Secret Wish – Part 4

Title                 : Secret Wish Part 4

Author              :Azumi Aozora dan Kunang Anna (Keymi)

Main Cast         : Kim Mi Young, Kim Min Ah, Jo Kwang Min, Jo Young Min, Lee Tae Min

Support Cast    : Yesung, Yang Seung Ho, Cho Kyuhyun, Jung Il Woo dll

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship,

Rating              : PG-15

Summary        : Kim Mi Young dan Kim Min Ah adalah 2 yeoja yang jadi idola di Anyang High School. Mereka berdua sama-sama cantik dan berprestasi, tapi dalam diri mereka, mereka tidak puas dengan keadaan diri mereka. Min Ah dan Mi Young terlihat saling membenci satu sama lain, tapi dalam lubuk hati mereka sebenarnya mereka iri dan ingin bertukar posisi. Bagaimana kalau keinginan mereka terkabul? Check out! ^,^

Fourth Secret by Azumi

 

@Ruang makan, Rumah keluarga Kim

6.30 a.m

=========== Min Ah POV (dalam tubuh Mi Young) =========

“Mi Young, apa kau mau Appa mengantarmu ke sekolah?” Tanya seorang Pria setengah baya sambil merapikan dasi dan jas putihnya.

“Eh?” Aku yang sedang makan sandwich-ku kontan terkejut dan menatap ayah Mi Young yang walaupun sudah tidak muda lagi, tapi tetap terlihat gagah dan berkharisma. Selama sekian detik aku terus menatapnya. Kehilangan ayah sejak kecil membuatku tidak tahu bagaimana sosok seorang ayah itu.

Ayah Mi Young tersenyum hangat. “Appa merasa akhir-akhir ini kau begitu semangat belajar. Appa sangat senang, Mi Young.”

Aku tersenyum. “Bolehkah kapan-kapan aku melihat Appa bekerja?”

Ayah Mi Young tampak terkejut, lalu ia tertawa lebar. “Tentu saja. Kau boleh datang kapanpun kau mau. Bagaimana? Sekarang kau jadi tertarik untuk kuliah di kedokteran?”

“Hmm. Aku ingin jadi dokter yang hebat.” Aku mengangguk dengan bersemangat.

Ayah Mi Young mengelus-elus rambutku penuh kasih sayang. “Appa bangga sekali padamu, Mi Young. Rumah sakit kita pasti akan semakin maju dengan kehadiranmu nanti. Berusahalah agar kau bisa masuk ke universitas terbaik.”

Aku mengangguk sambil tersenyum. Tapi dalam hatiku, aku merasa takut. Sampai kapan aku bisa melakukan hal ini? Sampai kapan aku bisa mempelajari hal-hal yang kusukai? Bisakah di masa depan aku benar-benar masuk ke fakultas kedokteran dan menjadi dokter? Sampai kapan aku menjadi Mi Young? Aku ingin terus menjadi Mi Young, tapi… kalau aku terus menjadi Mi Young, aku tidak bisa bersama sahabatku, Young Min. Entah kenapa aku merasa sedih. Padahal ada Kwang Min. Tapi Kwang Min berbeda dengan Young Min.

Tid…tid…

Terdengar bunyi klakson mobil. Aku beranjak ke pintu depan dan mengintip dari balik jendela. Sebuah mobil sport biru sudah terparkir di depan teras rumah. Mobil Kwang Min! Aku heran kenapa pagi ini Kwang Min tidak keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah?! Kenapa dia malah membunyikan klaskson?

“Appa, Kwang Min sudah datang. Aku pergi dulu ya.” Kataku, meraih tas selempang dan mantelku, lalu memeluk ayah Mi Young sekilas, kemudian berlari keluar.

Kwang Min sudah menungguku. Dia berdiri bersandar di depan pintu mobil sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana seragam sekolah-nya. Hal pertama yang terlintas dalam otakku adalah : YOUNG MIN!

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Pasti ini efek tidak bertemu Young Min selama seminggu lebih. Tapi.., gaya berdiri itu.., kenapa sih orang kembar identik melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sama?!

Kwang Min menyadari kedatanganku. Dia menoleh sambil tersenyum. Kami bertatapan. Aku langsung berhenti berjalan dan terdiam kaku menatap Kwang Min. sorot mata itu.., senyuman itu.., kenapa berbeda dari sebelumnya? Kenapa kini tiba-tiba tampak seperti milik Young Min?

Aku menggeleng lagi. Berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran aneh dari dalam otak-ku.

“Kau bangun lebih pagi?” Kata-kata Kwang Min ini terdengar seperti pernyataan, bukan pertanyaan.

“Kenapa kau tidak masuk seperti biasanya?” tanyaku.

Kwang Min hanya mengangkat bahu. “Ayo.” Dia membukakan pintu mobil untukku. Aku pun masuk.

Selama di perjalanan, aku terus-menerus melihat ke arah Kwang Min yang sedang menyetir. Kwang Min mengemudikan mobilnya dengan kencang.

“YAAAA!!!! Jangan kebut-kebutan!!!” pekikku. “Hari ini kau kenapa, Kwang Min?” tanyaku dengan sabar.

Kwang Min menoleh padaku sambil nyengir. “Heheehe.., sorry-sorry..” dia pun langsung memelankan kecepatan.

Aku memicingkan mataku. Gaya bicara, gaya berdiri, sorot mata, cara dia tertawa, dan sikapnya yang cuek, semua ini SANGAT Young Min! Ini bukan sebuah kebetulan! Tidak mungkin kan Kwang Min berubah begitu drastis dalam semalam?! Yah, kecuali kalau mereka bertukar tubuh seperti aku dan Mi Young! Tapi mereka tidak perlu bertukar tubuh untuk melakukan hal ini, karena mereka kembar. Mereka bisa bertukar posisi kapanpun mereka mau, karena mereka sangat identik! Hanya kepribadian mereka yang berbeda. Oh, rambut mereka berbeda. Tapi rambut kan bisa di cat atau bisa pakai wig!

“Ada apa? Kenapa kau melihatku terus?” Tanya Kwang Min galak.

Aku menggeleng, kemudian memalingkan wajahku, menatap jalanan. Apa tujuan si kembar bertukar posisi? Apa mereka mencurigai aku dan Mi Young? Apa mereka mencoba memata-matai kami?

Aku mengeluarkan ponselku dan mulai mengetik sms untuk Mi Young :

Apa kau merasa ad yg aneh dgn youngmin? Ak merasa skrg kwangmin seperti youngmin.

Beberapa saat kemudian, ada sms balasan dari Mi Young :

Huwaaaahhhh!!!! Benar!! Aku jg merasa Youngmin jd spt kwangmin!!! >_< eottokhe, Min Ah????

Cepat-cepat aku membalasnya :

Berhati-hatilah! Spt-nya si kembar mencurigai kita & bertukar posisi. Aku 99% yakin yg skrg bersamaku itu youngmin. Tp akan aku coba selidiki.

Beberapa saat kemudian, kami pun sampai di sekolah. Begitu keluar dari dalam mobil, aku melihat seorang namja tampan melambai riang dan penuh semangat ke arahku. Namja itu berdiri di samping sedan hitam-nya, dan hanya berjarak beberapa meter dari tempatku berdiri. Aku tertegun memandang namja itu.

“Tae Min sunbae?” kataku tak percaya. Lee Tae Min sunbae menghampiriku sambil tersenyum manis. Aku masih memandang rambutnya yang tiba-tiba saja gondrong dan berwarna pirang. “Tae Min sunbae.., rambutmu…”

“Aaah.., ini hair-extension ko.., mana mungkin kan rambutku langsung sepanjang ini dalam se-malam? Hehehehe.., bagaimana penampilanku, Mi Young?”

“Sunbae terlihat keren.” Kataku tulus. Seperti biasa, Tae Min Oppa memang selalu terlihat keren dalam gaya apapun.

Tae Min sunbae tertawa. “Gomawo..” katanya sambil menyentuh puncak kepalaku lembut.

“Ehem..” seseorang berdehem. Aku menoleh. Entah sejak kapan Kwang Min memperhatikan kami.

“Annyeong, Kwang Min..” kata Tae Min sunbae ramah. Kwang Min hanya tersenyum tipis sambil mengangguk sopan.

Tae Min sunbae kembali menatapku sambil tersenyum. Perlahan, ia mendekatkan wajahnya. Aku merasa sedikit  sulit bernafas. Aroma Tae Min sunbae sangat menyenangkan. Seperti menghirup aroma pohon pinus yang segar di hutan. Tae Min sunbae berbisik pelan di telingaku. “Apa yang kau lihat belum tentu yang sesungguhnya. Penampilan luar bisa di ubah.”

Aku menatap Tae Min sunbae tak mengerti. Tae Min sunbae mengedipkan sebelah matanya padaku. “Berhati-hatilah. Jangan sampai ketahuan.” Tae Min sunbae menepuk pundakku pelan, kemudian dia pun pergi begitu saja tanpa memedulikan Kwang Min yang melotot di sampingku.

Kwang Min mendengus sebal. “Apa yang dikatakannya? Oh.., ternyata kau  dekat dengannya ya?” celetuk Kwang Min.

Aku masih mengatur nafas dan detak jantungku yang tak beraturan. Aku menatap Kwang Min lekat-lekat.

“APA?” bentaknya sinis.

Aku tersenyum dan menggeleng. “Hari ini kau bersikap aneh sekali, Kwang Min. Sejak kapan kau berbicara sinis seperti itu?!”

Kwang Min membuka mulutnya, kemudian menutupnya lagi. Aku tersenyum sinis. “Apa kau belajar cara berkata sinis dan pedas dari kembaranmu yang menyebalkan itu?!” kataku. Aku tahu Mi Young dan Young Min sulit untuk akur. Dulu aku juga sering mendengar Mi Young mengata-ngatai Young Min si pirang menyebalkan. Jadi kini, aku sedang berpura-pura seperti Mi Young. “Apa si pirang itu yang mengajari Kwang Min-ku yang lembut menjadi sinis?!” tanyaku lagi.

“YAAAA!!! Berani – Be…” Kwang Min sempat berteriak padaku, kemudian tiba-tiba saja dia tersenyum manis sekali. “Hehehehe.., mana mungkin. Aku hanya lelah sehabis begadang tadi malam. Jadi yah…” Kwang Min mengangkat bahunya. “Ayo.., nanti kita terlambat.” Kwang Min berjalan mendahuluiku.

Aku tersenyum puas. Dugaanku benar. Yang sekarang bersamaku bukanlah Kwang Min, melainkan Young Min!

Akting-mu buruk sekali, Young Min! Meskipun kini wajahmu sama persis dengan Kwang Min, tapi kau bukan Kwang Min. Entah kenapa pikiran ini membuatku senang. Sudah lama aku tidak bersama Young Min. Aku sangat merindukan sahabatku itu. Tapi kini.., aku berada dalam tubuh Mi Young, aku harus bersikap seperti Mi Young kalau tidak ingin ketahuan!

Aku berjalan di belakang Young Min (yang kini menyamar menjadi Kwang Min). Kemudian aku teringat kata-kata Tae Min Oppa tadi. Jujur saja hal ini sedikit menggangguku. “Berhati-hatilah. Jangan sampai ketahuan.” Itu yang dikatakan Tae Min Oppa. Apa maksud Tae Min Oppa? Jangan-jangan Tae Min Oppa…..

========= End of Min Ah POV ==========

======= Author POV ======

Lee Tae Min berjalan menyusuri koridor di lantai paling atas gedung sekolah Anyang. Langkahnya ringan, cepat, dan penuh percaya diri. Dahi pemuda tampan itu sedikit berkerut, tampak memikirkan sesuatu. Tapi ekspresi wajahnya cepat berubah menjadi lembut dan ceria kembali begitu beberapa siswi junior menyapa-nya. Lee Tae Min pun terus berjalan sepanjang koridor yang semakin sepi.

Langkahnya tiba-tiba saja terhenti. Di hadapannya kini berdiri seorang pria berambut agak ikal yang menatapnya sinis. Tae Min tersenyum dan megangguk sopan. “Selamat pagi, Kyu Hyun seonsangnim.” Sapa Tae Min.

Kyu Hyun hanya menatap salah satu murid-nya itu tanpa ekspresi. Tae Min tidak mengacuhkan sikap dingin seonsangnimnya itu. Ia terus saja tersenyum dan berjalan melewati seonsangnimnya yang terus saja melihat ke arahnya dengan dingin.

Setelah beberapa langkah, Tae Min membalikkan badannya dan memandang Kyu Hyun seonsangnim. Kali ini ekspresi wajahnya datar dan tak bisa ditebak. Sangat jauh berbeda dari kesan Lee Tae Min sehari-hari. “Kalian pasti tahu kami mengawasi kalian. Berhati-hatilah.” Kata Tae Min tegas dan dingin. Tae Min tidak bisa menyembunyikan nada benci dalam suaranya. Kemudian ia pun segera berjalan pergi dari sana. Kyu Hyun masih menatap punggung Tae Min yang semakin menjauh dengan tatapan marah dan kesal.

Sementara itu….

@Ruang Wakil Kepala Sekolah

Seorang namja mungil duduk di balik meja kerja-nya yang terlihat tua namun kokoh, sambil menyesap secangkir kopi panas.

Terdengar ketukan di pintu. “Masuk..” kata namja itu.

Seorang namja tinggi tampan masuk ke dalam ruangan wakil kepsek itu dengan ekspresi datar. Namja tampan itu mengangguk sopan. “Saya pasti akan berusaha menjaga agar rahasia Min Ah dan Mi Young tetap aman. Si kembar Jo nampaknya mencurigai mereka, tapi itu bukan masalah besar. Mereka hanya manusia biasa. Yang saya takutkan adalah rencana besar orang-orang itu.”

Ye Sung menatap namja tampan di hadapannya dengan sabar. Wakil kepala sekolah itu tahu benar namja itu masih sangat muda dibandingkan dengan umurnya.

“Jangan terlalu memperlihatkan kebencianmu pada mereka, Nak.” Kata Yesung dengan tenang. Ia berputar pelan di kursi kerja-nya. Kedua alisnya bertaut. “Tidak perlu merisaukan orang-orang itu. Prioritas kita adalah keselamatan Mi Young dan Min Ah.”

Pemuda tampan itu mengangguk. “Saya mengerti. Maafkan saya, Tuan.”

Ye Sung tertawa renyah. “Hahahaha. Tidak apa-apa, Nak. Aku juga dulu seperti itu saat seusiamu. Gegabah, ceroboh, merasa kuat. Tapi kau memang kuat, karena itulah aku mempercayaimu.” Kata Yesung. Pemuda di hadapannya terlihat senang mendengar pujiannya barusan.

Ye Sung menatap dalam-dalam kedua mata jernih pemuda itu. “Di masa yang akan datang, mungkin akan banyak tugas sulit yang kuminta, Nak. Kuharap kau tidak bosan membantu kakek tua ini.” Ye Sung terkekeh.

Pemuda tinggi tampan itu tersenyum pada Yesung. “Suatu kehormatan bagi saya untuk membantu Anda, seonsangnim. Dan.., Anda tidak terlihat tua tentu saja. Anda masih terlihat gagah.” Pemuda itu tersenyum.

Ye Sung terbahak-bahak. “Pantas saja banyak gadis menyukaimu, Nak. Kau pandai memuji. Kau benar-benar mirip kakek buyut-mu.”

Pemuda itu hanya tersenyum.

“Sebaiknya kau segera masuk kelas, Nak.” Kata Yesung.

Pemuda itu mohon diri sambil membungkuk sopan, kemudian secepat kilat ia keluar dari dalam ruangan itu.

========= End of Author POV =========

========== Young Min POV ===========

@Kelas Matematika, lantai 3

Aku berusaha fokus memperhatikan penjelasan Chang Min seonsangnim mengenai integral dan semacamnya, tapi tidak berhasil. Berkali-kali aku menguap dan hampir tertidur. Sial! Aku tidak pernah suka pelajaran eksak! Membuatku bosan dan ngantuk!

Mi Young yang duduk di sebelahku menatapku dengan sinis. Aku hanya cengengesan. “Efek begadang.” bisikku. Mi Young masih menatapku aneh. Aku mengucek-ngucek mataku.

“Hey Kwang Min.., tidak biasanya kau ngantuk di kelas.” Ujar Jeong Min yang duduk di belakangku. “Biasanya hanya aku yang mengantuk. Hoaaahhhmmm..” Jeong Min menguap lebar. Ia menepuk-nepuk bantal berbentuk kepala beruang di atas meja, kemudian kembali melanjutkan mimpi indahnya. Aku hanya geleng-geleng kepala sambil berdecak takjub melihat orang aneh ini.

Sementara itu Chang Min seonsangnim terus saja asyik menjelaskan materi, tanpa memedulikan si aneh Jeong Min. Aku menatap seisi kelas. Semua anak (kecuali aku dan Jeong Min) tampak serius memperhatikan Chang Min seonsangnim. Aku melirik Mi Young. Rambut ikalnya sedikit menutupi wajah tirus-nya. Ia memperhatikan pelajaran ini dengan sungguh-sungguh. Aku tidak tahu si bawel Mi Young ternyata memang jadi serius belajar sekarang ini. Apa mungkin teori-ku benar? Apa benar Mi Young dan Min Ah bertukar kepribadian? Bertukar tubuh? Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Itu tidak mungkin kan?! Tidak mungkin ada sihir atau hal-hal supranatural semacam itu kan?! itu semua hanya dongeng! Dasar pabo! Ck..ck..ck.., Kwang Min lebih pabo lagi karena mau-maunya mengikuti ide-ku!

Kalau yang duduk di sampingku sekarang ini Min Ah…, apa dia akan bereaksi seperti Min Ah? Aku harus mencoba salah satu cara.

Mi Young masih fokus memperhatikan dan mencatat pelajaran. Perlahan, aku mendekatkan tubuhku padanya, mengulurkan tanganku, lalu mencubit pipinya agak keras. Mi Young langsung menoleh padaku. Cepat-cepat aku menutup kedua telingaku. Si bawel Mi Young pasti akan berteriak sampai gendang telingaku pecah!

Mi Young menatapku tajam dan tenang. Aku masih menutup telingaku. Tapi Mi Young masih saja diam. Dia hanya terus menatapku. Perlahan aku menurunkan tangan dari telingaku, sambil menatap Mi Young takjub. Woaaahhh.., hebat! Dia tidak berteriak dan marah-marah!

“Kau ingin mati…?” kata Mi Young dingin. Mataku terbelalak. Aku mengucek-ngucek mataku lagi. Aneh sekali! Barusan tiba-tiba saja aku seperti melihat Min Ah dan bukannya Mi Young!

“Sekali lagi kau berbuat begitu, kau akan benar-benar menyesal pernah hidup, Jo…” Mi Young berhenti sejenak. “Kwang Min.”  lanjutnya dengan sinis dan dingin.

Aku membuka mulutku, kemudian menutupnya lagi. Aku masih menatap Mi Young. Mi Young kini kembali memperhatikan pelajaran. Apa maksudnya ini??? Apa benar Mi Young dan Min Ah bertukar tubuh??? Tidak…tidak…tidak…, aku menggeleng-gelengkan kepalaku kuat-kuat.

Aku menekan dada-ku yang tiba-tiba terasa sakit. Aneh. Aku hanya merasa seperti ini bila Min Ah memarahi-ku. Tapi sekarang .., yang memarahiku bukan Min Ah, melainkan Mi Young! Lalu mengapa aku merasakan efek yang sama seperti saat Min Ah memarahiku atau merasa kesal padaku?!

Apakah benar Min Ah menjadi Mi Young? Tapi kenapa? Dan bagaimana bisa?

======== End of Young Min POV ========

======== Min Ah POV (dalam tubuh Mi Young) ========

@Toilet cewek lantai 3

Aku mengelus-elus pipiku yang masih merah karena cubitan keras Kwang Min.., bukan, tapi Young Min, di kelas tadi.

“Dasar Young Min pabo!” gerutuku dalam hati. Tiba-tiba ponselku bergetar. Ada sms dari Mi Young.

Benar, yg skrg bersamaku adalah Kwang Min. Dia tidak tahan kugelitiki.

Cepat-cepat aku membalas sms Mi Young :

Jangan menggelitiki-nya lagi! Itu hanya akan semakin membuat Kwang Min yakin itu memang kau, Mi Young!

Aku menatap cermin sekilas, kemudian keluar dari dalam toilet. Karena terus menatap layar ponsel, aku jadi tidak sadar telah menubruk seseorang. “Jeosong hamnida..” aku membungkuk sopan tanpa melihat siapa yang kutubruk barusan, kemudian berjalan pergi.

“Mi Young….” Orang itu menarik lenganku.

“Tae Min sunbae?” mataku terbelalak menyadari siapa yang kutubruk barusan. “Mianhae, sunbae-nim,,aku tidak melihatmu barusan..”

Tae Min sunbae tersenyum manis. “Tidak apa-apa, Mi Young.” Tae Min sunbae masih terus menatapku. Perlahan ia mendekatiku dan menyentuh pipiku lembut. “Siapa yang melakukan ini padamu? Kau baik-baik saja?” Tae Min sunbae menyentuh pipi kiri-ku yang masih sedikit merah karena cubitan Young Min (yang berpura-pura jadi Kwang Min!)

“Eh..” aku tidak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba saja aku merasa sesak napas.

“YAAAAA!!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN???!!!!” Pekik seseorang. Aku menoleh. Tubuhku (yang kini berisi jiwa Mi Young) berjalan cepat menghampiri kami. Dia terlihat kesal sekali. Cepat-cepat ia menarik tanganku dan berjalan pergi.

“Sampai nanti, Oppa..” kataku pada Tae Min sunbae yang membalasku dengan lambaian tangan riang.

“OPPAAAA???” Pekik Mi Young , saat kami sudah berada di sekretariat klub tennis yang sepi. Hanya ada aku dan Mi Young.

“Ne.” tukasku kesal. “Sepertinya Tae Min sunbae tertarik padamu.” Kataku, mendelik sebal pada Mi Young.

“Hah?? Jelas-jelas tadi dia menyentuh pipi-mu! Aku yang seharusnya marah karena dia sepertinya menyukaimu!” cerocos Mi Young.

Aku menatapnya seolah-olah dia ini alien. “Aku berada dalam tubuhmu sekarang.”

Mi Young menatapku tak mengerti. “Jadi..?”

“Tae Min sunbae menyentuh pipimu. Bukan aku.” Kataku sinis.

Mi Young tertawa lebar. “Omooo..~~ benaaarr!! Hahahahaha.., berarti Tae Min sunbae menyukaiku??” mata Mi Young berbinar-binar.

Aku mendengus. “Tidak juga. Belum tentu. Dia hanya khawatir karena pipi ini memerah. Young Min mencubit pipi ini.”

“APAAA?? Si pirang bodoh itu mencubit pipiku????!!!” seru Mi Young shock. “YAAA!! Kim Min Ah! Jangan biarkan si pirang bodoh itu menyentuh tubuhku!”

“YAAAAA!! Kim Mi Young! Si pirang sekarang menjadi Kwang Min, dan Kwang Min menjadi si pirang. Demi Tuhan! Jangan menyebutnya bodoh! Dia sama sekali tidak bodoh! Dia mencurigaiku, aku tahu itu.” aku menghela napas panjang.

Mi Young berkata pelan. “Mianhae.., Min Ah. Aku juga sepertinya membuat Kwang Min mencurigaiku. Eottokhe???” Mi Young menatapku penasaran dan memohon.

Aku menghembuskan napas pelan. “Kita hanya harus berhati-hati. Itu saja.” Kataku. Mi Young menatapku tak yakin.

====== End of Min Ah POV ======

===== Author POV =====

Kim Mi Young, yang saat ini terjebak dalam tubuh Min Ah, berjalan gontai menuju ruang musik di lantai 4. Ia tahu ia terlambat masuk kelas Yang Chopin. “Aaaarrggghh.., gara-gara Min Ah, aku jadi terlambat masuk kelas Yang Seung Ho seonsangnim yang keren itu!” cepat-cepat Mi Young pun berlari.

“Mi Young!!!” panggil sebuah suara yang akrab di telinganya.

Tanpa berpikir panjang, Mi Young pun membalikkan badannya dan menjawab dengan riang. “Ne…”

Seorang namja tinggi, tampan, berambut pirang gondrong, bertubuh langsing, dan berhidung mancung tersenyum manis padanya. “Mi Young..” katanya tenang sambil tersenyum. Dia menghampiri Mi Young yang gelagapan.

“Tae Min sunbae.., ba-bagaimana…? Aku..”

Lee Tae Min menyentuh pundak Mi Young dengan kedua tangannya. Sambil menatap Mi Young dalam-dalam ia berkata pelan. “Berhati-hatilah, Kim Mi Young. Jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama seperti barusan. Bagaimana bila bukan aku yang memanggilmu? Bagaimana kalau orang lain? Hmm?”

“Sun..sunbae.. bagaimana..?”

Tae Min tersenyum. “Ingat kata-kataku, Hmm?” kemudian ia pun berjalan pergi meninggalkan Mi Young yang shock.

“Bagaimana mungkin Tae Min sunbae tahu aku bukanlah Kim Min Ah, melainkan Kim Mi Young? Apakah Tae Min sunbae sama seperti wakil kepala sekolah yang aneh itu? Ye Sung seonsangnim? Apa Tae Min sunbae anak buahnya Ye Sung seonsangnim? Omo ~~~ bisa gawat kalau Tae Min sunbae sampai melaporkan keteledoranku barusan ke Yesung seonsangnim!” Mi Young berkata pelan kepada dirinya sendiri.

Tanpa pikir panjang lagi, Mi Young berbalik arah dan berlari mengejar Lee Tae Min. “Tae Min sunbae!!!!” panggil Mi Young. “TAE MIN SUNBAE!!!!!” Pekik Mi Young keras.

Lee Tae Min berhenti berjalan, lalu berbalik menatap Mi Young. “Ya?” tanyanya sambil tersenyum manis.

Mi Young menghampirinya sambil terengah-engah kehabisan napas. “Jebal.., jangan katakan apa-apa pada Yesung seonsangnim. Aku tidak mau dia tahu mengenai…mmm…, barusan.”

Tae Min tersenyum lembut, kemudian membelai kepala Mi Young. “Tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apapun padanya.”

“Gomawo, Oppa..” mata Mi Young berbinar senang. Tae Min hanya tersenyum. Mi Young mengamati Tae Min lekat-lekat. “Tae Min sunbae.., sebenarnya… apa hubunganmu dengan Yesung seonsangnim? Mengapa kau bisa tahu mengenai aku dan Min Ah? Apa benar umur Yesung seonsangnim itu tidak seperti kelihatannya?”

Tae Min terbahak-bahak mendengar kata-kata Mi Young. “Huwahahahaha.., kau lucu sekali, Mi Young. Hmmmm.., banyak misteri dalam kehidupan ini. Beberapa bisa kau ketahui, dan beberapa lagi lebih menyenangkan bila kau tidak mengetahuinya.” Tae Min menatap Mi Young dalam-dalam. Mi Young hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, meskipun dia tidak mengerti apa yang dikatakan Tae Min barusan.

“Apa yang kalian lakukan di sini, Kim Min Ah.., dan Lee Tae Min?” ujar suara dingin seorang pria. Mi Young dan Tae Min menoleh.

“Kyu Hyun seonsangnim…” Mi Young sedikit terkejut. Kyu Hyun seonsangnim menatapnya tajam. Mi Young bergidik. Bahkan sejak dulu, Mi Young tidak pernah menyukai Kyu Hyun seonsangnim karena menurutnya Kyu Hyun seonsangnim itu killer dan selalu saja memberinya setumpuk tugas. Yah.., meskipun seonsangnim-nya yang satu itu tampan, tapi tetap saja…

“Sampai nanti, Min Ah..” kata Tae Min kepada Mi Young. Tae Min membungkuk sopan pada Kyu Hyun seonsangnim, sebelum akhirnya pergi.

“Saya..permisi, seonsangnim..” kata Mi Young pelan, kemudian segera kabur dari sana. Semoga Kyu Hyun seonsangnim tidak mendengar percakapannya dengan Tae Min barusan. Dan semoga saja Mi Young tidak dimarahi Yang Chopin karena telat masuk kelas!

*********

========= Still Author POV ========

@Balkon kamar Min Ah

Jendela kamar ber-cat putih itu terkunci rapat dan tertutup gorden ungu. Seorang pemuda memakai coat hitam panjang, sepatu boots, dengan rambut pirang gondrong yang diikat sebagian ke belakang – berdiri di balkon kamar itu. Hampir setiap malam ia datang ke tempat ini, hanya untuk mengecek keadaan sang pemilik kamar : Kim Mi Young yang kini berada dalam tubuh Kim Min Ah. Bukan hanya mengecek, tapi juga memikirkan rencana- rencana….

Mengamati Kim Mi Young membutuhkan waktu lama, karena biasanya gadis itu berubah-ubah melakukan ini-itu dalam beberapa menit, dan setiap hari melakukan hal yang berbeda (kecuali bermain piano & biola itu rutin ia lakukan selama 1 jam setiap hari, setelah makan malam). Sementara Kim Min Ah biasanya melakukan hal yang sama setiap harinya : membaca. Kim Min Ah mampu membaca non stop selama 7 jam, dan terus berada di atas tempat tidurnya, dikelilingi tumpukkan buku (novel dan pelajaran).

Kim Mi Young tidak pernah sadar dirinya selalu diawasi setiap malam, sementara Kim Min Ah seringkali menyadari sesuatu. Hal ini membuat pemuda tampan itu harus lebih berhati-hati saat mengawasi Min Ah, sementara saat mengawasi Mi Young seperti sekarang ini, ia bisa sedikit bersantai.

Mi Young tertawa-tawa di atas tempat tidurnya. Matanya tak lepas dari laptop kesayangannya. Kemudian ia meraih ponsel-nya dan mulai asyik bertelepon-teleponan dengan kakak-nya. “Aku sedang menonton lagi hanakimi, Oppa. Lucu sekali. Hahahaha… Ne..”

Pemuda itu membalikkan badannya, menatap langit yang kelam tanpa bintang. Ia memegang besi penghalang di balkon itu dengan satu jari, kemudian dengan satu lompatan ringan ia berhasil mendarat (sambil berdiri tegak) di bebatuan taman yang keras tanpa merasa kesakitan.

“Apa yang kau lakukan di sini, Lee Tae Min?” tiba-tiba saja seorang pemuda tinggi, berhidung mancung, bermata sipit tajam muncul di hadapannya.

Lee Tae Min tersenyum menatap laki-laki yang lebih tua darinya itu. “Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa Jung Il Woo hyung berada di dunia ini?” Tanya Tae Min. Ia berjalan mengelilingi pria bernama Jung Il Woo itu sambil mengamati penampilannya. “Hmmm.., selera berpakaian hyung bagus. Hyung terlihat seperti manusia.”

Jung Il Woo tersenyum miring. “Pulanglah.” Katanya tegas. “Sama seperti dulu, mereka tidak akan pernah berhasil.”

“Sama seperti dulu, aku akan menang, dan aku harus menyaksikan sendiri kemenanganku.” Lee Tae Min berkata tenang.

“Berhati-hatilah terhadap Kyu Hyun. Dia lebih berbahaya daripada yang kau kira.” Jung Il Woo menyentuh bahu Tae Min. Seketika bahu Tae Min melepuh karena panas, namun beberapa detik kemudian bahu itu kembali normal seperti sebelumnya. “Maaf, aku tidak bermaksud melukaimu.”

Tae Min tersenyum. “Aku tahu, hyung. Kadang aku iri karena kau memiliki kekuatan yang tidak kumiliki.”

“Dan kau memiliki kekuatan yang tidak kumiliki.” Timpal Jung Il Woo. Tae Min dan Il Woo sama-sama tersenyum.

“Mengenai Kyu Hyun.., aku tahu dia cukup hebat. Dan dia merupakan tantangan baru. Aku yakin kali ini juga aku akan menang, sama seperti puluhan, ratusan, dan ribuan tahun yang lalu. Kau tenang saja, hyung. Cukup awasi aku dari atas sana.” Tae Min menatap Il Woo. Sesaat mata Tae Min berubah kuning keemasan, kemudian kembali hitam. Sama seperti kedatangannya, kepergian Jung Il Woo pun terasa begitu tiba-tiba, seiring dengan berhembusnya angin malam.

Tae Min hanya tersenyum. Dia hafal betul sifat kakak tiri-nya yang terlalu khawatiran dan kadang selalu ingin ikut campur itu.

====== End of Author POV ======

==== Min Ah POV ====

Keesokan harinya, @Toilet cewek lantai 5 Anyang High School….

Aku masih menatap cermin. Di sebelahku, Mi Young terlihat gugup. Mi Young menyisir rambut lurus-ku (yang kini menjadi rambut-nya).

“Sebenarnya ada apa? Aku tahu pasti terjadi sesuatu, Kim Mi Young. Apakah Kwang Min? Sampai sekarang si kembar memang masih bertukar posisi, apakah ada masalah dengan Kwang Min?” cecarku. Kesal melihat Mi Young yang sejak tadi mencuri-curi pandang ke arahku sambil seolah menyimpan setumpuk beban.

“Tidak ada apa-apa ko. Sungguh. Hehehe…” Mi Young nyengir kaku.

Aku menyilangkan tanganku di depan dada. “Kim Mi Young. Kalau ini menyangkut keselamatan kita berdua dan kalau sampai terjadi apa-apa karena ulahmu, aku tidak akan pernah memaafkanmu!”

Mi Young menghela napas panjang. “Hhhhh.., oke-oke. Sebenarnya ini berita baik. Tapi entah prosesnya baik atau tidak. Yang jelas, Tae Min Oppa ada di pihak kita.”

“Mwo?”

Mi Young pun menceritakan kejadian yang dia alami kemarin. Aku kesal karena dia dengan polosnya membuka rahasia itu. Untung saja orang itu adalah Tae Min Oppa dan bukannya orang lain. Tapi…

“Sebaiknya kau jangan mudah percaya pada siapapun, Mi Young.” Kataku.

“Termasuk Tae Min Oppa? YAAA!!! Min Ah! Ini Tae Min Oppa lho. Idola kita. Aku senang karena sepertinya dia mau membantu kita. Pagi tadi aku bertemu lagi dengannya, mmm.., dia menyuruhku mengajak kau ke rumahku. Maksudku ke rumahmu yang sekarang ditempati olehku.”

Aku menyipitkan mataku dan menatap Mi Young. “Untuk apa?”

Mi Young mengangkat bahu. “Entahlah. Mungkin untuk mengajari kita trik-trik agar tidak mudah ketahuan orang lain. Huwaaahhhh…, aku tidak bisa membayangkan Tae Min Oppa akan masuk ke kamarku!!!!” pekik Mi Young heboh.

“Kamarku!” tukasku.

Mi Young mendelik. “Ne. Kamar Kim Min Ah.”

“Aku akan berbicara dengan Ye Sung seonsangnim dulu.” Kataku.

“WAE?? Wae??? Wae??  Tidak perlu membawa-bawa seonsangnim aneh itu, Min Ah! Memangnya kau tidak percaya pada Tae Min Oppa?”

Aku menghembuskan napas panjang, lalu mengangkat bahu. “Aku tidak tahu.”

Mi Young mendengus. “Kau harus percaya padanya.” Mi Young kembali menatap cermin dan merias wajahnya.

Aku hanya terdiam. Aku merasa ada sesuatu yang aneh. Tapi entah apa. Mungkin aku terlalu banyak membaca novel misteri dan fantasi sehingga mengalami hal-hal aneh seperti sekarang ini.

====== End of Min Ah POV ======

===== Author POV =====

Seorang namja berambut cokelat, berpakaian rapi : jas putih bersih, dengan sepatu hitam mengkilap, menenteng tumpukan partitur lagu – berdiri di depan ruangannya di lantai 6 sambil menatap ke bawah, ke arah lapangan basket. Bahkan dari ketinggian ini namja itu mampu melihat keadaan di bawah dengan sangat jelas, seolah-olah ia melihat orang-orang di bawah itu dalam jarak yang sangat dekat.

Seorang yeoja tinggi berambus lurus  dan seorang yeoja berambut ikal baru saja melintasi lapangan basket itu. Yeoja berambut lurus nampak asyik mengunyah permen karet-nya, sementara yeoja ikal sibuk mengetik sms pada Oppa-nya : Jae Oppa, malam ini kau masih ada pemotretan ya?

Setelah pesan itu terkirim, si yeoja ikal menyerahkan ponselnya pada yeoja berambut lurus.

Ya. Namja berambut cokelat itu mampu melihat dengan detail. Memiliki indera penglihatan dan pendengaran yang luar biasa hanyalah salah satu dari banyak keistimewaan yang ia miliki.

Namja itu menatap langit yang mendung. “Malam ini.., saat kedua putri bersama, sang pangeran kegelapan masuk atas izin keduanya. Menghancurkan tirani, dan seluruh perlindungan yang ada. Namun para kesatria mendampingi kedua putri, sehingga pangeran ….”

“Seung Ho seonsangnim. Apa yang sedang seonsangnim lakukan? Mengarang puisi? Atau naskah drama?” tiba-tiba saja Jung Jin Young menghampiri namja itu. Membuatnya berhenti bicara sendiri.

Namja itu tersenyum. “Ada apa Jin Young?” tanyanya dengan cool, seperti biasa.

“Mengumpulkan buku tugas.” Jawab Jin Young santai.

“Aaah.., benar.” Kata Yang Seung Ho. Meraih tumpukkan buku di tangan Jin Young. “Kau bisa kembali ke kelas-mu.” Perintah Seung Ho. Namja berambut cokelat itu merasa sedikit terganggu dengan kedatangan salah satu murid terbaiknya.

“Ne, seonsangnim.” Jin Young membungkukkan badannya, kemudian berbalik pergi.

Yang Seung Ho kembali menatap ke bawah, kali ini yang ia amati adalah dua orang namja berwajah identik, dengan gaya rambut berbeda.

“Orang kembar hanya membawa masalah. Pertama-tama mereka harus disingkirkan…” bola mata Seung Ho berubah kuning pucat, merah darah, kemudian kembali hitam. Sesuai dengan suasana hatinya yang berubah-ubah.

–      TBC –

Jangan lupa komen ya ^^

*note : Min ho bakal jadi support cast yang cukup penting, buat Key, Onew dan Jonghyun bakal muncul juga >0<, author ga punya duit (?) banyak, jadi cuma bisa ngecast mereka bertiga jadi cameo ntar J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Secret Wish – Part 4”

  1. ya!
    Aku masih ga paham sama tema ceritanya.. Mana yg protagonis mana yg antagonis.. Hahaha..
    Buat ngerti mana minah mana miyoung aja bingung.. Tambah lagi skarang jo twins ikutan tukeran..
    Tpi seruu..
    Next..

  2. Aaaaa~ bingung bacanya! Bahasanya ketinggian! Nilai bahasa indonesia aku kan cuma 85 😦
    Bingung tapi seru 🙂 next next next~

    1. bahasa indonesia cuma 85? Cuma?!!! gede kali. maaf ikut nimbrung soalnya aku juga bingung, jadi harus baca dengan begitu teliti dan berulang-ulang. pusing! tapi tetap penasaran.

  3. Aahhh.. makin penasaran ma ff ini.
    Aahh tp aku bingung yg mana yg jahat mana yg baik.
    Klo Yesung udah jelas dia baik. tp u/ Taemin kyuhyun seung ho aku masuh bingung.
    Awalnya aku pikir yg masuk ke ruangannya Yesung itu Taemin tp apa yg dbilang Seungho buat aku bingung lagi.
    Aigo rumit next part nya ditunggu thor

  4. apa Taemin kah yg d mksud pngran kglpan?
    Huwaaa…………
    mkin seru, makin deg”an,
    next part jgn lma” y thor..

    I’m so curious yeah….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s