Secretly Love – Part 2

secretly-love-1
Title  : Secretly Love – Part 2
 Author  : Shin Fujita
 Main Cast  : Park Hye Ra, Choi Minho
 Support Cast  : Jung Krystal , Lee Jinki , Lee Taemin , Kim Jonghyun
 Length  : General
 Genre  : Romance , Frienship
 ******
 “Kau ? Kenapa bisa ?” Hye Ra menutup mulutnya yang ternganga itu, ia tidak percaya dengan  apa yang ia lihat sekarang.
“Kenapa ? Kau terkejut ?” tanya seseorang yang berpakaian hitam – yang sempat mencuri Hye Ra – dengan santai. Ia membuka masker hitam yang ia pakai untuk menutup wajahnya tadi, lalu memperhatikan raut wajah gadis yang didepannya itu.
“Bukan terkejut! Malah sangat shock!Aku kira aku akan dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal,,tapi,,rupanya orang itu adalah kau !” ucap Hye Ra agak kesal
“Tapi sudah kubilang, kalau mau berguru padaku ada syaratnya, dan syaratnya kau harus kerumahku “ sahut namja yang akan menjadi guru privet Hye Ra itu. Hye Ra pun mengkerutkan dahinya dan berpikir sejenak. Ia tahu kalau namja itu memberi syarat padanya agar belajar bisa dengannya, tapi soal culik – culikan ini, Hye Ra tidak merasa kalau dia pernah mengatakannya.
“Tapi kau bilang syaratnya aku harus kerumah mu kan?Lalu apa kaitannya dengan culik culikan ini ?” Hye Ra berdecak kesal sambil menatapnamja yang bernama Choi Minho itu dengan jengkel. Iya, sebenarnya orang yang dibalik penculikan kecil (?) ini adalah Minho.
“Apa kau lupa apa yang kukatakan saat disekolah tadi?” tanya Minho mengingatkan, plus dengan raut muka yang santai.
Mwo ?” Hye Ra memiringkan kepalanya, ia tampak berfikir tentang apa yang dikatakan Minho waktu ia berada dikelas. Bing!!! Otak Hye Ra pun berfungsi dengan baik! Iya! Ia mengingat persyaratan yang pernah diberikan Minho saat sebelum masuk kerumahnya.
Flashback
Mwo? Kau serius?”
“Ne,,tapi dengan suatu syarat “
”Mwonde (apa itu)?”
”Kau harus kerumah ku, kita akan belajar disana ” kata Minho dengan sedikit senyum liciknya. Diam diam Minho telah merencanakan sesuatu pada Hye Ra. Minho akan memberikan pelajaran pada gadis itu karna telah menganggunya seharian ini. Walaupun itu agak berlebihan, tapi Minho ingin menguji kesungguhan dan kesabaran Hye Ra.
 
”Mwo?Hanya itu?” ucap Hye Ra meremehkan.
”Ya! Tapi lihat saja yang akan terjadi!Aku yakin kau akan mendapat kenangan yag buruk dirumahku!” sahut Minho agak sinis lalu mengalihkan pandangannya. Ia langsung berbalik dan membiarkan Hye Ra yang sedang berfikir keras atas ucapannya barusan
 
Flashback.END
”Sudah ingat?” Minho melambai lambaikan tangannya kedepan wajah Hye Ra yang lagi berfikir. Ia bingung kenapa daya ingat gadis ini sangatlah menggenaskan, jelas jelas persyaratan itu dibuat sekitar 2 jam yang lalu, apa orang ini mempunyai kelebihan ? –yaitu – mempunyai kepikunan yang sangat menggenaskan dari pada nenek nenek yang berumur 100 tahun?
”Ah!Kenapa lama sekali sih?” sahut Minho yang mulai kesal dengan gadis lemot didepannya. Hye Ra pun menyadari kalau Minho bertanya padanya, Hye Ra mengangguk karna ia sudah mengingat persyaratan yang dibuat Minho 2 jam yang lalu itu.
”Tapi,,,kenapa harus menculikku sih? Kenapa tidak sekalian membunuhku saja? Katamu kan akan membuatku mengalami kenangan buruk dirumah ini..” ucap Hye Ra dengan tampang polosnya. Minho terkekeh pelan karna melihat kebodohan gadis yang jadi teman sebangkunya itu.
”Membunuhmu? Ya! Aku bukan psikopat yang  seenaknya membunuh orang! Lagian kau sendiri yang ketakutan karna takut dibunuh, tapi kenapa malah kau yang meminta dibunuh sih?” Minho menggelengkan kepalanya karna bingung melihat sikap aneh dari gadis yang bernama Hye Ra itu. Seumur hidup, baru kali ini Minho dipertemukan dengan seseorang yang diminta agar  mau dibunuh.-___-
”Tapi,,saat itukan aku lagi ketakutan, lagian kau! Choi Minho! Pake acara culik – culikan, memangnya dikeluargamu itu tidak diajarkan bagaimana menyambut tamu dengan benar?” Hye Ra membujurkan bibirnya kedepan, ia mengaku, kalau sekarang ia kalah debat dengan Minho.
”Bukannya begitu, hanya saja aku tidak mau membawa gadis asing yang masuk kedalam rumah ku ” seketika Minho mendesah pelan, kemudian memperhatikan tiap sudut ruangan yang ia tempati sekarang. ” Kenapa? Apa aku harus mendaftar sebagai calon tamu mu ,begitu?” Hye Ra mulai kesal karna alasan Minho menyuliknya itu yang sama sekali tidak masuk akal.
Ani!Ah sudahlah! Lebih baik kita mulai saja belajar !” Ajak Minho sambil menarik lengan Hye Ra. Hye Ra agak terkejut karna Minho tiba tiba menyeretnya.
”Kita mau kemana?” tanya Hye Ra saat badannya masih diseret Minho.
”Ke kamarku!” balas Minho singkat dan mempererat pegangannya
Mwo? Ya! Kau sebut aku gadis apa hah? Aku tidak mau memberi tubuhku padamu!” sontak Hye Ra jadi tergelonjak. Matanya langsung membulat sempurna karna ucapan Minho tadi. Tapi, bukankah tugasnya disini hanya belajar? Kenapa sekarang Minho mengajak masuk kedalam kamarnya? Atau jangan jangan…
”Ya!Lepaskan!Aku tidak mau ma-!” belum selesai Hye Ra berbicara, tiba tiba telunjuk Minho sudah menempel dibibirnya
”Sssst!! Jangan ribut! Kita tidak boleh ketahuan oleh Nenek ku!” ucap Minho memelankan volume suaranya. ”Ayo masuk!” Minho membuka pintu kamarnya, dan mempersilahkan Hye Ra masuk duluan. Tapi Hye Ra masih bergelonjak ingin pergi, ia tidak mau masuk kedalam kamar laki laki sembarangan, apalagi itu kamarnya Minho
Sirreoh!” Hye Ra menepis tangan Minho yang menggenggam lengannya tadi.
”Hye Ra –ssi, aku tidak bermaksud apa apa memasukkanmu kedalam kamar ku, jadi sekarang kau harus masuk dengan tenang tanpa pemberontakan, ara ?” ucap Minho mempertegas suaranya, dan disaat itu Minho langsung meninggalkan Hye Ra yang terpaku di depan pintu.
”Ayo masuk!” ajak Minho saat ia sudah duduk di meja belajar. Hye Ra diam sejenak, sekilas ia memperhatikan tiap sudut dari kamar Minho. Mata Hye Ra berbinar, karna kamar Minho sangatlah besar! Langit langitnya diukir dengan sedemikian rupa, ranjangnya pun juga berukuran King Size, dan disana juga terdapat jendela yang panjang dan menjulang tinggi, yang memperlihatkan pemandangan taman luas yang ada di belakang rumah mewah Minho. Dan diujung sebelah kanannya terdapat satu jendela lagi, ukurannya tidak terlalu besar, hanya saja sepertinya jendela itu digunakan untuk memberi pantulan cahaya didekat meja belajar Minho.
”Kenapa kau mematung disana?” Minho menyadari Hye Ra yang sudah seperti gadis idiot karna memandang kamarnya dengan tatapan mengagumi. ”Hye Ra-ssi! Kau mau belajar atau tidak?” perintah Minho dengan memberi penekanan di dalam ucapannya.
”Ah!ne, mianhae” Hye Ra sudah sadar dari lamuannya, ia langsung berjalan menuju meja belajar Minho yang rupanya sudah tersedia satu kursi untuk dirinya.
”Baiklah,kita akan memulai pelajaran matematika !” ucap Minho seketika, dan sedetik kemudian Minho menyeret buku isi tebal ke hadapan Hye Ra.
”Apa ini?” tanya Hye Ra bingung, ia sih tahu kalau itu buku, tapi ia tidak tahu itu buku apa.
”Ini adalah buku bimbingan belajar matematika teknik dasar” balas Minho santai , sambil mengambil komik yang tersusun diatas meja belajarnya.
Mwo? Teknik dasar? Ya kau anggap aku murid sekolah dasar hah?” Hye Ra memberontak tidak terima, sekilas ia melirik buku tebal yang usang itu dengan sinis. Bahkan buku ini sudah bau dan berkuning! – ejek Hye Ra dalam hati.
”Ya!Walaupun buku ini bau dan berkuning, ini sangat cocok untuk mempermudahkanmu untuk mengerjakan soal ulangan nanti ” timpa Minho yang sudah menyadari kalau gadis itu sudah mengumpat buku beharganya.
”Kau bisa membaca pikiran ku?” tanya Hye Ra bingung
”Bisa! Pikiran mu itu mudah ditebak, karna pemikiranmu itu yang kurang dalam dan tidak mendalami, andaikan kau tahu, maling pakaian saja bisa menebak pikiran yang dangkal mu itu” ejek Minho agak terkekeh sambil membolah balik komik ”Detective Conan” yang dibacanya.
”Memangnya aku sebodoh itu apa?” desis Hye Ra kesal, ia pun membuka cover buku tebal itu, dan tiba tiba saja Hye Ra agak minder karna kulit buku itu tidak memungkin kan untuk dibaca,” iuhh!! Bau sekali,,Ya! Berapa sih umur buku bau ini?” tanya Hye Ra sambil menutup hidungnya.
”sepuluh tahun, kenapa?” jawab Minho simple dan masih asik dengan komik yang dibacanya. Seketika Hye Ra terkejut! Ia berpikir, bagaimana mungkin ia bisa belajar dengan buku usang ini? Lagi pula ini hanya teknik dasar, itukan tidak terlalu penting.
”Kau kira aku bisa belajar dengan buku ini? Beri aku buku yang lain!” elak Hye Ra langsung menggeser buku tebal itu kearah Minho. Minho pun berhenti membaca komiknya dan menatap wajah Hye Ra yang sedang jengkel itu. ” Kenapa? Apa salahnya sih itu buku?” Minho mengambil buku tebal itu lalu memasukkannya kedalam laci, kemudian ia menemukan satu buku matematika lagi yang memungkinkan untuk bimbingan Hye Ra belajar .
”Ini! Kerjakan soal halaman 45!” perintah Minho sambil menyodorkan buku matematika yang baru ia dapatkan tadi. Hye Ra mengangguk, dan menyeret buku itu kehadapannya. Diperhatikannya soal demi soal yang ada dihalaman tersebut.
”Lho,,ini kan pelajaran kelas X? Yang kelas XIII dong!” Bentak Hye Ra tidak terima. Meski ia tahu, pengetahuan matematika nya sedikit parah , tapi disuruh mengerjakan soal pelajaran kelas X itu sama dengan pelecehan intelektual!. (wuiihh,masalah harga diri niiihh)
”Jangan meremehkan, coba saja kerjakan, aku yakin kau tidak tahu ” ucap Minho yang masih bersabar karna omelan omelan Hye Ra yang membuat telinganya penat. Minho menjatuhkan buku itu dihadapan Hye Ra. Dan dengan malas Hye Ra membaca isi halaman itu
”Dua puluh soal? Ini terlalu banyak!” protes Hye Ra sembari melirik Minho. Minho tidak bergeming, ia masih tekun dengan komik ”Conan” yang dibacanya.
”Ya!Choi Minho!!”
”Minho-ssi,,dengar aku!!”
“Minhoooo!!!” karna muak tidak dipedulikan , Hye Ra langsung merebut benda yang telah membuat Minho berpaling darinya (? O,o).
Wae? Kau tidak lihat aku sedang membaca?” protes Minho kesal
Ne!  Dari tadi kau hanya membaca komik konyol mu itu!”
”Terus kenapa? Jangan bilang kalau kau tidak bisa mengerjakan soal itu!” ucap Minho menebak
”Yah,,gimana aku bisa mengerjakannya, kau kan belum menjelaskan pelajaran ini, kalau aku sudah mengerti, baru kau boleh menyuruhku mengerjakan soal” jelas Hye Ra dengan nada tidak terima, tapi dibenak Hye Ra, ia merasa malu karna tidak bisa mengerjakan soal pelajaran kelas X.
”Katanya tidak mau soal pelajaran kelas X, tapi sekarang apa? Kau itu hanya bisa ngomong!” ejek Minho sambil menutup komik nya. Ia pun mengambil buku matematika itu dari tangan Hye Ra dan menghembus nafas pelan agar bisa mengontrol emosinya .
Minho membaca soal cerita yang ada dihalaman buku itu, ia sedikit terkejut karna soal semudah ini tidak bisa dikerjakan oleh Hye Ra.
”Yang ini kau tak bisa? Aku tidak menyangka otakmu separah ini” kata Minho sarkastis. ”Perhatikan aku mengajar!” Minho mengambil pulpen yang di tangan Hye Ra, dan kemudian menjelaskan satu soal pada Hye Ra.
”Soal yang ini, kau hanya butuh rumus yang seperti ini, kau harus kerjakan yang ini, lalu terus lanjut ke rumus ini.Nah , sudah tahu kan? Lalu bla – bla – bla” Hye Ra tidak bisa menangkap penjelasan dari Minho, karna Minho terlalu cepat dalam menjelaskannya. Hye Ra hanya merunduk pasrah dan tidak peduli dengan Minho yang mengoceh dan menulis angka angka merumitkan di bukunya. Dan setelah Minho mengajarkan satu soal, Hye Ra kembali bangkit, dan mulai mengerjakan soal itu. Namun Hye Ra terhenti.
”Jadi kesimpulannya apa?” tanya Hye Ra sambil meletakkan pulpennya keatas buku
Minho menarik napas, dan Minho menarik buku tulis Hye Ra.
”Apa apaan ini? Semuanya cuma sampai diket, ditanya, dijawab. Jawabannya mana?” tanya Minho yang mulai geram. Hye Ra meringis dan tertawa sumringah
“Yah,,gimana lagi.Aku tidak mengerti”
”Yasudah~ Perhatikan, aku hanya mau menjelasakan satu soal, aku tidak mau mesti menjelaskan hingga berkali kali,arrachi ”? Hye Ra mengangguk dan memperhatikan Minho yang mengerjakan satu soal. Ia mulai mencoret coret kertas sambil menjelaskan satu persatu rumus yang ada. Ketika satu soal itu terselesaikan, Minho menatap Hye Ra yang sedang serius. Wajahnya yang serius itu lebih berbeda dengan wajahnya saat kesal dan jengkel. Tiba tiba saja Minho tersenyum simpul melihat tampang serius Hye Ra. Minho merasa kalau wajah Hye Ra begitu rupawan jika ditatap dijarak sedekat ini
Ya!Apa yang sedang kupirkan?” – bentak Minho dalam hati, kemudian ia tidak mempedulikan rasa anehnya itu. Minho kembali menatap Hye Ra, kemudian bertanya padanya.
”Gimana? Sudah mengerti?”
”Hmmm,,dikit,hehehe” balas Hye Ra dengan tawa tanpa dosanya.
”Baiklah,yang penting kau mengeti , meskipun itu sedikit” ucap Minho agak dingin. Ia tidak tahu saat ia menatap Hye Ra tadi, ia jadi sedikit gugup. Apa ada yang salah dengannya? Setau Minho, ia selalu seperti ini dengan seorang gadis, tapi ini sedikit berbeda, Hye Ra bukanlah gadis yang centil dan kurang ajar yang biasa Minho lihat. dari gadis lain. Menurut Minho, Hye Ra mempunyai tekad yang kuat untuk memperbaiku masa depannya. Hye Ra masih mau berusaha keras merubah nilai jeleknya itu dengan rela berguru kepada teman sebayanya.
”Hmm,,Minho-ssi,tadi kau bilang, kau tidak bisa membawa gadis sembarangan masuk kedalam rumahmu, waeyo?” Hye Ra menghentikan aktifitasnya, terlintas saja oleh pikirannya untuk menanyakan hal ini. Sebelumnya sih, Hye Ra sudah berniat untuk menanyakan hal ini, tapi dia tidak mempunyai keberanian penuh untuk menanyakannya.
”Itu, karna aku tidak mau ketahuan oleh orangtua dan Nenek ku, dan karna itu aku menculikmu agar tidak ketahuan oleh Nenek”
Mwo?Jinjja? Tapi kenapa kau memperbolehkanku masuk kedalam kamar?” tanya Hye Ra yang mulai tertarik dengan pembicaraan ini, lumayan tahu sedikit tentang aib orang *plaaak -_-
”Tapi sudah kubilang, itu karna aku tidak mau Nenek melihatmu”
”Emangnya kenapa kalau Nenek mu melihatku?Apa aku akan dibunuh?” tanya Hye Ra yang semakin bloon
”Hahh! Ya! Itu tidak mungkin! Setauku, beliau akan memarahiku mati matian jika melanggar peraturannya itu, bukan itu saja, mungkin kau juga dimarahinya juga!” sahut Minho dengan nada yang dingeri ngerikan (?).
”Makanya, saat kau berada dirumahku, kau tidak boleh berkeliaran, jika kau keluar dari kamar tanpa sepengetahuanku, aku jamin Nenek ku akan mengusirmu dan tidak memperbolehkan kau datang lagi!” ucap Minho memperingatkan.. Hye Ra mengangguk mengerti, dan beberapa detik kemudian, ia merasa ada panggilan alam yang akan memaksanya untuk pergi.
”Minho-ssi, sepertinya aku mau ke toilet, mana toiletnya?” tanya Hye Ra menahan panggilan alamnya itu dengan melemas. Minho yang melihatnya langsung tertawa terbahak bahak karna tingkah konyok Hye Ra.
”Hahaha disebelah sana, tapi jangan lama lama ya,,!” Minho menunjuk pintu kamar mandi yang terletak di sudut kiri kamarnya. Hye Ra mengangguk dan tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung menyerobos pintu kamar mandi itu.
”Hahaha dia lucu juga ” gumam Minho sambil mengambil komiknya dan kembali membancanya. Tapi saat ia ingin membaca, entah kenapa ia merasa penasaran dengan isi tas yang Hye Ra bawa. “apa aku harus membukanya?” tanya Minho dalam hati, tapi rasa penasaran ini menyelimutinya. Minho pengin tahu benda apa yang dibawa oleh gadis lemot seperti Hye Ra.
Dengan hati- hati Minho membuka resleting tas Hye Ra, tangan Minho langsung mengacak sesuatu yang ada didalam tas itu. Dan ketika Minho mendapatkan barang yang menenurutnya menarik, Minho langsung mengambil benda itu dan memperhatikan sejenak
”Apa?Majalah fashion?” tanya Minho bingung. Tapi yang membuat Minho makin bingung adalah, hampir semua tasnya itu berisi majalah majalah fashion yang rata ratanya berisi fashion yang berkelas dunia. Minho berpikir apa karna inilah Hye Ra jadi pemalas dan tidak mau belajar? Sugesti Minho mengatakan kalau Hye Ra itu tipe gadis yang suka berbelanja, boros, dan suka mengoleksi barang barang yang berbau fashion. Apa itu benar?Mungkin!
”Ya! Apa yang kau lakukan dengan majalahku?” tanpa sadar Hye Ra melihat Minho yang sedang mengotak atik tasnya.Hye Ra langsung terjun (?) dan dengan kilat ia merebut majalah fashionnya itu dari tangan Minho
”Apa yang kau lihat tadi? Periksa tas orang seenaknya!” sindir Hye Ra, lalu memasukkan benda itu kedalam tasnya.
”Apa kau suka shopping ?” tanya Minho menebak. Lalu Hye Ra mengangguk dengan semangat. ”Sangat!” jawabnya dengan exited.
”Bagaimana dengan mu?Apa kesukaanmu Minho-ssi?” tanya Hye Ra penasaran
”Aku? Entah lah~ aku tidak tahu apa kesukaanku” balas Minho dengan ekspresi datar.
Iya! Minho baru menyadari, bahwa belum ada sesuatu yang disukainya. Belajar? Ha! Itu hanya kewajibannya sebagai pelajar, bukan sebatas suka. Malah saking tidak tahunya, Minho juga belum pernah menyukai seseorang. Apa ini aneh? Iya, menurut Minho ini memang aneh, ia rasa belum ada satupun gadis yang menjadi pacarnya. Yang ada hanya sekedar kenal saja.Ini bukannya Minho dibenci oleh kalangan gadis, tapi Minho sendirilah yang menghindar kalau soal wanita. Ia tidak peduli kalau siswi disekolahnya ingin mengincar ngincarnya atau menyukainya, lagian Minho belum pernah merasakan ”suka” itu pada seorang gadis.
”Hey!Kenapa bengong?” Hye Ra menyadari kalau sedari tadi Minho melamun.
Ne? Oh ,opso” Minho menggeleng, lalu mengambil buku komik ”Detective Conan” nya itu. Hye Ra melihat Minho yang mulai agak aneh, tumben orang itu melamun? Biasanyakan dia selalu serius? Apa ada sesuatu yang dipikirkannya?
”Ya!Kenapa kau menatapku seperti itu? Sana!Kerjakan tugasmu!” Minho tahu kalau Hye Ra memandangnya terus. Ia jadi salah tingkah dan tidak mementingkan lamuannya tadi.
”Ne~” Hye Ra mengangguk dan kembali mengerjakan soal yang disuruh Minho. Hye Ra mengambil pulpennya, dan mulai menulis salah satu rumus yang diajarkan Minho. Tapi beberapa menit kemudian, Hye Ra merasa lupa rumus selanjutnya yang diajarkan Minho. Karna bingung Hye Ra menggigit ujung pulpennya hingga berubah bentuk. Ujungnya bergaris garis bekas gigitan Hye Ra.
”He he,tadi gimana ya?Aku lupa” ucap Hye Ra tanpa dosa.
Minho menatap tajam Hye Ra  dari atas komik yang ia baca. Hye Ra langsung menunduk dan pura pura mengerjakan soal itu.
”Jangan berpura- pura,,,aku tahu kau tidak bisa mengerjakannya lagi” sindir Minho tajam sambil membaca komiknya cuek. ”He he,,aniyo aku bisa kok!” Hye Ra tersenyum palsu, lalu kembali dengan soalnya. Tapi Hye Ra baru ingat sesuatu.
”Minho-ssi, aku mau pulang?” ucap Hye Ra yang tidak semangat lagi mengerjakan soal terkutuk itu
”Tidak boleh!Kenapa?” kini Minho balik menanya
Ani,,aku hanya sedikit merasa bosan. Bagaimana?Bolehkan?”Hye Ra memasang wajah aegyo-nya, dan memohon mohon.
”Ya!Kau ini gimana? Selesaikan semua soal ini! Baru boleh pulang! Ara?” kesal Minho dan langsung lari keluar kamar. Hye Ra mendengus kesal dan dengan malasnya ia mengerjakan soal itu apa adanya. Sesekali Hye Ra melirik jam tanganya, ia selalu mendesah, ia rasa ia ingin keluar dari tempat terkutuk ini!.
   *Keesokan Harinya*
Di kelas, Hye Ra sibuk dengan tumpukan buku yang ia bawa. Semenjak ia berguru pada Minho, tiba tiba saja ia ingin merubah nasibnya dan ingin belajar lebih giat lagi.
“ah~ berat sekali!” runtuk Hye Ra saat mengendong buku buku itu yang akan diletakkan diatas mejanya. Saat Hye Ra berjalan kearah bangkunya, ia bisa melihat Minho yang telah duduk disana, namja itu sedang membaca buku yang tebal itu dengan serius.
“Buku ini sangat berat!” ucap Hye Ra sambil menaruh tumpukan buku itu keatas meja, kemudian ia menaruh tasnya dan langsung duduk disebelah Minho.
“Bawa apa?” tanya Minho seketika tampa berpaling dengan buku yang ia baca.
”Buku!Aku akan belajar matematika lagi!” jawab Hye Ra girang.
”Oh!” balas Minho cuek lalu kembali membaca. Hye Ra melongo karna namja itu benar benar pendiam dan sangat dingin, ingin sekali Hye Ra membuat Minho bisa berbicara banyak.
“Oh iya, pelajaran yang kau beri kemarin sudah kupelajari kembali, sekarang aku jadi ngerti kok!” ucap Hye Ra memecahkan keheningan, tapi Minho malah tidak merespon Hye Ra, ia masih berkutat dengan buku yang ia baca itu.
“Aku berterima kasih karna kau mau mengajariku, lain kali ajari aku lagi ya?” Hye Ra mendekat kearah Minho, namun Minho tidak berbicara, ataupun bergerak. Apa dia punya mulut?kenapa tidak bicara sih? – gumam Hye Ra dalam hati, ia jadi agak kesal. Karna tidak tahu apa yang ia lakukan sekarang, Hye Ra malah memperhatikan Minho yang sedang membaca. Tapi tiba tiba saja mata Hye Ra menyipit, ia melihat pakaian Minho yang berantakkan dan tidak modis untuk dilihat.
”Ya!Kenapa seragammu acak acakan begitu?” tanya Hye Ra dan memperhatikan seragam Minho yang tidak rapi
ne? Hmm tadi aku terburu buru, jadi tidak sempat untuk memperbaikinya” Minho pun menutup bukunya dan memperhatikan seragamnya sendiri. Kemejanya kusut, dan dasinya pun tidak terpasang dengan benar. Minho pun segera memperbaiki dasinya dengan membuka ikatan dasi tersebut, namun tiba tiba tangannya terhenti saat tangan Hye Ra menepis tangannya
”Biar aku yang pasang, aku ahlinya soal masang memasang” Hye Ra menyingkirkan tangan Minho, lalu membuka dasi Minho, ia mengangkat kerah baju Minho dan mengalungkan dasi itu kedalam lipatan kerah kemeja Minho
”Hey!aku bisa melakukannya!” sahut Minho mulai panik, tapi Hye Ra tidak menghiraukannya.
”Kau harus memasangnya seperti ini, masukkan kedalam, tarik, dan jadilah seperti ini” dengan lincah Hye Ra memasang dasinya Minho. Minho tampak gugup dan sedikit,,, berdebar?

Author.Pov.END

Choi Minho. Pov
”Ya!Kenapa seragammu acak acakan begitu?” aku berhenti membaca ketika gadis disebelahku itu kembali mengomel. Seragam? Ada apa dengan seragamku? Oh! Aku hampir lupa! Ini pasti penampilan ku yang berantakkan bukan?
ne? Hmm tadi aku terburu buru, jadi tidak sempat untuk memperbaikinya” aku memperhatikan seragamku sejenak, terlintas dipikiranku, kenapa aku berantakan seperti ini? Kemeja kusut, dan dasi yang tidak terpasang dengan rapi. Aku baru ingat, ini pasti  karna aku kemalaman tidur karna belajar dan akhirnya telat bangun tidur.
Tanpa basa basi lagi, aku langsung memperbaiki dasi ku, uhh lumayan susah! Aku bingung kenapa aku tidak becus melakukan ini. Tapi, entah kenapa, tanganku tiba tiba membeku, ini terasa ada sengatan listrik yang baru mengalir.
”Biar aku yang pasang, aku ahlinya soal masang memasang” aku langsung gugup, ketika tangan Hye Ra telah menepis tanganku, ia merebut dasi yang kupakai lalu memasangkannya padaku. Tapi,,,kenapa aku rasa jarakku dengannya sangat dekat? Saat ia mengalungkan dasi itu keleherku, terasa aku tidak punya stok oksigen, nafasku terhenti sejenak ketika melihat wajah Hye Ra yang,,, err begitu cantik?
Ah! Ani! Jangan bepikir yang tidak tidak!
 ”Hey!aku bisa melakukannya!” aku berusaha memberontak, tapi Hye Ra tidak mempedulikannya, aku tidak tahu, kalau saat saat sepertini , wajahku akan jadi panas seperti kepiting rebus.
”Kau harus memasangnya seperti ini, masukkan kedalam, tarik, dan jadilah seperti ini”
Aku membiarkan Hye Ra yang memasangkan dasiku, kupikir, ia juga handal dalam melakukan ini.”nah selesai!” Hye Ra menghentikan aktifitasnya, sepintas ia tersenyum padaku, yang membuatku sedikit berdebar.
”Wah,,aku rasa kau lebih tampan setelah kuperbaiki dasi mu” Deg!, aku tak tahu kalau ini pujian atau apa. Tapi yang jelas ucapan yang ia katakan sungguh membuatku sedikit malu. Aku menatapnya, dengan tampang merah ini aku berani menatapnya?.

Choi Minho.Pov.END

Author. Pov
Hye Ra menatap penampilan Minho dengan kagum, ia rasa penampilan seperti ini lebih bagus dari pada yang ia lihat sebelumnya. Hye Ra tersenyum bangga karna membuat Minho lebih kelihatan,,tampan?
 ”Wah,,aku rasa kau lebih tampan setelah kuperbaiki dasi mu” ucap Hye Ra berseri seri, tapi yang anehnya kenapa Minho menatapnya seperti itu? Dan yang membuat Hye Ra bingung, kenapa wajah Minho jadi memerah seperti itu?
”Ya! Kenapa wajahmu merona seperti itu?” tanya Hye Ra dengan senyum gelinya, lalu ia tertawa melihat Minho mulai panik, dan meraba raba wajahnya yang panas
”Ah! Ani! Lupakan!”
”Hahaha, tapi sungguh! Wajahmu memerah seperti kepiting rebus!”ejek Hye Ra dengan ketawanya.
”hmmm atau jangan jangan,,kau menyukaiku ya?” tebak Hye Ra dengan nada gurauannya. ”Ya! Ani! Jangan asal tebak seperti itu!” bentak Minho yang benar benar malu dan kembali membaca. Sepintas ia merasa berdebar lagi, tapi ia tidak mementingkan itu, ia lebih memilih membaca buku yang tebalnya itu, dan tidak mempedulikan Hye Ra.
”Kau marah? Aku kan hanya bercanda” semprot Hye Ra dengan mulut yang dimanyunkan, ia kembali duduk dibangkunya. Kemudian, terlintas saja dibenakknya untuk mencari Krystal. Hye Ra mengangkat kepalanya dan celingak celingok mencari sosok Krystal. Karna ia tidak kunjung melihat Krystal, Hye Ra langsung bangkit dan mencarinya sendiri. Ia berjalan menuju pintu kelas.
Brak! Tanpa disengaja seseorang menbraknya
”Auh!” rintih Hye Ra sambil menyentuh bahunya yang sakit
”Ya! Hye Ra-ssi!” pekik Minho dari jauh, ia bisa melihat Hye Ra terbentur keras dengan orang itu. Minho pun langsung beranjak dan menghampiri Hye Ra.
”maafkan aku,tadi aku terburu-buru, gwenchanseyo?” orang yang menabrak Hye Ra tadi membungkuk padanya dan mengulurkan tangannya pada Hye Ra.
gwenchana” sahut Hye Ra dengan senyum yang dipaksakan, ia pun  menerima uluran tangan orang itu, lalu bisa berdiri dengan baik. ”Hye Ra ,mianhae” ucap orang itu dengan senyumannya. Hye Ra sedikit terkejut, ia pikir, ia pernah mendengar suara ini.
”Jinki –ssi?” Hye Ra menunjuk namja yang menabraknya itu, Hye Ra langsung terkejut! Karna yang dilihatnya adalah namja idamannya selama ini. Sementara itu , Minho bingung, dengan pemandangan yang didepannya.
mianhae, tadi aku terlalu terburu buru” ucap Jinki, dengan senyum manisnya hingga kedua matanya tak terlihat lagi, ”gwenchana,tapi ngomong ngomong, apa yang membawamu kemari?” tanya Hye Ra penasaran, memang benar Lee Jinki, atau yang dipanggil Jinki tidak sekelas dengan Hye Ra, tapi kelasnya berada disebelah, dan sekelas juga dengan Jonghyun
”Jinki? Kenapa aku baru dengar?” gumam Minho yang seperti patung figuran disana, ia rasa ia tidak dipedulikan oleh kedua orang ini. Tapi entah kenapa, Minho lebih tertarik untuk mendengar pembicaraan mereka.
”Aku hanya ingin bertemu denganmu, oh ya! Sudah lama kita tidak mengobrol seperti dulu, gimana kalau pulang sekolah nanti kita jalan jalan?” ajak Jinki tanpa berbasa basi, lagi lagi ia tersenyum manis kepada Hye Ra, dan membuat Hye Ra hampir melayang karna senyuman yang rupawan itu.
”Baiklah! Aku akan tunggu kau di gerbang sekolah, yaksok?” Hye Ra mengacungkan kelingkingnya pada Jinki, Jinki tersenyum simpul dan membalasnya pula ”yaksok”
”Apa itu? Sangat kekanakan!” sindir Minho didalam hatinya saat melihat kedua insan itu saling janji- janjian. Ia memang tidak bergabung dengan kedua orang yang sedang berbunga bunga itu, tapi ia hanya memperhatikan dari tempat duduknya. Sesekali Minho berdesis kesal melihat kedua orang itu, tampaknya,,Hye Ra menyukai namja yang bernama Jinki itu.
”Baiklah~ aku hanya menyampaikan itu, sampai jumpa nanti!” Jinki melambaikan tangannya dan berpisah dengan Hye Ra. Hye Ra tahu saat ini ia merasa senang karna diajak kencan bersama Jinki! Ini terasa seperti mimpi! – gumam Hye Ra sambil senyam senyum. Tentang Jinki, Jinki adalah siswa yang cukup terkenal di sekolah, sikapnya yang berwibawa, dan juga senyumnya yang sangat rupawan. Tidak sedikit siswi siswi yang lain mengincar dan mengidolakannya, begitu juga dengan Hye Ra. Ditambah Jinki adalah seorang ketua OSIS yang membuat dia makin terkenal dikalangan siswa siswi disekolah.
”Ya! Hye Ra –ah! Aku lihat kau bertemu dengan Jinki tadi ?” tiba tiba Krystal datang menghampiri Hye Ra yang sudah duduk dibangkunya
ne~ dan kau tahu Krystal,,Jinki mengajakku jalan jalan setelah pulang sekolah nanti!!” pekik Hye Ra dengan histeris. Krystal hanya menggelengkan kepalanya karna melihat tingkah kekanakan dari sahabatnya itu. ”Krystal –ah, apa aku harus ganti baju? Apa bagus penampilanku seperti ini saat bertemu dengan Jinki?” tanya Hye Ra heboh sambil memperhatikan seragamnya, dipikirannya ia ingin tampil sempurna di hadapan Jinki
”Ya! Aku sedang membaca! Jangan berisik!” Minho menutup bukunya, sedari tadi ia terganggu dengan tingkah Hye Ra yang kekanakan itu, ditambah suara histerisnya itu yang membuat telinga kita di vonis akan berobat ke dokter THT.
wae? Aku mau senang sendiri! Kenapa kau yang marah sih?” protes Hye Ra tidak terima. “Senang sendiri? Kau tidak ingat apa? Hari ini kau belajar di rumah ku!” sergah Minho dengan tatapan tajam.
Jeongmal? Yasudah, hari ini aku tidak kerumahmu, aku mau kencan dengan Jinki!”  bentak Hye Ra sambil berdecak pinggang
”Tidak bisa! Hari ini kau harus belajar dirumah ku! Aku tahu ini alasanmu agar tidak belajarkan?” tanya Minho sinis
”Ya! Sudah kubilang tidak mau!” sergah Hye Ra dengan suara melengking hingga Minho dan Krystal menutup kedua telinganya . ”Mian,,sepertinya aku tidak mau ikut campur” ucap Krystal hati- hati lalu menghilang diantara dua orang yang sedang berkobar kobar itu.
”Hye Ra-ssi, kau tidak tahu bagaimana nilai matematika mu itu? Jika kau tidak datang nanti, aku tidak akan mengajari mu lagi!” Minho memberi peringatan dan membuat Hye Ra terdiam sejenak.
 Minho tidak tahu, ia jadi tidak senang melihat Hye Ra yang jadi berlebihan karna namja yang bernama Jinki itu. Saat bersama namja itu, sikapnya selalu manis, dan ramah, tapi ketika Hye Ra bersama Minho? Ia malah sering ngomel ngomel dan mengeluh tidak jelas. Didalam benak Minho, ada tersirat untuk membatalkan acara Hye Ra dengan orang itu, ia tidak tahu kenapa ia jadi kesal begini?
”huft! Arraseo! Aku akan kerumah mu nanti, tapi aku tidak membatalkan janjiku pada Jinki, puas?” ucap Hye Ra sisnis dan pura pura tidak menganggap Minho
”Terserah kau!” balas Minho kesal dan kembali membaca bukunya. Tapi beberapa detik kemudian, Minho jadi tidak berkonsentrasi untuk membaca. Tiba tiba saja perasaanya jadi tidak tenang, dan sedikit gelisah.
Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku jadi kesal padanya? – tanya Minho pada dirinya sendiri, ia pun menghembuskan nafas pelan lalu berusaha mengontrol dadanya yang sedikit sesak.
*****
”Kenapa belum datang sih?” Minho melirik jam tangannya dengan kesal, waktu menunjukkan pukul empat sore, tapi Hye Ra belum juga menampakkan batang hidungnya. Hari ini Hye Ra seharusnya kerumah Minho untuk melanjutkan pelajarannya, tapi karna janjinya dengan Jinki membuat Minho gelisah karna belum datang juga.
”Apa kencannya belum siap?” tanya Minho dengan sendirinya, ia menengok kejendela kamarnya dan melihat pemandangan luar yang tidak ada tanda Hye Ra disana. Minho mendengus kesal lalu mengambil ponselnya dan akan mengirim pesan singkat padanya.
Hye Ra, cepat kesini! Kalau tidak aku tidak akan mengajarimu lagi!
Begitulah pesan singkat yang Minho kirim. Minho berpikir sejenak, apa ia berlebihan? Hingga memberi kalimat penekan padanya? Minho bingung kenapa ia jadi tiba tiba gelisah dan terus berprisangka buruk, atau ada sesuatu yang terjadi pada Hye Ra?– pikir Minho yang sudah merasa gusar dan kacau,ia tidak tahu, karna kencannya bersama Jinki itu membuatnya sedikit terganggu dan  tidak suka.
Karna pesan singkatnya belum juga dibalas, dengan malas Minho turun dari kamarnya. Ia berjalan menuruni tangga, dan akhirnya menuju ke ruang keluarga. Ruang keluarga tampak kosong tidak ada orang. Minho merasa sedikit aneh karena tidak satupun manusia yang berkeliaran. Karna tak ada orang Minho beralih menuju ke dapur, ia ingin mengambil sebotol air minum didalam kulkas.
Saat Minho sudah di dapur, tiba tiba matanya membulat sempurna. Ia melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya, tubuh yang tinggi , tegap, dan raut muka keras dan tegas.
”Hyung?” sahut Minho agak terlonjak saat melihat namja yang berkaca mata plus dengan tas yang dipanggulnya
”Minho? Sudah lama tidak bertemu dengamu , saengie ” namja yang dipanggil hyung itu juga terkejut, ia meletakkan segelas air yang ia minum tadi lalu menyambut Minho dengan pelukan penuh rindu.
Ne~ aku juga Kyuhyun hyung, kau tahu? Semenjak kau pergi, aku selalu kesepian karna tidak punya teman main PlayStation lagi” sahut Minho dengan nada penuh rindu dan membalas pelukan dari hyungnya, Kyuhyun .
Cho Kyuhyun ,atau biasa dipanggil Kyuhyun adalah kakak laki laki Minho. Tapi mereka tidak saudara kandung, Kyuhyun adalah anak angkat dari keponakan Ayahnya Minho. Mereka mengangkat Kyuhyun karna ingin menjadikannya menjadi seorang penerus generasi perusahaan Ayahnya Minho. Kyuhyun sendiri 4 tahun lebih tua dari Minho *ngarang -,-*. Mereka sangat dekat layaknya saudara kandung, tapi 4 tahun terakhir ini Kyuhyun harus berpisah dengan Minho dan keluarganya karna melanjutkan perguruan tinggi di Unversitas di Amerika. Hingga kebetulan, hari ini Kyuhyun, hyungnya Minho kembali karna sudah menyelesaikan kuliahnya di Amerika.
”Tapi, kenapa hyung tiba tiba kesini?” tanya Minho dan langsung menyeret hyungnya menuju ke ruang tengah.
”Ada suatu masalah yang ingin keselesaikan disini, lagian kuliahku sudah selesai, jadi aku bisa bebas tinggal di Korea” ucap Kyuhyun sesampai ia tiba di ruang tengah.
”Masalah? Masalah apa hyung? Apa hyung membuat onar di sana lagi?” tanya Minho sembari duduk disebelah hyungnya.
“Bukan, ini menyangkut perusahaan Appa, aku tidak bisa menjadi penerus Appa, aku mau berhenti “ ucap Kyuhyun datar, sontak Minho sangat terkejut! Setaunya penerus perusahaan Appanya itu adalah hyungnya sendiri, tapi kenapa Kyuhyun hyung menolak secara tiba tiba?
Mwo? Apa alasannya hyung? Kenapa mendadak begini?”
”Huft~ alasannya simpel saja, saham Appa sudah menumpuk, dan itupun sudah dibagikan pada aku, kau , eomma, dan nenek, masalahnya timbul dari sisa sisa dari semua saham itu, banyak tangan tangan licik yang ingin mengambil saham itu, oleh karna itu kita harus mencari orang yang akan memegang saham yang tersisa itu” kalimat Kyuhyun terhenti sejenak, ia menghembuskan nafas berat, lalu menatap Minho sejenak.
”Maksud hyung apa? Jadi kita kelebihan saham?” tanya Minho mencoba memahami
”Yah,, kau taulah~ tahun ini perusahaan Appa sangat berjaya, dan tentang saham itu, Appa ingin memberikannya pada cucunya nanti, dan kau tahu apa artinya itu Minho? Aku harus menikah dan mendapatkan keturanan agar bisa memimpin perusahaan Appa” ucap Kyuhyun dengan nada tidak terima
Minho terdiam sejenak, lalu membiarkan hyungnya memberi penjelasannya.
”dan kau tahu apa masalah berikutnya? Aku tidak mau menikah! Apalagi mempunyai keturunan, aku tidak siap Minho-ah!” sergah Kyuhyun.
”Tapi kalau hyung tidak mau, bagaimana dengan nasib perusahaan Appa?” tanya Minho sedikit khawatir
”Nasib perusahaan Appa itu ada ditanganmu!” ucap Kyuhyun seketika, sontak Minho terkejut!
mwo? Maksudnya apa?” Minho jadi agak panik, pikirannya penuh dengan sisi negatif, ia berpikir, jika Kyuhyun hyung tidak menjadi penerus Appanya, Jadi,, yang akan menikah dan mendapatkan keturunan adalah…?
”Ya! Kau ini! Jelas jelas kau lah Minho,, kau yang akan menggantikan Appa!”
mwo?Tapi,,,kalau aku yang mengganti Appa, jadi,, aku harus menikah? Begitu hyung?” tanya Minho yang benar benar panik
”Tentu! Lagian ini juga keputusan nenek. Dan keputasannya itu ; mulai dari bulan ini kau harus menikah, demi perusahaan Appa! Dan yang harus kau tahu, ini tidak bisa diganggu gugat lagi, kau harus benar benar menikah Minho-ah!”
T.B.C
 
Aku rasa bagian akhirnya nanggung dan gak nyambung banget ! -__-

Apalagi part 2 ini,, huhuhuhu aku harap kalian bisa mengerti bagian part ini

23 thoughts on “Secretly Love – Part 2

  1. Whahaha,, knp Hyo mencalonkan diri? Nanti di tabok Lumie lohhh!!

    Errr… Akhirnya ada cast2 baru bermunculan..JinKi, Kyu,
    Taemin ada gak ya?#jiwa Taemints saya kumat
    kkk~

    err… Minho sm Hyera aja deh,, kkk~

  2. eit minho…sprtinya ada tanda2 cinta~
    ahahaha…
    minho disuruh nikah? jgn2 sm hyera?
    eonni, kalo boleh saran, tulisannya jgn mepet2, susah bacanya…

  3. lupa isi usernam -_-,
    eit minho…sprtinya ada tanda2 cinta~
    ahahaha…
    minho disuruh nikah? jgn2 sm hyera?
    eonni, kalo boleh saran, tulisannya jgn mepet2, susah bacanya…

  4. Kayanya Hye Ra gak sepikun aku deh,
    aku pernah lupa bawa tas ke sekolah *parah.. pikun tingkat S3.kukuku
    MinHoo Oppa mau nikah? Diakan masih SMA, eonni!
    And the last word:
    FF Daebak Author Daebak!

    1. Wahh itu kamu parah bgt tuh, ampe lupa bawa tas, gimana klu lupa bawa kepala??hayoo gimna??wkwkwkw *abaikan

      Yah gk apakan nikah dini?? Hahaha
      Satu lagi..waaah pujian kamu bener2yah bikin aku nge fly..hahaha gomawo yahh

      Jangan lupa baca part berikutnya😀

  5. ADA JINKI-KU DISINI…..!!!!
    HAHAHAHAHAHAAA………
    #CAPSLOCK JEBOL

    Dia jadi 2nd guy… gpp, dia memang buatku seorang…#digampar MVP
    Jinki ketua OSIS rupawan dengan senyum yang menawan…
    Jadi pengen balik ke SMA dulu…
    Tp ketua OSISku dulu, jauh dari kriteria2 itu….
    #gak penting!!!

    Oke, ni, konfliknya, Hyera mengagumi Jinki,
    Si dingin Minho udah mulai suka n cemburu,
    si kakak cute Kyuhyun gk mau dipaksa nikah,
    dan yang menggantikan, Minho…!!!!
    hahahahaaaaaa…..
    Mau aku tebak, dia bakal dijodohkan sm Hyera kah??
    Kan mrk sm2 dr kalangan elite,,,

    Duh, gak sabar, pngen ta kelanjutannya…

    #Tarik lengan baju Jinki….
    ##mau ngapain???…..
    #Ngajak maen congklakkk!!!
    (lom minum obat…nih!!!)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s