Beautiful Sky

Tittle:  BEAUTIFUL SKY

Author: cha minki a.k.a kicha

Main Cast: – Kim Sora, choi minho

Other cast : Choi sulli , Minho eomma ( Just as cameo )

Length: Oneshoot

Genre: Romance, fantasy, sad (?)

Rating: PG-13

Anyeonghaseo readers SF3SI tercinta, Kicha is back . Oke kali ini author akan menyuguhkan para readers dengan ff gaje dari author. Dan sedikit informasi, ff ini adalah ff pertama author yang bergenre fantasy romance, jadi maaf aja nih kalau agak aneh atau gimana gitu ya!! tapi author harap *muka serius* ff oneshoot khusus dari author ini bisa menghibur readers sekalian. Oke deh!! Daripada bosan dengerin si author nan cantik ini ngoceh melulu, mending kita baca yok ff yg satu ini. Mari …..

_____________

Dengan malas kumasuki ruangan gelap itu sambil menenteng sebuah sapu ditangan kiriku dan sebuah kain pel ditangan di tangan kananku. Ya, umma menyuruhku untuk membersihkan gudang dibelakang rumah. Kenapa tidak adikku Sulli saja yang membersihkannya,padahal dia kan perempuan? Ah, umma sangat tidak adil. Padahal musim dingin seperti ini akan sangat asyik menyeruput secangkir kopi didepan perapian.

“ Minho-ssi… jangan lupa pisahkan barang-barang yang akan dibuang dengan yang tidak ya!” Suara umma kembali terdengar dari luar gudang.

“Ne….” jawabku sekedarnya. Ya, inilah resiko menjadi anak pertama yang memiliki adik perempuan yang sangat manja.

Aku menatap sekeliling gudang gelap itu. Ah, ternyata sudah sangat lama aku tak mengunjungi gudang ini. Bayangkan saja, hampir setengah ruangan telah dipenuhi oleh sarang laba-laba. Padahal ketika aku masih kecil, aku sangat senang mengunjungi tempat ini. Terkadang untuk bermain petak umpet, bersembunyi ketika diburu oleh umma atau bahkan hanya untuk iseng-isengan . Hei…who knows , sekarang aku sudah 18 tahun!

Segera ku keluarkan semua barang-barang yang tidak terpakai lagi. Aku mengambil sebuah kotak besar diatas sebuah lemari. Setelah dibuka, ternyata isinya adalah beberapa mainan masa kecilku,ada mobil-mobilan, puzzle, pistol, sebuah gitar kecil dan ah….kenapa ada boneka disini? Hmm..mungkin punya si manja sulli. Aku pun memutuskan untuk tidak membuang mainanku ini, menurutku ini adalah kenangan tersendiri, lagian semuanya masih terlihat bagus.

Aku kembali meletakkan kotak itu ke tempat semula.

Aku pun mengambil sabuah kardus lagi yang kali ini terletak di samping lemari tadi. Setelah kubuka ternyata berisi koran-koran bekas. KORUPSI OLEH PARA PERDANA MENTRI, PEMBUNUHAN BERANTAI TERJADI DI KOTA INCHEON, SEORANG GADIS BERUSIA 15 TAHUN MENGHILANG TANPA JEJAK SAAT ACARA CAMPING SEKOLAHNYA.

“ Hidup memang sangat kejam .” Desisku sambil menatap tumpukan korna-koran itu. Setelah menatap sekilas, akupun meletakkan tumpukan koran itu kembali ke tempatnya.

…………………

“ Minho-ssi….minho ssi..” Sebuah suara tiba-tiba mengejutkanku. Aku menatap kesekeliling, tidak ada siapa-siapa. Aishh….mungkin hanya perasaanku saja. Aku pun kembali fokus pada pekerjaanku.

“ Minho ssi….kemarilah ,palli!” Suara itu kambali terdengar olehku dan kali ini terdengar lebih keras dan jelas. Segera kuputar arah pandanganku ke pojok gudang itu . Tetap tidak ada siapa-siapa melainkan hanya sebuah lemari tua yang tertutup rapat.

“ Palli minho-ssi….” Suara itu kembali terdengar dan kini lebih kencang lagi. Aku semakin yakin bahwa suara itu berasal dari pojok ruangan. Segera kukerahkan seluruh tenagaku untuk berjalan menuju pojok ruangan . Berbekal sebuah sapu, aku berjalan mengendap-endap menuju sumber suara.

Masih tak ada siapa-siapa. Apa suaranya berasal dari dalam lemari ini? Bisikku pada diriku sendiri. Akhirnya dengan sedikit takut pelan-pelan kutarik pintu lemari itu.

Wuuuuuussssshhh………..  

Sebuah semburat cahaya berbentuk spiral menyilaukan mataku. Dengan sigap kututup kedua mataku  dengan sebelah tangan. Beberapa detik kemudian, kembali kubuka mataku yang tertutup itu. Benar, itu adalah sebuah cahaya yang berbentuk spiral yang berputar-putar. Tapi cahaya apa ini? Bahkan aku belum pernah melihat cahaya seperti ini sebelumnya.

“ Palli minho ssi…” Suara itu terdengar kembali, dan sekarang aku yakin suara itu berasal dari semburat cahaya itu.

“ Siapa itu?” tanyaku masih bersiaga dengan sebuah sapu di tangan kiriku…..

Tidak ada jawaban.

Akhirnya, Dengan hati-hati kudekatkan sebelah tanganku kearah cahaya spiral itu, dan akhirnya…..

Aaaaaaaaaaaaaaaa………………………………..

******

Aku membuka mataku dengan pelan. Arrghh…kenapa kepala ku terasa sangat sakit? Setelah mengumpulkan segenap tenagaku, Aku pun menatap kesekeliling. Kenapa serba pink ya? Padahal gudang belakang rumahku tidak berwarna pink. Jadi,ini dimana?

“ Aah…kau sudah bangun ya minho-ssi!” Sebuah suara mengejutkanku,dan kurasa aku mengenal suara itu. Tapi siapa? Ah, bukankah ini suara orang yang memanggilku tadi ?

“ Ini kubuatkan makanan untukmu !” Ujarnya lagi. Kini ia telah duduk di ujung kasur tempatku berbaring sambil meletakkan semangkuk sup diatas meja disamping tempat tidur itu.

Aku menatapnya. omo…dia sangat cantik ,rambutnya yang ikal tergerai indah melewati bahunya. Kulitnya yang putih mulus sangat cocok dengan gaun putih selutut yang digunakannya. Tapi,kurasa ada yang aneh… tunggu, kurasa ada sesuatu yang aneh dipunggungnya. Omo… dia memiliki sayap! Apakah berarti?

“ Ya! Kau melamun minho ssi ?” Tanya gadis itu sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

Aku menatapnya. “ K..kk..kkau siapa?” Tanyaku sambil mencoba beranjak menjauhinya.

“ Aku? “ Dia balik bertanya.  Aku mengangguk pelan. “ Tunggu, biar aku tebak! Kau malaikat ya? “ tanyaku.

“ Ani….”

Alisku tertaut. “ Kau bidadari?”

“ Ani…” Gadis itu menggeleng.

“ Aaah…. Aku tau, kau pasti adalah jin.”

“ Tentu saja tidak ! Mana mungkin tuhan menciptakan jin secantik aku.” Jawabnya sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang panjang tergerai itu. Aisshh…. Aku tak menyangka  yeoja ini begitu percaya diri.

“ Jadi sebenarnya kau itu siapa?” Desakku

Gadis itu tersenyum manis. Kemudian ia membungkukkan badannya sekitar 90 derajat.                               “ Perkenalkan, namaku Sora, Kim Sora. Aku berasal dari negeri langit atau biasa disebut skyline” Ucapnya mantap.

Aku melongo menatapnya. Skyline? Tempat macam apa itu? Kurasa aku belum pernah mendengar daerah itu sebelumnya. “ S….skyline? Dimana itu?” Tanyaku padanya.

“ Disini.” Ujarnya singkat.

“ Mwo??” Aku membulatkan mataku. “ Jadi, dimana aku sekarang?” Tambahku.

“ Tentu saja dinegeri langit SKYLINE.” Jawabnya dengan tenang. “ Aku tak menyangka ada juga penduduk bumi yang babo seperti mu.” Tambahnya.

“ apa katamu? Aku babo? Aisshh… kau benar-benar! Eh, tunggu… itu berarti aku sekarang berada di negeri langit.” Tanyaku lagi, dan kutahu pertanyaan itu sangatlah bodoh.

“ Tentu saja. Kan aku sudah bilang dari tadi.” Yeoja itu sudah kelihatan tak sabar.

Aku kembali melongo menatapnya. jadi, sekarang aku berada di…. “KEMBALIKAN AKU SEKARANG JUGAAAA!!!!”  Teriakku.  Aku tidak peduli dengan ekspresinya yang begitu terkejut menatapku. Kemudian aku mencoba berdiri namun entah  kenapa  lenganku terasa sakit.

“ Sabar…sabar…” Ucap Sora dengan cepat, wajahnya terlihat sangat terkejut. “ Aku janji aku akan mengembalikanmu ke bumi, tapi tidak sekarang. Lagian, tanganmu masih harus diobati.” Tambahnya.

Aku menatap lengan kiriku. Aku baru sadar bahwa lengan kiriku kini sudah dibalut oleh perban putih. “ Ada apa dengan lengan kiriku?”

“ Umm…..maafkan aku, aku tidak sengaja salah meletakkan splight mu di dekat pohon apel. “ Ujar Sora dengan ragu-ragu.

“ Splight? Apa lagi itu?” Ucapku penuh tanya. Aku sungguh tak mengerti dengan istilah-istilah aneh ini. Skyline, splight, lalu apa lagi?

“ Itu, cahaya spiral yang pernah kau lihat digudang rumahmu. Itu adalah pintu masuk menuju skyline. Dan aku tidak sengaja meletakkannya di dekat pohon apel , jadi saat kau masuk kau tersangkut di pohon apel, minho-ssi jongmal mianhae!!!!”  Ucap Sora sambil menempelkan kedua telapak tangannya tanda memohon.

“ Aku tidak mau tahu, pokoknya aku ingin kembali ke bumi, titik!” Aku segera bangkit dari tidurku. aku tak lagi memperdulikan tanganku yang terasa sangat sakit.

“ Chakkaman minho-ssi.” Sora menahan tangan kananku,membuatku mau tidak mau berhenti.

“ Apa lagi? “

“ Tentu kau tidak tau splight mu ada dimana sekarang kan? Tentu saja kau tak bisa kembali ke bumi tanpa benda itu .”

Oh my god! Betapa bodohnya aku, tentu aku tidak tahu dimana splightku sekarang. “ Dimana kau sembunyikan splightku?” desisku tajam.

“ Rahasia.” Ujarnya singkat. “ Aku akan memberitahumu jika kau ingin ikut denganku. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang sangat menyenangkan. Kujamin kau akan senang, anggap saja tanda permintaan maafku,  mau ya?” Sora mulai melakukan aksi aegyo-nya.

Aku memutar bola mataku sambil berpikir sejenak. “ Aah…. Baiklah! Tapi kumohon jangan memasang tampang seperti itu, sangat aneh!” Jawabku dengan berat hati. Tapi mau bagaimana lagi Yeoja ini adalah kunci utamaku sekarang.

“ Gomawooo minho-ssi.” Sora berteriak kegirangan tanpa sadar ia memeluk tubuhku erat.

“ Yaaa! Tanganku sakit!”

*****

Aku memandang kesekelilingku. Ternyata ini benar-benar negeri langit. Semua benda terbuat dari awan, mulai dari rumah, peralatan rumah tangga sampai ke kendaraan juga. Untung saja makanannya tidak terbuat dari awan.

Aku memandang Sora, ia masih memasang senyum andalannya kepada semua orang  lewat. “ Sora, kau bilang kau bukan malaikat atau bidadari kan? Tapi kenapa kau memiliki sayap di punggungmu.” Aku mencoba memulai percakapan.

Sora mentapku tiba-tiba, raut wajahnya nampak seperti orang yang sedang terkejut, namun beberapa saat kemudian senyumnya kembali merekah. “  Sayap ini merupakan warisan dari nenek moyang kami.” Ujarnya masih dengan senyum khasnya. Aku masih tak mengerti.

“ Maksudmu?”

Sora kembali menatapku, kemudian tatapannya kembali tertuju ke jalanan di depannya.” Nenek moyang kami dahulu adalah seorang bidadari. Namun, suatu hari ia diusir dari kahyangan karena ia tak dapat terbang dan melakukan hal yang dapat dilakukan oleh bidadari lain. Dan ia pun membuat negeri sendiri disini. Itulah skyline.” Kenang sora.

Aku menatapnya , kulihat sedikit raut janggal saat ia menceritakan masa lalu negerinya. Aku rasa ia sedikit tertekan. Dan kurasa aku tak boleh bertanya lebih lanjut lagi padanya.

“ Ah…. Akhirnya kita sampai juga!” Sora berteriak kegirangan. Aku tak mengerti mengapa mood-nya begitu mudah berubah. “ Minho akhirnya kita sampai.”

Aku tertegun melihat pemandangan di depanku sekarang. Neomu yeoppo! Sangat mengagumkan! Bahkan lebih mengagumkan daripada tempat paling indah di korea. Meski semua serba awan namun sangat menarik dan tertata dengan sangat rapi. Sungai-sungai mengalir dengan tenang,ikan-ikan berenang dengan riang, bunga-bunga juga bermekaran dengan indah, bangku-bangku taman terbuat dari awan dengan berbagai macam bentuk.

“ Neomu yeoppo!” Ujarku tanpa sadar. Sedang Sora hanya tersenyum ringan.” Aku sudah yakin kau akan mengagumi keindahan negeriku.”  Ujarnya dengan nada bangga.

Aku baru sadar ternyata Aku sudah membuatnya bangga setengah mati. “ Uum… sebenarnya tidak terlalu bagus, kurasa Korea jauh lebih bagus.” Jawabku sekenanya. Sora nampak tertawa ringan. “Sudahlah… aku sudah tau apa yang ada dipikiranmu! Sekarang ikut Aku, aku akan mengajakmu jalan-jalan.”

Aku menatapnya tak mengerti, namun tanpa dikomandoi, ia langsung menggandeng tanganku .

******

Di awal perjalanan Sora mengajakku menuju sky parkline, jika dilihat-lihat sedikit mirip lotte world. Disana kami bermain berbagai macam permainan mulai dari twist cloud atau dibumi sering kita sebut dengan rooler coaster, selain itu juga ada chocolate world, ice cream world dan masih banyak lagi. Setelah puas bermain di sky parkline, kami pun berjalan-jalan untuk sejenak melihat keindahan negeri skyline. Hingga kami menemukan poster besar bertuliskan “ SING A SONG FOR COUPLE”.

“ Ayo kita kesana.” Ujarku sambil menunjuk tulisan pada poster itu.

Sora mengrenyitkan dahinya sejenak. “ Sing a song for couple.” Ujarnya sambil mengeja tulisan poster itu. “ Kau yakin?” Lanjutnya, kali ini sambil menatapku tak mengerti

Aku mengangguk mantap. “ Apa kau takut?” Goda ku.

Sora mengerucutkan bibirnya. “ Tentu saja tidak! Kau tidak tau kemampuan tarik suaraku.” Sora terlihat sangat kesal. Wajahnya sangat lucu saat itu. Aku tertawa puas, membuatnya jadi tambah keki.

“ Makanya ayo kita kesana.” Aku menarik paksa tangannya menuju  song stage itu.

*****

 Baiklah pengunjung semuanya, seperti biasa setiap bulan kita mengadakan pertandingan “Sing a song for couple”!!!!!! Dan diatas panggung, telah hadir lima pasang couple kita. Dan siapakah yang akan menjadi the best couple……..….?

 “ Minho-ssi… ottokhae? Aku tidak tau akan menyanyi apa! Lagian, kenapa sih kau ikut-ikutan acara seperti ini ?” Bisik Sora pelan. Wajahnya tampak sangat cemas. Aku tersenyum sejenak.” Tenang saja. Ikuti saja aba-aba ku nanti. Aaah…. Atau jangan-jangan kau takut ya ?”  Aku tersenyum mengejeknya.

Sora mengerucutkan bibirnya tanpa berusaha membalas ejekanku.

Baiklah penampilan pertama akan dilakukan oleh minho dan kim sora alias MinRa couple!!!!! Dimana mereka akan menampilkan perform terbaik mereka dan tentunya dengan aksi terbaik tentunya!!!!

 “ Apa ? Kenapa kita yang pertama??? Aku belum siap tolong di…”

“ Sssttt….” Aku menempelkan telunjukku dibibir Sora. “ Kau jangan banyak bicara. Mari kita maju dan lakukan yang terbaik. Bayangkan saja hadiahnya.” Aku menarik tangannnya menuju menuju panggung. Terdengar teriakan dan tepukan dari para penonton. Aku pun memamerkan senyum maut ku kepada seluruh penononton.

Aku masih menggenggam tangan Sora yang dingin. Hehehehe sepertinya dia sangat nervous. Tak kusangka makhluk seperti dia juga bisa nervous. “ Minho-ssi… kita akan menyanyi apa?” Bisiknya namun masih mengahdap kearah penonton.

Omo…. Aku baru ingat! Kami belum memilih lagu yang akan kami nyanyikan. Aku mengerutkan dahiku sejenak. Tiba-tiba sebuah lampu bolham menyala diatas kepalaku (?). Aku pun mendekatkan kepalaku ketelinga Sora dan kemudian kubisikkan sesuatu.

“ Ah…. Baiklah kalau begitu.” Ujarnya singkat.

Dan inilah penampilan dari MinRa couple!!!!

Irama musik mengalir lembut diatas panggung sederhana itu. Aku pun menghadap kearah Sora. Kemudian, pelan-pelan kegenggam lembut kedua tangannya sambil menatap matanya yang kecokelatan itu. Sora tersenyum manis sambil balas menatapku. Tak kuduga dia juga pandai berakting. That’s good Sora!
It doesn’t matter if I’m lonely. Whenever I think of you

A smile spreads across my face

 It doesn’t matter if I’m tired. Whenever you are happy

My heart is filled with love    

Today I might live in a harsh world again

Even if I’m tired, when I close my eyes, I only see your image        

The dreams that are still ringing in my ears 

Are leaving my side towards you      

Everyday my life is like a dream

If we can look at each other and love each

I’ll stand up again

To me, the happiness of those precious memories  

 Will be warmer during hard times

For me, hope is a dream that never sleeps

Tepukan tangan terdengar riuh memenuhi song stage itu. Aku memeluk Sora dengan sangat erat. Entah kenapa aku sangat menikmati penampilanku tadi, bahkan kurasa itu adalah penampilan terbaik yang pernah kupersembahkan.

“ Aku tau kau yang terbaik Sora.” Bisikku tepat ditelinga Sora. Kurasakan sesuatu yang berbeda di hatiku. Aku tak tau ini apa, mungkin hanya perasaanku saja. Entahlah !

*******

“ Tak kusangka kita menjadi juara pertama!” Sora berteriak kegirangan ketika kami duduk di taman-taman dekat sky parkline . Aku hanya tersenyum santai.

“ Tentu saja kita yang juara pertama, kau tahu? Di bumi aku adalah artis.” Aku berujar dengan bangga.

Mata sora membulat. “ Jongmal? Benarkah? Kenapa kau tidak bilang sejak tadi?” Sora menjadi tambah histeris.

Aku terkekeh-kekeh. “ Yaa!!! Kau percaya begitu saja dengan kata-kataku. Ternyata kau mudah dibohongi ya. Uummm,ngomong-ngomong penampilanmu tadi juga sangat bagus.”

Sora tersenyum malu. “ Gomawo minho-ssi!” Ujarnya lembut.

Deghh…..

Kenapa perasaan seperti ini muncul lagi? Kenapa jantungku serasa melemah melihat senyumnya yang manis itu. Apakah aku menyukainya? Tidak mungkin, kami berbeda. aku manusia sedangkan dia adalah makhluk langit. Kau tak boleh menyukainya minho.

“ Kau kenapa minho-ssi?” Sora melambaikan tangannya ke depan wajahku. Aku tertegun. “ Oh… ani, bagaimana kalau kita buka hadiahnya sekarang?” ujarku mencoba mengalihkan pembicaraan. Untungnya  Sora  tak membahas hal itu lagi.

Sora membuka kotak kado berwarna biru itu dengan sangat hati-hati. Matanya tiba-tiba kembali mebulat. “ Waah…. Hadiahnya sebuah kalung couple!” Sora berteriak kegirangan. Aku pun ikut mendongakkan kepalaku ke kotak berukuran sedang itu. Aku melihat sebuah kalung berbandul hati yang terbelah dua.

“ Tunggu!” ujar Sora. “ Ada surat didalamnya.” Ia pun mengangkat sebuah surat yang juga beramplopkan biru muda.

Alisku terangkat sebelah.” Coba kau baca!”

Sora membuka surat yang ada didalam amplop itu, kemudian membacanya. “ Pasangkanlah kalung ini kepada pasanganmu.  Namun  sebelum itu ucapkanlah sebuah harapanmu. Harapanmu akan menjadi kenyataan. Ini adalah miracle love pendant!” Sora menatapku dengan tatapan yang tak kumengerti. “ Apa kau percaya minho-ssi?” tanyanya.

“ Kau bisa mencoba untuk membuktikannya!” Ujarku singkat.

“ Baiklah kalau begitu! Aku akan mencobanya!” Sora menutup matanya . Kemudian mulutnya komat-kamit tampak mengucapkan sesuatu. Aku menatap wajahnya dengan dalam. Baru kali ini aku bisa menatap wajah innocent nya dengan bebas.

“ Baiklah, aku akan memasangkan kalung ini kepadamu!” Ujar sora. Kemudian ia mendekatkan tubuhnya kearahku dan kemudian memasangkan kalung itu keleherku. “ Waah… Sangat cocok di lehermu.” Ujar sora dengan gembira. “ Sekarang giliranmu!”

“ Aku?” Aku menunjuk diriku sendiri. “ Tidak mau.”  Kataku cepat.

Sora kembali memasang jurus andalannya yaitu aegyo super anehnya. “ Ayolah minho-ssi!!”

“ Arraseo..arraseo! “ ujarku pasrah. Aku pun mengambil kalung yang sebelahnya lagi kemudian kututup mataku. Semoga aku bisa terus bersamamu Sora.  Kemudian kubuka mataku dan kupasangkan kalung itu kelehernya. Sora menatap kalung itu dengan kagum. Aku kembali menatap wajahnya. Entah kenapa aku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya.

“ Minho-ssi, tadi harapan apa yang kau ucapkan?” Tiba-tiba Sora menatapku. Aku tertegun sejenak menatapnya , lalu aku tersenyum simpul. Kemudian ku dekatkan wajahku ke wajahnya. “ Kau benar-benar ingin tau?” Godaku.

Sora mengangguk. “ tentu saja aku ingin tau.” Ujarnya polos, membuatku semakin gemas melihatnya. Aku pun kembali mendekatkan wajahku kearahnya dan kemudian mengecup pipinya kilat “ Saranghae Sora!” ujarku lembut.

Sora menatapku dengan pandangan tak percaya. Ia memegang pipinya yang nampak kemerahan itu. ” Apa maksudmu minho?” suaranya nampak bergetar.

Aku tertawa ringan. “ Aku hanya bercanda kok!” Aku kembali menjauhkan tubuhku darinya. “ Tidak mungkin manusia seperti aku menyukai seorang gadis langit.” Ujarku sambil tersenyum.                           Wajah Sora terlihat memerah. Dan… entah hanya perasaanku atau tidak, namun matanya nampak berkaca-kaca.

“ Kau menangis Sora?” Tanyaku.

Sora menundukkan kepalanya sambil mengucek kedua matanya. Kemudian ia kembali manatapku sambil tersenyum. “ Ani…. Tidak kok! Kau benar.. mana mungkin manusia menyukai gadis langit!” Sora nampak tertawa ringan. Entah kenapa aku melihat ada yang aneh darinya.

“ Tapi aku senang berkenalan denganmu kok! Aku harap kita bisa berteman selamanya! “ Kataku tulus. Sora mengangguk-angguk. Namun, tiba tiba raut wajah Sora berubah menjadi terkejut.

“ Kau kenapa Sora?” ujarku cemas. Sora nampak melihat jam tangan biru yang melingkar di tangannya. “ Oh tidak! Sebentar lagi matahari akan terbenam. Kau harus segera kembali ke bumi.” kata Sora dengan raut cemas. Aku masih tak mengerti maksud Sora.

“ Apa maksudmu Sora?” Tanyaku penasaran.

“ Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang! Pokoknya sekarang kita harus segera menuju splightmu, jika tidak kau tak akan bisa kembali lagi kebumi!” Sora menarik paksa tanganku dan kemudian berlari menuju tempat yang tidak kuketahui.

******

Hosh…hosh….

Nafasku terengah-engah setelah berlari-lari sejauh sekitar satu kilometer. Setelah nafasku mulai normal aku pun meminta penjelasan dari Sora. “ Sebenarnya kenapa aku harus tergesa-gesa kembali ke bumi?” Tanyaku.

Sora menundukkan wajahnya. Nafsnya juga nampak terengah-engah. “ Maafkan aku minho-ssi, awalnya aku memanggilmu kesini agar aku bisa menambah kekuatanku.”

Alisku terangkat. “ Menambah kekuatan? Apa maksudmu?”

Sora mengangguk pelan dan ia menghembuskan nafasnya berat. “ Penduduk skyline memiliki kebiasaan untuk memanggil manusia agar datang ke negeri skyline sehingga mereka dapat menarik semua kekuatan yang ada pada manusia.”

Aku menatapnya tak mengerti.

“ Saat matahari terbenam semua kekuatan manusia akan berpindah kepada kami, kemudian manusia itu akan dijadikan budak. Begitu juga denganku, disaat ulang tahunku yang ke-17 kemarin, orang tuaku menyuruhku untuk  mulai mencari mangsa untuk pertama kalinya.”

Sora menatapku nanar.

“ Awalnya aku tidak mau, namun mereka memaksaku. Dan akhirnya aku pun memilihmu. “ Mata Sora mulai berkaca-kaca.

“ Namun, aku tidak bisa melakukan itu padamu minho! “ Air mata Sora mulai mengalir. “ Karena…. Karena aku menyukaimu!” akhirnya tangis Sora pecah, ia menangis dengan keras.

Aku menatapnya dalam. Menyukaiku ? Dia bilang ia menyukaiku ?

“ Mianhae minho…. Maafkan aku karena aku menyukaimu! Aku sadar manusia sepertimu tidak mungkin menyukai…..”

Kata-kata Sora terputus. Aku memeluknya dengan erat.

“ Saranghae Kim Sora!” Ujarku lembut sambil membelai-belai rambut panjangnya.

Tangis sora menjadi tambah keras. Aku mempererat pelukanku, tanpa kusadari jantung kembali berdetak tak karuan, begitu juga dengan Kim Sora jantungnya juga terdengar berdetak keras.

Setelah puas menangis , Sora pun melepaskan pelukannya dariku. Aku menatapnya dalam dan kemudian menghapus sisa-sisa air mata yang mengalir dipipinya. “ Uljima Sora-ya.” Ujarku lembut. Sora mengangguk pelan sambil menghapus air matanya.

“ Cepatlah minho! Sebentar lagi matahari akan terbenam!” ujar Sora dengan serak.

Aku tertegun menatapnya. Entah kenapa aku merasa tidak bisa meninggalkannya disini.

“ Tapi bagaimana mungkin aku meninggalkanmu?”

Sora melingkarkan tangannya dipinggangku. Ia kembali memelukku. “ Aku juga tidak ingin berpisah denganmu. Tapi tempatmu bukan disini minho.”

Sora melepaskan pelukannya kemudian menatapku dalam, membuat hatiku bertambah sakit. “ Setidaknya kita sudah mengetahui perasaan kita masing-masing.”

Aku menatapnya nanar. “ Sebelum Aku pergi, maukah kau berjanji padaku?” tanyaku. Sora mengangguk pelan.

“ Kumohon jangan pernah kau lupakan semua yang telah kita lakukan hari ini. Jadikanlah itu semua kenangan terindah kita!”

Aku tak menyangka aku akan meninggalkan gadis yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta yang tumbuh cepat dalam waktu kurang dari 24 jam.

Sora mengangguk mantap sambil tersenyum manis dan mungkin adalah senyum terakhirnya yang bisa kulihat. Entah kenapa hatiku terasa sangat sakit, dada ini terasa sangat sesak. Terasa sangat sulit untuk meninggalkannya. Namun aku sadar, tempatku bukanlah disini.

Aku berjalan pelan menuju splightku. Sejenak aku berbalik menatap Sora. Ia tersenyum menatapku.

“ SARANGHAE  SORA!!!!!” teriakku sambil membuat tanda hati dengan kedua tanganku. Ia mengangguk sambil membuat tanda hati dengan kedua tangannya.

Aku kembali berjalan menuju splight itu. Aku menarik nafas sejenak. Dan kemudian…….

Aku membuka mataku pelan. Aku menatap sekeliling, ternyata aku berada di gudangku. Aku memegang kepalaku yang terasa sedikit sakit. Apakah tadi hanya mimpi?

Aku bangkit dari tidurku dan menemukan secarik kertas yang tergeletak disampingku. Segera ku ambil kertas lalu kubuka.

SAAT KAU MERASA SEPI ,TATAPLAH SEBUAH BINTANG YANG PALING BERSINAR
DITENGAH KEHENINGAN MALAM….. PERCAYALAH, SAAT ITU AKU JUGA SEDANG
MENATAPMU CHOI MINHO…..

SARANGHAE YONGWONHI…..

Kim Sora…

Aku tersenyum membaca surat itu. Kemudian ,tanpa sadar kugenggam kalung berbandul hati yang kini melingkar dileherku. Masih ada, Aku tau ini bukanlah mimpi.

Segera aku berlari keluar menuju halaman rumahku. Matahari sudah terbenam menuju peraduannya. Digantikan oleh langit gelap bertaburkan bintang. Aku melihat sebuah bintang yang paling bersinar. Aku tersenyum menatapnya, begitu juga dengan bintang itu.

Saranghae Kim sora…..

THE END

Gimana? Gaje Kah? Ditunggu kritik saran dan komennya ya . ^^v

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Beautiful Sky”

  1. bahasany ringan dan mudah dimengerti *menurut aku

    Sepertinya harus ada sequelny karena begitu banyak misteri yg belum terungkap

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s