[FF PARTY 2012] Time Machine: The Hurtful Memories [1.3]

cover ff time machine - the hurtful memories

Title : Time Machine – The Hurtful Memories (1)

Author : yongie_jjong

Main Cast : Lee Jinki, Choi Minho

Support Cast : Other SHINee member

Length : Trilogy

Genre : Horror(?), Adventure, Friendship, Angst, Comedy, Fantasy, Life

Rating : General

Summary : “Alunan gitar mengalun di malam tahun baru. Terdengar seseorang menyanyi dari dalam ruangan, padahal…

Keterangan : OP

A.N : Annyeong yeoreobun!! Kali ini aku cuma pengen ngeramein ff party tahun ini, hehe. Jadi lahirlah ff abal-abal ini 😛 aku sempat nyari ide satu malam dan ga ketemu-ketemu, akhirnya gini deh idenya -_____- (horror pertamaku nih! Dan ini ga bener2 horor. -_-) Ya udah, aku ga mau banyak omong kayak biasanya. Enjoy yeoreobun!

Backsound : SHINee – Honesty

Disclaimer : All the storyline made by yongie_jjong!

Time Machine – The Hurtful Memories (1)

Minho POV

 

Malam tahun baru yang indah. Di sebuah sekolah, terlihat banyak haksaeng berkerumun di sana. Malam tahun baru kali ini sekolah mereka mengadakan perayaan tahun baru di sekolah. Mungkin terdengar asing, tapi ini benar-benar terjadi di sekolah ini.

Sekolahku berbeda dengan sekolah lainnya. Di sini, semua haksaeng tidak terlalu tertekan karena pelajarannya. Pelajaran di sekolah ini sangat santai, tidak seperti sekolah lainnya yang harus belajar ini, itu, dan sebagainya yang benar-benar memeras otak. Uniknya, sekolah ini berprestasi. Padahal sepertinya semua haksaeng di sini terlihat sesukanya.

Bahkan, tahun ini kami mengadakan pesta tahun baru di sekolah. Benar-benar sepertinya tidak terpikirkan oleh sekolah-sekolah lainnya.

Lalu, apa yang sedang aku lakukan untuk menikmati pesta di malam tahun baru kali ini?

Kali ini aku sedang makan bersama sahabatku yang sudah kuanggap hyungku sendiri. Lee Jinki. Terdengar tidak mengasyikkan? Yah, tapi inilah yang kami lakukan sekarang.

Hyung, kau tertarik untuk makan lagi?” tanyaku.

“Ck, kau ini,” sahut Jinki hyung agak kesal. “Bisakah porsi makanmu lebih banyak lagi? Kau sudah menghabiskan 5 mangkuk mie, Minho-ya…”

Mian hyung, tadi siang aku tidak makan.”

“Pantas,” sahut Jinki hyung asal-asalan. “Kalau kau makan tadi siang, pasti lebih banyak dari ini!”

Ara, hyung…” sahutku kesal. Dasar Jinki hyung, selalu saja mengejekku seperti itu.

Aku meneguk minumanku hingga tetes terakhir. Jinki hyung bangkit dari kursinya, kemudian membayar semua pesanan kami.

“Kan, lihat apa yang kau lakukan! Uang di dompetku habis gara-gara kau Choi Minho!!”

So? Masalah buat hyung?”

“Ugh… Tentu masalah babo! Aku tidak bisa membeli ayam goreng untuk lauk sarapan besok!”

“Ayam lagi?” Aku menggerutu kesal. “Terus kalau itu masalah buat hyung, mesti bilang WOW gitu?”

“Shireo…” Jinki hyung menggerutu lagi. Haha, aku senang sekali menggodanya seperti itu. Ekspresi hyung itu benar-benar lucu.

“Ayolah hyung~ Jangan marah lagi ya~~” rayuku sambil memeluk Jinki hyung. “Akan kuganti semuanya~”

Keotjimalda,” jawab Jinki hyung singkat, padat, jelas. Seperti membaca berita.

“Yaksok, hyung~”

“Kau akan mengingkarinya, hyung yakin itu.” Gyaa hyung… hyung sudah tidak percaya padaku??

“Fine!” Dasar Jinki hyung. Sekali merengek, susah baliknya.

“Dubu!!”

“Chicken maniac!”

SANGTAE!!! Weekk~”

Berkali-kali aku ucapkan itu pada Jinki hyung. Tapi entah kenapa Jinki hyung tetap aja cuek, aku dikacangin. Hikseu. 😥

“Minho-ya!”

Yeah! Rencana A berhasil!

“Ne hyung?” jawabku semanja mungkin.

“Tidak usah sok manja! Cepat antar aku ke kamar mandi!”

“Kamar mandi? Toilet, hyung…”

“Terserah! Cepat antarkan aku!”

“Ne hyung…”

Huft~ Hyung yang satu ini… Cerewet gitu, tapi wong toilet sama kamar mandi wa-e ora iso mbedain. Huu, sangtae. Apa boleh buat, aku turuti aja permintaan dubu hyung yang sangtae ini, aku ga mau dikacangin lagi sama dia.

Kami pun memasuki gedung sekolah dan mencari toilet. Kebetulan aku juga kebelet, jadi aku ikut masuk ke dalam.

“Minho-ya, sudah belum???” tanya Jinki hyung yang sudah keluar dari tadi.

Hyung ini, cepat sekali! Dari tadi udah ditahan nih hyung!!!”

Aku keluar dari kamar mandi 5 menit kemudian.

“Ya! Cepat sekali! Kakiku sampai capek tau!” omel Jinki hyung.

“Algesseo, eomma~” jawabku kesal.

M-mwo? Kau panggil aku apa barusan? Eomma? Fine!

“Weekk~” Aku menjulurkan lidahku ke arah Jinki hyung sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Sudahlah. Kajja.”

Jinki hyung dan aku pun keluar dari toilet. Kami menyusuri lorong sekolah untuk kembali ke halaman.

neul geu jarie isseo nal jikyeojwoseo 

neul naega badeul binan daesinhaeseo 

amu maldo eobsi nal gamssajun ne moseubeul ijen

naega geoulcheoreom bichuryeo hae

Alunan gitar mengalun di malam tahun baru. Terdengar seseorang menyanyi dari dalam ruangan musik. Ah, aku rasa itu lagu-lagu yang diputar untuk memeriahkan acara ini.

Hyung, lagunya bagus ya.”

“Ng? Lagu? Lagu apa?”

“Jinki hyung tidak dengar? Ada lagu dari ruang musik.”

“Mwo?”

Jinki hyung menoleh ke ruang musik.

“Tidak ada siapa-siapa, Minho-ya. Kau gila, tidak ada pemutar musik di sekitar sini. Kalau ada yang memutar lagu, pasti di situ juga ada orang.”

“Lalu? Yang aku dengar barusan apa dong?”

“Percayalah Minho-ya, tidak ada apa-apa. Mungkin kau sedang berhalusinasi…” Jinki hyung meyakinkanku. Tapi, lagu itu…

…kembali terdengar.

neul geu jarie isseo nal jikyeojwoseo 

neul naega badeul binan daesin haeseo 

amu maldo eobsi nal gamssajun ne moseubeul ijen

anajuryeo hae

Hyung, kau mendengarnya? Lagunya terdengar lagi.”

“Lagu? Percayalah Minho-ya, aku tidak mendengar apa-“

neul geu jarie isseo nal jikyeojwoseo 

neul naega badeul binan daesin haeseo 

amu maldo eobsi nal gamssajun ne moseubeul ijen

anajuryeo hae

 

“Kau dengar suara alunan gitar itu, saengie?” tanya Jinki hyung serius.

“Kan, hyung! Apa aku bilang, ada lagu!”

“Kau benar, saeng. Suara gitar, kan?”

“Ada vokalnya hyung…”

“Tidak a-“

neul geu jarie isseo nal jikyeojwoseo 

neul naega badeul binan daesin haeseo 

amu maldo eobsi nal gamssajun ne moseubeul ijen

anajuryeo hae

 

“Ngg… suara yang bagus…”

Ne hyung. Suaranya bagus. Aku menyukainya…”

“Lagunya juga bagus. Apa lebih baik kita rekam saja?”

“Ngg… boleh…”

Jinki hyung mengambil ponselnya, dan menyalakan recorder.

“Rekam yang bagus ya hyung!”

Aku sedikit berdendang mendengar alunan gitar tersebut. Kira-kira siapa yang menyanyikannya ya? Permainan gitarnya luar biasa, mungkin bisa disetarakan hanya satu level di bawah Sungha Jung. Suaranya juga sangat bagus.

Saking penasarannya aku mengintip dari jendela ruang musik.

Tapi…

“MWO?”

~~~*

Author POV

Minho terbelalak. Ia terkejut melihat apa yang dilihatnya barusan…

…tidak ada siapa-siapa di ruang musik. Kosong. Tidak ada orang sama sekali!

H-hyung!!! Hentikan rekamannya!!!” teriak Minho ketakutan.

M-mwo? Kau ini kenapa, Minho-ya?” Jinki menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung melihat chingunya yang terlihat sangat ketakutan.

Hyung, kemari!”

Sekarang, giliran Jinki yang terbelalak. Tidak ada siapa-siapa di ruang musik. Tidak ada yang bermain gitar, bahkan jumlah gitar di ruang musik masih utuh! Padahal, jelas sekali mereka mendengar seseorang bernyanyi di ruang musik.

“Jangan mudah percaya Minho-ya. Siapa tau ada haksaeng yang iseng melakukan ini…”

“Jinjja?” Minho terlihat tidak yakin.

“Baiklah, ayo kita periksa!”

Jinki mendobrak pintu ruang musik.

“Masuk, Minho-ya!”

Mereka berdua memasuki ruang musik dengan hati-hati. Minho mulai merinding. Jinki mulai gemetar. Bahkan ia tidak menemukan siapa-siapa di ruang musik tersebut!

“Lalu… yang menyanyi tadi siapa?” tanya Jinki ketakutan.

“Mana aku tau, hyung!” sahut Minho kesal.

“Ya sudah, kita keluar saja.”

Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar. Tapi…

BRAK! Baru saja mereka mengambil langkah pertama, pintu sudah terkunci. Minho dan Jinki berusaha membuka pintu itu, tapi hasilnya nihil. Pintu itu tetap terkunci. Jendela yang terbuka tidak cukup membuat mereka keluar dari ruangan itu!

BRUK! Kini semua jendela ruang musik tertutup. Minho dan Jinki berusaha berteriak meminta tolong, tapi tidak bisa. Suara mereka seolah-olah tidak keluar! Bahkan, mereka tidak mendengar kemeriahan pesta tahun baru di luar gedung sekolah.

Angin mulai berhembus, padahal ruangan tertutup rapat. Sebuah lemari di ruang musik bergoyang sendiri. Jinki dan Minho merinding, mereka ketakutan. Mereka mengambil langkah mundur, menjauhi lemari tersebut.

Seekor anak anjing mendekati mereka.

“Ng? Ah hyung, gwiyeopta~” Minho menghampiri anak anjing itu. Seolah-olah, rasa takutnya hilang entah kemana.

Mwo? Anak anjing? Dari mana anak anjing ini keluar?” tanya Jinki heran.

“Kainggg~ Kaing~ Guk, guk~”

Jinki memberanikan diri mendekati anak anjing tersebut.

“Ahh~ gwiyeopta~~”

Mereka berdua berusaha menggendong anak anjing tersebut. Tapi…

Seketika, anak anjing itu berubah menjadi seekor serigala bergigi tajam dan penuh darah!

“GYAAAA!!!!!!!”

Jinki dan Minho berusaha menghindari serigala itu. Sekarang mereka berada di pojok ruangan, sedangkan serigala itu terus mengejar mereka!

Hyung, aku takut…”

“Kau kira hanya kau? Aku juga takut babo!”

“Ini semua gara-gara hyung! Siapa suruh masuk ke dalam ruangan mengerikan ini?”

“Kan kita hanya mencari haksaeng iseng itu!!!”

“Tidak ada haksaeng di sini! Tapi…”

ZZATS! Serigala itu melompat, siap mencakar mereka berdua!

“GYAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!! ANDWAEEEEE!!!!!!

Jinki dan Minho berteriak keras. Mereka berpelukan, menutup mata mereka rapat-rapat, ketakutan. Tapi…

ZZING!

Jinki dan Minho membuka mata mereka. Mwo? Mereka tidak apa-apa? Tidak ada yang mencakar mereka?

Hyung, nyaris saja…”

“Syukurlah Minho-ya, kita tidak apa-apa…”

Jinki dan Minho mengusap keringat dingin mereka, melihat serigala itu perlahan menghilang, pecah seperti serpihan-serpihan dan membentuk sesuatu yang lain.

“Ya! Tadi anak, anjing, lalu serigala. Sekarang apa lagi?” teriak Jinki kesal.

Molla hyung! Yang aku tau, kita tidak bisa keluar! Huft~”

“Kalau itu sih aku tau! Maksudku, apa yang terjadi dengan serigala tadi?”

“Lihat saja hyung, aku juga tidak tau.”

Bentuk baru yang dibentuk oleh serpihan tadi, sekarang meledak tanpa suara, mengeluarkan cahaya biru yang menyilaukan mata.

Jinki dan Minho menutup matanya lagi. Perlahan, cahaya biru itu menghilang, kemudian muncul seorang namja yang duduk di salah satu kursi di ruang musik sambil memegang gitar.

Mereka berdua mulai membuka mata, kemudian berteriak keras saat melihat namja itu…

“GYAAAAA???”

Jinki dan Minho terduduk, kemudian mundur. Namja itu, mengerutkan dahinya melihat Jinki dan Minho yang ketakutan setengah mati.

“Ng? Apaan sih kalian ini? Takut banget sih lihat aku… Bukannya tadi kalian mencariku?”

Namja itu menaruh gitarnya, berdiri, kemudian menghampiri Jinki dan Minho.

“Gwaenchana?”

“GYAAAAA!!!!!!!”

“Yahhhhh kalian ini takut banget sihhh!!!!”

Jinki dan Minho berusaha menenangkan diri. Mereka melihat namja itu, ia memakai seragam sekolah.

“YA!!! Haksaeng iseng!!!” teriak Jinki kesal. “Kau sudah menakuti kami setengah mati babo! Tanggung jawab!”

Namja itu terbelalak. Ia tertunduk, bahunya gemetar. Jinki dan Minho hanya heran melihat namja itu. Isakan kecil terdengar dari mulutnya. Bulir-bulir bening mengalir dari wajahnya.

“Hei, cengeng sekali ka- AAKHH!!!”

“Apa-apaan hyung ini?” kata Minho kesal, sambil menyikut perut Jinki. Kemudian ia berdiri dan menghampiri namja itu.

“Gwaenchana?” Minho berusaha menyentuh namja itu, tapi namja itu menepis tangan Minho. Tangisnya tambah deras…

“Apapun yang kulakukan selalu salah! Aku tidak pernah dianggap benar! Hiks… Tidak ada yang memihakku! Tidak ada yang mau memahami perasaanku! Bahkan menyanyi saja aku dimarahi… Dunia ini jahat! Aku…”

“Ng, mianhae… Maafkan Jinki hyung ya, dia memang sangtae, maklumi saja…”

“Minho-ya!!!”

“Jinki-hyung! Gwaenchana, kami tidak melarangmu menyanyi… Lagumu bagus, kenapa kami harus marah?”

Namja itu terbelalak kaget, menghentikan tangisnya.

Jinjja? Laguku… bagus?”

“Ne, lagumu bagus… Kami sempat merekam sedikit. Permainan gitar dan suaramu juga bagus. Kenapa kami harus melarangmu?” jelas Jinki, kemudian ia bangun dan membungkuk di depan namja itu.

Mianhae. Aku pikir ada yang ingin mengerjai kami…”

Namja itu berbalik. Ia mengusap matanya yang sembab.

Gwaenchana. Aku tau bagaimana kesangtaean hyung, hahaha.”

“Hahaha…”

Jinki cemberut. Sedangkan Minho dan namja misterius itu hanya tertawa.

“Ah, aku lupa… Kim Jonghyun imnida. Aku sudah terperangkap di ruangan ini satu tahun, sejak aku duduk di kelas satu…”

Bangapseumnida, Jonghyun-ssi. Aku Choi Minho. Ini Lee Jinki hyung, tapi panggil sangtae sa- AAKHHH!!”

“Kau gila Choi Minho???” kata Jinki marah sambil menggelitiki perut Minho. “Panggil Jinki atau Onew saja, hehe.”

Jonghyun mengangguk.

“Ng, sejak kelas satu ya, berarti seharusnya kau sudah kelas dua sekarang?”

Ne…” sahut Jonghyun pelan.

“Berarti aku harus memanggilmu hyung, hehe,” ucap Minho cengengesan.

“Jadi kau masih kelas satu? Kupikir kalian kelas tiga.”

“Ya Minho-ya! Kau memang terlihat tua~ Mwahahaha…” ejek Jinki.

“Jangan mengejekku hyung! Begini, Jonghyun-hyung, dia di kelas tiga, tapi aku masih di kelas satu, begitu… Dia yang tua! Mwahahahaha~ AAKHHH!!”

“Jangan sembarangan mengejek orang tua ya! Kau itu dongsaeng tau!” kata Jinki kesal sambil menjitak kepala Minho. Jonghyun hanya tertawa melihat keakraban Jinki dan Minho.

“Kalian orang pertama yang bilang laguku bagus…”

“Mwo?” Jinki dan Minho terbelalak. “Orang pertama?”

Ne… Orang pertama yang memujiku. Selama aku hidup, tidak ada yang pernah memujiku.”

“Mwo?????”

“Yang benar hyung…” Minho terlihat tidak percaya.

“Kau tidak percaya? Tapi memang kenyataannya begitu,” ucap Jonghyun lirih.

“Ah, mian! Kami tidak ingin membuatmu menangis lagi, Jonghyun-ah!” kata Jinki kewalahan.

“Gwaenchana, hyung. Aku sudah terbiasa menangis sepanjang hari,” ucapnya lirih.

Jonghyun menghela nafasnya, memandang langit-langit ruang musik.

“Jadi jangan heran kalau aku nyaris menangis kalau aku menceritakan ini. Jinki-hyung, Minho-ya, kisah hidupku benar-benar lirih.”

Jinki dan Minho tertunduk. Permainan gitar yang bagus, suara merdu. Satu lagi, dia juga bertampang keren. Masa sih, ia begitu dibenci?

Hyung, kasihan sekali dia,” bisik Minho.

“Dia kesepian,” bisik Jinki lirih. “Apa lebih baik kita mendengarkan ceritanya?”

“Ck, hyung!” Minho menyikut lengan Jinki. “Tentu kita harus mendengarkannya!”

“Kalian ingin mendengarkannya? Jinjja?” tanya Jonghyun antusias.

Ne, kami ingin mendengar ceritamu…”

Jonghyun tertunduk lagi. Ia membungkukkan badannya 90 derajat.

“Gamsahamnida… Jeongmal gamsahamnida…”

Jinki dan Minho tersenyum.

“Cheonmaneyo…”

Ne, sekarang kita bercerita di sana saja. Biar lebih enak.”

Jonghyun menunjukkan ke arah sebuah mesin. Mereka pun menghampiri mesin tersebut.

“Waw, mesin apa ini?” tanya Jinki penasaran.

Molla hyung… Jonghyun-hyung, ini mesin apa? Aku tidak pernah melihat mesin ini di ruang musik.”

“Ini mesin waktu, aku menyembunyikannya agar tidak ada yang curiga,” kata Jonghyun. “Aku akan menceritakan kisahku melalui mesin ini…”

Jinki dan Minho mengangguk pelan, tanda mengerti.

Hyung, mesinnya berdebu…”

Ne, sudah lama tidak dipakai,” jelas Jonghyun. “Aku tidak pernah memakainya…”

“Ooo…” Minho membulatkan mulutnya, tanda mengerti. “Tidak ada yang pernah bertemu denganmu?”

“Ck, babo!” Jinki memukul kepala Minho sekali lagi. “Ya jelas dong! Baru kita aja kok!”

Minho hanya bisa menunjukkan sederet gigi putihnya.

“Baiklah, kita mulai ceritanya!”

Jonghyun mencoba menyalakan mesin waktunya, dan mereka berjalan melalui dimensi-dimensi waktu masa lalu…

TBC

Gimana ceritanya? Garing? Sangtae kayak Onew? *digebukin MVP* Gaje gini kok -_____-

Lalu, bagaimana kelamnya masa lalu Jonghyun? Dan apa yang Jinki dan Minho lakukan nantinya? Ditunggu ya kelanjutannya~ Gamsa 4 read yeoreobun 😀

//

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

34 thoughts on “[FF PARTY 2012] Time Machine: The Hurtful Memories [1.3]”

  1. Seru nih… Wlaupun baru sepenggal tapi bakalan seru nih…
    Berasa kebawa zaman mreka masih muda #plak. (emangnya shinee udah tua?)

    jadi kebayang wajah unyu2 pas zaman replay, di variety ‘school rock’ wah

    bagus2…ditunggu part selanjtnya. Senyum2 aku baca dialog awal2 minho. Kebayakan gaul sama ank2 pendoyan sinetron, jadi begono dah ‘WOW’

  2. yuhhu..
    Seru.. Seru.. Awalnya ku kira itu taemin.. Ternyata jjong..
    Huft.. Sangtae onew… Ckck..
    Dan minho.. Bagus skali sifatmu.. Hmm…
    Hahahahaha
    next..

  3. garing? enggak kok. malah santai banget loh. aku suka cerita yang santai.
    tapi kalo baca ada sahabat yang suka bercanda bikin aku nyengir. kayak anak kecil.
    suka deh…
    penasaran loh sama cerita masa lalu Jonghyun.

  4. Yongie-ssi, aku belum dapet feel horrornya.. Si Jinki sama Minho kebanyakan bercanda nih.. si Jonghyun juga mewek aja 😉 Yang pasti saya penasaran sama kisahnya Jonghyun. eeh lupa, tp si Jonghyun itu hantu ya? Ok deh Yongie, ditunggu part selanjutnya ya.. 🙂

  5. aaah,penasaran…
    stuju ma komen2 di atas. ceritanya santai dan tenang, gak buru2, jadi enjoy bacanya. kyknya lbih nonjol humor friendship.. tp bisa jadi next part horrornya kentel..aaah…
    haha, aku kira tu cowok misterius si taemin, soalnya di playlist emg lagi partnya taemin =-O

    aaaah…lanjuuuut! 😀

  6. Sesiiiillll,,
    ini pasti unyuuu!

    Minho dongsaeng yg kurang ajar ya, udh ditraktir 5 porsi, tp ttep aja ngejek2 Jinkii.
    Kkk

    horornya blm tll keliatan, mgkin part selanjutnya ya!
    Ditunggu!

  7. Seru seru!!
    tp aku lbh berasa humor ketimbang horor hhehe
    jonghyun itu Hantu ya?koq bisa kejebak setaun diruang musik? ada mesin waktunya jg lg..
    lanjut thor~

  8. yongie_jjong, akhirnyaa aku berkesempatan baca FFmuu:)

    seruu! aku sempat keidean juga buat bikin ff ttg time machine tapi ga sebagus dan semenarik ini.
    penasaran sama jjong, itu dia udh dead apa belum sih?
    pesan2 terakhir, Minho-Onew hati2 yaaa bertualangannya wkwkwk

    next chap please 🙂

  9. Time machine?
    Tiba” sj sy keingat mv IU haha

    membayangkan jika d kehidupan nyata benar” nyata bgini, alngkah seramny pas lagi khusyuk d wc, eh tiba” ad suara dan pas ditengokin, NOBODY’S THERE!
    alamak!
    next dah~

  10. Keren keren lanjutin author
    Udah mulai merinding saat bayangin ruang musik muncul suara padahal ga ada orang di dalam
    Mendadak jadi lucu, kadar jantungan menurun
    Lanjutin

  11. Seru lah lihat keakraban Jinki dan Minho. Mesin waktu? Akan ada petualangan ke dimensi-dimensi kisah yang akan disampaikan Jonghyun nih.

    Nice story.

  12. seru.. tapi gak tau kenapa, kadang kalo minho yang ngomong, jadi mikir, kalo minho berubah jadi namja. *reader stress*
    lanjut ke 2.3 😀

  13. geje apanya?
    demi deh thoooor ini tuh kereeeen pisan

    ahhh penasarn sama ceritanya
    jinki sama minho kocak amat
    aku langsung baca part 2’a yaaa
    see youuu :* 🙂 😀

  14. Waoww.. Keren thor!
    Daebak deh, pokokny aku suka deh thor, dan ini walaupun horror masih ada lucuny…
    Pokokny keep writing thor!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s