End

END

Title                 : End

Author             : Jjongthia

Cast                 :

–          Minho (SHINee)

–          Hyejin (Author imagination)

–          Jinki (shinee)

–          Luna (Fx)

Genre              : Romance, Life, sad

Length             : One shot

Rating             : General

Summary         :

Demi perasaan sayangnya dan untuk menjaga hubungan baiknya dengan Minho, hyejin rela untuk terus merasa tersakiti. Apa yang terjadi begitu ia sudah tak bisa memendam semua sakit hatinya itu ? mungkinkah hyejin berani mengambil langkah untuk meninggalkan Minho ?..

AN                  :

Annyeonghaseoyo~.. gomawo chingudeulku yang tercinta yang punya niat buat baca ff saya ene.. ceritanya kepikiran pas lagi bobo siang.. hehe. Awalnya mau pake Key tapi pas lagi berimajinasi malah yang muncul wajahnya abang Minho. Jadi silahka menikmati..

Jangan lupa komentnya yah chingu 😉

Hyejin sedang duduk manis didalam sebuah restoran. Ia tidak henti-hentinya mengecek handphone dan jam tangannya. Tidak ada telepon ataupun sms masuk pada handphonenya. Waktu juga sudah menunjukan pukul 9 malam. Itu sudah lewat 2 jam dari waktu yang ditentukan, tapi namja yang ia tunggu-tunggu masih belum juga menampakan batang hidungnya.

Tak lama kemudian handphone hyejin berdering menandakan ada panggilan masuk. Dengan semangat hyejin segera mengangkat teleponnya.

“hallo oppa, kau sudah ada dimana ?” tanya hyejin tergesa-gesa

(hyejin. Oppa minta maaf, sekarang oppa tidak bisa datang. Bisakah kita tunda lain waktu ?)

“ohh .. baiklah. kurasa tidak tertolong lagi, oppa orangnya memang super sibuk”

(oppa minta maaf yah)

“ne. tidak apa-apa. Jaga dirimu oppa” hyejin mengakhiri pembicaraannya ditelepone.

***

Sesekali hyejin mendesah. Uap yang seperti asap keluar dari mulutnya disaat ia mendesah. Menandakan bahwa cuaca malam dikota Seoul yang sangat dingin. Kakinya yang mulai lecet karena terlalu lama menggunakan high heels. Juga bokongnya yang mulai keram karena terlalu lama duduk.

Bukan menderita melainkan kecewa yang sedang ia rasakan. Kecewa karena tidak bisa bertemu dengan namjachingunya yang tersayang Minho. Hyejin menarik nafas panjang mencoba menghapus kekecwaannya. Ia mengedarkan pandangannya dan tidak sengaja menangkap sosok seorang namja yang sangat ngin dijumpainya..

“oppa.. kenapa oppa bisa ada disini..”

Hyejin mencoba berlari mendapati Minho namun kakinya semakin sakit begitu ia mencoba berlari. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain memanggil nama Minho

“Oppa! Minho oppa!..” hyejin berteriak sekuat tenaga namun suasana ramai malam itu menutupi suaranya.

Tak lama kemudian seorang yeoja berlari menghampiri Minho. Yeoja tersebut segera memeluk Minho dan menciumnya tepat didepan mata hyejin. Keduanya kemudian naik kedalam taksi dan berlalu.

***

“HUUUAAHHHH!!!!.. oppa.. wae oppa ? wae ?” isak hyejin sambil mengambil tisu dari kotak yang ada dihadapannya.

“ya! Kalau kau begini terus, semua tissue ku bisa habis. Sudah hampir 2 kotak yang kau habiskan. Apa kau tidak lelah ?” tegur Luna sahabat hyejin

“tenang saja. Akan kuganti semuanya berkali-kali lipat”

“bukan itu. Maksudku berhentilah bersikap seperti ini hyejin-ah, kau seperti bayi yang diambil susunya saja”

“Luna. Bagaimana perasaanmu jika melihat Jinki (pacar Luna) berciuman dengan yeoja lain tepat dihadapanmu ?”

“itu artinya dia sudah menandatangani surat resmi kematiannya”

“tuh benarkan ? kau saja sakit hati. Apalagi aku ? HUAHHHHH!!!!” hyejin melanjutkan tangisannya

“hei.. kalau kau menangis terus, kau akan menjadi jelek dan Minho oppa akan benar-benar meninggalkanmu”

“HHUUUAAHHH!!!” hyejin semakin memperkeras tangisannya

“Ya! Berhentilah bersikap anak-anak hyejin. Kapan kau mau dewasa ?” luna mencoba merebut kotak tissue dihadapan hyejin namun hyejin menahannya. Keduanya kemudian memulai aksi merebut kotak tissue

“heii..heii berhentilah kalian berdua. Luna seharusnya kau menasehati hyejin dengan cara yang lebih lembut. Kau inikan sahabatnya” lerai Jinki

“baiklah big boss. Silahkan kau saja yang menenangkan anak yang belum dewasa ini”

“Hyejin-ah,, kau harus mengontrol emosimu. Jangan sia-siaka tenagamu seperti ini. tanyakanlah baik-baik pada Minho besok. Arra ?”

“sebaiknya kau putuskan saja namja itu”

“Luna jaga mulutmu”

“hyejin, aku sudah lama mengenalmu. Aku juga sudah tahu bagaimana hubunganmu dengan Minho sunbae, keunde ini bukan kali pertamanya dia membuatmu sakit hatikan ? apa kau mau terus-terusan seperti ini ? sebaiknya kau putuskan saja sunbae, dan cari namja yang lebih baik yang tidak akan membuatmu menangis lagi. Ini saranku sebagai sahabatmu” ucap Luna sebelum akhirnya keluar meninggalkan Jinki sendirian bersama dengan hyejin

“oppa ottokhae ?” tanya hyejin sambil terisak pada Jinki

“kurasa Luna ada benarnya juga. Dia mengatakan hal itu karena ia tidak ingin melihatmu terluka hyejin. Ia menyayangimu. Tapi tetap saja, semua keputusan ada pada tanganmu. Jangan terlambat dalam mengambil keputusan tersebut sebelum kau menyesalinya..” jinki membelai lembut kepala hyejin.

***

Apartement Minho

Drtt..drtt.. satu panggilan masuk

“hallo ?”

(oppa ini aku, Hyejin. Apa besok kau sibuk ?)

“ahh besok aku sudah mempunyai rencana”

(kalau begitu batalkan rencana itu. Sekali ini saja oppa, luangkan waktumu untuk bertemu dengaku)

“baiklah” jawab Minho sedikit kaget karena ini merupakan kali pertamanya hyejin berbicara tegas dengannya

(aku tunggu kau besok oppa)

***

Keesokan harinya

“kenapa tempat bertemunya disini ?” tanya Minho begitu ia sampai ditempat perjanjiannya dengan Hyejin. Didepan gerbang sekolah mereka dulu

“ini merupakan tempat yang penting bagiku. Apa oppa ingat, dulu aku menyatakan perasaanku pada oppa disini dan oppa menerimanya. makanya disini sangat special bagiku”

“ne.ne oppa tahu. Bagaimana kalau kita ketempat lain saja ?”

“oppa tidak mengerti yah ? ini merupakan tempat yang berharga bagiku makanya aku ingin membicarakan hal yang penting disini”

“kau ini kenapa hyejin-ah ? kenapa tingkahmu aneh sekali. Ini pertama kalinya kau melawanku”

“oppa. Waktu oppa menerima pernyataanku, apa oppa mencintaiku ?”

“tentu saja”

“oppa jangan berbohong. Kumohon oppa, jujurlah padaku”

“hyejin.. jangan begini”

“oppa.. mari kita hentikan sampai disini saja. Tentang hubungan kita.. tentang semuanya. Semuanya sampai disini saja”

“hyejin kenapa tiba-tiba ?”

“bukan karena aku membenci oppa. Oppa tahu aku sangat menyayangi oppa, hanya saja aku tidak ingin memonopoli oppa untuk diriku sendiri. Kita putus karena oppa tidak mempunyai perasaan apapun padaku”

Ucapan hyejin membekap minho menjadi diam seribu bahasa. Ia tidak bisa mengeluarkan sepetah katapun selain hanya diam menatap hyejin yang sedang berbicara.

“oppa.. saranghae..” hyejin segera memeluk dalam Minho kemudian melepaskannya

“hari ini hubungan kita resmi hanya berteman saja. Deal sunbae ?” hyejin mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Minho. Begitu selesai berjabat tangan, hyejin segera pergi meninggalkan Minho yang masih terdiam ditempatnya.

Minho POV

Kenapa ??

Kenapa baru sekarang ?

Kenapa baru sekarang aku menyadarinya ?

Begitu yeoja itu pergi meninggalkanku. Yang kulakukan hanya menatapnya yang mulai tenggelam diujung jalan..

Sakit. Sesak hati ini membuatku sulit untuk bernafas..

Dia selalu mengikutiku, dia selalu ada untukku. Tapi kenapa dia pergi ??

Terlambat..

Terlalu terlambat aku menyadarinya..

Waktu itu, aku menerimanya karena..

Aku memang mencintainya..

FIN

idF �ah����ght:150%; tab-stops:193.5pt;background:white;vertical-align:baseline’>“Taemin-ah. Waktuku tidak akan lama lagi. Kumohon,” lirih Minho yang tanpa disadarinya, setetes air mata keluar dari salah satu pelupuk matanya. Ia tahu sekarang bukan saat yang tepat untuk meminta sahabat-sahabatnya untuk menggantikan posisinya tapi ia sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.

“Kami tidak akan menggantikan posisimu tapi kami tetap akan melindungi mereka, menjaga mereka, menemani mereka. Kami tidak akan dan tidak pernah mau menggantikan posisimu. Hanya kau yang pantas berada di posisi itu. Hanya kau seorang,” ujar Krystal sembari tersenyum getir. Dadanya begitu sesak seolah bumi menghimpitnya. Ia tahu ini terlalu berlebihan tapi yang namanya perasaan tidak akan ada yang bisa mengontrolnya.

Gomawo! Aku tidak tahu harus mengucapkan apa lagi pada kalian semua. Kalian yang selalu menjadi penyemangatku ketika aku hampir sekarat. Kalian yang membangun kesadaranku. Kalian yang telah menjadi penyandarku selama ini. Jeongmal gomawoyo!”

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, Minho­-ah. Kau yang selama ini mengajarkan kami tentang pentingnya hidup ini,” ujar Sulli yang kembali menahan tangisannya.

Minho tidak membalas pernyataan Sulli namun dengan perlahan, ia memenjamkan kedua matanya. Ia tersenyum begitu damai. Wajahnya begitu tenang. Ia – Minho telah menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan semua yang sudah pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Tubuh Taemin merosot ke bawah seiring dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Minho yang kini menjadi dingin. Ia menangis tersedu-sedu, mengingat kembali kenang-kenangan yang pernah dilewatinya bersama Minho. “Bangunlah Minho-ya! Kenapa kau tega meninggalkan kami semua? Apakah kau tidak tahu kami masih belum siap untuk ditinggalkan? Minho-ah! Choi Minho! Apa kau tidak mendengar kata-kataku? Cepatlah bangun! Atau kau harus menanggung akibatnya!” Taemin mengguncang-guncang tubuh Minho yang sudah tidak bergerak itu.

Sulli menghampiri Taemin. Ia berjongkok di hadapan Taemin dan kemudian memeluk tubuh Taemin dengan erat. Taemin membalas pelukannya dengan erat. Mereka saling menumpahkan segala perasaan mereka dalam bentuk pelukan. Sulli terisak begitu juga dengan Taemin.

Tubuh Krystal juga merosot ke bawah. Ia menangis dalam keheningan namun sedetik setelah Sehun dan Victoria yang memeluk tubuhnya, ia terisak dengan kedua tangan yang melingkar tubuh Sehun dan Victoria. Mereka terisak dalam pelukan ini.

Para hadirin bangkit dari duduknya untuk memberi hormat terakhir pada Minho begitu juga dengan kedua orang tua Sehun dan Victoria yang berada di panggung. Diam-diam mereka semua terharu atas apa yang sudah dilakukan oleh Minho. Perjuangan Minho akhirnya membuahkan hasil. Minho telah berhasil.

-*Qiink Yheoh*-

 

“Terus kenapa dia menutupi kemampuannya dari kita semua?” tanya Taemin.

“Alasan yang sangat sederhana. Dia tidak ingin orang-orang yang berada di sekitarnya selalu membangga-banggakannya dan memujinya. Itu hanya membuat namanya selalu dikenang,” jawab Krystal.

“Dan sekarang dia sudah berubah pikiran?”

Krystal menganggukkan kepalanya. “Betul sekali. Sekarang dia ingin semua orang mengingat namanya dan dia juga ingin membawa sebuah keajaiban untuk sekolah ini dan juga anak-anak yang menderita kanker seperti dirinya.”

-*Qiink Yheoh*-

Hyung, terima kasih untuk membawa orang tuaku kembali padaku. Kaulah yang menciptakan sebuahn keajaiban untukku. Walaupun hidupku juga akan berakhir seperti hyung, tapi aku  tidak akan menyesal lagi. Aku tidak akan merasa takut lagi. – Oh Sehun

Terima kasih, oppa! Terima kasih untuk membawa sebuah keajaiban untukku. Di saat terakhir seperti ini, aku masih bisa mendapatkan kembali kasih sayang dari orang tua. Jika tidak ada oppa yang selalu memberiku semangat di sampingku, aku sudah tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku tidak akan lagi menyia-nyiakan waktu-waktu berhargaku. Aku ingin seperti oppa. – Victoria

Kau telah berhasil membuat mereka selalu mengenang namamu. Kau telah menjadi sosok seorang pahlawan untuk kami semua. Bukan hanya itu, kau juga telah berhasil membuat para guru bangga padamu. Mengharumkan nama sekolah kita. Kau telah berhasil meraih juara pertama di tingkat nasional. Aku juga bangga padamu, saudaraku. – Krystal Jung

Waktu yang singkat tidak menjadi masalah bagiku. Buktinya kita menjadi sahabat hanya dalam hitungan bulan, bukan? Kaulah yang membuat kedua mataku terbuka dengan lebar. Di mana ada pertemuan, di situlah ada perpisahan. Perpisahan tidak berarti lupa namun perpisahan berarti diingat. Kami akan selalu mengingatmu. Terima kasih untuk semua ini.  – Choi Sulli

Ternyata benar apa yang sering diucapkan oleh Krystal, tidak ada yang tidak mungkin. Asal memiliki tekad, memiliki niat maka segala sesuatu yang tidak mungkin juga akan terjadi. Mungkin inilah yang disebut dengan keajaiban. Kau tahu, aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan bahkan guru-guru yang di sekolah juga memujiku. Ini semua berkat usahamu. Kau yang tidak pernah lelah untuk menjawab pertanyaanku. Terima kasih Minho-ah. Kau sahabat terbaikku! – Lee Taemin

 

The End

Halloha! Berhubung ini adalah part terakhir, jadi silahkan keluarkan unek-uneknya ya? Saran dan Komentar nya , aku tunggu loh ^^ Aku akan terima dengan senang hati ^^

Ingin berkenalan denganku? Silahkan difollow twitterku saja ^^ @QiinkYheoh

Kunjungi WP ku juga boleh ^^ Qiinkyheoh.wordpress.com

Dadahhh semuanya , sampai jumpa di FF berikutnya ^^

=’colf�lc�f�0�mecolor:text1′>Sulli melirik kearah Taemin dan mengedipkan sebelah matanya. “Benarkah? Kalaupun begitu, biarkan kami menunggunya di sini, kau tidak keberatan bukan?” Taemin tersenyum penuh arti. Mereka berdua kemudian berjalan ke arah salah satu bangku kursi yang ada di ruangan tersebut dan mendudukinya.

-*Qiink Yheoh*-

“Ada apa, Krystal-ah?” tanya Sulli setelah menekan tombol hijau pada ponselnya. Taemin melirik Sulli meminta jawaban.

“Minho.. Minho..”

“Minho kenapa? Kau tenang dulu, baru jelaskan apa yang terjadi padanya.”

Terdengar jelas hembusan berat dari seberang. “Minho, dia masuk rumah sakit lagi. Tadi saat sedang bertemu dengan Tuan Song, tiba-tiba sakit kepalanya kambuh lagi dan pingsan. Sekarang, dokter sedang memberikan pertolongan padanya, kalian cepatl datang,” jelas Krystal dengan suara yang serak. Sepertinya, ia barusan menangis.

Sulli buru-buru memutuskan teleponnya dan menarik Taemin untuk keluar dari ruangan Tuan Oh. Namun sebelum mereka membuka pintu, Tuan Oh menghentikan langkah mereka. “Ada apa dengan Choi Minho?” tanyanya.

Sulli melirik Tuan Oh dengan tatapan kecewa, marah sekaligus sedih. “Minho, dia juga seperti anakmu, Tuan Oh. Namun orang tuanya tidak sepertimu, kau tahu? Dia berusaha menyempatkan dirinya untuk menemani Sehun dan anak-anak lainnya yang juga sepertinya. Mereka masih bisa tertawa walaupun nyatanya mereka menderita penakit ganas yang sewaktu-waktu akan membawa mereka pergi dari sini dan mereka masih bisa saling menyanyangi walaupun mereka tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka. Dan kini, di saat daya tubuh Minho yang semakin melemah, dia masih…” Sulli tidak lagi melanjutkan kata-katanya karena air mata yang sedari tadi ditahannya kini keluar membentuk isakkan kecil. Taemin segera memeluknya dan menenangkannya di dalam pelukannya.

“Kau tahu, Tuan Oh, Minho masih ingin membuat keajaiban untuk mereka di sisa-sisa waktunya. Dia ingin melihat anak-anak itu tertawa dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua lagi. Apa itu salah, Tuan Oh? Sehun itu anakmu bukan? Waktunya tidak akan lama lagi Tuan Oh, kenapa kalian tidak memberikan kasih sayang yang lebih kepadanya? Sehun bukan anak yatim, dia juga ingin seperti anak-anak yang lain yang bermain diluar, tertawa bersama sahabat-sahabatnya serta keluarganya. Apakah harapan kecil dari anak-anak sepertinya juga tidak dapat dikabulkan? Pikirkan itu baik-baik, Tuan Oh, kami permisi,” timpal Taemin yang masih memeluk Sulli, kemudian mereka berdua segera keluar dari ruangan Tuan Oh dan mengunjungi Minho yang masih berada di ruang Unit Gawat Darurat.

Mereka hanya dapat berdoa dalam hati supaya Minho dapat melewati masa-masa kritis dan melihat keajaiban yang dibuatnya sendiri. Minho telah berkoban untuk mereka. Namanya akan terus dikenang. Choi Minho, sang pahlawan yang berhasil meluluhkan hati Tuan Oh dan Tuan Song.

-*Qiink Yheoh*-

“Kalian masih gugup?” tanya Krystal sembari menatap anak-anak yang berada di ruang tunggu satu per satu. Anak-anak yang lain hanya mengangguk-angguk. Lain dengan Sehun dan Victoria yang terlihat biasa-biasa saja. Krystal berjalan menghampiri mereka. Tangannya terulur untuk menepuk punggung mereka. “Tunjukkan kemampuan kalian pada semua orang yang telah hadir di sini, tunjukkan kalau anak-anak seperti kalian juga patut dibanggakan.”

Sehun menatap Krystal dengan pandangan yang sulit diartikan. Kemudian ia menghela napas dan membuang muka. “Noona, apakah Minho hyung akan datang?” tanya Sehun tanpa memandang Krystal.

“Iya eonnie, Minho oppa akan datang bukan? Kami berharap dia akan datang. Bagaimanapun dialah yang mendorong kami untuk menunjukkan bakat kami di hadapan banyak orang, dia adalah guru kami, malaikat kami,” timpal anak-anak yang lain. Victoria bersama yang lain hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Apakah kalian percaya akan keajaiban?” tanya Sulli yang tahu-tahu sudah berada di antara mereka. “Percayalah, hari ini akan terjadi banyak keajaiban. So, anak-anak, mari kita siap-siap. Acara akan dimulai sebentar lagi,” lanjutnya dengan nada yang antusias.

-*Qiink Yheoh*-

TBC! RCL!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “End”

  1. akhirnya minho nyesel deh. Oh ya thor, sedikit koreksi menurut ku bersikap anak-anak lebih baik diganti jadi bersikap kekanakan.

  2. fanficnya kok kecampur ya? kayak bibimbap aja tuh. wkwkwkwk. ceritanya bagus tuh. cuma masih gantung. padahal mungkin kalo dilanjut bisa lebih bagus lagi. hehehe

  3. Idenya udah baguuuus. Coba dikembangin lagi, mungkin buat dulu si Minhonya biar dibejek-bejek(?) *dibejek duluan sama Minho* pasti tambah bagus.

    Dan yes mampus loh Minho nyesel selalu belakangan kan huakakah #duagh
    Keep writing yaaaa XD

  4. hahahahahahaaaaaaaaaa…
    Ngakak bca comment para reader…
    Q sendiri jg bingung np ff nya jdi di campur ma ff miracle..??

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s