Miracle – Nothing is Impossible [2.3]

miracle - by depoyers

Title                         :  Miracle – Nothing is Impossible

Author                    :  Qiink Yheoh

Poster                      :  Depoyers.wordpress.com

Casts                       :

  • Choi Minho – SHINee
  • Krystal Jung – F(X)
  • Choi Sulli – F(X)
  • Lee Taemin – SHINee

Genre                      : AU, Friendship

Rating                     :  PG-15

Length                    :  Three Shots

Summary               :  Choi Minho yang dikenal sebagai murid yang berandalan ternyata menutupi kemampuannya sebagai seorang anak pintar. Lantas alasan apa yang membuatnya seperti itu?

Notes                       : 

  • Cerita ini terinspirasi dari kisah nyataku , jadi apabila terjadi persamaan alur, itu hanya kebetulan belaka, tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun ^.~
  • Cerita ini sebelumnya sudah pernah post di blog Hyeah (Masuk finalis 35) dan juga WP pribadiku, jadi, apabila kalian pernah membaca FF ini tanpa nama author “Qiink Yheoh”, tolong menghubungi aku ya ^^
  • Jika anda ingin, maka tidak ada yang tidak bisa. Nothing is impossible!

 

Part 2

“Apa yang kau lakukan di sini, Sehun-ah?” tanya Minho yang sudah duduk di samping Sehun, bocah kecil yang selalu menyendiri. Sehun menatap Minho sekilas sebelum ia kembali menatap lurus sebuah kolam kecil yang berada tak jauh dari tempat yang  ia duduk sekarang.

“Kau merindukan orang tuamu?” tanya Minho lagi.

Sehun yang tadinya tampak tidak peduli dengan apa yang dikatakan Minho, kini sudah beralih menatap Minho dengan  lekat sebelum bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman yang sinis. “Rindu? Apakah mereka pantas dirindukan hyung?” tanya Sehun.

Minho tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Sehun. “Tentu saja! Apa kau tidak ingin menemui mereka lagi? Mereka masih merupakan orang tuamu Sehun-ah.” Sehun tersenyum sinis lagi. “Ck!” Sehun berdecak. “Aku tidak peduli dan tidak akan pernah peduli!!” seru Sehun yang kemudian bangkit dari duduknya dan meninggalkan Minho. Namun langkahnya terhenti di saat Krystal berjalan mendekatinya sembari mendorong kursi roda Victoria.

“Kau sedang tidak buru-buru, bukan? Ayo, duduk di sini. Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini,” ucap Krystal yang sudah duduk di samping Minho. Sehun menuruti apa yang dikatakan Krystal. Ia duduk di samping Victoria yang tersenyum kearahnya. Sehun membalas senyumannya.

“Kau tidak usah menutupi hatimu, Sehun-ahHyung juga merasakan apa yang kau rasakan sekarang. Jiks kita dapat memilih, tentu saja kita tidak akan memilih penyakit ini, bukan?” Minho menatap Sehun dengan lekat sedangkan Victoria memandang Krystal dengan bingung. Krystal hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu. Victoria mendengus kesal. “Apa maksudmu, hyung?” tanya Sehun.

“Aku sama seperti kalian, pasien kanker otak,” jawab Minho dengan santai. Sedangkan Sehun dan Victoria menganga lebar dengan mata yang membulat. Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan Minho. Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin seorang Choi Minho yang mereka kenal sebagai sosok yang kuat juga sama seperti mereka? Ini tidak masuk akal! Minho pasti sedang bercanda.

Seperti mengerti arti tatapan Sehun dan Victoria, Krystal tersenyum dan mengucapkan beberapa kata untuk menyakinkan mereka. “Benar apa yang dikatakan Minho. Dia sama seperti kalian, hanya saja, dia terlihat lebih kuat daripada kalian. Apakah kalian pernah memikirkan orang lain yang di luar juga seperti kalian? Bagaimana perasaan mereka? Bagaimana mereka menghabiskan sisa-sisa waktunya yang berharga itu? Bukannya di saat seperti ini, kalian harus lebih bisa menghargai waktu-waktu kalian yang sudah tidak lama lagi?”

Tidak sempat Sehun dan Victoria menyahut ucapan Krystal, Minho sudah melanjutkan kata-katanya. “Bagaimana kalau kita mengadakan sebuah konser? Soal nanyinya, kita serahkan kepada Sehun dan Victoria saja. Bagaimana?”

Sehun dan Victoria tampak kebingungan. “Kenapa harus kami?” tanya Sehun.

“Karena hanya kalian yang punya bakat seperti itu,” jawab Krystal. Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Ia bingung mau jawab apa. Ia dan Victoria memang suka bernyanyi namun itu hanya sekedar  hobi, tidak lebih. Sekarang mereka malah disuruh untuk menjadi penyanyi di konser yang akan diadakan oleh Minho? Terlalu mendadak, mereka sama sekali belum siap.

“Tentu saja kami akan memberikan waktu sekitar 2 bulan untuk kalian sebelum konser ini diadakan. Percaya diri! Kami akan mendukung kalian. Jangan mengecewakan kami,” ucap Minho kemudian yang membuat wajah Victoria berseri-seri. “Kami menerima tawaranmu, oppa!” seru Victoria dengan girang.

“Kenapa kalian melupakan kami?” seru Sulli dari kejauhan. Minho berserta Krystal sontak mengalihkan pandangannya ke arah Sulli dan Taemin yang  berdiri tak jauh dari mereka

“Kalian mendengar percakapan kami?” tanya Minho.

Sulli dan Taemin hanya menganggukkan kepalanya tanpa merasa bersalah. Sebenarnya mereka sangat sedih begitu mendengar pengakuan dari Minho. Namun, mereka berusaha untuk menutupi perasaan mereka, mereka tidak ingin merusak suasana seperti ini. Ada saatnya untuk bertanya namun bukan sekarang.

“Kalian akan mengajak kami untuk bergabung dengan kalian, bukan? Kami akan menari, kalau boleh!” seru Taemin seperti anak kecil yang berhasil meminta orang tuanya untuk membelikan permen.

Minho dan Krystal saling tatap sebelum tersenyum ke arah Taemin dan Sulli. “Tentu saja!” Sulli dan Taemin langsung saja melompat-lompat seperti anak kecil. Sehun dan Victoria hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka. Pasrah.

-*Qiink Yheoh*-

Kini mereka – Sulli, Taemin, Minho dan Krystal sudah duduk mengelilingi sebuah meja bundar yang berukuran tidak terlalu besar. “Bagaimana dengan pihak sponsor?” tanya Minho memulai rapat ini.

“Sudah beres. Mereka sangat senang dapat membantu kami,” jawab Sulli.

“Bagaimana dengan pihak entertainer?” tanya Minho lagi.

“Super Junior, SHINee, SNSD, F(X) beserta EXO dari SMENT akan ikut serta dalam acara ini sedangkan dari JYP sendiri hanya Miss A dan YG hanya diwakili oleh Se7en,” jawab Krystal.

“Bagaimana dengan Sehun dan Victoria?”

“Jangan khawatir! Aku sudah melatih vokal mereka, semuanya sudah beres,” jawab Taemin. Minho tampak sangat puas dengan apa yang telah mereka lakukan.

“Bagaimana dengan orang tua mereka?” tanya Krystal yang membuat Minho diam seketika. Matanya menerawang menatap langit-langit ruangan ini. “Aku akan membuat mereka untuk menghadiri acara ini. Mereka harus menyaksikan dengan matanya sendiri, bagaimana kemampuan anak-anak mereka dan betapa rindunya anak-anak mereka pada orang tuanya sendiri,” jawab Minho dengan datar.

“Sebuah keajaiban akan menanti mereka,” gumam Krystal pelan.

-*Qiink Yheoh*-

Sebulan setelahnya, mereka semua sibuk mempersiapkan diri masing-masing untuk mengikuti ujian nasional. Begitu juga dengan Minho, ia sangat rajin untuk membahas soal-soal bersama Sulli, Taemin dan Krystal. Hari demi hari yang dilewatinya semakin membuat kemampuannya meningkat.

Sulli dan Taemin yang memang sudah mengetahui alasan kenapa Minho menutupi kemampuannya sendiri sejak dulu, hanya tersenyum lebar. Mereka berusaha untuk tidak menunjukkan kesedihannya di depan Minho. Mereka tidak ingin membuat Minho berhenti mengejar keajaiban. Mereka yakin sekali bahwa Minho akan menunjukkan kemampuannya pada guru-guru mereka di sekolah. Sebuah keajaiban yang akan terjadi karena tekadnya sendiri.

Namun hari demi hari pula, Minho merasa dirinya semakain melemah. Ia tidak sekuat dulu. Rambutnya kini mulai rontok. Wajahnya selalu pucat. Krystal sangat mengkhawatirkan kondisinya, namun, Minho selalu menyakinkannya bahwa ia baik-baik saja.

Namun kali ini sepertinya Dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya. Sehari setelah ujian nasional berakhir, Minho dilarikan ke rumah sakit karena sakit kepalanya yang mendadak kambuh. Hal ini membuat Sulli dan Taemin menangisinya semalamam.

-*Qiink Yheoh*-

“Apakah dia baik-baik saja, Krystal-ah?” tanya Sulli begitu melihat Krystal keluar dari kamar rawat Minho. Krystal menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Sulli. “Kondisi tubuhnya semakin melemah, kata dokter mungkin waktunya tidak akan lama lagi, Sulli-ah,” ucap Krystal dengan suara yang serak.

Matanya terasa berat akibat air mata yang berada di kedua sudut matanya. Ia menahan air mata yang sudah ingin keluar dari kedua sudut matanya. Ia tidak berani mengerjapkan matanya karena takut air matanya akan keluar dan membentuk isakkan. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Minho.

Sedangkan Sulli jatuh terduduk di atas lantai lorong rumah sakit. Dadanya sesak. Tubuhnya gemetaran menahan isakkan. Air matanya terus mengalir membentuk dua buah sungai kecil di wajahnya.

“Sulli-ah,” lirih Krystal yang sudah mendekap tubuh Sulli. Sulli semakin mempererat pelukannya dengan isakkannya yang semakin kuat sedangkan Krystal yang sedari tadi menahan kesedihannya, juga ikut menangis. Air matanya sudah keluar melalui kedua sudut matanya.

 

“Aku memang sudah tahu dari dulu karena aku adalah saudaranya. Dia yang menyuruhku untuk tidak memberitahu penyakitnya pada orang lain. Dia juga yang menyuruhku untuk pura-pura tidak mengenalnya,” papar Krystal yang duduk di antara Taemin dan Sulli di kelasnya.

“Sejak kapan dia menderita penyakit itu?” tanya Taemin dengan suara yang lirih.

“Sejak dia menginjakkan kakinya di sekolah ini,” jawab Krystal.

“Jadi selama ini kalian telah menyembunyikan semua ini dari kami? Kalian jahat, Krystal-ah! Apa kalian tidak menganggap kami sebagai sahabat kalian? Kenapa kalian tidak menceritakannya pada kami? Jika kau menceritakannya dari dulu, kami tentu tidak akan menilai Minho sebagai anak yang berandalan dan kami akan selalu berada di sampingnya ketika dia memerlukan kami. Kau tahu, semenjak kita belajar bersama, aku sudah menganggap Minho sebagai sahabatku. Dan baru sekarang, aku mengetahui Minho menderita penyakit Kanker otak? Krystal-ah, ini terlalu mendadak.” Sulli meneteskan air matanya. Ia sedih! Sangat sedih begitu menyadari Minho yang beberapa bulan ini selalu bersama mereka akan meninggalkan mereka. Sewaktu-waktu Tuhan akan membawanya pergi dari sini, meninggalkan mereka semua.

“Ini memang sudah takdir Sulli-ah, kita harus kuat! Minho akan sedih bila dia mengetahui bahwa kita menangisinya. Walaupun dia sudah tiada, dia akan selalu berada di hati kita!”

-*Qiink Yheoh*-

“Bagaimana? Apa yang mereka katakan? Apa mereka sudah menerima undangan tersebut? Mereka akan datang?” tanya Krystal bertubi-tubi tanpa menoleh ke arah Taemin dan Sulli yang memasang wajah gelisahnya. “Mereka ingin bertemu dengan Minho, Krystal-ah,” jawab Sulli.

Krystal meletakkan dokumen yang tadi dibacanya di atas meja kemudian menatap Sulli dan Taemin secara bergantian. “Bertemu dengan Minho?” Krystal menautkan kedua alisnya. “Apakah Minho bisa ditemui?” gumamnya.

Sulli dan Taemin saling menatap sebelum mereka menghembuskan napas dengan perlahan. Mereka mendengus kesal. Mereka kecewa. Mereka sedih. Mereka juga marah. Kenapa orang tua Victoria dan Sehun tidak pernah memerhatikan mereka dan lebih memilih untuk bekerja daripada mengunjungi anak-anak mereka? Apa sedikit waktu saja tidak dapat mereka luangkan untuk anak-anak mereka yang akan menunjukkan bakat mereka? Artis-artis besar saja dapat meluangkan waktu mereka untuk anak-anak itu. Kenapa mereka tidak? Kenapa mereka begitu kejam, begitu tega?

“Mereka ingin bertemu denganku? Tentu saja aku bisa ditemui,” ucap Minho yang entah sejak kapan sudah berada di dalam ruangan ini. “Apa kalian lupa? Akulah yang membuat konser ini. Aku yang akan bertanggung jawab atas mereka semua. Aku akan membuat sebuah keajaiban untuk mereka. Mereka yang selama ini haus akan kasih sayang, aku yang akan membuat mereka kembali mendapatkan kasih sayang itu. Biarkan aku yang mengurus ini,” lanjutnya lagi sembari menatap Krystal, Sulli dan Taemin secara bergantian seolah meminta persetujuan dari mereka. Walaupun ia tahu, ia tidak akan menerima kata tidak dari mereka. Tidak akan pernah!

Seolah mengerti apa yang dipikirkan Minho, Krystal hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju sedangkan Taemin dan Sulli melotot kearahnya. “Sudahlah, kalian tidak usah mengkhawatirkannya, Minho tetap akan mengurus masalah ini sekalipun kita mengucapkan tidak,” timpal Krystal yang membuat Sulli dan Taemin langsung terdiam dan mendengus kesal. Minho tersenyum penuh kemenangan ke arah mereka.

-*Qiink Yheoh*-

“Maaf sebelumnya, kami hanya ingin menemui Tuan Song, apa itu juga tidak boleh?” tanya Minho pada sekretaris Direktur Song – ayah Victoria.

“Direktur Song sedang tidak ingin menerima tamu,” jawab sekretaris tersebut. Krystal mendengus kesal. “Ck! Kalau begitu, kami akan tunggu di sini sampai Tuan Song pulang. Tidak mungkin dia tidak pulang bukan?”

-*Qiink Yheoh*-

“Apakah Tuan Oh ada?” tanya Taemin pada salah seorang resepsionis. “Maaf, Direktur Oh sedang tidak ada di sini. Ia sedang keluar,” jawabnya.

Sulli melirik kearah Taemin dan mengedipkan sebelah matanya. “Benarkah? Kalaupun begitu, biarkan kami menunggunya di sini, kau tidak keberatan bukan?” Taemin tersenyum penuh arti. Mereka berdua kemudian berjalan ke arah salah satu bangku kursi yang ada di ruangan tersebut dan mendudukinya.

-*Qiink Yheoh*-

“Ada apa, Krystal-ah?” tanya Sulli setelah menekan tombol hijau pada ponselnya. Taemin melirik Sulli meminta jawaban.

“Minho.. Minho..”

“Minho kenapa? Kau tenang dulu, baru jelaskan apa yang terjadi padanya.”

Terdengar jelas hembusan berat dari seberang. “Minho, dia masuk rumah sakit lagi. Tadi saat sedang bertemu dengan Tuan Song, tiba-tiba sakit kepalanya kambuh lagi dan pingsan. Sekarang, dokter sedang memberikan pertolongan padanya, kalian cepatl datang,” jelas Krystal dengan suara yang serak. Sepertinya, ia barusan menangis.

Sulli buru-buru memutuskan teleponnya dan menarik Taemin untuk keluar dari ruangan Tuan Oh. Namun sebelum mereka membuka pintu, Tuan Oh menghentikan langkah mereka. “Ada apa dengan Choi Minho?” tanyanya.

Sulli melirik Tuan Oh dengan tatapan kecewa, marah sekaligus sedih. “Minho, dia juga seperti anakmu, Tuan Oh. Namun orang tuanya tidak sepertimu, kau tahu? Dia berusaha menyempatkan dirinya untuk menemani Sehun dan anak-anak lainnya yang juga sepertinya. Mereka masih bisa tertawa walaupun nyatanya mereka menderita penakit ganas yang sewaktu-waktu akan membawa mereka pergi dari sini dan mereka masih bisa saling menyanyangi walaupun mereka tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka. Dan kini, di saat daya tubuh Minho yang semakin melemah, dia masih…” Sulli tidak lagi melanjutkan kata-katanya karena air mata yang sedari tadi ditahannya kini keluar membentuk isakkan kecil. Taemin segera memeluknya dan menenangkannya di dalam pelukannya.

“Kau tahu, Tuan Oh, Minho masih ingin membuat keajaiban untuk mereka di sisa-sisa waktunya. Dia ingin melihat anak-anak itu tertawa dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua lagi. Apa itu salah, Tuan Oh? Sehun itu anakmu bukan? Waktunya tidak akan lama lagi Tuan Oh, kenapa kalian tidak memberikan kasih sayang yang lebih kepadanya? Sehun bukan anak yatim, dia juga ingin seperti anak-anak yang lain yang bermain diluar, tertawa bersama sahabat-sahabatnya serta keluarganya. Apakah harapan kecil dari anak-anak sepertinya juga tidak dapat dikabulkan? Pikirkan itu baik-baik, Tuan Oh, kami permisi,” timpal Taemin yang masih memeluk Sulli, kemudian mereka berdua segera keluar dari ruangan Tuan Oh dan mengunjungi Minho yang masih berada di ruang Unit Gawat Darurat.

Mereka hanya dapat berdoa dalam hati supaya Minho dapat melewati masa-masa kritis dan melihat keajaiban yang dibuatnya sendiri. Minho telah berkoban untuk mereka. Namanya akan terus dikenang. Choi Minho, sang pahlawan yang berhasil meluluhkan hati Tuan Oh dan Tuan Song.

-*Qiink Yheoh*-

“Kalian masih gugup?” tanya Krystal sembari menatap anak-anak yang berada di ruang tunggu satu per satu. Anak-anak yang lain hanya mengangguk-angguk. Lain dengan Sehun dan Victoria yang terlihat biasa-biasa saja. Krystal berjalan menghampiri mereka. Tangannya terulur untuk menepuk punggung mereka. “Tunjukkan kemampuan kalian pada semua orang yang telah hadir di sini, tunjukkan kalau anak-anak seperti kalian juga patut dibanggakan.”

Sehun menatap Krystal dengan pandangan yang sulit diartikan. Kemudian ia menghela napas dan membuang muka. “Noona, apakah Minho hyung akan datang?” tanya Sehun tanpa memandang Krystal.

“Iya eonnie, Minho oppa akan datang bukan? Kami berharap dia akan datang. Bagaimanapun dialah yang mendorong kami untuk menunjukkan bakat kami di hadapan banyak orang, dia adalah guru kami, malaikat kami,” timpal anak-anak yang lain. Victoria bersama yang lain hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Apakah kalian percaya akan keajaiban?” tanya Sulli yang tahu-tahu sudah berada di antara mereka. “Percayalah, hari ini akan terjadi banyak keajaiban. So, anak-anak, mari kita siap-siap. Acara akan dimulai sebentar lagi,” lanjutnya dengan nada yang antusias.

-*Qiink Yheoh*-

TBC! RCL!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Miracle – Nothing is Impossible [2.3]

  1. Ya ampun.. Aku ga nyangka bft kalo ternyata minho bneran kanker otak. Pas dia bilang ke vic sm sehun aku kira cuma boongan doang, waah.. Sukses bikin shock bgt nih thor.. Ditunggu next part nyaa

  2. minhonya dateng gak? dateng gak? dateng gak? dateng dong… *maksa wkwkwkwk. ceritanya makin seru yahh. jadi gak sabar baca lanjutannya

  3. Huaa minhooooT_T semangat untuk sembuh dan bisa nonton konser yg udh direncanain yaaa!T_T huu sedih nih aku bacanyaaa
    Keren ceritanyaa, minho yg tadinya udah auamat(?)Jadi termotivasi dan pengen menunjukkan ke orang-orang kalo kita bertekad kuat, meski ada aja halangannya, semua itu bisa dicapai🙂 bagus bagus!
    Lanjut yaa😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s