Shining Star [1.2]

hhuj

Tittle          :   SHINING STAR

Author       :   Cha minki a.k.a kicha

Main Cast  :  Choi minho, Min Hyorin, Shin Minra

Length        :  twoshoot

Genre         :  Friendship, Romance, School Life, Sad

Rating         :  General

Pagi itu kota seoul sangatlah cerah. Matahari bersinar terang meski udara di musim dingin sangatlah dingin. Dan disebuah rumah disalah satu sudut kota seoul nampak seorang namja yang sedang duduk di depan beranda sebuah rumah yang cukup kecil dan sederhana. Namja itu tampak menggosok-gosok kedua tangannya karena kedinginan.

” Min hyorin,ayo cepat. Aku sudah menunggumu hampir satu jam. Apa kau ingin membuatku mati kedinginan disini? ” Sahut namja itu sambil terus menggosok-gosok kedua tangannya. Ia memang sudah tahu kebiasaann chingunya yang satu ini, yaitu sangat lelet dalam segala hal. Terkadang ia harus rela dimarahi dosennya karena terlambat dan itu dikarenakan oleh Hyorin, sahabatnya. Dan untungnya ia sudah maklum akan hal itu.

” Nae….tunggu sebentar,aku hampir selesai.” Sahut min hyorin seorang yeoja pecinta music, berwajah cantik namun bersifat tomboy itu sambil berlari lari kecil menuju depan rumahnya. Hidungnya nampak kemerahan karena dinginnya cuaca di bulan Desember.

” Kaja…” ucap namja itu lagi sambil menggenggam tangan dingin hyorin menuju sepeda motor miliknya.

Namja itu dialah namja kesayangan Hyorin,choi minho. Mereka sudah bersahabat semenjak dua tahun yang lalu. Berawal saat minho memergoki hyorin bermain basket di hall kampus mereka, meskipun hyorin merupakan gadis yang tomboy,namun ia akan angkat tangan jika disuruh untuk bermain bola basket. Akibatnya ia nampak kewalahan mengejar bola yang menggelinding ke sana kemari. Akhirnya minho pun mengajari hyorin bermain basket hingga terbentuklah tali persahabatan diantara mereka.

Minho,dia adalah namja yang sangat sempurna bagi para yeoja-yeoja yang melihatnya.Bagaimana tidak, dia memiliki badan yang atletis,tinggi,berkulit putih, dan yang paling membuatnya dikenal adalah kemampuan bermain basket yang patut diacungi jempol.

Dan lagi fakta tentang mereka,walaupun mereka sudah bersahabat cukup lama ,namun hyorin dan minho telah berjanji untuk tidak saling mencintai satu sama lain, entah apa alasannya.  Hal itu terkadang membuat hati hyorin terasa sakit karena diam-diam hatinya  terpaut dengan diri minho,bahkan minho adalah first love nya.

Beberapa menit kemudian, minho dan hyorin sampai di kampus kebanggaan mereka, konkuk university. “Hyorin,kita sudah sampai. Kau harus menjaga kesehatanmu. Ingat sekarang adalah musim dingin. Arraseo? ” Titah minho sambil bergaya bak seorang umma.

“Nae.. Arraseo umma. ” kata Hyorin sambil menatap chingunya itu geli.

“ Mwo? Umma? Kenapa kau mengatakan aku umma? Aku kan seorang namja.” Minho menatap hyorin heran.

“ Tapi, perkataanmu itu seperti umma umma. Mengingatkanku pada ummaku yang berada di gyeonggi-do.”

Minho mendengus kesal.” Ya! itu karena kau adalah sahabatku. Makanya aku harus memperhatikanmu.”

Deggh….

Hyorin menatap minho nanar. Ia tak menyangka minho masih menganggapnya sebagai sahabatnya tak lebih. Ternyata perasaan itu tak pernah berubah untuknya.

“ Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Ingat pesanku tadi, arra ? “ ujar minho sambil berjalan meninggalkan Hyorin yang masih menatapnya dari kejauhannya.

Bisakah aku menggapai bintang itu ?

                                                                            

****

“Minho ssi…minho ssi.. ” panggil seorang yeoja sambil berlari lari kecil ke arah minho,yeoja itu terlihat sangat anggun dan cantik. Minho pun ikut membalas senyuman noona itu ” Mwoeyo minra noona?”

Shin minra,dia adalah tipe wanita ideal bagi minho.Dia sangat cantik,anggun,berambut panjang,berkulit halus,dan sifat feminim yang disandangnya sangat berbeda dengan min hyorin  yang begitu tomboy.

“Minho ssi,bolehkah aku menemanimu berlatih basket ?”tanya minra.

“Hmm…apakah noona tidak ada kelas hari ini?” minho balik bertanya.

Minra menggeleng.”Ani…hari ini dosenku tidak hadir dan kelasku kosong,jadi daripada bosan lebih baik aku menemanimu berlatih basket, bolehkan minho?”

” Tentu saja noona,kaja..” jawab minho.

 

****

 

Cause you were my sun, the moon
Nae jeonbuyeotdeon neo nae bange itneun
Modeun geotdeuri neor geuriwohanabwa
Neor wihae chatda jichyeoseo neor jamsi ijeodo
Sumgyeonoheun uriui chueogi
Gadeug nama cause you’re still in my room

     ( SHINee-in my room)

Itulah sepotong lirik lagu ciptaan hyorin yang ia beri judul in my room.  Hyorin memang sangat jago menciptakan lirik lagu yang indah, ia merupakan mahasiswa terbaik di jurusan musik di kampusnya. Selain mahir menciptakan lagu ia juga sangat mahir memainkan beberapa alat music terutama piano. Kelak ia sangat ingin menjadi seorang pianist. Ternyata lagu in my room ini diciptakannya khusus untuk namja kesayangannya,minho.

Minho,liat saja ,kau pasti akan terkejut mendengar lagu ciptaan ku ini… bisik hyorin  dalam hati sambil tersenyum simpul.

Hyorin pun mengeluarkan ponsel dari saku celananya, kemudian mengetik nama minho di kontak nya,disana terpampang foto dirinya dan minho yang belepotan cream kue tar. Ia masih ingat, Saat itu adalah ulang tahun minho yang ke 19 dan ternyata minho belum pernah sekali pun merayakan ulang tahun bersama orangtuanya. Hyorin  tersenyum memandang foto itu,tanpa pikir panjang lagi,dipencetnya tombol hijau pada ponselnya itu.
                 tiiiit….tiiiit…..tiiit……


                 Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut ini…

minho ssi ,hari ini aku ingin menunjukkan sesuatu padamu ,aku tunggu kau di taman kampus ya…dont be late ok!! anyeong!!’

 

                 tiiiit….tiiiit…tiiit…

“ Mungkin dia sedang sibuk.” Gumam hyorin sambil memasukkan buku-buku nya kedalam tas nya kemudian menyandang tasnya. Di liriknya jam tangan pemberian minho yang melingkar anggun di tangannya yang kurus itu. “ Sudah jam 5 sore,lebih baik aku menunggunya sekarang.”

********

“Aiiish…kenapa minho begitu lama?” Hyorin memandang kesekeliling kampus yang kini sudah mulai tak berpenghuni .

Apa dia tak membaca pesan suaraku? Bagaimana jika aku saja yang kesana,siapa tau aku bisa belajar basket lagi?? hehehehehe…. hyorin tersenyum sendiri , akhirnya diputuskannya untuk mencari minho ke tempat biasa minho nongkrong, hall basket tentunya.

“ Minho kenapa kau begitu lam….a..” Tiba-tiba hyorin terdiam, ia menjadi speechless.

ternyata ini yang menyebabkan minho tak datang,minra eonni….

 

Ternyata minho sedang bermain basket bersama shin minra . Minho nampak begitu sabar mengajarkan minra, mereka sangat bahagia hingga mereka tak sadar ada sepasang mata yang menatap mereka dengan begitu lirih.  Mata itu tanpa sadar mengeluarkan butiran-butiran Kristal yang berjalan melewati pipinya yang mulus. “ Mian minho..” ujar pemilik mata itu lirih sambil berlari sejauh mungkin. Ia tak tau ingin berlari kemana , ia tak tau ingin berteriak kepada siapa karena semua seperti seperti benda mati.

********

“ Noona, apa kau tidak merasa lelah ?” ujar minho terengah engah.”Bayangkan kita sudah 8 jam bermain basket,sekarang sudah jam 7 malam.”tambahnya lagi,nafasnya begitu tak beraturan.
“ Aku?? “ Minra menunjuk dirinya sendiri. “ Tentu saja tidak.heii,ternyata kau lebih lemah daripada aku minho “minra tertawa lepas.

“ Kau benar noona,aku sudah sangat lelah,mari kita istirahat sebentar”ujar minho sambil meraih sebotol air mineral dan sekejap saja air mineral itu berpindah ke perutnya.

“Ya minhoo…..apa kau begitu lelah ?” minra  tersenyum menatap minho.

Minho hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan Minra . Tiba-tiba matanya tertuju pada ponselnya yang berkedip-kedip. Pesan suara ?dari siapa? Pikirnya. Dirahnya ponselnya tadi.

“ Oh tidak…hyorin!!” wajah minho nampak begitu cemas.

“Ada apa minho? kenapa wajahmu begitu cemas?” Tanya minra heran

“Noona,bisakah kau pulang sendiri?”

“ Waeyo???apa yang terjadi?” Tanya minra lagi.

“Ada suatu hal penting yang ingin ku cari”

“Sesuatu??apa itu?”

“Sesuatu yang paling berharga” ujar minho sambil berlari meninggalkan minra sendirian  terpaku dalam kebingungan.

“Sesuatu yang berharga? “

“Hyoriiin…min hyoriin!!!” teriak minho sambil mencari kesekeliling kampus mulai dari taman,kelas,hingga ke gedung rektorat namun hasilnya nihil,hyorin tak menampakkan batang hidungnya.

***

“Jongmal mianhae minho, aku tak bisa menepati janji itu.” Ujar hyorin lirih sambil menerawang kosong ke langit yang dipenuhi banyak bintang. ” Cinta itu sudah terlanjur berkembang dihatiku.”

Memang inilah kebiasaan hyorin jika ia sedang sedih yaitu melihat bintang di atap kampus,mungkin bisa dikatakan itulah tempat favoritnya jika sedang sedih dan ingin sendiri.

“Hyorin-ah…” Panggil seseorang di belakangnya,suara orang itu terdengar lirih. Dan hyorin tahu bahwa itu adalah suara namja kesayangannya, choi minho.

“Minho? Kenapa kau bisa tau aku ada disini?” Tanya hyorin heran.

“ Gwenchana Hyorin-ah ?apa kau baik-baik saja?” minho balik bertanya tanpa memperdulikan pertanyaan hyorin.

“Aku?? Tentu saja aku baik-baik saja.kenapa kau nampak begitu mencemaskanku? Kau sangat lucu sep…” ucapan hyorin terputus,tiba-tiba minho memeluknya sangat erat. Jantung hyorin berdetak begitu kencang ,mungkin detakan itu bisa dirasakan oleh minho.

“A….aa..pa yang kau lakukan minho?” Tanya hyorin gugup.

“Mianhae hyorin..” ujar minho lirih.

“Atas apa?”

“Karena aku selalu membuatmu menungguku..” jawab minho lagi dengan nada yang lirih.

“Heii minho…kenapa kau begitu melankolis sekarang..hahahaha”  hyorin tertawa keras dibalik pelukan minho. Akhirnya minho melepaskan pelukannya.

“Kau ingin tau kenapa? Karena kau adalah sahabat yang paling berharga.”  minho menatap hyorin,sangat dalam.

Kau lebih dari sahabat bagiku minho.

“Hahahaha…..kau jangan lebay seperti ini minho. Aku bukan anak kecil lagi.” Hyorin tertawa lebar,namun tawa itu tak seperti tawanya dulu,kini tersimpan rasa sakit dari matanya.

Hyorin kembali menatap ke arah langit,langit penuh bintang.

“Apa yang kaulakukan malam-malam sendirian disini?” Tanya minho ikut menatap langit.

“Menunggumu..” jawab hyorin sekenanya, matanya masih tertuju ke langit.

“Benarkah ?”

“Ha ha ha ha….ternyata kau sangat mudah kege-er an. Mana mungkin aku menunggumu.aku sedang menatap langit malam,sangat indah.”  Hyorin memejamkan matanya sambil menghirup udara malam yang begitu dingin, meski begitu ia tak peduli. Baginya hatinya sekarang sudah lebih dingin daripada dinginnya angin malam itu.

“Jongmal?” Tanya minho sambil menatap ke arah hyorin.

“ Tentu saja.untuk apa aku menunggu namja sepertimu” jawab hyorin sambil mencibir kearah minho.

“ Aaah…..dasar kau yeoja aneh”  minho menatap yeoja itu gemas dan mengacak-acak rambut panjangnya. “Ngomong-ngomong sejak kapan seorang hyorin yang begitu tomboy senang melihat bintang?” Tanya minho sambil mentap bintang.

Hyorin hanya tersenyum.“ Memangnya orang tomboy dilarang melihat bintang?”

“ Tidak juga sih…”

“Minho,apa kau juga suka melihat bintang?”

“Hmmm…..tidak juga,tapi demi menemanimu aku juga akan melihat bintang.”

“ Minho,apakah bintang dapat diraih?” Tanya hyorin lagi.

“ Ne?”

“Aku ingin memetik bintang yang paling terang itu” Hyorin menatap minho dengan tatapan yang sangat dalam, berbeda dan memiliki arti tersendiri.” Tapi itu sangat sulit untuk diraih,mungkin karna dia memiliki banyak penggemar” tambahnya.

“ Hyorin , tentu saja bintang sulit untuk diraih. Jarak bintang dari bumi itu berjuta-juta tahun cahaya,selain itu bintang itu juga sangat besar bahkan jauh lebih besar dari matahari,emangnya mau kamu simpan dimana bintang itu?” Minho menjelaskan panjang lebar dan masih menatap langit .

“ Tidak,saat ini dia sangat dekat denganku.bahkan aku bisa melihatnya dengan jelas.” tiba-tiba wajah minho berubah terkejut,ia pun menatap hyorin heran.

” Benarkah? itu mustahil,walaupun jika dilihat seperti sangat dekat tapi nyatanya bintang itu sangat jauh hyorin. Apa kau tak pernah belajar fisika ha?” Cerocos minho dengan tampang innocentnya.

Aiish…kenapa kau begitu lugu minho?

“ Mungkin kau benar minho,mungkin karena itu aku sangat sulit mencapainya.”

Hyorin bangkit dari duduknya.“KENAPA KAU TAK PERNAH MENGERTIIII!!!!!”  Hyorin berteriak kearah langit. “ BINTANG,KAU BEGITU PABO..PABO…TAK TAHUKAH KAU AKU TERSIKSA DISINI? ” tak terasa air matanya mengalir dipipinya.

“Pabo…pabo…pabo..” gumamnya terisak-isak, matanya masih mengeluarkan butiran-butiran Kristal itu.

“ Hyorin kau menangis?” minho menatap hyorin cemas..

Hyorin menghapus air matanya dengan punggung tangannya “Anio…aku tidakk menangis.”

“Apa maksudmu tidak menangis ? lihat,air matamu keluar begitu deras, ingusmu juga.” Minho menatap hyorin cemas.

“ Sudahlah minho, tidak usah dibahas lagi.aku sangat lelah,aku ingin pulang” ujar hyorin sambil menyandang tasnya juga gitar kesayangannya.

“Aku akan mengantarmu.”

“ Tidak usah minho,kau nampak sangat lelah.biar aku pulang dengan bus saja” ujar hyorin sambil berlalu menjauhi minho.

Ada apa denganmu hyorin?  minho menatap Hyorin yang sudah berlalu menjauhinya.

****

   “ Aiishh….kenapa kau begitu lemah hyorin?” ujar hyorin sambil menghempaskan dirinya kekasur. “ Apakah dia tau perasanku ? “ gumamnya lambat.

“Minho,jongmal mianhae..aku tak bisa menepati janji itu,jongmal jongmal jongmal mianhae.” Lirih hyorin kini sambil menatap koleksi foto-foto minho yang terpajang di dindingnya. Ternyata diam-diam hyorin mengkoleksi foto-foto minho dengan berbagai gaya,mulai yang paling natural hingga yang paling narsis sekalipun. “ Minho waktu kita tak akan lama lagi. Neomu saranghae minho,jongmal.”

*******

Pagi itu konkuk university sangatlah ramai. Semua mahasiswa nampak sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang bercanda berombongan, ada yang bermain dengan laptopnya ataupun ada yang hanya sekedar membaca buku di taman-taman sekitar kampus itu. dan salah satu diantara adalah seorang yeoja yang setia menggendong gitar kesayangannya yaitu min hyorin. Dan dibelakangnya nampak seorang namja yang berjalan tergesa-gesa kearahnya.

“ Hyorin-ah…min hyorin..” panggil minho dari arah koridor kampus. Membuat hyorin menghentikan langkahnya.

“Minho?? Mwoeyo?”Hyorin menatapnya heran.

“Apa kau baik-baik saja hyorin?” wajah minho langsung berubah cemas.

“Minho,kenapa kau selalu menanyakan keadaanku? Aku tidak ingin lagi disamakan dengan anak kecil,arraseo?” wajah hyorin langsung berubah cemberut.

“ Arraseo,hyorin ku yang cantik.” Ujar minho sambil mengacak-acak rambut panjang hyorin.

“Yaaa….minho,kenapa kau begitu jahil” teriak hyorin sambil merapikan poni-nya yang berantakan. Minho menanggapinya dengan tawa yang begitu lepas.

Kebahagian ini akan berakhir sebentar lagi minho.

“Minho,sebenarnya ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.” Tiba-tiba hyorin mengubah suasana menjadi sedikit serius.

“Sesuatu?? Apa itu??” Tanya minho masih dengan senyuman yang terukir tulus dibibirnya

“Hmm…begini,aku mendapatkan be…..” Ucapan hyorin terputus. Tiba-tiba seorang yeoja memanggil minho dari kejauhan,ya yeoja itu adalah shin minra.

“Minho ssi…” panggil yeoja itu sambil berjalan mendekati mereka berdua,yeoja itu kini mengenakan dress pink lembut pastel, sangat cocok dengan kulitnya yang putih mulus.

“Anyeonghaseo hyorin-ah.” ucap minra ramah kepada Hyorin.

“Oh..anyeonghaseo eonni” jawab hyorin sambil menundukkan badannya sejenak.

Mata minra kembali tertuju kearah minho.

“Minho ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu minho,tapi mungkin nanti. apakah kau ada waktu?” Ujar minra kepada minho.

Sejenak minho menatap kearah hyorin, kemudian matanya kembali menatap mata minra.”Tentu saja bisa noona “ ujarnya mantap.

Senyum minra terkembang merekah. “ Oh baiklah kalau begitu, aku ingin pergi ke kelasku dulu. Anyeong minho anyeong Hyorin.” Ujarnya sambil berjalan menjauhi kedua pasang sahabat itu. Setelah menghilang, kini mata minho kembali menatap chingunya itu.

“ Jadi, apa yang ingin kau katakan padaku tadi Hyorin?” tanyanya.

“ Oh, tidak ada. Lupakan saja. Aku juga harus pergi ya minho. Anyeong ! ”ujar Hyorin sambil berjalan menjauhi minho yang sedang menatapnya heran.

 

****

Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Matahari sudah mulai kembali keperaduannya. Menimbulkan aurora-aurora indah yang menghiasi langit senja itu. Konkuk university sudah mulai gelap dan sepi, namun disebuah bangku panjang ditaman kampus itu, nampak seorang namja dan seorang yeoja yang sedang duduk berdua. Ya, namja dan yeoja itu adalah minho dan minra.

“Noona,apa yang ingin kau bicarakan kepadaku?” Tanya minho sambil menatap kearah minra.

Minra menghembuskan nafasnya pelan. mencoba menghirup hawa-hawa positif disekitarnya.“ Hmmm…. minho, aku tidak tau ingin mulai darimana hmm… sejujurnya aku menyukaimu, bagaimana dengan mu? Bagaimana perasaanmu kepadaku minho ? “ Tanya minra to the point. Hal itu membuat raut wajah minho kelihatan kaget, Seperdetik kemudian wajah minho kembali stabil.

“ Aku juga menyukaimu noona.” Ujarnya mantap.

Tbc-

Aiiish jinja >.< aku bener-bener nggak PD sama ff ini. Ini ff pertamaku yang udah lama banget tersimpan di laptopku. Idenya aku akui pasaran banget, yah maklum ini kan ff pertamaku. Tapi aku harap reader tetep suka dan terhibur. Sampai jumpa di next episode ne? jangan lupa RCL yo… Anyeoong J

 

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Shining Star [1.2]”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s