What Should I Do? [2.2]

Title                       : What Should I Do?

Author                  : Loemongga Taemints

Main Cast            : -Lee Taemin

– Song Hyo Sung

-Lee Jinki

Support Cast      : – Choi Sulli

Length                  : Twoshoot

Genre                   : Sad, Romance, Frienship

Rating                   : General

Summary             : What Should I do to keep you here?

What should I do to make you come back?

What should I do for forget you?

A.N                  : Diharapkan untuk membaca sambil mendengarkan lagu jisun-what should ido

Dan FT.islan Severely. Itu track yang selalu aku putar-putar ketika aku nulis      cerita ini. Ini ff pertamaku yg aku post. Dan cerita ini hanya aku tulis dalam waktu 3 jam tanpa ada  pengeditan,maaf kalo blm maksimal .-.v

Author POV

Sebuah Bus berhenti di depan halte, Jinki segera berlari menarik Hyo Sung.

” Chakaman…!!!” teriak Jinki dan Hyo Sung bersamaan sesaat sebelum pintu bus menutup.

Mereka segera masuk kedalam bus dan mengambil tempat duduk paling belakang. Penumpangnya sedikit, hanya sekitar tujuh orang termasuk mereka berdua. Hyo Sung menyandarkan kepalanya ke jendela.
”Huh, larimu kencang sekali oppa, aku tidak bisa menyamakannya tadi. Aku kan jadi capek”
” Mianhae..mianhae…”
” Selalu saja kalimat itu yang kau ucapkan padaku” Hyo Sung merengut. Dia kembali menyandarkan kepalanya di jendela. Dan kali ini mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.

Kau tahu Hyo Sung, ini pertama kalinya aku naik Bus lagi setelah aku kelas 1 SMA. Selama itu aku tidak pernah naik bus lagi…”ujarnya Bangga.. Iya bercerita panjang lebar. Tanpa ia tahu bahwa Hyo Sung sedari tadi tidak memperdulikannya.

” Heh, Hyo Sung. Kau dengar aku tidak?” Jinki menoleh dan melihat Hyo Sung telah terlelap disamping jendela. Jinki tersenyum. Lalu kemudian dengan perlahan ia mengubah posisi kepala Hyo Sung, dan menyandarkannya di bahunya yang tegap. Dia merapatkan jas sekolah Hyo Sung dan melepaskan syal miliknya. Lalu memakaikannya ke Hyo Sung. Jinki menatap wajah Hyo Sung yang tertidur pulas dengan lekat. Dia memperhatikan matanya, hidungnya, garis wajahnya dan bibirnya.
” Mesra sekali…” seorang wanita tua menyapa Jinki. rupanya sedari tadi dia memperhatikan mereka berdua.

” Ah…apa??” tanya Jinki bingung.
” Kalian…maksudku, kalian berdua mesra sekali…mengingatkanku pada masa mudaku dulu..” kenangnya sambil terkekeh.  Jinki  tersipu malu. Dia hanya tersenyum.

” Dia pacarmu kan??” tanyanya lagi.
” Hah…!?? mwoya??”
” Kataku..dia pacarmu kan??” Jinki terdiam. Sesaat dia menatap Hyo Sung yang tertidur pulas. Lalu dengan lembut ia membelai wajah Hyo Sung sambil berkata
” Ne, dia pacarku!”

***

Hyo Sung merasakan hangat menyelimuti tubuhnya. Tubuhnya tak lagi sedingin tadi saat dia berlari-lari bersama Jinki. Dia merasa sangat nyaman sekali. Rasanya kini dia tak ingin bangun dari tidurnya. Namun kemudian ia tersadar dari alam bawah sadarnya. Dia sadar bahwa ini bukanlah ranjang tempat ia tidur, tapi ini adalah sebuah punggung. Dan bau yang tercium dihidungnya adalah wangi parfum Jinki yang sangat khas.

” Tunggu dulu, berarti ini…..punggung Jinki oppa..!!” Yun Ju membuka matanya. Dan benar saja. Jinki sekarang sedang menggendongnya.
” Oppa?! Apa yang kau lakukan?” tanya Hyo Sung kaget.
” Kau sudah bangun rupanya”
” Hey, apa-apaan ini? ayo turunkan aku? kenapa oppa menggendongku?”
” Kau tertidur di bus, aku membangunkanmu berkali-kali. Tapi kau tetap tidak bangun juga. Makanya aku menggendongmu ”
” Ya sudah, turunkan aku” paksa Hyo Sung
” Andwae !”
” Hyaaa Oppa..Aku bisa jalan sendiri.”
” Andwae! sebentar lagi juga sampai kok.”
” Apanya yang sebentar lagi? Jalan kerumah masih jauh. Ayo turunkan aku!” akhirnya Jinki mengalah. Ia menurunkan Hyo Sung dari punggungnya.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan.

Hyo Sung POV

“Oppa, lalu Taemin pulang sama siapa nanti?”

“Dia akan ku jemput dengan motorku. Kau tenang saja”

“Oh, ne. Arraseo”

Aku dan Jinki oppa berhenti tepat disebuah rumah sederhana berwarna biru.  Ya, itu rumahku. Aku memandang Jinki oppa, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Sudah, kau masuk sana. Angin malam ini dingin sekali”

“Oh ne, gomao oppa sudah mau mengantarku”

“Tidak masalah, aku balik dulu ya. Mau menjemput Taemin lagi”

“Ah ne, annyeong oppa” aku membungkuk kepada Jinki oppa.

“Ne, Annyeong” Jinki oppa juga membungkuk.

Aku masuk kerumahku. Ku singkirkan rambutku yang terurai dari leherku. Chakkaman!  Syal? Darimana aku mendapatkannya? Ku cium wangi syal itu. Hmm..Jinki Oppa..Aku tersenyum lalu masuk kedalam kamar.

*8 August 2011

Aku duduk bersandar dibawah pohon nipple belakang sekolah sambil membaca buku dengan kacamata bacaku. Tak lupa aku meluruskan kakiku. Tiba-tiba seorang datang. Dengan rasa tak segan orang itu langsung tidur dipangkuanku. Sudah kuduga, ini pasti Taemin.

Ku geser kekanan sedikit buku yang ku baca. Benarkan, ini Taemin. Dia tidur dipangkuanku dengan ipod ditelinganya. Dilepasnya satu headseat yang ada ditelinganya, lalu memasangkannya ditelingaku. Tapi setelah itu dia merebut kacamataku, dan memakainya seolah-olah dia seorang professor. Huh, aku tau kalau anak ini akan bercerita panjang lebar. Dia sengaja merebut kacamataku agar aku berhenti membaca dan mendengarkan ceritanya. Kekanak-kanakan sekali. Tapi, aku suka. Apa yang aku pikirkan?

Author POV

“Bagaimana keadaanmu? Sudah membaik?” tanya Taemin kepada Hyo Sung

“Ne, aku baik-baik saja”

“Kau tau, belakangan ini, hari-hari terasa begitu membosankan”

“Bukankah kau menikmatinya? Sekarang kau mempunyai Sulli. Kau bisa mengajaknya kemanapun yang kau inginkan”

“Hemm..benar, aku bisa mengajaknya kemanapun yang aku inginkan”

“Dan kau melupakanku”

“Dan kau cemburu akan hal itu”

“Tentu saja”

“Tentu saja? Bagaimana bisa?”

“Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Aku sahabatmu dari kecil dan semenjak kau pacaran dengannya, kau selalu bersamanya dan melupakan aku”

“Aku tidak melupakanmu”

“Benarkah? Bisakah kau buktikan itu?”

Meski dari luar hanya tampak keromantisan. Seorang namja tidur dipangkuan yeoja sambil berbicara hal yang –sepertinya- asik. Padahal kenyataan itu berbeda jauh. Mereka sedang berdebat hebat.

“Tapi aku melihat kau sangat senang dengan Jinki hyung” Taemin bangkit dari posisi tidurnya, kemudian duduk dihadapan Hyo Sung.

“Itu karna kau tidak ada disampingku” ucap Hyo Sung lirih. Dia tertunduk dalam.

‘Dr..dr..’

Taemin meraih ponselnya. Dia membaca sebuah pesan, dan raut wajahnya sedikit berubah.

“Sulli, dia tau kita disini. Aku harus pergi. Aku tak mau menyakitinya. Annyeong Hyo Sung-ah” Taemin bangkit lalu pergi dengan cepat kilat menginggalkan Hyo Sung yang menatapnya pergi dengan genangan cairan hangat dimatanya.

“Kau tidak mau menyakitinya, tapi kau menyakitiku Taeminnie” buliran hangat itu jatuh membasahi pipinya yang mulus.

*17 Juni 2012

Hyo Sung POV

Hari ini hari kelulusanku dan yang lainnya. Aku sangat senang, sangat. Tak terasa semuanya sudah berlalu. Tiga tahun sudah aku mengenal semuanya, Sulli kau wanita yang sangat beruntung. Kau bisa memiliki Taemin,namja yang paling aku cintai. Jujur aku sangat iri padamu. Tapi aku juga sedih mengingat keputusanku belakangan ini. Sudahlah, mungkin ini yang terbaik.

*20 Juni 2012

Aku mengedarkan seluruh pandanganku diruangan ini. Ruangan penuh kenangan kecil yang begitu menyenangkan. Tapi ini berbeda. Dulu di kamar ini terdapat banyak fotoku dan Taemin sedang bermain bersama. Tapi sekarang? Dia hanya menyisakan satu fotoku dan dirinya. Selebihnya, tentu saja diganti dengan foto dirinya dan yeoja yang dicintainya.

Aku ingat, dulu aku sering bermain dikamar ini. Waktu itu juga aku pernah memergokinya sedang tidur dengan keadaan toples. Haha badannya yang kurus sangat lucu.

Aku memandang foto yang terpampang dimeja belajar kamar itu. Foto diriku dan Taemin yang sedang menaiki komedi putar di lotte world dengan permen kapas yang ada ditanganku. Aku ingat, waktu itu Taemin sangat marah karna tidak ku kasi permen kapas itu. Dan akhirnya wajahnya penuh dengan permen kapas yang basah dan lengket karna ku gigit. Haha, wajahnya sangat lucu disitu

Aku tersenyum kecut mengingatnya. Kini kenangan itu sudah harus dilupakan. Ku taruh secarik kertas disebelah foto itu. Berharap dia bisa menemukannya nanti. Tiba-tiba pintu terbuka. Kulihat Jinki oppa masuk ke kamar ini. Kulihat jam ditanganku, huh serasa waktu berputar dengan cepat sekarang.

“Sudah waktunya aku pergi oppa” ucapku dengan tersenyum.

“Ne, apa kau yakin tidak mau kuantar ke bandara?”

“Ne, aku takut membuat keadaan semakin parah”

“Ne, aku mengerti. Huh, aku akan merindukanmu adik kecil” Jinki oppa mengusap ujung kepalaku.

“Haha, aku juga akan merindukanmu oppa” Kupeluk tubuhnya yang sekarang sedikit gemuk itu. Aku bisa merasakan kalau dia mengelus-elus punggungku lembut sekarang.

Perlahan ku lepaskan tubuhku dari pelukannya.

“Oppa, bisakah ini menjadi milikku? Aku ingin mengingatmu ketika aku sedang kedinginan atau merasa tidak enak badan”

Dia melihat tanganku bergerak kearah leher. Dia tersenyum.

“Ne, syal itu, ambillah untukmu. Heh! Jangan mengingatku saat sakit saja. Tapi ingatlah aku sampai kapan pun”

“Ne, arraseo oppa. Aku pergi dulu ya” ku tarik koper yang dari tadi berada disebelahku. Dengan berat hati aku melangkahkan kakiku dari kamar Taemin.

Author POV

Hyo Sung berbalik,

“Oppa”

“Ne?”

“Jangan katakan apapun pada Taemin ya”

“Ne, arraseo”

Hyo Sung tersenyum. Lalu pergi meninggalkan Jinki yang masih memunggunginya.

“Hyo Sung-ah, kenapa kau pergi secepat ini? Bahkan aku belum sempat mengucapkan kalau aku mencintaimu. Bertahun-tahun ku pendam perasaan ini. Aku sengaja menunggu waktu yang tepat untuk bisa bersamamu. Aku sengaja menunggu waktu untuk kau bisa melupakan adikku. Tapi kenapa kau malah pergi? What should I do? what should I do to keep you here? what should I do so that you can stay with me? Ahhh….someone please answer me! WHAT SHOULD I DO!!” teriak Jinki dengan pipi yang basah dan genangan air mata dipelipisnya. Perlahan dia menjatuhkan badannya. Berlutut.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaagghhhhh” Jinki teriak histeris sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri.

@ Incheon Airport

Hyo Sung duduk dibangku tunggu dengan tatapan kosong. Dia masih berharap seseorang yang dicintainya akan mengantar kepergiannya untuk yang terakhir kali.

‘Untuk penumpang pesawat Japanese Air dengan nomor penerbangan 210 harap naik kepesawat melalui pintu nomor 2’

“Dia pasti datang, pasti” Hyo Sung masih berharap keadiran Taemin.

‘Panggilan terakhir untuk penumpang pesawat Japanese Air dengan nomor penerbangan 201 harap naik kepesawat melalui pintu nomor 2’

“Huh, sudah waktunya aku boarding dan kau masih belum datang? Sahabat macam apa dirimu? Huh” Hyo Sung bangkit dari tempat duduknya, ditariknya kopernya. Perlahan dilangkahkannya kakinya. Sejenak dia berhenti, berbalik, diedarkannya pandangannya keseluruh penjuru. Tapi, orang yang dicarinya tidak ada. Dia tersenyum simpul, lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Hyo Sung mencari tempat duduknya dipesawat. Dia duduk didekat jendela. Tatapannya tertuju pada pemandangan yang ada diluar jendela, tapi fikirannya melayang ntah kemana. Dia mengecek ponselnya, tapi tidak ada telpon maupun pesan dari Taemin. Dia mencoba menulis sesuatu

‘Sarang…’ tak berapa lama, dihapusnya kalimat itu, lalu dia menulis lagi

‘Aku akan merin…’ “Ah tidak-tidak” dihapusnya lagi kalimat itu.

“Maaf, harap matikan ponsel anda, karna pesawat sebentar lagi akan lepas landas” kata seorang pramugari kepada Hyo Sung.

“Ah ne, mianhae” hyo Sung mematikan ponselnya lalu dimasukkannya kembali kedalam kantongnya.

Disandarkannya kepalanya di jendela pesawat itu. Satu tetes..Dua tetes..Tiga tetes..seterusnya air mata itu jatuh. “Jinki oppa, aku merindukannya..” dan akhirnya dia tertidur.

@ Lee’s Family Home

“Aku pulang” ucap Taemin memasuki rumahnya. Jinki yang sedang menonton tivi hanya meliriknya,lalu kembali memperhatikan televisinya itu walau sebenarnya fikirannya ntah kemana.

“Dari mana saja kau Taem? Jam segini baru pulang”

“Habis dari lotte word dengan Sulli, hehe. Baru juga jam 7 malam hyung”

“Oh”

“Aku masuk kekamarku dulu ya Hyung”

“Hm..semoga kau mendapatkan harta karun itu disana”

“Harta karun? Maksud hyung?”

Jinki hanya diam, Taemin yang melihatnya sangat penasaran. Cepat-cepat dia masuk kekamarnya.

“Harta karun apa yang dimaksud Jinki hyung?”

Taemin menatap foto dirinya dan Hyo Sung yang ada di meja belajarnya.

‘Hah,hari ini aku ke lotte word bersama Sulli, menaiki komedi putar juga. Aku jadi teringat akan dirimu Hyo Sung’ Taemin bangun dan mengambil foto yang ada dimeja belajarnya itu.

‘ck’ sebuah kertas jatuh dari meja belajar itu.

“Kertas apa ini?” Taemin duduk di tempat tidurnya sambil membaca surat itu.

‘To: My Best Friend Lee Taemin

Hey! Apa kabarmu? Aku tau, waktu kau membaca ini pasti aku sudah pergi jauh.

Maafkan aku yang pergi tanpa pamit Taemin. Aku ingin mengungkapkan semua yang aku rasakan ketika aku bersamamu. Kau selalu bilang kalau hari yang kau lewati selalu sama dengan yang sebelumnya. Dan kau bosan akan hal itu. Aku yakin kau tidak benar-benar bosan dengan hal itu. Karna Sulli selalu ada disampingmu. Menjagamu dan memperhatikanmu dengan tulus.

Kau selalu bertanya kepadaku, ‘apakah aku baik-baik saja?’ dan aku selalu menjawab ‘Ya, aku baik-baik saja.’ Tapi pada kenyataannya, kau tidak tau apa yang aku rasakan Taem. Apa kau pikir aku akan baik-baik saja tanpamu? Apa kau pikir aku akan bahagia jika kau tak disampingku? Dan apa kau akan baik-baik saja tanpa aku? Apa kau akan bahagia jika aku tak disampingmu?

Kau tau? Sangat sulit bagiku untuk hidup tanpamu. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri kenapa aku masih bernafas sampai sekarang.

Kau selalu mengatakan kalau kau tidak ingin menyakiti Sulli. Tapi, apakah kau tau? Berhari-hari aku hidup menyedihkan karna ucapanmu itu. Kau memang tidak menyakiti Sulli, tapi kau menyakitiku Taemin. Kau menyakitiku! Apakah kau hidup dengan menyedihkan sepertiku? Aku harap tidak, karna aku menyayangimu.

Kau tau? Aku menemukan cinta ketika aku bertemu denganmu. Dan aku tidak akan menemukannya ditempat lain bahkan jika aku mati!

What should I do? If it isn’t you, no one else can be in my heart..Please hold me! And you know that even though the whole world would try. No one can erase your memories..! So please hold me!

Taemin, katakan..Apa kita terlambat untuk merubah semuanya? Aku masih memikirkanmu, dan mungkin kau tidak tau itu. Jawab aku Taem. What should I do for forget you? Huh, I think I can’t do it. Please answer me, WHAT SHOULD I DO? T_T

Andai aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa kecil kita.Berbahagialah dengan Sulli, dan lupakan aku. Aku akan selalu disini, untuk menjadi sahabatmu. Seperti janji waktu kita kecil. ‘Sampai kau menikah nanti, aku akan tetap menjadi sahabatmu’

Tapi maaf, untuk kali ini aku telah melanggar janjiku. Janji untuk tidak menagis sendirian dan berbagi kesedihan denganmu. Maafkan aku Taemin, aku telah melanggarnya. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menangis. Maafkan aku. Aku rasa cukup sampai disini suratku. Maafkan aku karna kita berpisah dengan cara seperti ini. Maafkan aku, kumohon maafkan aku.

Thankyou for always smiling to me
Thankyou for always laughing together with me
Thankyou for always playing together with me
Thankyou for always care to me
Thankyou for
always  pay attention to me
Thank you for being comes in my life
Thank you because you always cheer meup  when I’m sad.

I LOVE YOU’

‘Braakk..’ foto Taemin dan Hyo Sung yang dari tadi dipegang oleh Taemin jatuh bersamaan dengan air mata yang dari tadi telah membendung dimatanya.

“Yaaa!! Kenapa kau meninggalkanku? Aku bahkan belum mengatakan padamu kalau aku mencintaimu lebih dari sahabat? Aku ingin menikah denganmu! Andai saja aku tidak berjanji pada Jinki hyung untuk menyerahkanmu padanya pasti sekarang kau sudah menjadi milikku. Dan aku tidak harus bersusah payah acting dengan Sulli dihadapanmu dan hyung! Kau tidak tau bahwa aku dan Sulli hanya berpura-pura agar kau dan hyung bisa hidup bersama? Bertahun-tahun aku menahan perasaanku, dan ini akhirnya? what should I do to make you come back? I can’t live without you. please come back. What should I do now Hyo Sung?” Taemin teriak histeris dikamarnya.

Jinki yang ada diruang TV tentu saja bisa mendengar semua yang dikatakan Taemin.

“Dasar namja pabo! Jadi kau melakukan itu karna janji masa kecil? Kau tau? Kau menyakiti dua hati sekarang. Kau bertindak seolah-olah aku biang dibalik semua ini. Seharusnya kau katakan padaku kalau kau juga menyukainya. Aku pasti akan menyerahkannya padamu! Pabo!”

“Aaaaaarrrggghhhhh” teriakan Taemin kembali terdengar.

-FIND-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

30 thoughts on “What Should I Do? [2.2]”

  1. Jiaaahh… Thor ngegantung ini ceritanya 😥
    Jadiin sequel dong hueee, bahkan Taemin belum nyatain perasaannya sama Hyosung ….
    Sedih baca suratnya Hyosung apalagi kata”nya itu menyentuh dan ngenes bathin 😦
    Suka” sama ceritanya thor 🙂

  2. Ternyata ceritanya berubah dengan drastis
    TaeMin tidak berpacaran dengan Sulli hanya teman, buat manas”in HyoSung
    Tapi seperti HyoSung pergi meninggal saja
    Nantinya kan bakal balik lagi
    Kalau bukankan bisa nyusulin
    •̃⌣•̃◦​‎​◦°◦нê◦нë◦нê◦◦°◦•̃⌣•̃
    Thank You Author

  3. Waah ternyata akhirnya kaya gini! Aku kira happy ending thoor, aku kaget banget ternyata sulli dan taem itu berpura2 :O kyaa daebak thor ayoo di tunggu ff lain, especially taeem 😀

  4. Huweeee… Tissu mana tissu…
    Tnyta Taemin cm pura2 sm Sulli. So sweet sekali kau nak..

    Adegan di bawah pohon Nipple+bus romantis bgt..
    .
    Ditunggu karya yg lain ya…

  5. Huhuhu
    Mewek lg dech
    Seharusnya dilanjutin lg thor
    Taemin nyusul hyusong ke jepang †я̲̅μş̲̅ nyatain cintanya
    Kan jα̲̅ϑΐ happy ending tuch.ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Ŧǻρί bagus Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ ceritanya

  6. Ah…daebak..berharap banget nih ff ada lanjutanny? Atau idah adnlanjutannya author??? Soalny aku baru nemu nih ff..kalo ada judulnya apa yah?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s