To You [1.2]

TO YOU

To You (Part 1/2)

Author:  kim_mus2  (Twitter: @kim_mus2)

Main Casts: Kim Kibum a.k.a Key & Choi Hani

Support Casts: Choi Minho

Length: Twoshots

Genre: Romance, Marriage Life, Angst

Rating: PG-15

Note: Full of Hani’s Side

 

Hani’s Side

Ok! Aku memang sedikit bertele-tele. Tidak seperti seseorang. Kau tahu siapa dia? Yah, aku dan dia memang berbeda. Namaku Hani, dan margaku Choi. Aku adik perempuan dari seorang namja tampan bernama Choi Minho.

Oppaku itu adalah orang yang super baik hati kepada semua orang. Tapi, tidak padaku. Kenapa? Karena dia yang menjerumuskanku pada takdir ini. Takdirku yang harus menikah dengan spesies manusia langka yang hanya bisa kalian temui di abad 21 ini. Well, kurasa takdir ini memang cocok denganku, karena aku juga salah satu manusia langka.

Aku, Choi Hani, seorang CEO perusahaan mobil terkenal di Korea Selatan. Perusahaan itu memang milik keluargaku dan aku yang mewarisinya. Bagaimana dengan oppaku? Dia tentu lebih sibuk dariku. Sebagai anak pertama, dia terpaksa harus mengurus dua perusahaan sekaligus. Aku kasihan sekali padanya. Makanya, aku juga ikut mengambil tanggung jawab terhadap perusahaan, meskipun cuma satu sih.

Oh ya. Tadi aku mengungkit soal pernikahan kan? Sepertinya aku memang perlu mendeklarasikannya. Aku sudah menikah dengan seorang pria, bernama lengkap “Kim Kibum.” Jangan tanyakan padaku sebesar apa cintaku padanya. Aku pun tak tahu. Pernikahanku dengannya terjadi begitu saja. Apa perlu ku ceritakan? Kau mau mendengar ceritaku? Baiklah kalau begitu.

Flashback on

Pagi itu, aku dan oppaku sedang duduk di sofa ruang tamu. Kami sedang menunggu sarapan pagi yang akan dihidangkan oleh kakak iparku.

“Hani-ya, berapa umurmu sekarang?” Tanya oppaku santai sambil membuka setiap halaman Koran paginya.

“Akhir bulan ini umurku genap 22 tahun, wae?” Aku pun menjawabnya santai dan langsung menghisap sedikit cairan kopi di cangkir putih yang ku pegang sejak tadi.

“Benarkah? Kau sudah sebesar ini?” Oppa menatapku dengan mata bulatnya yang sudah hampir keluar.

“Wae – Waeyo?” Tanyaku gelagapan. Tatapannya menakutkan sih.

“Maafkan oppa. Hampir saja oppa melupakan pesan terakhir eomma dan appa sebelum mereka meninggal.” Minho oppa menggenggam kedua tanganku erat. Ada apa ini? Aku jadi bingung. Tidak biasanya oppa sekhawatir ini padaku. Secara, aku kan orangnya mandiri.

“Pesan terakhir apa, oppa?” Kenapa perasaanku tidak enak ya?

“Kau. Kau harus segera menikah. Eomma dan appa memintaku untuk menikahkanmu di ulang tahunmu yang ke 22.”

“MWO?” Mataku pun membulat, mungkin persis seperti mata oppaku tadi. Ini kabar yang sama sekali tidak menyenangkan.

“Katakan! Apa kau sudah punya namjachingu? Jika ya. Cepat kenalkan padaku.”

“Eopseo! Aku belum mau menikah. Aku lebih senang mengurus perusahaan daripada menikah. Merepotkan saja.” Tolakku dengan nada ketus.  Apa-apaan sih ini? Aku kan masih muda. Memangnya, menikah itu penting ya?

Selama ini aku selalu belajar dengan keras agar cepat lulus dan bisa mengurus perusahaan untuk membantu oppa. Aku tak suka dengan orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk berpacaran, sementara prestasinya, nihil.  Sampai sekarang, aku belum menemukan alasan kalau saling mencintai dengan makhluk bernama laki-laki itu bermanfaat. So, I’d better be alone.

“Hey! Jangan begitu. Oppa harus menepati janji untuk menikahkanmu. Tunggu sebentar, oppa akan menghubungi teman-teman oppa. Siapa ya?”

“Issh! Oppa! Neo jinjja! Aku bilang aku tak mau menikah.”

“Sudah, diam saja. Jinki hyung sudah menikah tahun lalu. Jonghyun hyung? Ah tidak, aku tak mau dia mempermainkan Hani. Taemin? Ah aku lupa, dia kan baru masuk universitas. Terlalu cepat untuknya kalau harus menikahi adikku.” Minho oppa terus berbicara tak jelas.

“Aha!”

“Oppa, kau berisik sekali!” Aku hanya bisa menutup kupingku. Aku sudah cukup jengah dengan tingkah oppaku.

“Key! Sepertinya dia masih single. Kau menikah dengan Key saja ya, Hani.”

Aku hanya mengernyitkan dahiku. Siapa itu Key?

“Kau tak ingat dengan Key? Dia Kim Kibum. Dia salah satu temanku yang sering datang ke rumah, dulu.” Tuturnya dengan mata berbinar.

“Oh. Dia? Bukannya temanmu itu kemayu ya?” Ucapku asal. Aku jengah.

“Yoboseyo? Key! Apa kabarmu? Kau dimana sekarang? Ah arasseo. Apa kau sudah menikah? Wow! Great! Menikah dengan adikku saja kalau begitu. Kau mau kan? Ahaha, gomawoo.”

BIP

Sambungan telpon pun terputus. Kini, terukirlah senyuman puas di wajah oppaku. Senyuman kemenangan yang semakin menyebalkan jika aku terus melihatnya. Aku kesal setengah mati.

Oppaku itu apa-apaan coba? Ini masalah pernikahan, loh. Kenapa bisa semudah itu dia menyerahkanku pada namja bernama Kim Kibum? Aku rasa oppaku sudah mulai gila. Mungkin dia tertekan oleh janjinya pada eomma dan appa.

“Hani-ya. Kibum sudah setuju untuk menikahimu, jadi….”

“Aku tahu.”

“Jadi, kau bersedia menikah dengannya, kan?”

Aku tak menjawab sedikit pun pertanyaan itu. Aku memilih untuk pergi. Karena, penolakan seperti apapun sudah tak akan mempan. Oppaku itu orangnya tak mau kalah. Issh! Hidupku malang sekali.

Flashback off

To You

“Morning!” Ucap namja itu sambil berlalu melewatiku.

“Morning!” Jawabku sekenanya.

Seperti biasa, pagi ini namja itu keluar dari kamarnya dengan pakaian mencolok yang menurutku sangat aneh. Kemudian, dia duduk di meja makan dan menyantap sarapanya  yang sudah dia masak sejak pagi-pagi buta. Setelah selesai, dia akan pergi dengan santainya tanpa mennungguku. Beginilah, yang kami sebut rumah tangga. Kalau tak salah, sudah hampir dua bulan kami menjalaninya.  Entah sampai kapan semua ini akan bertahan. Haah… aku tak peduli.

Baiklah, sepertinya hari ini pun aku harus sarapan di kantor. Aku terlalu lelah untuk membuat sarapan. Tadi malam, aku harus lembur untuk memeriksa berkas-berkas penting.

Saat ku langkahkan kaki untuk keluar dari rumah ini, aku menemukannya lagi. Sepucuk kertas berisi sajak dan setangkai bunga mawar. Dua bingkisan terindah yang selalu membuatku menjadi wanita yang kuat dan tegar. Aku selalu menerimanya sejak aku duduk di bangku SMP, bahkan sampai aku berkuliah di Amerika. Kenapa baru ada lagi? Wahai sang pemberi semangat, aku merindukanmu.

To You

“Nyonya, malam ini anda harus menghadiri sebuah acara pesta sekaligs launching mobil terbaru tuan Suho.”

“Ah keurrae. Gomawoo sekretaris Han.”

“Ini sudah menjadi tugas saya, nyonya. Keurom.” Wanita paruh baya itu pun membungkuk sekilas dan mulai berjalan meninggalkan ruanganku.

“Sekretaris Han, tunggu sebentar!”

“Ada yang perlu saya bantu nyonya?”

“Ah cheogi. Baju seperti apa yang harus aku kenakan ya? Aku tak terbiasa datang ke pesta.” Ungkapku sedikit malu.

“Hmm… bagaimana kalau anda datang ke salah satu butik terkenal saja. Orang-orang di sana pasti akan membantu anda berias nyonya.” Jelasnya untuk meyakinkanku.

“Apa kau ada waktu untuk mengantarku ke tempat itu?”

“Tentu.”

“Sekali lagi terima kasih.”

Wanita itu hanya tersenyum ke arahku dan aku pun membalasnya dengan tulus. Sepertinya aku mulai merindukan sosok eommaku. Sudahlah, aku harus menjadi wanita yang kuat.

To You

Wow! Tempat ini. Siapa pun yang baru datang ke sini akan takjub melihatnya. Dekorasinya benar-benar menakjubkan. Terkesan mewah dan ceria. Berbagai sentuhan warna dan pernak-pernik di butik sekaligus salon ini membuat orang betah berlama-lama di sini. Kenapa aku baru melihat tempat ini ya? Ah, aku lupa. Aku ini kan workaholic, mana sempat aku datang ke tempat seperti ini.

“Nyonya, mari aku antar ke dalam. Kita akan menemui pemilik tempat ini. Dia orang yang paling tahu cara membuat orang cantik seperti anda menjadi lebih cantik lagi.”

“Kau ini terlalu memujiku, nyonya Han.”

“Anda memang cantik nyonya. Ah itu dia orangnya.” Aku pun menoleh.

Seorang laki-laki muncul dari balik pintu ruangan yang cukup besar di tempat itu. Ya, aku rasa itu seorang laki-laki. Ternyata, pemilik tempat ini adalah laki-laki.

Tunggu, siapa dia?

Bukankah itu, dia.

Dia, Kim Kibum?

Andwae! Aku tak mau ada di tempat ini. Lebih baik aku tak usah datang ke pesta kalau begini. Kenapa? Kenapa harus dia? Aku tak mau berurusan dengan namja jadi-jadian itu.

“Nyonya Han, sepertinya aku tidak akan datang ke pesta itu.” Ungkapku tiba-tiba.

“Kenapa nyonya? Ah, tuan Kim sudah datang.” Nyonya Han mengalihkan perhatiannya pada Kibum yang memang sudah berdiri tepat di depan kami.

“Annyeonghasseyo.” Sapa namja itu dengan ramah. Tepatnya, dia hanya ramah pada nyonya Han, bukan padaku. Aku sudah tahu itu.

“Annyeonghasseyo. Tuan Kim, saya ingin meminta bantuan anda. Tolong, buat nyonya cantik ini menjadi lebih dan lebih cantik lagi. Tolong ya.”

Dia memandangku dengan tatapan kaget. Aku tahu. Aku sendiri pun kaget melihatnya. Tapi, rupanya dia memang lihai memainkan emosinya. Rasa kagetnya tertutup sempurna dengan senyuman khasnya.

“Tentu nyonya Han. Anda bisa mengandalkanku.”

“Nyonya, silahkan ikut dengan tuan Kim. Beliau ini pemilik perusahaan fashion yang terkenal, bahkan sampai ke mancanegara. Rancangannya benar-benar luar biasa nyonya. Untuk urusan rias wajah pun, beliau sudah sangat ahli. Saya jamin anda tidak akan kecewa.”

Aku hanya bisa tersenyum kaku menanggapinya. Jujur, aku sama sekali tak tahu apapun tentang orang yang konon menjadi suamiku, sekarang ini.

“Anda terlalu memujiku nyonya.” Ujar namja itu sedikit merendah. Palsu sekali.

“Baiklah nyonya, aku pergi dulu. Kalau sudah selesai, anda bisa menghubungiku.”

“Ne.”

Nyonya Han pun pergi meninggalkanku. Hanya berdua. Ya, aku hanya berdua dengan suamiku sendiri di dalam ruangan ini. Sebuah ruangan pribadi yang mungkin selalu menjadi tempat laki-laki di hadapanku ini menghabiskan harinya.

To You

“Hey! Kenapa tidak bilang mau ke sini?” Suara cemprengnya pun berbunyi.

“Aku tak tahu kalau sekretarisku akan mengantarkanku ke sini.” Tukasku membela diri.

“Kau mau kemana, memangnya?”

“Bukan urusanmu.”

“Issh! Dasar yeoja jelek!” Umpatnya kesal.

“Terserah. Lebih baik aku pergi. Akan kucari butik yang lain saja.” Aku sudah beranjak dari posisiku semula.

“Pergi saja sana!”

“Tanpa kau suruh pun, aku akan pergi Tuan Kim Kibum.” Tegasku sambil menatap sinis ke arahnya.

“Kau tak akan menemukan gaun sebagus di butikku. Asal kau tahu itu!”

“Issh! Sombong sekali kau.” Saking kesalnya, aku pun membuang muka dan melenggang meninggalkan namja angkuh itu.

“Yaa! Jangan pergi!” Genggaman tangannya sontak menghentikanku.

“Eh?” Aku tak mengerti dengan apa yang dia inginkan. Membentakku, mengusirku, lalu menahanku pergi. Sebenarnya, apa yang ada dalam pikiran orang ini, huh?

“Kubilang jangan pergi! Kau harus tetap disini. Tak ada yang bisa menyulap bebek buruk rupa menjadi putri, selain aku!” Sekarang aku mengerti apa maksudnya. Dia hanya ingin menghinaku.

“Yaa! Aku memang jelek. Aku memang kuno, atau apapun itu. Kau tak perlu mengatakannya selantang itu kan?”

Aku sudah tak tahan dengan sikap laki-laki aneh ini. Ya, dia aneh. Rambutnya selalu saja berubah warna dan model hampir setiap minggu. Pakaiannya selalu berbeda dari orang kebanyakan, tapi dia yang selalu percaya diri dengan apapun yang dikenakannya, sekalipun itu lagi-lagi terlihat aneh. Tingkahnya yang selalu mengaturku, berisik dan ah aku tak tahu lagi bagaimana menjelaskannya. Kurasa, hanya satu hal yang aku anggap bagus darinya. Wajahnya. Dia, tampan. Hanya itu. Sungguh hanya itu, dan aku tak mau mengakuinya. Karena dia menyebalkan. Perhatikan saja tingkahnya, kau akan tahu.

“Cepat duduk!”

“Shireo!”

“Apa kau ingin mempermalukan dirimu sendiri dengan tampang tak menarik seperti ini?”

“Apa urusanmu? Aku yang jelek, kenapa kau yang sewot, huh?”

“Kau tanya urusanku? Aku ini … ah sudahlah!”

Inilah hubunganku yang sebenarnya dengan seorang lelaki bernama Kim Kibum. Kami selalu beradu mulut saat bertemu. Mungkin, hanya pagi hari kami akan sangat damai, karena kami harus segera pergi ke kantor masing-masing. Tapi, jika ada waktu bersama, beginilah jadinya. Aku benci hubungan seperti ini.

“Kau bilang aku jelek dan tak menarik kan? Untuk apa kau membantuku? Apa untungnya bagimu? Cukup! Aku pergi!” Air mataku rasanya ingin membludak sekarang juga. Aku sudah terlanjur sakit. Sudah kuketahui sejak awal. Memiliki seorang laki-laki dalam hidupku sama sekali tak ada gunanya. Aku lebih baik sendiri.

“Yaa kajjima Kim Hani!”

Aku sudah tak mau menoleh padanya.

“Kau cantik! Itulah alasanku untuk membantumu.”

“Jangan membujukku dengan pujian palsu seperti itu!” Tubuhku mulai melemah. Dia, laki-laki itu memelukku dari belakang. Aku tak bisa lagi bergerak.

“Aku akan berhenti berteriak Hani-ya. Jangan menangis. Aku akan membantumu.” Ucapnya dengan suara yang lembut. Aku tak pernah mendengarnya berkata seperti ini sebelumnya. Seperti tersihir, aku tertegun dan akhirnya menuruti kemauannya untuk tetap tinggal.

Setelah beberapa menit menunggunya, aku pun menerima gaun yang dia ambil dari sebuah tempat yang tidak ku ketahui. Gaun ini sangat pas di tubuhku. Aku suka. Ah! Ini kan baju buatannya, aku tak mau memujinya.

“Kenapa lama sekali ganti bajunya? Kemarilah! Aku akan membuat wajah kusammu itu menjadi cantik.”

PLAK

Aku memukul kepalanya asal. Ingin rasanya aku menjambak rambutnya sampai dia botak. Apa tak cukup baginya untuk menghinaku?

Tangannya dengan lihai memberikan sentuhan pada permukaan wajahku. Baru kali ini aku melihatnya seserius ini. Apakah hal seperti ini yang dia sukai? Apa dia juga akan seperti ini saat merias wajah cantik gadis lain?

Done!

Aku sama sekali tak sadar. Benarkah sudah selesai? Perlahan kulihat pantulan diriku di depan cermin.

Ini aku? Ini benar aku kan? Aku terlihat seperti orang lain. Bolehkah aku memuji diriku sendiri? Kalau aku melakukannya, berarti aku memuji lelaki jadi-jadian itu. Andwaeyo!

“Yeppeo! Karyaku memang selalu yang terbaik.” Sombongnya sambil tersenyum

Pipiku tiba-tiba memanas. Padahal, dia bukan memujiku. Dia memuji dirinya sendiri. Catat itu Choi Hani!

“Cepat pergi sana! Sudah hampir waktunya kan?” Kurasakan dorongan lembut tangannya di pundakku. Hari ini, dia banyak menyentuhku. Seharusnya, ini menjadi hal yang wajar bagi suami istri. Tapi, dinding pembatasku dengannya terlampau tinggi. Kami berasal dari dunia berbeda. Kami tak akan pernah bisa saling mencintai layaknya suami istri.

“Baiklah. Bayaranmu untuk semua ini akan diurus oleh nyonya Han.” Ucapku berusaha sedingin mungkin. Aku tak mau menunjukkan betapa puasnya aku dengan penampilanku sekarang.

“Arra. Jaga dirimu baik-baik.”

To You

“Selamat datang, nyonya. Selamat menikmati pestanya.” Sapa seorang pelayan saat aku memasuki ruangan megah itu. Aku hanya tersenyum untuk membalasnya.

Saat aku mencoba mencari tuan rumah dari pesta ini, yang tak lain adalah Suho oppa, sunbaeku yang selalu memberi banyak dukungan saat aku belajar di luar negeri, seorang perempuan menghampiriku.

BYURR

Aku merasakan aliran air yang cukup deras dari ujung kepala hingga kakiku. Tak salah lagi. perempuan di hadapanku inilah yang melakukannya. Dia menyiramku dengan sebotol anggur merah.

“Lihatlah hadirin sekalian! Perempuan ini. Seorang CEO perusahaan mobil kenamaan Korea. Perempuan inilah yang menggoda Suho oppa, dan akhirnya ia menggagalkan produksi mobil perusahaan ini tahun lalu.”

Semua orang menatapku tajam dan mulai berbisik satu sama lain. Aku tahu, mereka pasti membicarakanku.  Mungkin memang benar, akulah penyebab kegagalan peluncuran mobil perusahaan Suho oppa. Tapi, bukankah ini dunia bisnis? Kalau produkku berhasil, memang kenapa? Apa itu salah? Aku juga bekerja keras untuk itu.

“Besar juga nyalimu. Rupanya kau masih punya keberanian untuk datang ke tempat ini, nona? Oh ya, menurut kabar yang aku terima, kau sudah menikah kan? Seharusnya kau tahu diri, dan jangan terus menggoda pasangan orang lain. Camkan itu!”

Kosong. Semuanya terasa kosong. Gelap dan hampa. Itulah perasaan yang melanda hatiku saat ini. Aku tak mengerti dengan dunia. Kenapa aku harus dipersalahkan karena prestasiku sendiri?

“Kau masih ingin bertahan di sini, nona?” Lagi-lagi wanita itu mencoba mengintimidasiku di hadapan orang banyak. Sedangkan aku, tertunduk lemas tak berdaya. Aku pasti terlihat seperti orang bodoh.

“Minggir! Apa yang kalian lihat, huh? Kalian tahu arti kata ‘minggir’?” Terdengar suara seorang lelaki yang tergesa-gesa berlari ke arahku.

PRANG!

Botol anggur yang dipegang perempuan itu pecah menjadi kepingan-kepingan yang tajam. Berserakan tepat di depan mataku.

“Yaa! Siapa kau?”

“Kau berani menanyakan siapa aku, huh? Cih! Sebelum kau menanyakan identitasku, sebaiknya kau pikir ulang, status apa yang kau punya huh?”

Suara ini. Aku tahu suara ini. Tapi, ini pasti bukan dia. Lelaki itu tak mungkin datang untukku. Jangan bermimpi Hani-ya!

“A- apa maksudmu?”

“Namamu Kang Hyori kan? Perusahaan keluargamu bangkrut satu bulan yang lalu. Kau hanya gadis parasit yang memanfaatkan kebaikan Suho. Kasihan sekali nasibmu.”

“Itu…. Itu tidak benar. Semuanya, itu tidak benar. Jangan percaya dengan kata-kata lelaki aneh ini.”

“Ayo kita pergi Hani!”

Penglihatanku mulai kabur. Badanku mendadak lemah. Kedua kakiku sudah tak mampu menopang berat tubuhku. Akhirnya, aku pun tak berdaya lagi, saat kedua tangan besar itu merengkuh tubuhku. Membawaku pergi dari tempat ini.

Siapapun kau. Wahai penolongku. Terima kasih.

To You Chapter 1 Ends

TBC

Author’s Talk:

Yosh! Chapter 1 selesai…

Chingudeul… ini FF SHINee keduaku hoho

Maaf ya kalo jelek hehe ^^

Mohon komennya ya 😀

Soalnya gak pede nih bikin genre angst begini

Serasa rubah personality

Tapi, apapun genrenya buatku itu Worth Trying ehehe

Banyak cingcong ah authornya, ditunggu komennya ya chingudeul 😀

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

56 thoughts on “To You [1.2]”

  1. gak tau apa.. mgkn cuma aku aja yg ngerasa.. kyknya alurnya agak cepet deh…

    hani n key ktnya makhluk aneh ya.. kynya mino jg aneh.. wakakakaa

    mau ngoreksi dikit 🙂 boleh ya?
    Suho oppa, sunbaeku yang selalu memberi banyak dukungan saat aku belajar di luar negeri, seorang perempuan menghampiriku.

    itu kan sehabis kata “luar negeri” tanda koma (,). harusnya pke tanda titik (.) soalnya kalimat selanjutnya beda waktu kan dgn klmt sebelumnya? trus bisa jg sebelum “seorang perempuan” itu ditambahin “tiba-tiba”

    ditunggu part selanjutnya..
    oh.. kyknya yg sang pemberi semangat itu key deh ya.. hehehe

    1. wah chingu tahu aja. Ini memang alurnya agak cepet. Ide FF-nya udah lama g dikembangin, pas mau bikin udah buru2 pengen beres aja, g ada tenaga lagi buat dibikin chapter hehehe ngeles.

      Makasih banget ya buat koreksinya. Kalimat yang itu memang terlalu panjang dan kurang efektf juga hehe.

      Yang ini ya kalimat fullnya chingu?

      “Saat aku mencoba mencari tuan rumah dari pesta ini, yang tak lain adalah Suho oppa, sunbaeku yang selalu memberi banyak dukungan saat aku belajar di luar negeri, seorang perempuan menghampiriku.”

      Maksud dari yg line “sunbaeku yang …..” itu sebenernya masih ngejelasin objek di kalimat pertama (Suho), cuma tambahan aja.

      Terus buat yang ini: “seorang perempuan menghampiriku” itu masih lanjutan kalimat pertama. Kalau gak ada kalimat ini jadi belom selesai kalimatnya, jadi kayanya gak bisa titik dulu. Tapi kalo penggunaan tiba-tiba setelah (,) menurutku memang pas chingu. Gomawoo ya 🙂

      Jadi kalimat aslinya sebenernya tuh: “Saat aku mencoba mencari tuan rumah dari pesta ini, yang tak lain adalah Suho oppa, seorang perempuan menghampiriku.”

      Anyway thank you ya chingu 😀

  2. Ok! FF nya bagus, tapi genere-nya angst ya? hmmmm….

    wah wah wah sampai segitunyakah Hani, sampai-sampai dia gak tau klo suaminya punya butik sebagus itu…ck ck ck.. 😀

    di tunggu part selanjutnya ya?? ^^

  3. hemmm… emang kecepetan yak? hehehe
    aku suka, sama kyk reader yang lain… takut tetapi mau tahu ‘angst’-nya itu bagaimana 😀
    gag bisa koment banyak-banyak karena aku juga gag ngerti ma EYD-EYD an…hahaha
    ditunggu part selanjutnya

    1. iya chingu. Ane ngaku deh kkk ^^
      angst-nya rada maksa sih chingu, mudah2an g kecewa ya soalnya part 2nya juga sama2 kecepetan hehe garuk2 kpla biasa banyak ketombe *boong ding hehe

      sama ko author juga g ngerti EYD makanya minta dikomenin ehehehe
      sip sip ditunggu aja ya, makasih udah mampir 😀

  4. Huaaahhh…
    Masa Key dibilang kemayu sih?
    Hahah…

    Yg nolong itu si Key kan?
    Penasaran nih, ditunggu next partnya ya

    1. ehehehe ampuni author udah menistakan Key kya gitu kkk ^^
      siapa hayoh?
      hehe oke deh ditunggu aja ya chingu
      makasih udah mampir baca + komen eea 😀

  5. Waahh bagus ni ceritanya..
    Agak aneh juga knp seorang Key mau nikah gitu aja sama adiknya Minho?
    Pasti ada alasannya kan thor? #berpikir keras
    Emm.. Jgn2 yg datang nolongin Hani itu Key kan?
    Ahh jd penasaran deh..

    Ayoo dilanjut ceritanya thor .. 😀

    1. waduh gak usah berpikir keras chingu, nanti terungkap ko. Halah author yang sok misterius padahal ceritanya biasa aja ko, gampang ketebak malah hehe
      Tp tetep curious ya, biar nanti baca lagi part 2-nya ehehe
      Makasiih banyak udah baca + komen ya 😀

      1. Hahaha jadi ga sabar nunggu lanjutannya 😀
        Okee.. Tenang ajaa.. Asalkan cast nya Key, aku pasti baca ampe selesai.. 🙂

        Btw, author punya ff Key yg lain ga? 😀

        1. wohooo, kayanya kita samaan ngebias sama bang konci nih hehe 😀
          aduh jadi malu ditanya pny lagi apa ga. Author baru punya 1 nih yg ini aja. Mungkin gara2 trlalu sayang sama Key jadi g mau dijodohin sama OC yg laen2 di FF kkk ^^ ngeles deh.
          Ada juga yg Taemin chingu, judulnya “Let’s Play” ada di wp ini, dan itu geje hehe 🙂

  6. lumayan bagus.. tapi kok hani gatau tmpat kerja suaminya? pasti yang nolong itu key! haha

    “Apa kabarmu? Kau
    dimana sekarang? Ah arasseo. Apa
    kau sudah menikah? Wow! Great!
    Menikah dengan adikku saja kalau
    begitu.” LOL minho gilak!

  7. Hahahhaha!! Keren
    Lucu bgt… Key oppa jadi mndandani istrix sndiri… Tp cock bgt key oppa jd desainer…*mank prnah liat* huwa keren critax… Keep writing yah! :))

  8. Annyeong chingu… :p
    Udh lama banget nih ga baca karyamu.. hehe
    itu yg ngirimin mawar sm.. emh.. apa ya tadi?? eung… pokonya yang ngasih semangat itu jangan2 Key yah?? hehe #reader so’ tau

    Pokonya di tunggu lanjutannya chingu…
    Hwaiting n_n

    1. annyeong… 😀
      Nyahahaha ada dirimu.
      Ya ampun kenapa baca non Inhi? haduuh sumpah malu ah.
      Ini karya yang paling maksa. Maksa pengen tamat.

      hemm mawar2an itu ya kkk ^^
      itu sangat dan teramat lebay ya Alloh…

      siip deh monggo kalo mau nunggu ya ^^

  9. aku terus ngakak baca dialog Hana dengan Key, kenapa suami -istri aneh gini ya? emang ada suami istri kyk gtu? Hahaha 😀

    eh! wktu Minho telponan sama Key juga kocak! XD Minho oppa langsung to the point

    hmm..krna genre nya angst.. pasti ada sesuatu yg terjadi pd Hana..
    oke.. ditunggu lanjutannya ^^

    Great! utk FFnya ^o^

  10. kyaa!! keren!! ><
    key kerja di salon? rada jijik aja sih ngebayanginnya. soalnya bagaimanapun pria yg kerja di salon pasti pria 'gk normal'.

    tp kyknya ini beda dgn kasus key. oh ya biar kutebak, bingkisan yg sering diterima hani itu dr key bkn ya?
    kepo deh. lanjut!

  11. Semacam ngakak pas Hani ngatain Key kemayu sama laki-laki jadian~

    Ah, aku suka ini! Meskipun alurnya agak kecepetan (apalagi yang pas pesta itu), tapi aku suka cerita marriage life kayak gini ❤ Suami-Istri yang saling ejek-ejekan dan nggak akur <— aneh

    Love it very much! I'll wait for the next part. Fighting!

  12. My froggy segitu gampangnya minta kibum nikahin Hani.ahahaha

    namja jadi jadian.gkgkgk aigoo Hani dia suamimu..

    Aku ska crtanya thor,kata” yg digunakanny jg g terlalu berat,feel nya ngeuna… Next chap

  13. Aaiisss jinja ??
    Ni FF bbbaaaggguuussss bbbaaannngggeeettt
    Saat baca kehanyut banget sama alur, karna terlalu asyik trus baca TBC jdi sedikit kecewa. Harusnya lebih panjang lagi hehehhe

    Over all bagus thor.

  14. Waah asyik, seru.. 😀
    Haa si Minho gampang banget milihin calon suami buat adenya kkk ^^
    Btw, good job author ! Suka sama ceritanya (langsung lompat part 2) 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s