One Weeks [2.2]

One weeks

Title                       : One weeks

Author                  : Jjongthia

Main cast             : Taemin (shinee), Naeun (Apink)

Support cast       : Bomi (Apink)

Length                  : Twoshot

Genre                   : Sad,  Romance

Rating                   : General

Summary             :

AN                          :

Annyeonghaseyo..

Lohha para reader.. welcome to FFku ene.

One weeks ini merupakan sebuah kisah yang terinspirasi lewat reality show diTv. Ceritanya sang gadis meminta waktu hanya satu minggu saja untuk bersama dengan namja yang sama sekali tidak mencintaiinya.

Kalo chingu mau lebih tahu lagi ceritanya, silahkan baca da jangan lupa untuk dicomment yah

#Minggu, day six

Naeun sedang duduk didepan tangga rumahnya. 30 menit telah berlalu dari jam yang sudah ditentukan oleh dirinya dan juga Taemin

“Naeun Pabo! Mana mungkin dia akan datang ? dia tidak akan pernah datang untukmu Naeun. Itu semua karena, hatinya memang tidak pernah tertuju padamu. Haruskah aku membatalkan semua ini ?”

Naeun menarik nafas panjang dan berbalik hendak masuk kedalam rumahnya

“NAeun!!!” panggil Taemin tiba-tiba

“Taemin ?”

“Naeun!! Aku..ma.maafkan aku” ucap Taemin ngosh-ngoshan didepan Naeun

“Taemin kau kenapa ? apa yang terjadi padamu ? kenapa kau sudah madi keringat seperti ini ?”

“aku mencoba menghubungimu tapi kau tidak mengangkatnya”

“ahh maaf! Handphoneku profilnya senyap. Aku lupa menggantinya”

“ban motorku pecah dijalan. Harus menunggu beberapa hari lagi untuk memperbaikinya. Makanya aku datang kemari dengan sepeda apa tidak apa-apa ?”

Naeun hanya memeluk Taemin. Taemin segera kebingungan denga tingkah Naeun yang aneh

“kupikir kau tidak akan datang”

“mana mungkin aku tidak datang ? bukakah kita sudah berjanji”

Naeun hanya menangis dalam pelukan Taemin

“heii.. kita masih harus berkencankan ?”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Taemin dan Naeun sudah mencoba hampir seluruh wahana dalan taman bermain. Keduanya tertawa lepas tanpa beban sama sekali. Seolah-olah tenggelam dalam dunia mereka sendiri

“sangat menyenangkan” ucap Naeun kegirangan

“ya.. menyenangkan tapi menguras tenaga. Suaraku hampir habis karena terlalu banyak berteriak”

“aku belum pernah ketaman bermain sebelumnya”

“kau parah sekali. Memangnya sudah berapa lama kau tinggal disini ?”

“kurang lebih hampir 8 tahun”

“8 tahun ?”

“ne. Dulu aku merupakan orang yang takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena itu waktu kecil aku terbiasa dengan hidup sendiri. Tapi semenjak aku bertemu dengan chorong, itu merupakan kali pertama aku ingin berkenalan denganmu. Lali chorong memperkenalkanku dengan teman-temannya. Aku jadi mempunyai banyak teman. Akhirnya aku sadar sendiri, bahwa hidup bersama dengan orang-orang yang kita sayangi lebih menyenangkan daripada hidup sendiri. Aku juga mengenal Taemin dari chorong”

“benarkah ? padahal aku cukup yakin bahwa aku sangat terkenal waktu itu”

“heii.. kau sadar kau sedang memuji dirimu sendiri”

“hehe.. aku hanya bercanda” Taemin membelai kepala Naeun.

“benar juga, karena kamu belum pernah ketaman bermain disini, kau pasti belum mencoba ice cream disini kan ?”

Naeun menggelengkan kepalanya

“baiklah kalau begitu.. kita pergi makan Ice cream” Taemin segera menggenggam tangan Naeun dan membawanya kekedai Icecream.

“ice creammu rasa apa ?” tanya Taemin sambil menunjuk ice cream yang dipegang Naeun

“sama dengan punyamu. Coklat”

“tapi kenapa punyamu kelihatan lebih enak yah ?”

“mana mungkin bisa ? ini sama Taemin”

“tidak. Aku mau mencoba punyamu..”

“tidak boleh..makan sana punyamu”

“tidak. Aku mau punyamu. Kita tukaran saja”

“aku tidak mau. Punyaku masih banyak punyamu tinggal sedikit”

“ayo capat.. aku mau punyamu”

“cicipi saja..”

“ok. Aa..” Taemin membuka mulutnya member isyarat kepada Naeun untuk segera memberika ice creamnya. Bukan mulut Taemin yang dipenuhi ice cream melainkan hidungnya yang sudah dilumuri dengan ice cream. Naeun melakukannya dengan sengaja

“Ya Naeun! Mulutku dibawah sini. Bukan disitu..”

“ahaha.. kau terlihat lucu sekali Taemin”

“cepat hapus itu”

“kau bisa menghapusnya sendiri. Kenapa manja sekali ?”

“pokoknya kau harus menghapusnya”

“baiklah”Naeun segera menjilat hidung Taemin. Taemin langsung kaget denga ulah Naeun

“rasanya enak sekali. Sayang jika harus dibuang”

“benar juga. Bagaimana kalau kita mengambil foto” Taemin segera mengeluarkan ponselnya

Klik!

“kau bisa menganggapnya sebagai kenangan pertamamu ketaman bermain”

“aku akan menganggapnya sebagai kenangan terakhir kita berdua”

Naeun tersenyum melihat fotonya bersama dengan Taemin sambil memegang ice cream tanpa sadar bahwa Taemin sedang menatapnya.

“bisakah aku memintanya ?”

Taemin hanya menganggukkan kepalanya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> malam hari

Kring..kring..

*telephone masuk pada handphone Taemin\

“wae Bomi ?”

“aku merindukanmu Taemin. Aku sangat ingin bertemu denganmu sekarang”

“aku tidak bisa Bomi. Itu akan melanggar kesepakatanku dengan naeun”

“Naeun, Naeun! Semuanya selalu saja Naeun yang kau bicaraka !! memangnya ada apa dengan yeoja itu ? kenapa dia tega sekali terhadap hubungan kita Taemin”

“Bomi-ah, jaga bicara begitu tentang Naeun”

“aku hanya takut Taemin-ah.. aku hanya takut kehilanganmu. Belakangan ini kau jarang menghubungiku. Aku takut kau jatuh hati padanya Taemin”

Senin, Last day

Taemin sedang membonceng Naeun pulang sekolah dengan sepeda seperti yang mereka lakukan sebelumnya.

aku hanya takut Taemin-ah.. aku hanya takut kehilanganmu. Belakangan ini kau jarang menghubungiku. Aku takut kau jatuh hati padanya Taemin

kata-kata Bomi masih terngiang didalam benak Taemin membuatnya hampir menabrak anjing yang lewat.

“Taemin awas!!”

Taemin menghentikan sepedanya secara tiba-tiba.

“maafkan aku Naeun, aku tidak berhati-hati”

“sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu tadi”

“tidak. Ayo kita lanjutkan”

“tidak usah. Kita hentikan sampai disini saja”

“wae ? ini baru setengah perjalanan dari rumahmu”

“Taemin. Gomawo karena kau sudah mau menemaniku selama 1 minggu ini. banyak pengalaman berharga yang kudapatkan darimu. Lagipula dengan mempunyai foto bersamamu itu sudah lebih dari cukup bagiku. Kau juga perlu bebas Taemin. Mulai sekarang kau tidak perlu lagi mengantarkanku pulang. Hubungan kita cukup sampai disini saja. Gomawo Taemn..jeongmal jeongmal gomawoyo”

Naeun segera berjalan pergi meninggalkan Taemin. Sementara Taemin, ia hanya diam terpaku saja menatap bayangan Naeun yang mulai menghilang diujung jalan

Hubungan kami akhirnya berakhir..aku sudah bisa kembali dengan Bomi lagi. Tapi kenapa hatiku rasanya pedih sekali ?

***

“Appa !” panggil Naeun sambil memeluk seorang ahjussi didepan rumahnya

“Naeun-ah,, appa sangat merindukanmu”

“umma dimana ?”

“sedang membereskan kopernya. Bagaimana dengan barang-barangmu ?”

“aku sudah membersekannya tadi pagi appa”

“baiklah. Semuanya sudah beres. Appa juga sudah mengirimkan surat pindahmu pagi ini kesekolah.”

***

Keesokan harinya

Taemin keluar dari kelasnya dan langsung menuju kegerbang sekolah. Biasanya saat ini dia sudah harus menuggu didepan kelas Naeun namun sekarang sudah tidak lagi. Tugasnya ialah menjemput Bomi dari sekolahnya.

“heii Taemin kau sudah tidak menggunakan sepeda lagi ?” tanya salah satu temannya yang lewat

“tentu saja. Dia sudah tidak perlu melakukannya karena sudah tidak ada Naeun”  tamabah chorong

“apa maksudmu chorong ?”

“kau tidak tahu Taemin ? tentu saja kau tidak tahu karena Naeun tidak pernah member tahumu” chorong segera pergi meninggalkan Taemin yang kebingungan.

Taemin segera memacu kendaraannya denga kecepatan tinggi. Dia tidak menuju kesekolah Bomi elainkan menuju kerumah yeoja yang sering diantarnya pulang menggunakan sepeda.

Taemin membuka helmnya dan seolah tidak percaya dengan apa yang ada didepannya. Rumah yeoja yang biasa diantarnya kini sudah kosong..

Pantas saja dia meminta satu minggu untuk bersamaku. Karena setelah itu dia akan pindah. Aku.. kenapa aku tidak menyadarinya dari awal..

Andai saja aku bisa mengulang kembali waktu. Andai saja aku menahannya pada waktu itu, tapi yang kulakukan hanyalah berdiri saja menatap ia menghilang dihadapanku..

Aku..aku merupakan orang yang melepasnya pergi. Bukan dia yang melepasku, tapi aku yang melepasnya..

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Handphone Bomi bergertar..

#pesan masuk

Maafkan aku Bomi..

Aku memang bukan namja yang berguna

                                Taemin

“aku tahu Taemin.. aku tahu, hatimu sudah bukan lagi milikku. Harusnya waktu aku mengatakan putus aku tidak minta balikkan lagi denganmu. Ini hanya mebuatku semakin sakit saja”

Bomi berjalan pulang meninggalkan sekolah

***

3 years later

“sekolah kita akan mengadakan reuni. Naeun, kau akan datangka ?” ucap Chorong dibalik telephone

“tentu saja. Aku baru saja tiba dibadara seoul sekarang. Sampai jumpa disana chorong”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>  REUNI DAY

Masing-masing dari para alumni sekolah berkumpul membicarakan kehidupan mereka yang sekarang.  Semuanya termasuk Naeun dan teman-temannya

“Naeun kudengar kau menjadi penyanyi dijepang ?”

“ne.. sebenarnya ayahku lebih senang jika aku menjadi pengacara saja”

“tapi suara Naeun memang sangat merdu sekali”

“terima kasih chorong.. “

“kudengar ada juga salah satu alumni kita yang menjadi penyanyi”

“benarkah ??”

Waktu pulang. Semua para alumni satu persatu mulai meninggalkan sekolah.

“Naeun kau belum mau pulang ?”

“kalian pulanglah duluan”

“baiklah. Hati-hatiyah Naeun”

“ne”

Naeun masuk dalam sekolah dan berjalan menuju kearah kelasnya. Saat ia sampai dipintu kelas, ia sempat tersenyum sedikit mengingat masa lalunya. Tiba-tiba seorang namja menarik pintu tersebut mengagetkan Naeun yang berdiri tepat didepan pintu..

“maaf, apa aku mengagetkanmu ?”

“Taemin..”

“Naeun..?”

Taemin dan Naeun sedang berjalan menyusuri jalan bersama. Tiba-tiba sepasang haksaeng lewat didepan mereka sambil berboncengan sepeda. Naeun dan taemin langsung diam seketika

“ahaha,,” tawa Naeun memecahkan suasana

“kenapa kau tertawa Naeun ?”

“hanya saja.. itu mengingatkanku pada masa-masa kita dulu. Kau sering mengantarku pulang dengan sepeda dulu”

“ahh.. kau benar. Aku masih mengingatnya”

“masa-masa yang indah. Aku bahkan masih menyimpan foto kita waktu ditaman bermain”

“benarkah ?” Taemin menatap Naeun

“kurasa kita harus berpisah disini. Aku akan mengambil jalan ini, terima kasih karena sudah mengantarku Taemin” Naeun mulai berjalan pergi meninggalkan Taemin

Tiba-tiba tangan Taemin segera menahan Naeun

“Ada apa Taemin ?” tanya Naeun kebingungan

“dulu aku pernah mendapatkan kesempatan itu.. sekarang ak tidak akan menyia-nyiakannya..”

“kau kenapa Taemin ?”

Taemin segera memeluk Naeun.

“aku sangat merindukanmu Naeun, entah apa aku yang terlalu bodoh tapi aku baru menyadari ini semua saat kau pergi meninggalkanku”

“lalu bagaimana dengan Bomi ?” tanya Naeun yang masih berada didalam pelukan taemin

“dia menyadari perasaanku dan memutuskanku. Tapi itu bukanlah permasalahannya. Aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu Naeun. Kupikir aku tidak akan pernah melihatmu lagi. Tapi melihatmu sekarang berada didalam pelukanku. Aku bahagia sekali”

“pabo! Kenapa baru sekarang kau mengatakannya. Waktu itu saat aku pergi sampai sekarang ini, satu-satunya orang yang ingin kulihat adalah seorang Lee Taemin. Kenapa kau kejam sekali dan membiarkanku menderita selama 3 tahun ini ?” ronta Naeun sambil memukul-mukul dada Taemin

Taemin segera mengecup bibir Naeun membuat Naeun menjadi tenang seketika

“lupakanlah itu semua. Semuanya hanyalah masa lalu yang memilukan hatiku. Yang terpenting sekarang adalah aku mencintaimu. Saranghae Naeun”

Taemin kembali mencium Naeun. Salju yang turun waktu itu indah sekali. Salju yang turun waktu itu menjadi saksi cinta Taemin dan Naeun yang tumbuh hanya dalam waktu satu minggu.

“nado..saranghaeyo Taemin..”

FIN#

AN                          :

Bagaimana ?? bagus tidak ?? hehe.

Kalo menurut author ini merupakan karya author yang paling bagus selama ini. gimana gak bagus coba ? bisa diselesaikan dalam waktu satu hari. Jarang-jarang tuh author bisa ngebuat ff dan selesai dalam waktu sehari. Habis authornya banyakan mikir dari pada nulis. Saking panjangnya waktu buat mikir, saat mau nulis ehh udah lupa deh ceritanya.

Yang penting sekarang ceritanya sudah selesai.

Jangan lupa komentnya yah chingudeul~ J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

23 thoughts on “One Weeks [2.2]”

  1. sssshhhh… bingung mau ngomong apa T.T
    ceritanya bagus, hanya yahhh….kecepetan, di kebut banget. apa mungkin karena dikerjakan dalam waktu 1 hari? #mungkin

    kalau typo lupakan saja. tapi memang kesannya waktu baca ngebut banget. narasinya pendek #terburu-buru
    aku kurang dpt feel taem, apa karena kependekan narasi? wahhh… aku kebanyakan ngoceh

    but, ceritanya keren. taem memang babo, tidak tahukah dia aku juga menyukainya #plak
    sequel akan bagus nih? sequel2 #teriak-bareng-member-shinee-yg-lain
    kalo bisa kasih saran, sequelnya si bomi muncul lagi buat ngerebut taem. emmm….pasaran kagak? hehe….cuma usul

    hwaiting author… karya selanjutnya ditunggu selalu

  2. sama kayak komen diatas, alurnya kecepatan.. mungkin benar yg dikatain author, klu nulis yg bnyk mikirnya jd nulisnya jd bngung dan dikit nulisnya ,*hee?

    aku suka,..mengharukan,so sweet! 😀

    ditunggu karyanya yang lain ya ~ ^ ^

  3. KURANG DAPET SIH FELL NYA… tapi ceritanya bagus.. but kesian bominya cuma muncul bentaran banget malah banyakan si chorongnya.. wkwkwk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s