Tell Me What Love Is

cover FF

Title : Tell me what love is

Author : Lee Jin Hyun

Main Cast :      Lee Taemin

Choi Jinri a.k.a Sulli

Support Cast : Kim Jongin

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rating : PG-15

Annyeong ! Joneun Lee Jin Hyun imnidaaa ^^ aku ’97 lines nii..ada yang ’97 lines juga ga ? Kenalan yaa. Ini fanfict pertamaku disini, dan baru dipublish disini, jadi maklumin ya eonni, oppa, kalo ceritanya gaje dan ga mutu *bow. Oiya, seperti kata admin SSF, ‘comment like oxygen’ dan juga kritik saran yang membangun ya, biar fanfictku nantinya semakin baik J. Disaranin ndenger dan tahu artinya lagu Shinee – Life. Arraseo ? Okay, daripada banyak bacot, let’s check this ouuutt

****

Namja pabo ini bernama Lee Taemin. Dia cukup tampan. Muka innocent-nya bisa membuat hati para yeoja berdebar tak karuan. Entah sejak kapan aku memperhatikannya. Yang pasti dia adalah ‘list terakhir’-ku.

            Author Pov

“Taemin-ssi ! Cepat turun ! Katanya mau pergi main bowling ? “teriak seorang gadis bersama teman-temannya.

Srakk..

Namja yang diteriaki muncul dari pohon yang tingginya 10meter. Badannya yang kecil terlihat lincah meliuk-liuk di antara dahan-dahan. Rambutnya yang berantakan karena daun-daunan itu malah membuat para noona yang barusan meneriakinya melah semakin gemas.

“Yaak Taemin-ah..aigooo, neomu kiyeowa dongsaengku yang satu ini” salah seorang yeoja mengacak-acak rambutnya.

“Ehehe..noona bisa saja. Noona juga neomu yeppo kok” jawab Taemin sambil menarikan sepotong lagu ‘replay’

“Kyaaaaaaaa” dan tarian itu langsung disambut teriakan histeris noona-noona yang mengelilinginya.

“Kajja, kali ini aku akan membuat goal sebanyak 10x. Kalau aku menang, kalian harus mentraktir aku satu cup es krim parfait ukuran jumbo ya.” Taemin, namja polos dan bodoh. Bahkan dia tidak tahu bahwa mencetak angka pada permainan bowling namanya bukan ‘goal’ -__-“

“Stoopp !!” seorang gadis berkepang dua dengan kacamata berlensa tebal menghentikan rombongan berbahagia (?) itu di tengah perjalanan.

“Nuguseyo ? Berani sekali kau mengganggu kami ?” seorang noona langsung melabrak yeoja malang itu. Tapi yeoja berkepang itu cukup nekat, hingga dia mendorong jatuh noona yang barusan melabraknya, dan menyisakan Taemin di hadapannya.

“Jadianlah denganku JEBAL ! Aku akan menyewamu selama 31hari untuk menjadi namjachinguku” yeoja itu langsung membungkukkan badannya 90o

“Ha ? Tapi aku tidak bisa jadian dengan yeoja kutu buku…”jawab Taemin dengan polosnya.

“Tenang saja !” yeoja itu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari tasnya “Jajaaaanngg..ini adalah tiket Michael Jackson Live !” seketika mata Taemin bersinar terang.

“Jeongmal ? Eh tapi bukannya MJ udah meninggal ya ? -_-“

“Ah Uh Ummm…ini adalah tiket gratis melayat di kuburannya MJ ! Gratis Transport PP lho !” yeoja itu malah mempromosikan tiketnya layaknya seorang SPG XD

“Deal ! Mulai saat ini kamu jadi yeojachingu-ku” kebodohan Taemin yang luar biasa itu membuat noona yang ada disitu langsung melongo tak percaya.

“Euhmm..bukannya dia Sulli ‘cyborg’ girl ?” akhirnya salah seorang noona buka mulut. Kemudian disambot noona lain yang meng-iya-kan.

“Yasudah kalau begitu aku mau pulang dengan dia saja. Annyeong noona” Taemin langsung berlari meninggalkan mereka, tidak lupa menggandeng yeoja aneh itu

*************************************************************************

Taemin PoV

“Ah iya ! kita belum memperkenalkan diri kan ? Joneun Taemin imnidaa. Neo ?” karena sudah 15menit perjalanan pulang dan dia hanya diam saja, akhirnya aku membuka pembicaraan dengan mengenalkan diri terlebih dulu.

“Ne, joneun Choi Jinri imnida. Kau bisa memanggilku Sulli.” Yeoja itu menjawab dengan nada datar.

“Arraseo. Aku baru kali ini lho memiliki pacar. Soalnya walaupun banyak yeoja yang mengelilingiku, belum ada satu pun yang aku terima pernyataan cintanya. Tapi begitu kamu menawarkan tiket kuburan MJ, aku langsung menerimanya. Benar-benar aneh kan ? Tapi aku memang sudah mengincar tiket ini sejak MJ meninggal, dan aku merindukan sosoknya menari moonwalk seperti dulu. Ahh.. seandainya aku bisa memutar waktu kembali sebelum MJ meninggal, jadi setidaknya aku bisa menabung untuk menonton konser terakhirnya…” aku bercerita panjang lebar dan dia hanya menjawab “…oh” What the hell, sepertinya benar kata noona, dia ini adalah Sulli ‘cyborg’. Dia tidak mempunyai ekspresi lain selain dataaaarr. Ketika aku cerita lucu dia tersenyum saja tidak.  Sepertinya yeoja ini menyadari bahwa aku sedari tadi mengamatinya. TIba-tiba dia menoleh dan mengeluarkan sebuah kertas.

“Mwo ? Apa ini ?”

“Ini adalah list ‘ngedate’ kita” jawab Sulli MASIH dengan nada datar “Ini misimu selama menjadi namjachingu-ku” lanjutnya

Piknik ke Lotte World

            Naik Wahana Kincir Angin

            Naik Biang Lala

            Naik Bom-bom car

            Makan di Restoran

            …..

Omoo..banyak sekali. Aku sampai bosan melihat jajaran tulisan itu. Kuremas kertas itu dan kubuang sembarangan. Sulli melihatku terkejut.

“Apa yang kau lakukan ?” nada suaranya terlihat marah

“Nah ! Akhirnya suaramu keluar nadanya !” aku berteriak mengagetkan yeoja yang ada dihadapanku ini.

“Mwoya ? Kau ini tidak penting sekali.” Dan nada suaranya kembali ‘flat’ -____-

“Hahhaaha..aku tidak membutuhkan list kertasmu itu. Kau tau ? Kita akan melakukannya tanpa berpikir !” jawabku enteng

“Terserah kau saja”

“Arra, berarti besok kita harus nge-date ! Kita bertemu di halte bis dekat alfamart (?) jam 8 pagi.”

“Tapi..besok kan hari sekolah..”

“Ah..aku lupa kalau kau anak alim…”

“Nan gwaenchana ! Aku bisa bolos sehari” dia menjawab cepat-cepat

“Got It ! Ah ! Lebih baik kau gunakan kontak lens saja, kacamatamu iru terlalu jadul. Jangan lupa besok ya” aku melambaikan tangan dan berjalan berlawanan arah.

******************************************************************************

“Nah..tinggal kita depankan poninya..tadaaaa” penata rambut itu memutar kursi Jin Ri dan menghadapkannya ke aku.

“Ap..apa kau benar Choi Jin Ri ? Hei agasshi, kau tidak menukarnya dengan orang lain kan ?” tanyaku sambil melihat Sulli dan hairstylist itu bergantian.

“Aissshh..jinjja ! Sudah aku permak yeoja ini susah-susah, dan kau malah menuduhku menukar gadis berkepang dua tadi dengan gadis pirang ini ?” jawab hairstylist itu jengkel

Aku benar-benar tidak percaya ! Yeoja culun yang 1 jam lalu masuk ke  salon ini bersamaku, berubah menjadi seorang ullzang dengan mata besar, rambut pirang yang lurus, serta pipinya dihiasi blush on pink muda. Apalagi dengan pandangan mata kosong serta wajah flat, orang-orang pasti mengira aku menggandeng sebuah manekin dari toko pakaian. Humm..ternyata dibalik seorang ‘cyborg’ Sulli adalah yeoja yang cantik.

“Neomu yeppeoda..”pujiku.

“Berhenti menatapku seperti itu” Sulli mengulurkan tangannya menutupi mataku. Semburat merah terlihat dipipinya.

“Arraseo, kajja kita berangkat ! Sepertinya hari ini panas sekali, apa kau membawa jaket ?”

“Ani, aku meninggalkannya dirumah”

“Ah..geurae..pakailah, nanti kulitmu bisa terbakar” aku memakaikan jaket tipisku. Entahlah, biasanya jika aku sedang dengan yeoja lain, yeoja itulah yang biasanya memakaikan jaket ke padaku, menawarkan es krim, atau syal ketika musim dingin. Dan saat itu aku merasa nyaman-nyaman saja sebagai ‘dongsaeng’ mereka. Tapi entah kenapa, rasanya insting namja-ku muncul ketika disamping Sulli.

Aku menggandeng tangannya ketika sampai di Lotte World. Dan betapa senangnya ! Dia membalas genggamanku dengan erat.

“Sulli, aku ingin naik itu” aku menunjuk wahana kincir angin dengan diameter 5meter besarnya.

“Aku takut ketinggian” jawabnya datar, tnpa ekspresi -_-

“Gwaenchanaayo, kan ada aku disini” aku membusungkan dadaku bangga.

“Aishh..kenapa kau jadi mengaturku ? Ayo cepat ! Antriannya banyak sekali, kalau kita tidak segera antri, ntar bisa kesiangan” dia menggandengku ke loket kincir angin itu.

“Katanya takut ketinggian ?”

“Cerewet !”

Aku menggandengnya memasuki kabin kincir angin. Woaaa..benar-benar, sepertinya kabin ini memang didesain untuk pasangan yang sedang ngedate. Kabin ini begitu kecil, bahkan lutut kami saling bersentuhan ketika duduk didalamnya.

“Yaaa ! Sulli ! Hajimaaa, kakimu itu sedari tadi bergerak terus.” Aku menggerutu sambil memegangi kakinya agar berhenti bergerak,

“A..aku tak bisa menghentikannya” aku mengangkat kepalaku, dan melihat mukanya pucat. Butiran bening menggenang di matanya.

“Hyaa…uljima Sulli-ya. Cup Cup , kau ingat kataku kan ? ‘ada aku disini’” kurengkuh tubuh mungilnya.  Bahunya bergetar diiringi isakan sesekali. Baru kali ini aku melihat seorang ‘cyborg’ Choi Sulli menampakkan ekspresi selain datar, dan marah.

Aku terus memeluknya selama kincir angin berputar. Dia memang sudah tidak menangis, tapi aku masih bisa merasakan badannya yang bergetar ketakutan. Sesekali aku mengusap pelan rambutnya atau menepuk-nepuk pundaknya

“Tenanglah, sebentar lagi selesai. Setelah ini kita naik wahana yang kau mau. Otte ?”

Setelah turun dari kincir angin, seperti janjiku, aku menuruti keinginannya untuk naik flying saucer.

“Hei Sulli-ya bagaimana kalau kita memutar kemudi ini bersama-sama dengan cepat ?”

“Eh..keundae..”

“Ah sudahlah jangan banyak berpikir ! Na Dul Set ! Gyahahah” aku memutar kemudi cangkir itu sekuat tenaga, begitu pula dengan Sulli.

“Kyaaaa Taemin ! Lebih cepat ! Kyahaha”

Aku tertegun sesaat. Tanganku otomatis berhenti memutar.

“Kamu..tertawa ? Semakin terlihat cantik. Kau tau ?” aku menyelipkan rambutnya yang berantakan ke daun telinganya.

Dia hanya tarsenyum dan menundukkan kepalanya.

“Gomawo Taemin-ah” dia kembali tersenyum manis ketika hendak memasuki halaman rumahnya.

“Ne, saranghae”

****************************************************************************

Choi Jin Ri PoV

“Ne, Saranghae” langkahku terhenti, aku membalikkan badan dan menatap Taemin bingung.

“Bukannya memang itu yang di lakukan pasangan biasanya ? Aku hanya menjalankan tugas” jawab Taemin santai.

Jleb

Aku itu membalikkan badanku, dan mengerjap-ngerjapkan  mata. Menahan air mata yang seolah ingin meruak keluar. ‘Benar juga, Taemin bersikap baik padaku karena tiket MJ yang kutawarkan padanya’.

Tes

Tes

“Ya Sulli ! Kenapa kau mengangis ?” Tanya Taemin tiba-tiba

“Ani, mataku hanya kemasukan debu barusan. Geurae, annyeong Taemin-ah. Nado Saranghaeyo”

Blam

Aku segera berlari kekamar, mengunci pintu kamarku. Menjatuhkan badan ke kasur pink dan menumpahkan air mata disitu.

Neomu Paboya, bisa-bisanya aku berpikir bahwa Taemin benar-benar pacaran denganku. Bagaimana mungkin dia menyukai yeoja culun, kuper, dan pendiam seperti aku ? Sepertinya otakku sudah mulai tidak beres. Waktuku tinggal 29hari lagi, dan aku malah membuat kenangan bodoh dengan namja ini.

“Sulli-ya, makanlah dulu. Eomma membuatkan samgyetang untukmu. Kalau kau masih tidak mau  keluar, eomma akan menaruhnya diluar ya” suara eomma yang masih terdengar sabar terdengar dibalik pintu karma.

“Ne eomma, aku akan keluar sebentar lagi”

Aku segera bangkit, merapikan rambutku yang berantakan, dan menghilangkan bekas-bekas menangis tadi.

“Aigo..rambutmu Sulli-ya, neomu yeppo. Siapa nama namja itu ? Baik sekali dia mau menungguimu di salon untuk mengecat rambut. Lain kali bawalah kemari, umma ingin melihatnya juga, jangan kau simpan untuk dirimu sendiri, anakku.”

“Namanya Lee Taemin umma. Ne, dia memang baik. Arraseo, besok aku akan mengajaknya ke rumah” aku harus berpura-pura senang. Sebab jika aku menampakkan mukaku yang sedih, umma pasti akan khawatir, dan menyuruh aku ‘putus’ dengan Taemin.

************************************************************************

“Good Morning chagii” sebuah tangan yang kurus memelukku dari belakang. Uff aku benci ketika dia memelukku seperti ini.  Ini membuatku semakin sayang padanya. Padahal aku tidak mau terlalu larut dalam perasaan ini, karena hanya akan membuatku semakin kesakitan nantinya. Tanpa sadar aku berbalik dan balas memeluknya. DI LORONG SEKOLAH

Entah ada berapa mulut dan mata yang terbuka lebar disitu. Memperhatikan kita berdua. Aku terkesiap dan melepas pelukanku.

“Mianhae” aku menundukkan kepalaku.

“Ani, gwaenchanayo. Kau sudah makan ? Kajja kita makan di atap. Cuacanya sedang bagus hari ini.”

“Ne, chakkaman, aku ambil kotak bekal dulu.” Aku segera berlari smbil menundukkan kepalaku, menyembunyikan mukaku yang merah. Aku tak peduli berpasang-pasang mata yeoja memperhatikanku sinis. Aku hanya ingin menikmati sisa 28 hariku.

“Aku suka kau tidak mengkepang rambutmu atau mengecatnya hitam kembali” katanya memulai pembicaraan sambil mengambil nugget ayam.

“Gomawo, aku harus menyesuaikan penampilan, agar bisa bersanding pantas denganmu kan?”

“Aku suka kamu apa adanya kok. Kalau kau tidak nyaman dengan penampilanmu yang sekarang, kau boleh kembali seperti dulu.”

Aku menoleh memperhatikan wajahnya. Mencari sekelebat wajah ‘akting’ atau ‘pura-pura’ di situ. Dia menoleh dan tersenyum memperlihatkan wajah innocentnya. Apakah barusan dia serius mengatakan itu ?

“Huuh kau tau Sulli-ya ? Sebenarnya aku mengajakmu ke atap karena aku sedang kabur dari Jonghyun Seonsangnim. Dia menyuruhku banyak remidi hari ini. Merepotkan saja” suara Taemin yang jernih mengagetkan lamunanku.

“Jinjjayo ? Memang berapa nilaimu ?”

“Umm seingatku sih yang ulangan pertama itu 35, ulangan kedua 43, ulangan terakhir ini 60.”

“Mwoya ? Kau ini ! Ternyata benar kata siswa disini, kau ini terkenal sebagai namja imut yang PABO ya ? Pokoknya sepulang kelas ini kau harus ikut aku pulang kerumah ! Aku akan mengajarimu pelajaran matematika, jadi besok kau bisa segera remidi, dan memperbaikki nilaimu. Arra ?” aku mengucapkan ‘modus’ yang benar-benar jenius ! padahal sebenarnya aku hanya ingin mengajak Taemin untuk main ke rumahku.

“Arrachi Choi Sulli nae yeppo yeoja. Bukankah setelah ini pelajarannya Key Seonsangnim ? Yeeyy aku suka pelajaran sosiologinya. Ppalli, aku tidak ingin terlambat masuk kelasnya.” Taemin, namja polos yang sifatnya seperti anak-anak, sepertinya dia selah masuk SMA, mungkin dia ini murid SD -__-“

Brukk

“Sulli, gwaenchana ? Aissh sempat-sempatnya jatuh”

“Antar aku ke UKS Taemin-ah. Jebaal”

“Yaa ! Jangan pingsan Sulli aku….” Aku tidak bisa mendengar kata-kata Taemin, apakah waktuku dipercepat ? Tuhan..jangan sekarang, kumohon.

*************************************************************************

“Uhhh..” aku membuka kedua mataku perlahan. Dimana aku ? Silau, kenapa disini banyak cahaya. Apakah waktuku memang sudah habis ?

“Jinri-ssi, kau sudah sadar ?” aku menoleh kesumber suara dan menghela nafas lega. Perlahan terlihat jelas bahwa ini adalah UKS. Pasti Taemin yang membawaku kemari.

“Ya Sulli ! Gwaenchana ? Kau benar-benar membuatku kaget tadi. Fyuhhh tidak sia-sia aku melakukan push up 5x tiap hari. Kalau tidak, tidak mungkin aku mengangkatmu dari atap sekolah sampai lantai 1.” Namja ini, Taemin. Entah sejak kapan aku menyukainya, dan setiap detik rasa suka ini semakin berkali lipat. Aku bersyukur mempunyai waktu untuk dekat dengannya.

“Kau memang hebat Taemin” pujiku sambil menepuk-nepuk kepalanya. Dan orang yang kutepuk-tepuk kepalanya itu tertawa seperti anak kecil.

Taemin akhirnya memutuskan untuk mengantarku pulang. Tapi karena umma-ku memaksa dia untuk minum teh sebentar, dan teh itu tumpah di bajunya, dia malah masuk ke kamarku untuk meminjam baju ganti. Dasar namja babo, memang dia mengharap baju seperti apa dariku. Yang berpita ? Warna pink ? Atau yang ber-renda ? Aku mengamati badannya sebentar, kemudian mengaduk-aduk lemari pakaianku.

“Igeo” dia memakai baju yang kupilihkan dengan polosnya. “Yaaa ! Ganti di kamar mandi ! Jangan disini Taemin. Ah ini celananya dipakai juga” aku terkikik pelan.

Beberapa menit kemudian dia keluar. Benar dugaanku, dia kali ini bukanlah Lee Taemin, tapi Lee Taehee. Neomu yeppo. Aku hanya memperhatikan dengan mulut menganga. Kaos turtleneck dengan motif polkadot pink, dilengkapi pita kecil dibagian leher, renda di celana legging putihnya. Aku memang sudah lama menyimpan pakaian ini dan belum pernah kupakai.

“Eumm Sulli, apakah aku sudah cukup cantik ?” dia memasang wajah malu-malunya. Aku berjalan kearah Taemin dan menyematkan jepit pita di rambut pirangnya.

“Nah..kau sudah cukup cantik” jawabku.

Oke, kami gila malam ini. Karena beberapa saat kemudian aku dan Taehee malah asik memadu-padankan baju-baju yang ada di lemariku.

“Hei Sulli, kau ternyata punya bikini ?” aku menoleh kaget dan mendapati Taemin sedang memegang bikini, hadiah dari saudaraku di AS.

“Yaaa ! Jangan sentuh benda nista ini !”

“Taemin-a, say kimchi !”

Jepret !

******************************************************************************

Taemin PoV

Aisshh..kenapa 3 hari ini Sulli tidak masuk sekolah ? Padahal besok adalah tepat sebulan kami berpacaran. Besok juga hari terakhir kami pacaran. Aku tidak mau berakhir tanpa kenangan seperti ini. Babo ! Babo ! Entah berapa kali aku memaki diriku sendiri. Kenapa aku baru sadar bahwa aku cinta pada yeoja itu ? Kenapa tidak sadar dari kemarin, jadi aku bisa mengungkapkannya ?

Kepalaku rasanya benar-benar pening, aku berjalan menuju UKS untuk membaringkan badan sebentar.

“Annyeong, seonsangnim.” Seperti biasa guru yang menjaga UKS itu begitu ramah. Dia hanya tersenyum dan membiarkan aku masuk, tanpa menanyakan macam-macam.

“Loh, bukannya kamu Lee Taemin ya ? Namja chingunya Choi Jin Ri ?”

“Ne, seonsangnim. Wae guraeyo ?”

“Kamu sudah menjenguknya ?” eoh ? aku langsung bangkit dari kasur, menghampiri guru itu.

“Menjenguk ? memangnya Sulli sakit apa ? Maaf seonsangnim aku benar-benar tidak tahu”

“Loh ? Bagaimana bisa ? Dia sedang opname di rumah sakit dan kau sebagai namja chingunya tidak tau ?”

“Ani, 3 hari ini dia tidak masuk, dan tidak pernah membalas SMS-ku. Aku tidak tau apa sebabnya” aku meniup poniku sambil menggembungkkan pipi.

“Aigoo..neomu kiyeowaa..” seongsangnim malah mencubit pipiku “eh, ini bukan saatnya beraegyo Taemin ! Jinri sakit kanker otak stadium akhir ! Sebenarnya aku mau menjenguk hari ini, tapi aku ada rapat guru. Lebih baik kau jenguk dia sekarang, karena ini adalah saat…” aku tidak mendengarkan kalimat terakhir guru itu dan segera berlari menghampiri Jongin untuk meminjam mobilnya sebentar, Aduh ! Paboya, aku tidak sempat menanyakan nama rumahsakitnya. Aku memutar balik kendaraan, dan berlari ke UKS.

Cklek

Aku membuka pintu kamar itu perlahan. Mendapati seorang pasangan paruh baya yang menatap kosong sebuah ranjang di ruangan itu.Aku berjalan perlahan menghampiri mereka. Eommonim menyodorkan sepucuk surat kepadaku dan kemudian dia bersama suaminya keluar.

Taemin-a, ketika kau membaca surat ini, tentunya aku sudah tidak ada di dunia ini, disampingmu. Tentu saja, itulah gunanya surat wasiat kan ? haha. Mianhae, aku berbohong padamu tentang tiket MJ. Tapi aku sudah menyiapkan ganti uang sebesar 1000.000 won untukmu. Ini murni hasil tabunganku loh, hebat kan ?

Aku tidak mengerti mengapa aku masih sempat bercanda disaat seperti ini. Kau masih ingat ‘cyborg’ Sulli. Aku dulu tidak mudah bergaul dengan orang baru. Aku selalu menutup diri dari mereka karena takut dilukai. Tapi seperti remaja lainnya, aku juga ingin merasakan rasanya memiliki namjachingu. Apalagi ketika mengetahui bahwa aku hanya bisa bertahan hidup kurang lebih 2 bulan. Aku tidak mau mati sia-sia. Makannya aku berbohong padamu, Mianhae.

Sejak mengenalmu aku mengerti bagaimana cara tersenyum, tertawa. Bagaimana cara berpenampilan. Dan yang paling penting, bagaimana cara mencintai seseorang. Terimakasih Taemin, walaupun kau mau menjadi namja chingu-ku karena sebuah imbalan, tapi kau tetap menjalaninya dengan senang. Mata bulan sabitmu ketika tersenyum, aku selalu membayangkannya 3 hari terakhir ini. Aku merindukannya…

Aku tau kau tidak memiliki perasaan istimewa padaku. Aku mendengarnya, hari itu, kau mengatakan “aku tidak suka gadis culun itu, dia terlalu membosankan, aku kan hanya pacaran dengan dia karena keterpaksaan”. Kata-kata itu terus berdengung di kepalaku, sejak itu aku memutuskan untuk segera melupakanmu. Kupikir, dengan aku tidak bertemu denganmu lagi, maka rasa sakit di hatiku ini akan berkurang. Tapi..seiring aku berusaha menghapus ‘kenangan palsu’ kita, hatiku ini malah semakin terasa sakit. Aku berulang kali memaki diriku karena tidak bisa melupakanmu.

Geurom, jeongmal gomawoyo Taemin-a. Aku baru tau, bahwa selama ini yang aku takutkan bukanlah waktu kematian yang menungguku, tapi aku takut akan kekosongan. Dan kau telah mengisi ‘kekosongan’ itu. Gomawo Taemin-a. Saranghae.

Tes

Tes

Tanpa sadar, air mataku menetes di punggung tangan Sulli yang dingin. Aku menarik kain yang menutupi seluruh badannya. Ku kecup pipinya pelan.

“Mianhae Sulli, aku terlalu malu untuk mengakui perasaanku. Mianhae. Jeongmal mianhae.” Entah berapa lama aku terisak disitu. Aku berulang kali memukul-mukul kepalaku. Memaki otakku yang amat sangat bodoh.

Entah sejak kapan eommonim ada disampingku. Dia ikut terisak, melihat putrinya terbaring pucat di kasur. Wanita paruh baya itu berjalan tertatih menghampiri tasnya, kemudian mengambil sebuah buku berwarna biru Toska bertuliskan “Shining World”, dengan gambar-gambar penuh warna.

“Jinri memberikan buku ini kepadamu nak. Tolong jaga benda ini baik-baik”

“Ne, ahjumma. Gamsahamnida.” Aku membungkukkan badan dan berjalan keluar kamar rumah sakit. Buku harian itu dikunci oleh gembok kecil dengan ukiran ‘taelli’. Ah, ini gembok pasangan yang aku belikan untuk Sulli waktu di Namsan Gil. Ku buka gembok itu dengan kunci yang kukaitkan di kalungku. Dan aku tidak percaya dengan yang aku lihat. Semua foto selca yang kumiliki terdapat disitu. Dilekatkan dengan rapi, dan dihias dengan bolpoin warna cerah. Foto ketika aku makan bekal dengannya, foto saat aku menjadi Taehee, dan fotoku dengan Sulli, terpampang dengan jelas di setiap halaman. Bahkan aku sendiri tidak menyadari kapan dia mengambil foto semua ini.

“Akhirnya aku berhasil jadian dengan Lee Taemin. Aku tidak yakin semua berjalan lancer.”

“Ah ! Ternyata dia adalah namja yang menyenangkan. Dia tidak pernah pilih-pilih dalam berteman. Aku jadi semakin suka padanya. Taemin saranghae. Aku bertekat akan mengucapkan kata ini suatu hari”

“Yees aku berhasil mengatakannya. Tapi aku sedih. Aku melupakan fakta bahwa dia hanya pura-pura jadi namjachinguku..”

“Aku suka dengan semboyan Taemin ‘jalanni semuanya dengan senyuman, walaupun itu menyakitkan’. Arraseo ! Aku juga berjanji akan tersenyum disaat sedih”

“Ketika aku berjalan di lorong, aku mendengar ‘aku tidak suka gadis culun itu, dia terlalu membosankan, aku kan hanya pacaran dengan dia karena keterpaksaan’. Taemin. Aku baru sadar bahwa aku bukan siapa-siapa.

“Kurang 3 hari lagi. Dan aku sudah tidak tahan menahan sakit yang aku rasakan di kepalaku. Aku butuh Taemin”

“Hari terakhir. Saranghaeyo Taemin, Saranghae.”

Halaman terakhir itu ditulis dengan tulisan yang tidak karuan. Terlihat bekas tetesan air mata di kertas itu. Aku kembali menyesali perpisahan ini. Tuhan, kumohon, putar kembali waktu ketika aku bisa bersama dengannya.

~E.N.D~ ^O^

Gimana Readersdeul ? Gaje ya ? Mianhaeeeee *bow. Ah jangan lupa RCL yaa. Gomawooyoo ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Tell Me What Love Is”

  1. Jin Hyun, awal baca saya cengar-cengir sendiri 😉 si Taemin mau pacaran sama Sulli karena dapet tiket gratis ke kuburan MJ? si Taemin segitu Pabo-nya sampe nilai pelajaran jelek bener.. ck..ck.. Saya kira niy ff bakalan humor terus, twrnyata berakhir mengharukan… Nice ff.. ditunggu karya selanjutnya Ji Hyun.. 🙂 Lupa… Kamu dongsaeng ya, masi muda banget 😉 jadi ngerasa tua nih 😛

  2. diatasnya bikin aku ngakak karna si bodoh Taemin -_- abis tingkahnya gemesin! innocent bgt *hahaha 😀

    tapi kenapa jadi sad ending? mengharuka banget :’) … kasihan banget Sulli u.u ,huaa! gak tega Sulli mati, karna Sulli eonni bias aku *plak apa hubungannya -.-

    FF nya bagus! aku suka , good job buat eonni 🙂

  3. Nice story… Taem kyawae! Joahe
    oh klo boleh jujur #boleh2
    kadang rada bingung pas bca, tiba2 ganti setting tempat dadakan, kyk klejeb bgtu saja #engg. Jdinya sering mikir, masih ditempat tadi apa udah pindah? Contohnya pas di taman bermain (pas main cangkir2an?) ntuw, eh tiba2 udah dirumah. Emang ada blng udah di hlaman rumah, tpi kesannya ‘kok udah dirumah?’

    hhe klo gag berkenan dg kata2 di atas maaf. But all jjang, good and nice story.. Perlu di narasikan lebih lagi ajah
    okey dokey?

  4. Ga nyangka endingnya tragis bener #lap ingus,,padahal awalnya aku baca nyampe ngakak nista lo thor,,apalagi pas scene baju motif renda,,beha nista ama motif polkadot…..aigoo,,daebak meskipun harapannya happy ending

  5. Lee Tae Hee?
    Yailahhh,, keinget pas Taemin jd Lucky Fangirl yg diambil sm Kyu Line di SMTown juli taun kemaren.
    Errr…. Dy itu saking lugunya ato begimane sih?#tabok Kyu Line
    Kkk~

    Muahahaha, ketawa pas bagian tiket kuburan MJ. Biasanya pd ngerayu Tetem pke banana milk sih. Ide bagus author-ssi!

    Nde.. Nde,.. Taemin emg neomu kiyeowa!
    Makanya saya lgsg kesirep(?) sm pesona-nya.

    Walo sad ending, tp tetep suka kog.
    🙂

    ditunggu karya yg lain ya!

  6. ’97 lines chingu..
    Slam knal 🙂
    .
    Buat ceritanya aku stju sma Choi Chan Yoen, perubhan cerita trlalu jeng.jeng gmn gtu *brharap author ngrt mksudku*
    tp endingnya aku suka, feelnya dpt. Terus berkarya ya! 🙂

  7. Sad Ending
    Tapi tetap bagus
    Di awal baca cengar-xengir ngebayangi sikap imutnya TaeMin
    Di bagian TaeMin berpacaran dengan Sulli jadi terpesona dengan sikap manly TaeMin
    Di akhir sedih, dan sangat
    Perpisahan yang parah
    Bahkan ada luka dan penyesalan, kasihan TaeMin, begitu pula Sulli
    Tapi cara Sulli hebat dan aggresive

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s