja yang bersikeras untuk datang kemari..”

Biipp biippp  bunyi handphone hanna.

“ada apa ?”

“katanya dia akan pulang telat hari ini..”

“ahh.. kurasa dia nampyeon yang buruk. Padahal malam inikan malam pertama kalian berdua” jiyeon mencolek pipi hanna.

“dasar sinting.  Cepat sana pulang.. “

“bye..bye pengantin baru. Apartemenmu keren juga” jiyeon segera menghilang dibalik pintu

“pengantin baru ya..” hanna menatap dirinya dibalik kaca.

_________________________________________________________-

Cahaya matahari yang masuk lewat sela-sela jendela memaksa hanna untuk membuka kedua matanya. Disampingnya sudah ada Minho yang sedang tertidur pulas karena kelelahan.

“aigoo..dia bahkan tidak melepaskan kaus kakinya.”

Hanna segera turun dari tempat tidur dan melepaskan kaus kaki Minho.

Apa seperti ini yang namanya seorang istri ?? molla..

Hanna hanya tertawa sendiri dengan khayalannya.

Minho POV

Kepalaku berat sekali. Rasanya sagat sulit untuk mengangkat tubuh ini dari atas tempat tidur. Syukurlah hari tidak ada kelas pagi untukku.

Aroma wangi dari dapur seolah membantuku untuk membuka mata ini. apa hanna sedang memasak ?? aku segera berjalan menuju dapur dan mendapati sebuah tutupan saji dengan surat diatasnya.

Minho-ssi, maaf aku berangkat tanpa pamit. Aku takut menganggumu yang sedang kelelahan. Aku juga sudah menyiapkan sarapan untukmu..

                                                                                                            Hanna

Anak ini memang manis sekali…

Minho POV end

“hanna kenapa kau tersenyum seperti itu ?” tanya Jiyeon yang sedang duduk disampingnya

“entahlah. Hanya saja moodku memang sudah seperti ini dari rumah”

“apa jangan-jangan semalam kalian…”

“hehh.. yadong! Jangan mikirin yang aneh-aneh”

“siapa yang mikirin yang aneh-aneh coba. Kalian bakalan menikah truss sekarang udah satu rumah. Jadi gak apa-apakan. Lagipula kalo hamil gak bkalan ketahuan kok.. kn bentar lagi udah mau lulus”

“siapa yang hamil ??” tanya Taemin teman hanna dari TK sampe skarang

“hanna taem..hanna kayaknya udah hamil”

“heh jiyeon..”

“ hanna, apa kau pindah rumah ? aku sudah tidak pernah melihatmu lagi”

“dia sudah tinggal bersama dengan nampyeonnya” potong Jiyeon

“MWOOO ??!”

“diamlah Taemin. Aku tidak mau banyak orang tahu akan kejadian ini”

“tapi kau bisa dikeluarkan dari sekolah jika ketahuan”

“makanya pelankan suaramu. Ok ?”

“lalu siapa nampyeonmu ?”

“namanya Minho. Dia adalah seorang dosen”

“lalu bagaimana dengan hyung ?”

“aku tidak tahu taem. Aku bahkan tidak tahu dimana oppa berada”

“apa sih maksud kalian ? aku tidak mengerti sama sekali” keluh Jiyeon

“dulu ada seorang hyung. Dia adalah first love hanna”

“aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya”

“tentu saja karena waktu itu kau buta. Ayah hyung itu adalah seorang dokter. Setiap hari aku datang kerumah sakit untuk menemani hanna, hyung itu juga sering menemaniku bermain dengan hanna. Waktu operasi mata hanna, hanna berhasil sembuh hanya saja waktu hanna pertama kali membuka mataya dia langsung merasa pusing dan pingsan akibat kontak langsung dengan matahari. Sayang sekali, saat hanna pingsan hyung itu pergi dan tidak pernah kembali lagi ”

“aku sempat melihatnya..tapi sangat buram. Aku bahkan tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas”

“mata yang dimiliki hanna sekrang adalah milik adik hyung itu”

“trus siapa nama hyung itu ?”

“aku tidak tahu. Hanna juga tidak tahu. Itu semua karena kami tidak pernah bertanya”

“taemin.. aku rasa aku sudah menyerah terhadap oppa. Lagipula 3 bulan lagi aku akan segera menikah..”

_________________________________________________-

Hari ini karena belum ada kelas. Aku akan menjemput hanna saja

Minho sedang berdiri disamping mobil sambil memencet-mencet handphonenya

Tidak lama kemudian hanna terlihat keluar sekolah sendiri dan langsung menuju kearah minho. Ternyata Minho memberitahukan kepada hanna bahwa ia akan menjemputnya.

“minho-ssi lama menunggu ?”

“tidak..cepatlah masuk”

“kita mau kemana ?”

Dari kejauhan Taemin juga keluar dari sekolah.

Lohh.. itukan Hanna, apa itu nampyeonnya ? tunggu dulu..sepertinya..

“TAemin!!!!!”

Teriakan jiyeon membuyarkan pandangan taemin terhadap namja yang duduk disamping hanna.

“apa yang sedang kau lakukan ? apa kau mau kabur lagi dari piket?”

“diamlah Jiyeon. Aku sedang berusaha mengenali seseorang”

“heii..jangan mencoba untuk mengelak.”

“sial.. mereka sudah pergi”

“nugu ?”

“apa yang tadi itu nampyeonnya hanna ?”

“hah ?? dimana ?”

“sudahlah. Kurasa aku salah mengenali orang”

__________________________________________________________-

“minho-ssi, sebenarnya kita mau kemana ?”

“kita akan menuju kesuatu tempat”

Sebuah mobil tiba-tiba memasuki lapangan parkir sebuah universitas

“minho-ssi apa ini tempat kerjamu ?”

“ne.”

“untuk apa kemari ?”

“aku ingin memperkenalkanmu”

“mwo ?”

“ani. Hanya bercanda, ada dokumen yang ketinggalan. Lagipula aku masih ada kelas 2 jam lagi, aku mau kau menemaniku”

Wajah hanna tiba-tiba langsung memerah.

“heh..kau gampang digoda hanna-ah” minho mendekatkan wajahnya kearah hanna

“minho-ssi. Berhentlah bercanda”

“aku akan berhenti jika saja kau mau memanggilku oppa”

“oppa..” hanna langsung menatap Minho dengan tatapan memelas

“cepat sekali.” Minho langsung keluar dari dalam mobilnya

Tanpa hanna ketahui sama sekali, wajah minho berubah merah seperti kepiting rebus.

Lama sekali semenjak aku mendengar panggilan itu

Minho flashback

“oppa.. mengapa taemin lama sekali. Katanya dia akan segera datang”

“kau harus bersabar hanna. Dia sedang membelikan kita ice ceram sekarang”

“oppa, aku tidak pernah melihat seperti apa rupa ice cream, bisakah kau memberitahuku”

“dia sangat lembut, menenangkan orang, membuat orang senang dengan rasanya..”

“oppa, aku tidak pernah melihat ice cream tapi aku tahu rasanya sangat manis. Sama sepertimu oppa, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya tapi aku tahu kau oppa yang manis”

“hahaha.. oppa manis ??”

“oppa akankah aku buta selamanya ?”

“tentu saja tidak. Oppa akan berusaha supaya kamu bisa melihat kembali. Oppa janji”

“oppa jika aku sudah bisa melihat kembali, bisakah aku menikah dengan oppa ?”

End of flashback.

“minho ada haksaeng yang sedang mencarimu tadi”

“haksaeng ?”

__________________________________________________-

“maafkan aku karena tadi meningglkanmu dimobil” ucap Minho sambil menepikan mobilnya didepan apartemen mereka.

“tidak apa-apakok oppa. Aku saja yang tidak bisa diam ditempat”

“kau bisa memanggil namaku jika merasa kurang nyaman”

“biarkan saja. Aku lebih suka dengan panggilan oppa”

“ikuti kata hatimu”

“sekarang kata hatiku sedang berkata untuk masuk kekamar mandi” ejek hanna sambil masuk kedalam apartemen..

“pabo”

Hanna sedang membersihkan sekujur tubuhnya yang mulus  dan menyiramnya dengan air hangat yang keluar dari shower. Baru saja ia hendak memakai handuknya tiba-tiba pemandangan menjadi gelap dan membuatnya terpeleset jatuh dilantai.

“OPPAA!!!! Oppa..oppa..”

“hanna.. kau dimana ?”

“oppa.. disini..tolong aku oppa”

“hanna-ah, kau tidak apa-apa ?”

“apa yang terjadi oppa ?kenapa gelap sekali ? apa aku buta lagi ?”

“tidak hanna, kau tidak buta. Hanya listriknya saja yang sedang padam. Kau diam disini dan oppa akan mengambilkan pakaian untukmu”

“oppa aku takut..”

“tenanglah oppa tidak akan meninggalkanmu. Oppa janji”

Hanna sedang duduk diatas sofa ditemani dengan sebuah lilin kecil dan teh hangat.

“sudah merasa baikan ?”

“ne..” hanna menundukkan kepalanya

“wae ? apa kau masih merasa takut ?”

“bukan. Hanya saja aku merasa malu”

“kenapa ?”

“tadii..ahh sudahlah oppa jangan dibahas”

“baiklah.”

Hanna hanya memandang lurus pada Minho. Setiap lekuk wajahnya dipandang secara teliti

“apa ada sesuatu diwajahku ?”

Hanna menggelengka kepalanya

“lalu kenapa kau terus menatapku ?”

“oppa, kau sangat mirip dengan seseorang yang kukenal. Kalian terasa semakin mirip saat aku memanggilmu oppa.”

Minho hanya menatap lekat hanna

“hanya saja aku tidak pernah melihat wajahnya..yang aku tahu hanya lekukan wajahnya saja. Oppa bisakah aku memegang wajahmu ?”

Hanna membelai wajah minho secara perlahan..

“sungguh sama..apakah aku bermimpi sekarang ?”

Hanna tidak melepaskan tangannya sama sekali. Ia bahkan menarik wajah minho untuk semakin mendekat sembari ia menutup kedua matanya.

“rasanya seperti kembali dimasa itu…”

Minho lebih mendekatkan wajahnya dan segera mencium lembut hanna. Hanna yang awalnya menutup mata segera menjentikkan matanya kaget dengan perlakuan Minho.

“diamlah..dan jangan melawan..”

Minho kembali mencium hanna dan lebih diperdalam lagi. Hanna yang awalnya masih kaku tiba-tiba mengalungkan tangannya dileher Minho.

“Minho-ssi, apa kita pernah bertemu sebelumnya ?”

To be continued

AN      :

Hehe..reader gimana ceritanya.. dinikmatikah ?? penasaran sama chapter selanjutnya .. jgan lupa dbca yah chingu 😉

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

30 thoughts on “I Do [1.2]”

  1. Jjongthia-ssi, jelas banget jalan ceritanya.. gak berat amat bakalan gmna akhirnya 🙂 jadi Minho first love-nya Hanna ya? bakalan Happy ending niy 😉 eeh… Nunadk udah komen aja pagi-pagi :-D. keduluan deh 😉

    1. kn dulunya masih kecil. suara namja kn kalo udah besr bklan berubah jad agak berat. mkanya sih hanna cma inget lekuk wajah oppanya aja chingu

  2. yuhhu..
    Next.. Next..
    Minho pasti ‘oppa’nya hanna..
    Mudah2an jalan mereka ga da yg ganggu..
    Dan yg penting… Minho di sini so sweeeeet..

  3. Wah saking maux comment smpe di kotak nama ku isi commentx.. “̮ wk°wk (′▽`) wk°wk “̮.. Wah tnyt minpa itu oppa smasa kecil x hanna dan hyung yg sll main sm taeminnie jg… Sbnrx ak sk klo jiyeon yg jd main castx tp y sdh lah.. Smg jiyeon ada storyx sm taem ato jjong oppa

    1. wah smpe sgitunya yah chingu ?? gomawo ne. soal si jiyeon ada storiny juga chingu, tap gk bnyak. ditungguin aja yg selanjutnya ok ? 😉

  4. Kya~ Co Cweett~ *plakk
    Aku suka jalan ceritanya,, ringan dan ga ribet *bahasanya…==
    Apalagi karakternya Minho disini, uwaaah..
    Lanjut thor… ><

  5. ceritanya bagus thor.. aku suka karakter minho di sini.. walaupun cara penulisannya masih berantakan dan terburu-buru jadi bagian2 tertentu malah ilang feelnya.. keep writing, keep fighting! 😉

  6. kiss again and again. saya lagi gimana-gimana ni sama adegan yang satu ini. ah… rasanya kesel aja. gara-gara ngebaca ff lainnya. masih sangat membekas di hati.
    tapi bagus kok…

    tapi kenapa ya? perasaan klo saya baca ff main castnya minho. minhonya pasti demen banget nyosor.

  7. ahh sweet
    ceritanya bagus… tapi ga jauh deh ama komen yg lain, penulisannya agak diperhatiin lagi ^^ alurnya cepet atau mungkin aku yg kecepetan bcnya #eh #dilempar

    tapi udh agus banget ^^ like it XD

    Nice! Keep writing ne? Aku tunggu part selanjutnya dan mian aku banyak bacot ._____.v

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s