[FF PARTY 2012] Another Nutcracker Story [1.3]

Another Nutcracker Stories

Title                       : Another Nutcracker Story

Author                   : qL^^ (wp: mystorymyfictionworld)

Main Cast  :

Choi Minho as The Nutcracker / Lee Jaeha,

Kim ShinYoung as herself (covered by IU)

Lee Hwon as Mouse King / Jaeha Step Brother

Support Cast         :

Park Hyeki as Shinyoung’s cousins

Lee Jinki as Palace Head Department of Eksternal Relations

Lee Inhwa as shaman and palace doctor

Lee Taemin as bachelor Taemin

Kim Jonghyun as monk

Genre                    : Advanture, Fantasy, Romance

Type/Length          : Sequel/ 3 Chapter

Rating                   : G

Summary   : Boneka kayu Shinyoung mendadak hidup dan bertarung melawan tikus-tikus. Shinyoung yang tubuhnya mengecil terpaksa mengikuti boneka kayunya ke suatu zaman yang hanya pernah dilihat Shinyoung di drama saeguk. Bisakah Shinyoung membantu mengembalikan bonekanya menjadi pangeran dan kembali ke asalnya? Another nutcracker story! Find your fairytale J

Ket                        : OP

————————————————————————————————–

Another Nutcracker Story

Part 1

Shinyoung menatap boneka kayu hadiah tahun baru dari sepupunya. Dikeluarkannya boneka kayu itu dari dalam kotaknya. Shinyoung memainkan tangan si boneka kayu dan tersenyum. Belum pernah dia merasa segembira ini hanya karena mendapatkan sebuah boneka. Apalagi Shinyoung sekarang bukan seorang anak perempuan lagi, dia sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang pintar menari.

Hyeki hanya mengangkat alisnya tinggi saat melihat ekspresi Shinyoung yang menurutnya berlebihan. Dia tahu Shinyoung senang mengoleksi boneka, tapi itu pun boneka barbie. Bukan boneka kayu seperti yang dibawanya ini. Sepupu Shinyoung itu hanya menggelengkan kepalanya.

Ya! Kim Shinyoung, jangan tersenyum terus seperti itu. Itu hanya sebuah boneka,” tegurnya ketus.

Shinyoung mengalihkan pandangannya pada Hyeki. “Gomawo, aku suka sekali hadiahmu. Bagaimana kau bisa mendapatkannya?” tanyanya penasaran.

Hyeki mengangkat bahu. “Aku harus berkeliling semua pembuat boneka kayu yang ada di London untuk mendapatkan bonekamu. Di antara semua boneka, hanya boneka itu yang memakai pakaian seperti magistrate kerajaan Korea. Si pembuat boneka belum memberikannya nama, jadi terserah kau mau memberi nama apa,” jelas Hyeki panjang lebar.

Shinyoung merapikan hanbok yang dipakai oleh boneka kayu itu. “Minho, aku akan menamainya Minho,” ujar Shinyoung.

“Minho?” ulang Hyeki. “Terdengar familiar,” gumamnya.

“Apa katamu?” tanya Shinyoung bingung.

“Ah tidak, lupakan saja,” ujar Hyeki mengibaskan tangannya. “Jangan lupa, bibi bilang besok pagi aku harus menemanimu untuk kencan buta.”

“Apa?! Tapi besok kan libur tahun baru,” Shinyoung terpekik. Dia menghela nafas sambil beranjak untuk meletakkan Minho-boneka kayunya- di atas meja di sebelah tempat tidurnya. “Ibu memang selalu seenaknya sendiri.”

Hyeki hanya tertawa. “Terserah apa katamu,” ujar Hyeki acuh. Gadis itu berdiri dan meregangkan tubuhnya yang pegal. “Aku akan tidur lebih dulu, aku lelah sekali setelah naik pesawat 14 jam dari Inggris,” sambungnya sambil beranjak meninggalkan kamar Shinyoung.

Shinyoung hanya mengangguk, membiarkan Hyeki pergi. Dia sendiri bersiap untuk tidur. Shinyoung berbaring miring supaya dia bisa menatap Minho. Boneka kayu itu memiliki gurat wajah orang Asia dan ditambah dengan hanbok dan topi magistrate yang memberi citra gagah. Shinyoung bahkan merasa bila Minho sangat tampan untuk ukuran boneka kayu.

Haish, apa yang kaupikirkan Kim Shinyoung? Gerutu Shinyoung mengomeli dirinya sendiri. Entah untuk berapa lama Shinyoung menatap boneka itu hingga dia akhirnya tertidur.

* * *

Shinyoung merasa dia baru tidur sangat sebentar ketika dia mendengar bunyi-bunyi berisik di bawah tempat tidurnya. Shinyoung membuka matanya kaget dan duduk di tempat tidur. Kamarnya remang-remang hanya diterangi cahaya lampu tidur. Shinyoung menoleh ke atas meja dan melihat bonekanya sudah menghilang.

Kaget, Shinyoung bergerak turun dari tempat tidur. Dia menjadi lebih kaget lagi saat melihat sekawanan tikus sedang mengepung bonekanya. Shinyoung mengusap-usap matanya. Tidak, dia tidak salah lihat. Kawanan tikus itu tidak bergerak dengan empat kaki. Mereka berdiri dengan dua kaki dan kaki depannya dipakai untuk memegang pedang panjang. Shinyoung bahkan menyadari bahwa tikus-tikus itu memakai pakaian prajurit perang kerajaan Korea zaman dulu. Hanya satu tikus yang berbeda dan dia memakai hanbok yang mirip dengan yang dipakai boneka kayunya.

Minho-boneka kayunya- juga bergerak lincah  untuk ukuran boneka kayu, menghalangi tikus-tikus itu. Rupanya Minho juga mempunyai pedang, salah satu properti yang ada di dalam kotak boneka. Shinyoung hanya berdiri terpaku menatap pemandangan itu. Tidak ada yang menyadari dia melihat semua keanehan itu sampai tiba-tiba Shinyoung menyenggol meja riasnya dan menjatuhkan botol parfumnya.

Perkelahian itu mendadak berhenti. Tikus prajurit mendekati Raja Tikus lalu berbisik sesuatu. Kawanan tikus itu tiba-tiba mendekatinya Shinyoung. Minho –boneka kayunya- menghalangi kawanan tikus itu, namun tiba-tiba selembar kertas seperti jimat atau jampi-jampi terbang dan menempel tepat di lengan Shinyoung. Dan semuanya terjadi begitu saja.

Tiba-tiba Shinyoung mengecil. Tubuhnya menyusut. Meja, kursi, lemari dan tempat tidurnya pelan-pelan terasa jauh lebih besar. Shinyoung bahkan tenggelam dalam baju yang dikenakannya. Sekarang Shinyoung bisa mendengar apa yang diucapakan tikus-tikus itu. Suara-suara yang tidak mungkin ditangkap oleh telinga manusia biasa.

Tanpa aba-aba, Minho tiba-tiba menyerang tikus-tikus itu. Shinyoung bisa melihat perkelahian yang diungguli Minho. Tikus-tikus itu menyumpah, kewalahan membalas serngan Minho walaupun jumlah mereka lebih banyak. Lalu prajurit tikus semuanya menyebar berlarian termasuk si Raja Tikus menuju gerbang kecil di dinding kamar Shinyoung. Shinyoung tidak pernah ingat kalau dinding kamarnya punya gerbang seperti itu.

Sekarang suasana kamar sunyi senyap. Hanya ada desahan nafas Minho yang kelelahan dan degupan jantung Shinyoung.  Shinyoung panik. Tentu saja. Dia mendadak menyusut dan sekarang bahkan dia tidak punya baju. Shinyoung menggengam erat-erat bajunya yang kini sangat kebesaran agar menutupi tubuhnya.

Shinyoung terpekik kaget ketika Minho tiba-tiba menyerahkan sebuah hanbok dan pakaian renang pada Shinyoung. Wajah kayu Minho serius sekali dan terlihat galak.

“Pakailah, kau tidak mungkin kemana-mana memakai kain panjang begini kan?” ujar Minho.

Shinyoung terperangah. Ini suara Minho. Benar-benar suara Minho –boneka kayunya. Tangan Shinyoung gemetaran mengambil hanbok  dan pakaian renang itu.

“Darimana kau mendapatkannya?” tanya Shinyoung bingung.

Minho mengangkat bahu. “Aku mengambilnya dari boneka barbiemu,” jawabnya ringan.

Shinyoung menatap Minho dengan horor. Bayangan Minho membuka paksa hanbok dan pakaian renang dari boneka barbie-nya membuatnya kaget.

Minho tersenyum miring. “Tenang saja. Aku bukan pervert, boneka barbie-mu tidak akan hidup. Dia tidak seperti aku,” jawab Minho. “Cepat ganti baju, aku harus menyelesaikan banyak urusan,” sambung Minho.

“Tunggu sebentar. Jangan mengintip!” ancam Shinyoung lalu menyeret tubuh yang terlilit pakaiannya ke dalam celah gelap di antara kaki meja dan tempat tidurnya. Sekarang bahkan ukuran kaki meja itu sudah seperti pilar besar yang bisa menutupinya dari pandangan Minho.

Lima menit kemudian, Shinyoung sudah selesai berganti baju. Sekarang dia memakai hanbok sederhana berwarna biru dan merah muda. Rambutnya diikat dengan pita merah. Shinyoung jadi merasa sebagai pemeran wanita di saeguk yang sering ditontonnya. Dia menghampiri Minho yang sedang bersandar di dekat gerbang tempat menghilangnya tikus-tikus tadi.

“Minho-ssi,” panggilnya.

Minho menoleh dan sedikit terperangah. Saat tadi dia melihat boneka barbie yang memakai hanbok itu, dia sama sekali tidak merasa hanbok itu istimewa. Tapi saat gadis itu yang memakainya, hanbok itu jadi terlihat berbeda. Gadis itu cantik, Minho harus mengakui itu.

Waeyo?” tanya Shinyoung bingung, menatap dirinya sendiri.

Minho berdeham. “Aniya,” jawabnya singkat.

Shinyoung mengerjap tidak paham.

“Tadi kau memanggilku apa?” tanya Minho pada Shinyoung.

“Minho,” jawab Shinyoung cepat. “Hyeki bilang kau belum punya nama, jadi aku boleh menamaimu dan aku menamaimu Minho,” jelasnya.

“Hyeki? Aaah, yang memberikanku padamu itu?” Minho menggerutu. “Namaku bukan itu, tapi untuk penyamaran aku akan memakai nama Minho,” putusnya.

“Hei, tunggu sebentar. Kau harus menjelaskan dulu sebenarnya apa yang terjadi di sini? Mengapa aku bisa mengecil seperti ini?” tuntut Shinyoung.

Minho menggeram. “Haish, kau harus tahu bahwa kau sudah menambah bebanku. Selain menyelesaikan urusanku, aku juga harus mencari cara agar mengembalikanmu seperti semula,” omel Minho. “Harusnya kau tidak terbangun, jadi kau tidak terlibat.”

Mwo? Salah siapa yang begitu berisik di malam hari?” balas Shinyoung tak mau kalah.

Ya! Mana ada orang berperang dalam keadaan sunyi,” balas Minho.

Shinyoung menggelembungkan pipinya kesal. “Jadi, siapa kau sebenarnya dan bagaiman kau bisa jadi boneka yang hidup?” tanya Shinyoung lagi.

Minho tidak menjawab. Dia malah berjalan menuju gerbang dan berdiri tepat di hadapan gerbang itu.

 “Jawabannya ada di dalam pintu ini,” ujar Minho. “Kau bisa memilih menunggu di sini sampai aku kembali dan mengembalikanmu atau ikut ke dalam sana dan menghadapi apa yang tidak pernah kau tahu. Bagaimana?” tanya Minho, mengulurkan tangannya.

Shinyoung menatap uluran tangan Minho dengan ragu. Dia tidak mungkin membiarkan Minho sendirian mencari cara untuk mengembalikannya. Bagaimana kalau Minho tidak kembali? Masa dia akan menghabiskan seumur hidupnya dalam bentuk tubuh kecil begini. Shinyoung tidak tahu apa yang dimaksud Minho apa yang ada di dalam gerbang itu, tapi dia akan menjadi pemberani dan memutuskan mengikuti Minho ke dalam sana.

Shinyoung menarik nafas pelan. Berdoa dalam hati semoga dia tidak salah mengambil keputusan. Shinyoung meletakkan tangannya di atas telapak tangan kayu Minho, memutuskan ikut ke dalam sana.

Minho tersenyum miring. “Kalau kau sudah di dalam sana, kita harus menyelesaikan segalanya untuk dapat keluar. Kau mau mengambil resikonya?” tanya Minho sekali lagi.

Shinyoung mengangguk. “Kalau aku mengikutimu, kau harus berjanji tidak akan meninggalkanku sendirian di dalam sana. Kita akan keluar bersama, janji?” tanya Shinyoung sambil memberikan kelingkingnya.

Minho tidak bisa menolak. Gadis ini terlibat dalam masalah ini karena dirinya dan jiwanya sebagai laki-laki tidak akan membiarkan wanita sendirian. Minho mengaitkan kelingkingnya pada Shinyoung. “Aku berjanji,” ujarnya.

Pelan tapi pasti, Minho mendorong gerbang itu dengan sebelah tangannya sementara sebelah tangan lagi menggenggam tangan Shinyoung erat-erat. Anehnya tangan kayu itu tidak terasa keras di kulit Shinyoung.

Pintu gerbang itu terbuka. Sinar putih yang terang menyilaukan Shinyoung. Dan dia harus mengucapkan selamat tinggal pada kamar tidurnya yang nyaman.

Petualangan baru sudah dimulai.

* * *

Shinyoung mengerjap beberapa kali, memaksa agar matanya beradaptasi dengan sinar matahari yang menyilaukan. Matanya mulai fokus saat Shinyoung menyadari dimana dia berada sekarang. Dia berada di sebuah desa dan tangannya masih menggenggam tangan kayu Minho. Hei, Minho si boneka kayu di tengah desa manusia?

Shinyoung tidak sempat memikirkan hal lain saat tiba-tiba Minho menyeretnya. Mereka bersembunyi di balik dinding saat mendengar derap-derap langkah. Sekawanan prajurit tikus putih lewat sambil membawa tombak dan tameng. Shinyoung menahan nafas.

Minho menatapnya. “Jangan berisik, aku akan menuntunmu menuju markas. Kau hanya perlu mengikutiku,” ujar Minho.

Shinyoung mengangguk, membiarkan dirinya diseret Minho. Mereka berjalan melewati desa. Minho melipat tangannya dan menunduk agar tidak ada yang menyadari bahwa dia boneka kayu. Tapi Shinyoung memperhatikan penduduk desa sendiri terlalu sibuk untuk memperhatikan sekitar. Penduduk desa itu memakai hanbok sederhana dan bergerak cepat dalam diam. Wajah mereka khawatir, entah apa yang dikhawatirkan.

Desa itu sendiri persis seperti desa yang sering dilihat Shinyoung dalam saeguk. Pasar yang ramai. Rumah-rumah yang berdempetan. Gisaeng-gisaeng yang berpenutup kepala. Beberapa penjual obat. Kepala Shinyoung sampai terasa pusing membayangkan kalau ini semua hanya khayalan.

Minho dan Shinyoung berhenti di depan semua rumah yang bertuliskan ‘Lee’. Rumah yang cukup besar. Minho mendorong pintu gerbang rumah hingga terbuka dan seseorang berlari menyambut mereka.

Hyung!” teriaknya gembira. Seorang bocah laki-laki berambut jamur yang berusia sekitar 15 tahunan.

“Taemin, kau bisa membongkar rahasiaku,” sungut Minho menjewer telinga bocah yang dipanggil Taemin.

Shinyoung menilai dari sikap Taemin yang biasa saja berarti dia sudah sering melihat Minho dalam bentuk boneka kayu seperti ini. Taemin yang seakan baru sadar bahwa Minho tidak datang sendiri berganti menatap Shinyoung.

“Ah, maafkan aku. Annyeonghaseyo, noona,” sapa Taemin ramah sambil membungkukkan badan.

Shinyoung balas membungkuk dan tersenyum.

Minho menepuk kepala Taemin keras. “Sejak kapan dia jadi noona-mu?” omelnya pelan. Lalu berjalan memasuki rumah tradisional Korea itu

Taemin segera menempeli Shinyoung. “Noona, siapa namamu?” tanya Taemin penasaran.

Shinyoung tidak bisa menjawab. Dia terlalu terpesona pada interior rumah itu. Benar-benar khas Korea. Shinyoung belum pernah melihat hal ini seumur hidupnya.

“Mana Jinki hyung?” tanya Minho pada Taemin.

“Jinki hyung ada di istana. Raja memanggil semua pejabatnya ke istana,” jawab Taemin polos. “Inhwa noona juga. Semuanya ada di istana,” jelas Taemin.

Minho menghela nafas. Hwon sudah tahu dia akan datang. “Jangan sampai ada yang mengetahui aku di sini, mengerti Taemin-ah?” ucap Minho memperingatkan Taemin.

Ne, arraseo,” jawab Taemin.

Minho lalu menyuruh Taemin menyiapkan makan siang untuk Shinyoung. Sedangkan Minho sendiri mengantarkan Shinyoung ke sebuah kamar.

“Kau bisa beristirahat di sini,” ujar Minho. “Aku harus menunggu yang lain kembali untuk membicarakan rencanaku.”

Shinyoung menahan tangan Minho. “Kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku sendiri. Kalau begitu kau harus menceritakan padaku,” ujarnya.

Minho mengalah dan duduk di hadapan Shinyoung. “Ceritanya panjang. Ngomong-ngomong aku belum tahu namamu,” kata Minho tiba-tiba.

Shinyoung mencibir. “Oh, kau baru ingat untuk bertanya sekarang ya? Namaku Kim Shinyoung. Kau bisa memanggilku Shinyoung,” ujar Shinyoung ketus membuat Minho tertawa. Oke, ini pertama kalinya Shinyoung melihat Minho tertawa.

“Kau sudah sering kemari ya?” tanya Shinyoung lagi.

“Maksudmu?” tanya Minho.

“Ya, datang ke dunia ini. Buktinya Taemin tidak terkejut melihatmu sebagai boneka kayu,” jelas Shinyoung.

Minho tersenyum pahit. “Memangnya kau tahu kalau dulunya aku bukan boneka kayu?” tanya Minho.

“Ah, maaf. Aku dibesarkan dengan dongeng Barat. Jadi itu hanya asumsiku kalau kau dikutuk atau semacamnya menjadi boneka kayu, sama seperti yang terjadi pada tubuhku yang mengecil ini,” jawab Shinyoung.

Minho sudah akan menjawab pertanyaan Shinyoung ketika tiba-tiba pintu ruangan digeser. Dua laki-laki termasuk Taemin dan satu orang perempuan berdiri di hadapan pintu. Mereka membungkuk memberi hormat.

“Selamat datang kembali, jeonha,” ujar salah satu dari mereka yang bermata sipit.

Jeonha? Shinyoung mengernyit.

“Ah, kalian sudah kembali. Kuharap Hwon tidak bersikap menyebalkan di istana,” ujar Minho ringan.

Mereka semua lalu duduk di hadapan Minho. Minho tersenyum menatap mereka semua lalu berpaling menatap Shinyoung.

“Ah, aku akan memperkenalkan mereka. Mereka semua adalah kepercayaanku melewati masa-masa sulit ini. Ini Menteri Dalam Negeri Lee Jinki,” Minho menunjuk laki-laki bermata sipit, “ini salah satu shaman dan dokter terbaik istana, Lee Inhwa,” Minho menunjuk satu-satunya wanita yang ada di ruangan ini. “Dan kau sudah mengenal Taemin kan? Dia sarjana Lee Taemin, ajudanku.”

Shinyoung mengangguk, berusaha mengingat nama-nama dan wajah-wajah baru itu. “Salam kenal, aku Kim Shinyoung,” ujar Shinyoung memperkenalkan diri.

“Shinyoung ini pemilik baruku,” ujar Minho menambahkan.

Semuanya mengangguk-angguk kaku. Kelihatannya hanya Taemin yang menganggap Minho sederajat, yang lain sangat menghormati Minho.

“Maafkan hamba, Jeonha. Istana sepertinya sudah mengantisipasi kehadiran anda di kerajaan. Raja Hwon sudah memerintahkan untuk menyebarkan gambar anda ke seluruh penjuru negeri,” ujar Jinki memberitahu Minho.

Minho mengangguk paham. “Aku tahu dia sudah siap. Bukankah hal itu selalu terjadi saat aku kembali ke sini?” tanya Minho retoris.

Tuh kan, Shinyoung benar. Minho sudah pernah datang ke dunia ini. Hwon? Siapa yang dimaksud Minho dengan Hwon?

“Keamanan istana juga sudah diperketat Jeonha,” kata Inhwa.

“Tidak apa-apa. Kalian harus tetap membiarkan Hwon mempercayai kalian hingga rencana kita berhasil,” sahut Minho.

Jinki ikut berbicara. “Kami sudah mengumpulkan pengikut Jeonha, sesuai dengan perintah Anda. Kita sudah siap bergerak, kapan pun Anda inginkan kami sudah siap,” ujarnya.

Minho mengangguk paham.

“Tapi maafkan kami Joenha. Kami belum bisa menemukan apa arti ramalan itu. Kekuatan kita tidak akan cukup menghadapi mereka,” ujar Inhwa menimpali.

Minho terdiam memijat keningnya. “Teruslah berusaha,” hanya itu yang bisa dikatakannya.

Semuanya terdiam sesaat.

“Ah ya, hamba sudah menyiapkan ramuan untuk Anda, Jeonha. Ritual yang seperti biasa,” Inhwa berkata dengan cepat.

Minho mengangguk. “Baiklah, setelah itu aku meminta bantuanmu untuk memeriksa Shinyoung. Kita harus menemukan cara supaya dia bisa kembali ke tubuhnya semula,” kata Minho.

Inhwa mengangguk mengerti.

Minho beranjak, diikuti Inhwa. Shinyoung kembali menahan tangannya.

“Aku akan pergi sebentar. Taemin akan menemanimu di sini, setelah itu kau harus mematuhi Inhwa dan diperiksa. Kau paham?” ujar Minho menyakinkan Shinyoung.

Shinyoung merasa dirinya pasti sudah gila karena dengan mudah gadis itu mengangguk.

Dengan lembut, Minho melepaskan pengangan tangan Shinyoung dan tersenyum. Kali ini senyum tulus, bukan senyum miring atau senyum pahit. Senyum itu seakan menggemakan kata percayalah di kepala Shinyoung. Minho lalu menghilang di balik pintu.

Shinyoung baru menyadari bahwa selama Minho tersenyum jantungnya berdegup keras. Shinyoung sampai harus menenangkan debaran jantungnya. Jangan-jangan …….

* * *

Shinyoung mengetuk pintu ruang kerja Inhwa dan masuk ketika Inhwa mempersilahkannya. Ruang itu dipenuhi lemari buku dan bau rempah-rempah yang digunakan sebagai obat. Di salah satu sisi ruangan ada dipan tempat orang-orang yang sakit berbaring untuk diperiksa. Tanpa disuruh, Shinyoung langsung berbaring di sana.

Inhwa memeriksa denyut nadi Shinyoung dan tanda-tanda vital lain yang hampir sama seperti yang dilakukan Hyeki, sepupunya yang kuliah di kedokteran. Shinyoung tidak tahan untuk tidak bertanya pada Inhwa.

“Kau seorang dokter istana?” tanya Shinyoung.

“Ya,” jawab Inhwa singkat.

“Tapi kau juga seorang shaman?” tanya Shinyoung lagi.

“Ya,” jawab Inhwa. Lagi-lagi pendek.

“Sudah berapa lama kau mengenai Minho?” tanya Shinyoung lagi.

“Minho?” Inhwa menghentikan pemeriksaannya dan menatap Shinyoung. “Siapa yang kau sebut Minho?”

Shinyoung balas menatap bingung. “Minho tentu saja. Minho – boneka kayu,” jawabnya polos.

Inhwa mendesah. “Namanya bukan Minho dan kau seharusnya tidak boleh memanggilkan hanya dengan nama. Itu melanggar hukum,” jawab Inhwa.

“Lalu siapa nama aslinya?” tanya Shinyoung penasaran. “Kau tahu bagaimana ceritanya dia berubah seperti itu?”

Inhwa berhenti memeriksa dan menatap Shinyoung serius. “Namanya Hwang Teja Lee Jaeha. Dan ya, aku tahu bagaimana beliau bisa menjadi seperti itu.”

“Ceritakan padaku,” pinta Shinyoung mencengkram lengan Inhwa erat-erat.

“Akan kuceritakan, nona Kim. Tapi kita harus membahas masalah tubuhmu dulu,” ujar Inhwa sabar. Dia melepaskan diri dari cengkraman Shinyoung. “Dengar, saat kau mengecil, ani, tepat sebelum kau mengecil ada sebuah kertas yang tertempel di lenganmu bukan?” tanya Inhwa.

“Oh, kenapa kau bisa tahu?” Shinyoung kaget.

“Kertas itu yang membuatmu mengecil seperti ini. Itu semacam kutukan yang dibiasa diberikan oleh para shaman. Aku memang seorang shaman, tapi kekuatanku tidak cukup untuk mengembalikan keadaanmu seperti semula. Sama seperti yang dialami oleh Hwang Teja Lee Jaeha,” Inhwa menjelaskan.

“Lalu aku tidak bisa kembali seperti semula?” tanya Shinyoung. Perasaannya campur aduk antara sedih dan bingung.

Inhwa menarik nafas. “Sebelum Hwang Taeja berubah seperti itu, ada sebuah ramalan yang menyatakan kekuatan bulan bisa membantu matahari. Kau paham maksudnya?” tanya Inhwa.

Shinyoung menggeleng. Dia menyukai saeguk tapi dia sama sekali tidak paham mengenai ramalan dan sebagainya.

“Matahari diartikan sebagai raja, itu simbol. Bulan diartikan dan disimbolkan sebagai ratu. Artinya, seseorang yang bisa membantu raja adalah bulannya, ratunya,” ujar Inhwa menjelaskan.

“Lalu apa susahnya menemukan calon ratu?” tanya Shinyoung. “Ada banyak gadis yang bisa diseleksi untuk menjadi Bingung (putri mahkota).”

“Takdir itu mengalir dalam darahnya, tidak semua orang bisa menemukannya,” ujar Inhwa lagi. “Jadi selama kami belum menemukan siapa, semua rencana ini tidak berguna.”

“Memangnya apa yang terjadi bila ada bulan dan matahari?” tanya Shinyoung lagi.

“Kau tidak tahu? Gerhana matahari. Saat bulan menutupi matahari, langit akan gelap gulita, saat itu kekuatan shaman akan mencapai puncaknya. Saat itu akan akan bisa menolongmu dan Hwang Teja,” jelas Inhwa.

Jadi begitu, Minho membutuhkan bulan-nya. Namun pertanyaannya siapa? Shinyoung harus membantu Minho menemukan orangnya agar dia bisa segera pulang.

* * *

Malam itu, Shinyoung duduk di kamarnya sambil menatap langit melalu jendela. Bulan sabit bersinar terang. Kontras dengan langit kelabu. Shinyoung menoleh cepat saat merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya. Ternyata Minho. Tapi Minho yang jauh berbeda.

Minho yang sekarang bukan lagi boneka kayu. Gerakannya cukup kaku tapi kulitnya benar-benar menyerupai kulit. Shinyoung tersenyum melihatnya.

“Aku hampir tidak mengenalimu,” ucapnya.

“Kenapa? Aku jauh lebih tampan sekarang?” tanya Minho menggoda Shinyoung.

Shinyoung mendengus. Minho memutuskan duduk di hadapan Shinyoung, ikut memandang langit.

“Jadi apa yang kaulakukan tengah malam begini memandang langit?” tanya Minho.

Shinyoung tersenyum. “Bukankah bulan itu indah?” tanyanya.

Minho memandang Shinyoung, bingung dengan perkataannya.

“Jadi kau seorang putra mahkota rupanya,” ujar Shinyoung lagi, mengalihkan perhatian Minho dari bulan.

“Kau sudah tahu? Inhwa sudah menceritakannya padamu?” tanya Minho.

“Tidak semuanya, tapi ya secara garis besar aku sudah mengerti,” jawab Shinyoung. “Aku masih boleh memanggilmu Minho kan? Atau aku harus mulai memanggilmu Jeonha?” tanyanya tersenyum nakal.

Minho tertawa mengejek. “Terserah kau saja. Aku juga tidak dalam posisi putra mahkota sekarang,” jawabnya getir.

Mereka terdiam. Shinyoung menunduk.

“Dia kakak laki-lakiku, anak selir pertama Ayah. Aku sudah siap menyerahkan tahtaku padanya kalau saja ternyata dia tidak mempunyai ideologi yang berbeda. Biksu terakhir di kerajaan memberikan kutukan, yang menyentuh tahta raja selain aku akan berubah menjadi tikus. Itulah kenapa Hwon akhirnya berwujud seperti itu,” Minho bercerita.

“Semua pengikutnya juga berubah menjadi tikus?” tanya Shinyoung.

“Seperti yang kaulihat malam itu, ya. Mereka semua berubah menjadi tikus. Aku sendiri diubah oleh shaman yang dimiliki Hwon sehingga menjadi seperti ini. Inhwa masih punya sedikit kekuatan untuk mengembalikanku selama beberapa hari. Kau juga sudah tahu bukan? Aku akan ke dunia ini lalu kembali dilempar keluar dan kembali menjadi boneka kayu. Hwon selalu berhasil melemparku keluar sebelum aku bisa melakukan apa-apa,” jelas Minho tersenyum getir.

“Tapi kau selalu berhasil kembali lagi kan?” Shinyoung memberi semangat. “Apa yang terjadi dengan rakyatmu? Mereka terlihat khawatir,” Shinyoung bertanya lagi.

“Hwon mengancam siapa pun yang terlihat berhubungan denganku akan dihukum. Karena itu semuanya hidup dengan saling tidak mempercayai,” jelas Minho.

Shinyoung mengangguk, lalu berkata, “Aku sudah mendengar soal ramalannya.”

“Ramalan? Bulan dan matahari itu?” tanya Minho memastikan.

Shinyoung mengangguk sementara Minho mendengus.

“Aku masih tidak percaya pada ramalan itu,” ujarnya sebal.

“Kenapa?” Shinyoung bertanya.

“Tentu saja. Hanya karena menunggu sang bulan aku tidak bisa memperjuangkan segala rencanaku,” gerutu Minho.

Shinyoung menatap Minho penasaran “Kau tidak memikirkannya? Memikirkan putri mahkota?” tanya Shinyoung.

Minho terdiam dan membuang muka.

“Kau harus mulai mencarinya agar semua hal ini cepat selesai,” ujar Shinyoung memaksa Minho.

“Aku tahu. Inhwa sudah memberikan petunjuk kemana kita harus mencari gadis itu. Besok pagi kita akan berangkat, Taemin akan menemani kita sedangkan Jinki dan Inhwa akan tetap tinggal untuk memata-matai Hwon,” jelas Minho.

Arraseo,” ujar Shinyoung.

“Tidurlah, besok akan menjadi perjalanan yang berat,” nasihat Minho. Shinyoung mengangguk paham. “Aku akan memastikan kau kembali dengan selamat.”

“Aku tahu itu,” jawab Shinyoung dan Minho meninggalkan Shinyoung di kamar.

Siapa pun takdir Minho, Shinyoung percaya dia akan menolong mereka.

-TBC-

Authors note : Halohaaa! I’m back, like usual untuk FF party. Ada yang ingat sama aku? Hehehe. Aku kembali dengan genre fantasy-ku.

Familiar dengan cerita ini? Yep! Tema besarnya dari Barbie in The Nutcracker tapii aku kombinasi sama berbagai hal. Kali ini Minho kembali jadi korban haha.

Part yang ini kebanyakan memang mengambil sisi Shinyoung walaupun POV dari sudut pandang serba tahu. Part berikutnya aku akan menunjukkan sisi Minho hihi.

 Siapa yang penasaraaaaan? Jangan lupa comment J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

Advertisements

36 thoughts on “[FF PARTY 2012] Another Nutcracker Story [1.3]”

  1. kyaa…
    Daebak!!
    Suka.. Suka..
    Tak disangka.. Di umurku yg sgini masih seneng fairy tale.. Hahaha
    tpi aku beneran suka..
    Next..*

  2. Keren thor!
    Raja Hwon? Matahari dan Bulan? Shaman?Eumm.. ini mengingatkanku dgn drakor The Moon that embraces the sun.
    Di awal cerita disebutin kalo Shinyoung bkaln menjalani kencan buta kn? aku yakin pasangan Kencan nya itu pasti Minho kkk~
    OnKey next partnya dtunggu thor!

    1. ahaha, karena aku suka dramkor TMTETS juga dan ga inget nama2 raja lain jadi aku comot aja dari situ. Konsep gerhana sih aku bikin sndiri tapi ya mau ga mau emang ada unsur bulan-mataharinya hehe

      haha, kalau ngikutin nutcracker yang asli emg begitu kan yaa?

      siip. makasih udah baca dan komen 😉

  3. Hehe… Kebetulan dari lahir ampe dewasa(!) #plak# ini aku masih suka ma cerita barbie the series dan fairy tale lainnya.

    Awalnya aku kira akan plek mirip kisah barbie, tetapi syukurlah tidak. Di mix ma budaya korea jadi seru. Jadi yah ada bedalah ma carita asli. Ini di nutcraker versi korea, hehe

    walopun mungkin aku dah tau endingnya bgaimana, tapi aku tetep penasaran ma jalan menuju ending.

    Satu lagi.. Tetem taem-ku jadi umur 15 thun. Aigoo.. Pasti unyu. Awas klo minho berani macam2 sama taem, aku bikin jadi kayu bakar entar. Hehe
    jjang author

    1. horee!! punya teman sesama penggemar fairy tale hehe.

      awalnya sempet mau bikin plek mirip, tapi ga jadi. soalnya aku malah dapat feel yg bikin rada seaguk gini hehe. keidean dari another cinderella story sih, gmna caranya ngeremix dongeng lama haha

      gomawo udah baca dan komen yaa 🙂

  4. Kyaaaa!
    Keren kombinasinya Ql-ssi.

    The Moon That Embrace The Sun di kombinasi sm The Nutcracker. Pas dgr ramalannya malahan aku kebayang wajah Kim Soo Hyun+Han Ga In #LoL

    joha2
    ditunggu lanjutannya ya!

    1. ahaha, padahal ramalannya beda yak, ckck pesona kim-soohyun – han gain emg ngelekat kuat. ntr next part bayangin Minho yaa hehe

      siipp
      gomawo udh baca dan komen 🙂

  5. Keren! Ama kayak yg lain aku pikir ceritanya bakal kayak barbie the nutcracker. Tapi beda soalnya dimix ama budaya korea, ehem sedikit ngingetin aku ama the moon that embraces the sun *pdhl g pernah nonton #plak* soalnya itu doang dramkor yg aku tau cerita kerajaan gitu -.-
    Nextnya ditunggu yaa 😉 like this~

    1. ahehe ga salah kok, sedikit banyak emang terinspirasi dari situ hehe. kalau nonton King 2 Heart aku juga nyomot namanya dari situ hihi
      okeey. makasih udah baca dan komen yongie 🙂

  6. ah! ini adalah fanfic bergenre fantasy pertama yg berhasil membuat ku merasa nyaman saat membacanya. keren penasaran sama akhirnya.

  7. Perpaduan drama korea paling fav.ku, The Moon bla bla :p bersama The Nutracker. Dan entah mengapa, saya jd kebayang film Arthur yg kartun imut” itu.
    Next lah, ditungguin. 🙂

  8. Namanya sama persis dengan King 2 Hearts = Lee JaeHa
    Lee TaeMin unyu”
    Ga sabar nunggunya
    Nanti ada dong adegan tangis-tangisan
    Fighting author| semangat

    1. iyaa nyontek soalnya :p ketauan deh ga punya banyak stok nama
      tentu sajaa, hidup 93-ers!!
      ada ga yaa tangis-tangisan? hha, kita liat ajaa

      makasiih banyaak #hug

  9. ah suka. sama kayak yang lain, dikirain mirip, eh ternyata nggak juga. apa lagi semua yang terjadi, dibuat penjelasannya. agak berbeda sih, soalnya seingetku di nut cracker #bener nggak tuh? pangeran ketemu sama sekutunya itu di pertengahan, sedangkan di sini di awal, terus mereka ikut berpetualang juga. semoga aja banyak perbedaan yang bisa aku temuin di part selanjutnya. #harap-harap cemas.

    1. ehmm, kayaknya malah aku yg lupa. seingatku justru di awal, tapi aku emang berusaha supaya bener-bener beda kok. jadi sesuai judulnya nutcraker dengan cerita yang beda.

      semoga saya tidak mengecewakanmu hana-ssi 🙂
      makasih udah baca dan komen

  10. Ceritanya kayak gabungan dr cerita dongen sama drama saeguk the moon that embraces the sun yaaa haha.. Ada nama lee hwon juga hihi, jadi inget kim soo hyun.
    Tapi penasaran banget sama kelanjutannya, aku yakin yg bakal jd putri mahkotanya si shinyoung. Dan di kehidupan nyata bisa hidup bersama. Ditunggu next part nya thor..

    1. ahaha, kim soohyun lama-lama menyaingi putra mahkota Choi Minho kita wwkwk. gpa2 lah sama2 cakep.
      hehe, tunggu aja yaa. makasih udah baca dan komeen 🙂

  11. Maap thor kyk.a ne ff udh prnah ada film.a.tp apa ea aku lupa;-/
    Truz prn lee jaeha menginggatkan kt ama drama king2 heart.

  12. Mian thor kyk.a ne ff udh prnah ada film.a.tp apa ea aku lupa;-/
    Truz prn lee jaeha menginggatkan kt ama drama king2 heart.

    1. jinja? film apa? barbie? atau TMTETS? atau King2 Heart? Arang and the magistrate?itu film-film yang jadi inspirasiku nulis ini hehe
      mgkn boleh dikasih tau kalau udh ingat judulnya ya minri-ssi hehe
      makasih yaa udah baca dan komen 🙂

  13. QL~~~~~~~~~~
    Kamu tahu, Barbie and The Nutcracker dan semua seri selanjutnya adalah FILM FAVORITKU!!! #DUARRRR Dan sayangnya aku masih bayangin Prince Eric yang jadi Nutcracker. Dan adegan terakhir aku kebayang di rumah pohon bersama dengan Mayor Jendral Peppermint dan Kolonel Candy (nahloh keluar semua kan)
    Erghh… masih susah bayangin Minho jadi boneka kayu yaoloh O_O
    Yah.. mungkin ujung-ujungnya juga sama sih, nyari cewek yang ternyata dia sendiri (kalau aku boleh berprediksi)
    Dan jangan salahkan aku membayangkan Shinyoung jadi mukanya Clara o.o awalnya miriiip XD (Barbie tetep mendominasi meski dicampur unsur lain) (nahloh)
    Cakep ih, fantasinya dapet. 🙂
    Oke deh, aku baca selanjutnya yak kkk~~~ XD

    1. aaaarrrg reeen, akhirnyaa kamu mampiir. kekeke, yaah maafkan aku mgkn pengambarannya kurang jelas. yg bang minho cakep gtu emang susah bayangin nya ekeke

      anyway thanks udh komen 🙂

  14. Hai^^
    Aku sendiri bukan penikmat film-film barbie, jadi untuk cerita nutcracker ini hanya tau garis besarnya aja
    Tapi idenya unik, karena menampilkan sett spt difilm-film saeguk
    hanya saja, pada bagian percakapan minho-shinyoung, kurang berasa efek saeguknya
    Kalau difilm yang sett saeguk kan bahasanya ketara banget tuh bedanya, mungkin susah kali yah kalo dibuat cara ngomongnya dalam bahasa indonesia kkk
    tapi dibagian percakapan minho dengan orang-orang kepercayaannya itu, feel saeguknya lumayan kerasa

    Dan ada satu hal yang aku bingung setelah baca sampe tbc
    Sebelum masuk gerbang ke sett saeguk, tubuh Shinyoung mengecil, kan? Berarti tubuh-tubuh orang-orang di sett saeguk itu juga sekecil Shinyoung dan Minho? Itu aja sih yang ditanyain
    Semangat terus menulisnya, aku mau lanjut ke part selanjutnya dulu yah 🙂

    1. wuaah, aku tersanjung loh dikomen sama yuyu eon. sampai harus ngestalker yuyu eon dulu sebelum bales komennya 🙂
      iya eon, ini emg salah satu kekuranganku. feel saeguk sm feel cerita biasa kan emang beda, dan logat serta pemilihan kata dalam hangul untuk saeguk kan beda. emang akunya kesusahan nentuin gmna nge settnya dalam bahasa indo.

      iyaa jadi set saeguk itu ukuran tubuh shinyoung emang ngecil, tapi berasa kayak di dunia biasa karena ukuran tubuh orang-orang disana sama dengan ukura tubuh shinyoung yang ngecil. hehe.

      thanks eon 🙂

  15. Annyeong. ^^
    Nice one. Biarpun aku udah tau ceritanya yang mirip2 banget sama nutcrackers..
    Penulisannya rapi, sedikit aja yang kurang:

    Akan kuceritakan, nona Kim.

    Harusnya ditulis Nona Kim.

    Aku baca part lanjutannya dulu, otte?

    1. hai lumi.
      he eh, namanya juga another nutcarcekr story jadi emg masih based on the real nutcracker 🙂
      iyaa harap maklum soalnya aku ga sempet edit, cuma diedit 2 kali pdahal biasanya 4-5 kali baru bersih dari typo hehe
      thanks udh komen 🙂

  16. Ceritanya keren. Cuma masi suka bingung sama nama tokohnya. Jadinya setiap ada nama baru terpaksa scrool keatas lagi. Tapi over all , like it 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s