Secret Wish – Part 10

Title                 : Secret Wish Chapter 10

Author              :Azumi Aozora  and Kunang-Kunang

Main Cast         : Kim Mi Young, Kim Min Ah, Lee Tae Min, Jo Kwang Min, Jo Young Min

Support Cast    :Yang Seung ho, Choi Min ho dll

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship,

Rating              : PG-15

Summary        : Kim Mi Young dan Kim Min Ah adalah 2 yeoja yang jadi idola di Anyang High School. Mereka berdua sama-sama cantik dan berprestasi, tapi dalam diri mereka, mereka tidak puas dengan keadaan diri mereka. Min Ah dan Mi Young terlihat saling membenci satu sama lain, tapi dalam lubuk hati mereka sebenarnya mereka iri dan ingin bertukar posisi. Bagaimana kalau keinginan mereka terkabul? Check out! ^,^

Ten Secret by Azumi Aozora

====== Tae Min POV ======

Aku menatap langit. Bulan purnama bersinar dengan terangnya. Aku berdiri di atas atap sebuah rumah tingkat 2 di samping rumah Min Ah. Angin dingin menusuk tulangku. Bagian bawah coat hitam panjang yang kukenakan berkibar terkena hembusan angin. Sekilas, aku merasa Mi Young menatap ke arahku, lalu ia kembali menatap Kwang Min yang berdiri di bawah balkon kamar.

Di bawah sana, di dekat kolam renang, lampu-lampu kecil yang membentuk tulisan “I Love You” membuat mataku sakit. Kwang Min juga memperlihatkan kertas-kertas bertuliskan kata-kata pernyataan cinta. Kwang Min menyatakan cintanya pada Mi Young. Sama seperti ribuan tahun lalu. Dan aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Gumpalan awan hitam menutupi bulan yang bersinar benderang. Aku memegangi dadaku yang terasa sesak. Salah satu sayapku akan patah. Aku tahu. Bunga lily-ku.

“SUDAH KUBILANG AKU MEMILIH TAE MIN OPPA!”

BRAKKK.

Aku terkejut saat melihat Mi Young membanting jendela kamar, lalu berbaring menelungkup di atas tempat tidurnya. Bisa kulihat ekspresi Kwang Min yang terlihat sedih. Kwang Min tetap berdiri di tempatnya semula. Menatap ke atas. Tapi aku tahu, ia tidak bisa melihat apa-apa setelah Mi Young menutup jendelanya. Berbeda denganku, meskipun jarak-ku berdiri sangat jauh, tapi aku bisa melihat apa yang sedang Mi Young lakukan.

Menangis. Hanya itu yang gadis itu lakukan.

Hhhhhhh…, aku menghela nafas panjang. Mi Young berkata …. Ia memilihku? Benarkah? Lalu mengapa ia menangis?!

Jo Kwang Min! Aku harus melenyapkan namja itu! Mi Young pasti menangis karena merasa bersalah pada sahabat-nya itu. Bersalah karena ia lebih memilihku dibanding sahabatnya. Benarkah? Apakah Mi Young benar-benar memilihku? Ya, ia berkata begitu. Tapi bagaimana dengan hatinya? Aku tidak bisa membaca hati.

Seharusnya… sejak dulu kuhancurkan saja si kembar itu dengan tanganku sendiri, sehingga siklus hidup yang menyakitkan  ini akan berakhir.

“Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Pangeran?” tiba-tiba saja seorang pria bertubuh tegap sudah berdiri di sampingku. Aku tidak bisa merasakan aroma jiwa pria itu. Padahal ia sudah berada tepat di sampingku.

Aku mengepalkan kedua tanganku dengan geram. “Kau tidak perlu ikut campur, Seung Ho!”

“Hahahaha..” Seung Ho tertawa. Meremehkan.

Seung Ho mendekatkan wajahnya padaku, lalu berkata pelan. “Kau yakin tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti di masa lalu, Pangeran? Ayolah.., kau tahu bagaimana cara mengakhiri semua ini.” Seung Ho menatap langit. “Kau mau tahu mengapa semua ini terulang?” Seung Ho menatapku sambil menahan senyum.

Aku hanya menatapnya tanpa ekspresi.

“Kakak tiri-mu. Pangeran Min Ho. Dia-lah yang melenyapkan kedua bidadari-mu, Pangeran. Karena dialah…, kau harus kembali merasakan semua penderitaan ini.” Seung Ho menatapku tajam. Kedua bola mata-nya berubah merah.

Seung Ho mendekatkan wajahnya ke telingaku. “Kau harus melenyapkan mereka semua dengan tanganmu sendiri, Pangeran. Putuskan siklus menyakitkan itu. Lenyapkan kedua putri, kedua pengawal, dan juga…. Pangeran Min Ho.” Seung Ho tersenyum. Ia membungkukkan badannya agak lama. Memberi hormat.

Seung Ho mundur beberapa langkah, namun ia berhenti sebentar. “Aaah.., jangan berpikir bila kedua putri tidak kau lenyapkan… maka semuanya akan berakhir. Ingat kata-kataku, Pangeran. Semua penderitaanmu akan berakhir bila mereka berlima lenyap selama-lamanya. Dengan tanganmu sendiri. Kuharap kau tidak lupa itu, Pangeran. Tentu kau tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali, bukan?” Seung Ho tersenyum miring. “Selamat malam, Pangeran.” Seung Ho membungkuk sekali lagi, kemudian lenyap.

Aku memejamkan kedua mataku. Ingatan-ingatan masa lalu kembali merasuki otak-ku. Rasanya seperti ditusuk ribuan paku tajam.

======= End of Tae Min POV==========

== Min Ah POV ==

Aku menatap sebuah peti mati putih. Perlahan, aku mendekati peti itu, sesosok tubuh berbalut jubah perang, dengan kedua tangan memegang sebilah pedang di  atas dada-nya.

Aku menjulurkan tanganku yang bergetar, menyentuh pipi dingin tubuh itu. Perlahan, aku membelai rambutnya yang pirang. Sebisa mungkin menatap wajahnya tanpa berkedip. Wajah damai inilah yang akan kuingat seumur hidupku.

Air mata menutupi pandanganku. Aku berlutut, membungkuk ke atas peti, bibir-ku menyentuh bibir beku tubuh itu. Ia tidak akan terbangun. Aku tahu.

“Aku mencintaimu, Young Min.” bisikku.

“Dia sudah mati.” Ujar seseorang. Aku menoleh ke samping. Pangeran Min Ho berdiri di sampingku. Aku menengadah menatap tubuh jangkung-nya.

“Begitu pula denganku. Aku sudah mati.” Kataku pelan.

“Hahahaha…” Pangeran Min Ho tertawa terbahak-bahak. Ia berjongkok, menatapku, perlahan menyelipkan helaian rambut ke balik telingaku. “Tidak akan terasa sakit.., aku akan membuatmu bertemu lagi dengan pengawal itu.” Bisik Pangeran Min Ho. “Kalau kau mati.., iblis itu juga akan ikut mati.” Min Ho tersenyum.

Mimpi.

Aku terbangun di tengah malam. Keringat bercucuran dari dahiku.

Bukan mimpi. Ternyata itu adalah masa laluku. Ribuan tahun lalu, di negeri Saphire. Kini aku sadar, semua mimpi buruk yang kualami sejak dulu bukan hanya sekedar mimpi. Semua itu nyata. Pernah terjadi.

Aku mengusap air mata yang tiba-tiba saja mengalir di pipiku. Lama-lama tangisan-ku semakin keras.

Apa yang harus kulakukan? Orang-orang yang kucintai berada dalam bahaya. Lagi.

Mi Young.., Young Min.., Kwang Min.., dan… Pangeran Tae Min. Mereka semua dalam bahaya. Apa yang harus kulakukan?

==== End of Min Ah POV ===

=== Tae Min POV ===

Aku menekan kaca jendela terlalu keras. Retakan kecil mulai muncul di sekitar kaca. Aku menghembuskan nafas lega saat melihat Mi Young bernafas teratur dalam tidurnya. Apa yang kupikirkan barusan?! Aku berpikir Mi Young Mati. Aku takut Mi Young mati. Aku takut Mi Young dan Min Ah pergi dariku.

Dulu, saat kedua pengawal kembar itu mati, Mi Young dan Min Ah ikut mati. Bunuh diri. Semua itu karenaku. Akulah yang membunuh kedua pengawal kembar itu. Kupikir.., kalau pengawal-pengawal itu mati, maka Mi Young dan Min Ah akan bersamaku. Tapi kenyataannya.., mereka malah pergi dariku.

Aku memejamkan mataku. Seung Ho bilang… Min Ho yang melenyapkan mereka semua di masa lalu. Tapi ingatan-ku mengatakan.., akulah yang membunuh pengawal kembar itu. Akulah penyebab kedua putri bunuh diri. Kedua putri lebih memilih membunuh diri mereka sendiri daripada melihat orang yang mereka cintai mati.

Daripada berada di sisiku, mereka lebih memilih mati.

Kalau sekarang aku melenyapkan si kembar…, akankah kejadian itu terulang kembali?

Lalu.., apa yang harus kulakukan? Haruskah aku melenyapkan mereka semua? Seperti yang Seung Ho katakan?

Tapi apa gunanya? Apa gunanya aku hidup bila Min Ah dan Mi Young tidak ada di dunia ini?!

Aku hanya perlu melenyapkan si kembar dan juga kakak tiriku, Min Ho. Aku hanya perlu membuat Min Ah dan Mi Young tetap hidup. Aku tidak akan membiarkan mereka bunuh diri, dan aku tidak akan membiarkan mereka tahu apa yang akan kulakukan pada si kembar.

==== End of Tae Min POV ====

=== Min Ah POV ===

Hari ini Mi Young tidak masuk sekolah. Tadi pagi ia menelepon-ku, katanya ia sakit demam. Padahal hari ini hari ulang tahun-nya. Aku berjanji akan menjenguknya sepulang sekolah nanti, sekaligus memberikan kado-kado yang kuterima dari ayah Mi Young, dari kakak Mi Young, dan juga kado dariku.

Kakak Mi Young tidak jadi datang ke Seoul, karena tiba-tiba saja ia harus ikut konferensi pers dadakan di Tokyo bersama teman-teman band-nya, mengenai rangkaian konser Asia.

Kakak Mi Young mengirimkan sebuah kado besar, lewat paket kilat. Aku tidak membuka-nya. Aku tidak membuka kado-kado yang keluarga Mi Young berikan padaku. Karena aku bukan Mi Young.

Hhhh.., aku ingin segera kembali ke tubuhku. Meskipun kehidupanku dulu menyebalkan.., harus selalu belajar musik… dan musik, tapi ini bukan tubuhku. Ini bukan kehidupanku. Jong Hyun bukan kakak-ku. Dan dokter Kim bukan ayahku.

“Kau mau ikut kemping hari sabtu nanti?” tanya Kwang Min. Aku bisa melihat ada lingkaran hitam di bawah kelopak matanya.

Hari sabtu dan minggu ini sekolah kami akan mengadakan kemping di pegunungan. Sudah lama juga aku tidak berkemah. Terakhir kali aku berkemah.., saat kelas 1 junior high. Bersama Young Min.

“Min Ah sakit.” Kataku.

Kedua mata Kwang Min membelalak. Aku tahu, Kwang Min sebenarnya sudah tahu aku adalah Min Ah yang berada dalam tubuh Mi Young. Walaupun ia sudah tahu, tapi aku tetap memanggil Mi Young dengan nama Min Ah. Kita tidak akan pernah tahu.., ada berapa banyak mata-mata Pangeran Min Ho di sini.

Aku kesal sekali saat mengetahui Pangeran Min Ho menjadi guru baru di sekolah ini. Aku tahu apa yang ia inginkan. Sama seperti dulu. Tujuannya hanya satu. Membuat Pangeran Tae Min menderita.

Kini, setelah aku mendapatkan semua ingatanku, aku jadi menatap dunia ini dengan cara yang berbeda. Kini aku bukanlah Kim Min Ah si gadis bodoh yang membenci kehidupannya sendiri, sehingga senang sekali saat bisa bertukar tubuh dan bertukar kehidupan dengan Mi Young. Aku bukan Kim Min Ah yang dulu. Sekarang aku punya tujuan.

Aku harus melindungi orang-orang di sekitarku. Meskipun tidak yakin, aku berusaha percaya, pasti ada maksudnya mengapa aku dan Mi Young bertukar tubuh. Bukan hanya karena keinginan bodoh kami. Tapi ada hal lain. Sesuatu hal yang akan membuat kehidupan kami di dunia ini berbeda dengan di dunia Saphire dulu.

“Aku akan menjenguknya pulang sekolah nanti. Kau mau ikut?” tanyaku pada Kwang Min. Kwang Min hanya terdiam. Aku tahu, sesuatu pasti terjadi pada Kwang Min dan Mi Young semalam. Aku sudah bisa menduga apa yang Mi Young lakukan semalam. Mi Young sudah mengingat masa lalu-nya. Ia terlalu syok, dan kini ia lebih memilih diam di rumah daripada pergi ke sekolah.

Aku meletakkan tanganku di pundak Kwang Min. Kwang Min menatapku. “Apa yang kau dengar.., belum tentu apa yang sebenarnya.” Aku tersenyum, menyemangati Kwang Min. Mi Young pasti akan melindungi Kwang Min, Aku, Young Min, dan Pangeran Tae Min. Sama seperti yang akan kulakukan.

“Aaahhh.., alangkah bagusnya kalau kau bisa mengingat sama sepertiku. Young Min juga…seandainya ia ingat…” tatapan mataku melembut saat melihat Young Min melintas di depan kelasku. Si pirang itu sama sekali tidak melirik ke kelas kami. Huh! Dasar!

Kwang Min tersenyum. “Terima kasih..” katanya tulus. Aku balas tersenyum sambil mengangkat bahu. “Tapi.., ingatan apa yang kau maksud?” tanya Kwang Min.

“Eh.., bukan apa-apa. Hehehe…” aku tersenyum canggung. Kwang Min menatapku curiga.

Hhhhh.., mungkin Kwang Min dan Young Min tidak punya ingatan itu. Mereka manusia. Mereka tidak akan ingat.

“Aku ke toilet dulu.” Kataku pada Kwang Min. Sebenarnya ini kebiasaan Mi Young, yang selalu bilang ke manapun ia mau pergi pada Kwang Min. Entah kenapa kini jadi kebiasaanku juga.

“Eh?” aku terkejut melihat Young Min berdiri di samping pintu masuk kelasku. Young Min juga tampak terkejut melihatku. “Sedang apa kau di sini?” tanyaku.

“Aku…aku cuma lewat.” Kata Young Min. Angkuh.

Aku mendengus. Dia pikir aku tidak melihatnya lewat kelasku sejak tadi ya?! Jadi sejak lewat tadi dia hanya diam di sini terus?!

“Kau mau menemuiku ya?” tanyaku.

“Cih! Siapa?” Young Min tersenyum mengejek.

Aku balas tersenyum mengejek. “Bagus kalau bukan.”

Aku memasang ekspresi khas-ku kalau sedang sebal. “Jauh-jauh dariku… Jo Young Min!” kataku dengan nadaku yang biasa. Sejak dulu, bila aku kesal pada Young Min, aku akan bicara padanya dengan nada cuek dan ekpresi mati di wajahku.

Young Min terkejut. Aku tahu dia sudah menyadari semuanya. Sama seperti Kwang Min.

Aku membalikkan badanku. Ya. Jauh-jauh dariku, supaya kau bisa tetap hidup, Young Min.

Aku terus berjalan menuju toilet, tanpa menengok ke belakang.

“Min Ah…” tanpa menoleh pun aku tahu siapa yang memanggilku. Salah satu orang yang sangat kusayangi. Sejak dulu…, bahkan setelah ribuan tahun berlalu, setelah siklus kehidupan berganti, anehnya aku tetap menyayangi dan mencintai orang-orang yang sama. Orang-orang ini selalu menjadi yang terpenting dalam hidupku.

“Oppa..” Aku tersenyum hangat pada Tae Min Oppa. Pada Pangeran Tae Min. Aku memutuskan tidak akan memberitahunya bahwa aku sudah ingat. Hal yang buruk akan segera terjadi bila mereka tahu aku sudah ingat.

Bukan. Bukan Pangeran Tae Min yang kutakuti. Aku justru ingin sekali memberitahu Pangeran Tae Min…, aku sudah ingat semuanya. Aku ingat dengan jelas, betapa sejak dulu-pun aku sangat mencintai pria di hadapanku ini. Mencintai sekaligus merasa bersalah.

Tapi.., bila mereka tahu aku sudah ingat. Tentu mereka akan segera mengambil tindakan cepat. Aku tidak ingin orang-orang yang kucintai berada dalam bahaya. Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini.

Pangeran Tae Min membelai rambutku sambil tersenyum hangat. “Seandainya duniaku se-sederhana dunia ini.” Bisiknya pelan.

“Apa maksud Oppa?” tanyaku, pura-pura tidak mengerti.

“Anio. Bukan apa-apa.” Pangeran Tae Min tersenyum.

Ya, seandainya dunia kita se-sederhana dunia manusia ini. Seandainya aku hanyalah Min Ah seorang siswi Senior High biasa. Seandainya aku bisa menatap dunia yang normal seperti yang dilihat teman-temanku yang lain….

==== End of Min Ah POV ====

=== Author POV ===

@Koridor lantai 5

Seorang Pria tinggi berambut ikal gondrong, ber-jas rapi, menatap ke bawah sambil berpegangan erat pada pembatas besi.

“Kau bisa menghancurkan gedung sekolah ini, Pangeran Min Ho.” Tiba-tiba saja pria bertubuh tegap berdiri di samping pria gondrong itu.

Min Ho menatap Seung Ho dengan tatapan tak suka.

“Kau masih memiliki perasaan pada gadis itu? Kim Min Ah? Apakah kau menyesal telah membunuhnya di masa lalu, Pangeran?” tanya Seung Ho.

Min Ho menyeringai. “Tidak. Aku tidak menyesal. Karena akulah.., si adik iblisku itu mengalami penderitaan yang sama. Berulang. Semuanya akan terus berulang sama persis. Ratusan.., bahkan ribuan tahun di masa depan.. semuanya akan terus berulang. Luka di hati si iblis itu akan terus bertambah.”

“Mengapa tidak kau habisi saja adikmu dan si pirang itu? Kau bisa bersama gadis itu.”

Min Ho tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha.. aku tidak bodoh, Seung Ho. Dulu.., kau berhasil mempengaruhi si iblis dengan kalimatmu itu. Tapi sayang sekali.., akulah yang melenyapkan mereka berempat. Dulu.., maupun sekarang. Si iblis akan semakin menderita.”

Seung Ho mengangguk-angguk. “Jadi.., rasa benci-mu lebih besar dari rasa cintamu, Pangeran.”

“Apa maksudmu?”

“Rasa benci-mu pada adik tirimu lebih besar daripada rasa cintamu pada gadis itu. Kurasa kini aku mengerti apa perbedaan antara kau dan Pangeran Tae Min. Dan aku sudah bisa menebak akhirnya.”

“Hahahaha.. tentu..tentu. kau sudah tahu kan? Kemenangan itu akan menjadi milikku lagi. Sama seperti dulu. Aaahh.., aku harus memastikan gadis itu tidak membocorkan rahasia kecilku pada si iblis. Si iblis harus tetap percaya bahwa gadis itu bunuh diri.”

Seung Ho tersenyum. “Maaf Pangeran, tapi… Kemenangan akan menjadi milikku.”

“Apa maksudmu?” Min Ho menyipitkan matanya, curiga.

Tapi kali ini Seung Ho tidak menjawab. Ia hanya tersenyum, membungkukkan badannya. Mundur tiga langkah, lalu berbalik dan berjalan pergi.

=== End of Author POV ===

== Min Ah POV ==

Sepulang sekolah, aku pergi ke rumahku yang kini ditempati Mi Young (yang masih berada di tubuhku). Pengurus rumahku bilang.., Mi Young sedang tidur, dan ia tidak mau diganggu. Aku tahu, Mi Young hanya berusaha menghindariku.

Dasar Mi Young! Oke, kalau dia tidak mau membukakan pintu kamar untukku, aku akan masuk sendiri ke kamar itu. Kamarku! Ini rumahku, jadi aku tahu ada jalan lain menuju kamarku!

Aku berpura-pura pamitan pada penjaga rumah. Setelah penjaga rumahku masuk ke dalam rumah, aku berjalan hati-hati menuju gudang di dekat kolam renang. Gudang itu berisi tumpukkan buku bekas sejak aku sekolah dasar.

Aku memasukkan kode kunci gudang itu. Klik. Pintu terbuka. Mi Young tidak pernah tahu.., ada jalan lain menuju kamarku. Dulu aku lumayan sering kabur lewat jalan ini.

Aku menaiki tangga berlingkar yang menuju ke perpustakaan kamarku. Aku menutup mulutku. Penuh debu! Dasar Mi Young! Dia sama sekali tidak mengurus perpustakaan-ku ya?! Padahal aku rajin membersihkan koleksi dvd, boneka dan komik-nya.

Aku keluar dari dalam perpustakaan. Mi Young sedang tiduran sambil membaca komik di tempat tidur. Jadi dia tidak melihat kedatanganku.

“Sampai kapan kau akan terus menghindariku, Putri Mi Young?”

“Ya Tuhan!!!!!” Mi Young terpekik kaget.

Aku tersenyum, lalu duduk di sampingnya.

“Ba..bagaimana.., kau bisa masuk? Aku mengunci pintunya!”

“Ini rumahku. Aku tahu semua seluk-beluk rumahku. Kau tidak tahu kan.., jauuuh di bawah bangunan rumah ini terdapat lorong-lorong yang akan membawamu ke suatu tempat?”

“Berhentilah bercanda!” tukas Mi Young kesal.

Aku terbahak-bahak melihat wajahnya yang ketakutan.

“Dengar. Kau harus merahasiakan ini. Jangan bilang pada siapapun kau sudah mengingat semuanya. Aku tahu, kau bisa saja keceplosan, tapi kumohon.., jangan dulu bilang pada siapapun. Termasuk pada ayah dan pengawal pribadinya, Kyu Hyun. Pangeran Min Ho tidak akan tinggal diam. Kau harus merahasiakan ingatanmu. Kalau tidak.., kita semua dalam bahaya.”

Mi Young mengangguk. Air matanya mengalir. Aku memeluknya dengan erat. Air mataku membasahi pundaknya. “Aku punya rencana. Aku tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak. Tapi sekarang.., kita hanya harus menutup mulut. Aku akan melindungimu. Aku tidak akan membiarkan Min Ho membohongimu dan memanfaatkanku seperti dulu. Aku akan melindungimu, eonni….”

Mi Young balas memelukku. “Aku tahu…, maafkan aku.., aku benar-benar bodoh. Kupikir.., apa yang Pangeran Min Ho katakan benar. Kupikir.., bila aku meminum ramuan itu.. Kwang Min akan hidup lagi. Dia bilang..kami akan bertemu lagi. Ternyata aku mati, dan kini kami memang bertemu lagi. Tapi semuanya salah. Seharusnya aku.., bagaimana dengan Pangeran Tae Min…, dia pasti mengira aku mati karena dia…”

“Jangan katakan apapun padanya. Itu adalah masa lalu. Sekarang semuanya akan berbeda. Kau harus percaya, eonni.”

Mi Young mengangguk. “Hmmm..”

“Pilihanmu tepat sekali, eonni. Saat ini.., menjauhlah dari Kwang Min. Aku juga akan menjauhi Young Min. Jangan biarkan Pangeran Tae Min berpikir seperti dulu…, dan jangan biarkan Pangeran Min Ho mencelakai mereka…, dan kita berdua.”

== End of Min Ah POV ==

======Tae Min POV =====

Akhir-akhir ini sikap Mi Young sedikit aneh. Tapi aku senang karena ia tidak bersama Kwang Min. Begitupula dengan Min Ah. Dia sering bersama Kwang Min, tapi tidak dengan Young Min. Min Ah tidak menyukai Kwang Min, jadi tidak masalah bila mereka sering bersama.

Hari ini kami semua akan berkemah di gunung. Semua anak kelas 2 dan kelas 3 ikut. Acara ini sebenarnya cukup menarik. Akan ada semacam petualangan mencari harta karun dengan berbagai rintangan, acara api unggun, bahkan di hari minggu akan ada penampilan spesial dari kelas 3.

Ini adalah kesempatanku. Kesempatanku untuk melenyapkan si kembar tanpa diketahui Min Ah dan Mi Young. Aku akan membuat semuanya seolah-olah hanyalah kecelakaan.

Aku keluar dari dalam bus sambil menggendong ransel besar-ku. Bus kelas Min Ah baru saja tiba. Min Ah keluar diikuti Kwang Min. Min Ah melambai padaku. Aku balas mengangkat sebelah tangan sambil tersenyum.

Aku dan para ketua kelas akan memeriksa kondisi hutan dan lapangan tempat games harta karun diadakan. Aku akan mengajak Kwang Min dan Young Min bersamaku. Min Ah dan Mi Young tidak perlu tahu.

Anak-anak kelas 2 dan kelas 3 sibuk memasang tenda. Satu tenda akan ditempati oleh 4 orang siswa. Aku mendekati Mi Young dan beberapa anak perempuan yang akan satu tenda dengannya. “Jangan jalan-jalan di hutan sendirian, Mi Young.” Bisikku. Mi Young menatapku dengan serius. “Banyak serigala dan harimau yang siap memangsamu.” Aku menggerakkan kedua tanganku seperti cakar harimau.

“Tidak lucu, Oppa!” tukas Mi Young. Aku tersenyum. Sepertinya Mi Young sudah kembali menjadi dirinya yang semula.

“Kita dipanggil Seung Ho seonsangnim.” Ujar Jin Young. Aku mengangguk dan mengikuti Jin Young. Kwang Min dan Young Min sudah berada di sana. Berdiri melingkar dekat Seung Ho.

“Jin Young, Seung Ri, dan Yong Hwa akan memeriksa tempat flying fox. Periksa dengan baik, pastikan semuanya terpasang dengan aman.” Seung Ho lalu menatapku dan si kembar. “Kalian akan memeriksa rute menuju lapangan dan tempat bungee jumping. Jalannya cukup terjal. Berhati-hatilah.” Seung Ho menatapku agak lama. Aku tahu dia sengaja mengatur semua ini untukku.

Aku menatap Seung Ho tajam. Masih tidak mengerti dengan kata-kata yang ia ucapkan dulu. Apa kaitan Min Ho dengan semua ini? Apa yang telah Min Ho lakukan di masa lalu tanpa sepengetahuanku?

=== End of Tae Min POV ===

=== Min Ah POV ====

Aku dan team-ku berhasil memasang tenda dengan cepat. Tidak sia-sia dulu Young Min mengajariku cara memasang tenda.

Aku melihat Tae Min Oppa, Young Min, dan Kwang Min pergi bersama menuju hutan. Perasaanku tiba-tiba saja menjadi tidak enak.

“Ini peta yang akan mereka lalui.”

“Seung Ho seonsangnim?” aku terkejut melihat guru piano-ku itu sudah berdiri di sampingku. Ia menyerahkan selembar kertas berisi peta hasil coretan tangannya. “Mereka mulai dari sini.., dan di tebing ini.., cukup curam. Mereka akan memastikan apakah besok tempat itu cukup aman untuk menjadi salah satu tempat petualangan harta karun diadakan.”

“Kenapa?” tanyaku. “Kenapa Anda melakukan semua ini, seonsangnim?”

“Karena kau adalah salah satu kunci kemenanganku, Tuan Putri.” Seung Ho tersenyum.

Aku membelalak. Jadi..dia sudah tahu bahwa aku telah mengingat semuanya?!

“Berpura-pura tidak ingat hanya akan memudahkan jalan orang itu. Tapi tidak dengan jalan kalian bertiga. Tega-kah kau.., membuat Pangeran Tae Min mengira kau dan Putri Mi Young bunuh diri? Tega-kah kau membuat Pangeran Tae Min mengira…dulu dia-lah yang membunuh pengawalmu dan pengawal putri Mi Young?”

“Jadi.., dia mengira karena dirinyalah aku dan Mi Young mati?” bisikku.

“Pergilah.., aku tahu kau bisa menghentikan-nya.”

“Tapi kenapa? Kenapa kau memberitahuku? Kau membenci ayahku dan juga keluargaku.”

Seung Ho mengangkat kedua bahu-nya. “Karena aku tidak pernah menyukai siapapun.”

“Siapa kau sebenarnya? Sejak dulu aku selalu penasaran.”

Seung Ho mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan. “Kau penasaran padaku, Tuan Putri?” Seung Ho tersenyum. “Aku.., aku hanyalah orang yang sangat membenci kedua Pangeran itu. Aku tidak menyukai siapapun. Tapi aku tidak pernah membenci kau maupun keluargamu. Di seluruh jagad raya ini…hanya ada 3 orang yang sangat kubenci. Pangeran Min Ho, Pangeran Tae Min, dan …. ayahku.”

Aku hanya memandang Seung Ho tanpa berkedip. Sejak dulu aku tidak pernah tahu siapa dia sebenarnya. Dia cukup sering datang ke istanaku dan membuat ayahku kesal. Dia juga sering menampakkan wajah menyebalkan di hadapanku, jadi kupikir dia membenciku. Siapa dia? Apakah dia memang benar ingin membantuku? Tapi dia membenci Pangeran Tae Min…

“Kau dan Putri Mi Young sudah mengingat semuanya. Sekarang… kalian adalah kalian yang seutuhnya. Perasaan kalian.., bukankah terasa berbeda? Ada tanggung jawab untuk merubah benang kusut takdir itu, bukan?” Seung Ho tersenyum. “Sebentar lagi.., hanya beberapa menit lagi.., saat kalian telah menemukan cinta sejati kalian, dan cinta sejati kalian telah menemukan kalian diantara semua kepalsuan, kutukan itu akan terangkat. Kutukan.., atau bisa disebut mukjizat?” Seung Ho menyeringai. “Ketahuilah Pangeran Min Ho tidak pernah bisa membedakan kalian saat ini. Akulah yang memberitahunya. Kekuatannya tidak cukup besar untuk mengetahui apakah jiwa kalian berada di dalam tubuh yang tepat. Kalau kau mengerti maksudku, Tuan Putri.” Seung Ho membungkukkan badannya, lalu berjalan pergi.

Aku hanya menatap punggung Seung Ho yang semakin menjauh. Benakku disesaki berbagai hal.

Ponselku bergetar. Message dari Young Min.

Meskipun sekarang kau berada di dalam tubuh orang lain, tapi aku tetap mencintaimu, Kim Min Ah. Selalu.

Aku tersenyum. Dasar pabo! Untuk apa dia…?

“Aaaarrrrggghhhhhh….” Tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit sekali. Dadaku sesak. Dunia terasa berputar….

Detik berikutnya, aku terduduk sambil memegangi kepalaku. Aku mengangkat wajahku. Aku berada di dalam tenda, padahal tadi aku sedang berdiri di luar, di samping tenda-ku … dan ini bukan tenda yang kupasang barusan!

“Min Ah.., kau kenapa? Sakit?” tanya teman-temanku.

“Cermin…, ada cermin?” tanyaku. Aku ingin memastikan. Salah satu temanku memberiku cermin bedak-nya.

Aku meraba wajahku. Mataku…hidungku..bibirku.., rambutku. Ini aku! Kim Min Ah! Aku sudah kembali ke dalam tubuhku!

Tangan kanan-ku memegang beberapa lembar kertas. Aku membuka kertas-kertas itu dan membacanya. Kertas pertama bertuliskan : I. Kertas kedua : Will. Kertas ketiga : Always. Kertas keempat : Waiting. Kertas kelima : You. Kertas keenam : And. Kertas ketujuh : Loving. Kertas kedelapan : You.

I will always waiting you and loving you.

Ini tulisan Kwang Min!

“Sebentar lagi.., hanya beberapa menit lagi.., saat kalian telah menemukan cinta sejati kalian, dan cinta sejati kalian telah menemukan kalian diantara semua kepalsuan, kutukan itu akan terangkat…”

Itu yang Seung Ho katakan barusan. Dan sekarang.., aku benar-benar telah kembali ke dalam tubuhku!!!!!

“Ketahuilah Pangeran Min Ho tidak pernah bisa membedakan kalian saat ini. Akulah yang memberitahunya. Kekuatannya tidak cukup besar untuk mengetahui apakah jiwa kalian berada di dalam tubuh yang tepat. Kalau kau mengerti maksudku, Tuan Putri.”

Sebuah ide terlintas di kepalaku.

Secepat kilat aku keluar dari tenda dan berlari menghampiri Mi Young – yang ternyata juga sedang berjalan cepat ke arahku. Mi Young memelukku, aku balas memeluknya dengan erat. “Kita kembali.” Bisik Mi Young.

“Dengar… eonni. Young Min dan Kwang Min dalam bahaya. Begitu pula dengan Pangeran Tae Min. Aku punya rencana…..”

Aku dan Mi Young segera menyusuri hutan, berusaha menemukan Kwang Min, Young Min, dan Pangeran Tae Min berada. Sekali lagi aku melihat petunjuk jalan yang diberikan Seung Ho. Benar.., jalan yang ini!

Aku menuntun Mi Young. Jalanan ini cukup terjal. Kami melalui jalan setapak yang sempit. Di sebelah kiri kami pepohonan besar, sedangkan di sebelah kanan kami jurang – yang meskipun terdapat pembatas – tapi tetap saja terlihat mengerikan.

Jalanan setapak itu menurun dan berliku diantara bebatuan. Pepohonan menghilang. Hanya ada batu-batu dinding kasar di sebelah kiri kami.

Akhirnya aku melihatnya! Di bawah sana…, Pangeran Tae Min berjalan di belakang Kwang Min dan Young Min.

Aku dan Mi Young semakin mempercepat langkahku. Tidak memedulikan aliran sungai deras dan bebatuan tajam di bawah kami. Kami harus cepat. Sebelum terlambat!

“Pangeran Tae Min!!!!” Aku terengah-engah, memeluk Pangeran Tae Min dari belakang.

“Kalian..? kenapa kalian bisa…” Pangeran Tae Min terkejut.

“Kumohon hentikan..” lirihku. “Bukan kau yang membuat Young Min dan Kwang Min pergi. Bukan kau, Pangeran. Dan aku tidak bunuh diri. Pangeran Min Ho membunuhku. Dia memberiku ramuan. Dia bilang…, aku akan bertemu lagi dengan Kwang Min bila aku meminum ramuan itu. Dia bilang Kwang Min akan hidup lagi…” Aku menceritakan kisah yang sebenarnya adalah kisah Mi Young. Aku yakin dengan kekuatannya, Pangeran Tae Min pasti sudah tahu, kini aku dan Mi Young sudah bertukar tubuh kembali. Tapi Pangeran Min Ho tidak tahu, dan dia sedang membuntuti kami. Mengawasi kami.

“Aku tidak bunuh diri. Bagaimana mungkin aku tega meninggalkanmu sendirian, Pangeran?! Kau orang yang sangat penting bagiku, sama pentingnya dengan Mi Young bagiku, dan Young Min bagiku.” Kata Mi Young.

Pangeran Tae Min membelalakkan matanya lebar-lebar. Dia menatap kami bergantian. Mencoba mencerna semuanya.

“Hey..hey.., kalian ngomong apa sih?” tanya Young Min. Bingung. “Pangeran? Cih! Kalian lagi latihan drama ya?”

“Kenapa kalian kemari? Ada apa sebenarnya?” tanya Kwang Min.

“Aaarrrrgggghhhhhh!!!!!” Mi Young menjerit keras. Seperti sudah kuduga. Pangeran Min Ho akan mengambil salah satu dari kami sebagai tawanan.

Mi Young terikat dengan rantai tak kasat mata. Pangeran Min Ho berdiri di sampingnya sambil tersenyum miring. “Rahasia kecilku terbongkar…, terpaksa aku akan melenyapkan kalian semua sekaligus. Termasuk kau, adik iblis. Bagaimana kau akan bisa terus hidup bila gadis ini… Putri Min Ah.., mati?” Min Ho terbahak-bahak. Seung Ho benar. Min Ho tidak bisa membedakan apakah jiwa kami sudah kembali ke tubuh kami semula atau belum. Dia mengira akulah yang sedang bersamanya kini.

Min Ho mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah dari dalam saku-nya. “Racun yang sama dengan yang Putri Min Ah minum di masa lalu…, racun ini khusus dibuat hanya untuk Putri Min Ah. Jiwa-nya akan kembali …. Di kehidupan selanjutnya, dengan nasib yang sama. Kau akan merasakan lagi penderitaan ini, terus….dan terus… , adik iblis-ku yang manis.” Min Ho menyeringai pada Pangeran Tae Min.

“Lepaskan!” geram Tae Min. Lalu tiba-tiba saja ia terjungkal ke belakang.

“Hahahahahaha…!!!” Pangeran Min Ho terbahak-bahak. “Kau tidak akan bisa menyerangku, adik kecil! Di sini ada kedua putri, dan ada kedua pengawal. Kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu. Hahahaaha. Aku sudah tahu si Raja itu bodoh. Ayah kedua putri ini sok protektif,,, tapi sebenarnya bodoh. Dan hal ini justru menguntungkan bagiku. Hahahaha. Ayolaah.., kau habisi dulu kedua pengawal itu, kau tentu bisa menghabisi manusia. Baru setelah itu kau bisa menggunakan kekuatanmu untuk menyerangku. Ck..ck..ck.., kau bahkan tidak bisa menyentuh sang Putri. Sungguh kekuatan raja Yesung yang sangat hebat!” sindir Pangeran Min Ho.

Aku melepaskan tanganku yang merangkul lengan Pangeran Tae Min. Lengan, punggung, dan leher Pangeran Tae Min melepuh di tempat aku memeluknya barusan. Aku lupa dengan perlindungan ayahku ini! Ayahku melindungiku dan Mi Young dari orang yang salah!

Pangeran Min Ho memegang pipi Mi Young. “Putri Min Ah- mu akan mati sebentar lagi…,”

“MIN AAAHHHH!!!!!!” Pekik Young Min. Dia juga mengira aku masih berada di dalam tubuh Mi Young. Tentu saja. Young Min manusia. Dia hanya akan tahu lewat kepribadian kami.

Pangeran Min Ho mencekoki Mi Young dengan racun itu. Mi Young meronta-ronta saat cairan merah itu masuk ke dalam mulutnya.

“MIN AAAAAAHHHHHH!!!!!!”  pekik-ku. Melanjutkan sandiwara.

“Cepat panggil Yesung dan Kyu Hyun seonsangnim! Cepat bawakan obat-obatan! Di sini tidak ada sinyal!” seruku pada Kwang Min. Tujuanku menjauhkan salah satu dari si kembar adalah agar Pangeran Tae Min terlepas dari perlindungan yang diciptakan oleh ayahku.

“Hahahaha.., Putri Mi Young.., kau semakin bodoh saja! Obat-obatan manusia tidak akan bisa menyelamatkan adikmu ini…” Pangeran Min Ho menyeringai penuh kemenangan.

“CEPAT PERGIIIIII!!!!!!” teriakku pada Kwang Min. Kwang Min pun berlari pergi.

Sementara itu Young Min menghampiri Mi Young yang terbaring di atas bebatuan. Tak bergerak. “Min Ah… Min Ah… bangun…” Air mata Young Min bercucuran.

“Sejak tadi aku bangun, Young Min.” kataku. Young Min membalikkan badannya. Menatapku. “Kalian sudah bertukar tubuh lagi?”

“Sejak 20 menit yang lalu.” Kataku. Tersenyum.

“APA?” Pangeran Min Ho menatapku dengan murka.

Mi Young yang terbaring, langsung duduk dan menatap Young Min. “Ini aku.., Mi Young, dasar si pirang bodoh!” Mi Young nyengir lebar. Mi Young menatap Pangeran Min Ho. “Ramuan itu tidak mempan untukku, Pangeran Min Ho. Itu ramuan khusus untuk Min Ah, bukan? Sayangnya.., aku bukan Min Ah.”

Min Ho terlempar jauh ke belakang. Tae Min berlari cepat. Melompati bebatuan. Menghindari serangan Min Ho. Kedua Pangeran itu saling menyerang tanpa terlihat.

“Kekuatanmu berkurang, adik kecil!” Min Ho berhasil menghindari serangan Tae Min.

“Young Min, pergilah.., kumohon..” kataku pada Young Min. Kekuatan Pangeran Tae Min belum bisa digunakan karena masih ada Young Min di sini.

“Tapi…”

“Pangeran Tae Miiiiiiiinnnnn!!!!!” jerit Mi Young. Pangeran Tae Min terlempar ke bawah bersama dengan Pangeran Min Ho. Bebatuan tajam menanti mereka di bawah sana.

Young Min berlari pergi. Tapi terlambat! Punggung Pangeran Tae Min sudah tertancap batu panjang tajam. Batu itu menembus melewati dada-nya. Begitu pula dengan Pangeran Min Ho. Mereka bangkit. Kini, setelah tidak ada lagi perisai yang menghalangi kekuatan Pangeran Tae Min, ia bisa menggunakan kekuatannya. Hanya dalam satu detik, tubuh Pangeran Min Ho terlempar ke bawah jurang … dan bahkan sudah remuk sebelum mencapai dasar-nya dan hanyut terbawa arus sungai yang deras.

“Pangeran Tae Min!!!!!” Aku dan Mi Young menuruni jalan setapak, menghampiri Pangeran Tae Min yang berlutut sambil memegang dadanya. Darah hitam mengalir deras dari dada dan punggungnya yang terluka.

“Eottokhe????” Mi Young bercucuran air mata.

Aku menyadari…ada seseorang yang mengamati kami sejak tadi. Orang itu akhirnya muncul tepat di hadapan kami. “Lihat kan apa kataku…, kemenangan ini adalah milikku.” Seung Ho tersenyum puas.

Pangeran Tae Min terbatuk-batuk. Darah hitam keluar dari mulutnya.

“Kau terluka saat kekuatanmu terhalang oleh perisai. Sayang sekali, Pangeran. Min Ho sudah lenyap…, kini kau pun akan segera lenyap, adikku.”

“Adik?” aku menatap Seung Ho tak mengerti.

“Ibuku seorang peramal.., seorang shaman yang hebat. Dan ayahku…, seorang raja yang kejam. Dia membesarkan Min Ho, anak-nya yang sah. Dia bahkan membesarkan Tae Min.., meski ibunya adalah iblis. Tapi aku? Dia sama sekali tidak memedulikanku. Kurasa.., peramal lebih rendah dibanding orang-orang Saphire dan bahkan lebih rendah dari iblis.” Seung Ho tersenyum.

“Hari ini bukan hanya kakakmu yang mati. Tapi juga ayahmu. Aku sudah melenyapkannya.” Bisik Seung Ho pada Tae Min.

Tae Min terengah-engah. “Kau…, kau adalah kakakku?”

Seung Ho terbahak-bahak. “Memiliki setengah darah yang sama tidak berarti kita adalah keluarga, Pangeran Tae Min. Sejak dulu aku tidak punya keluarga. Sekarang…, 2 orang yang kubenci sudah menghilang. Hanya tinggal kau…, dan aku akan menguasai negeri Saphire. Apa pesan terakhirmu?” Seung Ho mengangkat kedua tangannya.

“HENTIKAAAANNNNN!!!!!” Teriak aku dan Mi Young. Kami merentangkan tangan, berusaha melindungi Pangeran Tae Min.

Seung Ho tertawa keras. “Kalian tidak bisa melindunginya. Inilah takdir kalian. Berbahagialah dengan si kembar. Itu takdir kalian. Lebih baik kau mati daripada hidup menderita, bukan?” Seung Ho menatap Tae Min.

Seung Ho tiba-tiba saja mematung. Tak bergerak. Seketika, tubuhnya ambruk ke belakang.

“Apakah aku terlambat?” seorang pria mungil, diikuti seorang pria tinggi, dan si kembar menghampiri kami.

“Tolong selamatkan Pangeran Tae Min, Ayah.., kumohon…” kataku pada Raja Yesung. “Kyu Hyun.. tolong selamatkan Pangeran Tae Min…” kataku pada pengawal pribadi ayahku.

Aku memeluk Pangeran Tae Min. Sekujur tubuh-nya dipenuhi darah hitam. Kedua matanya menatap ke atas, tubuhnya mengejang, dan tangannya bergetar hebat.

“Dia terkena kekuatan negeri Saphire saat seluruh kekuatannya terhalang perisai. Aku tidak tahu bagaimana cara menyembuhkannya, Tuan Putri.” Kata Kyu Hyun.

Di sampingku, Mi Young menangis tanpa suara.

“Semua ini salahku. Maafkan aku, Nak.” Kata Raja Yesung.

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. “Pangeran Tae Min tidak akan pergi. Pasti ada cara… Ayah… kumohon…, lakukan apa saja.”

Tiba-tiba saja udara menjadi sangat dingin. Gumpalan awan hitam terbentuk di langit. Sinar matahari tertutupi oleh sepasang sayap hitam lebar. Perlahan makhluk bersayap hitam itu turun, dan berdiri di dekat kami. Wajahnya terasa tak asing di ingatanku. Aku pernah bertemu dengannya satu kali. Jung Il Woo. Kakak satu-ibu- Pangeran Tae Min.

“Ada satu cara untuk menyelamatkannya.” Ujar devil berparas rupawan itu. “Nyawa orang yang mencintainya…, aku akan mengambil nyawa orang yang mencintainya. Maka ia akan baik-baik saja.” Devil tampan itu menatap kami dengan kedua matanya yang kini berubah seperti nyala api.

“Ambil nyawaku.” Kataku. “Apapun. Asal dia tetap hidup.”

–          TBC –

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Secret Wish – Part 10”

  1. Huwaaaa… Taeminnnn,, Andwe.
    Akhirnya, part 10 bs menjelaskan pertanyaan2ku yg muncul sejak part 1.

    Yg bs ngembaliin tubuh putri yg tertukar ini cm kalo ada pernyataan cinta dr orang yg benar2 tulus mencintainya ya kan?

    Kyaaaa.. Gak sabar nunggu part 11.
    Jgn lama2 ya

  2. huwaa…
    Ternyata kematian minho belum membuat semuanya berakhir.. Taemin yg terluka harus dibayar nyawa orang yg mencintainya.. Hyaa.. Iblis, hidup nyusahin mau mati juga nyusahin..
    Yg aq seneng dari part ini adalah terungkapnya siapa seungho..
    Next ditunggu..

  3. Semua pertanyaanku udh trjawab sekarang. ini udah mendekati akhir ya?!
    Tapi Taemin.. hwaa eottokhae? dia bakalan selamat ga? kalo Min ah brniat memeberikn nyawa nya, aku yakin Mi young jg bkaln ngelakuin hal yg sama. Tp apa Taemin rela kalo kedua putri mati sementara dia hidup? hmm sepertinya tdk. Okey gue udah mulai sotoy sekarang 😀
    next part next part!!!!

  4. MinAh, adik tapi keren
    Pangeran TaeMin jangan mati begitu pula dengan MinAh.
    SeungHo kasihan juga, rasa kesendiriannya berubah menjadi dendam
    Lanjut Lanjut

  5. eonni aku gak rela kalo diantara mereka ber-5 harus ad yg menyusul pangeran minho . .

    Jalan ceritanya semakin bikin penasaran dan makin sulit ditebak v makin mudah dicerna tahap demi tahap alur cerita yang eonni jelasin

    Tanpa ada sedikit pun typo makin membuat ff ini jadi semakin perfect

    Pokoknya bwd part selanjutnya secepatnya ya , , ,

  6. kyaaa… Rumit juga nih klo tetem akhirnya mati gimana dgn min ah n mi young , tp klo salah satu dr kedua putri yg mati, apa tetem rela ?
    terus gimana dg jo twins… Aaarrgghh… Pusiing >,<

    tp akhirnya aq tau juga nih, seung ho itu siapa 😀

    ff nya keren thor, lanjutkan…

  7. authornya daebak! keren nih…
    aku kira taemin jahat, ternyata nggak. ah senangnya hatiku.
    nih cerita bikin penasaran ja sih… hihihi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s