[FF PARTY 2012] Time Machine: The Hurtful Memories [3.3]

cover ff time machine - the hurtful memories

Title : Time Machine – The Hurtful Memories (3-END)

Author : yongie_jjong

Main Cast : Lee Jinki, Choi Minho

Support Cast : Other SHINee member, Lee Donghae

Length : Trilogy

Genre : Horror (?), Adventure, Friendship, Angst, Comedy, Fantasy, Life

Rating : General

Summary : Kebahagiaan kali ini, biarlah aku dan Minho membaginya untuk seseorang yang belum pernah merasakan kebahagiaan seperti Jonghyun, setidaknya kami bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar…

Keterangan : OP

A.N : Annyeong yeoreobun!! Inilah part terakhir dari TMTHM!!! Yeay!!! #plak

Mmm, mungkin part terakhirnya sedikit aneh ya. Tapi baca aja! *maksa nih author -___-* Mwahaha, ratingnya turun lagi… *ketahuan nih si author plin-plan* By the way anyway busway author alay, disini Taemin jadi cameo dan seumuran dengan MinKey. Ara? Enjoy yeoreobun!

Backsound : Dana CSJH – Maybe We

Disclaimer : All the storyline made by yongie_jjong!

Time Machine – The Hurtful Memories (3)

Summary – 2

“Kami adalah temanmu, hyung…” ucap Minho sambil mengusap air mata Jonghyun. “Kami akan selalu menjadi temanmu.”

 

Jinki menarik Jonghyun ke dalam pelukannya, membiarkan anak itu menangis sepuasnya di bahunya, menumpahkan segala kesedihannya. Minho menepuk bahu Jonghyun lembut, tersenyum.

 

“Kajja, hyungdeul. Kita pulang…”

~~~*

3 – END

 

Jam menunjukkan pukul 12 kurang 2 menit. Kini, Jinki dan Minho kembali berada di waktu sekarang. Riuh orang-orang yang datang di pesta tahun baru semakin keras, mungkin karena sebentar lagi tahun baru tiba.

Mereka melihat Jonghyun yang terduduk lemas di lantai. Mungkin karena kebanyakan menangis.

Minho berdiri dan memberikan tangannya pada Jonghyun.

“Ayo berdiri hyung. Sebentar lagi tahun baru.”

Jonghyun menatap Minho nanar.

“Pasti, Minho-ya.” Ia menggapai tangan Minho dan berdiri.

Kajja, Jonghyun-ah! Sebentar lagi kembang apinya dinyalakan!” teriak Jinki gembira.

Jonghyun menggigit bibirnya, kemudian ia tersenyum dengan setetes air mata bahagia di pipinya.

“Ne, hyung! Kajja!”

~~~*

Jinki POV

Kami keluar dari ruang musik, keluar dari gedung, dan menatap kembang api yang menghiasi langit malam.

“Happy New Year yeoreobun!!!!!”

 

Kami bertiga menatap kembang api itu dengan bahagia. Kebahagiaan kali ini, biarlah aku dan Minho membaginya untuk seseorang yang belum pernah merasakan kebahagiaan seperti Jonghyun, setidaknya kami bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar…

…yaitu, mendapat teman baru.

Gamsahamnida… chinguya,” ucap Jonghyun terbata-bata.

Cheonmaneyo… chingu,” balasku dengan senyum khas… Sangtae.

“Ah, sangtaenya Jinki hyung kumat lagi…” celetuk Minho.

Ne, lihat senyum anehnya. Hahaha…”

Aku hanya cemberut. Jangan bilang, kalau orang tuaku tau kalau besar nanti aku berkelakuan sangtae seperti ini, namaku pasti bukan Lee Jinki. Pasti Lee Sangtae atau apa. Lee Dubu, mungkin? Ani. Pasti Lee Sangtae… Uuu.

Hyung, besok ganti saja namamu!” canda Minho. “Lee Sangtae lebih cocok!”

Mwoya? Kau juga, kalau gitu namamu sekarang adalah Choi Shikshin! (dewa makan)”

“Hahaha…”

Kami tertawa bersama sambil menikmati malam tahun baru yang begitu meriah.

“Kalian teman pertama dan terakhirku.”

Aku dan Minho menatap Jonghyun sambil tersenyum bahagia.

“Aku senang bisa mengenalmu, Jonghyun-ah.”

“Dan hyung juga adalah teman kami selamanya. Jal kkayo Jonghyun-hyung!”

Kami melambaikan tangan pada Jonghyun. Jonghyun membalasnya, dan kami kembali menatap kembang api di langit malam.

Kami menoleh ke arah Jonghyun berada tadi. Tapi…

Ia sudah hilang entah kemana.

Yah, mungkin kami bisa melihat anak itu lagi suatu hari.

Ne, Sangtae-hyung!” panggil Minho iseng sambil menyikut perutku.

“Aku Lee Jinki a.k.a. Onew. Bukan Sangtae.”

Hyung ini! Ga asyik.”

“Terserah, Shikshin-ah.”

M-mwo? Shikshin? Aku Choi Minho!”

Kami kembali bercanda, sambil menikmati kembang api yang masih menghiasi langit malam Seoul.

Perjalanan penuh fantasi itu kami rasa sungguh tidak mungkin. Dengan mesin waktu, melihat sesuatu yang benar-benar menyakitkan. Tapi, nyatanya kami alami juga. Petualangan menyusuri memori menyakitkan orang lain, yang nyaris tidak pernah merasakan kebahagiaan.

Kami belajar banyak dari perjalanan bersama Jonghyun saat itu. Kehidupan kami sangat beruntung saat ini, harusnya kami bersyukur pada Tuhan atas kehidupan kami sekarang. Penuh keceriaan dan canda tawa, tidak selalu menyakitkan seperti itu.

Perjalanan itu menyadarkan kami agar lebih peduli dengan mereka yang kurang beruntung. Semua orang pasti punya pengalaman pahit. Harusnya kami bisa berbagi kebahagiaan untuk mereka semua.

Khususnya, melalui perayaan tahun baru ini.

Di tahun baru ini, aku dan Minho berharap agar lebih peduli dan menjalani hidup yang ada, lebih bersyukur karena mendapat jalan hidup penuh canda tawa.

Tapi… Eit! Chamkamanyo!

Ada satu yang kurang.

Donghae seonsaengnim. Juga kelanjutan tubuh Jonghyun yang masih ada di dalam lemari.

~~~*

“Memang pada saat tahun ajaran kemarin, ada salah seorang haksaeng yang menghilang,” jelas Donghae seonsaengnim.

“Lalu? Namanya siapa?” tanya Minho antusias.

“Kim Jonghyun,” sahut Donghae seonsaengnim pendek. “Haksaeng kelas musik, harusnya sekarang ia kelas 2. Ck, Jinki-ssi, kau sudah kelas 3 sekarang masa nggak tau sih? Dia cukup populer, lho.”

“Biasa, seonsaeng. Lee Sangt- AAAAA!!!”

Ck, dasar kamu, Minho. Choi Shikshin!

Ne, hyung. Arasseo, hyung dulu sangat pendiam dan cuek.”

“Kau di kelas 3 banyak berubah ya, Lee Jinki, kau lebih mudah bergaul…” jelas Donghae seonsaengnim. “Lalu?”

“Ngg, seonsaeng, boleh kita ke gudang ruang musik sebentar?”

“Ne, kajja.”

~~~*

Donghae seonsaengnim membuka pintu ruang musik, kemudian kami masuk ke dalam.

“Lemari ini tidak tau kenapa, sudah lama tidak bisa dibuka,” jelas Donghae seonsaengnim. “Aku tidak mengerti kenapa tidak bisa dibuka…”

“Kenapa tidak dicoba untuk dibuka?”

Kami mencoba membuka lemari tersebut. Kami sudah memakai segala alat untuk membukanya, tapi tidak bisa juga.

“Haruskah kita coba sekali lagi?”

“Kalau begini, mana bisa dibuka…” ujar Minho kesal, sambil membanting lemari tersebut. Karena bantingan Minho yang sangat keras, akhirnya lemari tersebut terbuka.

Tapi…

“Eobseo…”

Isinya hanya setumpuk batu bata dan alat musik baru yang rusak karena Minho…

Donghae seonsaengnim menatap kami tajam…

“Ya! Tanggung jawab!”

“GYAAAA!!!!!!”

Kalau tidak ada Jonghyun di sini, lalu?

Cukup, seonsaeng. Aku butuh penjelasan. Hanya kau yang biasa menjaga dan tidur di ruang musik ini!

~~~*

Beberapa Hari Kemudian

 

Author POV

“Hyung!!!”

Teriakan Minho mengagetkan Jinki. Minho menghampiri hyungnya itu dengan semangat. Oh, Minho tidak sendiri. Ia bersama Kibum dan Taemin, teman sekelasnya.

Hyung, perkenalkan. Yang ini Kibum, ini Taemin. Mereka teman sekelasku.”

Bangapseumnida,” ujar Jinki sambil tersenyum.

Bangapseumnida, sunbae…” ujar Kibum dan Taemin bersamaan.

“Ck, jangan panggil sunbae. Panggil hyung saja.”

Algesseo, hyung…” jawab Kibum, tersenyum sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya.

Hyung, kami mau pergi ke kantin dulu!” sela Minho.

“Ne, jal kkayo shikshin!” sahut Jinki, sambil menjulurkan lidahnya.

Minho menggembungkan pipinya kesal, diiringi tawa Kibum dan Taemin.

“Ne, Sangtae hyung!”

Sekarang Jinki yang menggembungkan pipinya kesal. Tapi kemudian ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Minho. Kemudian ia berjalan menuju kelasnya.

Tapi tanpa sengaja ia menabrak seseorang…

“Ah, mianhae! Aku tidak melihat… Eo?

Jinki terbelalak. Anak ini… Jonghyun?

Hyung! Aku tidak menyangka kita berjumpa lagi.”

Jinki membuka mulutnya, tercengang. Anak ini bukan hantu… iya kan?

Urineun ajik chinguyeyo… ne Jjong?”

Jonghyun menyipitkan matanya, menatap Jinki sinis.

“Kalau bukan, dari tadi aku tidak akan menyapa hyung! Sangtae.”

“Ne, arasseo…” sahut Jinki kesal. “Aku hanya bercanda,” Jinki menunjukkan senyum terbaiknya, memperlihatkan sederet gigi putihnya.

Jonghyun tersenyum, kemudian menarik Jinki dan berjalan ke satu tempat.

Kajja hyung~ Aku ingin melihat kelasmu~ Setelah itu kita ke kantin, aku lapar~”

“Gyaaaa????”

Jinki tidak pernah mengira. Ia belum meminta penjelasan lebih lanjut dari Donghae seonsaengnim kemarin.

Tapi setidaknya Jinki senang, bisa bertemu dengan Jonghyun lagi.

~~~*

“Minho-ya, kau dengar tidak?” tanya Key sambil mengunyah sushinya. “Ada namhaksaeng baru di kelas 2-1 bagian musik.”

“M-mwo? Jinjja?” tanya Minho antusias.

“Ne…” sahut Taemin sambil meminum banana milk-nya. “Dia tidak kalah populer dari kau. Baru masuk saja, banyak yeoja yang jadi fansnya.”

“Bedanya dia lebih pendek aja… Rata-ratanya namja lah. Ga kayak kamu yang tinggi badannya seperti tiang listrik,” ledek Kibum sambil menjulurkan lidahnya.

“Hei, bukannya tinggi itu bagus? Uhh~”

Minho menggembungkan pipinya, disusul gelak tawa kecil Taemin dan Key.

Minho berfirasat buruk. Sepertinya ada yang janggal…

“Itu haksaeng barunya…” bisik Kibum sambil menunjuk seseorang, beriringan dengan Jinki yang menyapanya.

“Minho-yaa!!!”

“Ah, Jinki hyung!”

Minho mendesah. Haksaeng baru itu mengenal Jinki hyung-nya? ‘Huh, Jinki hyung yang dulu dan sekarang benar-benar berbeda ya,’ gumamnya.

Tapi, ada yang aneh dari haksaeng baru itu.

Sepertinya Minho mengenalnya.

~~~*

“Jinki hyung, mau makan lagi?”

Aniyo. Aku sudah kenyang, Jonghyun-ah…”

“Ya udah. Aku tau hyung bukan Choi Shikshin.”

“C-choi Shikshin? Nugu?”

“Siapa lagi hyung. Minho. Dongsaeng pribadi hyung.”

Jinki tersenyum. Anak ini bisa melucu juga ternyata.

“Oh, iya. Hyung, aku belum melihatnya.”

M-mwoya? Dia di sana, bersama teman-teman sekelasnya.”

“Oh, arasseo. Aku tidak ingin mengganggu mereka dulu.”

Jonghyun kembali memakan ttokbokkinya. Jinki mengambil ponselnya, kemudian ia memainkan sebuah game. Candypang. Matanya hanya asyik memperhatikan layar ponselnya.

Konsentrasinya terganggu setelah Minho mengagetkan dia dari belakang.

Candy!! Asyik sekali hyung!”

“Hei! Minho-ya…”

Time UP! Waktu gamenya tersita oleh Minho.

“Yah! Minho-ya, ini semua karena kau! Lihat ini!”

Minho hanya tertawa.

Hyung, kau sudah mengenal haksaeng populer itu ya?” bisik Minho, sambil menunjuk Jonghyun yang sedang asyik dengan ttokbokkinya.

“P-populer?” bisik Jinki pada Minho. “JONGHYUN SEPOPULER ITU?” teriak Jinki kaget.

“Eo? Geurae hyung? Ada apa denganku?

‘Ck, sudah kuduga,’ gumam Minho. ‘ Aku memang mengenalnya…’

Minho tercengang. Haksaeng itu, memang Jonghyun. Jonghyun yang dulunya selalu kesepian itu. Dalam hatinya, ia sedikit kesal. Tapi, ia juga senang bisa bertemu lagi dengan Jonghyun.

“Minho-ya!” Jonghyun menarik tangan Minho yang ada di atas meja. “Aku senang bertemu denganmu lagi.”

“Nado, hyung,” ujar Minho gembira, sambil tersenyum.

“Minho-ya, Jinki-hyung! Aku minta nomor ponselmu. Boleh ya, ya~”

Jinki dan Minho hanya tersenyum.

“Berikan dulu punyamu.”

Jonghyun menggembungkan pipinya, sedikit kesal. Jinki dan Minho hanya tertawa.

“Bercanda, hyung…”

~~~*

“Cukup susah mengembalikan traumanya,” jelas Donghae seonsaengnim pendek. “Selama ini aku memang menyembunyikannya di gudang ruang musik. Aku tidak tega melihatnya sendirian di rumah. Lagipula, aku juga tidak punya teman. Padahal aku merasa nyaman tidur di ruang musik.”

“Lalu kenapa seonsaeng tidak menjelaskannya lebih awal??? Kami sudah ketakutan dan menyangka dia adalah hantu!!!!” tanya Jinki kesal. Donghae seonsaengnim hanya tersenyum, menunjukkan sederet giginya.

Mianhae. Ia yang memintaku. Traumanya saat itu belum sembuh sampai kalian menemukannya di ruang musik pada saat tahun baru kemarin.”

“Ok, algesseumnida, seonsaeng. Lalu… mesin waktu, serigala, anak anjing, ledakan, cahaya biru, apa itu?? BISAKAH-JELASKAN-ITU?” tanya Minho tidak kalah keras dengan Jinki, dengan penekanan di akhir kalimatnya.

“Itu penemuan baru Kyuhyun seonsaeng,” jawabnya pendek. “Jinki-ssi, kau anak kelas IT, kan? Kau tidak tau masalah penemuan ini? Bukannya Kyuhyun seonsaeng wali kelasmu?”

“Jangan salahkan aku. Salahkan Kyuhyun seonsaeng yang evil itu. Aku tidak tau sama sekali,” jawab Jinki kesal.

“Lalu, untuk apa seonsaeng memasang ini?”

“Ng… Jonghyun memintaku untuk bisa mengeluarkannya sebentar dari gudang ruang musik, ia ingin melihat pesta tahun baru. Aku meminta Kyuhyun seonsaeng untuk memasang alat-alat itu agar Jonghyun lebih nyaman… dan tidak ada yang bisa menemukannya. Tapi, itu gagal karena kalian… Dan akhirnya mesin waktunya terpakai, deh. Padahal Kyuhyun seonsaeng menitipkannya padaku dan tidak boleh dipakai, bodohnya aku lupa memberitahu Jonghyun…” Donghae seonsaengnim menjulurkan lidahnya.

“Oh, jadi…”

KREEK…. KREEKK…

Jinki dan Minho membunyikan tangannya.

“Bukan haksaeng iseng, hyung… tapi…”

“Donghae seonsaeng yang iseng, Minho-ya!!! Udah aneh, iseng lagi! Serbuu!!!”

“AMPUUNNN!!!”

Donghae seonsaengnim hanya bisa mengusap memarnya.

Mianhae… Aku tidak bermaksud menakuti kalian.”

“Algesseo, seonsaeng…” jawab Jinki dan Minho kesal.

Jinki dan Minho mengambil langkah pertama keluar dari kantor guru.

“Ng, Minho-ssi! Jinki-ssi!”

“Mwohae???” sahut Jinki dan Minho ketus. Mereka sudah terlanjur kesal dengan seonsaengnya yang super iseng itu.

Gamsahamnida…” Donghae seonsaengnim tersenyum bahagia. “Kalianlah yang membuat Jonghyun sembuh dari traumanya.”

Jinki dan Minho terbelalak, kemudian tersenyum.

Cheonmaneyo, seonsaeng. Kami sudah cukup senang bisa membuatnya pulih kembali,” jawab Jinki lembut.

“Kami ke kelas dulu, seonsaeng,” pamit Minho.

Mereka membuka pintu kantor guru dan keluar dari kantor.

~~~*

Epilogue

Donghae memasuki ruang musik. Ia membersihkan ruang musik tersebut dan menata alat-alat musik yang berantakan di lantai.

“Dasar haksaeng tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia memasuki gudang ruang musik, membawa beberapa alat musik baru untuk disimpan sebagai cadangan. Ia menghampiri lemari yang ada di pojok ruangan, berusaha membukanya.

“Ck, susah sekali! Apa lemari ini rusak? Kalau memang rusak, kan tidak mungkin keadaannya utuh seperti ini! Sudahlah, taruh di tempat lain saja.”

Donghae mencari tempat lain. Tapi…

Jebal… Keluarkan aku dari sini, seonsaeng, keluarkan aku…”

‘Mwo?’ Donghae pasti salah dengar. Ada orang di lemari itu?

Donghae mengambil beberapa alat untuk membuka lemari tersebut. Sudah beberapa kali ia berusaha membuka lemari itu, hasilnya nihil.

Akhirnya Donghae membanting lemari tersebut dan…

Berhasil.

Donghae terbelalak melihat apa yang ada di dalam lemari. Kenapa anak itu bisa ada di dalam lemari?

“J-jonghyun-ssi? Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa ada di dalam lemari?”

Jonghyun mengusap kepalanya yang berdarah. Ia menunduk, air matanya mengalir.

Seonsaeng… aku tidak mau sekolah lagi…”

Donghae terbelalak.

M-museun soriya? Kenapa kau bisa seperti ini?”

“Tidak ada yang mau jadi temanku, seonsaeng… Aku tidak tahan lagi… Mereka membenciku, seonsaeng…”

Pantas saja Donghae sering melihatnya sendirian ke UKS. Rupanya ia sering dibully oleh sunbae dan teman-temannya, itu membuat ia tertekan seperti ini.

Donghae memeluk anak itu.

Gwaenchana, Jonghyun-ssi. Tinggallah bersama seonsaeng. Di gudang ini.”

Jonghyun terbelalak. Ia tidak tau kalau Donghae seonsaengnim akan peduli padanya seperti itu. Ia menatap Donghae, lalu tersenyum.

Ne, seonsaeng. Asalkan aku tidak bertemu mereka.”

Algesseumnida. Ayo, seonsaeng obati dulu lukamu.”

Mereka pun masuk ke dalam gudang ruang musik.

END~

Gimana? Jelek? Garing? Aneh?

Ya udah deh. Oh iya. Ini sequel pertamaku. Bukan pertama, tapi sequel pertama yang kuselesaikan. Dan itu pun cuma 3 part. Aku ga tau bisa nggak ya aku bikin yang lebih panjang dari ini. Sampai sekarang aku punya 2 sequel yang on-going.

Dan sequel ini mungkin ceritanya sedikit ga masuk akal. Mana ada guru yang tidur di ruang musik macam Donghae. Ckck. Dasar guru aneh. Atau mungkin imajinasi author ketinggian. Haha.

Bikin sequel itu cukup susah, ya. Apalagi kalau waktu nulis, ngadat di tengah jalan idenya. L

Apalagi waktuku yang super padat itu ga mendukung banget. Tugas, PR, ulangan menumpuk kayak gunung. Belum belajar yang lain, les, de-el-el. U.U *stress sendiri* *peluk jjong #eh*

I need ur comment all! ^^ Gamsa 4 read this crazy ff!

//

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

Advertisements

44 thoughts on “[FF PARTY 2012] Time Machine: The Hurtful Memories [3.3]”

  1. eehhh, udah tamat aja.. Yongie-ssi, ternyata si Jonghyun bukan hantu, fiuuuhh.. Menurut saya siy, ni ff gak ada genre horror-nya, menurut saya loh ya.. Kayaknya lebih ke adventure dan friendship.. Akhirnya Jonghyun punya teman ya, gak sendirian lagi.. Happy Ending… Saya sukaa.. 😀

  2. Yes! Ada Baby Taemin, walo cm nyempil(?) doang.
    😀
    Huaaaa,,,, Hae2 oppa jail!
    Ketipuu nih, kirain Jjongie itu hantu,.

    Johaeyo Sesil!
    Ditunggu karaa yg lain ya!
    Moga menang!
    *sodorin Jjongie,,,

  3. yuhhu.. Ku kira jjong dah jadi arwah gentayangan.. Ternyata masih idup..dan usil..
    Lee Sangtae n Choi Shikshin, gomawo..
    Good story, saengie.. Aku suka ni ff..
    Keep writing..

  4. Author sepertinya itu bukan Epilog tapi Prolog
    Epilogkan sehabis cerita sedangkan prolog awal, kalau epilognya seperti itu.
    MinHo dan JinKi tidak temenan dengan JongHyun
    Kalau itu epilog menjadi prolog = Happy Ending
    Like author
    Berkarya lebih lagi author

  5. ahh..johaa..syukurlah jjong akhirnya lepas dari trauma dan punya teman yang baik
    kirain jjong hantu loh, ternyata nggak, dan itu guru2 mereka aneh semua
    cerita yg bagus chingu, twist-nya dapet, moralnya juga

  6. aku kirain jjong itu hantu. wkwkwkk. ceritanya gak ketebak. bagus nih. aku kirain akhirnya bakal seperti perkiraanku. taunya jauh beda. wkwkwk cool!

  7. aah, syukurlah si jjong itu manusia…soalnya pas di perjalanan mesin waktu dia suka ngilang mulu siih -___________-”
    iih, daebak dong time machine-nya si kyu..nyahahhaa…xD

    lawaknya dapet, friendshipnya dapet…adventure fantasy gitu ya kira2..hehe
    keep writing yaa~~~ moga 2 sequel on-goingnya lancar..aamiiin ^o^/

  8. Eon,feel friendship-nya dapet kok. Alurnya jg bgs. Gak gampang d tebak. Ini nih calon penulis novel fantasi yg pantas n berbakat. Aku penulis novel. Jadi kritikannya yaaa… Begitu. Oiya, ada kata2 yg gk mudah d pahami. Temukan itu dan perbaiki d ff selanjutnya ya! Noemu daebak!

    Kl genrenya emng gaje sih, udh bagus. Tapi menurut tulisan internasional ada yg kurang.

    Terus berkarya!

    Salam super! (?)

  9. kalau disuruh angkat tangan dan ditanya reader mana aja yang ketipu jjong jdi hantu, pasti banyak yang ngacung nih hehe
    sumpaah, part 2 kemarin aku pikir jjong beneran hantu eh ternyata bukan. aku suka genre friendshipnya dapet bangeet
    semoga lain kali bisa terus membaca karya mu

    fighting yongie 🙂

  10. wah…ini bukan aneh, tapi unik. suka deh… masalah hantu nggak usah ditanya lagi. sama kayak diatas, ketipu juga. aku suka lah endingnya… tapi hebat banget yah jong, sehari sekolah langsung punya fans. #thumb

  11. aaa…ketipu aku pikir jong hantu..
    kyu seonsang daebak bisa buat alat” kyk gt. syukur dehh akhirnya jonghyun g trauma lg..
    Lee Sangtae? choi Shikshin? ahahaha XD
    suka suka! cm ada bbrapa typo & ada kalimat yg aku g ngerti. tp aku suka ceritanya keep writing ne thor 9^^)9

  12. wahh… ta kira tadi jonghyun tuh hantu, tapi ternyata bukan ya?? kasian jjongie masak cuma karna dia anak panti dan tampan(emang!!#jjong) dia dibully mpe segitunya.. untung da kyu-evil seonsang yg bisa nemuin mesin waktu..(author khayalannya tingkat dewa beneran!!hehe..) jadi bisa mbantu jjong wat nyembuhin trauma + nemuin dia ma chingu2 yang baik ma dia…
    jadi inget lagunya SNSD yg time machine, hehe…
    walaupun awalnya kayaknya hororr bgt, tapi lanjutnya dramatis banget!!
    wat ide nama baru onew= lee sangtae ??
    minho = choi shikshin ??
    bagus..bagus.. bisa ditrima!! jadi nama onew g cuma dubu, n minho g cuma kodok belo aja (PLAKK#digamparin flamers)
    salut deh wat author.. keep writing!!

  13. Udah baca dr kemarin, n hampir lupa komen, mianhe *bow*
    Nah, jd si Jjong yg sekseh spanjang masa bukan hantu ya? Ini bukan horor dong, dear.
    Friendshipny lumayan kental. Dan suami kesekian saya *nunjuk Hae* muncul jadi guru. Lalu si epil kyu, mwo? Nyiptain mesin waktu? Ini keterlaluan cerdas namany, biarpun memang kyu asliny pintar. Kan secara dy dulu ikut olimpiade matematika nasional kan klo gak salah.
    Jangan berenti untuk nulis ya 

  14. Hai^^
    Sukses deh buat aku kebingungan, beneran ngira Jjong itu hantu, jadi sempet nebak-nebak waktu jjong muncul lagi di endingnya
    ternyata jjong belum mati kkk
    Cuma ada yang agak janggal di aku, di bagian lemari tempat jjong dikurung.. kata katanya dimasukin benda-benda berat *kayak bata dll* tapi kok bisa dijungki-balikin? terus bisa dibanting juga?? berarti gak berat dong lemarinya??
    itu aja sih, terus di part 2 waktu mereka melintasi waktu untuk pertama kali, aku gak nemu ada keterkejutan dari minho dan jinki
    Semangat terus^^

    1. Itu waktu dijungkir balikin kan rame2, kalau waktu mino banting lemari kan ada onew ama donghae yang bantuin ._.

      kayaknya emang imajinasi aku kejauhan ya ._____. makasih eon komennya ^^

  15. Annyeong. ^^
    Secara keseluruhan poin plusnya tulisannya cukup rapi biar pun aku agak terganggu sedikit sama beberapa selipan kata-kata menjurus humor. Kesan horor yang hampir gak ada jadi tambah lenyap. hehehe. ^^
    Kamu lebih suka pakai dialog2 ya untuk menjelaskan situasi. Kalau diamati 75% bagian FFnya dialog dan jarang dinarasiin. Coba diimbangi deh. Kalau pun mau banyak dialog, mungkin bisa sedikit dijelaskan ekspresi atau keadaan saat orang itu bicara. ^^

  16. ending yang bahagia
    thoooooor tau ngg sih?
    eke tuh udah ngirain klo jonghyun tuh udah is death
    ternyata masih idup, cuma gegara trauma doang

    yg akhir ini bikin aku rada bingung
    tpi bener deh ini ff tuuuuuh kereeeeeeeen bgt
    udahlah aku ngga tau mau komen gmn lagi
    udah abis buat yg diduapart sebelumnya

    see you :* 🙂 😀

  17. I Love Jonghyun. #plak
    Aku bca inni malem” ,aku kira jjonng hantu ehhhh ternnyata bukn bikn takut ajh ,tpi kya’y hidup jjong oppa miris bgt yah ???

    Ahhh…….. ,pokoknya aku suka ff’y eonni ^^
    #meluk eonni

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s