For You Are My Sun [2.3]

For you are my sun

Title                 : FOR YOU ARE MY SUN

Author             : Jjongthia

Main cast         : Choi minho (shinee), Im yoona (SNSD)

Support cast    : member SHINee, manager, ibu yoona

Length             : trilogy

Genre              : romance, sad, happyending

Rating             : general

Summary         :

Minho kuanggap sebagai matahari bagiku karena matahari sangatlah mustahil bagiku. Namun sekarang tidak lagi, karena aku bisa menggapai matahari walaupun hanya sekali.

Jika aku sudah bisa bertemu dengannya lagi, aku berjanji akan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya padanya. Aku akan menunggu sampai detik terakhir

A.N :

Annyeong… chingudeul J#bow. Author bkin neh cerita karena terinspirasi dari film. Jadi ceritanya agak mirip-mrip dikit. 11-12 gitulahh. So please enjoy my fanfiction. Happy reading J (pleaseleaveacomment)

Kini airmata yoona sudah mulai membahasi pipinya. Tiba-tiba cahaya oranye menghiasi langit pagi itu. Matahari sudah mulai menampakkan dirinya. Namun yoona sama sekali tidak bergerak dari tempatnya. Ia masih ingin menunggu minho. Yoona mengangkat salah satu tangannya seolah menggapai matahari yang sedang terbit.

”aku berhasil menggapainya..”ucap yoona sambil tersenyum dengan kedua mata yang masih basah.

***

Minho menancap gas mobilnya membuatnya berada dikecepatan yang cukup tinggi. Ia meraih ponselnya untuk melihat jam .

6.02.

“sialan aku sudah sangat terlambat..” minho membanting stirnya

Minho flashback

“hyung apakah kau mencariku ?” tanya minho begitu masuk keda;am ruangan manager.

“minho aku sangat membutuhkan pertolonganmu”

“memangnya ada apa hyung ?”

“kau tahu kan pagi ini jinki memiliki schedule untuk menjadi salah satu pembawa acara. Namun karena kondisinya yang kurang baik,maka kami terpaksa harus mencari penggantinya. Kumohon minho hanya schedulemu yang kosong untuk hari ini”

“bagaimana dengan Taemin ? bukankah hari ini schedulenya juga kosong ?”

“aku ada ujian hyung. Jadi tidak bisa, lagipula kalau aku melewatkan ujian kali ini seosangnim mengerikan itu akan menggantungku” potong Taemin dari balik pintu.

“Ya! Taemin apa yang kaulakukan? kalau kau ada ujian sebaiknya naik tidur cepat sana” bentak Minho seketika.

“hehe maaf hyung. Aku sengaja bangun pagi supaya bisa belajar kembali. Aku juga ingin mendapatkan nilai yang bagus seperti Jinki hyung dulu. Kalau begitu aku masuk dulu. annyeong”

“bagaiman Minho ?” Tanya manager lagi

“baiklah”

Minho flashback end

Minho POV

Karena aku sudah menyetujui acara itu aku harus melakukan persiapan selama berjam-jam. Kuharap Yoona tidak marah padaku.

Aku segera menghentikan mobilku ditepi pantai tempat janjianku bersama dengan yoona. Sesampainya disana aku segera mengedarkan pandanganku mencarinya. Namun, sosoknya tidak tampak sama sekali. Kupikir hal itu pasti normal karena kami janjian untuk bertemu jam 4 pagi sedangkan sekarang sudah jam 6.13 pagi. Aku bermaksud untuk menyatakan perasaanku padanya saat matahari terbit nanti. Namun semuanya hancur berantakan, bahkan matahari yang sudah berada diatas langit seperti sedang membenarkan keterlambatanku..

***

2 tahun kemudian**

Kami sedang mengadakan jumpafans dipinggir kota Seoul. Sudah lama sekali semenjak keberangkatanku keEropa bersama dengan member-member lain. Yah semenjak album baru kami keluar kami langsung terkenal hampir diseluruh dunia. Semenjak hari itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Yoona. Bukan karena keberangkatanku namun karena semenjak kejadian itu aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Entahlah dia seperti menghilang ditelan bumi begitu saja. Apakah dia marah padaku ? mungkin saja..

Minho POV end

Jumpafans dihentikan untuk sementara waktu untuk memberikan istirahat kepada para member shinee. Siapa yang menyangka, kini SHINee memiliki ribuan fans. Minho sedang duduk ditepi jendela memandang matahari terbit yang menjadi wallpaper handphonenya. Kini dirinya sangat merindukan sosok Yoona yang merupakan cinta pertamanya.

“Minho. Ternyata kau ada disini. Aku sedang mencarimu”  Jonghyun menepuk bahu Minho.

“Ada apa hyung ?”

“seseorang menitipkan surat untukmu. Sepertinya dari fansmu tapi kurasa bukan karena dia sudah berumur”

“ahh. Terima kasih hyung”

“ne. semangatlah sedikit. Jangan lemah hanya karena patah hati. Kau itu namja..namja” bujuk Jonghyun sambil memamerkan ototnya saat mengatakan namja.

“haha ne. gomawo hyung”

Minho membuka amplop merah kecil yang diberikan kepadanya dan mengeluarkan sepucuk surat kecil didalamnya. Minho langsung terbelalak membaca surat tersebut dan segera berlari bergegas keluar.

“minho kau mau kemana ? jumpafansnya masih belum selesai” teriak Key bermaksud untuk mengejarnya namun langkahnya terhenti karena jonghyun langsung menahan tangannya.

“biarkan aku yang mengejarnya” ucap jonghyun singkat dan berlalu dihadapan key.

Minho berlari keluar dari gedung dengan sangat tergesa-gesa tanpa persiapan apa-apa. Ia berlari tanpa menggunakan penyamaran sama sekali dan berhambur diantara ribuan fans SHINee.

“itu minho oppa” teriak salah satu yeoja.

“bukan. Aku bukanlah minho. Aku hanya mirip dengannya” elak minho

“KYAAA!! ITU MINHO” teriak para yeoja dan berhamburan mengejar minho. Dimata para fansnya Minho bagaikan gula yang dilempar kedalam semut namun dimata Minho mereka bagaikan angin topan yang siap melempar dirinya. Tanpa tunggu lagi minho segera berlari menghindari fans yang sedang mengejarnya. Saat sedang bersembunyi dibalik semak, tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Baru saja Minho mencoba melepaskan diri namun..

“hyung ?”

“dasar bodoh. Bagaimana bisa kau masuk kedalam gua singa tanpa perlindungan sama sekali” jonghyun segera menjitak kepala dongsaengnya itu.

“maafkan aku hyung”

“pakai saja ini” menyerahkan masker, syal dan kacamatanya pada Minho.

“lalu bagaimana denganmu hyung ?”

“tenang saja. Aku akan mencoba mengalihkan perhatian mereka sementara kau cepat segera selesaikan urusanmu dan kembali lagi diacara jumpa fans. Mengerti ?”

“ne. hyung gomawo. Jeongmal gomawo”

Jonghyun hanya tersenyum dan segera keluar dari balik semak. Minho bisa mendengar teriakan para yeoja yang tadi mengejarnya sedang histeris karena melihat jonghyun. Minho hanya tersenyum simpul namun senyumnya sudah tidak lagi terlihat karena tertutup oleh masker yang sedang digunakannya.

Hyung semoga kau selamat..

***

Jonghyun berlari menhindari para yeoja gila yang mengejarnya. Wajahnya kini sudah menujukkan kelelahan, namun para yeoja dibelakangnya masih dengan penuh semangat mengejarnya.

“apa-apaan ini ? mereka berlari seperti sedang mengikuti olimpiade” keluh Jonghyun.

“tapi aku tidak boleh kalah aku ini namja..namja!” sambungnya lagi.

“itu dia disana “ teriak salah satu yeoja.

“sial !” umpat jonghyun dan melanjutkan larinya.

Jika orang-orang tidak mengenalku mereka pasti akan berpikir bahwa aku ini orang gila. Lihatlah bajuku sudah sobek-sobek ditarik oleh para singa betina yang tak henti-hentinya mengejarku, batin jonghyun.

Jonghyun segera memasuki salah satu toko dan mengambil sebuah rambut palsu dan kacamata hitam tebal dengan meninggalkan uang diatas tempat kasir. Keringatnya mengalir deras saat para yeoja yang mengejarnya berlari kearahnya tapi sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang mengenal jonghyun. Jonghyun segera menarik nafas lega .

“maaf orang asing dilarang masuk kesini “ ucap salah satu staf

“siapa yang kau maksud dengan orang asing ? “ Tanya jonghyun sambil melepaskan wig dan kacamatanya.

“maafkan saya. Saya tidak tahu kalau anda sedang menyamar”

“sudahlah. Dimana member yang lain ?”

“mereka ada diruangan mereka.”

“aku pergi dulu. Sebaiknya kau simpan ini mungkin suatu saat nanti kau akan membutuhkannya” kata Jonghyun sambil menyerahkan rambut palsu dan kacamatanya.

“jonghyun apa yang terjadi denganmu ? “ Tanya Jinki begitu melihat Jonghyun.

“ohh. Tadi aku terperosok kedalam sarang singa”

“ya! Berbicaralah dengan serius aku ini leadermu tahu! aku sedang tidak bercanda” teriak jinki

“hehe. Mian hyung” jonghyun memasang cute smilenya

“ada apa ? apa yang terjadi ? hey jonghyun mana Minho ? bukankah tadi kau bilang ingin mengejarnya ?” Tanya Key panjang lebar.

“wwah Hyung gayamu keren sekali “ kata Taemin dengan matanya yang berbinar.

“benarkah ?”

“ne. aku sangat suka”

“gomawo”

“hei Jjong! aku sedang berbicara denganmu..” kata key dengan suaranya yang cempreng

“Soal Minho, tadi aku tidak sempat mengejarnya karena larinya yang sangat cepat. Sebaiknya kita biarkan saja dulu dia, dia pasti akan kembali. Kau tidak perlu cemas key-ah” ucap Jonghyun sambil mengedipkan salah satu matanya.

***

Minho kini sedang berada didepan kafe tempat yang ditujukan dari surat yang tadi dibacanya. Suasana berbau klasik segera menjamunya begitu ia menapakkan kakinya didalam kafe tersebut. Didalam sepi sekali, tidak ada seorangpun kecuali seorang ahjuma yang sedang duduk ditepi tepat disamping jendela besar kafe tersebut. Minho mendekati ahjuma tersebut dan segera membuka penyamarannya.

“apa anda yang mengirimkan surat ini kepada saya ?” minho angkat suara

“ternyata benar orang itu adalah kamu” balas ahjuma tersebut.

“apa anda kenal dengan yoona ?” Tanya minho lagi

“sebaiknya anda duduk terlebih dahulu. Sepertinya kamu sedang kelelahan ?”

 

Tentu saja, bayangkan berapa jarak lari yang kutempuh hanya untuk sampai ketempat ini, batin minho.

Minho segera duduk dihadapan ahjuma tersebut, dengan minuman yang sudah berada didepan mereka. Sepertinya ahjuma ini memang sudah mempersiapkan kedatangan Minho.

“aku adalah ibunya Yoona” ucap ahjuma tersebut dengan nada sendu. Minho segera terkejut mendengar perkataan dari ahjuma tersebut.

Minho POV

“bisakah kau memberitahuku dimana dia sekarang ?” tanyaku dengan tidak sabaran. Sepertinya ada harapan aku bisa bertemu dengan Yoona sekarang. Aku sangat merindukan gadis itu.

Ahjuma itu hanya tersenyum membalasku. Sungguh senyum yang sangat dipaksakan. Aku bisa melihat hal itu. Ahjuma itu hanya memberikanku sebuah surat kecil dihadapanku. Aku menatap ahjuma itu bingung namun ahjuma itu masih tetap saja tersenyum dan berlalu dihadapanku.

“permisi. Bisakah aku meminta alamatmu ?”

“datanglah disaat kamu sudah membaca surat itu” kata ahjuma itu ramah sambil memberikan sebuah alamat padaku.

Minho POV end

***

Minho sedang duduk didekat jendela kamar tidurnya. Matahari sudah mulai menyongsong. Langit berubah menjadi warna orange.

“pemandangan yang sungguh indah” gumam minho.

“ aku masih tidak mengerti yoona, apa yang kau maksudkan..” sambungnya lagi sambil memandang surat yang ada ditangannya

..dear diary..

Diary, aku menulis lagi hari ini. Ibu sangat senang begitu mengetahui kalau aku sudah mulai menulis lagi. Diary apakah kau tahu alasan aku menulis kembali ? itu semua karena minho.

Aku sangat merindukan dirinya . aku sangat ingin melihatnya. Aku ingin bertemu dengannya kembali namun ibu tidak mengijinkanku. Kata ibu aku sudah tidak bisa keluar kembali walaupun malam hari. Diary bisakah aku melihatnya ?

Aku tidak kesal dengannya walaupun dia sudah membuatku menunggu dipantai lebih dari 2 jam. Karena lewat itulah aku bisa melihat matahari terbit untuk pertama kalinya. Minho kuanggap sebagai matahari bagiku karena matahari sangatlah mustahil bagiku. Namun sekarang tidak lagi, karena aku bisa menggapai matahari walaupun hanya sekali.

Jika aku sudah bisa bertemu dengannya lagi, aku berjanji akan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya padanya. Aku akan menunggu sampai detik terakhir walaupun itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Tapi, aku akan sabar menunggu seperti aku menunggunya ditepi pantai waktu itu..

***

Minho sedang berada didepan sebuah rumah tradisional yang lumayan besar. Tiba-tiba dari gerbang rumah tersebut keluar seorang ahjuma.

“Minho..” panggil ahjuma tersebut. “masuklah..” kata ahjuma tersebut sambil membukakan pintu rumahnya.

Minho memasuki rumah tersebut. Matanya langsung menatap sesuatu diatas meja sedang yag disandarkan didinding. Sebuah bingkai yang berisi foto yoona yang sedang tersenyum dengan pita putih yang menghiasi kepalanya. Namun matanya tidak terpaku terhadap foto tersebut melainkan bunga yang mengalungi bingkai foto tersebut.

“silahkan diminum” kata ahjuma tersebut sambil menyodorkan segelas teh dihadapan minho.

“bisakah anda jelaskan semua ini ? aku sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi “ ucap minho.

“aku tahu akan sangat menyakitkan untuk mengingat semuanya kembali tapi aku harus menyelesaikannya” kata ibu yoona seraya menaruh sebuah diary diatas meja.

“setahun yang lalu..yoona masuk rumah sakit. Ia ditemukan pingsan ditepi pantai. Keadaannya semakin kritis karena penyakitnya. Yoona menderita penyakit kanker kulit. Namun setelah hal itu dia masih bisa pulih kembali, walaupun tidak seperti semula. Akibat sinar matahari yang begitu lama , membuat kankernya menjadi sangat ganas. Dokter menyarankan kami agar segera melakukan kemotheraphy. Yoona menyetujuinya. Dia menjalankan kemotheraphynya dengan begitu giat , sepertinya dia ingin berjuang untuk sembuh kembali. Dulu yoona sangat senang menulis. Namun karena penyakit yang dideritanya yoona tidak bisa bersekolah lagi. Dia akhirnya memutuskan untuk berhenti menulis. namun selama mengikuti kemotheraphy yoona menghabiskan waktunya dengan menulis diary dan mendengarkan music. 6 bulan. Selama 6 bulan yoona mengikuti kemotheraphy namun tubuhnya tidak kuat menahan zat kimia yang dimasukkan kedalam tubuhnya….. Sepeninggal yoona, kami bermaksud untuk pindah rumah, namun saat membereskan barang-barangnya aku menemukan diary ini. Didalam diary ini aku menemukan seorang namja bernama minho. Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menemukannya , kini sekarang namja itu berada dihadapanku. Kurasa diary ini ditujukan untukmu..”

“ini semua salahku..semuanya salahku,. Aku yang menyuruhnya untuk bertemu ditepi pantai.. seharusnya aku tidak melakukannya..”

“minho, sebenarnya yoona bisa saja selamat jika dia tidak tetap menunggumu dipantai waktu itu. Namun dia menunggumu, dia sudah tahu resiko dari perbuatannya. Lagipula lebih baik melihatnya tersenyum walaupun hanya sementara daripada harus melihatnya dalam waktu yang lama namun dia sama sekali tidak bahagia. Kami semua sudah merelakan kepergian yoona. Kami ingin berterima kasih kepadamu. Karena kamu yoona bisa bahagia kembali. Kami semua tidak pernah melihat gadis itu tertawa selain senyum kecilnya yang dipaksakan. Karena kamu yoona mau menulis kembali diary yang sudah lama dia tinggalkan. Karena kamu yoona mau tampil cantik untuk pertama kalinya. Foto itu merupakan foto yang diambil saat yoona ingin bertemu denganmu.” Kata ibu yoona sambil menatap foto yang ada diatas meja.

“dan karena kamu yoona bisa jatuh cinta. Kami sangat berterima kasih padamu minho. Sungguh, kami sangat berterima kasih. Terima kasih karena kamu sudah membuat yoona bahagia” tutur ibu yoona dengan matanya yang berlinang dengan air mata.

***

Minho melemparkan dirinya diatas tempat tidurnya sambil memejamkan kedua matanya.

“aku tidak membaca halaman terakhir dari diary tersebut. Kupikir halaman terakhir itu ditulisnya khusus untukmu”

kata-kata ibu yoona masih saja terus terngiang dikepala minho. Tanpa aba-aba lagi minho segera meraih diary kecil yang berada diatas mejanya.

…dear diary…

Diari, aku menunggunya. Aku menepati janjiku untuk terus menunggu hingga saat aku bisa menyatakan perasaanku padanya. Tapi sepertinya waktuku terlalu sedikit untuk menunggu.

Kemotheraphy yang kulakukan tidak berhasil. Aku mendengar pembicaraan dokter dengan ibuku. Dokter mengatakan bahwa tubuhku tidak kuat untuk terus melanjutkan kemotheraphy. Tapi setidaknya aku sudah menunggu hingga disaat terakhirku.

Aku tahu semua orang pasti akan meninggal. Hanya waktu dan caranya saja yang berbeda. Aku tahu kalau waktuku hampir habis. Aku tahu bahwa aku tidak mempunyai cukup waktu untuk menyatakan perasaanku padanya. Karena itu aku akan menyatakan perasaanku lewat diary ini..

Saranghae minho..

“nado..” ucap minho lirih dengan kedua pipinya yang sudah dibasahi oleh air mata. “saranghae Im yoona…”

TBC#

A.N :

Gimana ?? bagus ?? hehe *

Akhirnya selesai juga ffnya. Setelah berkutat sekian lama akhirnya ffnya tamat juga. Semoga para readers suka dengan ff ne J J

Kritik dan saran anda sangat diperlukan guna menaikan mutu ff berikutnya dimasa mendatang.ok. so don’t forget to comment😉

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “For You Are My Sun [2.3]

  1. Lho? Ternyata twoshot toh?
    Abis judulnya gt.

    Hmm, tnyta kena kanker kulit toh si Yoona-nya.
    Kirain ada hubgnyya kyk penyakit vampire gt. Kkk
    #gaknyambung

    ditunggu karya yg lain ya Tia-ssi..😉

  2. Lho? Ternyata twoshot toh?
    Abis judulnya gt.
    Hmm, tnyta kena kanker kulit toh si Yoona-nya.
    Kirain ada hubgnyya kyk penyakit vampire gt. Kkk
    #gaknyambung

    ditunggu karya yg lain ya Tia-ssi..😉

  3. ini beneran twoshot?? tapi kok judulnya 2.3 yaaa dan masih TBC. apa masih ada kelanjutannya lagi??

    aaaarrrrrrgggghhh… minhonya kasian banget ga sempet ketemu yoona untuk terakhir kalinyaaa… padahal aku ngiranya kalo setelah dia kena matahari tuh dia pingsan trs ditemuin sama minhonya.. eh ga taunya berakhir tragis kayak gini…

  4. nado saranghaeyo choi minho!! *ditampar* kyaaa!!! partnya kurang panjang nih. lagi seru2 baca, eh tebece. wkwkwkwk ayo lanjut lanjut. nice story🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s