Replay Our Memories

cover ff replay our memories (sequel keeping love again)

“Replay Our Memories”

Title : Replay Our Memories (Sequel Keeping Love Again)

Author : yongie_jjong (ganti nama biar kesannya ga narsis #eh)

Main Cast : Kim Jonghyun, Jin Hyojin

Genre : Sad Romance, Angst, Thriller #eh

Rating : PG 14

Length : Drabble *mungkin .___.v

Summary : Dengan ini, kalian bisa saling mencintai…

A.N : Hai! Aku author paling gaje, termasuk ffnya juga yang gaje #plak. Kemarin aku buat Keeping Love Again, eh banyak yang minta sequel =_= PARAHNYA LAGI AKU LUPA NGASIH COVER! *dilempar batu bata ama readers* Maklum, authornya udah gaje ceroboh pula. =____= Haha #plak. Bacot, sekarang ini deh ffnya. BTW mungkin ada yang ga ngarep aku kasih sequelnya yah =_____= Ya udah, Sanso gateun comment! Yeah~ #eh *N.B : covernya sama kayak keeping love again =_=*

Disclaimer : SHINee is God’s, but Jonghyun is mine. *dilempar blingers

=Keeping Love Again Sequel – Back To Our Past=

Salju mulai reda. Seorang namja berjalan menyusuri taman. Matanya masih bengkak karena menangis terlalu lama, tubuhnya mulai pucat kedinginan.

Seorang yeoja- yang duduk di bangku taman yang sudah tertutup salju, melihat namja itu terjatuh di tengah timbunan salju di jalan sepanjang taman itu.

Refleks, yeoja itu berlari kemudian menopang tubuh si namja yang sudah tidak berdaya. Ia membuka topi si namja, dan…

Yeoja itu tertegun, kaget melihat wajah namja itu. Dia…

“J-jonghyun oppa?”

Jonghyun yang sudah sangat pucat itu terkulai lemas. Terlihat air mata yang mengalir dari sudut matanya. Yeoja itu mengusap air mata Jonghyun, sambil tersenyum simpul. Beriringan dengan air mata yang juga membasahi wajahnya.

“Akhirnya…” Jonghyun tersenyum, menghiasi wajah pucatnya. “Aku bisa melihatmu kembali… Hyojin… ah…”

Hyojin hanya tersenyum, sambil mengusap air matanya.

“Gwaenchanayo?”

“Ani, gwaenchana,” Jonghyun mencoba berdiri. “Gamsahamnida, Hyojin-ah.”

“Cheonmaneyo.”

~~~*

Jonghyun dan Hyojin berbincang-bincang di kursi taman.

“Apa Minho membahagiakanmu?”

“Ani,” jawab Hyojin singkat. “Ia sering marah-marah. Ia selalu menyinggung oppa, katanya kalau saja kita yang…”

“Bertunangan?”

Tes…

Tes…

Tes…

Salju mulai turun lagi. Hyojin menunduk, air matanya mulai menetes.

“Tepat sekali…”

Jonghyun terdiam. Perlahan ia menarik Hyojin ke pelukannya. Hyojin menangis sepuasnya, merasakan kehangatan Jonghyun yang sudah dirasa tidak mungkin kembali padanya.

“Oppa… Bogosipeo…”

Jonghyun membenamkan kepalanya. Hatinya yang mulai dingin, kembali hangat, meski hanya sebentar. Perlahan air matanya menetes, sebanyak rasa rindunya. Pelukan mereka bertambah erat, seiring dengan salju yang turun semakin deras…

“Nado, Hyojin-ah…”

You’re the only one (only one)

“Oppa…” panggil Hyojin sambil melepas pelukannya.

“Ne?” sahut Jonghyun sambil tersenyum lembut.

“Aku ingin masa-masa kita kembali seperti dulu.”

“Aku juga,” kata Jonghyun sambil menatap salju yang turun di taman itu. “Aku ingin kita bersatu lagi, hanya itu. Meski itu harapan yang tidak mungkin, haha,” Jonghyun tertawa hambar.

Hyojin hanya tersenyum penuh kepahitan.

“Oppa… Neo hanaman saranghamnida. (hanya kau yang kucintai)”

“Nado… Hyojin-ah.”

Mereka berpegangan tangan, berdiri dari kursi taman dan…

ZZATS!!

“AAAAKH!!!”

“OPPAAAA!!!!!!”

Jonghyun terjatuh, tubuhnya penuh dengan darah. Sabetan sebuah pisau terlihat jelas di punggungnya. Hyojin terbelalak, kemudian berlutut dan mengguncang-guncangkan tubuh Jonghyun.

“Oppa… OPPA!!! Gwaenchana? Oppa? OPPAAA!!!!”

Air mata Hyojin menetes. Di tengah taman ia menangis sendirian…

“JONGHYUN-OPPAA!!!!!!”

Seorang namja tinggi muncul dari balik pohon. Wajahnya basah karena air mata, dan bajunya penuh dengan cipratan darah. Ia memegang sebuah pisau yang berlumuran darah.

“Mianhae… Hyojin-ah…”

Dengan penuh kemarahan Hyojin bangkit, menepis wajah namja itu. Air matanya masih mengalir, penuh dengan kesedihan dan kemarahan.

“Baboya, Choi Minho! Baboya, baboya!!! Apa yang telah kau lakukan pada Jonghyun oppa? Baboya!”

Minho, namja itu, terdiam. Air mata mengalir dari sudut matanya.

“Neon michyeosseo? Dia temanmu! Teman akrabmu! Apa maksudmu membunuhnya seperti itu?”

Hyojin menumpahkan semua kekesalan dan kemarahannya pada Minho. Dengan berlinangan air mata, ia memaki-maki Minho dengan kata-kata yang sama.

“Aku… tidak bisa… melihat hyung sakit seperti itu…”

Minho terisak. Air matanya mengalir deras. Ia menggenggam pisau yang ada di tangannya erat-erat hingga tangannya terluka.

Hyojin hanya mematung. Ia tertunduk, mengepalkan tangannya kuat-kuat, kemudian melepaskannya lagi dan memegang kedua bahu Minho erat-erat.

“Bukan begini caranya baboya… Bukan begini caranya! Kau tidak bisa merasakan apa perasaanku jika ia tidak ada, Choi Minho? Itu sama dengan kau menyiksaku! Setelah menikah tanpa cinta di antara kita, lalu kau berusaha membinasakan cinta yang kujaga pada Jonghyun oppa dengan cara bodoh seperti ini? Kau membuat siksaanku bertambah berat! Ka-“

“Diamlah, Hyojin-ah…” Minho membungkam mulut Hyojin dalam pelukannya, ia kembali menyiapkan pisau di tangan kanannya dan…

“AAAAAKKHHH!!!!”

Hyojin tergeletak bersimbah darah. Pisau tadi tepat mengenai jantungnya.

Minho hanya menatap mereka nanar, dengan air mata yang membasahi wajahnya.

“Dengan ini, kalian bisa saling mencintai…”

Minho terisak di tengah salju yang turun dengan deras saat itu.

“Dan aku… akan menyusul… agar saat-saat bahagia kita… kembali lagi…”

Minho tersenyum licik, lalu menancapkan pisau tersebut di perutnya…

~~~*

“A-apa yang terjadi?”

Jonghyun melihat badannya, Hyojin juga Minho tergeletak berlumuran darah. Ia kaget, kemudian ia menghampiri tubuh kedua orang yang disayanginya itu, berusaha membangunkannya. Tapi, apa daya, ia tidak bisa menyentuh apapun.

Ia menatap tangannya sendiri. Mengapa ia bisa terpisah dari tubuhnya?

“Oppa…”

Jonghyun menoleh ke arah sumber suara itu.

“H-hyojin-ah?”

“Lupakan apa yang terjadi. Oppa, ayo kita pergi ke kehidupan yang lebih baik.”

Hyojin memegang tangan Jonghyun, kemudian tersenyum bahagia.

“Dan kita akan kembali bersatu.”

Mereka berpelukan, seiring salju yang turun deras. Bergandengan tangan, berjalan menuju ke arah cahaya di depan mereka.

~~~*

“Berita terkini. Tersangka pembunuhan di sebuah taman ditangkap di sebuah rumah sakit. Pelaku dijatuhkan hukuman 4 tahun penjara. Tidak hanya membunuh 2 orang, tetapi pelaku juga melakukan percobaan bunuh diri…”

~END~

Gimana? Gaje? Feelnya ga dapet? Author alay? Author bacot? Ya udah, bagaimanapun itu saya masih belajar~ Sanso gateun comment! Gamsa 4 read yeoreobun! ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Replay Our Memories”

  1. Charmygirl-ssi, tragis amat ceritanya 😥 karena ini sequel, saya baca dulu Keeping Love Again-nya biar ngerti… 😉 tapi maaf baru komen disini, biar sekalian.. Si Jonghyun sama Hyojin jadi hantu ya? 😀 tapi gak papa deh, mereka akhirnya bersatu juga… 🙂

  2. Kyaaaa… Tuh kan, Minong dinistain lagi,,#efek baca FF yg main cast-nya Minho jd badboy
    kkk~
    Minong kurang beruntung,
    Jjong+hyojin, semoga kalian bahagia di sana..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s