[FF PARTY 2012] Another Nutcracker Story [2.3]

Title                       : Another Nutcracker Story

Author                   : qL^^ (wp: mystorymyfictionworld)

Main Cast  :

Choi Minho as Nutcracker / Lee Jaeha,

Kim ShinYoung as herself (covered by IU)

Lee Hwon as Mouse King / Jaeha step brother

Support Cast         :

Park Hyeki as Shinyoung’s cousins

Lee Jinki as Palace Head Department of Eksternal Relations

Lee Inhwa as shaman and palace doctor

Lee Taemin as bachelor Taemin

Kim Jonghyun as monk Kim

Genre                    : Advanture, Fantasy, Romance

Type/Length          : Sequel/ 3 Chapter

Rating                   : G

Summary   : Boneka kayu Shinyoung mendadak hidup dan bertarung melawan tikus-tikus. Shinyoung yang tubuhnya mengecil terpaksa mengikuti boneka kayunya ke suatu zaman yang hanya pernah dilihat Shinyoung di drama saeguk. Bisakah Shinyoung membantu mengembalikan bonekanya menjadi pangeran dan kembali ke asalnya? Another nutcracker story! Find your fairytale J

Ket                        : OP

————————————————————————————————–

Another Nutcracker Stories

Another Nutcracker Story

Part 2

Pembicaraan mengenai topik putri mahkota dengan Shinyoung berhasil membuat Minho terjaga sepanjang malam. Topik yang selama ini selalu berusaha dihindarinya. Ego Minho sebagai putra mahkota menolak percaya bhawa dia tergantung pada seorang ’bulan’ hanya untuk menjalankan misinya. Namun, sekarang dia sudah mengalah. Misi ini harus segera dijalankan.

Minho bersiap pagi-pagi sekali dan baru saja akan membangunkan Shinyoung saat menyadari gadis itu sudah terbangun lebih dulu. Shinyoung bahkan membantu Taemin menyiapkan kuda dan makanan. Inhwa menyerahkan peta perjalanan pada Minho.

“Hati-hati di jalan, Jeonha,” pesan Jinki khawatir.

“Di sana, jangan lupa cari biksu Kim. Dia akan menolong kalian,” Inhwa mengingatkan Minho.

Minho mengangguk paham. “Kami akan segera kembali,” ujar Minho berpamitan.

Dua kuda itu lalu segera melaju meninggalkan kediaman keluarga Lee. Minho sebelumnya harus mengenakan penutup muka agar tidak dikenali. Shinyoung duduk di belakang Minho, berpegangan erat-erat pada pinggang Minho. Seumur hidup dia belum pernah naik kuda dengan kecepatan seperti ini. HyeKi jago menunggang kuda tapi tidak secepat Minho.

Minho sendiri baru pertama kali membonceng seseorang bersamanya di kuda. Pegangan Shinyoung di pinggangnya cukup membuat Minho berdegup. Seumur hidupnya menjadi pangeran atau boneka kayu, dia belum pernah melakukan skinship dengan seorang gadis seperti yang dilakukannya dengan Shinyoung.

Mereka melewati perbatasan ibukota kerajaan dan melihat lukisan wajah boneka kayu Minho tertempel di dinding-dinding. Saat akan keluar perbatasan, Minho harus mempertahankan sikap tenangnya agar mereka lolos pemeriksaan. Shinyoung sudah mengkeret ketakutan di belakangnya.

Taemin mengecek peta memastikan mereka masih berada di jalur yang benar sesuai petunjuk Inhwa. Mereka semakin menjauh dari ibukota kerajaan. Jalan-jalan berlapis tanah mulai berubah menjadi padang rumput. Lalu kembali berubah menjadi jalur pepohonan.

Minho berulang kali menoleh ke belakang. Nalurinya mengatakan mereka diikuti. Tapi dia tidak melihat ada pasukan tikus di mana pun. Jadi Minho memutuskan bahwa itu hanya kekhawatirannya yang berlebihan.

Mereka memasuki desa baru yang juga dijaga pasukan tikus berwajah garang. Beruntung mereka masih lolos memasuki desa. Minho memutuskan agar mereka beristirahat di desa itu. Masih ada dua hari lagi sebelum mereka mencapai gunung di mana Biksu Kim tinggal. Mereka akhirnya menyewa pondok kecil dari penduduk. Sama seperti di ibu kota, penduduk ini juga seolah-olah takut pada sesuatu hal.

Minho mempelajari peta yang diberikan Inhwa sedangkan Shinyoung membersihkan diri. Taemin sedang keluar untuk mencari informasi. Shinyoung kembali ke dalam pondok setelah mengganti hanboknya. Minho harus berusaha keras menjaga ekspresinya tetap datar melihat Shinyoung. Gadis itu jelas-jelas menarik perhatian Minho.

Hyung! Hyung!” Taemin tiba-tiba berlari ke dalam pondok dengan nafas terengah. “Kau harus menolong orang-orang ini, hyung,” ujar Taemin panik.

Waeyo?” tanya Minho bingung.

Taemin menyeret Minho menuju lapangan terbuka yang dipenuhi banyak orang. Shinyoung mengikuti di belakang. Seorang wanita paruh baya sedang memohon-mohon pada seseorang yang menurut Minho pasti pejabat pemerintahan. Seorang anak laki-laki paling kurang berumur 5 tahun berdiri di dekat wanita itu.

“Apa yang terjadi?” tanya Minho pada kerumunan orang-orang.

Yang lain segera menjauh, menolak menjawab ketika ditanyai Minho. Jadi Minho memutuskan melihat lebih dekat agar bisa mengerti. Tangannya menarik tangan Shinyoung secara otomatis, memastikan gadis itu tidak hilang atau tersesat.

“Maafkan hamba, menteri. Anak ini masih kecil. Dia hanya sedang bermain-main. Dia tidak sengaja menabrak dan mengotori baju Anda,” si wanita paruh baya yang ternyata ibu si anak kecil memohon.

“Kau tidak tahu bajuku dibuat dari apa? Ini dari sutera Cina. Kau akan menghabiskan seumur hidupmu bekerja pun tidak akan sanggup membeli kain ini. Anak kecil ini harus dihukum. Dia harus tahu bagaimana caranya menghargai milik orang lain,” tukas si pejabat.

ANDWAE!! Dia masih kecil,” pekik si ibu sambil memeluk anaknya yang tidak tahu menahu itu.

Shinyoung sangat penasaran kenapa wanita itu sangat histeris mendengar anaknya akan dihukum. Hukuman macam apa yang akan diberikan hanya karena kesalahan kecil ini? Mata Shinyoung membelalak ketika melihat seorang prajurit tikus membawa bara api beserta besi yang bertuliskan penjahat. Anak kecil dihukum sekejam itu?

Tanpa sadar Shinyoung sudah akan menghentikan si prajurit, namun pegangan Minho di tangannya menahan Shinyoung. Shinyoung melihat tatapan melarang yang ditunjukkan Minho dan dia tidak paham kenapa kejahatan seperti itu hanya dibiarkan.

Salah seorang penduduk akhirnya tidak tahan juga. “Maafkan hamba paduka, anak itu masih kecil sekali. Hukuman itu tidak sepadan dengannya,” ujar penduduk itu sambil menunduk dalam-dalam.

Pejabat itu berbalik dan menatap penduduk itu sambil menyeringai. “Oh, benarkah. Kalau begitu hukuman itu aku berikan padamu dan pada ibunya agar sepadan. Bagaimana?” tanya pejabat itu.

Tanpa menunggu jawaban dan di tengah ramainya kerumunan orang-orang, tanpa ragu prajurit tikus menekankan besi yang terpanggang bara itu ke wajah si penduduk dan ke lengan si ibu. Suara jeritan keduanya membuat Shinyoung tanpa sadar menangis dan Taemin terduduk lemah di tanah. Minho sendiri hanya terpaku, tidak bisa melakukan apa-apa.

Perlahan Minho menghapus air mata di pipi Shinyoung dengan jari tangannya, lalu membantu Taemin berdiri. Dia menuntun mereka berdua kembali ke pondok. Taemin, sesampainya di pondok, langsung berbaring dan menolak bicara. Semantara Shinyoung berusaha keras agar menahan tangisnya. Dia sungguh shock melihat hukuman yang mengerikan seperti tadi.

“Taemin pasti marah lagi padaku,” ujar Minho. “Aku tidak bisa membela orang tadi padahal aku seorang putra mahkota.”

Shinyoung menarik nafas dalam, lalu tanpa bisa ditahan setetes airmatanya jatuh lagi. Shinyoung menghapus air matanya.

 “Itu terlalu mengerikan, Minho-ssi. Aku .. aku juga mengerti bagaimana perasaan Taemin. Tapi aku mengerti kenapa kau tidak bisa menolong orang itu. Bila kau muncul malah hanya akan semakin  membahayakan semua orang, kan?” katanya.

Minho mengangguk. Ucapan Shinyoung memang benar walaupun Minho sendiri membenci dirinya sendiri yang selalu berlindung di balik alasan itu. Perlahan-lahan Minho bisa merasakan amarahnya meluap. Amarah atas ketidakberdayannya. Amarah atas penderitaan rakyatnya. Amarah atas segala pengkhianatan Hwon. Dia harus mengontrol amarahnya sendiri. Minho mengenggam erat-erat sarung pedangnya, menyalurkan semua amarahnya di sana.

Shinyoung tiba-tiba memegang tangan Minho, memaksa Minho melepaskan genggamannya dari sarung pedangnya. Telapak tangan Minho memerah dan ada luka lecet di sana. Shinyoung mengambil kain yang dibungkuskan Inhwa untuknya sebagai pengobatan dan melilitkannya di telapak tangan Minho.

“Jangan sakiti dirimu sendiri dengan kemarahan. Aku akan bicara dengan Taemin dan besok kita bisa meninggalkan desa ini,” ujar Shinyoung pelan sambil membalut tangan Minho.

Minho menatap balutan kain di telapak tangannya, lalu berganti menatap Shinyoung yang tersenyum.

“Terima kasih sudah menghapus airmataku,” ujar Shinyoung pelan, lalu gadis itu beranjak untuk membujuk Taemin.

Minho menghela nafas. Shinyoung benar-benar berbeda.

* * *

Pagi-pagi sekali Taemin dan Shinyoung sudah mengepak barang-barang mereka. Mereka harus segera melanjutkan perjalanan. Taemin masih marah pada Minho, jadi dia hanya menjawab sekenanya ketika ditanya. Shinyoung memberi tatapan jangan memaksa pada Minho, jadi mau tak mau namja itu mendengar. Namun Minho justru merasa kesal sendiri saat Taemin justru menjawab ramah segala pertanyaan Shinyoung.

Perjalanan dilanjutkan menuju pegunungan. Pemukiman penduduk semakin jarang dan mereka kembali memasuki hutan. Naluri Minho lagi-lagi mengatakan kalau mereka diikuti. Tapi Minho tidak bisa melihat siapa-siapa.

Kelihatannya Shinyong sangat menikamti perjalanan ini. Minho bisa mendengar decakan kagum yang keluar dari bibir Shinyoung saat mereka mulai memasuki hutan. Barisan pohon-pohon bambu yang menjulang tinggi dikelilingi ole pohon-pohon besar lainnya. Cahaya matahari yang terbiaskan oleh pepohonan menambah kesan magis dan indah. Shinyoung bahkan bisa melihat hewan-hewan kecil berlarian di pinggir jalan hutan.

“Kau sangat menyukainya ya?” tanya Minho sambil sedikit tertawa.

Mwo? Apa maksudmu?” Shinyoung balik bertanya.

“Ini,” tunjuk Minho pada pepohonan, “seluruh pemandangan ini. Kau sangat menyukainya?” tanya Minho lagi.

“Keurom,” jawab Shinyoung bersemangat. “Pemandangan seperti ini bukan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari di Seoul.”

Alis Minho berkerut. “Seoul?” tanya Minho.

Shinyoung terdiam sejenak sebelum menjawab. “Ne, Seoul nama kota dimana aku tinggal,” jwabnya pelan. Ada perasaan rindu aneh yang melandanya saat membicarakan Seoul.

Minho bisa merasakan perubahan suasana hati Shinyoung dan dia memutuskan tidak bertanya lagi. Selama ini Minho tidak pernah sekalipun memikirkan bagaimana bila Shinyoung sudah tidak lagi bersamanya.

Pepohonan semakin rapat saat mereka mulai memasuki hutan semakin dalam. Hutan mulai menggelap karena cahaya matahari mulai sulit menembus lebatnya daun-daun pepohonan. Naluri Minho lagi-lagi memberi tahu bahwa mereka diikuti. Minho diam dan memandang berkeliling. Benar saja, saat pohon-pohon tinggi mulai mengelilingi akhirnya Minho bisa melihat pasukan tikus bersembunyi di sana.

Pasukan tikus itu keluar dar persembunyiannya, melompat dan menghalangi jalan mereka. Minho sampai harus menarik tali kekang kudanya. Kedua kuda mengangkat kaki depan mereka tinggi-tinggi karena kaget.

Minho turun dari kuda dan membiarkan Shinyoung turun juga. Dia memberi tatapan peringatan pada Taemin sebelum berbalik menghadapi pasukan tikus itu.

“Ada masalah apa?” tanya Minho berpura-pura polos.

Pasukan tikus ini memakai seragam serba hitam yang sangat dikenali Minho. Mereka mesin pembunuh kerajaaan. Hwon.

Tanpa aba-aba, pasukan itu mulai menyerang. Minho dan Taemin mendorong Shinyoung di belakang karena gadis itu tidak punya keahlian berpedang. Dia bisa bermain anggar tapi sepertinya pedang yang diayunkan Minho dan Taemin jauh berbeda dengan anggarnya.

Harus diakui Shinyoung cukup baik melindungi dirinya sendiri. Dia tidak menjerit dan terkadang berhasil melempari satu dua prajurit tikus dengan batu-batu besar yang dipungutnya dari tanah. Cukup membuat prajurit tikus merasa pusing.

Minho berhasil menumbangkan dua orang dengan pedangnya dan Taemin membunuh satu orang. Darah-darah bermuncratan dari segala arah. Minho harus melawan empat orang dalam arah yang berbeda dan Taemin juga sama. Minho sama sekali tidak menyadari bahwa salah satu prajuit mulai berlari ke arahnya.

Minho menusuk dua di antaranya, namun dirinya sendiri tertusuk di bagian lengan kanan. Sayangnya lengan kiri Minho tidak sebaik lengan kanannya dalam menggunakan pedang. Taemin berhasil menumbangkan dua orang lagi. Tapi Taemin tidak menyadari prajurit tikus yang akan menusuk Minho.

Prajurit itu sudah siap menusuk ketika tiba-tiba Shinyoung berdiri di hadapan Minho dan membiarkan dirinyalah yang ditusuk. Darah segar membasahi hanbok Shinyoung membuat Minho menatap gadis itu shock. Taemin lebih sigap membantai sisa-sisa prajurit tikus dan menyisakan satu orang.

Taemin meletakkan pedangnya di leher prajurit itu. “Katakan siapa yang membayar kalian?” tanyanya mengancam.

Prajurit itu hanya tertawa. Prajurit itu tidak menjawab dan malah mengigit lidahnya sendiri. Bunuh diri.

Minho menahan tubuh Shinyoung yang ambruk. Dengan hati-hati, Minho mencabut pedang yang menusuk perut Shinyoung. Gadis itu mengernyit menahan sakit. Taemin berlari mendekat, membawa perbekalan obat-obat yang diberikan Inhwa namun tidak satu pun untuk menyembuhkan luka tusuk. Minho mengenggam erat-erat tangan Shinyoung. Memberikan gadis itu kekuatannya. Minho takut, sangat takut gadis itu akan mati di sini. Dia takut kehilangan Shinyoung. Taemin mulai menangis.

Noona..” panggilnya lirih.

Tiba-tiba seorang biksu muncul entah dari mana, mendekati mereka bertiga.

Aigoo~ apa yang terjadi pada gadis ini?” wajahnya biksu itu berkerut khawatir melihat darah di hanbok Shinyoung. “Mari, mari, pemondokanku dekat dari sini dan kalian bisa merawatnya di sana,” ajak biksu itu ramah.

Minho segera menggendong Shinyoung mengikuti biksu itu dan membiarkan Taemin yang menuntun kuda-kuda mereka. Benar saja, sepuluh menit berjalan, pemondokan itu sudah terlihat. Beberapa biksu wanita segera berlari membantu Minho membawa Shinyoung ke dalam salah satu ruangan. Biksu wanita itu meminta Minho meninggalkan ruangan dan berjanji akan menyelamatkan Shinyoung. Dengan langkah gontai, Minho keluar ruangan dan terduduk di depan pintu.

Minho menatap darah Shinyoung yang membekas di telapak tangannya. Kalau terjadi sesuatu pada gadis itu, Minho yakin dia bisa gila. Gadis itu memberikan terlalu banyak dukungan baginya. Bahkan sekarang Minho tidak bisa merasakan luka nyeri di lengan kanannya. Dia seakan mati rasa.

Bahu Minho ditepuk oleh seseorang. Biksu tadi yang menyelamatkan mereka.

“Kau terlihat frustasi sekali anak muda,” ujar biksu itu tenang.

Minho tidak menjawab, hanya menunduk memandang tanah. Biksu itu membantu merawat luka di lengan kanan Minho. Dia membalurkan obat di lengan Minho dan membalutnya dengan perban.

“Terlalu ambisius terkadang hanya akan membawa bahaya,” ucap biksu itu lagi saat dia selesai membalut lengan Minho.

“Aku tidak ambisius,” protes Minho tiba-tiba.

Biksu itu tersenyum. “Tentu saja kalau kau bilang tidak. Tapi tanya hatimu, bukan lisanmu yang harusnya menjawab,” biksu itu menunjuk dada Minho.

“Aku hanya ingin semuanya segera berakhir. Semuanya kembali ke tempatnya semula,” keluh Minho frustasi.

“Anak muda, kau harus menikmati prosesnya untuk paham mengapa hasilnya begini atau begitu. Kedewasaan diperoleh dengan pembelajaran hidup,” ujar biksu.

Minho terdiam mencerna perkataan biksu itu. Proses? Ya, Minho terlalu tidak sabar untuk mencapai hasil yang dia mau. Bukankah begitu?

“Gadis itu? Kau menyukainya bukan?” tanya biksu itu.

Minho menghela nafas. Suka? Jelas-jelas dia menyukai Shinyoung, tapi apa gunanya bila gadis itu bukan bulannya.

“Dia dan aku adalah takdir yang sia-sia,” jawab Minho.

Biksu itu tersenyum lagi. “Terkadang yang kaucari adalah yang ada di sekitarmu namun luput dari penglihatanmu. Lihatlah lebih teliti,” nasihat biksu itu.

Minho tersentak. Sadar apa yang dimaksud biksu itu.

“Anda biksu Kim?” tanyanya tak percaya.

Biksu itu mengipas-ngipas dirinya. “Ah, begitulah orang-orang memanggilku,” jawabnya ringan.

Minho segera menunduk. “Maafkan aku. Aku tidak menyadarinya sejak kau pertama kali menolong kami di hutan,” ujar Minho meminta maaf.

Jeonha, jangan begitu. Manusia memang sekali-sekali berbuat salah bukan?” balas biksu Kim bijaksana.

Minho menunduk semakin dalam. “Apa yang harus kulakukan? Apakah ramalan itu memang benar?” tanya Minho.

Jeonha, yang tahu jawabannya adalah jeonha sendiri. Apa yang dikatakan ramalan  itu? Saat bulan berdampingan dengan matahari, semua keseimbangan akan kembali ke tempatnya. Bukankah dikatakan berdampingan? Artinya segala hal yang akan terjadi semuanya merupakan keputusan putra mahkota. Sang bulan akan mendampingi,” jelas biksu Kim.

“Jadi maksudmu?”

“Lakukanlah yang menurut Jeonha benar,” ujar biksu Kim.

Minho menghela nafas. Itu berarti rencananya harus segera dijalankan dengan atau tanpa adanya bulannya. Putri mahkota.

“Bulan purnama dan gerhana matahari akan terjadi tujuh hari lagi, Jeonha. Anda masih sempat kembali ke ibukota dan bersiap,” pesan biksu Kim lagi.

Seorang biksu wanita mendekati mereka berdua, mengabarkan bahwa Shinyoung sudah sadar. Wajah Minho langsung dipenuhi senyum cerah.

“Terima kasih banyak, biksu Kim. Aku akan memikirkan nasehatmu,” seru Minho bersemangat. Dia segera berlari menuju kamar Shinyoung.

Shinyoung terbaring di atas matras. Matanya tertutup, mungkin dia tertidur karena lelah. Namun Shinyoung perlahan membuka matanya saat Minho sudah duduk di sampingnya.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Minho cemas.

“Senang,” jawab Shinyoung. “Aku senang masih bisa membuka mata dan melihatmu. Berarti kau tidak mengingkari janji dan membiarkanku sendirian di sini.” Shinyoung tersenyum.

“Aku mencemaskanmu, bodoh,” gerutu Minho. “Apa yang kaupikirkan ketika itu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?”

Shinyoung tertawa kecil. “Aku? Aku memikirkan penderitaan rakyatmu, memikirkan nasibku yang tidak bisa kembali. Kaupikir kalau kau yang tertusuk keadaan akan menjadi lebih baik. Akan lebih banyak yang menderita bodoh,” cibir Shinyoung.

Minho hanya diam, tidak membalas ucapan Shinyoung.

“Aku baik-baik saja, tenanglah,” Shinyoung meyakinkan Minho.

“Kita akan kembali ke ibukota secepatnya setelah lukamu membaik. Kita harus tiba sebelum bulan purnama,” Minho memberitahukan rencananya.

“Bagaimana dengan Bingung? Biksu Kim?” tanya Shinyoung heran.

“Kita sudah menemukan biksu Kim dan untuk bingung. Lupakan saja, rencana itu harus tetap berjalan,” ujar Minho.

Shinyoung menatap Minho heran, namun tidak menyuarakannya. Dia hanya mengangguk.

Noona!!” Taemin tiba-tiba menghambur masuk dan memeluk Shinyoung. Minho terpaksa harus menyerat Taemin agar melepaskan pelukannya dari Shinyoung.

Noonamu masih sakit. Dia harus beristirahat,” omel Minho.

Mwo? Hyung saja yang pergi. Wajahmu yang terlipat itu akan membuat noona stres,” balas Taemin tak mau kalah.

Mwoya?!” teriak Minho tak terima dan menjewer Taemin.

“Itu fakta, hyung!”

“Tapi aku Putra Mahkota, Taemin-ah!!!”

Ya! Kalian berdua! Hentikan!”

* * *

Mereka tinggal di pemondokan itu selama dua hari sembari menunggu kesehatan Shinyoung pulih. Taemin dan Minho mengisi hari dengan berlatih bela diri bersama biksu Kim dan bergantian menjaga Shinyoung. Selama beberapa hari itu, Taemin selalu menggoda Minho karena dia kerap menangkap basah Minho memperhatikan Shinyoung.

Para biksu wanita dengan senang hati ikut berbagi ilmu pada Shinyoung. Untuk pertama kalinya, Shinyoung belajar meditasi dengan cara yang benar. Shinyoung bahkan mendapatkan hanbok baru untuk menggantikan hanboknya yang terkena darah. Shinyoung merasa hal-hal baru di dunia ini sangat menyenangkan. Bahkan menonton Minho dan Taemin berlatih pedang juga tidak membosankan.

Pada hari ketiga, mereka bertiga berpamitan akan kembali ke ibukota. Ramuan yang diberikan Inhwa sudah mulai kehilangan pengaruhnya  bagi Minho. Tubuh Minho menjadi lebih kaku dan gurat-gurat kayu mulai kembali muncul di wajah dan tubuhnya. Hal ini berarti Minho harus menyusup untuk bisa memasuki ibukota.

Biksu Kim menyerahkan jimat sebagai pertolongan agar rencana mereka berhasil.

“Ingat Jeonha. Semua ini harus diakhiri oleh Jeonha sendiri,” ujar Biksu Kim mengingatkan.

Minho mengangguk paham. Dia menunggang kuda dengan Shinyoung di belakangnya. Taemin mengikuti dengan menunggang kuda yang lain. Siap untuk menyambut rencana besar di ibukota.

-TBC-

Author’s note : This is it part 2!! Gimana? Sudah cukup pahamkah dengan perasaan Minho? Part ini ngaco banget yaa? Jadi terlalu saeguk hahaha. Part3 akan jadi puncak perjuangan Minho. Masih ada yang penasaraaan? Komen yaa J

//

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

Advertisements

37 thoughts on “[FF PARTY 2012] Another Nutcracker Story [2.3]”

  1. ngaco? nggak ah. terlalu saeguk? malah suka, terkesan sangat berbeda, kalo terlalu sama namanya duplikat. bener-beneran harapanku. pasti cukup nguras otak bikin ini ya? kalo menurut aku saeguk itu susah, sih.

    1. wuaah syukurlah kalau sesuai harapan. aku ga nyangka dipostnya bakal secepat ini hehe.

      sejujurnya ini pertama kalinya aku nulis saeguk, makanya masih belajar banget soal istilah-istilahnya. hehe, yang penting reader seneng deh

      makasih udah baca dan komen hana-ssi 🙂

  2. Nggak ngaco thor, kereennn malah..
    ngebayangin Minho ama Taemin maen pedang jd keingat waktu Yunhanam, pas mrka buat drama itu nahh kkk~
    Makin seru nihh…
    Lanjut lanjuttt!!!

  3. seru kok, petualangan-nya berasa, salut deh dirimu bisa nulis saeguk begini
    aish, itu menteri songong banget sih, hukumannya terlalu berat
    lanjuut, nggak sabar nih rencana minho selanjutnya gimana

    1. hehe, mentri itu penggambaran kejamnya keadaan kerajaan jamannya hwon.
      ne, tetap tunggu part selanjutnyaa
      makasih udah baca dan komen 🙂

  4. huwah.. Jjong bijak euy.. Tumben.. Hahaha..
    Minho suka shinyoung.. ‘minho-ya, shinyoung itu bulanmu..’
    Aku ga sabar nunggu part slanjutnya..
    Next.. Next..

    1. karena jjong mendadak dapet peran biksu jadinya dia biijakk deh.
      minho songong dia, mentang2 putra mahkota hehe

      makasih udah baca dan komen 🙂

  5. Owahhhh,, Taemin hobi amat meluk2! Peluk Nuna juga dong…
    Kkk

    part ini makin seru qL-ssi!
    Perasaan Minho sebenarnya tergambar bgt.
    Biksu Kim-nya Jjongie ya?
    Kyaaaa, Jjongie botak! XD

    part berantem2nya juga keren!

    Ditunggu next part-nya ya!

    1. taem!! nuna minta dipeluk noh #lempar taemin

      haha, kalau kata strong heart episode the great seer, biksu botak yang hot, nah bayangin tuhjjong begitu hehe

      siip. thanks udh baca dan komen 🙂

  6. Daebakk…jjang
    sangat keren author. Imajinasiku lgi on bgt nih. Menjalankan mereka bertarung, wah…… Seru2

    bukankh emang lebih bagus begini. Kalo terlalu ngikutin the real story-nya, bakaln ngeboseninlah.

    Gag sabar part selanjutnya…
    Sugoi ql-ssi

    1. momen postingan ffnya lagi pas kayaknyaa #thanks to staf sf3si
      syukurlah, aku biasanya failed kalau bikin adengan perang haha

      komenmu bikin aku gembiraa
      gomawo udah baca dan komen 🙂

  7. Ngaco gmn thor?? Bagus koq.. Klo terlalu saeguk jg ga mslh.. Kn emang crita ny d masa itu kan?

    Klo minho bingung cr putri ny ak siap koq jd Bingung ny! #minhokabur #nangisdipojokan
    Ppalliiii~ lanjutannyaaaa!!! 😀

    1. ngaco mendadak terlalu saeguk haha. iya emang sejak awal niatnya mau dibawa ke saeguk sih #noelnoellantai

      haha, tuuh ho, ada yg mau ikutan seleksi jd putri mahkota #sodorin-minho

      gomawo udh baca dan komen 🙂

  8. Ga ngaco kok, malahan keren bgt thor..
    Makin ga sabar sama kelanjutannya, kira2 minhonya jadi manusia lagi ga ya? Semoga semuua kutukannya ilang, dan berharap bgt minhonya ke jaman sekarang dan bisa hidup bareng shinyoungnya hehe..
    Pokoknya ditunggu bgt next part nya thor..

  9. Pingback: Apakah Benar NASA Pertama Kali Mendarat di Bulan? | SC-Neo's Web

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s