Sacrifice

SACRIFICE

Author             : Natiyoo

Main Cast        : Key, Han Hyeri

Support Cast    : You’ll know~

Length             : Oneshoot

Genre              : Angst, Romance,.

Rating              : PG-13

A:N                  : Annyeonghaseo^^ Semoga kalian suka FF ini yaa 😀 kritik dan saran aku tunggu~^^

HYERI’s POV

Oeeeeekkk… Oeeeekkk…. Oeeeekkkk….

Suara itu membuyarkan lamunanku. Refleks aku menoleh ke arah box bayi yang terletak di sudut kamar. Ku tuntun kakiku untuk berjalan menghampiri box itu dan langsung mengangkat malikat mungil yang ada di dalamnya, berusaha meredakan tangisannya.

Namaku Han Hyeri. Oh bukan bukan Han. Tapi Choi. Sudah 2 tahun, aku harusnya sudah terbiasa dengan nama itu. Umurku sekarang 25 tahun. Aku sudah menikah. Nama suamiku Choi Minho. Dan bayi ini, dia adalah anak kami, namanya Choi Hyemi.

Kalau ditanya apakah aku bahagia, aku akan berkata tidak. Aku dan Minho menikah karena perjodohan. Dan kami tidak saling cinta, dia bahkan membenciku.

Aku menerima perjodohan ini karena aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada orangtuaku. Lagi pula kalau aku menolak, maka adikku Hyena yang akan menjadi korbannya. Aku tidak mau merenggut kebahagiaanya. Biar aku saja yang berkorban. Setidaknya Hyena bisa hidup bahagia.

Sementara Minho… dia menerima perjodohan ini kerena uang. Ya, uang. Orang tuanya mengancam tidak akan memberinya warisan jika dia tidak menerima perjodohan ini.

Awal pernikahan kami Minho masih bisa bersikap baik padaku. Tapi lama kelamaan, dia semakin kasar, bahkan kejam. Mungkin stress karena pekerjaan yang membuatnya berubah seperti ini. Dan aku lah yang dijadikannya pelampiasan. Bukan hanya makian, tapi juga pukulan yang dia berikan kepadaku. Aku tidak bisa melawan.

Saat pertama kali aku mengandung Hyemi, aku senang. Aku fikir dengan hadirnya anak diantara kami maka sikap Minho akan berubah. Tapi ternyata tidak. Bahkan saat aku melahirkan, Minho tidak datang mendampingiku.

Yah mungkin sekarang Hyemi adalah satu satunya alasan  bagiku untuk bertahan hidup.

BRAK!

Aku terkejut saat mendengar pintu kamar yang tiba tiba terbuka dan Minho masuk dengan langkah yang terhuyung huyung. Lalu tak lama jatuh terduduk di lantai. Ah, dia pasti mabuk lagi.

Aku menaruh Hyemi yang sudah tidur kembali ke boxnya dan berjalan menghampiri Minho.

“Minho-ya. Gwaenchana?” kataku sambil mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.

Ups sepertinya aku salah langkah. Tanganku langsung di tepisnya dengan kasar. Lalu dia bangkit berdiri sendiri dengan gontai sambil berkata sesuatu tentang wanita yang tidak berguna. Aku sudah hafal apa yang akan terjadi setelah ini. Ya benar. Dia memukuliku lagi.

Hampir setiap hari aku diperlakukan seperti ini. Dan aku tidak bisa melawan. Setiap makian dan pukulannya ku terima dalam diam. Ya diam. Hanya itu yang bisa kulakukan.

Ah akhirnya penderitaaku untuk malam ini berakhir. Minho akhirnya kelelahan dan langsung jatuh tertidur di ranjang. Aku berusaha berdiri. Sekujur badanku terasa sakit. Bahkan bibirku sampai mengeluarkan darah.

Aku berjalan keluar kamar. Di luar sudah ada ahjuma Kang yang menungguku. Beliau adalah pembantu rumah tangga kami. Sama denganku, beliau juga sudah hafal dengan tindak tanduk Minho. Beliau bahkan sudah memegang kotak P3K di tangannya. Beliau menatapku dengan sorot mata khawatir dan mata yang berkaca kaca. Kupaksakan sulas senyum untuk menenangkannya.

“Agasshi, sampai kapan keadaan seperti ini akan terus berlanjut? Sungguh aku tidak tega melihat agassi seperti ini terus.apalagi dengan kondisi penyakit agassi yang main parah….” Ucap ahjuma Kang sambil mengobati luka lukaku.

“Ahjuma tenang saja. tidak perlu khawatir. Aku baik baik saja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku yakin suatu saat Minho pasti akan berubah.”

Aku bangun bahkan sebelum matahari keluar dari persembunyiannya untuk membuatkan sarapan untuk Minho. Walau bagaimanapun, aku hapus tetap menjalankan kewajibanku sebagai istri kan?

Setelah selesai aku membangunkan Minho, lalu pergi mandi untuk bersiap siap berangkat kerja. Ya aku memang masih tetap bekerja. Aku tidak mau meminta uang dari Minho. Segala keperluaku aku sendiri yang membiayai dari gajiku.

Setelah selesai mandi dan berpakaian aku duduk di meja rias. Ternyata ada beberapa bekas lebam di pipiku akibat ulah Minho semalam. Aku memakai make up tebal tebal supaya lebam itu tak terlalu terlihat.

Selesai bersiap siap aku dan Minho makan dalam diam. Tidak lebih tepatnya aku yang diam, sementara Minho sibuk berbicara di telfon dengan kolega bisnisnya. Aku sudah terbiasa dengan semua ini. Minho memang hampir tidak pernah menganggapku ada.

“Hye… jangan bilang kalau suamimu itu memukulimu lagi.” Aku mendongak kaget ketika tiba tiba ada seseorang yang berkata seperti itu di depanku.

“Key…” lirihku ketika menyadari siapa yang sedang berdiri di hadapanku.

Key. Dia adalah rekan kerjaku. Satu satunya orang selain ahjuma Kang dan keluargaku yang masih baik dan perhatian kepadaku.

Aku memalingkan wajahku. Bagaimana mungkin dia mengetahui bahwa Minho memukuliku semalam? Padahal make up ku gunakan sudah cukup tebal untuk menyembunyikan memar memar di wajahku.

“A-apa yang ku bicarakan? Minho tidak melakuan apa apa kok.” Sergahku sambil berpura pura berkonsentrasi pada layar komputer di depanku.

“Hye… kau tahukan kalau kau tidak pandai berbohong. Aku bisa meliatnya.” Hatiku mencelos mendengar ucapan Key barusan. Bagaimana mungkin dia bisa menyadari ini semua?

“M-maaf Key aku ke toilet dulu.” Ya kalau sudah seperti ini yang bisa ku lakukan hanya menghindar. Aku memang pengecut.

KEY’s POV

Aku menatap Hyeri nanar. Kenapa dia masih saja berbohong padaku? Sudah jelas jelas si bajingan Minho itu memukulinya lagi semalam. Mungkin make up tebal itu bisa membohongi mata orang orang. Tapi tidak dengan mataku. Mata orang yang mencintainya.

Ya aku mencintai Hyeri. Sejak kami pertama bertemu sekitar 3 tahun yang lalu. Dulu kami sama sama karyawan baru di perusahaan ini. Karena itu kami bisa dekat. Bodohnya, aku tidak pernah sanggup menyatakan perasaanku kepadanya. Bahkan tidak sampai dia menikah dengan Minho. Saat itu aku hanya bisa mendoakan kebahagiaannya.

Tapi ternyata Tuhan tidak mengabulkan doaku. Bukanya bahagia, Hyeri malah disiksa oleh bajingan itu. Sebulan dua bulan memang masih baik baik saja. Tapi setelah itu, Hyeri jadi sering datang dengan lebam yang menghiasi wajah cantiknya.

Aku tidak mengerti alasanya bertahan. Diperlakukan seperti itu…. Entah apa yang ada difikiranya sampai dia bisa bertahan selama ini. Dan aku… aku juga tidak bisa melakukan apa apa dengan keadaan ini. Aku hanya seorang namja bodoh yang tidak bisa melakukan apa apa untuk melindungi yeoja yang kucinta.

Dan Choi Minho itu. Dia adalah orang yang paling brengsek di dunia. Dia sudah menyia nyiakan Hyeri. Entah apa kurangnya Hyeri dimata Minho sampai dia tega memperlakukan Hyeri dengan begitu kejam. Bahkan saat Hyeri melahirkan Hyemi, aku yang mendampinginya. Sementara si brengsek itu sama sekali tidak menunjukan batang hidungnya. Padahal Hyemi kan anaknya. Apakah dia tidak punya hati?

Haaah Hyeri…. Kapan kau akan meninggalkan Minho dan beralih padaku? Apakah kau tidak melihat disini ada aku yang tulus mencintaimu?

HYERI’s POV

Saat ini aku sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan tak jauh dari kantorku. Aku memang sengaja mampir ke sini sepulang kerja untuk membeli bahan keperluan rumah yang sudah habis. Aku berjalan sambil menenteng belanjaanku yang tidak terlalu banyak sambil sesekali melihat barang barang yang terpajang di etalase toko. Wah! Baju bayi itu lucu sekali. Sepertinya akan cocok dipakai Hyemi. Hmm lebih baik aku masuk dan melihat lihat.

Akhirnya aku jadi membeli beberapa baju untuk Hyemi. Aku memang sulit menahan diri kalau menemukan baju bayi yang lucu. Aku berjalan keluar toko dengan senyum tersungging di bibirku. Aku senang membayangkan Hyemi memakai baju baju yang kubelikan tadi. Dia pasti akan terlihat sangat cantik.

Tapi senyumanku itu tidak bertahan lama. Karena begitu aku keluar toko, yang ku dapati adalah pemandangan yang sangat tidak sedap.

Itu Minho… bergandengan mesra dengan wanita yang tidak ku kenal. Mereka sedang tertawa bahagia. Hatiku sakit melihatnya. Meskipun aku kami  tidak saling mencintai, tapi apakah dia tidak bisa untuk menghormatiku sebagai seorang istri dan tidak berselingkuh?

Aku langsung cepat cepat pergi dari tempat itu. Aku tidak ingin melihat mereka lagi.

Minho tidak pulang tadi malam. Entah kemana dia. Aku tidak mau berfikiran buruk mengenai itu. Mungkin dia ada perkerjaan yang harus diselesaikannya. Yah meskipun firasatku mengatakan kalau dia sedang bersama dengan wanita yang kulihat kemarin.

Waktu istirahat makan siang tiba. Key datang menghampiriku untuk mengajak makan siang bersama seperti biasa. Kami sedang berjalan menuju kafetaria saat seorang rekan kerjaku yang lain datang menghampiriku.

“Hyeri-ssi ada orang yang mencarimu. Dia menunggu di receptionist.”

Seseorang? Mencariku? Siapa?

Aku mengucapkan terima kasih padanya sebelum dia berlalu. Lalu aku menyuruh Key untuk pergi duluan ke kafetaria dan tidak usah menungguku. Entah kenapa aku punya firasat kalau ini akan berlangsung lama.

Aku melangkah keluar dari lift yang mengantarku ke lantai bawah gedung kantorku, lalu melanjutkan langkahku menuju meja receptionist. Tapi belum juga aku sampai di sana, langkahku sudah terhenti. Di sana… dalam jarak beberapa meter dariku berdirilah wanita yang kemarin ku lihat bersama dengan Minho. Apa yang dia lakukan di sini?

“Hyeri-ssi? Bisa bicara denganku sebentar?” Serunya ketika menyadari kehadiranku.

Oh tuhan… apa lagi ini?

Dia mengajakku ke taman di dekat kantorku. Kami duduk di salah satu kursinya. Sejenak kami saling berdiam diri, sampai akhirnya aku memberanikan diriku bertanya duluan.

“Kau siapa? Apa yang ingin kau bicarakan dengaku?” Tanyaku padanya. Sebenarnya jantungku sudah berdebar tak karuan dari tadi. Firasatku buruk mengenai semua ini.

“Perkenalkan, namaku Kim Sinhwa. Aku adalah kekasih Minho Oppa.”

DARR!

Bagaikan disambar petir sekujur tubuhku langsung lemas mendengar ucapannya. Kekasih… Setega itukah Minho padaku?

“Aku yakin kau bukan wanita yang bodoh Hyeri-ssi. Kau pasti tahu kan apa tujuanku datang menemuimu. Aku dan Minho Oppa sudah berpacaran cukup lama. Dan aku muak dengan semua ini. Aku muak karena hubungan mu dengan Minho Oppa yang menghalangi kami untuk bisa bahagia bersama. Kalian sudah menikah selama 2 tahun tanpa saling mencintai. Apa kau tidak lelah? Kurasa sudah saatnya kalian mengakhiri semua ini. Kau tahu? Minho Oppa selama ini tidak bisa menceraikanmu karena dia tidak ingin kehilangan perusahaan. Tolonglah Hyeri-ssi, maukah kau mengalah? Maukah kau menceraikannya? Maukah kau berbaik hati melepasnya untuk kebahagiaannya? Dia pasti akan jauh lebih bahagia bersama ku. Hanya itu saja Hyeri-ssi. Aku berharap kau bisa memikirkannya baik baik. Aku permisi.” Katanya lalu berjalan pergi.

Aku tidak bisa berfikir saat ini. Otak dan tubuhku terasa lumpuh. Aku benar benar merasa seperti wanita bodoh sekarang. Bagaimana mungkin selama 2 tahun ini aku berfikir kalau Minho tidak mempunyai kekasih? Dan apa katanya tadi? Aku menghalangi kebahagiaan mereka? Apakah keputusanku selama ini untuk bertahan menjadi istri Minho salah?

Tanpa kusadari air mataku mulai menetes. Awalnya hanya satu dua tapi lama kelamaan mengalir makin deras. Di tengah isakku aku menyadari ada seseorang yang berdiri di hadapanku.

Dia…. Key.

KEY’s POV

Aku melihat semuanya. Aku mendengar semuanya. Aku mempunya firasat buruk karena itu tadi aku  mengikuti Hyeri dan wanita itu ke sini. Dan aku benar benar mendengar semuanya.

Wanita kurang ajar! Sama saja dia dengan kekasihnya di brengsek Choi Minho itu. Apakah dia tidak punya hati sampai tega mengatakan hal itu kepada Hyeri? Kulihat Hyeri sedang menangis sekarang. Langsung saja aku menghampirinya. Aku berdiri diam di hadapannya sampai dia menyadari keberadaanku dan mendongak menatapku.

“Kau menangisinya? Han Hyeri apakah kau bodoh? Pria brengsek itu… dia bahkan tidak pantas kau tangisi! Uljima… Hentikan tangisanmu!” Kataku lalu merengkuhnya kedalam pelukanku.

Han Hyeri…. Kumohon berhentilah menangis untuk sesuatu yang tidak pantas kau tangisi.

HYERI’s POV

“Kau menangisinya? Han Hyeri apakah kau bodoh? Pria brengsek itu… dia bahkan tidak pantas kau tangisi!  Uljima… Hentikan tangisanmu!” Kata Key sambil merengkuhku kedalam pelukannya. Tapi bukannya berhenti menangis, tangisanku malah bertambah kencang.

Ya, benar kata Key. Aku memang wanita bodoh. Aku menangisi orang yang bahkan sama sekali tidak memperdulikanku. Tapi… entah mengapa air matau tak kunjjung berhenti. Hatiku terasa sangat sakit.

Hatiku sakit bukan karena aku mencintainya. Hatiku sakit karena sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri aku merasa dikhianati. Aku memikirkan Hyemi. Kasihan sekali nasibnya. Apakah dia harus tumbuh besar tanpa sosok seorang ayah? Aku tidak mau itu terjadi. Karena itulah aku bertahan selama ini.

Entah berapa lama aku menangis di pelukan Key seperti ini sampai tangisanku reda. Kemejanya bahkan sampai basah karena air mataku. Sudah sore. Kulihat matahari sudah mulai condong ke arah barat. Ah, aku dan Key pasti dimarahi oleh Bos. Tapi aku sama sekali tidak punya semangat untuk kembali ke tempat kerja. Fikiranku sungguh sangat kacau.

Setelah tangisanku berhenti, Key merebahkan diri duduk di sampingku. Matanya  tak sedetik pun pernah lepas dari wajahku. Kekhawatiran masih terpancar di sorot matanya.

“Key… apa yang harus aku lakukan?” lirihku pelan. Key menghela nafas berat mendengar perkataanku.

“Memangnya apa lagi yang bisa kau lakukan Hye? Kau masih mau bertahan? Dengan semua ini?”

“Tapi…. aku tidak ingin Hyemi tumbuh tanpa sosok seorang ayah.”

“Apakah kau sampai sekarang masih juga tidak dapat melihatku Hye? Apakah kau belum juga sadar?” Kata Key sambil menggenggam tanganku.

Aku terenyuh mendengar perkataan Key. Apa maksudnya? Jangan jangan dia…

“Berhentilah mengurusi Choi Minho itu dan lihat aku! Han Hyeri. Apakah kau tidak juga menyadarinya. Aku bahkan tidak pernah memanggilmu Choi kan? Aku tidak pernah menganggapmu sebagai seorang Choi. Bagiku kau tetap Han. Aku selalu ada untukmu dan tidak pernah meninggalkanmu, bahkan mengisi tempat yang seharusnya di isi si bajingan itu sebagai suamimu. Kau fikir kenapa aku melakukan semua itu? Sebegitu polosnya kah kau sampai kau tidak mengerti?”

Key mengatakan semua itu sambil memandangku dengan tajam. Aku seakan terhipnotis dengan kata katanya.

“Aku mencintaimu Han Hyeri. Sejak pertama kali kita bertemu. Dan sampai sekarang pun perasaanku tak pernah sedikit pun berubah. Apakah kau tidak pernah menyadarinya? Tinggalkan Minho dan datanglah padaku. Hyemi tidak akan pernah tumbuh tanpa sosok seorang ayah. Aku yang akan menjadi ayah untuknya.”

Air mataku kembali mengalir sekarang. Aku benar benar wanita bodoh kan? Aku bahkan tidak pernah menyadari perasaan Key kepadaku.

Key kembali merengkuhku kedalam pelukannya.

“Datanglah padaku Hye… Aku berjanji aku tidak akan pernah menyakitimu. Aku berjanji aku akan menjadi ayah dan suami yang baik untukmu dan Hyemi. Datanglah padaku…”

Aku masih tetap menagis di pelukan Key ketika rasa sakit itu datang. Kepalaku… kepalaku rasanya sakit sekali. Rasanya seperti hampir pecah. Kurasakan ada cairan pekat hangat yang mengalir dari hidungku. Kenapa harus sekarang?

“Key… Bisakah aku mempercayaimu? Bisakah aku memegang janjimu? Bisakah aku menyerahkan hatiku dan Hyemi padamu? Maukah kau menjadi Ayah untuk Hyemi? Bahkan meskipun aku sudah tidak ada, maukah kau tetap menjaganya untukku?”

“Ya tentu saja bisa! Kau tidak perlu mengkhawatirkannya Hye. Kau bisa percaya padaku. Aku tidak akan mengecewakanmu.”

“Baguslah. Aku bisa tenang sekarang. Key… Berjanjilah satu hal padaku. Apapun yang terjadi… tolong jaga Hyemi. Aku percaya padamu…”

KEY’s POV

Hyeri masih menangis di pelukanku ketika kurasakan ada sesuatu yang berbeda. Kurasakan tubuhnya mulai melemah di pelukanku. Ketika ku angkat kepalanya aku terkejut. Dia pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah segar.

Dengan panik aku memanggil manggil namanya sambil ku goyang tubuhnya. Tidak ada respon. Langsung saja aku angkat tubuhnya yang sudah terkulai lemas dan mencari taxi untuk membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit dia langsung dibawa ke ruang UGD dan ditangani oleh dokter dokter. Aku langsung menelfon ahjuma Kang dan memintanya datang ke sini bersama Hyemi, dan memberitahukan kondisi Hyeri pada keluarga Hyeri.

10 menit… 20 menit… 30 menit….

Entah apa yang dilakukan Dokter dokter itu di dalam. Kenapa mereka lama sekali? Perasaan khawatirku tak kunjung surut. Tak lama kemudian ahjuma Kang datang sambil membawa Hyemi.

“Bagaimana keadaan agassi? Apakah dia baik baik saja?” seru ahjuma Kang ketika dia sampai.

“Aku tidak tahu ahjuma. Dokter belum keluar.”

Tiba tiba saja Hyemi yang tadinya tertidur pulas terbangun lalu menangis dengan sangat keras. Bahkan ahjuma Kang sekalipun tidak dapat menenangkannya. Ada apa ini? Perasaanku sangat tidak enak.

Tiba tiba pintu ruang UGD terbuka. Dokter keluar dari dalam dengan wajah kusut. Perasaanku makin tidak enak.

“Keluarga nona Han Hyeri?” Seru dokter itu sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang tunggu.

“Ya kami keluarganya.” Seruku sambil menghampiri dokter itu, disusul oleh ahjuma Kang dan Hyemi yang masih terus menangis.

“Bahaimana keadaan Hyeri dok? Apakah dia baik baik saja?” Tanyaku sambil memperhatikan raut wajah si dokter. Perasaanku makin buruk.

Si dokter tidak langsung menjawab. Dia memandang sejenak ke arah Hyemi yang masih terus menangis dengan kencang. Terlihat pancaran rasa iba dari matanya….

Oh tuhan… Semoga semua dugaanku ini salah.

“Maafkan kami.  Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Nona Han Hyeri tidak dapat diselamatkan lagi. Kanker Otaknya berkembang dengan sangat ganas.”

Aku tidak percaya dengan apa yang ku dengar. Tidak tidak. Hyeri Tidak mungkin meninggal kan? Lagipula apa katanya? Kanker otak? Dokternya pasti bohong kan? Hyeri… dia masih hidup kan? Seluruh badanku terasa kebas. Syarafku serasa mati. Tidak. Ini semua tidak mungkin terjadi kan?

Ahjuma kang langsung jatuh terduduk di sampingku. Hyemi masih tetap menangis keras di pelukannya.

Key… Berjanjilah satu hal padaku. Apapun yang terjadi… tolong jaga Hyemi. Aku percaya padamu..

Kata kata itu terngiang di kupingku. Kata kata terakhir Hyeri. Yang memintaku untuk menjaga Hyemi. Aku berjalan mendekati ahjuma Kang dan mengambil Hyemi dari pelukannya. Air mataku sudah mengalir deras sekarang.

Hye…. Itukah yang kau inginkan? Kau ingin aku menjaganya kan? Ya… baiklah… aku akan menepati jajiku padamu. Aku akan menjaga Hyemi untukmu.

5 Tahun Kemudian

Aku menggandeng Hyemi menaiki bukit tempat Hyeri dimakamkan. Ya, aku benar benar menepati janjiku pada Hyeri untuk merawat Hyemi. Bukan hal yang sulit di urus karena si bajingan Choi Minho itu sama sekali tidak peduli pada anaknya. Untungnya keluarga mereka bisa mengerti tentang permintaan terakhir Hyeri yang memintaku untuk merawat Hyemi.

Sekarang sudah 5 tahun berlalu sejak kematian Hyeri. Hyemi sudah tumbuh menjadi anak yang cantik dan cerdas. Sangat mirip dengan ibunya. Dan aku senang. Aku beruntung mendapatkan anak seperti Hyemi. Aku sangat sayang padanya.

Han Hyeri…. Dia ternyata sudah mengetahui penyakitnya sejak lama. Karena itu dia bertahan dengan pernikahanya dengan Minho. Dia takut kalau dia bercerai, setelah dia meninggal tidak akan ada yang merawat Hyemi. Karena itu dia bertahan.

Bodoh. Bodoh bodoh bodoh bodoh. Jika itu alasanya kenapa tidak dari dulu saja kau ceraikan dia? Toh buktinya sekarang Minho itu juga tidak perduli dengan Hyemi.

Akhirnya aku sampai di puncak bukit tempat Hyeri dimakamkan. Kutaruh sebucket bunga mawar pink kesukaan Hyeri di pusaranya. Tanpa kusadari setetes air mata jatuh dari pelupuk mataku. Tiba tiba ada tangan mungil yang menyentuh pipiku dan menghapus air mata yang sedang membentuk dua sungai kecil di pipiku ini.

“Appa, kenapa menangis? Apakah ada yang sakit? Appa uljimayo~” Seru Hyemi sambil menatap khawatir kepadaku.

“Tidak apa-apa. Appa hanya sedang rindu pada Umma mu sayang. Ini makam Umma. Kau tidak mau memberi salam kepada Umma?”

“Oh benar! Aku harus memberi salam kepada Umma. Umma annyeonghaseo~ ini aku Han Hyemi anakmu. Umma, apakah Umma baik baik saja di surga sana? Aku dan Appa disini baik baik saja^^ Umma tidak usah khawatir. Aku bisa menjaga Appa dengan baik kok. Aku kan anak pintar Umma. Nilaiku di sekolah saja bagus….” Aku tersenyum mendengar celotehan Hyemi.

Hye… Kau lihat kan? Hyemi sudah tumbuh dengan baik. Aku akan tetap memegang janjiku sampai kapan pun Hye. Aku akan selalu menjaga Hyemi. Kau baik baik ya di sana. Aku akan selalu mencintaimu.

Han Hyeri,

Saranghanda.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Sacrifice”

  1. Natiyo-ssi, bener” sacrifice niy cerita, bikin mewek lagi 😥 Itu si Minho gak ada dialog sama sekali ya, cuma peran lewat aja.. Key, kamu selalu dapet peran jadi laki” yang baik ya, berkorban juga demi cinta sama Hyeri.. 🙂

  2. Ga sanggup bayangin suami saya a.k.a choi minho, sebaj*ngan itu >..< kasian hyeminya ga bisa bahagia lebih lama sama anaknya..n key ~.~

  3. Aku nggak pernah kaget kalau tokoh antagonisnya Minho, kkk~ emang udah sering kali ya, terus mukanya juga cocok (?).

    Bener kata comment diatas, Minho sama sekali nggak ada dialog, LoL. Numpang lewat doang xD

    Aww~ Hope someday i’ll find husband like Key in this fic~ he’s so sweet =”)

    Love it! Keep writing~

  4. Bner Hyo, jd keinget punya Eun Cha,kkk~
    judulnya malah keinget sm punya Storm.

    Tp Natiyo-ssi, ini ceritanya beda banget kog, aku gak nyangka bakal sad ending gini.
    Hiks. Hiks.

    Keep writing!

  5. Aku tak bisa berkata apa apa karena aku dah nangis bacanya *apadeh
    Ga kebayang punya kehidupan kayak gitu..
    Cuma 1 kata yg bisa ku ucapkan ‘keren’

  6. mereka kan pdhl blm nikah, tp key udh manggil hyeri umma. kasihan… key blm sempat mendapatkan hyeri seutuhnya udh keburu meninggal. jadi yg dptnya hyemi dah wkwkwk

    jadi jadi key statusnya apa? duda keren? wkwk disini key gk nikah lg ya? sequel ada gk?

  7. andweeee…. minho kenapa jahat banget sih d sini.. gak rela.. minho itu baik.. sepuluh tahun nikah sama dia, aku gak pernah nyesel *eh?*
    hahaha.. bagus thor, ceritanya bagus biarpun endingnya yang hyeri sakit agak kecepetan jadi kurang greget.. masih ada typo yang salah ketik.. but nice one.. aku bisa beneran jatuh hati sama key nih lama2.. 😉

  8. FF ny sedih banget.
    Knp sih Minho tu Jahat bangt. tega2 nya menyakiti istrinya buat Yeoja yg gak penting itu.
    Author juga’ sih…
    knp Cast jahat nya Minho sih???? Minho tu kan lebih pants memegang cast cuek, baik, pendiam. Aku ini Flamers loh.

  9. FF ny sedih banget.
    Knp sih Minho tu Jahat bangt. tega2 nya menyakiti istrinya buat Yeoja yg gak penting itu.
    Author juga’ sih…
    knp Cast jahat nya Minho sih???? Minho tu kan lebih pants memegang cast cuek, baik, pendiam. Aku ini Flamers loh. Kyaaaaa… Author juga jahat.#dikeroyok author# masa’ uri Minho watak ny Kejam sih?????
    Huhuhuhu… 😦
    semua Flamers sedih lo.

  10. FF ny sedih banget.
    Knp sih Minho tu Jahat bangt. tega2 nya menyakiti istrinya buat Yeoja yg gak penting itu.
    Author juga’ sih…
    knp Cast jahat nya Minho sih???? Minho tu kan lebih pants memegang cast cuek, baik, pendiam. Aku ini Flamers loh. Kyaaaaa… Author juga jahat.#dikeroyok author# masa’ uri Minho watak ny Kejam sih?????
    Huhuhuhu… 😦
    semua Flamers sedih lo.

  11. OMO!!! author,knpa minho oppa dibikin jahat banget?? lain kali minho oppa jadiin pemain protagonis ea..?!! tp buat ceritax ku acungin jempol.. bener2 menyedihkan,bener2 dpt bgt feelx.. terus berkarya…

  12. duhh nih ff super duper nyesekkkk 😥 key, kmu baek banget yaa 🙂 dan salut buat hyeri, dia rela brtahan dsiksa sm minho krn takut anaknya g ada yg ngurus. Bner2 SACRIFICE !! Ho!! minho!! kmu kejam bingittt -..-

Leave a Reply to Choi Chan Yoen Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s