Benalu

Benalu

Just Confenssion V : Benalu

Author : Megian

Main Cast : Kim Hana, Lee Jinki

Other Cast : Kim Kibum

Rating : PG – 17

Genre : Romance

Summary : “Tapi sekedar bilang padanya, tidak ada salahnyakan noona? Aku ingin lihat bagaimana jika benalu kesayangannya ini yang bilang suka padanya,”

Selamat Membaca^^

Yang aku pikirkan sekarang bagaimana bisa seorang namja pintar seperti dia bisa terpilih sebagai siswa teladan selama 3 tahun berturut – turut sementara sifat dan tabiatnya itu benar – benar ceroboh dan konyol?

Aku kadang berpikir dia memiliki kepribadian ganda yang tidak diketahui banyak orang, dia memang lucu, ramah, dan baik. It’s looks perfect right? Tapi kau tahu apa yang dia lakukan ketika dia berhadapan dengan perempuan yang tiba – tiba say love to him? Dia berkeringat, mengipas – ngipas wajahnya seakan kekeringan bumi karena global warming tinggal 2 hari lagi, lalu segera pergi dengan alasan random yang entah kenapa malah menimbulkan ledakan gadis – gadis pemberani yang semakin hari semakin ramai saja datang ke fakultas kami.

“Hai, Noona,” aku menyunggingkan senyum tipis pada adikku yang sering mengaku tampan itu.

“Ini semua berkasnya?” tanyanya memastikan bahwa apa yang aku suruhkan padanya sudah benar.

“Iya, terimakasih,” ucapku sambil memeriksa ulang berkas itu.

“Ngomong – ngomong Jinki hyung mana Noona?” Alisku naik sebelah, kenapa dia menanyakan orang yang sedang aku pikirkan? Kebetulan selalu bisa membuat jengkel.

“Kau cari saja sefakultas ini,” suruhku kesal tanpa sebab.

“Aish Noona, biasanya kalian itu tidak terpisahkan seperti benalu dan inangnya,”

“Hei bocah, perumpaanmu itu buruk sekali, benalu? Inang?” kesalku lagi.

“Iya, kau benalunya, dan hyung inangnya,” setelah mengucapkan detail siapa berperan seperti apa, dia tertawa terbahak sehingga ruang diskusi santai mahasiswa ini jadi semakin berisik.

“Kau kira aku segitu bodohnya? Dan segitu merugikannya untuk namja ceroboh itu?” Dia mengedikkan bahunya lalu mencebik mengejek.

“Sana pulang,” suruhku tanpa melihatnya.

“Hei, Noona kau itu suka Jinki hyung ya?” tanyanya kemudian setelah memandang ke sekeliling ruangan ini. Aku menegakkan kepalaku dengan perlahan.

“Jangan menatapku begitu, kau itu kakakku tanpa kau bilangpun aku tahu,” untuk kalimat terakhir itu aku cukup terharu, tapi ini masalahnya dia telah menuduhku menyukai seniornya di SHS yang juga sahabatnya.

“Kalau tidak kenapa? Dan kalau iya kenapa?” tanyaku.

“Kalau iya, aku merestuinya. Kalau tidak aku harus menyeleksi berapa namja lagi untuk yeoja perfeksionis sepertimu?” dia memanyunkan bibirnya capek. Aku memukul kepalanya kesal.

“Aku hanya ingin menyelesaikan pendidikanku kedokteranku, tidak ada waktu untuk memikirkan namja, Key,” ujarku mengalihkan pandangan.

“Aku tahu, Noona tidak berminat untuk menjalani hubungan pacaran, pernikahan, atau sejenisnya, tapi yang harus noona pahami kita bukan orang tua kita, sepahit apapun kisah mereka, itu bukan alasan untuk trauma apalagi merasa tidak suka,” nasehatnya dengan mata yang masih bisa kulihat jelas disana, luka yang belum sembuh. Kadang aku ragu hati siapa yang paling terluka saat kedua orang tua kami memutuskan untuk berpisah, aku yang seorang perempuan atau dia yang merupakan anak bungsu di keluarga kami.

“Aku paham Key, aku hanya belum siap, itu saja,” aku menunduk hampir menjatuhkan titik air mata kesekian kalinya. Sudah hampir 5 tahun orang tua kami berpisah, tapi ketika mengenang itu air mata ini suka sekali menunjukkan rasa sedihku.

“Tapi sekedar bilang padanya, tidak ada salahnyakan noona? Aku ingin lihat bagaimana jika benalu kesayangannya ini yang bilang suka padanya,” dia tersenyum senang, licik, antusias, penasaran, aku belum pernah lihat dia segitu senangnya. Aku memukulnya lagi, di bahu dan dia malah tertawa bahagia yang membuatku jadi ikut tertawa.

***

Bukannya aku trauma atau merasa tidak suka dengan hubungan yang bernama pacaran, pernikahan, pertunangan, atau apapun orang menyebutnya, hanya saja aku takut saat aku sudah menginjakkan kehidupanku di dalamnya aku tidak bisa menjalaninya dan malah menyakiti banyak orang.

“Kenapa masih di sini? Tugasmu masih ada yang belum selesai? Perlu bantuanku?” dia datang dengan wajah berkeringat dan sebotol air mineral yang tinggal seperempat.

“Hanya memeriksa beberapa berkas yang disyaratkan,” jawabku seadanya.

“Kau sudah makan belum?”

“Belum, kalau mau kau duluan saja,”

“Aku tidak lapar, tidak ada menu ayam hari ini di kantin,” aku mendengus tertawa, Chicken is his life, always and  forever.

“Bisakah sehari saja kau melupakan jenis hewan satu itu?” pintaku jengkel dan geli. Dia menggeleng merana, seakan pertanyaanku itu adalah pertanyaan tersulit. Lebih sulit dibanding kau pilih ibumu atau ayahmu?

“Ngomong – ngomong, siapa lagi yang membuatmu seperti orang yang baru lari sepuluh kilo begini?”

“Princess Cho, anak manja si dosen galak.  Itu jadi membuatku semakin stress, aku bisa saja dapat D karena menolak si manis manjanya itu,”

Aku tertawa dan dia mencebik kesal melihat reaksiku.

“Oh ya, sepertinya kau harus membeli sebotol air lagi, tapi kau harus mendengarkan sampai selesai ya,”

“Buat apa? Dan aku harus mendengarkan apa?”

“Aku menyukaimu,” ujarku cepat yang membuat wajah bertanya tadi berubah jadi tegang dan kaku.

Dia langsung menahan kepalanya dan menyentuh meja menahan keseimbangan badannya, aku tertawa keras melihat wajahnya yang memerah. Ternyata benar yang dikatakan Key, Jinki lucu sekali reaksinya. Apalagi barusan, dia baru saja mendapatkan pernyataan cinta juga.

“Apa – apaan kau bilang begitu ha? Kau ingin membuat suhu tubuhku jadi semakin down lalu mati?”

“Apa kau perlu air? Mau kuambilkan?” tawarku.

“Tidak perlu!” tolaknya kesal. Aku tertawa lagi, sungguh tidak maksudku membuat dia begini.

“Maaf Jinki-ya, aku cuma mau mengaku, hanya itu, aku tidak memintamu untuk jadi pacarku.” Jelasku melanjutkan. Dahinya berkedut, warna wajahnya normal kembali.

“Kenapa?”

“Kenapa maksudmu?”

“Kenapa cuma sekedar mengaku? Apa karena kau masih trauma dengan perceraian orang tuamu atau kau cuma mau menjadikanku lelucon?” tanyanya jengkel.

“Trauma aku rasa tidak, hanya aku masih belum siap. Dan juga karena pendidikanku yang membutuhkan fokus yang lebih,”

Dia menghela nafas,”Aku harap kau tidak trauma, tapi bisakah saat kau sudah siap menjalani hubungan pernikahan kau mau mengatakannya padaku?”

Aku tersenyum berjengit,”Kenapa memangnya?”

“Aku ingin menjalaninya denganmu,”

“Kau  mau mengerjaiku juga ya? Balas dendam huh?” aku memajukan badanku menantang tatapannya.

Dia menggeleng,”Tidak, aku serius,” aku menyandarkan badanku.

“Kau yakin bisa menunggu?”

“Sejauh ini aku yakin,” aku tertawa lagi, jujur aku memang orang yang tidak bisa diajak serius dan romantis.

“Kita lihat saja nanti,” uajrku mengedikkan bahu, dia tersenyum mengangguk.

Aku tidak pernah berusaha menghindari kenyataan bahwa seorang manusia membutuhkan pasangan dalam hidupnya. Hanya saja aku terlalu takut menghadapi kenyataan bahwa hatiku jatuh dalam lubang yang bernama cinta. Terlalu takut bahwa aku hanya akan mengalami gejolak sesaat dan diakhir malah akan saling menyakiti.

Tapi yang jelas jika mengingat siapa yang aku cintai saat ini, ketakutan itu seperti tidak pernah ada. Aku merasa bahwa semuanya akan baik – baik saja jika aku menjalaninya bersamanya. Tapi aku sadar itu hanya gejolak sesaat, imajinasi sekilas yang dimiliki oleh hati yang sedang jatuh cinta.

Tapi jika waktu membiarkan semua perasaan ini tetap pada tempatnya, tidak berkurang maka aku akan memutuskan untuk mempertahankannya sekalipun nanti aku akan terluka. Dan aku tidak akan menjadikan luka itu menjadi akhir dari ceritaku, aku akan mengakhirinya dengan bahagia, menyelesaikannya dengan senyuman.

Aku tidak mau berlaku seperti benalu pada inangnya. Mengambil haranya, kemudian dia mati karena aku. Saat aku merasa mencintainya aku mengejarnya, namun saat rasa itu dirasa hilang, aku pergi sementara ia sudah belajar menerimaku. Itu menyakitkan dan aku tidak mau berlaku seperti itu.

26 Sep – 11 Okt 2012

That’s all of Confession series. Untuk para reader yang sudah mengapresiasi, saya ucapkan beribu terimakasih, semoga karya – karya ini bisa menghibur hati yang galau #jiahh dan bisa menambah pemahaman baru. Bagi yang tidak menyukai apa yang sudah saya storykan, it’s okay, ini sekedar fiksi. Tapi kritik dan saran untuk kemajuan masih saya terima

Terimakasih sudah membaca. Kritik dan saran akan sangat membantu.

..:megiannisa:..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “Benalu”

  1. Hah? Udah selesai nih?
    Kirain smpe nikah, wkwkwk
    yayiyalah, namanya juga confession series.
    Btw, confession series yg lain judulnya apa aja ya?

    Suka bagian yg jinki kaget pas Hana ngungkapin perasaannya.
    Aku ngebayangin mukanya ituu, pasti unyuuu…

    Oiya, “aku tersenyum berjengit” itu gmn ya? Apa gak mendingan begini “aku berjengit, kemudian tersenyum”
    saran aja sih, soalnya aku gak bisa ngebayangin yg kalimat pertama.

    Mian kalo kurang berkenan.

    Ditunggu karya yg lain ya, Megi-ssi.

  2. pendidikanku kedokteranku >> pendidikan kedokteranku
    hehe mian…

    Ngbyangin expresi jinki yg brkeringat, panas dingin(?), haha lucu..
    Ditunggu karya lainny

  3. konyol… tp… aaaaaaa romantis itu yg blsn pernyataan suka dr jinki secara g langsung itu.. aaaaaaaaa

    oh.. sm nih ky komen pertama.. seriesnya yg lain judulnya apa?

  4. eeehhh… Udah selesai aja.. Megian-ssi, akhirnya ada lagi yang cast-nya Jinki 😉 Pas baca di awal agak bingung, siapa sama siapa yang lagi berdebat. Ngebayangin mau bilang suka sama Jinki aja susah betul ya.. 😉 Ok Megian-ssi, ditunggu ff lainnya 🙂

  5. Iya, dong, Hana ga boleh berlaku kayak benalu. kekeke
    suka deh, cara menceritakannya. bahasanya juga suka :mrgreen: hihi
    btw, kalo reaksi jinki gitu tiap ada yg bilang suka sama dia, kayaknya lucu, yah.. kkk

    terus… mau komen apa lagi sih tadi, lupa .___.a
    ya pokoknya thumbs up deh, buat authornya! keep writing! jjang! ^.^

  6. Aaaa~ Jinki unyu banget disini ❤ bisa ngebayangin betapa gugupnya dia saat pada nyatain cinta~ kkk~

    Princess Cho? Jinki dikasih nilai D gara-gara dia? LoL, gurunya pasti si Epil Kyuhyun xD

    Aku kalau jadi Hana… Juga gitu kok, pasti trauma sama yang namanya pacaran, pernikahan, dkk. Yah, intinya Hana dan saya sehati (?)

    Eits, aku mulai kebanyakan ngomong nih-,-" btw, all i want to say is :

    JJANG! KEEP WRITING!

  7. kerreenn..!!:D
    FF-nya bgus… Ide-nya jga mnrik buat aku.
    Klo gitu aku jadi Jinki-Hana shipper deh!! Hehe…
    Fighting!! Aku tggu krya selanjutnya..

  8. Thankyou for commenting readers~

    Untuk series selanjutnya udah dikirim kok, seinget saya seriesnya Jonghyun.

    kalimat ‘aku tersenyum berjengit’ itu semacam tanggapan karena ucapan yang bikin senyum juga kedengaran aneh.

    Dan untuk typo, sorry ya untuk ketidaknyamanannya. Next, I will try to be better.

    Untuk kritik, saran, dan pujian, terimakasih kawan. 😀

  9. Yaa typo itu manusiawi saya bisa memaklumi 🙂
    Pemilihan kata-katanya ringan, enak bacanya.
    Nunjukin bgt pemerannya cerdas waktu baca percakapan.
    Bagus bgt FFnya. Keep writing ya 🙂

  10. 😯 megi-ssi~ dari semua seri confession yang ada, aku paling suka sama seri yang ini loh! mngkin krn pembawaan jinki disini yg konyol banget dan aku paling suka sm karakter yg konyol gitu. tapi selain itu castnya jg berasa smart gitu, bukan krn mrk anak fk loh ya, tapi dari gaya bicaranya. daaaan ff ini juga sweet banget! secara ga langsung si onppa udah ngelamar hana 😳

  11. nah, ini yang bagian jinki yaaaa?? bagian key itu yg key mau nikah trus sahabatnya nyatain cinta itu bukan? kalau itu aku udah baca juga.. 😆
    sweet.. as always 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s